Tag » Hilversum

Kekasih Gusti

“Ibu,” keluh Pedut dalam surat kepada ibunya di Indonesia, “hidupku di negeri Belanda celaka. Kata ibu, kita bisa jadi kadal di antara kadal. Juga sebaliknya ibu bilang, kita bisa jadi gajah berada di antara gajah. 1.899 kata lagi

Hilversum

Cacing

Sebulan lebih Abu bingung. Perutnya mual, hati dan jiwanya sumpeg. Dia benar-benar merasa tertekan sebab merasa dipaksa makan cacing. Siapa yang sudi makan binatang yang menjijikkan itu. 1.505 kata lagi

Hilversum

Perempuan dan Rokok

Di sebuah kota kecil yang sedang dilanda musim dingin yang hebat – saat sungai-sungai, kolam, polder, parit-parit dan bahkan banyak wajah menjadi beku – seorang perempuan menatap dengan pandangan beku dari balik kaca jendela, ke arah danau beku di dekat rumahnya di mana anak-anak riang gembira bermain seluncur, termasuk lima anaknya – tiga lelaki dan dua perempuan berumur antara 4 sampai 12 tahun – yang ceria berteriak-teriak duduk berdesakan di atas kereta seluncur yang ditarik seorang lelaki seperti potlod lantaran jangkung dan kerempengnya – suaminya – yang baju hangatnya kedodoran dan syalnya terselempang acak-acakan, yang kumis dan cambang dan rambutnya tumbuh seperti rumput liar, yang sambil terseok-seok menarik kereta seluncur toh masih sempat-sempatnya merokok: ini menjengkelkan! 1.075 kata lagi

Hilversum

Neraka

Menjadi orang modern harus siap mental. Dan inilah satu-satunya dosa Rum yang paling besar, sehingga begitu nyawanya putus dan jasadnya dimasukkan ke liang kubur, segera ia dipersilakan dengan hormat memasuki gerbang Neraka.

1.539 kata lagi
Hilversum

Negara

Teori-teori mengenai negara bisa ditelusuri. Banyak sumber dan bahannya. John Locke, Plato, Aristoteles, dan pidato-pidato. Tapi banyak pakar filsafat negara saya rasa belum pernah dengar dongeng mengenai Negara. 420 kata lagi

Hilversum

Tuhan

Sesuatu? Ya. Sesuatu. Sebab aku tidak main-main. Sungguh tidak tahu, dan tidak berani menyebut istilah lain yang belum bisa dipertanggungjawabkan.

Yang jelas: aku ingin sekali bertemu dengan Sesuatu yang selama ini aku buru-buru dan telah membuatku termangu di sepanjang waktuku, di seluas ruangku dan di sepol-polnya akalku.

906 kata lagi
Hilversum

Makin Tinggi Makin Angin

Pepatah kuno itu datang jauh dari kampung halaman. Melewati gunung dan bukit. Menerjang lautan dan danau-danau. Menempuh belasan ribu kilometer. Ia masuk dalam diriku. Terngiang-ngiang terus di telinga. 2.322 kata lagi

Hilversum