Tag » Esai

Menikmati Kuliner Sembari Menyelami Sejarah

Sepasang penari berlenggak-lenggok di bawah iringan musik gambang kromong, lengkap dengan pakaian khas Betawi era 1910. Untuk seukuran pramusaji yang mendadak menjadi penari, gerakan mereka cukup lihai. 857 kata lagi

Esai

Issangi Siriq di Banuanna Tau

Sering saya dengar ungkapan itu terlontar dari mulut kita sendiri selaku pelajar/mahasiswa di negeri rantau. Sayangnya, Issangi Siriq di Banuanna Tau hanya kerap kita jadikan slogan semata. 1.002 kata lagi

Esai

PERSPEKTIF GENDER DALAM PENGELOLAAN DAN PENGUASAAN TANAH DAN SUMBER-SUMBER ALAM

Oleh: Suraya Afiff[1]

Tulisan singkat ini bertujuan untuk menekankan pentingnya aktivis gerakan sosial mengintegrasikan analisis gender dalam kampanye pengelolaan lingkungan dan gerakan menuntut keadilan penguasaan tanah dan pengelolaan sumber-sumber alam untuk rakyat pedesaan dan masyarakat miskin kota. 1.597 kata lagi

Antropologi

KOMUNITAS ADAT DALAM KONTEKS PELESTARIAN ALAM DAN LINGKUNGAN

Oleh: Suraya A. Afiff[1]

PENDAHULUAN

Dalam tulisan ini akan dibahas secara umum praktek pengelolaan sumberdaya alam yang digunakan oleh beberapa komunitas adat di sejumlah wilayah di Indonesia. 2.834 kata lagi

Antropologi

Cinta untuk Benci

               Manusia diciptakan untuk depresi. Pernyataan berikut tidak sepenuhnya salah. Manusia memang diciptakan untuk menghadapi berbagai masalah dalam hidup. Entah itu pekerjaan, asmara, keuangan, atau lainnya. Masalah–masalah tersebut akan terus bertambah, bertumpuk dan berkembang menjadi beban kepada setiap insan yang merasakannya. 728 kata lagi

Chopard

Cerita Perempuan

Selembar pagina pembuka yang lusuh dari sebuah buku tebal menceritakan tentang kisah lain dunia, bahwa perempuan adalah makhluk yang kalah.

Dalam banyak hal, mereka dipecundangi kaum lelaki. 283 kata lagi

Esai

Air Bah Dendam Kesumat

Fanatisme itu membutakan. Terlepas ia cahaya yang terlampau silau, atau bahkan kepekatan nircahaya seberkas pun. Termasuk fanatisme pada kelompok.

Di Pasuruan, menurut cerita kawan saya, seorang pencuri motor diabukan hidup-hidup, atau sekadar dibakar dalam keadaan terjaga yang tentu menyakitkan dan miris, pada sebuah adegan kepergok massa. 271 kata lagi

Esai