<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>varises &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/varises/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "varises"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:03:48 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tips Mencegah Varises]]></title>
<link>http://kesehatankeluarga.wordpress.com/?p=48</link>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 08:23:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Maria</dc:creator>
<guid>http://kesehatankeluarga.id.wordpress.com/2008/08/30/tips-mencegah-varises/</guid>
<description><![CDATA[
Ada pepatah yang mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Bila anda percaya pada pepatah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ada pepatah yang mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Bila anda percaya pada pepatah ini, anda dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk meminimalkan resiko terkena <a href="http://kesehatankeluarga.wordpress.com/2008/08/26/varises/" target="_blank">varises.</a></p>
<p class="MsoNormal">
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Berolahragalah      secara teratur terutama olahraga untuk kaki seperti jalan sehat, jogging.      Olah raga ini berfungsi untuk memperkuat otot oto kaki dan pembuluh darah      vena yang ada ditungkai.</li>
<li class="MsoNormal">Pada      malam hari berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari      jantung selama kurang lebih 20 menit. Fungsinya adalah untuk memperlancar      peredaran darah ke jantung.</li>
<li class="MsoNormal">Jangan      menyilangkan kaki pada saat duduk.</li>
<li class="MsoNormal">Miliki      berat badan ideal ( untuk wanita berat badan ideal adalah tinggi badan –      110 + 10% , untuk pria berat badan ideal adalah tinggi badan – 100 )</li>
</ul>
<p><!--more--></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Perbanyak      konsumsi sayur dan buah yang berserat tinggi yang dapat merangsang      sirkulasi darah seperti bayam, sawi, anggur dan apel.</li>
<li class="MsoNormal">Kurangi      penggunaan sepatu berhak tinggi</li>
<li class="MsoNormal">Gunakan      kaos kaki yang dapat menyokong tungkai dengan baik.</li>
<li class="MsoNormal">Bila      berkendara terlalu lama ambillah waktu sejenak untuk beristirahat dan      memperlancar perearan darah dengan berjalan kaki sejenak.</li>
<li class="MsoNormal">Hindari      berdiri terlalu lama.</li>
<li class="MsoNormal">Hindari      penggunaan pakaian yang terlalu ketat karena akan menekan vena pada daerah      pinggang, pangkal paha dan tungkai.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Selamat mencegah varises</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Varises]]></title>
<link>http://kesehatankeluarga.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 06:37:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Maria</dc:creator>
<guid>http://kesehatankeluarga.id.wordpress.com/2008/08/26/varises/</guid>
<description><![CDATA[Bila anda sering merasa pegal atau kejang pada kaki terutama bila berdiri dalam waktu yang lama. Dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Bila anda sering merasa pegal atau kejang pada kaki terutama bila berdiri dalam waktu yang lama. Dan urat dibetis tampak menonjol, kemungkinan anda terkena varises.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Varises berkaitan dengan pembuluh darah balik ( vena )<span> </span>yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh ke jantung. Vena normal dengan katub yang baik akan membuat darah mengalir lancar ke jantung. Pada varises, katub dalam vena yang berfungsi untuk mencegah darah kembali ke seluruh tubuh tidak berfungsi sehingga darah yang harusnya mengalir ke jantung malah kembali lagi keseluruh tubuh. Darah yang tidak 100% kembali ke jantung akan menggumpul hingga menyebabkan penurunan elastisitas dinding vena.</p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Varises selain terjadi pada betis bisa juga terjadi pada saluran mulut ke perut atau esofagus. Varises di esofagus seringkali berhubungan dengan kerusakan fungsi hati. Kerusakan sel hati menggangu kemampuannya menyaring darah akibatnya aliran darah ke hati tidak lancar dan terbentuklah tonjolan pembuluh darah. Pecahnya pembuluh darah di esofagus sangat berbahaya karena darah dapat masuk ke saluran pernafasan. Varises juga bisa terjadi di jalan lahir bayi akibatnya bayi tidak bisa dilahirkan secara normal karena dapat mengakibatkan varises pecah dan pendarahan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Faktor pasti penyebab terjadinya varises sampai saat ini belum diketahui. Namun ada beberapa faktur yang diduga menjadi penyebab penyakit ini :</p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Faktor      keturunan</li>
<li class="MsoNormal">Hormonal</li>
<li class="MsoNormal">Kelebihan      berat badan</li>
<li class="MsoNormal">Sering      berdiri terlalu lama</li>
<li class="MsoNormal">Kehamilan</li>
<li class="MsoNormal">Proses      persalinan</li>
<li class="MsoNormal">Sering      mengankat beban berat</li>
<li class="MsoNormal">Kurang      olah raga</li>
<li class="MsoNormal">Merokok</li>
<li class="MsoNormal">Mengidap      kolesterol tinggi dan Diabetes Mellitus</li>
<li class="MsoNormal">Sering      memakai sepatu hak tinggi</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Wanita lebih rentan terkena varises dibanding pria. Selain kotraksi venanya lebih lemah, kulit wanita juga lebih lunak, faktor hormonal saat pubertas, kehamilan, menopause dan seringnya memakai sepatu berhak tinggi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ada beberapa tahapan pada varises. Pada tahap awal penderita akan merasa pegal dan kram bila berdiri terlalu lama. Namun jika diperiksa secara klinis belum terlihat tanda-tandanya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pada tahap selanjutnya, mulai terlihat adanya kelainan pembuluh darah, kaki terasa berat, terasa pegal sekalipun sedang beristirahat. Pada tahap yang paling berat timbul pembengkakan di kaki dan kulit akan berwarna gelap.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sekalipun jarang terjadi varises bisa mengancam jiwa bila ada darah beku yang terbawa ke jantung dan paru. Komplikasi lain adalah pecahnya vena.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Varises ringan dapat disembuhkan dengan obat-obatan, memakai kaos kaki khusus dan olah raga. Skleroterapi digunakan untuk mengobati varises ringan atau apider navy. Dengan cara menyuntik vena dengan zat yang akan menciutkan dan merusak vena sehingga aliran tersumbat sepenuhnya. Aliran darah tersebut akan dialihkan ke vena lain yang sehat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bila suntikan tidak dapat dilakukan karena varises sudah terlalu parah perlu dilakukan pembedahan ( stripping ). Dalam tindakan ini vena diikat atau seluruh vena yang rusak diangkat lalu kaki dibebat erat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bila anda terkena varises segera berkonsultasilah pada dokter jangan menggunakan sembarang obat. dan bila anda ingin meminimalkan resiko terkena varises, silahkan baca <a href="http://kesehatankeluarga.wordpress.com/2008/08/30/tips-mencegah-varises/">tips</a> berikut ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minyak Esensial Pereda Beragam Penyakit]]></title>
<link>http://hidupsehatselalu.wordpress.com/?p=86</link>
<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 02:46:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>hidupsehatselalu</dc:creator>
<guid>http://hidupsehatselalu.id.wordpress.com/2008/06/22/minyak-esensial-pereda-beragam-penyakit/</guid>
<description><![CDATA[Dalam buku Aromatherapy, recipes and Remedies to Enhance Your Life, Denis Rowley menuliskan beragaam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Dalam buku Aromatherapy, recipes and Remedies to Enhance Your Life, Denis Rowley menuliskan beragaam resep minyak esensial guna meredakan aneka penyakit. Namun, perlu diingat, minyak esensial tidak bersifat menyembuhkan. Pada beberapa orang yang sensitif dengan minyak esensial tertentu, ada baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan terapis.</p>
<p><strong>Artritis</strong><br />
Guna mengurangi rasa sakit akibat artritis, campurkan lima tetes minyak rosemary dengan dua sendok makan minyak sweet almond. Balurkan campuran tersebut pads bagian yang terasa nyeri. Pijat secara perlahan. Campuran ini juga bisa ditambahkan pada air hangat yang akan digunakan untuk mandi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><!--more--><span style="font-family:&#34;"><strong>Bau Mulut</strong><br />
Agar bau mulut tidak menghambat komunikasi dan pergaulan, cobalah ramuan satu atau dua tetes minyak peppermint, lemon, tea tree, lavender, bergamot, atau fennel dalam 300 ml air. Campuran tersebut bisa digunakan sebagai obat kumur.<br />
<strong><br />
Bisul</strong><br />
Rasa nyeri akibat bisul bisa diredakan dengan mencampur dua tetes minyak lavender dan dua tetes tea tree atau thyme dalam semangkuk air papas. Basuh bagian tubuh tempat "tumbuhnya" bisul dengan campuran tersebut dua kali sehari.<br />
<strong><br />
Gatal</strong><br />
Rasa gatal bisa diatasi dengan mencampurkan satu tetes minyak lavender clan satu tetes minyak tea tree. Celupkan cotton bud dalam campuran tersebut clan tempelkan pada bagian yang terasa gatal.<br />
<strong><br />
Melepuh</strong><br />
Teteskan satu tetes minyak lavender dan satu tetes minyak lemon pada cotton bud clan oleskan dengan lembut pada bagian yang melepuh. Ulangi dua kali sehari hingga sembuh.<br />
<strong><br />
Terbakar</strong><br />
Saat bagian tubuh terbakar atau tersiram sesuatu yang panas, segera basahi dengan air dingin yang mengalir selama 10 menit. Lalu, oleskan dua tetes minyak lavender pada bagian yang terbakar. Jika masih terasa sakit, rendam bagian yang mengalami luka<br />
bakar dalam satu mangkuk air dingin yang telah ditambah 10 tetes minyak lavender. Larutan tersebut jangan ditelan.</p>
<p><strong>Memar</strong><br />
Untuk meredakan nyeri dan bengkak, tambahkan tiga tetes minyak rosemary, satu tetes minyak geranium, dan dua tetes minyak lavender dalam satu mangkuk air es. Celupkan handuk kecil dalam cam' puran tersebut lalu peras. Tempelkan handuk basah pads bagian yang bengkak dan di sekelilingnya.</p>
<p>Selain itu, kita bisa juga membuat larutan dengan mencampur dua tetes minyak rosemary, dua tetes minyak geranium, dan satu tetes minyak lavender dengan satu sendok teh minyak pelarut. Secara perlahan, oleskan campuran minyak tersebut pada bagian yang bengkak.<br />
<strong><br />
Selulit</strong><br />
Buat ramuan minyak untuk pijat dengan mencampurkan tujuh tetes minyak cypress, tiga tetes minyak rosemary, dan 20 ml minyak sweet almond. Oleskan sedikit campuran tersebut pada bagian yang mengalami selulit. Pijat perlahan bagian selulit tersebut setiap hari untuk membantu memecah timbunan lemak.<br />
<strong><br />
Kulti Merekah</strong><br />
Campur satu cangkir susu hangat dan satu tetes minyak lavender. Rendam kain atau handuk pada larutan tersebut dan peras. Kemudian kompreskan pada wajah, leher, tangan, atau tubuh.</p>
<p><strong>Pilek</strong><br />
Campur satu tetes minyak lemon, dua tetes minyak eucalyptus, dan tiga tetes minyak rosemary dengan satu sendok teh minyak pelarut. Oleskan campuran tersebut pada kening, hidung, dada, dan leher, lalu pijat.</p>
<p>Pilihan lain adalah dengan meneteskan satu tetes minyak peppermint clan satu tetes minyak eucalyptus pada tisu atau saputangan. Hirup saputangan atau tisu saat diperlukan.<br />
<strong><br />
Sembelit</strong><br />
Guna mengurangi sembelit, campurkan 10 tetes minyak rosemary, 10 tetes minyak lemon, clan lima tetes minyak peppermint dengan 50 ml minyak sweet almond. Secara perlahan, oleskan sedikit campuran minyak tersebut pada perut bagian bawah dan pijat search jarum jam.<br />
<strong><br />
Deodoran alami</strong><br />
Pengharum badan alami bisa diperoleh dengan mencampurkan tiga tetes minyak lavender dan dua tetes minyak tea tree dengan 10 ml krim pelembab. Aduk agar minyak tercampur rata. Oleskan sedikit campuran tersebut pada ketiak.<br />
<strong><br />
Bau Kaki</strong><br />
Bau kaki bisa terjadi karena jamur, pola diet yang salah, atau kebiasaan menggunakan kaus kaki sintetis dengan sepatu yang selalu tertutup rapat. Itu sebabnya, sangat dianjurkan untuk sering bertelanjang kaki guna merangsang titik-titik refleksi pada telapak kaki. Bertelanjang kaki juga membantu kaki untuk bernapas.</p>
<p>Cara lain menghilangkan bau kaki bisa dilakukan dengan merendam kaki selama 10 menit pada mangkuk berisi air hangat yang telah dicampur dua tetes minyak sage dan dua tetes minyak cypress.</p>
<p>Untuk menghilangkan bau tak sedap pada sepatu, teteskan satu tetes minyak lavender atau eucalyptus pada gumpalan kapas. Lalu gunakan untuk mengelap bagian dalam sepatu.<br />
<strong><br />
Wasir</strong><br />
Campurkan dua tetes minyak cypress dalam semangkuk air hangat. </span><span style="font-family:&#34;" lang="NL">Celupkan kain flanel dan peras, lalu tempelkan kain tersebut pada dubur selama beberapa menit. Ulangi tiga kali. Lakukan pengompresan dua kali sehari.</p>
<p>Untuk penggunaan langsung, larutkan dua tetes minyak cypress, dua tetes minyak geranium, dan dua tetes minyak peppermint dalam 30 ml minyak wheatgerm atau vaseline. Oleskan pada dubur tiga atau empat kali sehari.<br />
<strong><br />
Sakit kepala</strong><br />
Beragam cara bisa dilakukan untuk meredakan sakit kepala, misalnya berendam dalam air hangat. </span><span style="font-family:&#34;">Isi bathtub dengan air hangat. Tambahkan tiga tetes minyak lavender, dua tetes minyak orange, dan satu tetes minyak chamomile. </span><span style="font-family:&#34;" lang="NL">Nyalakan lilin pasang musik yang menenangkai dan berendamlah dalam bathtub selama 15 menit.</p>
<p>Anda juga bisa melakukan cara lain, yakni menghirup minyak espnsial. </span><span style="font-family:&#34;">Campur dua tetes minyak peppermint dan satu tetes minyak rose mary dalam satu mangkuk air panas. Tutup kepala dengan handuk, tutup mata, hirup dalam-dalam uap yang timbul dari mangkuk. Lakukan selama 10 menit.<br />
<strong><br />
</strong></span><strong><span style="font-family:&#34;" lang="NL">Insomnia</span></strong><span style="font-family:&#34;" lang="NL"><br />
Aroma satu tetes minyak lavender pada tisu yang ditempatkan dekat dengan bantal akan memudahkan Anda terlelap. Bisa pula dengan membakar satu tetes minyak lavender dan satu tetes minyak ylang ylang dalam pembakar terapi aroma. Letakkan pembakar tersebut di dalam kamar tidur satu jam sebelum Anda tidur. Setelah itu, matikan dan keluarkan dari kamar sebelum Anda tidur.<br />
<strong><br />
Pegal-pegal</strong><br />
Campurkan 14 tetes minyak clarysage, lima tetes minyak mawar, dan enam tetes minyak ylang ylang dalam 50 ml minyak sweet almond. </span><span style="font-family:&#34;">Secara perlahan pijat punggung bagian bawah, kaki, dan perut dengan campuran tersebut.</p>
<p><strong>Menopause</strong><br />
Untuk rileksasi, gunakan dua tetes minyak lavender, dua tetes minyak ylang ylang, dan dua tetes minyak chamomile pada pembakar terapi aroma.</p>
<p>Untuk meredakan gejala menopause, Anda bisa berendam selama 15 menit dalam bathtub berisi air hangat yang telah diberi dua tetes minyak chamomile, dua tetes minyak cypress, dan dua tetes minyak clary sage.</p>
<p>Bisa juga Anda melakukan pijatan pada kaki dengan mencampur lima ml minyak sweet almond, satu tetes minyak lavender, der, dan satu tetes minyak patchouli. Beri pijatan pada jempol kaki.</p>
<p><strong>Nyeri otot</strong><br />
Redakan nyeri otot dengan memijat bagian tersebut. Pijat dengan campuran 10 tetes minyak juniper, delapan tetes minyak rosemary, tujuh tetes minyak lavender dalam 50 ml minyak sweet almond.</p>
<p><strong>Nyeri saat menstruasi</strong><br />
Untuk meredakan kram saat menstruasi, secara lembut pijat bagian perut dan punggung bagian bawah dengan campuran 50 ml minyak sweet almond dan 15 tetes minyak dary sage. Lakukan pijatan secara berulang selama menstruasi berlangsung.<br />
<strong><br />
Sariwan</strong><br />
Campur tiga tetes minyak tea tree dalam setengah gelas air. Gunakan larutan tersebut sebagai obat kumur. Beberapa orang sensitif dengan minyak tea tree karena itu hati-hati dalam penggunaannya.</p>
<p><strong>Stretch mark</strong><br />
Campurkan 50 ml minyak wheatgerm dengan 20 tetes minyak lavender clan lima tetes minyak geranium. Oleskan campuran tersebut pada bagian tubuh yang mengalami stretch mark clan pijat secara perlahan. Lakukan setiap hari.</p>
<p><strong>Sakit gigi</strong><br />
Teteskan satu tetes minyak cengkih atau satu tetes minyak peppermint pada cotton bud. Oleskan cotton bud tersebut pada bagian gigi yang sakit. Metode ini sebaiknya tidak dilakukan pada bayi dan anak-anak.<br />
<strong><br />
Varises</strong><br />
Campurkan lima tetes minyak cypress dan lima tetes minyak geranium dalam 20 ml minyak sweet almond. Balurkan satu sendok teh campuran tersebut untuk memijat kaki yang mengalami varises secara perlahanlahan. Jangan lupa, angkat kaki sesering mungkin untuk meredakan rasa nyeri. <em>(senior)</em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyakit &amp; Nutrisi (R-V)]]></title>
<link>http://trillion.wordpress.com/2007/12/08/penyakit-nutrisi-r-v/</link>
<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 02:27:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>trillion</dc:creator>
<guid>http://trillion.id.wordpress.com/2007/12/08/penyakit-nutrisi-r-v/</guid>
<description><![CDATA[Thursday, November 30, 200687. Rambut Rontok:Cal(1&#215;1)+Zinc(2&#215;2)+ABPR
88. Rheumatik:Cal(1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Thursday, November 30, 2006</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">87. Rambut Rontok:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Zinc(2x2)+ABPR<br />
88. Rheumatik:Cal(1x1)+Tea(1x1)+Bene(2x3)+Vita(1x1)+Cordy(2x3)<br />
89. Sariawan:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Bene(2x3)+Zinc(2x3)<br />
90. Seksual:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Bene(2x3)+Cordy(2x2)+ Zinc(2x3)/Manka/Maca<br />
91a. Stroke (Penyempitan): </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">+Vigor<br />
91b. Stroke (Pemb Darah Pecah):</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">+Vitality<br />
92. Stress:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Bene(2x2)+Zinc(2x2)<br />
93. Sinusitis:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Cordy(2x4)<br />
94. Talasemia:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Vita(1x1)+Cordy(2x3)<br />
95. Telinga(Gangguan Pendeng):Cal(1x1)+Accupoint<br />
96. Tipes:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Cordy(2x3)<br />
97. Tulang Patah:Cal(1x1)/Chewable<br />
98. Tumor:Cal(1x1)+Chito(2x2)+Vigor(2x2)+Cordy(2x2/2x3/2x4/2x5 Terg stadium)<br />
99. Wasir:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Double(2x3)+Vitality(1x1)<br />
100. Varises:Cal(1x1)+Vita(1x1)+Vigor(1x1)</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal berarti Calcium Powder 1,2,3<br />
Beri Jarak 1 jam sebelum/sedudah minum Teh atau Chitosan dengan produk yl<br />
Anda juga bisa konsultasikan dengan Distributor anda/dokter Tianshi terlebih dahulu, caranya ada artikel bagian lain website ini<br />
Nutrisi Tiens alami tanpa efek samping juga bisa dijadikan wirausaha</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Mengurangi Varises]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/tips-mengurangi-varises/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 19:08:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/tips-mengurangi-varises/</guid>
<description><![CDATA[Varises membuat kaki tidak sedap dipandang. Berikut adalah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi v]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Varises membuat kaki tidak sedap dipandang. Berikut adalah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi varises:</p>
<ul>
<li>Olahraga secara teratur. Berjalan, berlari, bersepeda dan berenang membuat pembuluh darah sehat</li>
<li> Konsumsi banyak serat dan kurangi garam</li>
<li> Jangan mengenakan sandal atau sepatu hak tinggi</li>
<li> Hindari pakaian atau pakaian dalam ketat yang membatasi aliran darah disekitar pinggang, selangkangan dan kaki (ikat pinggang, stocking atau kaus kaki).</li>
<li> Jangan menyilangkan atau menekuk kaki dalam waktu yang lama</li>
<li> Jika pekerjaan menuntut Anda untuk sering berdiri atau duduk, gerakan dan regangkan kaki, putar-putar pergelangan kaki, dan goyangkan jari sesekali</li>
<li> Melakukan peregangan kaki tiap hari</li>
<li> Angkat kaki lebih tinggi dari dada kapanpun sempat.</li>
<li> Istirahatkan kaki di atas bantal saat tidur</li>
<li> Berhenti merokok</li>
</ul>
<p>sumber : http://lisan.gudangbaca.com/kesehatan/tips_mengurangi_varises</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[VARISES SAAT HAMIL BISA DICEGAH?]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/varises-saat-hamil-bisa-dicegah/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 19:03:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/varises-saat-hamil-bisa-dicegah/</guid>
<description><![CDATA[Varises di kaki bukan cuma merusak penampilan tapi juga menimbulkan keluhan pegal, kaku, dan rasa ny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em><font face="Verdana">Varises di kaki bukan cuma merusak penampilan tapi juga menimbulkan keluhan pegal, kaku, dan rasa nyeri pada bagian betis. Apa yang harus kita lakukan? </font></em><br />
<font face="Verdana"><br />
Varises kerap muncul pada saat kita berbadan dua. Gangguan berupa pelebaran pembuluh darah balik ini tampaknya memang sepele, tapi ternyata cukup mengganggu. Kadang, kaki terasa pegal atau kaku.</p>
<p>Kemunculan varises ditandai dengan penonjolan-penonjolan pembuluh darah ke permukaan kulit di daerah betis. Biasanya varises berwarna hijau kebiru-biruan. Tonjolan ini bisa kecil, bisa juga sangat besar. Yang jelas, kurang sedaplah jika dipandang dan kerap membuat si pemilik varises merasa rendah diri.</p>
<p>ASAL-USUL</p>
<p>Apa sebetulnya yang terjadi? Sebenarnya penonjolan-penonjolan ini merupakan pembendungan aliran darah yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena). "Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor (darah yang banyak mengandung karbondioksida) kembali ke jantung," ujar dr. Nanang Hasani, Sp.OG, dari RSIA Hermina .</p>
<p>Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar, seperti kaki dan anus. Nah, karena terbendung, aliran darah pun mencari jalan alternatif.</p>
<p>Caranya ? Dengan membuat "jalan baru" melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. "Jalan baru" ini bisa terbentuk bukan cuma di kaki saja, melainkan di bagian tubuh mana saja.</p>
<p>MUNCUL SAAT HAMIL</p>
<p>Gangguan varises cenderung lebih banyak menyerang wanita yang bertubuh gemuk dibanding pria. Dan kerap dialami pertama kali oleh wanita yang sedang hamil. Bisa diduga penyebabnya adalah perubahan bentuk rahim yang kian membesar ukurannya, semakin menekan sejumlah pembuluh darah balik di sekitar bagian perut. Akibatnya, terjadilah penyempitan pada pembuluh darah yang tertekan, sehingga aliran darah di beberapa daerah bagian bawah perut menjadi tidak lancar.</p>
<p>Kecuali pembesaran ukuran rahim, hormon pun diduga menjadi penyebab timbulnya varises. Seperti kita tahu kehamilan membawa perubahan hormon. Hormon progresteronlah yang bertanggung jawab pada keadaan yang menyebabkan perubahan pada elastisitas dinding pembuluh darah.</p>
<p>Umumnya wanita yang sudah terkena varises sebelum hamil, akan mengalami varises yang lebih parah saat berbadan dua. Begitu juga varises akan muncul pada wanita hamil di atas usia 40 tahun atau pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya serta pada kehamilan dengan bayi kembar.</p>
<p>Kecuali hal yang sudah disebutkan, varises saat hamil bisa juga muncul akibat adanya infeksi.</p>
<p>BISA DI VAGINA</p>
<p>Betis memang bagian yang paling sering terkena serangan varises. Dan varises di bagian inilah yang paling mengganggu penampilan. Tapi sebenarnya varises bisa menyerang bagian tubuh lain, misalnya di anus, yang dikenal dengan istilah wasir atau ambeien.</p>
<p>Pada ibu hamil, varises pun bisa menyerang daerah vagina dan jalan lahir. Memang sangat jarang terjadi. Tapi, varises di bagian bisa menjadi masalah yang cukup serius karena akan mengganggu kelancaran proses melahirkan. "Gangguan proses persalinan akibat varises bisa membahayakan jiwa calon ibu yang menjalani persalinan normal. Sebab, saat proses mengejan yang kuat bisa mengakibatkan pecahnya varises yang ada di daerah vagina. Akibatnya akan terjadi perdarahan hebat," ungkap dr. Nanang.</p>
<p>Umumnya dokter akan menyarankan bedah caesar bagi ibu hamil yang sejak awal sudah terdeteksi mengalami varises di jalan lahir atau di vagina. Tujuannya untuk mencegah perdarahan yang tidak diharapkan.</p>
<p>MIRING KIRI</p>
<p>Varises yang muncul saat hamil umumnya diakibatkan oleh kehamilan itu sendiri. Varises ini muncul karena adanya perubahan pada fungsi dan alat tubuh, juga akibat perubahan hormon. Varises ini sulit dicegah kemunculannya.</p>
<p>Beberapa latihan memang bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan varises, seperti pegal dan rasa kaku di kaki. Sering-seringlah mengangkat kaki sehingga posisinya menjadi lebih tinggi dari bagian tubuh lain. Ini bisa dilakukan selama beberapa waktu untuk mengurangi bendungan darah.</p>
<p>Tapi, perlu diingat cara tersebut di atas tidak menghilangkan varises sama sekali. Begitu juga dengan obat-obatan antivarises atau stocking kaki varises.</p>
<p>Untuk mengurangi terjadinya varises, ibu hamil sebaiknya sering berbaring dengan posisi miring ke kiri. Tujuannya agar pembuluh darah balik yang menuju ke jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan, tidak tertekan.</p>
<p>INFEKSI</p>
<p>Keluhan varises berupa kaki bengkak atau rasa nyeri biasanya timbul apabila varises terserang infeksi. Keadaan ini disebut plebitis. Kuman penyebab infeksi ini masuk ke dalam tubuh pada waktu proses persalinan berlangsung. Kuman yang berhasil masuk lalu akan ikut aliran darah dan sampai di bagian tubuh yang terserang varises.</p>
<p>Inilah salah satu yang menyebabkan varises menetap kendati persalinan sudah berlalu. Malah si ibu akan merasakan sakit yang bertambah. Infeksi varises ini bisa menimbulkan demam dan pembengkakan.</p>
<p>Plebitis bisa juga diakibatkan oleh thrombus, yaitu zat pembeku pada darah dari rahim yang masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini dalam dunia kedokteran disebut thromboplebitis. Umumnya dokter akan memberi obat anti-pembengkakan dan anti-infeksi untuk mencegah thromboplebitis. Memang jenis yang ini jarang terjadi. Tapi mungkin saja, kan?</p>
<p></font></p>
<p align="center"><font face="Verdana">Mengurangi Rasa Nyeri</font><br />
<font face="Verdana"><br />
*Tegakkan Tungkai</p>
<p>Istirahat sambil tiduran, angkat kaki lebih tinggi untuk beberapa waktu. Apabila Anda duduk di kursi, letakkan kaki pada bangku penyangga. Atau bersantailah dengan menyelonjorkan kaki.</p>
<p>* Jalan-Jalan</p>
<p>Rajin-rajinlah berjalan kaki karena berjalan akan merangsang aliran darah. Gunakanlah alas kaki yang enak dipakai dan aman. Yang perlu diingat, jangan berdiri terlalu lama atau duduk terlalu lama. Berganti-ganti posisi dengan mencari posisi yang nyaman.</p>
<p>* Senam Hamil</p>
<p>Senam hamil akan membantu si ibu berlatih pernafasan pada waktu mengejan, melatih otot-otot panggul, dan mengurangi rasa sakit akibat varises.<br />
* Hindari Pakaian Ketat</p>
<p>Hindari pakaian sempit yang mengganggu sirkulasi darah.</p>
<p>* Konsumsi Makanan Bergizi</p>
<p>Perbanyaklah makanan berserat tinggi seperti sayuran dan buah-buahan. Ini bisa mencegah sembelit dan menjauhkan Anda dari varises di sekitar anus dan vagina.</p>
<p>* Mencegah Infeksi</p>
<p>Cegahlah infeksi dengan pola hidup bersih. Misalnya, biasakan mencuci tangan dan kaki dengan sabun. Segera hubungi dokter apabila terjadi pembengkakan atau rasa nyeri.<br />
</font><font face="Verdana"><br />
<strong>Riesnawiati Soelaeman.</strong></font></p>
<pre>sumber: http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg03647.html</pre>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[VARISES MENGHAMBAT PERSALINAN NORMAL]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/varises-menghambat-persalinan-normal/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 19:01:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/varises-menghambat-persalinan-normal/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata, varises bukan cuma terjadi di kaki, tapi juga bisa di vagina dan anus. Hati-hati, karena b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em><font face="Verdana">Ternyata, varises bukan cuma terjadi di kaki, tapi juga bisa di vagina dan anus. Hati-hati, karena berisiko terjadi perdarahan sewaktu persalinan. </font></em><br />
<font face="Verdana">Bisa dipastikan, tak ada wanita yang tak ingin tampil indah. Begitu pun kala hamil. Itu sebab tak setiap wanita siap menghadapi perubahan tubuh yang terjadi saat hamil. Sekalipun perubahan itu terjadi di kaki semisal varises. Betapa tidak? Kehadiran tonjolan biru melingkar-lingkar seperti cacing ini membuat kaki yang semula mulus jadi hilang keindahannya.</font></p>
<p><font face="Verdana">Namun yang harus dicemaskan bukan hilangnya keindahan si kaki, melainkan si varises. Pasalnya, hampir semua wanita hamil yang mengalami varises di kaki, di vaginanya pun ada varises. Ini berbahaya, lo, karena bisa menghambat persalinan, terutama bagi mereka yang melakukan persalinan secara normal atau pervaginam.</font></p>
<p><font face="Verdana">Bukan berarti yang kakinya mulus alias tak terkena varises, akan aman-aman saja, lo. Soalnya, bisa terjadi si varises memang tak bersarang di kaki, melainkan di vagina dan jalan lahir atau di anus. "Bila varisesnya besar-besar di daerah jalan lahir atau dubur, akan berisiko terjadi perdarahan waktu persalinan, karena pembuluh darah yang membesar itu bisa pecah akibat tertekan tubuh janin saat meluncur keluar dalam persalinan," terang <strong>dr. Judi Januadi Endjun, SpOG</strong>, Sonologist, dari FK UPN Veteran/Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.</font></p>
<p><font face="Verdana">Bahkan, saat mengejan pun, bisa saja pembendungan pada pembuluh-pembuluh darah di sekitar jalan lahir tak bisa ditahan oleh dinding pembuluh hingga pecah dan timbullah perdarahan hebat. Akibatnya, harus dilakukan bedah sesar pada si ibu untuk mencegah perdarahan hebat.</font></p>
<p><font face="Verdana">PERUBAHAN NORMAL</font></p>
<p><font face="Verdana">Varises, terang Judi, merupakan pelebaran pembuluh darah vena atau pembuluh darah balik yang diakibatkan kelemahan pada dinding otot pembuluh darah tersebut atau karena ada gangguan pada klep vena.</font></p>
<p><font face="Verdana">Saat hamil, wanita akan mengalami perubahan hormonal, terutama peningkatan hormon progesteron. Perubahan hormonal yang besar itu mengakibatkan terjadi perubahan fisik dan psikis yang nyata. Misal, payudara membesar dan aerola mammae yang tampak lebih kehitaman, tubuh terasa lemas, pusing, serta merasa mual-muntah.</font></p>
<p><font face="Verdana">Nah, perubahan hormonal juga berpengaruh pada dinding pembuluh darah, yaitu membuat elastisitas dinding pembuluh darah makin bertambah, hingga dinding pembuluh darah (baik arteri maupun vena) makin lentur. Akibatnya, pembuluh darah jadi tambah besar dan melebar. Namun pembesaran dan pelebaran ini terlihat lebih nyata pada pembuluh darah vena karena pembuluh darah vena lebih tipis dibanding pembuluh darah arteri (nadi).</font></p>
<p><font face="Verdana">Pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk memenuhi kebutuhan janin, agar aliran darah dan volume darah yang memang makin meningkat pada wanita hamil dapat tersuplai dengan baik, hingga pertumbuhan janin pun berlangsung normal. Bukankah rahim yang membesar butuh penyediaan aliran darah yang banyak, hingga pembuluh-pembuluh darah yang menjadi tempat darah mengalir akan bertambah besar dan banyak?</font></p>
<p><font face="Verdana">Namun, akibat efek mekanik penekanan rahim, maka aliran darah balik dari anggota gerak bawah dan panggul mengalami hambatan hingga terjadi bendungan yang bisa menyebabkan pelebaran vena atau varises.</font></p>
<p><font face="Verdana">TERGANTUNG BESAR RAHIM</font></p>
<p><font face="Verdana">Pada wanita hamil, umumnya varises terjadi di daerah panggul dan anggota gerak bagian bawah. Soalnya, pembuluh-pembuluh darah di daerah itulah yang berhubungan erat dengan rahim. Sementara kemunculannya bisa kapan saja, bahkan bisa sejak kehamilan trimester pertama, tergantung sebelumnya sudah ada varises atau tidak. Yang jelas, tegas Judi, sejalan bertambahnya usia kehamilan, biasanya varises makin tambah parah.</font></p>
<p><font face="Verdana">Varises bertambah besar bila aliran darah di pembuluh vena mengalami bendungan. Pembendungan bisa terjadi, seperti diungkap di atas, akibat efek mekanik penekanan rahim. Adapun besarnya pembendungan aliran darah amat tergantung besarnya rahim. Makanya, varises makin parah di bulan-bulan terakhir kehamilan karena beban perut makin besar. Bukankah makin bertambah usia kehamilan, rahim pun akan makin besar? Nah, rahim yang makin besar ini, makin lama makin menekan pembuluh darah balik yang terdapat di bagian bawah perut.</font></p>
<p><font face="Verdana">Selain itu, bagian kepala janin yang sudah turun ke rongga panggul juga mempengaruhi. Akibatnya, aliran peredaran darah di daerah itu tak lancar. Aliran darah yang terhambat dan terbendung inilah yang tampak sebagai tonjolan di bawah kulit. Pada betis, tonjolan itu tampak sebagai garis-garis panjang warna hijau kebiru-biruan.</font></p>
<p><font face="Verdana">Pembesaran ini makin diperparah oleh sikap tubuh yang salah semisal berdiri terus-menerus, duduk yang terlalu lama, dan sering mengangkat beban berat. Terlebih bila wanita hamil kurang berolahraga. Itu sebab, wanita hamil dianjurkan rajin berolah raga agar aliran darah tetap lancar.</font></p>
<p><font face="Verdana">Sementara varises di anus yang lebih dikenal dengan istilah ambeien, salah satu pemicunya adalah kebiasaan buang air besar dengan cara duduk. Mereka yang kurang menkonsumsi makanan berserat pun punya kecenderungan cukup besar untuk menderita varises di anus.</font></p>
<p><font face="Verdana">Kecenderungan varises juga makin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari 2 kali maupun wanita hamil usia di atas 40 tahun. Penyebabnya, tak lain ada arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang berdampak dinding pembuluh darah jadi kehilangan daya lentur/elastisitasnya. Kekakuan dinding arteri ini akan menghambat aliran vena, hingga varises pun timbul.</font></p>
<p><font face="Verdana">Selain tentu saja varises juga terjadi pada mereka yang memang berbakat.</font></p>
<p><font face="Verdana">SULIT DIOBATI</font></p>
<p><font face="Verdana">Untuk varises di kaki, pembesaran bisa dicegah dengan memakai stocking khusus. Sayang, stocking ini tak nyaman dipakai karena menimbulkan rasa gerah lantaran iklim di Indonesia yang panas.</font></p>
<p><font face="Verdana">Sementara pembesaran varises di vagina dan anus, tak ada alat khusus yang bisa mencegahnya. Namun bila wanita hamil rajin mengangkat kaki dengan cara menaruhnya di atas bantal kala sedang tidur-tiduran atau membaca buku, sedikit banyak bisa membantu melancarkan aliran darah. Dengan cara ini diharapkan beban yang harus ditopang kaki jadi makin berkurang. Selain penggunaan sepatu, sebaiknya dengan hak maksimal 2 cm agar aliran darah tak terhambat. Kemudian saat tidur, usahakan jangan berbaring hanya dalam satu posisi untuk menghindari tekanan pada pembuluhpembuluh darah di satu tempat.</font></p>
<p><font face="Verdana">Akan halnya pengobatan varises, biasanya cuma bersifat mengurangi keluhan. Soalnya, varises yang terjadi saat kehamilan amat sulit diobati. Selain harus memperhitungkan dampak negatif yang mungkin terjadi pada janin, juga proses terjadi varises berkaitan dengan kehamilan. Bukankah makin tua usia kehamilan akan makin besar rahim, hingga makin besar pula efek bendungan pada pembuluh-pembuluh vena hingga varises makin besar?</font></p>
<p><font face="Verdana">Makanya, saran Judi, mereka yang berbakat atau sudah punya penyakit ini, sebaiknya varises diobati sebelum hamil. Jikapun keluhannya sudah terasa mengganggu, akan diberi obat oles yang memunculkan efek menghangatkan. Kadang juga diberi vitamin tambahan yang bekerja untuk syaraf seperti vitamin B1, B6, dan B12. Atau bahkan diberi suntikan yang bersifat mengurangi rasa sakit, karena varises yang parah akan dirasakan pegal-pegal, panas, dan sakit oleh si ibu hingga membuatnya sering merasa tak nyaman serta menimbulkan banyak keluhan dan stres. Tentu obat suntiknya harus dipilih yang aman bagi janin.</font></p>
<p><font face="Verdana">TAK BISA NORMAL LAGI</font></p>
<p><font face="Verdana">Menurut Judi, wanita yang pada kehamilan pertamanya mengalami varises, biasanya pada kehamilan kedua dan seterusnya akan makin parah varisesnya. Soalnya, elastisitas otot-otot jadi berubah, hingga varises yang diderita pun makin berat. Pada kasus ini, biasanya untuk kembali normal akan sulit, hingga jalan operasilah yang bisa mengatasinya.</font></p>
<p><font face="Verdana">Umumnya, varises yang terjadi karena kehamilan akan hilang sendiri setelah kelahiran bayi. Bukankah dengan mengecilnya rahim, pembendungan tak ada lagi, hingga aliran darah pun lancar kembali? Namun begitu, untuk sebagian wanita mungkin saja tak bisa normal kembali. Jadi, varisesnya masih tampak besar-besar, hingga perlu penanganan dokter lebih lanjut.</font></p>
<p><font face="Verdana">Waktu menghilangnya pun tak sama pada masing-masing ibu. Ada yang dalam waktu cepat bisa hilang, misal, setelah kelahiran bayi, tapi ada pula yang hingga waktu nifas baru hilang. "Tiap wanita punya ciri dan sifat sendiri dalam tubuhnya, termasuk dalam susunan pembuluh darahnya," kata Judi. Hal ini pula yang menyebabkan tak setiap wanita akan mengalami varises.</font></p>
<p align="center"><font face="Verdana">Tips Mencegah Varises</font><br />
<font face="Verdana"><br />
* Rajin senam.<br />
* Tak mengenakan pakaian ketat.<br />
* Sesering mungkin mengangkat kaki lebih tinggi dari tubuh.<br />
* Jika otot kaki terasa pegal, pijatlah hingga aliran darah kembali normal.</font></p>
<p align="center"><font face="Verdana">Mencegah Ambien Bertambah Parah</font><br />
<font face="Verdana"><br />
Biasanya dokter akan memeriksa varises di anus (ambeien) dan saluran pembuangan bagian bawah ini dengan alat bernama anuskopi. Dari situ dokter bisa melihat, apakah varises akan membahayakan kehamilan dan proses persalinan atau tidak.</font></p>
<p><font face="Verdana">Saran Judi, bila memang sudah punya ambeien sebelum hamil, lebih baik ambeiennya dioperasi dulu sebelum kehamilan berlangsung. Soalnya, jika sudah kadung hamil, tak bisa dilakukan tindakan operasi. Yang bisa dilakukan hanya mencegah agar pembuluh darah tak bertambah melebar.</font></p>
<p><font face="Verdana">Pencegahan bisa dilakukan, antara lain:</font></p>
<p><font face="Verdana">- Jangan menunda keinginan buang air besar, tapi cobalah usahakan untuk buang air besar secara teratur tiap hari.</font></p>
<p><font face="Verdana">- Usahakan minum air jangan kurang dari 2 liter per hari.</font></p>
<p><font face="Verdana">- Perbanyak makanan yang mengandung serat, seperti sayuran dan buah-buahan.</font></p>
<p><font face="Verdana">- Lakukan olahraga secara teratur, terutama olahraga untuk orang hamil, seperti senam hamil.</font></p>
<p><font face="Verdana">- Jika sudah kadung ada perdarahan atau nyeri yang hebat di daerah tersebut, segera konsultasikan ke dokter.</font></p>
<p><strong><font face="Verdana">Indah Mulatsih</font></strong></p>
<p>sumber: http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg03647.html</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pencegahan Varises]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/pencegahan-varises/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:51:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/pencegahan-varises/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa cara mencegah munculnya Varises:

Untuk meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena, lakukan o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa cara mencegah munculnya Varises:</p>
<ol>
<li>Untuk meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena, lakukan olahraga yang teratur</li>
<li>Kurangi menggunakan sepatu hak tinggi karena penggunaan otot betis menjadi tidak maksimal. Bila memang harus selalu menggunakan sepatu hak tinggi, sering istirahat dan menggerakkan kaki setiap 15 menit.</li>
<li>Hindari berdiri terlalu lama. Bila tuntutan kerja mengharuskan anda banyak berdiri, pindahkan beban dari satu kaki ke kaki yang lainnya setiap beberapa menit.</li>
<li>Jangan duduk sambil menyilangkan kaki terlalu lama karena dapat menghambat peredaran darah</li>
<li>Jangan sering menggunakan pakaian ketat pada bagian pinggang, paha dan kaki</li>
<li>Biasakan mengkonsumsi vitamin C dan E sebab baik untuk pembuluh darah.</li>
<li>Banyak mengkonsumsi makanan berserat, buah dan sayur</li>
<li>Kurangi konsumsi garam untuk menghindari pembengkakkan</li>
<li>Hindari makanan pedas karena dapat merangsang pelebaran pembuluh darah</li>
<li>Lakukan senam kaki. Sambil duduk putar pergelangan kaki searah jarum jam dan sebaliknya</li>
<li>Angkat kaki saat beristirahat</li>
<li>Berdiri tegak setiap 45 menit setelah anda duduk bekerja seharian</li>
<li>Mandi dengan air panas dan dingin bergantian sangat baik untuk peredaran darah</li>
</ol>
<p>sumber : http://www.obi.or.id/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=56&#38;Itemid=2</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Varises Vagina]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/varises-vagina/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:48:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/varises-vagina/</guid>
<description><![CDATA[oleh Dr. dr. Sofie  Rifayani Krisnadi, SpOG
VARISES adalah pembuluh darah balik di bawah kulit atau ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Dr. dr. Sofie  Rifayani Krisnadi, SpOG</p>
<p>VARISES adalah pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) yang melebar dan berkelok/melingkar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah balik tersebut. Biasanya varises terjadi pada tangan dan kaki, namun pada beberapa orang dapat terjadi di tempat-tempat lain seperti pada lambung, rectum (usus besar dekat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kemaluan). Sekira 20-30% wanita mengalami varises, terutama pada kehamilan.</p>
<p>Banyak faktor yang merupakan faktor risiko (bukan penyebab) meningkatkan kemungkinan terjadinya varises, seperti faktor keturunan, jenis kelamin (wanita empat kali lebih sering dari laki-laki), kehamilan, kegemukan (obesitas), pekerjaan yang membutuhkan lama duduk atau lama berdiri, pil KB atau pengobatan dengan estrogen.</p>
<p>Pada umumnya varises tidak menyebabkan gejala yang terlihat hanyalah penonjolan pembuluh darah di bawah kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran pembuluh darah akan terlihat di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada sebagian penderita varises, terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat, lelah dan nyeri yang bertambah apabila ia banyak berdiri atau duduk. Gatal-gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan ciri-ciri varises.</p>
<p>Pada kebanyakan wanita hamil yang mengalami varises vagina, persalinan normal masih dapat dilakukan, kecuali pada varises vagina yang sangat berat, dokter akan menganjurkan operasi sesar. Dokter akan dapat mengetahuinya ketika memeriksa panggul saat kehamilan atau pemeriksaan persalinan. Setelah persalinan, dengan sendirinya varises akan mengecil dan seringnya tidak mengganggu lagi. Apabila ibu hamil lagi, pada umumnya varises akan datang kembali.</p>
<p>Pendarahan karena varises vagina, pada umumnya terjadi saat persalinan karena pecahnya dinding pembuluh darah akibat trauma/laserasi jalan pada saat bayi lahir. Sangat jarang perdarahan akibat varises biasanya terjadi lama setelah persalinan.</p>
<p>Pada kehamilan yang akan datang, informasikan apa yang telah Ibu alami, periksakan keadaan varisesnya dan rencanakan jenis persalinan apa yang akan dijalani.</p>
<p>Mengingat satu dari tiga ibu hamil mengalami varises, sebaiknya Ibu jangan  terlalu cemas untuk hamil kembali.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0703/12/hikmah/konsultasi.htm" target="_blank">::pikiranrakyat::</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Varises di Buah Zakar]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/varises-di-buah-zakar/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:44:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/varises-di-buah-zakar/</guid>
<description><![CDATA[Apa sih arti varikosel? Pernah lihat varises di betis? Ya, varikosel kejadiannya hampir sama dengan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Apa sih arti varikosel?</span> Pernah lihat varises di betis? Ya, varikosel kejadiannya hampir sama dengan varises di betis, bedanya varikosel terdapat di buah zakar.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Koq bisa sih timbul varises di buah zakar?</span> Buah zakar seperti halnya betis, punya pmebuluh vena. Pembuluh vena ini akan membesar dan berkelok-kelok jika ada hambatan aliran di dalamnya. Hambatan dapat disebabkan penyempitan atau terjepitnya pembuluh vena di bagian hilir, atau kerusakan pada klep venanya.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Apakah varikosel mempengaruhi kejantanan?</span> Kalo kejantanan diasosiasikan dengan ereksi, sepertinya tidak. Tapi kalo kejantanan diasosiakan dengan kemampuan seorang laki-laki untuk membuat istrinya hamil, ini baru ya. Aliran darah yang baik berfungsi mengantarkan nutrisi untuk produksi sperma, juga berguna mengatur suhu sekitar buah zakar. Dua hal ini memegang peran penting agar sperma yang diproduksi jumlahnya cukup dan kondisinya normal. Jika aliran darah terganggu, sehingga pengangkutan nutrisi dan pengaturan suhu tidak berjalan baik, maka sperma yang diproduksi sedikit atau tidak ada sama sekali, atau kondisinya cacat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Apa sih gejala varikosel?</span> Kalo masih ringan sampai sedang, biasanya ga bergejala. Kalaupun ada gejalanya minimal sekali, sehingga kadang tidak disadari. Kalo varikoselnya sudah berat, buah zakar terasa berat dan panas, timbul rasa nyeri dan pegal-pegal di selangkangan, dapat menjalar sampai pinggang. Kadang-kadang varikosel dapat teraba. Bentuknya benjolan seperti cacing berkelok-kelok.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Apa yang bisa mencetuskan varikosel?</span> Kebiasaan duduk terlalu lama dan memakai celana ketat dianggap turut berperan terhadap timbulnya varikosel.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Untuk memastikan varikosel atau bukan, caranya bagaiman?</span> Memang sih, setiap benjolan di buah zakar belum tentu varikosel. Untuk memastikannya, sedikitnya ada dua cara. Pertama dengan venogram, yaitu menyuntikkan cairan kontras ke pangkal pembuluh vena spermatik, kemudian perjalanan cairan kontras ini dipindai dengan sinar X. Cara kedua, USG Doppler. Dengan alat ini, aliran pembuluyh vena spermatik di visualisasikan di layar monitor. Pemeriksaan ini jauh lebih nyaman, karena ga ada penyuntikan bahan-bahan tertentu. Selain itu, hasilnya pun lebih akurat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Apa obatnya?</span> Sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar efektif. Sebagian penderita ada yang sembuh dengan konsumsi obat-obatan. Sebagian lainnya, konsumsi obat tidak mempengaruhi varikoselnya. Ada bebarapa cara lain yang disarankan, seperti memakai penyangga buah zakar, namun cara ini hanya disarankan bila varikosel masih ringan dan tidak ada kemandulan. Sampai saat ini, cara terbaik untuk mengatasi varikosel adalah dengan memperbaiki pembuluh vena dan memperlancar sirkulasinya yang terhambat adalah dengan pembedahan. Melalui pembedahan, sekitar 70 – 80% panderita varikosel kembali subur.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kebiasaan apa aja yang mesti dilestarikan agar terhidar dari varikosel?</span> Beberapa saran yang baik untuk dilakukan : jangan duduk terlalu lama dan hindari memakai celanan ketat, serta olah raga teratur. Kurangi beban pembuluh vena dengan cara konsumsi makanan berserat tinggi, buang air besar teratur, cukup minum air, jangan mengkonsumsi alkohol, hindari kafein berlebihan. Jika ada gejala di buah zakar, jangan buru-buru ke dukun, tapi periksakan diri ke dokter atau pusat kesehatan.</p>
<p>sumber : http://www.infomedika.blogspot.com/2006/09/varikosel-varises-di-buah-zakar.html</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Urat-urat Menyembul di Kaki]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/urat-urat-menyembul-di-kaki/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:43:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/urat-urat-menyembul-di-kaki/</guid>
<description><![CDATA[SAYA seorang gadis berusia 26 tahun. Sekira 1 bulan lagi akan menikah, tetapi saya             meras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><em>SAYA</em> seorang gadis berusia 26 tahun. Sekira 1 bulan lagi akan menikah, tetapi saya             merasa terganggu, kadang-kadang tidak pede dengan keadaan kaki saya yang terlihat jelas             uratnya yang tampak membesar, ada urat besar dan ada urat kecil. Selama ini saya selalu             merasakan pegal mulai dari pinggul sampai telapak kaki terutama setelah jalan-jalan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">1. Apakah pegal yang saya rasakan itu adalah berasal dari adanya urat-urat yang             membesar tersebut?</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">2. Apakah urat-urat yang membesar tersebut disebut varises? Saya sangat takut akan             efeknya bila saya hamil nanti, karena saya dengar 30-40% wanita hamil menderita varises.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">3. Apakah benar urat yang membesar itu akibat kebiasaan memakai sepatu dengan hak             tinggi?</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">4. Bagaimana cara menyembuhkannya agar urat-urat yang membesar tersebut kembali normal             dan tidak tampak lagi?</font></p>
<p>Penjelasan oleh <font face="Times New Roman">Dr. Hendro Sudjono Yuwono, dr.Sp.BV, Ka. Sub. Bag. Bedah Vaskuler RS Hasan             Sadikin Bandung</font></p>
<p><font face="Times New Roman">KELUHAN urat membesar pada tungkai bawah tersebut adalah keluhan yang lebih sering             dijumpai pada wanita, tetapi dapat juga dijumpai pada laki-laki, meskipun lebih jarang.             Adapun yang Anda sebut sebagai urat, sebenarnya adalah pembuluh darah vena, yang berfungsi             mengembalikan darah dari kaki ke jantung. Maka untuk selanjutnya sebaiknya kita             menggunakan istilah vena, dan bila vena tersebut melebar, menonjol, bahkan berkelok-kelok             disebut varises. Varises tungkai seringkali ditemukan pula pada anggota keluarga lainnya             (adik atau kakak, atau orang tua), walaupun penelitian mengenai latar belakang genetiknya             (apakah varises diturunkan atau tidak) masih terbatas. Sesungguhnya varises yang muncul             pada tungkai penderita berusia muda (belasan atau 20-an) bukanlah penyakit yang berbahaya,             tetapi memang sering menimbulkan masalah kosmetik bagi wanita muda yang biasanya sering             memperhatikan tungkainya. Sehingga dapat menimbulkan perasaan tidak <em>pede</em>. Selain             masalah kosmetik, dapat dijumpai keluhan seperti pegal-pegal pada sekujur tungkai terutama             di bagian bawah tungkai di daerah otot kaki dan betis, rasa berat dan bengkak, kram             otot-otot jari atau otot betis, rasa lelah, bahkan dapat pula menimbulkan rasa nyeri.             Keluhan-keluhan tersebut biasanya dirasakan setelah kegiatan jalan-jalan atau banyak             melakukan kegiatan sambil berdiri. Keluhan-keluhan tersebut dapat segera berkurang atau             menghilang setelah istirahat dengan berbaring beberapa menit, terutama setelah kedua             tungkai diangkat lebih tinggi dari posisi jantung. Keluhan-keluhan yang telah disebutkan             tadi muncul akibat aliran darah pada vena-vena tersebut menjadi tidak lancar karena             pembuluh vena yang ukurannya membesar (melebar) dan berkelok-kelok. Pembuluh vena             mengalirkan darah dari kaki menuju jantung dengan melawan pengaruh gravitasi (gaya berat             atau gaya tarik bumi). Untuk memperlancar aliran tersebut maka pada pembuluh vena terdapat             banyak katup-katup yang menjaga agar darah yang telah naik tidak kembali turun, sehingga             aliran darah vena dapat mengalir teratur menuju jantung. Tetapi seringkali pada penderita             varises mengalami kelemahan dinding pembuluh sehingga katup-katup menjadi tidak berfungsi,             akibatnya aliran darah tidak lancar.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Varises tungkai lebih banyak dijumpai pada wanita yang mempunyai anak banyak. Kehamilan             bukanlah penyebab dari timbulnya varises untuk pertama kali, tetapi kehamilan dapat             menimbulkan varises yang lebih banyak, yaitu pada wanita-wanita yang sebelum kehamilannya,             disadari atau tidak, sudah memiliki varises tungkai. Bila frekuensi kehamilan lebih dari             dua kali, biasanya varises tungkai akan lebih banyak dibandingkan wanita yang hamil hanya             dua kali saja.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Masih belum jelas diketahui mengenai alasannya mengapa kehamilan dapat meningkatkan             risiko terjadinya varises tungkai. Tetapi pada kehamilan akan terdapat pengaruh hormon             yang dapat menimbulkan kelemahan dinding vena yang dapat menimbulkan pelebaran vena. Atau             jumlah volume darah yang memang bertambah pada saat kehamilan merupakan beban bagi             pembuluh vena, sehingga dapat terjadi pelebaran pada pembuluh vena tingkat. Tetapi             pembesaran rahim pada kehamilan tidak merupakan penyebab terjadinya varises, karena             varises pada kehamilan kebanyakan muncul sejak 3 bulan pertama. Karena itu sering             ditemukan varises tungkai pada waktu kehamilan pertama dan yang kedua kalinya, tetapi             setelah melahirkan varises tersebut akan berkurang sendiri. Tetapi pada kehamilan yang             ketiga kalinya atau lebih, varises yang sudah timbul selama kehamilan sering tidak             berkurang setelah melahirkan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Penggunaan sepatu hak tinggi akan lebih melelahkan si pemakainya, sehingga akan             menambah berat keluhannya dibandingkan dengan yang tidak memakai hak tinggi. Karena itu             dianjurkan terutama bagi penderita varises untuk tidak memakai sepatu hak tinggi.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Pengobatan varises tungkai dapat diberikan oleh dokter, yaitu dengan menasihatkan             penderitanya untuk memakai stoking khusus varises. Stoking khusus harus dikenakan setiap             hari secara teratur, dengan demikian keluhan-keluhan akan teredam atau berkurang selama             memakai stoking, walaupun setelah stoking dilepaskan (dilepaskan bila mandi, ambil air             wudu, tidur) varises tetap ada. Selain penggunaan stoking, biasanya diperlukan obat             tertentu (obat tersebut berasal dari tanaman obat dan telah diteliti keberhasilannya dalam             mengurangi keluhan varises tungkai) yang harus diminum secara teratur setiap hari untuk             mengurangi keluhan pegal, nyeri dan keluhan lainnya. Bila varises tersebut akan             dihilangkan, dokter dapat melakukan penyuntikan cairan khusus ke dalam vena yang mengalami             varises, cara pengobatan ini disebut skleroterapi. Cara pengobatan skleroterapi ini             biasanya sudah cukup untuk menghilangkan varises tungkai, sehingga tidak tampak lagi, atau             mengecilkan pelebaran vena yang mengalami varises, tanpa perlu menjalani operasi             pengangkatan varises. Jenis makanan sehari-hari yang cukup berserat (nabati) sangat             penting diperhatikan, karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang tak berserat (hewani)             dapat menimbulkan kesulitan buang air besar (konstipasi). Kebiasaan mengejan berlebihan             pada waktu buang air besar dapat mengganggu aliran darah vena tungkai, yang lama kelamaan             dapat menimbulkan pelebaran vena. Selain mengandung banyak nutrisi yang mampu memperkuat             dinding vena dan dapat mencegah perkembangan varises, sayuran dan buah-buahan segar juga             mengurangi keluhan-keluhan akibat varises.</font>sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/07/hikmah/kesehatan.htm</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Sepelekan Varises]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/jangan-sepelekan-varises/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:37:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/jangan-sepelekan-varises/</guid>
<description><![CDATA[Varises ternyata lebih suka menyerang wanita. Mau tahu sebabnya? Bukan karena wanita itu indah dan c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Varises ternyata lebih suka menyerang wanita. Mau tahu sebabnya? Bukan karena wanita itu indah dan cantik. Tetapi, wanita memiliki kulit yang lebih lunak. Belum lagi, gangguan hormonal pun lebih tinggi terutama saat wanita mengalami pubertas dan kehamilan.</p>
<p>Varises sendiri merupakan kelainan pada pembuluh darah balik (vena), di mana terjadi penurunan atau hilangnya elastisitas dinding vena, vena yang berkelok-kelok, dan kerusakan katub.</p>
<p>Menurut Dr Hilman Ibrahim SpBV dari FKUI/RSCM, hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab utama varises. Namun, faktor predisposisinya adalah karena faktor keturunan keluarga, obesitas (kegemukan), tekanan darah abdominal, obat-obatan, dan terlalu lama berdiri. Gejala klinis yang biasa ditimbulkan, yakni rasa nyeri, kejang, berat di betis, kram, dan tromboflebitis (panas dan nyeri).</p>
<p>"Rasa pegal dan berat di betis itu tetap terjadi meski kita sedang beristirahat dan pada tingkat paling berat, timbulnya inflamasi kronis (daerah mata kaki), seperti hiperpigmentasi (statis dermatitis) dan ulkus (koreng). Bahkan untuk wanita hamil dapat menimbulkan pendarahan," ujarnya kepada <strong><font color="#008080">pdpersi.co.id</font></strong>, beberapa waktu lalu, di Jakarta.</p>
<p><strong><font color="#008080">Berbahaya bagi Proses Persalinan</font></strong></p>
<p>Banyak orang kurang menghiraukan varises. Padahal, tahukah anda, pada  masa kehamilan, penyakit ini bisa menjadi lebih serius. Pasalnya,  varises ternyata berbahaya bagi proses persalinan.</p>
<p>Menurut Dr Lucky Savitry WK SpOG dari RS MH Thamrin International  Salemba, sirkulasi darah pada ibu hamil lebih banyak dibanding masa  tidak hamil. "Tak heran jika perubahan pada pembuluh darah terlihat  semakin jelas menjelang akhir kehamilan," tuturnya kepada  <strong><font color="#008080">pdpersi.co.id</font></strong>.</p>
<p>Ditambahkannya, banyak orang mengira, pembesaran rahim yang menekan  pembuluh-pembuluh darah besar di depan dan di samping tulang punggung, menyebabkan darah vena (darah balik) yang kembali dari bagian bawah ke jantung menjadi kurang lancar. Sehingga terjadi bendungan dalam pembuluh-pembuluh balik di tungkai, di bawah kulit, di vulva, vagina, atau di dubur dengan akibat melebarnya pembuluh-pembuluh balik itu.</p>
<p>Namun kenyataannya, lanjut Dr Lucky, varises sudah dapat timbul di usia kehamilan muda bahkan banyak wanita mengetahui dirinya hamil,  dari melihat jelasnya gambaran vena di daerah tertentu atau timbulnya varises, sebelum haidnya terlambat.</p>
<p>"Karena itu, sebenarnya melebarnya pembuluh-pembuluh balik itu dianggap sebagai reaksi sistem vena terutama dindingnya, terhadap perubahan hormonal dalam kehamilan di mana otot polos dinding pembuluh  darah melemah," tuturnya menjelaskan.</p>
<p>Umumnya, kata Dr Lucky, keluhan yang ditimbulkan akibat varises bagi  wanita hamil, berupa gangguan kosmetik, gatal-gatal, pegal, dan nyeri  di dubur. Tetapi setelah bayi keluar, keluhan-keluhan ini biasanya  akan hilang atau berkurang. Meski demikian, bila tidak melakukan  pencegahan, varises akan muncul kembali, apalagi makin tua,  elastisitas dinding vena makin berkurang.</p>
<p>Sedangkan bahayanya dalam kehamilan dan persalinan, baik di vulva,  vagina, maupun ditungkai, adalah kemungkinan pecahnya pembuluh darah.</p>
<p>sumber:http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&#38;kode=668&#38;tbl=biaswanita</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Testis Terkena Varises]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/testis-terkena-varises/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:34:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/testis-terkena-varises/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: dr. Muhammad Ahsan, di Balikpapan
Varises bukanlah monopoli betis. Testis pun bisa terkena ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><u>Penulis: dr. Muhammad Ahsan, di Balikpapan</u></em></strong></p>
<p><strong>Varises bukanlah monopoli betis. Testis pun bisa terkena serangan varises. Celakanya, varises yang satu ini bisa bikin mandul. Karenanya, waspadalah bila tiba-tiba di organ intim Anda, kaum pria muncul pelebaran pembuluh darah.</strong></p>
<p><em>Sebagai pasutri, Dody dan Liza benar-benar sempurna. Sama-sama keren, muda, dan enerjik. Makanya mereka benar-benar tak habis pikir, mengapa sampai tahun ketiga perkawinan, belum juga mendapat jabang bayi. Lebih kaget lagi, ketika diberi tahu dokter, semua itu ternyata gara-gara varises. Jangankan Dody dan Liza, para tetangga dan kerabat saja banyak yang membelalakkan mata. Yang mereka tahu, varises itu biasanya menyerang kaki. Itu pun lebih sering terjadi pada wanita hamil. Makanya, kabar bahwa kualitas sperma Dody kurang baik lantaran terganggu varises, akhirnya menjadi cerita yang senantiasa berujung pada beragam tanda tanya. </em></p>
<p>Meski kalau mau bertanya pada ahlinya, penyebab kemandulan Dody sebenarnya memiliki landasan ilmiah yang jelas. Pada kasus pasutri itu, dokter kandungan mereka menemukan fakta bahwa semua organ reproduksi Liza normal, sedangkan Dody selain bermasalah dengan spermanya, juga memiliki varises pada testis. Varises testis itulah yang diduga mengganggu kesuburan sang Arjuna.</p>
<p>Dokter menyarankan Dody berolahraga teratur, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi. Tak lupa, ia membuat surat rujukan ke urolog (ahli bedah saluran kencing), agar varises bermasalah itu segera ditarigani.</p>
<p><strong><u>Menyerang Usia Panas</u></strong></p>
<p><em>“Oooh, jadi varises yang menyerang suamimu itu bukan varises yang biasa muncul di kaki ibu-ibu to?" selidik ibu mertua Dody. </em></p>
<p><em>“Iya, juga bukan varises yang muncul saat ibu hamil dulu,” imbuh Liza. Menyitir ucapan dokter kandungannya, Liza menambahkan, “Varises Mas Dody adanya di testis, yang dalam dunia kedokteran biasa disebut varikosel.” </em></p>
<p>Walaupun jarang terdengar, varikosel bukan penyakit baru. Ia pertama kali ditemukan ahli bedah Prancis, Ambroise Pare pada abad ke-16, meski saat itu hanya ditinjau dari sudut ilmu bedah, dengan fokus pada kelainan pembuluh darah testis. Baru akhir abad ke-19, dr. Barfield, seorang ahli bedah Inggris menemukan, jumlah sperma penderita varikosel menurun, bahkan bila sudah parah dapat menyebabkan henti sperma (<em>azoospermi,</em> ada air mani tapi tidak ada sperma). Sejak itu, varikosel mulai mendapat perhatian serius dari para ilmuwan.</p>
<p>Varikosel sendiri merupakan pelebaran pembuluh darah vena yang berhubungan dengan testis, gudang sekaligus pabrik sperma. Pelebaran pembuluh darah itu terjadi karena adanya kerusakan pada sistem katup pembuluh darah, yang seharusnya membawa darah dari testis menuju perut bagian bawah, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke sistem sirkulasi.</p>
<p>Akibat kerusakan sistem katup itu, darah menumpuk dan melebarkan pembuluh darah yang tentu saja mengalir tidak normal. Nah, ketidaknormalan aliran darah balik ke testis inilah yang ujung-ujungnya menurunkan fungsi testis dan menyebabkan suhu dalam testis meningkat alias tidak normal lagi. Padahal, selama ini aliran darah dalam testislah yang bertugas mengatur suhu yang optimal bagi sperma.</p>
<p>Itu sebabnya, mengapa pada kondisi dingin, testis mengecil (mengerut) dan pada saat panas atau hangat, testis menjadi sebaliknya. Peningkatan suhu dalam testis diyakini akan merusak dan mematikan sperma. Bahkan menghambat produksi sperma yang baru. Inilah yang diyakini para ahli punya andil dalam proses kemandulan atau ketidaksuburan, yang dalam dunia medis biasa disebut infertilitas.</p>
<p>Repotnya, walaupun penyebab infertilitas terdiri atas banyak faktor, saham varikosel ternyata cukup signifikan. <strong><u>Sebuah penelitian menemukan, hampir separuh di antara lelaki infertil, didapati menderita varises di organ intim itu</u></strong>. Yang mengejutkan, dalam survei yang dilakukan secara acak, dilaporkan juga, dari sekian banyak pasien lelaki dewasa yang dianggap atau menganggap dirinya sehat, setelah diperiksa ternyata 10 - 20% -nya menderita varikosel.</p>
<p>Persentase itu diperoleh dari penelitian kasus varikosel yang dilaporkan dan ditangani para ahli bedah di Amerika Serikat. Namun, setelah dibandingkan dengan hasil yang diperoleh di Inggris, dan juga negara Eropa lain, persentasenya ternyata tidak jauh berbeda. Maka dibuatlah kesimpulan umum bahwa 10 - 20% pria yang semula menyatakan diri sehat, setelah diperiksa ternyata menderita varikosel. Dari para penderita itu, sekitar 40% di antaranya terbukti mandul.</p>
<p>Lebih repot lagi, usia penderita varikosel itu ternyata tak jauh dari umur produktif, <strong><u>antara 15 - 25 tahun</u></strong>. Usia emas yang mestinya sedang <em>hot-hot</em>-nya! Sayangnya, tak ada penelitian dan data pasti tentang penderita varikosel di Indonesia. Mungkin karena urolog di sini tidak terlalu sering menemukan kasus varikosel di kliniknya. Kalaupun ada yang ditangani, jumlahnya tidak terlalu signifikan.</p>
<p><strong><u>Banyak di Kiri</u></strong></p>
<ul>
<li><strong>Lalu, bagaimana caranya mengenali ciri-ciri varikosel? </strong></li>
</ul>
<p>Inilah masalahnya. Kadang-kadang, varikosel pada tahap dini dijumpai tanpa gejala sama sekali. Keberadaannya hanya bisa diketahui lewat tes radiologi. Tak heran banyak pria terkaget-kaget, begitu mendapat vonis vanises di testis. <em>“Kok munculnya tanpa ba-bi-bu sih</em>?” koor mereka senada.</p>
<p>Biasanya, baru pada tahap lanjut, gejala varikosel yang paling umum dan gampang dirasakan muncul ke permukaan. Misalnya rasa nyeri dan tidak nyaman yang menetap pada testis, ukuran yang ridak sama antara testis kiri dan testis kanan, serta masa infertilitas yang cukup lama. Secara fisik pun, bila diraba, bakal terasa adanya pembesaran vena yang bentuknya bagai kumpulan cacing atau spageti di bawah kulit.</p>
<p>“Penampakan” tadi bisa ditemukan di sisi kiri maupun kanan testis. Hanya saja, selama ini 85% varikosel ditemukan di sebelah kiri. Ini ada kaitannya dengan faktor anatomi pembuluh darah testis itu. Vena spermatik kiri mengalir ke vena ginjal, diapit dua arteri besar; arteri mesenterik superior (yang ke usus) dan aorta yang dan jantung. Kedua arteri ini dapat menekan vena ginjal dan menghambat aliran darah dari vena spermatik.</p>
<p>Sebaliknya pada bagian kanan, vena spermatik kanan mengalir ke vena cava (yang ke jantung), dan jarang mendapat tekanan. Itulah sebabnya mengapa sisi kiri lebih sering bermasalah. Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat, pemeriksaan sebaiknya dilakukan di rumah sakit, dengan alat yang lebih lengkap dan canggih, seperti stetoskop Doppler, venogram, maupun USG skrotal.</p>
<p>Venogram adalah prosedur pemeriksaan vena yang dilakukan di luar tubuh pasien. Pasien cukup dianastesi lokal di daerah pangkal paha, lalu dokter menyuntikkan sejenis cairan khusus yang berwarna ke vena spermatik. Cairan tersebut akan ikut aliran darah vena dan dapat dilihat oleh dokter lewat sinar-X, sehingga varikosel yang sangat kecil sekali pun akan terlihat bila memang ada.</p>
<p>Ini cara sederhana, namun akurat. Sedangkan USG (ultrasonografi) skrotal pemeriksaan dengan menggunakan pantulan ultrasound, untuk mendeteksi karakteristik suara aliran darah balik <em>(vena spermatic</em>) melalui katup pembuluh darah. Tidak perlu suntikan, tidak mengintervensi tubuh pasien, lebih nyaman dibandingkan dengan venogram, hanya tidak seakurat venogram. Hasilnya pun sangat dipengaruhi oleh ketelitian dan keahlian penguji.</p>
<p>Sampai saat ini belum ada obat yang dianggap efektif untuk menyembuhkan varikosel. Beberapa peneliti mencoba dengan antioksidan untuk meningkatkan level reaksi oksigen organ, agar bisa memperbaiki diri. Namun, pemanfaatan antioksidan masih dalam taraf percobaan, belum jadi rujukan. Ada cara lain yang dikembangkan, dengan memakai penyangga testis, seperti celana hernia, namun hanya disarankan bila varikosel masih ringan dan tidak ada infertilitas.</p>
<p>Prinsip terapi yang disepakati paling baik adalah dengan memperbaiki kembali pembuluh darah dan sirkulasinya yang mampet. Istilah medisnya, <em>varicocele repair</em>. Cara memperbaikinva, sebagian besar ahli bedah masih sepakat bahwa operasi konvensional masih merupakan pilihan terbaik.</p>
<p>Jangan takut, survei keberhasilan pascaoperasi verikosel ini cukup menggembirakan, <em>kok.</em> Sekitar 50 - 60% suami yang menderita varikosel, akhirnya bisa kembali menjadi ”lelaki sejati”, setelah menjalani operasi. Bahkan mereka rata-rata mendapatkan jabang bayi pada tahun pertama pascaoperasi. Sedangkan 75% berhasil menjadi ayah pada tahun kedua pascaoperasi.</p>
<p><strong><u>Kurangi beban vena</u></strong></p>
<ul>
<li><strong>“Tapi Dok, saya ini orangnya penakut. Jangankan dioperasi, melihat ruang bedah saja bulu kuduk langsung merinding.” </strong></li>
</ul>
<p>Jika Anda termasuk orang yang bersuara hati seperti itu, jangan dulu putus asa. Beberapa tahun belakangan ini mulai dikembangkan penanganan varikosel nonoperatif yang disebut embolisasi varikosel. Efektivitasnya hampir sama dengan operasi konvensional.</p>
<p>Embolisasi adalah teknik nonbedah yang biasa dilakukan bila varikosel belum terlalu berat, belum menyebabkan kerusakan testis, belum menimbulkan rasa nyeri dan atropi testis. Caranya dengan memasukkan sebuah kateter melalui sebuah irisan kecil dipangkal paha, untuk membendung aliran darah ke varikosel. Venografi yang dibuat dan dilihat lewat sinar-X menjadi penuntun kateter.</p>
<p>Kateter lalu digunakan untuk mendorong koil (logam) kecil ke tempat darah dibendung untuk melebarkan vena. Ini cara simpel mengurangi tekanan vena, mengurangi pembesaran dan mengembalikan sirkulasi darah normal. Pasien hanya dibius lokal, tidak kehilangan kesadaran, tidak harus rawat inap, dan bisa beraktivitas normal kembali dalam dua hari. Cuma, ya itu, biayanya lebih mahal dan tidak semua rumah sakit punya fasilitasnya.</p>
<p>Satu hal yang perlu diingat, baik mengobati dengan cara operatif maupun non-operatif, kemungkinan kambuhnya varikosel tetap ada. Walaupun persentasinya kecil dan tidak sebesar tingkat keberhasilannya.</p>
<p>Lantaran penyebab varikosel kebanyakan faktor anatomis, tidak ada cara yang benar-benar efektif untuk pencegahannya. Hanya saja, beberapa ahli menganjurkan untuk membiasakan diri mengonsumsi makanan berserat tinggi, buang air besar secara teratur, minum cukup air, dan mengurangi konsumsi alkohol serta kafein. Semuanya ditujukan untuk mengurangi beban pembuluh vena, sekaligus memperlancar metabolisme tubuh.</p>
<p><em>Makanya, jangan buru-buru memutuskan cerai jika momongan tak juga datang. Siapa tahu, biang keladinya varises tak diundang</em>. <strong>(intisari)</strong></p>
<p>sumber:http://www.kompas.com/kesehatan/news/0503/18/124710.htm</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terapi untuk Varises]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/terapi-untuk-varises/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:29:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/terapi-untuk-varises/</guid>
<description><![CDATA[Varises adalah penyakit yang dikenal sejak manusia hidup dalam posisi berdiri. Pernah diutarakan bah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Varises adalah penyakit yang dikenal sejak manusia hidup dalam posisi berdiri. Pernah diutarakan bahwa terdapat varises pada mumi Mesir dari tahun 1580 sebelum Masehi.</p>
<p>Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang berkelok-kelok dan katup yang terdapat dalam vena tidak berfungsi lagi. Bila hanya melebar saja, tidak disebut varises tetapi venektasi.</p>
<p>Penyebab sesungguhnya dari pelebaran suatu vena belum diketahui. Di antara faktor resiko terhadap varises, kehamilan merupakan faktor pertama, karena tekanan dalam perut yang meninggi atau tekanan langsung pada vena dalam panggul akan menyebabkan aliran vena dari tungkai akan terganggu. Tekanan vena akan meninggi, volume darah akan bertambah, sehingga vena akan melebar. Sebagian besarakan mengecil lagi setelah melahirkan. Pada kehamilan yang berulang-ulang, satu waktu tekanan dalam vena dapat melebihi kekuatan elastisitas dindingnya dan terbentuk varises.</p>
<p>Selain itu vaktor keturunan juga memegang peranan, biasanyaberupa dinding vena yang tipis atau tidak terbentuknya katup. Faktor lain adalah berat badan yang berlebihan dan faktor peradangan. Usia lanjut dan pekerjaan tertentu yang kurang gerakan seperti pekerjaan administrasi atau guru juga merupakan faktor yang mempermudah terjadinya varises.</p>
<p>Perawatan varises dimaksudkan untuk menghilangkan akibat dari katup yang tidak berfungsi. Para ahli berpendapat setiap kasus varises harus dirawat dengan pendekatan yang berbeda, mengingat banyaknya bentuk manifestasi kelainan aliran vena yang disebabkan oleh tidak berfungsinya katup di dalamnya.</p>
<p>Ada 3 cara yang dapat diterapkan sendiri-sendiri ataupun bersamaan, yaitu:<br />
1. Tanpa pembedahan 2. Dengan pembedahan 3. Dengan suntikan sklerotik</p>
<p>Perawatan tanpa pembedahan memakai balutan elastik dari ujung kaki sampai paha dengan maksud memberikan penekanan yang merata untuk membantu aliran darah vena. Hasilnya kan tambah baik bila banyak berjalan. Terutama pada varises waktu hamil, cara ini paling baik. Pemakaian kaos kaki elastik akan memberikan penekanan yang merata dan mudah diganti.</p>
<p>Pembedahan pada varises terdiri dari pengikatan dan pemotongan vena yang mengalami varises. Mobilisasi dan berjalan tanpa menekuk lutut dimulai sehari setelah operasi. Pada varises dengan koreng, tindakan pembedahan lebih baik dari tanpa pembedahan.</p>
<p>Penyuntikan bahan sklerotik dianjurkan bila tidak mau operasi atau bila varisesnya sedikit.Bahan suntikan yan dipakai akan membuat vena yang bersangkutan teroblitrasi. Suntikan pada varisesdilakukan tidak lebih dari enam tempat pada sekali perawatan. Yang perlu diingat adalah tidak pada semua varises dapat dilakukan penyuntikan obat sklerotik.</p>
<p>sumber:http://www.eramuslim.com/konsultasi/sht/6309172807-obatterapi-varises.htm</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khawatir Varises]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/khawatir-varises/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:28:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/khawatir-varises/</guid>
<description><![CDATA[Varises ditandai oleh pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang sering tampak berkelok-kelok dan se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Varises ditandai oleh pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang sering tampak berkelok-kelok dan seperti teranyam di jaringan bawah kulit. Varises bisa terjadi pada vena-vena di daerah lambung, tungkai dan di beberapa organ tubuh yang lain. Tulisan kali ini akan membahas tentang varises pada vena tungkai bawah yang selanjutnya akan ditulis varises saja, permasalahan dan penanganannya.<br />
<span class="fullpost"></p>
<p align="justify">Secara medis, varises dianggap tidak terlalu penting dan jarang memerlukan penanganan. Ini disebabkan karena varises terjadi pada hampir sepertiga orang dewasa dan hanya sedikit yang menimbulkan masalah yang serius. Akan tetapi, secara kosmetik keadaan ini cukup mengganggu dan bisa mengurangi rasa percaya diri. Apalagi beberapa survei telah membuktikan bahwa keindahan kaki adalah salah satu yang menjadi perhatian lawan jenis. Kejadian varises cenderung meningkat seriring usia dan pada saat kehamilan. Beberapa sumber menyebutkan kemungkinan adanya peranan faktor keturunan atau keluarga.</p>
<p>Pada kebanyakan orang juga sering ditemukan <em>telangiectasis</em>, yaitu vena kecil berwarna biru kegelapan seperti vena yang pecah atau laba laba kecil. Keadaan ini tidak sama dengan varises meskipun sering terjadi bersamaan dengan varises. Ini hanya menggangu secara kosmetik dan tidak mengakibatkan gangguan secara medis.</p>
<p>Selain masalah kosmetik, varises ditandai oleh beberapa keluhan. Yang paling sering adalah perasaan tidak nyaman pada tungkai seperti agak gatal, terasa berat dan pegal. Keluhan ini biasanya bertambah berat setelah berdiri lama, berjalan dan pada akhir aktivitas atau sore hari. Keluhan ini bisa dikurangi dengan mengangkat tungkai bawah atau menggunakan stocking khusus saat beraktifitas. Pada pasien yang gemuk, penurunan berat badan juga sering membantu mengurangi gejala.</p>
<p>Pada keadaan yang lebih berat, varises bisa ditandai oleh pembengkakan pada tungkai bawah. Peradangan vena (<em>phlebitis</em>) yang melewati lutut dapat menimbulkan penyumbatan vena yang letaknya lebih di dalam (<em>deep vein thrombosis</em>) dan bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Untuk mengobati peradangan tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik, karena penyebabnya bukanlah infeksi kuman. Pengobatan biasanya terbatas pada penggunaan anti radang dan penghilang rasa nyeri. Pada kasus yang berat gejala bisa disertai perdarahan, perubahan kulit dan ulkus atau luka akibat tekanan vena yang tinggi. Pengobatannya bisa berupa operasi secara konvensional, menggunakan laser dan <em>sclerotherapy</em>. Metode yang terakhir biasanya lebih efektif untuk varises yang lebih kecil. <em>Sclerotherapy</em> biasanya dikerjakan melalui penyuntikan <em>sclerosant</em> ke daerah vena untuk mengurangi varises disertai dengan penekanan, pembebatan atau penggunaan pakaian yang ketat. Beberapa penelitian menunjukkan kekambuhan varises yang sering terjadi setelah lima tahun pengobatan dengan metode ini.</p>
<p>Mengenali jenis pekerjaan anda, apakah melibatkan aktivitas dengan berdiri yang lama merupakan pencegahan yang cukup efektif. Tips kesehatan secara umum yang bisa mecegah terjadinya varises dan memberatnya varises yang sudah ada adalah dengan menjaga berat badan ideal, olahraga yang teratur, menghindari konstipasi (membiasakan buang air besar tiap pagi dan teratur mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan), dan meghindari pemakain sepatu dengan hak tinggi.<br />
Semoga bermanfaat dan tetap sehat di tempat kerja.</p>
<p align="left">Referensi:<br />
1. Campbell B, Varicose veins and their management. BMJ 2006;333;287-292<br />
2. Chengelis DL, Bendick PJ, Glover JL, Brown OW, Ranval TJ. Progression of superficial venous thrombosis to deep vein thrombosis. J Vasc Surg 1996;24:745-9.<br />
3. The Australasian College of Phlebology. Varicose veins. [cited: 9 November 2007] Available from: <a href="http://www.phlebology.com.au/forms/selmenu.aspx?selmenu=5">http://www.phlebology.com.au/forms/selmenu.aspx?selmenu=5</a><br />
Sumber gambar: Campbell, 2006.</p>
<p align="left"> </p>
<p align="left">sumber lain: http://adywirawan.blogspot.com/2007/11/khawatir-dengan-varises.html</p>
<p align="left"> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Varises]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/varises/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:25:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/varises/</guid>
<description><![CDATA[Pada prinsipnya yang dimaksud dengan varises adalah pelebaran pembuluh darah balik ( vena ) yang aki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">Pada prinsipnya yang dimaksud dengan varises adalah pelebaran pembuluh darah</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">balik ( vena ) yang akibat bendungan atau pun berkurangnya tonus otot dan</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">lemahnya katup dalam vena. Penyebabnya dapat akibat bendungan misalnya</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">varises pada ibu hamil, varises esofagus ( saluran makanan sebelum lambung ) </font></font><font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">dan yang sering juga adalah varises di daerah pembuluh darah sekitar anus</font></font>  <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">wasir ). Kalau yang disebabkan tekanan/bendungan dapat hilang atau</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">berkurang setelah bendungan itu hilang. Pada ibu hamil selain tekanan rahim</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">diperkirakan ada faktor hormonal juga. Apabila masih ringan varises di kaki</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">dapat dihilangkan dengan memperbaiki tonus otot pembuluh darah dan tonus</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">otot rangka disekitarnya, misalnya dengan berolah raga dan kalau wanita</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">dapat dengan menggunakan medical stockings. Apabila telah parah dan </font></font><font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">mengakibatkan gangguan misalnya nyeri dan lain2 maka memerlukan tindakan</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">yang bersifat invasif. Yang cukup berbahaya adalah varises esofagus karena</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">umumnya akibat penyakit hati yang berat (sirosis ) dan dapat mengakibatkan</font></font><br />
<font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">muntah darah. Mungkin bapak dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mencari</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">penyebab dan penanggulangannya. Sebab pada prinsipnya jarang sebagai</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">penyakit yang berdiri sendiri walaupun sering penyakit primernya ringan</font></font> <font face="Arial,Helvetica"><font size="-1">saja. Kecuali memang dari sananya ada kelemahan tomus otot.</font></font></p>
<p>sumber:http://www.geocities.com/Vienna/Strasse/2994/varises.html</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Varises Mengancam Jiwa]]></title>
<link>http://racik.wordpress.com/2007/11/23/varises-mengancam-jiwa/</link>
<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 18:23:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>racik</dc:creator>
<guid>http://racik.id.wordpress.com/2007/11/23/varises-mengancam-jiwa/</guid>
<description><![CDATA[Varises biasanya menyerang kaum ibu yang melahirkan dan terjadi di kaki. Namun gangguan pada pembulu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><tt>Varises biasanya menyerang kaum ibu yang melahirkan dan terjadi di kaki. Namun gangguan pada pembuluh darah vena ini ternyata bisa juga terjadi di "kutub selatan" alias anus. Bahkan bila fungsi hati terganggu, bisa pula muncul di tenggorokan. Kalau yang terakhir ini terjadi, bisa jadi nyawa taruhannya. Namun jangan khawatir, ada cara menanggulanginya</tt>.</p>
<p><em><font face="Arial" size="5">A</font></em><font face="Arial">pakah betis Anda sering terasa sakit untuk berjalan? Apakah timbul tonjolan-tonjolan berkelok-kelok berwarna kebiru-biruan pada lapisan atas kulit betis Anda? Bila demikian, mungkin Anda menderita vena varikosa alias varises.</font></p>
<p><font face="Arial">Banyak pendapat, varises kaki - yang banyak menyerang kaum wanita - timbul akibat melahirkan anak. Dengan kata lain, wanita yang melahirkan berisiko tinggi terkena varises. Pendapat tersebut ada benarnya. "Tapi itu tergantung dari bakat seseorang," kata dr. Zainal Udin, ahli penyakit dalam yang juga wakil direktur bagian medis RSAL Mintohardjo, Jakarta. "Kalau tonus pembuluh balik vena si wanita lemah, tentu ia lebih mudah terkena." Varises kaki memang berhubungan erat dengan kelemahan-kelemahan struktural tonus otot pembuluh balik atau vena.</font></p>
<p><font face="Arial">Pada dasarnya vena tidak mempunyai cukup kekuatan untuk mendorong darah kembali ke peredaran. Bila dilihat dari perjalanannya, darah keluar dari jantung melalui nadi, menyembur keras dengan debit sekitar 1,5 galon/menit, dibantu oleh tarikan gaya gravitasi serta kemampuan jantung memompa darah. Namun, perjalanannya kembali melalui vena lebih berat karena arah alirannnya ke atas, yaitu dari kaki kembali ke jantung.</font></p>
<p><font face="Arial">Kalau pada pembuluh-pembuluh darah lain, pengembalian darah dibantu oleh otot putih atau otot polos yang terkontraksi, pada vena tidak demikian. Untuk membantu darah bergerak ke atas, vena dilengkapi katup-katup satu arah. Katup itu terbuka untuk membiarkan darah mengalir, kemudian katup menutup kembali setelah darah melaluinya.</font></p>
<p><font face="Arial">Namun, kalau tonus otot di sekitar pembuluh vena yang berfungsi sebagai pompa untuk mengembalikan darah dari jaringan tubuh ke bilik jantung kanan tadi kurang kekuatannya atau lemah, maka terjadilah stasis (aliran darah terhenti) dan darah cenderung berkumpul di dasar vena, sehingga vena melebar. Akibatnya, timbul pengendapan-pengendapan (tromboplebitis) darah pada pembuluh vena yang kemudian membentuk tonjolan-tonjolan besar berkelok-kelok berwarna kebiru-biruan, yang kemudian kita kenal sebagai varises. Tonjolan-tonjolan tersebut berada pada lapisan atas kulit atau epidermis.</font></p>
<p><font face="Arial">Pada saat seorang ibu melahirkan bayi, tekanan dari perut begitu besar sehingga bisa menghambat pembuluh-pembuluh yang berada di bawah. Padahal, pada usia kandungan 7 - 9 bulan, tubuh mengeluarkan suatu hormon yang berfungsi melunakkan jaringan di sekitar vagina agar cukup elastis untuk mengeluarkan sang bayi. Celakanya, hormon yang berguna bagi elastisitas vagina ini malah sering kali melemahkan tonus kaki. Inilah yang kemudian menjadi biang keladi munculnya varises pada kaki.</font></p>
<p><font face="Arial">Varises kaki juga sering dihubungkan dengan orang yang banyak bekerja sambil berdiri. Selagi orang berdiri, sekali lagi ada unsur gravitasi yang menyebabkan tonus harus bekerja keras untuk mengembalikan darah ke atas. Inilah yang kemudian menimbulkan varises.<br />
</font></p>
<p><strong><font face="Arial">Bisa sembuh asal belum parah</font></strong></p>
<p><font face="Arial">Pada pria varises kaki jarang terjadi karena kondisi otot tonus pria secara alami lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Bila dibandingkan dengan pria, wanita berpeluang lima kali lebih besar.</font></p>
<p><font face="Arial">Varises kaki terasa berat bila sampai terjadi klaudiklasi atau terasa nyeri, tegang, sering mengalami kram kaki, dan terasa lemah saat berjalan. Kalau sudah begini, terapi mesti segera dilakukan. Biasanya, dengan memberi obat yang bersifat menutup pembuluh vena yang tidak sehat lagi, kemudian aliran dialihkan ke pembuluh yang masih sehat. Atau, dengan penyuntikan ke daerah varises (skleroterapi) dengan tujuan sama. Dokter memasukkan cairan yang mengiritasi vena sehinga vena menciut dan akhirnya lenyap.</font></p>
<p><font face="Arial">Bagi yang sudah parah, penyembuhannya dilakukan dengan pembedahan oleh ahli bedah jantung pembuluh. Untuk vena-vena yang besar, bisa dibutuhkan dua-tiga kali suntikan. Pembuluh vena yang mampet dan rusak ditarik dengan kawat dan dibuang. Kemudian ditutup lagi dengan otot baru, yang akan membantu kelancaran peredaran darah ke jantung. Kaki mempunyai ribuan vena yang berkaitan satu dengan yang lain. Bila beberapa vena yang rusak dibuang, tidak akan mempengaruhi fungsinya.</font></p>
<p><font face="Arial">"Sebenarnya varises kaki dapat dicegah bila sejak kecil dibiasakan berolahraga dan makan makanan cukup bergizi," kata dr. Zainal. Wanita berbakat varises bisa diteliti sebelumnya. Bila pada lapisan atas kulit betis tampak garis-garis pembuluh vena yang lurus atau bercabang-cabang berwarna kebiruan, berarti </font></p>
<p><font face="Arial">ia mempunyai bakat varises. Untuk mengatasinya tentu dengan olahraga secara teratur atau ditanggulangi dengan suntikan. Selain itu, berat badan seimbang hendaknya dipertahankan, mengingat wanita gemuk cenderung lebih mudah terkena varises karena beban tubuh yang berat. Hendaknya juga tidak terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi. Pengenaan sepatu macam ini mengakibatkan beban kaki menjadi lebih berat dibandingkan dengan sepatu bertumit rendah. Sebaiknya hindariduduk lama sambil menyilangkan kaki, sebab aliran darah akan terhambat. Latihan menaikkan kaki secara teratur perlu dilakukan, untuk membantu vena-vena agar tidak bekerja terlalu berat.</font></p>
<p><font face="Arial">Bagi yang sudah menderita varises, menurut seorang ahli varises Mitchel P. Goldman M.D. dari AS, hendaknya menjauhi pemakaian celana panjang atau ikat pinggang terlalu ketat dan kaku yang bisa menjepit vena antara jantung dan kaki. Dianjurkan mengenakan kaus kaki elastis pembungkus varises sesuai petunjuk dokter. Tindakan ini memberikan tekanan tertentu untuk mencegah vena yang telah tertutup setelah pengobatan terbuka lagi. Goldman juga mengingatkan untuk tidak sekali-kali merawat varises dengan air hangat atau mandi sauna. Panas akan semakin melebarkan vena sehingga semakin mengurangi tekanan aliran darah ke atas.</font></p>
<p><font face="Arial">Dr. Zainal Udin menambahkan, varises kaki membutuhkan perhatian besar agar vena tidak membengkak yang akan mengakibatkan pengendapan darah. Bila endapan ini sampai terbawa, bisa menyumbat pembuluh pada organ lain seperti ginjal, hati, lambung, dll. "Semakin banyak tonjolan varises yang timbul, semakin membutuhkan perhatian. Namun varises kaki sebagian besar dapat disembuhkan asalkan belum parah keadaannya."</font></p>
<p><font face="Arial">Perlu dibedakan antara tonjolan pembuluh darah pada penderita varises dan tonjolan pembuluh darah pada para olahragawan atau tenaga kerja kasar. Pada kedua orang yang disebut terakhir itu yang terjadi bukannya varises, melainkan akibat otot-otot yang menguat.<br />
</font></p>
<p><strong><font face="Arial">Bisa di anus atau esofagus</font></strong></p>
<p><font face="Arial">Barangkali yang tidak pernah disangka banyak orang, varises ternyata tidak hanya bisa terjadi pada jaringan epidermis kulit kaki, tapi bisa pula timbul pada jaringan mukosa (selaput lendir). Wasir atau hemorrhoid, yang dibedakan atas wasir interna dan eksterna, misalnya, merupakan salah satu contoh lain dari bentuk varises. Varises ini terjadi pada anus, yakni berupa pelebaran pembuluh darah balik di bagian luar "kutub selatan" itu.</font></p>
<p><font face="Arial">Contoh lain yang lebih serius adalah varises esofagus (saluran makanan atas atau tenggorokan) yang hampir selalu dihubungkan dengan gangguan fungsi hati (lever). Di sini, bendungan aliran darah tidak ditimbulkan oleh tonus sekitar esofagus, tapi akibat terjadinya gangguan sirkulasi masuknya darah ke hati.</font></p>
<p><font face="Arial">Pada sel-sel hati terdapat saluran interseluler yang mampu menyaring darah yang mengalir ke situ. Pada hati yang kurang berfungsi baik atau rusak timbul jaringan-jaringan ikat yang mengganggu saluran tersebut. Saluran menjadi macet atau buntu. Akibatnya, aliran darah melalui hati tidak lancar dan pembuluh vena melebar, membesar berkelok-kelok. Pembendungan di hati ini seolah-olah seperti saluran air yang buntu. Maka terbentuklah tonjolan-tonjolan pembuluh vena di esofagus, bahkan ada kalanya sampai ke lambung.</font></p>
<p><font face="Arial">Otot-otot polos pada esofagus yang biasanya dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang terjadi seolah tidak berfungsi lagi. Hal yang dikhawatirkan apabila terjadi pengendapan (tromboplebitis) atau penyumbatan pembuluh darah embolus (emboli) sampai ke organ-organ tubuh lain. Lebih berbahaya lagi kalau sampai pembuluh pecah dan terjadi perdarahan (muntah darah berwarna merah kehitaman seperti kulit anggur).</font></p>
<p><font face="Arial">Biasanya jiwa sulit tertolong kalau sampai terjadi aspecia (darah masuk ke saluran napas), atau terjadi hipocolemic shock (kekurangan darah dan cairan). Pertolongan pertama yang dilakukan adalah segera menyedot darah keluar dengan alat khusus. Kemudian dengan alat endoskopi (deteksi dengan selang serat optik melalui tenggorokan, ke lambung dan usus duabelas jari) dapat dicari daerah terjadinya perdarahan. Kemudian dengan diberi suntikan obat khusus (a.l. Vasopressin, Somatostatin, b-Blocker), pembuluh yang pecah dapat diatasi.</font></p>
<p><font face="Arial">Pengobatan dengan bantuan endoskopi ini tidak cukup dilakukan sekali, tapi harus diulang 5 - 7 hari kemudian. Selanjutnya, pengontrolan dengan endoskopi dilakukan setiap 1 - 2 minggu, lalu setiap enam bulan, sampai perdarahan betul-betul dapat ditanggulangi.</font></p>
<p><font face="Arial">Menurut para ahli bagian endoskopi pencernaan Klinik Mayo, Minnesota, AS, perdarahan dialami oleh 10 - 20% penderita varises esofagus per tahun. Lebih dari 70% penderita kambuh kembali dalam dua tahun bila tidak rutin dikontrol. Namun, dengan semakin canggihnya alat endoskopi, 60- 85% penderita perdarahan bisa tertolong.</font></p>
<p><font face="Arial">Mengingat akibat yang ditimbulkan varises esofagus sangat mengerikan, setiap penderita gangguan hati (terutama sirosis hati) disarankan untuk dirawat dengan baik agar penciutan atau pembengkakan hati tidak semakin parah dan komplikasi bisa dicegah. Selain itu konsumsi makanan perlu diperhatikan untuk menunjang pemulihan fungsi hati.</font></p>
<p><font face="Arial">Diet penderita varises antara lain terdiri atas makanan rendah lemak, karbohidrat yang dihaluskan, serta dianjurkan banyak makan ikan serta buah segar dan sayuran. Hendaknya dihindari mengkonsumsi daging berprotein tinggi, makanan kalengan, keju, dan makanan gorengan. Merokok dan meminum minuman beralkohol sebaiknya juga dihentikan.</font></p>
<p><font face="Arial">Di luar itu dianjurkan untuk disiplin dalam mengkonsumsi suplemen vitamin dan obat-obatan yang dianjurkan dokter. Yang tak kalah penting, berolahraga dan beristirahat dalam takaran yang cukup. <strong>(Nanny Selamihardja)</strong></font></p>
<p>sumber :http://www.indomedia.com/intisari/1997/oktober/varises.htm</p>
<p><font face="Arial"></font></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
