Tag » Esai

SETELAH MENGHILANG LAMA

Setelah menghilang lama, sudah terhitung dua tahun saya tidak mengisi tulisan di blog. Seperti rumah kosong yang dipenuhi laba-laba dan sarangnya. Debu-debu di dalamnya. Juga kecoa. 416 kata lagi

Esai

Kebangkitan (Pers) Nasional

Opini berikut sebelumnya saya kirim ke Harian Kompas dalam momen perayaan Kebangkitan Nasional pada 20 Mei lalu. Namun artikel ini belum dapat dimuat lantaran kesulitan mendapatkan tempat (demikian menurut surel balasan yang dikirimkan kepada saya). 804 kata lagi

“Bahasa”, ‘Bahasa’, dan Bahasa

Tanda kutip sering dipakai oleh pengarang untuk menyebutkan suatu kata (penanda) yang mana ia ingin berlepas diri dari tanggungjawab penggunaannya, terlepas dari setuju maupun tidak mengenai keakuratan penggunaan penanda itu untuk menandai sesuatu. 714 kata lagi

Esai

Mengapa Harus Takut?

Qureta.com, 17 Mei 2016

Kalau bintang merah sudah di tengah,
itu bertanda kami bangkit dan melakukan perlawanan.
Apa yang membuat diri ketakutan?
Ketakutan hanyalah bayang-bayang yang sangat menakutkan…

1.241 kata lagi
Esai

Buku dan Banalitas Pemberangusan

Qureta.com, 14 Mei 2016

Buku adalah jendela dunia. Ketika kita sedang membuka atau membaca sebuah buku, itu artinya kita sedang membuka atau membaca sebuah cakrawala berpikir yang lebih luas; dari dunia lain selain dunia kita. 483 kata lagi

Esai

Kritik Saut dan Keterbukaan Kita

Qureta.com, 9 Mei 2016

Sebuah kritik, apa dan bagaimana pun macam atau modelnya, sebisa mungkin harus disikapi dengan bijak. Bahwa keterbukaan (inklusivitas) harus menjadi sikap di saat diri, eksistensi atau gagasan menjadi sasaran dari kritik. 639 kata lagi

Esai

Andai Saya Yuyun

Qureta.com, 7 Mei 2016

Andai saya Yuyun, pertama yang mungkin akan saya ucapkan adalah ungkapan terimakasih saya yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak. Mereka mau berempati pada derita yang saya alami. 336 kata lagi

Esai