<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>volume-25 &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/volume-25/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "volume-25"</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 19:28:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KEAHLIAN]]></title>
<link>http://idb.siutao.com/volume-25/keahlian/</link>
<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 13:22:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>IDB</dc:creator>
<guid>http://idb.siutao.com/volume-25/keahlian/</guid>
<description><![CDATA[Dari : Bernard – Jakarta.
Di bawah ini adalah sebuah percakapan antara si bungsu dengan si sulung ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>Dari : Bernard – Jakarta.</b></p>
<p>Di bawah ini adalah sebuah percakapan antara si bungsu dengan si sulung mengenai peran keberuntungan dan keahlian dalam mencapai kesuksesan:</p>
<p><!--more-->Bungsu    : Apakah kamu setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah segalanya?</p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/b_y_1192.JPG" title="b_y_1192.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/b_y_1192.JPG" alt="b_y_1192.JPG" align="left" /></a></p>
<p><b>Sulung</b>    : Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberuntungan itu merupakan salah satu faktor yang sedikit banyak berperan dalam keberhasilan maupun kemajuan seseorang di bidang apapun. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah cukup kalau kita hanya mengandalkan keberuntungan saja tanpa mau berusaha keras dalam mewujudkan apa yang menjadi cita2 atau impian kita apapun bidangnya?</p>
<p>Bungsu    : Bisa dijelaskan lebih mendetail? Saya masih kurang paham. Soalnya yang saya sering dengar adalah pandangan yang mengatakan keberuntungan itu segala2nya.</p>
<p><b>Sulung</b>    : Pandangan yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah segala2nya cenderung dapat melemahkan daya juang dan semangat kita dalam berusaha. Meskipun keberuntungan jelas berperan dalam menunjang keberhasilan tapi usaha dan tindakan nyata dari kita pun mutlak tetap diperlukan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan saja kalau kita ingin maju dan berhasil.<br />
Misalkan kamu ingin menjadi seorang dokter bedah jantung ternama, apakah cukup hanya dengan bersantai2, bermalas2an dan mengandalkan keberuntungan saja?<br />
Apakah bisa berhasil dan lulus menjadi seorang dokter yang qualified? Dari sini saja kita sudah bisa melihat bahwa usaha keras dalam rangka menggali pengetahuan  dan keahlian tetap mutlak diperlukan. Apapun bidang yang ingin atau akan kita geluti  entah menjadi pebisnis sukses,  ilmuwan (scientist), ahli masak terkemuka, atlet ternama, dokter  ahli, jago kungfu, pakar fengshui, dsbnya mutlak diperlukan kepandaian, pengetahuan, dan keahlian yang memadai bila kita ingin berhasil. Dan suatu pengetahuan yang mendalam, keahlian, dan kepandaian hanya dapat dicapai dengan usaha sendiri yang terus menerus dan konsisten. Tidak ada jalan  lain atau jalan pintas.</p>
<p>Bungsu    : Jadi kesimpulannya mengandalkan keberuntungan saja tidak cukup? Tapi saya lihat orang yang tidak mempunyai keahlian sering bisa sukses dan kaya raya?</p>
<p><b>Sulung</b>    : Sepintas bila dilihat sambil  lalu sepertinya keberuntungan semata yang sepenuhnya membuat orang itu berhasil. Tapi kalo diperhatikan lebih mendetil akan terlihat sedikit banyak orang tersebut harus mempunyai suatu keahlian dan kelebihan tersendiri agar keberhasilannya dapat terus berlangsung dan dapat dipertahankan.<br />
Keahliannya bisa saja pandai dan jeli dalam membuat atau membeli produk, bisa juga hubungan interpersonalnya baik, ketelitiannya, kejujurannya atau kerajinannya , sikap berhemat, suka menolong, disiplin, wawasannya luas, pergaulan/relasi yang luas sehingga banyak teman yang bersedia membantu dan memberi jalan dan bisa juga mengerti tentang strategi bisnis dan masih banyak lagi . Setiap orang jelas mempunyai “bobot” keberuntungan yang berbeda2. Dan kita sebetulnya juga bisa meningkatkan keberuntungan dan ini juga TETAP memerlukan usaha kita sendiri dan tidak bisa diwakilkan. Keberuntungan dapat ditingkatkan dengan banyak2 berbuat baik dan amal pada orang lain dan banyak2 sembahyang /  latihan. Di samping melakukan hal diatas, yang tidak kalah penting kita perlu terus meningkatkan pengetahuan, pergaulan dan relasi, wawasan, keahlian di bidang lain. Semua ini jelas bisa kita lakukan karena sepenuhnya ada di dalam kendali kita sendiri. Dengan terus meningkatnya keberuntungan + keahlian dan kepandaian, taraf hidup kita tentu akan menjadi lebih baik dibandingkan dengan kita tidak mempunyai kepandaian / keahlian tertentu dan hanya mengandalkan keberuntungan semata.</p>
<p align="center"><b>---ooo---</b></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penuntun Menuju Kesempurnaan]]></title>
<link>http://idb.siutao.com/volume-25/penuntun-menuju-kesempurnaan/</link>
<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 12:29:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>IDB</dc:creator>
<guid>http://idb.siutao.com/volume-25/penuntun-menuju-kesempurnaan/</guid>
<description><![CDATA[Dari : Lim Peng Hiang,   Bandar Lampung.
Di dalamnya terkandung banyak mutiara,
Yang lumpurnya menan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>Dari : Lim Peng Hiang,   Bandar Lampung.</b></p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/g0101141.JPG" title="g0101141.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/g0101141.JPG" alt="g0101141.JPG" align="left" height="481" width="150" /></a>Di dalamnya terkandung banyak mutiara,<br />
Yang lumpurnya menanti kita bersihkan;<br />
Ajarannya akan membebaskan dari sengsara<br />
Para penganutnya yang sungguh punya keyakinan.</p>
<p align="right">Agama ini tidak menakuti-nakuti,<br />
Memberikan banyak larangan itu dan ini;<br />
Tapi menyadarkan agar kita mawas diri,<br />
Menggunakan nalar dan selalu rendah diri,<br />
Mendahulukan orang lain, barulah diri sendiri,<br />
Tidak arogan, apalagi sudah dapat Hwang Ie.</p>
<p>Kita tidak berpura-pura menjadi orang suci,<br />
Menganggap orang-orang lain tidak bersih;<br />
Kita dituntut bertambah arif setiap hari,<br />
Fisik dan mental terus menerus direvisi,<br />
Bekerja keras, bukan dengan mimpi-mimpi,<br />
Barulah oleh para Dewa kita disayangi.</p>
<p align="right">Bagaikan permata yang terang berkilau,<br />
Yang gemerlap meskipun dalam kegelapan;<br />
Itulah agamaku, — agama TAO,<br />
Penuntun manusia menuju kesempurnaan.</p>
<p align="center"><b>ooo000ooo</b></p>
<p align="center"><b>Bandar Lampung, 22 April 2005.</b></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
