Tag » Cak Nun

PENDAR-PENDAR MAIYAH: Sebuah Pengalaman Pribadi selama 2 Tahun Bermaiyah

“Sekarang, aku ikut pengajian. Sebenarnya, bukan arti pengajian secara awam, sih. Selain pembacaan ayat Al-Qur’an dan sholawat, di sini juga ada musik, guyonan, dan diskusi. Tentang agama, politik, masalah hidup… pokoknya, apa saja bisa dibahas di sini. 899 kata lagi

Mutiara Embun Di Rerumputan

PARENTING 'NGEGAS & NGEREM'

Buku tentang pemikiran Mbah Nun yang satu itu dibaca-baca dan dibuka-buka. Layout bagian dalamnya memang eye-catching. Berwarna-warni dengan viarisi font yang secara natural menarik mata. Melihat anak saya yang berumur 7 tahun tertarik membuka-buka buku bersampul hijau pucat berjudul… 971 kata lagi

Mutiara Embun Di Rerumputan

Hidup itu Harus Pinter Ngegas Ngerem

Saya termasuk penggemar Cak Nun, baik tulisannya maupun dialognya di forum seperti Maiyah atau Padhang Mbulan yang diadakan sebulan sekali. Menurut pandangan saya ilmu yang disampaikan memerlukan pemahaman yang dalam tapi dia bisa menyampaikannya dengan bahasa rakyat sehingga masyarakat berbagai level dapat memahami maksudnya. 179 kata lagi

Agama

Mencari Sunyi di Cangkuang

candi cangkuang| sunyi itu rindu yang sembunyi..

Entah kenapa, makaryo di belantara sibuknya Jakarta justru kerap menawarkan waktu untuk halan-halan. di sini, berasa jadi lebih punya kesempatan menjelajah belahan barat pulau jawa. 657 kata lagi

NgLayap

Hidup Pintar NGEGAS & NGEREM ala Cak Nun

Judul lengkapnya ‘Hidup itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem’. Dikemas dalam nuansa ilustrasi yang terkesan nge-pop dan berwarna, buku ini dengan mudah memikat mata siapapun yang menjumpainya di rak toko buku. 460 kata lagi

Mutiara Embun Di Rerumputan

OLEH-OLEH SINAU BARENG CAK NUN: Dilema Guru antara Penegakan Disiplin dan Pelanggaran HAM

Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng
Dalam Rangka Harlah Lembaga Pendidikan Nurul Islam

Pendidikan menjadi topik utama pada acara Sinau Bareng Cak Nun, Selasa malam (8/12). 1.283 kata lagi

Mutiara Embun Di Rerumputan

PadhangmBulan, Sumur Kesadaran

Untuk 23 tahun Padhangmbulan
(Sebagaimana yang termuat di caknun.com)

Hawa dingin yang menusuk tidak membuat jamaah Kenduri Cinta beranjak meninggalkan acara. Entah jenis kesetiaan macam apa yang mereka miliki hingga masih rela berkumpul di Taman Ismail Marzuki, meski waktu sudah menggelinding ke dinihari. 1.419 kata lagi

Erik Supit