Tag » Telaga Warna

32. Mountain Drive to the Dieng Plateau

Jakarta Bound is a travelogue about life in one of the largest and most densely populated cities in South East Asia.

Despite the fact that driving is often a chore – and being a passenger can be an even worse bore – there really is such a thing as ‘a nice drive’. 1.034 kata lagi

Travel

A Journey to Dieng Part #2

We truly relied on GPS along the road. We had thought that we would head towards Dieng via Wonosobo. But in reality, GPS led us via Temanggung (Tambi Tea Plantation). 1.282 kata lagi

Warna Warni Budaya Dieng Trip 2016

Warna Warni Budaya Dieng Trip 2016
Tanggal : 05 - 07 Agustus 2016 
Minimal : 10 peserta
Harga trip : Rp. 1.400.000/orang

Minimal : 12 orang… 331 kata lagi
Traveling

TRAVEL: Dieng, Negeri di Atas Awan

Ternyata udah penghujung Februari 2016 aja nih. Gimana resolusi? Udah ada progress? Di bulan ini gue kembali menjalankan salah satu resolusi 2016 gue; pergi ke tempat yang belum pernah gue datangi sebelumnya. 1.280 kata lagi

Travel

Telaga Warna, Wisata Baru di Perbatasan Gunungkidul

Selamat pagi, mari kita muai pagi ini dengan secangkir kopi dan mendengarkan banda neira bernyanyi ”bangun sebab pagi terlalu berharga tuk kita lewati dengan tertidur, bangun sebab hari terlalu berharga tuk kita lalui dengan Bersungut-sungut”  sambil mendengarkan banda neira bernyanyi iseng-iseng aku buka instagram dan sialnya aku menemukan tempat baru di Gunungkidul yang bagus kalau dilihat foto-fotonya di instagram daripada penasaran dan menduga-duga lebih baik langsung saja pergi kesana sebab menduga-duga itu tidak baik. 233 kata lagi

Jalan-jalan

DIENG PLATEAU, NEGERI DI ATAS AWAN (Bagian 2)

Kompleks Candi Arjuna

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Kompleks Candi Arjuna, sebuah kompleks candi Hindu di Dataran Tinggi Dieng yang terdiri dari 5 candi : Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Srikandi. 549 kata lagi

Traveling And Backpacking

Warna-warna Telaga Warna dan Kompleks Candi Arjuna

Telaga Warna

Puing-puing kelelahan masih nampak di setiap wajah seusai pendakian Prau. Namun, ternyata rasa sayang itu masih ada. Bukan rasa sayang pada gebetan atau siapapun, namun pada sisa-sisa waktu dan dan dana yang telah dikorbankan untuk jauh-jauh pergi ke kotanya para dewa ini. 672 kata lagi

Wisata Sejarah