Tag » Réalisme

Seni Rupa Ala Sudjojono

Dengan Kondisi masyarakat saat ini, seni telah berubah bentuk menjadi kerja yang teraliansi. Karena status seni kini berubah menjadi sebuah komoditi pasar.

Sebelum Abad 18 dan 19, seni merupakan media untuk berbagi kepentingan dalam ilmu pengetahuan antara sang seniman dan Penimaknya. 582 kata lagi

Karlmarx

Boganmeldelse: Julie Badura - De dage med dig

Titel: De dage med dig. Forfatter: Julie Badura. Sider: 185. Forlag: People’s Press. Udgivelsesår: 2017. Anmeldereksemplar: People’s Press ★★★★

“Jeg begynder pludselig at have fornemmelsen af noget usynligt mellem os i korte glimt. 640 kata lagi

Boganmeldelser

Realisme, Keaktoran, dan Stanislavski

September 1st, 2008 by M. Fadli, aktif di teater Rumah Teduh

Stanislavsky adalah seniman sejati. Dia meleburkan sekaligus menggeneralisir diri dengan utuh, hingga akhirnya dia menjelajahi sendiri kisi-kisi kehidupannya sampai ke tingkat paling mendetail. 1.323 kata lagi

Pengembangan Diri

Mo Yan: Di Bawah Bendera Merah

“…Aku menyusun patung-patung Ketua Mao yang disimpan di gudang itu di ambang pintu dan dekat tempat tidurku untuk menjadi semacam penjaga…”

Ketertarikan saya pada kepemimpinan-sekaligus kerapuhan-Mao jelas bertambah setelah membaca autobiografi singkat ini.

166 kata lagi
ESAI LANGGAS

Knut Hamsun: Lapar

“…aku menangis sehingga tulang itu menjadi basah dan kotor karena air mata, muntah, memaki-maki, dan mulai menggigit lagi, menangis meraung-raung, dan muntah sekali lagi. Dan dengan suara keras dan jelas kusumpahi semua kuasa dunia agar dibakar dalam api jahanam…”

241 kata lagi
ESAI LANGGAS

Tugas Mengarang

Pada sebuah sekolah dasar negeri seorang guru wanita memasuki kelas yang berisi tiga puluh murid. Sekolah itu berdiri di atas tanah sengketa antara pemerintah daerah dengan keluarga menak yang mengklaimnya sebagai warisan turun temurun. 1.287 kata lagi

KISAH

Les Roses de Fantin Latour

Roses (détail), 1889, Musée des Beaux-Arts, Lyon

Hommage au Musée du Luxembourg en > 150 oeuvres

Sur Les Roses de Fantin-Latour, le poète Paul Claudel a écrit : “Chaque tableau apporte avec lui un carré de silence et une raison à notre ramage intérieur de s’interrompre.” Vous avez probablement admiré les natures mortes de fleurs d’Ignace-Henri-Théodore Fantin-Latour (1836 – 1904). 284 kata lagi

Modern Art