Tag » Patah Hati?

My Poem: Tentang Kita

Mencintaimu bagaikan menggenggam erat sekuntum mawar berduri. Indah, namun melukaiku.

Seandainya saja mereka dapat menerima perbedaan kita, badai pun tak ‘kan mampu menggoyahkan rakit yang kita dayung bersama. 72 more words

Sebuah Rumah yang Trauma akan Patah Hati

Jika aku ibarat rumah, aku adalah rumah yang sempurna. Dengan pintu dan jendela, dengan atap dan tembok. Berdiri dengan kokoh dan elok, di atas tanah berumput segar. 127 more words

Margareta Mentari

There is always a FIRST TIME

Ya.

There is always a first time.

Selalu ada pertama kalinya. Apapun itu.

Ada pertama kali ketika tiba didunia setelah 9 bulan dalam rahim Ibu. 125 more words

Catatan Ku

Indah tak seindah keindahan
Ketika aku masih bersamamu
Tentram tak sedamai tentram
Ketika jemari mungilmu memeluk mesra penuh kehangatan
Di malam yang syahdu

Janji yang kau ikrarkan malam itu… 25 more words

Puisi

Pada Sebuah Garis Waktu

Tak berselang lama dari perjumpaan terakhir kita, aku memutuskan pulang. Kotaku jauh lebih nyaman. Di kotaku aku bisa berjalan sendirian di bawah temaram lampu taman, memandangi daun-daun berguguran, atau melewatkan malam bersama riuh reda jalanan. 215 more words

Tulisan

Kalah !

Takdir adalah satu-satunya yang mengalahkanku.

Mengalahkan segala usaha dan perjuanganku.

Tapi aku tidak menyesal,

karena telah menyia-nyiakan waktu untuk berjuang.

Setidaknya aku telah mencoba untuk memperjuangkan sesuatu yang aku sayangi dan cintai. 38 more words

Story Of My Life

Televisi Bisu

“Sayang, habis ini aku mau kerja ke luar negeri.” seorang pria setengah baya yang sedang duduk di sofa berkata pada wanita si sebelahnya. 452 more words

Cerita