Label » Orde Lama

Sejarah Adnan Buyung Bersama Soeharto dan Soekarno

LENSAInfo, Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan Adnan Buyung Nasution. Sejarah hidupnya penuh dengan perjuangan dan perlawanan. Salah satu yang menonjol adalah tindakannya melawan Soeharto di masa orde baru. 272 kata lagi

Berita

Pelaku Sejarah

Oleh Avent Saur

Membaca “Syukur Tiada Akhir”, sebuah karya monumental, merayakan 80 tahun kelahiran pendiri koran Kompas Jacob Oetama (2011) rasanya dahaga intelektual betul-betul hilang, menguap. 760 kata lagi

OPINI

RIWAYAT MASUKNYA MODAL ASING KE INDONESIA

Tim ahli ekonomi Presiden Soeharto.
Kiri-kanan, atas:  Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Soemitro Djojohadikusumo,
Radius Prawiro. Kiri-kanan, bawah: Mohammad Sadli, Emil Salim, Frans Seda, dan Subroto. … 483 kata lagi

ARTIKEL

Iuran Revolusi

Sejak 1950, Indonesia mengalami inflasi yang awalnya dianggap lunak namun kemudian sanggat ganas pada 1961.Salah satu sumber penyebab inflasi ganas ini adalah kebijaksanaan pemerintah Presiden Sukarno yang pada pokoknya lebih mementingkan politik dan hanya relatif sedikit memperhatikan pembangunan ekonomi dengan sepenuh hati. 1.374 kata lagi

Indonesia

Militer dalam Kancah Politik Sipil*

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki keyakinan kuat bahwa ada jati diri dan keistimewaan yang dimiliki oleh satuan ini semenjak pendiriannya. Militer Indonesia bukan dibentuk oleh pemerintahan atau parpol tertentu, tetapi merupakan kristalisasi dari berbagai bentuk laskar rakyat yang dilatih oleh Belanda, Jepang, dan oleh rakyat Indonesia sendiri. 4.119 kata lagi

Sosial Politik

Pak RT, Bendera Parpol dan Massa Mengambang

Musim kampanye partai politik riuh rendah dan selalu bercorak sama seperti pada masa kampanye pemilu sebelumnya. Pengerahasan massa, hiburan musik dangdut, serta janji dan sindiran terhadap lawan politik masih dominan. 604 kata lagi

Life

Terbangun dari Indoktrinasi

Tidak ada “sejarah yang bengkok” dan tidak ada pula “sejarah yang lurus”. Bangsa ini tidak akan pernah belajar jika berupaya “meluruskan sejarah”, karena sejarah hanyalah tafsir dominan atas serangkaian peristiwa oleh pemenang dalam pertarungan politik.

642 kata lagi
History