Bung Hatta mengingatkan saya bahwa tulisan-tulisan kaum intelektual bisa lebih tajam dari pedang Diponegoro (baca: biar pelesir ngga sekadar hura-hura tapi ada kontemplasinya. Hahahahaha). Oleh karena itu saya memberanikan diri menulis lagi yang agak serius. 648 kata lagi