<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>untuk-kita-renungkan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/untuk-kita-renungkan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "untuk-kita-renungkan"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 18:10:07 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[JadI MilYArDer]]></title>
<link>http://dinginlebihnikmat.wordpress.com/?p=72</link>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:44:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ka Ros</dc:creator>
<guid>http://dinginlebihnikmat.id.wordpress.com/2008/10/13/jadi-milyarder/</guid>
<description><![CDATA[Dear Friend,
 
Seperti seekor lebah pada waktu dia mencari madu, tanpa disadari ketika ia sampai di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dear Friend,</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Seperti seekor lebah pada waktu dia mencari madu, tanpa disadari ketika ia sampai di bunga, </span></div>
<div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#38; kemudian bunga tadi diambil madunya, lebah tadi menyebarkan serbuk sari dari bunga2 tadi, </span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">yang membuat bunga2 tadi menjadi buah.</span></div>
<div style="margin:0;"> </div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Demikian juga orang yang kaya yang mencerahkan, tujuan utamanya persis seperti lebah yaitu </span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mencari sari madunya. Efek sampingnya ternyata ia membuat kebun buah yang begitu indahnya.</span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Orang yang kaya juga mau mencari kekayaan, tujuannya adalah <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">mencari uang</span>. </span></div>
<div style="margin:0;"> </div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dalam waktu mencari uang, ternyata ia mencerahkan dan membuat dunia ini menjadi lebih baik, </span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">membuat orang lain menjadi bersemangat, membuat orang lain jadi lebih kaya, </span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">membuat orang lain hidupnya jadi lebih indah, lebih sehat, lebih bahagia.</p>
<p></span></p>
<div style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Prinsip 1: Orang kaya yang mencerahkan selalu mempunyai Nilai Tambah.</span></strong></div>
<div style="margin:0;"> </div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="FI">Apa maksudnya Nilai Tambah? Maksudnya begini:</span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="FI">ketika anda hidup, hidup adalah nilai tambah.</span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standard.<br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. </span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah nilai standard.</span></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></p>
<div style="margin:0;">
Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah dibanding orang lain.</div>
<div style="margin:0;">Kita harus membuat nilai tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada.</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></p>
<div style="margin:0;">
Jaman dahulu pada saat nabi abraham/ ibrahim, pada waktu ia membuat nilai tambah sedemikian</div>
<div style="margin:0;">sehingga satu gandum menjadi 2 gandum, 2 domba menjadi puluhan bahkan ratusan domba,</div>
<div style="margin:0;">demikianlah ia membuat dari tidak ada menjadi ada.</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></p>
<div style="margin:0;">
Nah, orang-orang yang kaya tahu bahwa ia mempunyai nilai tambah dalam hidup ini:</div>
<div style="margin:0;">ia membuat service yang bagus dalam bengkelnya, membuat harganya lebih murah sedemikian</div>
<div style="margin:0;">sehingga orang mendapatkan keuntungan saat datang ketempat dia,</div>
<div style="margin:0;">atau rumah makan dengan rasa yang enak, bergizi, dan sehat.</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></p>
<div style="margin:0;">
Apapun didalam hidup ini, kita harus membuat nilai tambah.</div>
<div style="margin:0;">Dan ketika ada nilai tambah, kita akan jadi kaya.<br />
Seperti definisi uang itu sendiri, uang adalah alat tukar nilai tambah.</div>
<div style="margin:0;"> </div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ketika kita mau dapatkan uang yang banyak, kita harus selalu tanya: “Apa Nilai Tambah Kita?”</p>
<p></span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ketika kita berhasil membuat nilai tambah yang lebih banyak dari orang lain, maka uang akan mengejar kita.</span></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></p>
<div style="margin:0;">
Contoh, seperti saya pribadi Tung Desem Waringin meluncurkan buku saya Financial Revolution,</div>
<div style="margin:0;">saya buat nilai tambah. Ketika saya percaya dalam hidup ini adalah membuat nilai tambah dan</div>
<div style="margin:0;">uang adalah alat tukar nilai tambah, saya membuat buku Financial Revolution saya mempunyai nilai tambah:</div>
<div style="margin:0;">selain materinya bagus, juga ada 2 cd audio tambahan yang tidak ada di buku yang lain di seluruh dunia.</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></p>
<div style="margin:0;">
2 cd audio, satu adalah CD Financial Revolution, dan yang kedua adalah CD Sales Magic,</div>
<div style="margin:0;">Bagaimana Menjual Sepotong Roti Tawar dg Harga 300 Juta, dan Orang Masih Berebut.</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></p>
<div style="margin:0;">
CD audionya bisa saya jual, tapi tidak saya lakukan. Saya tambahkan secara gratis dalam bukunya,</div>
<div style="margin:0;">dan itu membuat buku saya Best Seller rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) karena saya fokus pada satu hal.</div>
<div style="margin:0;"> </div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ketika saya membuat nilai tambah tanpa merugikan saya, dengan setulus hati saya berikan 2 cd audio tadi, </span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">mendadak buku saya laku 10.511 buku hanya di hari pertama secara Eceran.</span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Kembali lagi, apabila kita ingin kaya, selalu tanya ‘Apa Nilai Tambah Saya?’.</span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Demikian Prinsip 1 Milyarder Yang mencerahkan, dan Jadilah Milyarder Yang mencerahkan!</span></div>
<div style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sumber: Tung Desem Waringin</span></div>
<p></span></span></span></span></span></span></span></div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Global Warmning]]></title>
<link>http://dinginlebihnikmat.wordpress.com/?p=24</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 09:31:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ka Ros</dc:creator>
<guid>http://dinginlebihnikmat.id.wordpress.com/2008/09/24/global-warmning/</guid>
<description><![CDATA[Read This Fact!!


Laut Arktik dikenali sebagai samudera es. Sejak tahun 1980, samudera es yang terl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Read This Fact!!</strong></span></span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;color:#092b1a;"><span style="font-family:Times New Roman;">Laut Arktik dikenali sebagai samudera es. Sejak tahun 1980, samudera es yang terletak di wilayah Eropa telah mencair antara 20-30 persen.</span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;color:#092b1a;">Pegunungan Alpens yang tadinya sebagian besar diselubungi salju mengalami kemerosotan deposit salju yang parah. </span><span style="font-size:11pt;color:#092b1a;">Delapan dari sembilan area gletser/<em>glacier</em> menunjukkan derajat kerusakan yang signifikan dan dalam kurun waktu satu abad sudah kehilangan sepertiga dari wilayah es.</span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;color:#092b1a;"><span style="font-family:Times New Roman;">Puncak Jaya, Papua, satu-satunya daerah pegunungan tinggi di Indonesia yang memiliki salju., pada tahun 1972 masih memperlihatkan puncak gunung yang hampir seluruhnya diselimuti salju, sekarang puncak gunung itu hanyalah berisi bebatuan dan pepohonan belaka. </span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bahkan diperkirakan Tahun 2040 lapisan es kutub-kutub bumi akan meninggi, <strong>menghapus garis pantai </strong>dan bikin <strong>penduduk di pesisir terpaksa mengungsi.</strong> Dan <strong><span> </span>ribuan pulau rendah di seluruh dunia dipastikan tenggelam!!</strong> </span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Saat ini, 24 pulau di Indonesia dan beberapa pulau di Kepulauan Seribu sudah hilang tenggelam. Hilang dari perpetaan</span></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#000000;">Pencairan es adalah "harga mahal" yang harus dibayar manusia akibat pemanasan global</span></strong><span style="font-size:11pt;color:#000000;">. </span><span style="font-size:11pt;color:#000000;">Suhu bumi meningkat 0,15-0,3 derajat celcius per tahun, kalau terus naik sampai 2 derajat, es di kutub utara dan selatan akan mencair lebih cepat lagi. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Wuuiihhh......Apa yang musti kita lakukan????</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;" lang="IT">Berbagai upaya kampanye untuk mengatasi global warming makin gencar dilakukan. Misalnya artis berbakat, </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><a title="Lihat Biografi Bunga Citra Lestari" href="http://selebriti.kapanlagi.com/bunga_citra_lestari"><strong><span style="color:#1161be;">Bunga Citra Lestari</span></strong></a></span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> <span lang="IT">yang mencoba menggugah kesadaran soal <em>global warming</em>. dan mengkampanyekan agar perilaku kita sehari-hari yang menimbulkan efek buruk terhadap lingkungan dirubah, seperti gunakan air dan listrik seperlunya, jangan membeli dan menggunakan bahan-bahan yang tidak bisa dicerna tanah, dan tanam tanaman.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT">Musisi dan pelaku bisnis Setiawan Djody juga berkampanye lewat album baru "Opera Raksasa Biru" yang berisikan sebuah pesan "Warning! Global Warming". Selain album, Djody juga berniat melanjutkan kampanyenya lewat sebuah buku yang akan menjelaskan tentang dampak pemanasan global serta video yang akan berisi tentang "bagaimana sekarang orang Eskimo mencari ikan salmon di padang pasir". </span>(Halah…jadi promosiin dia dech…)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">WWF-Indonesia yang merupakan <em>Non Government Organization(NGO)</em>/ LSM yang berfokus pada lingkungan hidup juga melakukan kampanye sejak 2007 dan menggelar sejumlah aktivitas </span><span style="font-size:11pt;">di beberapa mal di Jakarta, WWF ingin memberikan informasi dan persuasi kepada masyarakat bahwa pemanasan global terjadi karena ulah manusia, dan saat ini sudah saatnya kita memikirkan pola hidup sehat dan lestari. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Buanyagh buangeth cara kampanye yang dilakukan tentang global warming….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sampai2 harian ekonomi terkemuka di INDONESIA juga bikin kampanye tentang global warming ini dengan menggelar lomba iklan cetak layanan masyarakat GAGAS AWARD 2008, yang mengangkat tema “Saatnya mengurangi Penggunaan Kantong Plastik”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;">Para Insan kreatif diajak buat menyerukan </span><strong><span style="color:#555544;"><span style="font-size:small;">“Kurangi penggunaan kantong plastik. SEKARANG!” </span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:#555544;"><span style="font-size:small;">J</span></span></strong><span style="font-size:11pt;">urinya gak main2 lho…mereka udah <em>gape</em> banget di bidang iklan dan media cetak, antara lain:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">1. Ahmad Djauhar, Pemimpin Redaksi <em>Bisnis Indonesia</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">2. Amrie Z Noor, Chairman MAD Communication</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">3. Budiman Hakim, Executive Creative Director Macs909</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">4. Narga Shakri Habib, Chairman Cabe Rawit Group/Ketua Umum PPPI</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">5. Triawan Munaf, Chairman/Creative Advisor Euro RSCG AdWork!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hadiahnya??? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Gila maannn…..bisa buat beli laptop paling canggih!!!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tapi terlepas dari tantangan mendapat pengakuan dari dewan juri yang aje gile atopun tergiur hadiah uang tunai puluhan juta, cobalah para insan kreatif luruskan niat untuk mengikuti Gagas Award ini sebagai panggilan hati untuk mengajak masyarakat mengatasi <em>global warming</em> yang makin menggila.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 12pt;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">So…kawanku semua….jangan pernah menyerah untuk terus berkampanye atau mendengarkan kampanye tentang <em>global warming</em> ini, apapun bentuk kampanye-nya, nyooookkk kita sama-sama merubah kebiasana hidup untuk mengatasi <em>global warming</em> ini. </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Insya Allah akan ada efek positif kalo kampanye itu gak cuma didenger aja tapi juga diresapi dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dia datang]]></title>
<link>http://kangtatoo.wordpress.com/?p=18</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 15:35:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>kangtatoo</dc:creator>
<guid>http://kangtatoo.id.wordpress.com/2008/09/02/dia-datang/</guid>
<description><![CDATA[kini dia datang&#8230;..
dengan senyuman manis tersungging&#8230;
tetapi aku tak tahu apa arti senyu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>kini dia datang.....</p>
<p>dengan senyuman manis tersungging...</p>
<p>tetapi aku tak tahu apa arti senyuman itu...</p>
<p>bahagia atau luka.....?</p>
<p>dia datang dengan dendang</p>
<p>lagu-lagu untuk kita dengarkan</p>
<p>seperti semilir angin yang dingin....</p>
<p>tetapi kenapa lagu itu tak berirama</p>
<p>dia kini datang seperti waktu sebelumnya...</p>
<p>dengan berbagai berita dan cerita...</p>
<p>seperti ukiran sejarah kehidupan</p>
<p>tetapi kenapa beritanya tak aku mengerti...</p>
<p>dia datang dan kemudian pergi</p>
<p>sambil tersenyum dan berlalu</p>
<p>ia berkata.....</p>
<p>aku datang dan pergi atas ingin mu....</p>
<p>jadi jangan kau tanyakan kenapa aku datang dan pergi...</p>
<p>lalu kemudian aku hanya tersadar tanpa berkata.....</p>
<p> </p>
<p>Cipanas, 02 september 2008</p>
<p>tatoo</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[100 LANGKAH MENUJU KESEMPURNAAN IMAN]]></title>
<link>http://barartrwnet.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 23:05:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>barartrwnet</dc:creator>
<guid>http://barartrwnet.id.wordpress.com/2008/07/07/100-langkah-menuju-kesempurnaan-iman/</guid>
<description><![CDATA[1. Bersyukur apabila mendapat nikmat. 
2. Sabar apabila mendapat kesulitan 
3. Tawakal bila mempunya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left:72pt;"><span>1. </span><span>Bersyukur apabila mendapat nikmat. </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>2. </span><span>Sabar apabila mendapat kesulitan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>3. </span><span>Tawakal bila mempunyai rencana /program </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>4. </span><span>Ikhlas dalam semua perbuatan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>5. </span><span>Jangan biarkan hati larut dalam kesedihan. </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>6. </span><span>Jangan menyesal atas suatu kegagalan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>7. </span><span>Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>8. </span><span>Jangan usil dengan kekayaan orang </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>9. </span><span>Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>10. </span><span>Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>11. </span><span>Jangan Tamak terhadap harta </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>12. </span><span>Jangan ambisius akan sesuatu kedudukan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>13. </span><span>Jangan hancur karena kedzaliman </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>14. </span><span>Jangan goyah karena fitnah </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>15. </span><span>Jangan berkeinginan terlalu tinggi melebihi kemampuan diri </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>16. </span><span>Jangan campuri harta dengan harta yang haram </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>17. </span><span>Jangan sakiti Ayah dan Ibu </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>18. </span><span>Jangan usir orang yang meminta-minta </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>19. </span><span>Jangan sakiti fakir miskin dan anak yatim </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>20. </span><span>Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>21. </span><span>Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>22. </span><span>Banyak-banyaklah berkunjung kerumah Allah( Masjid) </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>23. </span><span>Lakukan sholat dengan ikhlas dan Khusyu </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>24. </span><span>Lakukan Shalat fardhu diawal waktu, berjamaah dan di Masjid </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>25. </span><span>Biasakan sholat malam </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>26. </span><span>Perbanyak Dzikir dan Do'a kepada Allah </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>27. </span><span>Lakukan Sholat Wajib dan Puasa Sunnah </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>28. </span><span>Lakukan Puasa Wajib dan Puasa Sunnah </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>29. </span><span>Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>30. </span><span>Jangan marah berlebih -lebihan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>31. </span><span>Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>32. </span><span>Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>33. </span><span>Berlatihlah untuk mengkonsentrasikan pikiran </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>34. </span><span>Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi. </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>35. </span><span>Jangan mempunyai musuh , kecuali dengan iblis dan syetan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>36. </span><span>Jangan percaya ramalan manusia </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>37. </span><span>Jangan terlampau takut miskin </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>38. </span><span>Hormatilah setiap orang meski terhadap orang yang paling tidak kau suka sekalipun </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>39. </span><span>Jangan terlampau takut kepada manusia </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>40. </span><span>Jangan sombong , takabur dan besar kepala </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>41. </span><span>Bersihkan Harta dari hak-hak orang lain </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>42. </span><span>Berlakulah adil dalam segala urusan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>43. </span><span>Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>44. </span><span>Bersihkan rumah dari Patung -patung berhala </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>45. </span><span>Perbanyak Silaturrahmi terutama terhadap saudara yang tidak mampu </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>46. </span><span>Tutup Aurat sesuai petunjuk islam </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>47. </span><span>Bicaralah secukupnya </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>48. </span><span>Beristri / bersuami kalau sudah siap segala-galanya </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>49. </span><span>Hargai waktu ,disiplin waktu dan manfaatkan waktu </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>50. </span><span>Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>51. </span><span>Jauhkan diri dari segala macam penyakit-penyakit bathin </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>52. </span><span>Sediakan waktu untuk santai bersama keluarga </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>53. </span><span>Makanlah secukupnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>54. </span><span>Hormati kepada guru dan ulama </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>55. </span><span>Sering sering bershalawat pada nabi </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>56. </span><span>Cintai Keluarga Nabi SAW. </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>57. </span><span>Jangan terlalu banyak hutang. </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>58. </span><span>Jangan terlalu mudah berjanji </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>59. </span><span>Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia ini adalah sementara </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>60. </span><span>Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>61. </span><span>Bergaulah dengan orang-orang yang soleh </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>62. </span><span>Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>63. </span><span>Melakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>64. </span><span>Maafkan orang-orang yang berbuat salah pada kita. </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>65. </span><span>Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan lagi </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>66. </span><span>Jangan membenci seseorang karena salah paham dan pendirian </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>67. </span><span>Jangan benci pada orang yang membenci kita </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>68. </span><span>Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan suatu pilihan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>69. </span><span>Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan suatu pilihan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>70. </span><span>Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang dalam kesulitan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>71. </span><span>Jangan melukai hati orang lain </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>72. </span><span>Berlakulah adil walaupun kita sendiri yang akan mendapat kerugian </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>73. </span><span>Jangan membiasakan diri dengan banyak berkata dusta </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>74. </span><span>Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>75. </span><span>Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>76. </span><span>Hormati orang yang lebih tua dari kita </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>77. </span><span>Jangan membuka aib orang lain </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>78. </span><span>Lihatlah orang yang lebih miskin dari kita, Lihatlah orang yang lebih berprestasi dari kita </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>79. </span><span>Ambilah pelajaran orang-orang arif dan bijaksana </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>80. </span><span>Sediakan waktu untuk merenung apa yang sudah dilakukan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>81. </span><span>Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>82. </span><span>Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama bangsa dan negara </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>83. </span><span>Kenali kekurangan diri dan kelebihan yang dimiliki orang lain </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>84. </span><span>Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>85. </span><span>Berkatalah yang baik atau jika tidak, tidak usah berkata apa-apa </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>86. </span><span>Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan dunia </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>87. </span><span>Akrablah dengan setiap orang walau yang bersangkutan tidak menyenangkan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>88. </span><span>Sediakan waktu untuk berolahraga sesuai dengan norma agama </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>89. </span><span>Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita terganggu </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>90. </span><span>Hargai prestasi dan pemberian orang meski kita tidak menyukainya </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>91. </span><span>Ikutilah nasehat orang yang arif dan bijaksana </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>92. </span><span>Pandai-pandailah melupakan kesalahan orang dan pandai- pandailah melupakan jasa kita </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>93. </span><span>Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang menyababkan orang lain terhina </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>94. </span><span>Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dicek kebenarannya. </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>95. </span><span>Jangan menunda pelaksanaan tugas dan kewajiban </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>96. </span><span>Sambutlah uluran setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan yang tidak berlebihan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>97. </span><span>Jangan memforsir diri melakukan sesuatu yang diluar kemampuan </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>98. </span><span>Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan, tantangan dan jangan lari dari kenyataan hidup </span></p>
<p style="margin-left:72pt;"><span>99. </span><span>Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">100. </span><span style="font-size:12pt;">Jangan sukses diatas pendiritaan orang dan jangan kaya dengan diatas kemiskinan orang</span><!--more--></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tak Ada Milik yang Sempurna]]></title>
<link>http://barartrwnet.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 05:24:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>barartrwnet</dc:creator>
<guid>http://barartrwnet.id.wordpress.com/2008/07/05/tak-ada-milik-yang-sempurna/</guid>
<description><![CDATA[Baranet- Rencana. Hidupku penuh rencana. Meskipun belum semuanya bisa aku rencanakan. Tapi pasti buk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="NormalWeb2"><strong><span style="font-family:Verdana;">Baranet</span></strong><span style="font-family:Verdana;">- Rencana. Hidupku penuh rencana. Meskipun belum semuanya bisa aku rencanakan. Tapi pasti bukan hanya aku yang punya rencana. Aku yakin semua orang juga punya rencana. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Bagiku, memiliki rencana berarti harus sekaligus mempersiapkan alternatif-alternatif. Mungkin sama dengan yang dimaksud para pelaku bisnis Ada plan A, plan B, plan C dan seterusnya. Tetapi menurutku itu saja tak cukup. Harus ada plan Z. Artinya, harus ada kesiapan ketika semua yang ada di kepala tidak bisa berlaku lagi. Seperti pesimisme. Mungkin. Tetapi bukannya segala bisa terjadi atas kehendak-Nya. Maha besar Dzat yang segala berada di tangan-Nya.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Ku pasang target-target. Dengan begitu otomatis aku menyusun rencana agar target tersebut bisa tercapai. Berusaha, yah, hanya dengan berusaha. Berusaha maksimal. Tak boleh ada kata putus asa. Aahh, begitu besar semangatku. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Kalau dengan usaha maksimal kita tidak bisa mencapai target? Ya itulah plan Z. Menyerah? Bukan! Masih ada harapan. Ditangan-Nya lah semua yang tak mungkin terjadi bisa terjadi. Bahagianya, masih mempunyai tempat berharap. Kalau yang terjadi tidak seperti yang kita inginkan? Ya itulah takdir. Terlalu sombong kita bila ingin memaksakan keinginan kita melampaui kehendak-Nya. Qona’ah. Mungkin itulah istilah yang lebih tepat.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Kita hanya bisa memohon agar apa yang diberikan-Nya kepada kita menjadi hal terbaik demi keselamatan kita di tempat yang abadi. Bukankah kita sering tidak melihat apa hikmah di balik peristiwa yang tidak kita kehendaki? Bukankah kita tidak bisa melihat, kecuali hanya sedikit? Begitu rapi teori itu tersusun di kepalaku. Kalau ada teman bertanyapun mudah sekali menjelaskan alurnya. Tapi bisakah menghadapinya? </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Demikianlah, termasuk berumah tanggapun aku targetkan. Dengan berbagai pertimbangan, aku ingin menikah pada usia 25, setelah menyelesaikan studiku dan tentu saja bekerja. Kukira keinginan semacam ini hanyalah cita-cita sederhana. Mungkin hampir semua orang juga memilikinya. Bukan hal yang luar biasa.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Ketika usiaku menginjak 23 dan aku belum juga mempunyai calon. Meski beberapa kali ada yang mengutarakan keinginannya menikah denganku, entahlah, tidak ada diantara mereka itu yang sesuai dengan kriteriaku. Belum ada yang bisa membuatku jatuh cinta. Jatuh cinta? Apa pula artinya? Sangat mungkin berbeda dengan orang lain. Tetapi bagiku cukup sederhana untuk mengukur apakah aku jatuh cinta atau tidak: yaitu perasaan bisa menerima dia apa adanya tanpa ada tuntutan-tuntutan lagi. Dengan kata lain, semua kriteriaku sudah terpenuhi. Yah, aku belum pernah jatuh cinta.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Maka aku bersiap-siap mencari calon. Pro-aktif. Tentu dengan kriteria-kriteria yang telah kutetapkan. Tabu kata orang timur? Mengapa? Tapi bagaimanapun aku juga menyadari hidup dalam masyarakat timur, yang mau tak mau masuk ke dalam norma-normanya. Kukira tabu yang mereka maksudkan tidak berseberangan dengan syariat Islam. Bahkan mungkin dalam hal tertentu bisa dikatakan mendukung. Di sisi lain, bagiku semua orang diwajibkan berusaha. Jadi bisakah istilah tabu tersebut direkayasa? </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Yang pasti, bukan pertanyaan itu yang menggelayuti pikiranku. Tapi apa yang bisa kulakukan untuk mencapai targetku. Silaturahim? Memperbanyak wawasan? Perprasangka baik? Memperbaiki akhlak? Semua ingin kulakukan demi mencapai target dengan kriteriaku tersebut.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Sampai suatu sore yang begitu cerah dan lengang. Tenang mungkin istilah yang tepat. Awan-awan putih menyibak ketepi mengiringi matahari yang pelan-pelan bergerak semakin condong ke peraduannya. Tenang. Hatikupun terasa bening. Luas. Terasa luas dengan menyibaknya awan-awan putih ke tepi langit. Yang pasti begitulah sore itu. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Tapi sepertinya bukan hanya suasana sore itu yang membuat hatiku bening. Aku sedang menyadari bahwa aku sedang jatuh cinta. Indah rasanya menemukan seseorang yang kita inginkan. Kurasa betapa ini semua adalah nikmat yang agung. Dua puluh empat tahun, dan aku belum pernah mempunyai perasaan semacam ini. Ah, sungguh indah.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Dalam lubuk hatiku menggelitik kemungkinan-kemungkinan dan harapan- harapan. Bisakah aku mencapai target yang satu ini. Yang jadi masalah adalah bahwa dia tidak tahu perasaanku ini. What to do? Menunggu? Waktu segera memisahkan. Begitulah, karena sore itu adalah akhir sebuah program yang mengikutsertakan kami.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Berharap? Ternyata aku tidak berani berharap banyak. Aku cukup mensyukuri mempunyai perasaan yang indah ini. Jujur, aku merasa tidak harus memilikinya.<br />
Do something! Yah, tapi aku harus melakukan sesuatu. Terlalu indah untuk dilewatkan. Terlalu indah untuk mempunyai perasaan ini. Bahkan aku tak yakin akan memiliki yang ke dua kalinya. Maka di sore yang bening itu. Kutulis sehelai puisi. Hanya untuk menyampaikan perasaan ini. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Maafkan aku harus menyampaikan semua ini. Kau telah melelehkan hati yang selama ini membeku, kaku, membatu. Tapi aku hanya ingin kau tahu. Kau tak harus mempunyai perasaan yang sama.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Begitulah kira-kira isinya. Dengan hati bening pula kusampaikan padanya dalam sebuah amplop dan kuminta dibacanya ketika sampai di rumah. Bukan di tempat itu.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Begitulah, rasanya nyaman bisa menyampaikan perasaan indah ini. Tanpa harapan sama sekali? Bohong kalau kukatakan begitu. Ada, meskipun tidak banyak. Logikanya, mungkin juga dia mempunyai perasaan yang sama, tapi tidak berani menyampaikan. Who knows? Tapi juga harus diakui bahwa harapanku memang tidak menggebu-gebu. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Benar ternyata logikaku. Keesokan harinya dia mencariku dan mengatakan bahwa dia telah mempunyai perasaan yang sama jauh sebelum aku mengatakannya. Oh, bisa dibayangkan, sebuah keindahan yang hampir sempurna. Bagaikan gayung bersambut. Sayang kami tidak mempunyai waktu bersama lagi. Sayang? Tidak juga. Justru takut juga dengan kebersamaan. Takut fitnah. Takut zina mata, lidah dan lainnya.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Hari-hari aku lewati dengan rencana-rencana selanjutnya. Dan pertemuan beberapa kali kami gunakan untuk bicara tentang masa depan dan makna hidup. Sungguh-sungguh indah.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Sampai setelah kami tidak bertemu beberapa waktu, dia harus menyampaikan- nya padaku. “Sayang ya dik, tidak ada sesuatupun yang bisa mutlak kita miliki. Hanya Allahlah pemilik yang sempurna,” katanya seperti biasa, bijaksana, dan ini adalah salah satu yang aku kagumi padanya. “Ya, tidak ada milik yang sempurna,” jawabku menyetujui pendapatnya, “Eh, tapi apa sebenarnya maksudmu”. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">“Maafkan aku. Tapi aku harus mengatakannya padamu. Terlalu indah memiliki semua perasaan ini. Tapi aku harus jujur padamu. Aku juga tidak menghendakinya, tapi itulah yang terjadi,” katanya panjang. Aku sudah tak sabar dengan apa yang ingin dikatakannya. “Maksudmu?” “Kau tahu kenapa aku tidak menyampaikan perasaanku terhadapmu sejak dulu? Karena….karena sebenarnya aku sudah dijodohkan,” katanya perlahan. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan. “Menurutmu apakah orang tuaku salah?” tanyanya kemudian. Aku masih diam.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">“Ibuku hanyalah seorang janda yang harus menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya. Dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Begitulah dik, aku tidak bisa menyalahkan ibuku juga, meskipun jujur aku tidak mencintai gadis itu”.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Kuhela nafas dalam-dalam. Sungguh tak tahu apa yang harus kulakukan. Tak percaya dengan apa yang dikatakannya? Tak ada alasan untuk percaya atau tidak. Tetapi kurasa aku tak perlu berburuk sangka dengan tidak mempercayainya. Dia yang kukenal selama ini lebih menguatkan prasangka baikku itu. Tapi sungguh aku tak bisa bicara sepatahpun. Percakapan itu terasa membakar semua harapanku, meskipun tidak mengurangi perasaanku padanya. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Akhirnya kukatakan pula dengan segenap kekuatan hatiku agar dia memilih yang terbaik menurutnya. Berat ternyata, tidak semudah teori yang kutata di kepala.</span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Begitulah, semua kami akhiri dengan sehelai surat cinta. Dengan setengah kesadaran, setengah patah semangat. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Plan Z. Aku masuk ke plan Z. Biarlah Allah yang memutuskan. Dia maha tahu yang terbaik untukku. Meskipun dia tak boleh jadi milikku, perasaan itu tetap masih menjadi milikku, kecuali dia berubah menjadi seseorang yang tidak lagi berada dalam kriteriaku. </span></p>
<p class="NormalWeb2"><span style="font-family:Verdana;">Selamat jalan kekasihku. Semoga kita mendapatkan yang terbaik bagi dunia dan akherat kita kelak. Bukankah kita hanya sedikit melihat. Dan Allahlah yang Maha mengetahui segalanya dan maha berkehendak. Benar katamu, tidak ada milik yang sempurna. Allahlah pemilik mutlak atas segala. Orang tua kita, saudara kita, anak-anak kita, suami/istri kita, kekasih kita, kekayaan kita, semua milik-Nya. Ketika Allah mengambilnya, siapa yang bisa bilang tidak.</span></p>
<p><!--more--></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
