Tag » Bung Karno

Mengenang Pidato Bung Karno pada Konferensi Asia-Afrika

Mengenang Pidato Bung Karno, Menjelang Peringatan Konferensi Asia-Afrika

Kota Bandung pernah menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955. Konferensi yang dihadiri oleh para tokoh (pemimpin) negara Asia dan Afrika tersebut menggema ke seluruh dunia. 383 more words

Todays Lite

BERGANTI TOPIK

BERGANTI TOPIK

Berawal dari rasa penasaran akan herbal yang mudah diperoleh di kota besar (saya lahir & hidup di kota besar), saya membatasi diri ke penggunaan herbal asli yang mudah dan jelas bisa ditemukan di kota besar. 1.035 more words

Ramalan Sri Prabu Jayabaya Hidupkan Asa Bung Karno

Dlam catatan sejarah sri Jayabaya di nusantara ini siapa yang tidak mengenal Sri paduka maharaja prabu Jayabaya(kediri) dan Ir Soekarno, dan seakan semua tokoh pemimpin di nusantara ini seolah bersinergi. 699 more words

SEJARAH

Pidato Bung Karno di PBB Tahun 1960

Inilah Pidato Presiden Sukarno di Depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 30 September 1960

Tuan Ketua, Para Yang Mulia, Para Utusan dan Wakil yang terhormat, Hari ini, dalam mengucapkan pidato kepada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya merasa tertekan oleh suatu rasa tanggung-jawab yang besar. 11.993 more words

Kronik Dunia

Sejarah Digerakkan oleh Massa atau People Power

Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956

“Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai “imagination”: “imagination” hebat, saudara-saudara!!!” 909 more words

Kronik Dunia

HAMKA: Otodidak yang memperoleh Honoris Causa

Buya Hamka adalah tokoh ulama dan sastrawan yang menelurkan banyak karya tulis. Beliau juga pernah menjadi wartawan, politisi, aktivis dan dosen.

Mungkin contoh orang polymath…

235 more words
Biography

Dalam Karya Berikutnya, Ahmad Tohari Ingin Kritik Generasi Muda

“Saya sedih melihat generasi muda sekarang; saat laki-lakinya ‘cantik’, tidak pernah berkeringat,” ucap novelis Ahmad Tohari petang itu. Begitu ucapannya selesai, seekor burung pekat yang melayang di atas Taman Ismail Marzuki itu mencuit berkali-kali, menyetujui kritiknya yang tajam itu. 359 more words

Writing