Kemarin, baru saja selesainya perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX di Kabupaten Barru, dimana sebelum itu, pun kini, seni kontemporer dunia masih dalam pendefinisisannya untuk mereinterpresentasi bentuk dan makna-historis modernisme dan posmodernisme – yang juga multitafsir bahkan samar dengan simulakranya (tumpang tindihnya makna, campur baurnya penanda petanda). 2.167 kata lagi