Tag » KesatuaN

Ada Baiknya Bertengkar...

Orang Katolik yang berpikir bahwa Gereja itu seharusnya seragam mungkin tak pernah mendengar nama Petrus dan Paulus. Hari ini dirayakan dua soko guru Gereja Katolik itu, dua sosok yang dalam arti tertentu bagai bumi langit. 487 kata lagi

Daily Reflection

Catatan untuk Seksi Liturgi (4)

Tulisan ini saya buat bertepatan dengan peringatan wajib Santo Yustinus, martir pada abad ke-2 yang di sana sini dijadikan acuan untuk bahasan mengenai Liturgi Gereja Katolik. 769 kata lagi

Daily Reflection

Catatan untuk Seksi Liturgi (3)

Ini dagelan zaman jebot tapi cocok untuk menempatkan kekisruhan beberapa pihak mengenai tata perayaan liturgi Gereja Katolik. Saya tidak mengerti mengapa ada pihak yang memakai media sosial untuk menampung kekisruhan virtual (tetapi real, ada dalam kepala orang-orang yang masuk dalam polemik itu) mengenai tata perayaan liturgi seolah-olah itu adalah pokok terpenting hidup manusia (bahkan Yesus pun tidak mengindikasikan tata perayaan ibadat sebagai hal terpenting). 847 kata lagi

Daily Reflection

Catatan untuk Seksi Liturgi (2)

Mengetik tanpa memandang monitor dan keyboard bukan hal luar biasa. Pernah suatu kali saya menjadi notulis dan mengetik secara verbatim apa yang disampaikan pembicara seminar dan bersamaan dengan itu saya bertanya jawab dengan teman yang saat itu memerlukan sesuatu. 415 kata lagi

Personal Notes

Catatan untuk Seksi Liturgi (1)

Hampir semua perayaan Liturgi selama di Italia saya ikuti dengan gembira hati. Tentu kadang saya jumpai imam yang njelehi kotbahnya, tetapi itu tak mengurangi kegembiraan saya. 672 kata lagi

Personal Notes

Makan apa, makan di mana, makan siapa?

Suatu saat sewaktu berjalan mengemis (400 km dalam waktu 10 hari), kami berjumpa dengan seorang muda yang rupanya juga sedang melakukan ziarah. Dia menghampiri kami dan entah bagaimana tiba-tiba dengan begitu berapi-api ia memberi penjelasan kepada kami bahwa penduduk di daerah A benar-benar mengalami kekeringan. 371 kata lagi

Daily Reflection

Pasca Pertarungan Sengit

Waktu memang selalu memberi jawaban

Ujiannya selalu memberikan kesabaran

Hati nurani pun ditundukkan

Solusinya selalu memberi kedamaian

Pertarungan sengit telah usai

Momen bermaaf-maafan turut menghiasi… 93 kata lagi

Puisi