Tag » Kerukunan Umat Beragama

Tolikara, Ujian Kesatuan Bangsa Indonesia

Azzam timika: Assalamualaikum ustadz
Azzam timika: Mohon ijin berbagi tulisan lagi mengenai kondisi di Tolikara
Azzam timika: Perkenankan saya berbagi sedikit fakta bahwa ada SKENARIO LAIN di balik aksi pembakaran masjid, rumah dan kios milik umat Islam di Tolikara pada saat Idul Fitri kemarin. 708 kata lagi

News

Mengutuk Syiah itu Trendi

Ini perasaan saya saja, atau apakah ada juga yang merasakan hal serupa? Beberapa bulan belakangan ini, timeline atau linimasa media sosial dipenuhi dengan opini yang menunjukkan betapa sesatnya Syiah. 805 kata lagi

Ahok, Jakarta dan Keimanan (Kita) Indonesia

“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”

846 kata lagi

Memutus Siklus Kebencian

Catatan: Tulisan saya berikut ini pertama saya publikasikan di Kompasiana bulan Agustus 2012.

————————————————————————————————–

Saya tinggal di Texas. Negara bagian di Amerika Serikat  yang terkenal basis kaum konservatif-republik. 1.490 kata lagi

Mengatur Kerukunan Beragama di Indonesia: Membebaskan atau Mencederakan?

*Mengkritisi RUU Kerukunan Umat Beragama dalam Perspektif Kekristenan

Prolog:

Negara Indonesia memiliki cita rasa yang khas dalam potensi-potensi yang dimilikinya. Disebut sebagai ‘negara kesatuan’ yang mengindikasikan ada aspek-aspek yang membuat ‘bersatu’, salah satunya adalah ‘agama’. 4.007 kata lagi

Hukum (Law)

Menjamin, Membatasi atau Mengkoreksi Kebebasan Beragama?

Pengakuan terhadap kebebasan untuk beragama dan berkeyakinan, merupakan sebuah penegasan terhadap prinsip bahwa kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak dasar. Pada perkembangan hak asasi manusia di dunia, dalam berbagai konvensi internasional hak asasi manusia, memeluk agama atau memeluk keyakinan tertentu adalah non-derogable rights. 2.880 kata lagi

Hukum (Law)

Kekerasan atas Sebuah Keyakinan

Bagaimanapun juga tidak boleh bersikap sewenang-wenang mentang-mentang mayoritas. Ingat mayoritas di suatu tempat bisa minoritas di tempat lain. Negara kita negara hukum dimana kekuasaan kehakimannya berada di tangan hakim dan eksekusi atas putusan hakim menjadi kewenangan pemerintah (eksekutif). 440 kata lagi

Refleksi