Tag » Esai

“Betapa buku itu menakutkan bagi mereka yang gemar memenjara ingatan, maka gerakan suka buku adalah gerakan perlawanan dan menyelamatkan ingatan”

Ketika mencari-cari jawaban atas pertanyaan “mengapa orang menghancurkan buku”, secara tidak sengaja saya bertemu dengan mahakarya Fernando Baez -penghancuran buku dari masa ke masa- buku ini menjadi pemandu yang fasih menyusuri encyclopedic tour penghancuran memori manusia yang sangat mencekam. 748 kata lagi

Esai

Pengarsipan Diri Seorang Penyair

Esai Irvan Syahril*

Membaca buku Kelenjar Nira saya teringat dengan buku catatan harian pada masa putih abu-abu yang setiap hari dibawa di dalam tas. Isi tulisan buku tersebut biasanya kata-kata mutiara dari seorang guru ataupun sesuatu hal yang membuat bulu kuduk saya berdiri. 1.104 kata lagi

Kelenjar Nira

PENTING TIDAKNYA PASSION DALAM SEBUAH PEKERJAAN

Sebagai seorang manusia yang lahir di generasi ke-8 dari keluarga yang memiliki kekayaan 7 turunan atau yang lebih dikenal dengan sebutan m̶i̶l̶y̶a̶r̶d̶e̶r̶ orang miskin, maka bagi saya bekerja hukumnya fardu ain. 572 kata lagi

Esai

Ruhus-santri

Malam tadi 16 Oktober 2017, saya dan beberapa kawan menghadiri acara Pembacaan Puisi Hari Santri 2017 di Graha Bhakti Budaya TIM dalam rangka penyambutan Hari Santri Nasional. 744 kata lagi

Esai

Jeritan di Pojok Negeri

Nenek itu tampak gunda dan gelisah, baju yang dikenakannya terlihat kusam sekusam ekspresi wajahnya saat menyambut kedatangan saya.

BUKAN lantaran tidak rela menerima tamu yang datang tiba-tiba, tetapi lebih karena rasa malu lantaran kondisi yang menderanya. 394 kata lagi

Esai

Tabiat Menghujat

oleh: Tia Nurdianty Ameylia

Atas dasar negara demokrasi, apa lantas boleh beropini sesuka hati?

Kita memang hidup di negara yang menjamin kebebasan berpendapat, namun menghujat tanpa syarat rasanya bukanlah suatu perbuatan yang tepat. 227 kata lagi

Bahasa

Review Album KOIL Megaloblast

Anjirrrr….

Setelah 17 Tahun baru kali ini gw berani mereview album, album KOIL pula, emang siapa gw berani beraninya mereview karyanya Otong dan teman teman itu? 200 kata lagi

Balikpapan