Tag » Pangeran Diponegoro

Aku Diponegoro: Sang Pangeran Dalam Bingkai Seni

“Mbak…” Setengah berteriak, tergopoh-gopoh, seorang perempuan berpostur mahasiswa menghentikan langkah saya. “Sepatunya tolong dilepas ya Mbak, sembari dibaca aja keterangannya,” ujarnya lagi sambil menunjuk poster tulisan yang tersampir di sisi kiri pintu masuk. 717 kata lagi

Jakarta

Diponegoro dari Sudut Pandang Pekerja Seni

Hujan deras tak menghalangi langkah segelintir warga Jakarta yang kini mengantri di ruang depan bangunan utama Asrama Putri Carpentier Alting Stitching (CAS) siang itu. … 514 kata lagi

Seni & Budaya

Aku Diponegoro, Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa

Apa yang terbersit dalam benak Anda ketika mengenang satu sosok karismatik, Pangeran Diponegoro?

Sukses menggelar pameran Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Indonesia Modern pada Juni 2012 lalu, Goethe-Institut Indonesien kembali menggandeng Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Erasmus Huis dan Djarum Foundation untuk menggelar pameran, … 489 kata lagi

Seni & Budaya

Bungkam

Mata ditutup,
Telinga dikatup.

Mulut terbuka,
Tak ada suara.

Hanya sunyi,
Hanya sepi,
dan darah membanjiri.

Tubuhku mati.
Jiwaku hidup abadi.

Bandung, 10 November 2014 9 kata lagi

Puisi

Selamat Ulang Tahun Eyang Antawirya

Hari ini 228 tahun yang lalu di salah satu sudut ruang kaum perempuan dalam Keraton Yogyakarta; seorang perempuan menggeliat menahan sakit melahirkan. Hari jelang fajar ketika suara tangis itu memecah senyap … Jumat Wage, 11 Nopember 1785 seorang calon pemimpin besar lahir ke dunia. 419 kata lagi

Makassar

Pacitan: Hidden Emerald in Java (part 1)

Pacitan, sebuah kota kecil di ujung terbarat Provinsi Jawa Timur tiba-tiba menjadi fenomenal . Di tahun 2004, putra daerah kota kecil itu menjadi RI 1 pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. 671 kata lagi

Backpacking

Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro was born on 11 November 1785 in Yogyakarta, and was the eldest son of Sultan Hamengkubuwono III of Yogyakarta. When the sultan died in 1814, He was passed over for the succession to the throne in favor of his younger half brother who was supported by the Dutch. 116 kata lagi

Report Articles