Tag » Sejarah Uang

Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 8/End)

Hikmah mempelajari sejarah uang:

Kelihatannya Koperasi memiliki masa depan yang bagus.

Kita harus berinvestasi emas, berkebun, bertani, berternak dan yang sejenisnya. Sebab risiko kolaps bagi uang kertas sangat tinggi. 141 kata lagi

Artikel

Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 7)

Terminologi yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial di atas adalah “Fractional Reserve Banking” (cadangan terbatas Perbankan).

Cerita yang Anda baca di atas, tentu saja, adalah fiksi. 171 kata lagi

Artikel

Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 6)

Tidaklah selalu nyaman untuk membawa uang tunai koin. Cek juga tidak bisa diterima bila sudah keluar dari sebuah komunitas tertentu. Oleh karena itu, sebuah sistem yang lebih baru perlu dipikirkan. 424 kata lagi

Artikel

Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 5)

Kali ini kita akan melihat kelahiran partai politik, penguasaan media (pers) untuk menguasai dan mengendalikan pikiran masyarakat. Yok kita simak!

Selesai memberikan nasehat, Fabian pun tidak lupa mengingatkan pemerintah, “Hm, jangan lupa Anda masih berhutang kepada saya. 970 kata lagi

Artikel

Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 4)

“Yang kedua”, kata Fabian, “Sebagian orang juga pergi menambang emas dan membuat koin mereka sendiri. Saya sarankan agar dibuat sebuah hukum agar setiap orang yang menemukan emas harus menyerahkannya. 1.300 kata lagi

Artikel

Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 3)

Supaya nyambung coba kembali ke “Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 1 & 2)”. Berikut ini adalah apa yang tertulis dalam buku yang berjudul “Masa Lalu Uang dan Masa Depan Dunia yang diterbitkan Pustaka Pohon Bodhi. 857 kata lagi

PILPRES 2014

APA YANG PEMERINTAH LAKUKAN DENGAN UANG KITA.??

Buku ini adalah terjemahan dari judul aslinya, What has government done to our money? Diterbitkan pertama kali pada Agustus 2007 oleh penerbit Granit, Jakarta dengan Sukasah Syahdan sebagai penerjemah dan pengantar. 365 kata lagi

Resensi