Inilah jajanan tradisional Solo. Penjualnya biasa beredar dari kampung ke kampung dengan tenggok (bakul gendong). Satu porsi (pincuk daun pisang) ditawarkan seribuan. Brambang asem ini terdiri dari da… lagi →
alonridernadi wrote 3 weeks ago: Ini tulisan terakhir seri mudik kuliner Lebaran lalu. Sebenarnya, di Solo, masih ada makanan tradisi … more →
nadi wrote 1 month ago: Inilah jajanan tradisional Solo. Penjualnya biasa beredar dari kampung ke kampung dengan tenggok (ba … more →
nadi wrote 1 month ago: Dawet ini memang unik. Dikenal sebagai dawet Bayat, karena penjualnya berasal dari Bayat, Klaten, Ja … more →
nadi wrote 1 month ago: Warungnya kecil, kurang dari setengah lapangan badminton. Dinding depan dari gedek (anyaman bambu). … more →
nadi wrote 1 month ago: Kata sahibul hikayat, sate kere ini, dulu, merupakan lauknya kere (orang miskin). Soal sejarahnya, s … more →
nadi wrote 1 month ago: Bisa disebut inilah legenda sate di Solo. Lim Hwa Youe merintisnya sejak 1948. Kini, anaknya, Eko Li … more →
nadi wrote 1 month ago: Saya tidak akan bercerita apa itu tengkleng. Saya anggap brother sudah tahu masakan khas Solo berba … more →
4bu Huw@idah™ wrote 1 year ago: Postingan kali ini, merupakan kelanjutan dan update terhadap tempat-tempat makan enak di Solo, yang … more →