Tag » Serpihan

Di Antara Heningnya Waktu

Ada yang pernah berkata, “Suara terindah adalah kesenyapan”. Dalam hening yang jatuh di antara detik-detik yang berguguran, aku menanti. Hampa adalah setiap kata yang datang dalam kemayaan tanpa realita. 195 kata lagi

Serpihan

Labirin dan Kesenyapan

Aku berjalan menelusuri sebuah hutan. Ah, ini bukan hutan sembarang hutan. Ini adalah rongga kepalamu. Kupu-kupu aneka warna beterbangan di antara pepohonan yang tumbuh tinggi hingga nyaris menutupi cahaya dari langit. 302 kata lagi

Serpihan

Surat Buat Waktu

Sapardi Djoko Damono dalam salah satu puisinya pernah berkata tentangmu, hai Waktu…

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga…

320 kata lagi
Serpihan

Tahukah Kamu....

Rindu selalu datang tanpa permisi. Dia tiba lalu mengetuk pintu jiwa. Terus dan terus. Adakalanya dia pergi untuk beberapa saat, namun dia pasti kembali. Kita tak pernah bisa mengelak darinya. 131 kata lagi

Serpihan

Untuk Cahaya di Langitku

Hari tanpamu adalah di mana aku melakukan kontemplasi dan berpikir. Merasakan adamu dalam ketiadaanmu. Kamu seperti cahaya di langitku yang kelabu. Kamu membuat sudut-sudut langitku kadang terang benderang, kadang juga redup. 278 kata lagi

Serpihan

Arti Merdeka

Untuk arti merdeka yang tak bisa kupahami. Kepadanya bisa kusampaikan bahwa alam pikiranku masih terjajah, oleh sesuatu yang tak kumengerti. Rasa yang enggan kuusir pergi. Lagi-lagi aku tak bisa menjadi diriku.

Serpihan

Serpihan #6

Julian

29 Januari 2015, Alun-alun Kidul, Jogjakarta.

Pernah naik sepeda mengitari Alun-alun Kidul di malam hari? Ya, sepeda yang dikelilingi dengan lampu warna-warni. Seru? Bagiku, kegiatan ini seru sekali di malam ini! 319 kata lagi

Serpihan