Tag » Puisi

Semesta bicara lewat kaki dan tanganmu! (barangkali lewat bibir dan kelaminmu juga)

Redup, kemudian berpendar, redup lagi
Rebah pada dingin
Lalu hangat menindih
Tutup matamu!
Gerak melecut naluri
Di tempat yang lembab
Dua jadi satu
Sebab tiga hanya menggangu… 16 kata lagi

Puisi

Keheningan di Malam hari saat ini

Diam, hening, gelap menjadi teman baikku disaat malam datang.
Kau disana yang asik bercanda gurau dengan teman-temanmu, aku disini hanya bisa duduk terdiam sambil memikirkan hubungan kita. 133 kata lagi

Secoretsajak, "menyesap hujan fitri"

Basah hujan

Bersihkan debu kelam

Kembali fitri

Sibakkan gurah nurani
Coba lihat

Gelap masihlah terang

Terang masihlah gelap

Pekat masihlah hambar

Hambar masihlah pekat
Bukanlah ujung jalan… 24 kata lagi

Puisi

A Poetry From The Past... 

It’s a poetry about you and me, dear lover from the past.

So here it goes….

—————————————————————————

Pernyataan Hati

Air mata mengalir sendu, membasahi pipi ranum sang gadis…

304 kata lagi
3am Love Letter

Gadis yang dulu disampingku

hari hari ku tak seperti dahulu , tak ada lagi yang memperhatikan ku, semenjak kau pergi dengan kekasih barumu, meninggalkan ku dengan keheningan, tanpa ada jawaban untuk segala pertanyaan. 244 kata lagi

Lezatnya Untaian Ukhuwah

Derai air mata mengalir membasahi pipi

Melunturkan rona merah yang begitu memesona

Tiada seorang pun yang mampu membendung air mata itu

Tanpa ukhuwah yang sekuat baja… 76 kata lagi

Sastra

Amarah

Kekesalan ini tak terbendung

Tak menyisakan ruang untuk nurani

Tak ada tempat untuk berpikir

Badai halilintar semua jadi satu dalam hati kecil ini

Bagai kota yang hancur oleh amukan raksasa… 33 kata lagi

Puisi