Tag » RA. Kartini

Mengenang RA Kartini

RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat.  353 kata lagi

Info Penting

Aku Mau....

Sudah sejak lama muncul pertanyaan dalam kepala ini : Mengapa RA Kartini mewakili emansipasi wanita di Indonesia. Padahal jika kita lihat banyak pejuang perempuan yang sekilas mungkin lebih heroic untuk dijadikan pahlawan emansipasi perempuan Indonesia. 402 kata lagi

Reading

Door Duisternis tot Licht: Letters of Javanese Princess

“I have been longing to make the acquaintance of a modern girl, that proud independent girl who has all my sympathy! She who, happy and self reliant, lightly and alertly steps her way through life, full of enthusiasm and warm feelings; working not only for her own well-being and happiness, but for the greater good of humanity as a whole.”

890 kata lagi

Selamat Hari Raya Rd. Dewi Sartika

Kenapa Kartini? Padahal kan ada Cut Nyak Dien yang turun langsung, Dewi Sartika juga ada.” pertayaan dan pernyataan tersebut muncul kurang lebih beberapa bulan lalu ketika nongkrong di sekre Performa. 504 kata lagi

Movement

Inspirasi Perempuan Hari Ini, untuk Masa Depan Bangsa

Depok, 21 April 2014 – Pada hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk berbagi di suatu forum yang hebat. Hebat karena forumnya diadakan di suatu restoran sederhana di bilangan Condet, Jakarta Timur. 1.503 kata lagi

Dari Forum Diskusi

TRAGEDI KARTINI


TRAGEDI KARTINI

Tinta sejarah belum lagi kering menulis namanya, namun wanita – wanita negerinya sudah terbata – bata membaca cita – citanya. Kian hari Emansipasi kian mirip saja dengan… 1.114 kata lagi

Habis Gelap Terbitlah Terang

#BaladaFreelancer Tribute Night for RA Kartini: Song #2

Masih untuk Ubud Writers and Readers Festival 2013 Tribute Night RA Kartini, musikalisasi surat ini diaransemen oleh Sergius Derick Adeboi (@iboiii).

28 Juli 1902
(Nyonya RM Abendanon – Mandri) 71 kata lagi

Sastra