Tag » Budiono

Mawar Ungu Aulia Sulhani

Cerpen Kiki Sulistyo (Jawa Pos, 20 Mei 2018)

PADA hari kedelapan bulan ketiga, di langit sebelah utara, sekuntum mawar ungu mekar perlahan-lahan. Kelopaknya susun-menyusun memendarkan cahaya, tidak cemerlang, tetapi cukup terang untuk membuat ruang di sekitarnya ikut berpendar ungu, pendar yang mengingatkan pada semu-sipu di pipi gadis remaja. 1.281 kata lagi

Cerpen

Sampai Benar-benar Jadi Kaisar

Cerpen Triyanto Triwikromo (Jawa Pos, 13 Mei 2018)

PERTANDINGAN sepasang gladiator bengis itu belum berhenti. Mereka masih  saling berusaha membunuh ketika Panglima Mantuhatto menyatakan kepada Honghayo, badut kesayangan, “Kian lama Kaisar Q kian bodoh. 1.480 kata lagi

Cerpen

Pelean Klebun

Cerpen Achmad Supardi (Jawa Pos, 06 Mei 2018)

TANPA pertimbangan, kakiku memasuki warung ini. Inilah satu-satunya warung yang buka di antara deretan yang kini melompong dikalahkan zaman. 1.313 kata lagi

Cerpen

Wilayati

Cerpen Wawan Setiawan (Jawa Pos, 29 April 2018)

“LIBUR itu berkah. Konflik itu musibah. Heran, aku bisa kerja tabah.”

Wilayati berpuisi di sawah kampung halamannya. 1.063 kata lagi

Cerpen

Upik Labu

Cerpen Caroline Wong (Jawa Pos, 22 April 2018)

AKU membenci perempuan itu, yang selalu berdaster kuning labu dengan corak bunga mawar merah yang norak. 1.016 kata lagi

Cerpen

Kembali ke Kandang Wong

Cerpen A.S. Laksana (Jawa Pos, 15 April 2018)

AYAHKU pernah memboncengkan aku dengan sepedanya di jalanan ini 27 tahun lalu dan sandal kiriku jatuh dan aku baru menyadari ketika sampai di rumah bahwa satu sandalku jatuh. 1.540 kata lagi

Cerpen

Lubuk-Lubuk Itu, di Lubuklinggau, Tuan Raudal

Cerpen Benny Arnas (Jawa Pos, 08 April 2018)

BANYAK sekali aliran sungai yang membelah kotaku ini, Raudal.

Memang, cerita-cerita yang kau tulis—tentang kota, kota di dalam kota, dan nama-nama kota, atau juga kenangan-kenangan yang rimbun di kota-kota yang kau singgahi atau sekadar lintasi atau kau tinggali beberapa waktu—telah membakarku untuk membalasnya, walaupun tentu saja aku sebenar sadar kalau cerita-ceritamu itu tak kau persembahkan kepadaku. 1.644 kata lagi

Cerpen