Tag » Monokotil

Rumah yang Kau Tinggalkan

sajak-sajak berlompat-lompat serupa anak domba
menghitung dirinya hingga bulan terlelap
sebelum akhirnya leher tergantung menjadi pertanyaan-pertanyaan
puisiku hanya serupa remang malam di kafe-kafe murahan

kemudian aku kan melukis bintang… 130 kata lagi

Monokotil

Bencilah Aku Semampumu

biar kubisikkan kau sesuatu

perihal suara yang senyap malam denyutkan

pada telinga-telinga daun enggan gugurkan

dan dari padanya, aku mengecup laut

bukan hari yang kauracik dalam pita tawa… 206 kata lagi

Monokotil

Bisakah Tinggal?

lama sekali jendela itu tertutup. seorang perempuan, mengunci diri dengan gelap yang bergelantungan di setiap sudut ruang. sebuah pintu juga telah hilang guna, dengan kunci yang ia remukkan di dada. 240 kata lagi

Monokotil

di antara


tak ada yang mampu menjamin, bahwa cinta tak kan menyakiti bagi siapapun yang menerimanya —sebaik apapun cinta itu diberikan. tak juga ada yang mampu menjamin, cinta tak kan menyakiti bagi siapapun yang memberikannya —sebaik apapun cinta itu diciptakan. 258 kata lagi

Monokotil

Lelah

terkadang kau merasa begitu lelah untuk merasa lelah, bukan karena harimu yang tak berwarna bunga, ataupun sepanjang hari yang membuat tubuhmu berkeringat. hingga kau ingin sekali terlelap begitu saja, tanpa perlu mengeja ingatan. 217 kata lagi

Monokotil

Kanvas Berwajah Malam

Apa yang kau tahu perihal semestaku, tuan? Ketika dadaku kau sesaki dengan tanda Tanya yang berkepanjangan, dan musim-musim yang kerap tak pernah menjanjikan pagi di esoknya. 219 kata lagi

Monokotil

Sekali Lagi

tak ada jalan yang tak ingin tak kau lewati. dengan sepasang kaki dan sepasang hati yang kiranya kau pikir akan menjadi lebih baik. kau adalah perempuan yang kerap menikmati rasa getir, sebab kau percaya bahwa kebahagiaan ialah milik masing-masing takdir. 194 kata lagi

Monokotil