Label » Habib Munzir Almusawa

"Kedermawanan dan Budi pekerti Al Habib Munzir Al Musawa"

Beliau berinfak bagaikan lautan yang luas dan senantiasa memberi tanpa pernah takut miskin. Menjadi kebiasaan beliau adalah melaksanakan kalimat hikmah, “infakkanlah (harta) yang ada di dalam sakumu”. 209 kata lagi

Manaqib Sulthonul Qulub Al Habib Munzir Al Musawa & Jejak Penerus Panji Majelis Rasulullah SAW..

Alhabib Quraisy Baharun (teman seperjuangan Habibana Munzir Al-Musawa Allahuyarham) :

“Satu hari sebelum beliau wafat, tepatnya hari sabtu,beliau mendatangi saya di cirebon, setelah malam sabtunya beliau menelpon saya sekitar jam 1 malam, beliau mengatakan tidak jdi datang krna sedang kurang sehat.tp sekitar jam 6.10 pagi, beliau mengatakan bahwa beliau sudah dijalan menuju cirebon.singkat cerita,setelah beliau sampai kami makan bersama, kemudian ketika saya hendak sholat dzuhur dikamar yg ditempati beliau untuk beristirahat saya meminta beliau untuk tetap berbaring saja karna kondisi beliau yg tidak memungkinkan untuk berdiri.namun setelah saya selesai shalat, saya menyadari bahwa beliau sudah duduk dibelakang kanan saya lengkap dengan jubah dan imamahnya. 305 kata lagi

Sekelumit kecintaan tulus baginda Rasulullah SAW..

Suatu hari Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah SAW dalam keadaan ketakutan… Maka Rasulullah SAW bertanya.

“Ada apa wahai Jibril?”
“Wahai Muhammad sesungguhnya hari ini Allah SWT sedang mengobarkan nyala api neraka…  Maka seluruh malaikat amat ketakutan… Mereka tidak tahu harus bagaimana… Untunglah aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah kepala alam semesta…  Justru itulah aku di sini. 507 kata lagi

Jawaban bijak dari Habibana Munzir tentang sulitnya meninggalkan dosa

Jawaban bijak dari Habibana Munzir Al Musawa ketika ada seseorang yg mengadukan kepada beliau tentang sulitnya meninggalkan dosa yg ia perbuat..

Berikut ini adalah jawaban Habibana Munzir yg dikutip dari website : … 166 kata lagi

Pujian Habib Umar bin Hafiz kepada Habib Munzir AlMusawa

Sesungguhnya kota Tarim telah menyaksikan duduknya Munzir bin Fuad AlMusawa Alaihi Rahmatullah selama 5 tahun dan setiap mata pun menyaksikan bahwa ia bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, bersungguh-sungguh didalam kembali kepada Allah SWT, siang dan malampun menyaksikannya kadang dibeberapa malam aku pulang dengan terlambat dan dia sedang berdiri dengan tenang sebagaimana keadaannya ketika sholat, ketika majelis majelis dan berjuang dan bersungguh sungguh dan bertawadhu serta mendengarkan nasihat nasihat dan berusaha menerapkannya didalam dirinya dan bersungguh sungguh dirinya untuk melaksanakan nasihat tersebut sampai akhirnya Allah SWT menunjukannya kepada ummat sehingga ia memegang bendera dari panji panji dakwah ilallah dengan izin dan petunjuk dari Allah SWT sehingga Allah memberikan hidayah melaluinya kepada banyak hamba hambaNya. 375 kata lagi