​Seperti biasa, layaknya sebuah kota yang sedang berkembang, Sidoarjo sedang sibuk berbenah. Masih teringat jelas bagaimana Bencana Lumpur Lapindo menggerus perekonomian masyarakat kelas bawah yang terdampak, bagaimana mereka menjerit kesakitan karena kantong yang dulu terisi pundi, saat itu terisi oleh luapan janji-janji bak buih lumpur yang sebentar lagi hitam hingga memaksa mereka pergi dari tempat tinggal, atau bahkan kampung halamannya. 575 kata lagi