Tag » Cerpen

RUMAH KARDUS

 Kemarau sempurna diakhir Juli menjelang Agustus saat itu, meninggalkan jejak serpihan musim dingin serupa pohon-pohon lapuk tak berdaun, rumput-rumput liar yang menguning, jalanan aspal retak yang kerontang hingga padang ilalang yang menjelma  gurun pasir sahara. 1.366 kata lagi

Cerpen

crooked bus

Tersiar kabar tentang bus astral itu.

Buas, menggagahi hampir setiap obrolan di kelas.

“Katanya, cuma orang-orang terpilih yang bisa naik bus miring.” Semua anak sibuk mengerumuni A, yang konon mendapat bocoran dari berbagai forum mistis. 769 kata lagi

Cerpen

Dia di Rumahmu

Kembali kutiti jalan ini, pekatnya malam, dinginnya senyap tak menghentikanku. Entah keberanian dari mana yang merasukiku. Niatku semakin membesar, rasa ini semakin kuat, aku harus menemuinya. 334 kata lagi

Cerpen

SAYAP-SAYAP KEHIDUPAN MONARCH

Malam ini, desir angin lembut menghempas sayapku, membuatku seakan bersatu  dengan kekosongan yang mengalun bersama daun-daun kering dan goyang rerumputan. Belum pernah kurasakan irama kehidupan sedamai ini sebelumnya, sampa pada kehampaan purnama aku menghamba, menitihkan kata demi kata. 1.781 kata lagi

Cerpen

Pupus

Siang itu, bel sekoah berbunyi agak telat. Barangkali pak pengawas yang bertugas menandai jam-jam istirahat sekolah dengan lonceng bel khasnya tertidur karena semalaman meronda. Hal ini membuat Guru Matematika kami semakin gigih menjejalkan rumus-rumus Phytagoras yang kuyakin kebanyakan dari kami malah merasa sumpek, 915 kata lagi

Cerpen

KEKASIHKU DIKALA PETANG

Aku sudah tak lagi mampu merapal kalimat rindu dalam pupil bola matamu yang sendu tiap kali kita bertemu. Sama sekali tidak. Jalan yang kita lalui sekarang adalah dua persimpangan yang saling berseberangan. 453 kata lagi

Cerpen

Teduh

Aku Teduh yang hadir ketika kau menikmati kopimu siang hari tadi di sebuah kedai yang rimbun. Kudengar kau gumamkan banyak kata yang sewujud rapalan mantra tentang kecewa. 203 kata lagi

Cerpen