Tag » Gagak

Dara Dalam Sangkar

Aku berhenti diatas sebuah batu, menghangatkan diri dengan sinar matahari pagi ini. Sudah dua bulan tidak hujan disini, tanaman belum lagi berbuah dan seekor dara nampak gelisah. 132 kata lagi

Gagak

Rumah

Aku berhenti cukup jauh dari rumahku. Mereka datang lagi dengan tangga, linggis, dan martil. Panasnya matahari tidak melemahkan niat mereka menyingkirkan tempat tinggalku. Mencungkil dan memukul, sudah tiga kali keluargaku harus mencari rumah baru, mengumpulkan bahan-bahan dan menumpuknya di tempat yang cukup tinggi. 61 kata lagi

Gagak

Main hakim sendiri

Bau sangit tercium dari daging yang terbakar, apinya memang sudah padam, tapi pria itu sudah mati terpanggang. Meregang nyawa setelah dipukuli dan dibakar hidup-hidup.
Kalau saja tidak ada kerumunan orang itu, pasti sudah kuterjang daging lezat itu. 114 kata lagi

Gagak

Jalan Pintas

Sore hari selepas hujan deras mengguyur kota, waktu itu peralihan musim. Aku berada diatas sebuah rumah saat mataku tertuju pada seorang anak manusia. Sudah beberapa saat sejak dia datang kemudian duduk diatas rantai besi yang dibentangkan diantara dua tiang pendek. 195 kata lagi

Gagak

Perebutan

Dahan pohon ketapang menjadi tribun utamaku, sementara kulihat sepasang pemuda berhadapan dengan nafas memburu. Berkelahi. Si kulit gelap dengan pakaian rapi, kewalahan membalas tinju dari si tampan dengan anting sebesar tutup botol. 102 kata lagi

Gagak

Simbolisme

Mereka bilang dia pintar. Petang ini akan kutunjukkan kebodohannya. Aku hanya perlu berkoar agar dia melihatku lalu terbang menjauh. Membiarkan dia berspekulasi atas nasib buruk yang tidak ada hubungannya denganku. 47 kata lagi

Gagak