Tag » Budaya Jawa

Sekilas tentang Tarian Angklung Bungko

Angklung Bungko pada awalnya adalah Kesenian musik ritmis bermediakan kentongan atau kohkol yang terbuat dari potongan ruas bambu yang pada perkembangan selanjutnya menjadi sebuah tarian dengan diiringi alat musik gendang, angklung, tutukan, klenong, dan gong. 14 kata lagi

Lebih Dekat dengan Seni Karawitan Jawa

Kesenian Karawitan bisa dibilang sebagai Seni Suara tertua yang terlahir ditengah-tengah Masyarakat Jawa, sebuah Seni Suara yang menawarkan keindahan yang begitu halus dan memiliki fungsi estetika yang sarat dengan nilai sosial, moral dan spiritual , sebuah harmonisasi dari kerumitan … … 10 kata lagi

Seni Tari Jaranan Buto Banyuwangi

Kesenian Tari Jaranan Buto adalah salah satu Kesenian dari Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Tari ini menggunakan properti kuda buatan seperti halnya yang biasa kita dapati pada Kesenian Kuda Lumping, Jaran Kepang atau Tari Jathilan, namun yang menjadikan Kesenian Jaran Buto berbeda adalah… … 9 kata lagi

Sekilas Sejarah Seni Karawitan Jawa

Sejarah Seni Karawitan Jawa tidaklah terlepas dari Perkembangan Alat Musik Gamelan yang secara hipotensi diketahui telah ada sebelum masuknya pengaruh Agama Hindu ke Indonesia, seperti apa yang diungkapkan oleh seorang sarjana berkebangsaan Belanda bernama Dr. 16 kata lagi

WHUNING (KUNINGAN) – INDUK AJARAN SUNDA-JAWA-BALI ? [3]

Kaweruh adalah penyebutannya kemudian, itu sebab kita sepertinya masih tidak bisa menerima untuk menyamakan Kaweruh dengan Whuning. Melalui naskah tua dan perbandingan dengan bahasa sekarang, ‘ 795 kata lagi

Artikel Melawan Lupa

WHUNING (KUNINGAN) – INDUK AJARAN SUNDA-JAWA-BALI ? [1]

Uning atau Uninga, dalam bahasa Sunda, Jawa dan Bali adalah ‘Tahu’, yang sekarang serupa dengan ‘Nyaho’ (sunda),  ‘Weruh’ (Jawa), ‘Nawang’ (Bali). Penulisan ‘Whuning’, nampaknya berawal dari ucapan atau adanya lafal bunyi tebal… 1.081 kata lagi

Artikel Melawan Lupa

HAWAN HENENG - TRADISI TANTRA NUSANTARA (3)

Dalam ulasan sebelumnya (bagian kesatu)..disebutkan – Lakunya adalah “Kreta kenep”, kreta atau kereta, adalah wahana atau kendaraan, dimaksud adalah kendaraan yang akan membawa kita pada cara -cara mencapai pendekatan menuju “Kesunyian yang nyata”.

800 kata lagi
Filsafat Budhi Indonesia