<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>wisata-lampung &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/wisata-lampung/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "wisata-lampung"</description>
	<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 17:40:10 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Taman Nasional Way Kambas]]></title>
<link>http://bobilara.wordpress.com/2008/03/04/taman-nasional-way-kambas/</link>
<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 13:47:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>bobi</dc:creator>
<guid>http://bobilara.wordpress.com/2008/03/04/taman-nasional-way-kambas/</guid>
<description><![CDATA[
Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp2.blogger.com/_I5tap1DeO0Y/R9KGowW7R4I/AAAAAAAAAII/iFch20qAV4o/s1600-h/dsc02294wy8.JPG"><img src="http://bp2.blogger.com/_I5tap1DeO0Y/R9KGowW7R4I/AAAAAAAAAII/iFch20qAV4o/s200/dsc02294wy8.JPG" style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" border="0" /></a></p>
<div style="text-align:justify;">Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Terletak di Lampung Timur Propinsi Lampung.</div>
<p>Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain          api-api (<i>Avicennia marina</i>), pidada (<i>Sonneratia </i>sp.),          nipah (<i>Nypa fruticans</i>), gelam (<i>Melaleuca leucadendron</i>),          salam (<i>Syzygium polyanthum</i>), rawang (<i>Glochidion borneensis</i>),          ketapang (<i>Terminalia cattapa</i>), cemara laut (<i>Casuarina equisetifolia</i>),          pandan (<i>Pandanus </i>sp.), puspa (<i>Schima wallichii</i>), meranti          (<i>Shorea </i>sp.), minyak (<i>Dipterocarpus gracilis</i>), dan ramin          (<i>Gonystylus bancanus</i>).<a href="http://bp1.blogger.com/_I5tap1DeO0Y/R9KG0gW7R5I/AAAAAAAAAIQ/m0udwAY53sI/s1600-h/dsc02291xf4.JPG"><img src="http://bp1.blogger.com/_I5tap1DeO0Y/R9KG0gW7R5I/AAAAAAAAAIQ/m0udwAY53sI/s200/dsc02291xf4.JPG" style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" border="0" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya          badak Sumatera (<i>Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis</i>), gajah          Sumatera (<i>Elephas maximus sumatranus</i>), harimau Sumatera (<i>Panthera          tigris sumatrae</i>), tapir (<i>Tapirus indicus</i>), anjing hutan          (<i>Cuon alpinus sumatrensis</i>), siamang (<i>Hylobates syndactylus          syndactylus</i>); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (<i>Cairina          scutulata</i>), bangau sandang lawe (<i>Ciconia episcopus stormi</i>),          bangau tong-tong (<i>Leptoptilos javanicus</i>), sempidan biru (<i>Lophura          ignita</i>), kuau (<i>Argusianus argus argus</i>), pecuk ular (<i>Anhinga          melanogaster</i>); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya. Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985.</p>
<p style="text-align:justify;">Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.</p>
<div style="text-align:justify;">Cara pencapaian lokasi: Bandar Lampung-Metro - Way Jepara menggunakan mobil sekitar dua jam (112 km), Bandara Raden Intan II - Metro - Way Jepara sekitar satu jam 30 menit (100 km), Pelabuhan Bakauheni - Panjang - Sribawono - Way Jepara sekitar tiga jam (170 km), Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas sekitar dua jam.<font>Sumber :www.dephut.go.id &#38; http://jalanbareng.sistasista.net</font></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Krakatau]]></title>
<link>http://bobilara.wordpress.com/?p=36</link>
<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 14:16:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>bobi</dc:creator>
<guid>http://bobilara.wordpress.com/?p=36</guid>
<description><![CDATA[ Secara                      administratif Krakatau masuk ke dalam wilayah Propinsi Lampung
 Krakata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="title14" align="justify"> Secara                      administratif Krakatau masuk ke dalam wilayah Propinsi Lampung</p>
<p class="title14" align="justify"> Krakatau terletak di Selat                      Sunda, diantara Pulau Jawa dan Sumatera, telah dikenal dengan                      baik dan dicatat di dalam sejarah sejak abad 16<br />
Pada saat itu Selat Sunda telah menjadi jalur lalulintas bisnis                      yang ramai dari Eropa (Belanda, Inggris, dan lain sebaginya)                      menuju ke India Timur (Indonesia).</p>
<p class="title14" align="justify">Dalam abad modern saat ini                      Selat Sunda memegang peranan lebih penting lagi sebagai jalur                      lalu lintas bisnis juga sebagai lapangan penelitian ilmu geologi                      dan kelautan.</p>
<p class="title14" align="justify"> Krakatau                      zaman dahulu (Purba) diperkirakan memiliki ketinggian 2.000                      meter dan radius 9 km2.</p>
<p class="title14" align="justify"> Ledakan dahsyatnya telah                      terjadi pada zaman pra sejarah tahun 416 sebagaimana tercatat                      dalam buku jawa kuno "Pustaka Raja", dan menyisakan 3 buah                      pulau yakni Pulau-pulau Rakata, Sertung dan Panjang.</p>
<p class="title14" align="justify"> Dalam perkembangan selanjutnya                      Rakata memunculkan puncak-puncak Danan dan Perbuatan.</p>
<p> Ledakan dahsyat Krakatau                      terbaru yang terjadi pada tangal 27 Agustus 1883 telah menghancurkan                      3/4 bagian tubuhnya. Ledakan ini menyebabkan gelombang besar                      mencapai ketinggian 40 meter.</p>
<p class="title14" align="justify">Sebuah bagian kapal (A stemship                      anchored) dari pelabuhan Teluk Betung telah terlempar sejauh                      2.5 km dan terbawa hanyut ke bagian rendah dari Sungai Kuripan.                      Hujan abu dan batunya mencapai areal seluas 300.000 mil persegi                      atau 483 km persegi dalam radius 150 km persegi</p>
<p class="title14" align="justify"> Pada waktu itu Jakarta (Batavia)                      dan daerah sekitar Selat Sunda seperti Anyer, Merak, Labuan,                      Kalianda, Teluk Betung dan Kota Agung menjadi gelap gulita.</p>
<p class="title14" align="justify">Suara ledakan terdengar dari                      Pilipina, Alice Springs, Pulau Rodriques dan Madagaskar. Kekuatan                      ledakannya diperkirakan mencapai 21.547,6 kali ledakan bom                      atom.</p>
<p class="title14" align="justify">Selain daripada itu, hujan abu ledakan ini menyebabkan terhalangnya pandangan ke matahari, sehingga membentuk suatu pemandangan yang spektakuler layaknya matahari hampir hilang.</p>
<p class="title14" align="justify">&#160;</p>
<p class="title14" align="justify">       Setelah beristirahat 44 tahun, Anak Krakatau muncul pada Bulan Desember 1927 dan terus berkembang hingga saat ini</p>
<table align="left" cellpadding="3" cellspacing="3">
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.irfamedia.com/lampung/images/hiking.gif" align="left" border="0" height="162" hspace="0" vspace="0" width="290" /></td>
</tr>
</table>
<p class="title14" align="justify">&#160;</p>
<p>Sekarang Anda bisa datang dan menapakkan kaki disini mencari                      dengan teliti bahan-bahan mineral (volcanic bomb, lava, lappili)                      dari dalam bumi yang terlempar ke atas pada proses pembentukannya</p>
<p class="title14" align="justify">Krakatau dan ledakannya yang                      menakjubkan yang telah tercatat dalam sejarah kini mengundang                      Anda untuk datang dan melakukan penelitian ilmiah maupun hanya                      untuk rekreasi.</p>
<p class="title14" align="justify"> Saat ini Anak Krakatau telah                      mencapai ketinggian 200 meter di atas permukaan laut dengan                      diameter 2 kilometer.</p>
<p class="title14" align="justify"> Untuk mengunjungi Krakatau                      Anda dapat menyebrang dari Canti di Kalianda, satu jam berkendaraan                      dari Bandar Lampung, dan dengan ber 'perahu motor' dari sana                      anda dapat menuju kawasan Krakatau.</p>
<p class="title14" align="justify">Tidak jauh dari Krakatau,                      terdapat pulau-pulau Sebuku dan Sabesi sebagai tempat persinggahan                      dan tempat bermalam. Hanya butuh 1.5 jam dari Canti untuk                      mencapai lokasi ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WAY KAMBAS - LAMPUNG]]></title>
<link>http://sieztha.wordpress.com/2007/06/26/way-kambas-lampung/</link>
<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 05:30:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>sieztha</dc:creator>
<guid>http://sieztha.wordpress.com/2007/06/26/way-kambas-lampung/</guid>
<description><![CDATA[
Taman Nasional Way Kambas, terletak di timur Propinsi Lampung dan berjarak sekitar 112 km dari Kota]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://imageshack.us"><img border="0" src="http://img258.imageshack.us/img258/4259/dsc02294wy8.jpg" /></a></p>
<p>Taman Nasional Way Kambas, terletak di timur Propinsi Lampung dan berjarak sekitar 112 km dari Kota Bandarlampung. Taman nasional way (sungai) kambas ini pertama kali diresmikan oleh Menteri Pertanian tahun 1982. Dengan luas sekitar 130 ribu ha, tempat ini tidak hanya dihuni gajah2 sumatera (Elephas maximus), tp juga merupakan habitat bagi badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan beberapa hewan dilindungi lainnya. Menurut sebuah <a target="_blank" href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/tamnas/tn5kam.html">sumber</a>, objek wisata ini paling baik dikunjungi pada bulan Juli s.d. September.</p>
<p><a href="http://imageshack.us"><img border="0" src="http://img225.imageshack.us/img225/8360/dsc02291xf4.jpg" alt="Image Hosted by ImageShack.us" /></a><br />
<!--more--><br />
Ide awal gw bisa sampe sini, sebetulnya ga terlalu disengaja. setelah jenuh liburan di sekitar jakarta, keluarga gw akhirnya memutuskan tuk jalan2 ke lampung. cukup dengan berkendaraan sampai merak, dan menyebrang dari pelabuhan merak ke bakauheni, kami pun tiba di pulau sumatera. perjalanan ke kota bandar lampung dari tempat pendaratan ternyata cukup memakan waktu (sekitar 2 jam). disarankan kamu mengatur waktu jangan sampai melakukan perjalanan di tempat ini saat hari sudah gelap, kecuali berombongan dengan kendaraan2 lain yang turun dari kapal. konon kabar kalau sudah malam memudahkan penjahat menjadikan kamu sebagai korban di jalan yang relatif sepi ini.</p>
<p><a href="http://imageshack.us"><img border="0" src="http://img99.imageshack.us/img99/5862/tnpetasumateraqs4.jpg" alt="Image Hosted by ImageShack.us" /></a><br />
Peta: Dep. Kehutanan RI</p>
<p>Nah, untuk sampai way kambas sendiri tnyata tidak sedekat yang gw kira. membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai disana. itu juga plus tanya2, karena rambu/panduan menuju kesana ga gitu jelas. setibanya di way kambas, ternyata sudah padat didatangi orang. mereka rata2 memang orang lampung yang tengah berlibur. yg datang ga cuma pakai mobil atau motor, beberapa bahkan berombong2 datang pake truk. sekilas kl dilihat tempat ini seperti lapangan rumput yang luas banget. dibeberapa tempat kadang kita nemuin sekawanan gajah yang kakinya dirantai. katanya mereka adalah gajah2 liar yang tengah dididik supaya terlatih. memang sih, kl sudah pernah ke kebun binatang lain mungkin lebih seru kl kt liat gajah di taman safari. tp setidaknya keberadaan taman nasional di sumatera ini telah menjadi tempat tumbuh berkembangnya banyak satwa dan tanaman2 hutan yang kian jarang kita temui di pulau jawa.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
