Tag » Falsafah Jawa

Sembilan Filosofi Jawa

SEMBILAN FILOSOFI JAWA

1. URIP IKU URUP.

“Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.” 177 kata lagi

Piwulangan

Semar; kaligrafi Jawa

“Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika”

Maksudnya :

“merdekanya jiwa dan sukma“, pengertiannya adalah tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, supaya dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. 32 kata lagi

Piwulangan

Paugeraning Urip

Paugeraning Gesang :

1. URIP IKU URUP

hidup itu nyata, hendaknya memberi manfaat.

2. MAMAYU HAYUNING BAWANA

manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan & kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah & tamak. 87 kata lagi

Piwulangan

Tumrape wong berbudi luhur 

Budi Luhur minangka dhedhasarane ‘ngelmu urip’. Ajaran Jawa nduweni konsep menawa urip bebarengan iku kudu tata (tertib), tentrem (aman tenteram), kerta (makmur) lan raharja sejahtera). Bisane wujud menawa para manungsane iku nduweni budi luhur. 454 kata lagi

Piwulangan

Filosofi bilangan Jawa

Filosofi bilangan dalam jawa. Dalam bahasa Indonesia :

21 Dua Puluh Satu,

22 Dua Puluh Dua,…s/d

29 Dua Puluh Sembilan.

Dalam bhs Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji, … 214 kata lagi

Falsafah Jawa

Fase Kehidupan dari Tembang Macapat

Ada *11* fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa sbb :

*1. Maskumambang*

Simbol fase ruh/kandungan di mana kita masih “mengapung” atau “kumambang” di alam ruh dan kemudian di dalam kandungan yang gelap. 199 kata lagi

Falsafah Jawa

Astha Tapa / Asta Brata Sunan Kalijaga

Ajaran Astha Tapa (Delapan Tapa) bersumber dari Sunan Kalijaga dalam Suluk Linglung, yang merupakan bagian terakhir dari Kitab Duryat. Ajaran ini diwariskan oleh Sunan Bonang kepada Sunan Kalijaga, lalu oleh Sunan Kaijaga diwariskan kepada Raden Ayu Supartini Mursidi. 157 kata lagi

Falsafah Jawa