Tag » Cerpen

AKASIA 154

Tik… tik… tik…

Ku buka kedua mata mencari sumber bunyi yang sedari  tadi menggangu pendengaranku.  Jarum jam dinding setia menemani dan menunjukkan padaku, tentang  waktu telah kulalui bersama tetes demi tetes cairan infus disetiap jengkal nadi beserta pupusnya harapan,  yang menguap disetiap detiknya sebagaimana fananya sang waktu. 1.828 kata lagi

Me

kepadamu

kepadamu,

yang ada di sana

yang jarang berbicara

yang tidak sering bertanya

yang dinantikan kehadirannya

yang dirindukan keberadaannya.

kepadamu,

yang masih berjalan seperti biasa

yang tidak melihat ada yang berbeda… 23 kata lagi

Cerpen.

Cerpen: Rasa Kegigihan Si Tukang Keliling

Princes adalah panggilan akrab  kepada temen-temen . Aku adalah anak orang Konglomerat di daerahku. Saat ini aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Walaupun anak konglomerat tetapi aku hanya boleh bergaul dengan temenku di sekolah dan saudaraku yang  konglomerat. 380 kata lagi

CERPEN

Rumah Pemusnah Kenangan

Cerpen Fitri Manalu (Haluan, 21 Oktober 2018)

Kau mungkin memiliki kenangan yang sulit lekang seperti yang kumiliki. Salah satu kenangan itu berasal dari masa kanak-kanakku. 1.129 kata lagi

Cerpen

jika nanti saatnya tiba

jika nanti saatnya tiba

suara tak lagi harus  menjadi perantara untuk mencinta

pun tak lagi harus menulis untuk sekadar bercerita

akan kujaga hadirmu di setiap kata yang ada… 62 kata lagi

Cerpen.

A Man with No Sword

I call you a man with no sword, will never hurt me like other people do.

Terimakasih sudah menjadi yang termanis : untuk lelaki pertama yang menceritakanku dongeng pengantar tidur. 49 kata lagi

Cerpen

Boneka Terakhir Seli

Cerpen Erwin Setia (Koran Tempo, 20-21 Oktober 2018)

Seharusnya jam delapan pagi itu Seli duduk manis di ruang kelas taman kanak-kanak sebagaimana anak-anak seusianya, bukan memotong-motong boneka barbie dengan pisau seperti ibunya memotong bahan-bahan olahan kue. 1.307 kata lagi

Cerpen