Tag » Esai

Sastra Cermin Nurani Bangsa

oleh Sulaiman Djaya (Sumber: Harian Banten Raya, 13 April 2013)

Bangsa dan masyarakat yang tidak punya sastra adalah bangsa dan masyarakat yang tidak punya jiwa. 1.060 kata lagi

Banten Raya

Mengembalikan Khittah Keistimewaan Yogyakarta

Qureta, 19 Juli 2016

Tindakan kekerasan kembali terjadi di bumi Mataram, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungguh, saya sangat ingin menggambarkannya dengan sebuah pengibaratan. Tapi saya tidak punya ilustrasi yang lebih elok selain “Yogyakarta tanpa kekerasan, ibarat sayur tanpa garam.” Mungkin agak basi, tapi hanya begitulah yang saya bisa umpatkan. 969 kata lagi

Esai

Membaca untuk Hidup

Radar Sulbar, 18 Juli 2016

Ada beberapa kejahatan yang lebih buruk daripada membakar buku. Salah satunya adalah tidak membaca buku.

Kalimat atau semacam lead tulisan di atas adalah penggalan kata-kata dari salah seorang pengarang asal Rusia, Joseph Brodsky. 953 kata lagi

Esai

Tryon Lannister: Si Anak Nakal yang Mencerahkan

Qureta, 15 Juli 2016

Sungguh ada banyak orang di dunia ini yang mampu memberi kita inspirasi atau pelajaran tentang bagaimana menjalani hidup. Saking banyaknya, kita tentu tak perlu lagi bersusah-susah menuntut ilmu sampai ke negeri Cina sebagaimana anjuran Nabi. 1.606 kata lagi

Esai

Pilgub Sulbar: Memberi Sikap, Merajut Masa Depan

Suararakyatta.com, 14 Juli 2016

Beberapa waktu ke depan, kita akan dihadapkan “paksa” pada pertarungan antar sesama. Perang saudara? Entahlah. Yang jelas, pertarungan ini akan menentukan arah, langkah, dan nasib daerah kita, paling tidak untuk lima tahun ke depannya. 862 kata lagi

Esai

FALYATANAFFAS, FALYATAGLOBAL

Ketika membaca DAUR 115 beberapa waktu lalu, tiba-tiba ide ini muncul. Entah mengapa judul tersebut yang terlintas, entah masih terbawa dengan tulisan yang berjudul “ 1.174 kata lagi

Esai