<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>udayana &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/udayana/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "udayana"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 17:24:12 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kisahkoe Tempoh Doeloe]]></title>
<link>http://albaz.wordpress.com/?p=155</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 04:38:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Albaz</dc:creator>
<guid>http://albaz.id.wordpress.com/2008/06/24/kisahkoe-tempoh-doeloe/</guid>
<description><![CDATA[Belakangan ini gerbang belakang Kampus ITB ramai dan macet bukan main. Membuat Saya musti sabar mesk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini gerbang belakang Kampus ITB ramai dan macet bukan main. Membuat Saya musti sabar meski seringkali membuat telat sampai di tempat kerja (ciee, kerja euy… ). Ooohhh, ternyata ada pendaftaran SPMB toh. Eh, sekarang bukan SPMB lagi, tapi SNMPTN (Senam PTN) = Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Btw, ada yang tahu kenapa namanya diganti? Kayanya lebih keren SPMB deh. Hidup SPMB!! Hehe. </p>
<p>Melihat wajah-wajah muda yang bersemangat para calon peserta SNMPTN itu membuat saya ingin menulis kisah ini. Sebuah kisah dari negeri antah berantah tentang seorang anak manusia yang teng ah meniti cita-citanya menuju kampus Ganesha tercinta. Wahaha. </p>
<p>Ini cerita saya mengenang masa-masa perjuangan SPMB dulu yang berdarah-darah dan penuh perjuangan. Lebai ah. Masa-masa dimana serasa hidup ini cuma buat lulus SPMB semata. Semua potensi dicurahkan kesana. Rumus-rumus dan hapalan ditempel di semua sudut kamar, countdown menuju hari-H SPMB juga dipajang besar-besar, dan yang paling sering dilihat: Target soal yang musti dikerjakan hari ini dan kedepannya selama sebulan. </p>
<p>Positioning kamar saya benar-benar perhatikan, posisi menentukan prestasi.  Harus benar-benar terkondisikan untuk membuat saya belajar, bukan yang lain. Barang-barang ga penting saya buang sementara. Yang ada hanya kasur, lemari baju, meja belajar, rak buku, dan my most powerfull books selama SPMB: 1001 Soal Jawab SPMB untuk semua mata pelajaran! Alhamdulillah saya cukup disiplin dengan jadwal yang saya buat waktu itu. Sebulan sebelum hari-H SPMB saya sudah khatam semuanya. Sementara kebanyakan teman-teman Saya baru memulainya. </p>
<p>Saya akui Saya termasuk yang memulai lebih awal mempersiapkan SPMB, dan ini ada alasannya (penasaran kan? Baca aja terus…).  Ketika kebanyakan kawan Saya belum memikirkan meneruskan kuliah kemana, akhir Desember 2004 Saya sudah mulai mencicil soal-soal SPMB dengan rutin dan disiplin. Dan Alhamdulillah ternyata itu berpengaruh besar bagi persiapan SPMB saya, terutama mental. Saya jauh lebih siap dan semangat. Ini penting, karena katika kita siap dan punya impian yang sangat kuat, maka lingkungan akan seolah mendukung kita. Seperti kata Louise Pasteur: "Peluang selalu memihak pada pikiran yang siap", banyak hal positif terjadi saat itu: mulai dari peringkat teratas setiap kali TryOut SPMB diadakan hingga menjuarai setiap perlombaan. Bukan hal yang terlalu istimewa sebenarnya, karena  soal-soal yang dipakai di tryout dan lomba ternyata tak jauh dari soal-soal SPMB dan UMPTN tahun-tahun sebelumnya. Beruntungnya, waktu itu Saya lebih dulu siap dan sudah melahap soal-soal itu ketimbang yang lain.</p>
<p>Sebenarnya cerita seru behind the screen: my SPMB's Story dimulai sejak pertama kali saya masuk bangku SMA. Tak banyak yang tahu saat itu Saya cita-cita kuat menjadi seorang dokter: Albaz Rosada, S. Ked. Targetnya adalah Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Selain karena Fakultas kedokteran dengan biaya paling murah, kualitasnya juga lumayan, waktu itu saja masuk dalam lima besar Fakultas Kedokteran unggulan selain kedokteran UI, UNPAD, UNAIR, dan UGM kalau ga salah. Dan yang paling penting, masuknya gampang, bahkan 90% saya haqqul yaqin masuk sana. "Bukan karena kuat dan hebatku" kalau kata Joy Indonesian Idol di lagunya, tapi karena dari SMA saya (Satu Denpasar) ke UnUd tak ubahnya dari SMA 3 Bandung masuk ITB, seperti pindah kelas saja, via jalur PMDK. Yang musti saya pikirkan saat itu adalah bagaimana bisa mempersiapkan ketika  saya sudah diterima nanti disana. Saya fokus belajar biologi mati-matian. Saya berusaha one step ahead dibanding yang lain di bidang ini. Ketika yang lain masih belajar menghapal nama-nama ilmiah tulang yang sederhana dan umum seperti lumbalis, thorakalis, mandibula, dll, saya bahkan hafal nama-nama ilmiah lekukan, tonjolan tulang dan tulang ruas-ruas jari yang malah mungkin guru biologi saya pun tak tahu.<br />
<!--more--> </p>
<p>Saya juga membuat tempelan-tempelan "All about biology" di kamar. Yang masih begitu saya ingat: gambar klasifikasi "binomial nomenclature", pembagian species hewan: molusca, anthropoda, gastropoda, dkk. Setiap hari saya pantengin tuh gambar sampai hapal diluar kapala. Nah, kalau yang terakhir ini pasti yang jarang dilakukan kebanyakan anak SMA waktu itu: membuat kliping kesehatan. Haha, lucu kalau ingat hal ini. Saya punya satu buku bekas ukuran folio yang  didalamnya berisi kliping artikel kesehatan, rubrik  tanya jawab masalah kesehatan, bologi, dan kedokteran. Rujukan utamanya didapat dari koran Jawa Pos. Isinya bervariasi sekali, mulai dari urusan katarak, gastritis, psikologi, sampai konsultasi feat dokter Boyke. Bener-bener calon dokter sejati lah. </p>
<p>Meski begitu, semakin lama saya makin kehilangan sense of dream saya. Saya makin merasa tidak sreg dengan pilihan saya ingin menjadi dokter. Saya tak menemukan ruh saya lagi di jalan itu. Banyak hal berkecamuk di Albaz muda waktu itu. Salah satunya adalah : that's not my dream actually. Ya, itu sebenarnya adalah keinginan Ibu saya memiliki anak seorang dokter. Secara kakak saya sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kearah sana, saya lah yang kemudian didaulat dan didorong-dorong agar menjadi seperti itu. Awalnya saya tak begitu masalah, toh dokter juga profesi yang mulia, kan? Tapi ternyata yang berkecamuk bukan itu saja. Saya seolah lahir tidak untuk didesain sebagai seorang dokter, hapalan saya tak begitu kuat, dan saya lebih suka yang matematis. Aktifitas saya waktu itu pun banyak yang "ga nyambung" dengan cita-cita dokter saya. Saya malah banyak dipercaya untuk mewakili sekolah di lomba fisika. Padahal saya sudah mengazamkan untuk fokus di biologi. Pergolakan batin benar-benar terjadi saat itu. Sepertinya lingkungan saya dan saya pribadi sama-sama saling mendukung seolah ingin memberontak dengan cita-cita itu. Ya Allah, berikan yang terbaik bagi hamba-Mu ini…</p>
<p>Jreeng. Titik balik itu datang juga akhirnya. Suatu hari, menjelang kenaikan kelas tiga, saya jatuh sakit. Lumayan Parah. Panas dan lemes banget waktu itu. Tapi tak tahu penyakit apa. Kebetulan Ayah saya sedang keluar kota, maka berdua dengan Ibu, saya diantar ke dokter. Khawatir kanapa napa, saya di cek lab, darah saya disedot dan musti menunggu hasilnya beberapa saat (baca: beberapa jam). Sambil menunggu, saya ditinggal beristirahat sementara di ruang sebelah ibu saya ngobrol dengan sang dokter.  Sepertinya ngobrol something serious. </p>
<p>Sekian lama menunggu, ternyata saya musti dirujuk ke rumah sakit lain yang pemeriksaan labnya lebih akurat. Maka meluncurlah saya dan ibu kesana. Nah, disinilah momen yang sepertinya takkan terlupa sepanjang hidup saya. </p>
<p>"Baz, kayaknya kamu ntar masuk teknik aja, ya.." kata ibu saya sambil terus mengendarai motornya. </p>
<p>Deg. Jantung saya berhenti sepersekian detik. Tak percaya. Seperti oase di tengah teriknya gurun pasir, kata-kata itu hadir tepat di saat saya tengah galau dengan cita-cita saya. Wajah saya langsung berbinar. Masih di jalan, saya serbu ibu saya dengan rentetan konfirmasi. Memastikan beliau tak salah ngomong atau saya yang tak salah dengar. Kata-kata tiba-tiba menjadi terdengar begitu bersemangat. Belum pernah saya se-powerfull saat itu. </p>
<p>Ibu saya memastikan pernyataannya sambil bercerita hasil obrolannya dengan ibu dokter tadi. Tentang mahalnya biaya kedokteran saat ini, prospek kedepannya, hingga sisi psikologisku. Beliau ternyata tahu benar gelagatku yang seolah tak sinkron dengan cita-cita dokternya. Oh, ibuku, emang paling tahu aku. Apapun kata-katanya, saat itu terdengar menyejukkan dan makin meyakinkan saya untuk berpaling dari kedokteran. Selama-lamanya. Hiks-hiks, jadi pengen nangis. </p>
<p>Dunia seolah menjadi cerah, semua orang, di sepanjang perjalanan terlihat sangat bahagia. Yang sedang manyun gara-gara panas dan macet sekalipun. Pikiran ini serasa ringan sekali, semua beban tiba-tiba lepas satu persatu tertinggal laju 40 km perjam motor yang kami naiki. Saya pererat pegangan saya di motor. Saya tak mau momen ini hilang begitu saja. </p>
<p>Hasil lab? Ah ga peduli lagi. Bahkan ketika ditawari untuk opname di rumah sakit, saya menolak. Saya sudah sehat. Wal Afiat malah. Yang ada dipikiran saya waktu itu cuma segera pulang ke rumah, membumi hanguskan semua properti cita-cita lama saya: poster dan tempelan-tempelan di kamar, buku-buku biologi, dan kliping kesehatan. Dan mulai merancang cita-cita yang baru.</p>
<p>"tapi ntar nyari istri dokter, ya… " hahaha, saya tiba-tiba membayangkan ibu saya mengatakan itu di perjalanan pulang. Hehe. Yang ini ga usah diambil serius, ya. </p>
<p>Yah, itulah kisahku, sejak saat itu, sekitar Desember 2004, saya mulai dengan cita-cita baru, yang lebih punya taste: masuk teknik elektro ITB. Sadar bahwa saya selama ini tenggelam terlalu jauh di biologi, saya harus mengejar dengan lebih awal mempersiapkan semuanya. Walhasil, sejak Desember saya sudah mulai  dengan soal-soal SPMB saya. Dan Alhamdulillah, saya belum terlambat. Belum terlambat sama sekali.</p>
<p>lesson lerned: Dream is 50% of success. Plot your dream, as simple as you imagine it, be focuse and work smart, work hard.<br />
"Whatever your goal, you can get there if you're willing to work" begitu tambahan dari ibu Oprah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WebLinks Perguruan Tinggi Negeri]]></title>
<link>http://sjamsulhuda.wordpress.com/?p=42</link>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:15:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sjamsul huda</dc:creator>
<guid>http://sjamsulhuda.id.wordpress.com/2008/04/01/weblinks-perguruan-tinggi-negeri/</guid>
<description><![CDATA[

Universitas Airlangga
Universitas Andalas
Unibersitas Bengkulu
Universitas Brawijaya
Universitas C]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><!--more selanjutnya--></p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Airlangga" href="http://www.unair.ac.id" target="_blank">Universitas Airlangga</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Andalas" href="http://www.unand.ac.id" target="_blank">Universitas Andalas</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Bengkulu" href="http://www.unb.ac.id" target="_blank">Unibersitas Bengkulu</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Brawijaya" href="http://www.brawijaya.ac.id" target="_blank">Universitas Brawijaya</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Cendrawasih" href="http://www.uncen.ac.id" target="_blank">Universitas Cendrawasih</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Diponegoro" href="http://www.undip.ac.id" target="_blank">Universitas Diponegoro</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Gajah Mada" href="http://www.ugm.ac.id" target="_blank">Universitas Gajah Mada</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas HAaluoleo" href="http://www.unhalu.ac.id" target="_blank">Universitas Haluoleo</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Hasanuddin" href="http://www.unhas.ac.id" target="_blank">Universitas Hasanuddin</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Indonesia" href="http://www.ui.ac.id" target="_blank">Universitas Indonesia</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Jambi" href="http://www.unja.ac.id" target="_blank">Universitas Jambi</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Jember" href="http://www.unej.ac.id" target="_blank">Universitas Jember</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Jenderal Soedirman" href="http://www.unsoed.ac.id" target="_blank">Universitas Jenderal Soedirman</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Lambung Mangkurat" href="http://www.unlam.ac.id" target="_blank">Universitas Lambung Mangkurat</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Lampung" href="http://www.unila.ac.id" target="_blank">Universitas Lampung</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Manado" href="http://www.unima.ac.id" target="_blank">Universitas Manado</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Malikussaleh" href="http://www.unimal.ac.id" target="_blank">Universitas Malikussaleh</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Mataram" href="http://www.unram.ac.id" target="_blank">Universitas Mataram</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a href="http://www.unmul.ac.id" target="_blank">Universitas Mulawarman</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Padjajaran" href="http://www.unpad.ac.id" target="_blank">Universitas Padjajaran</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Palangka Raya" href="http://www.upr.ac.id" target="_blank">Universitas Palangka Raya</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Riau" href="http://www.unri.ac.id" target="_blank">Universitas Riau</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Sam Ratulangi" href="http://www.unsrat.ac.id" target="_blank">Universitas Sam Ratulangi</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Sebelas Maret" href="http://www.uns.ac.id" target="_blank">Universitas Sebelas Maret</a></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"> </span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Sriwijaya" href="http://www.unsri.ac.id" target="_blank">Universitas Sriwijaya</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Sultan Ageng Tirtayasa" href="http://www.untirta.ac.id" target="_blank">Universitas Sultan Ageng Tirtayasa</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Sumatra Utara" href="http://www.usu.ac.id" target="_blank">Universitas Sumatra Utara</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Syiah Kuala" href="http://www.unsyiah.ac.id" target="_blank">Universitas Syiah Kuala</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Tadulako" href="http://www.untad.ac.id" target="_blank">Universitas Tadulako</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Tanjungpura" href="http://www.untan.ac.id" target="_blank">Universitas Tanjungpura</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Trunojoyo Madura" href="http://www.trunojoyo.ac.id" target="_blank">Universitas Trunojoyo Madura</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Udayana" href="http://www.unud.ac.id" target="_blank">Universitas Udayana</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Pendidikan Indonesia" href="http://www.upi.edu" target="_blank">Universitas Pendidikan Indonesia</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Gorontalo" href="http://www.ung.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Gorontalo</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Jakarta" href="http://www.unj.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Jakarta</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Makassar" href="http://www.unm.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Makassar</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Malang" href="http://www.malang.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Malang</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Medan" href="http://www.unimed.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Medan</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Papua" href="http://www.unp.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Papua</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Semarang" href="http://www.unnes.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Semarang</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Surabaya" href="http://www.unesa.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Surabaya</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Universitas Negeri Yogyakarta" href="http://www.uny.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Yogyakarta</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Institut Pertanian Bogor" href="http://www.ipb.acid">Institut Pertanian Bogor</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Institut Seni Indonesia Denpasar" href="http://www.isi.dps.ac.id" target="_blank">Institut Seni Indonesia Denpasar</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Institut Seni Indonesia Yogyakarta" href="http://www.isi.ac.id" target="_blank">Institut Seni Indonesia Yogyakarta</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Institut Teknologi Bandung" href="http://www.itb.ac.id" target="_blank">Institut Teknologi Bandung</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Institut Teknologi Sepuluh Nopember" href="http://www.its.ac.id" target="_blank">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Elektronika Negeri Surabaya" href="http://www.eepis-its.edu" target="_blank">Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya" href="http://www.ppns.ac.id" target="_blank">Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Padang" href="http://www.polinpdg.ac.id" target="_blank">Politeknik Pertanian Negeri Padang</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Sulsel" href="http://www.poltekpangkep.ac.id" target="_blank">Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Sulsel</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Manufaktur Bandung" href="http://www.polman-bandung.ac.id" target="_blank">Politeknik Manufaktur Bandung</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Bali" href="http://www.pnb.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Bali</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Bandung" href="http://www.polban.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Bandung</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Banjarmasin" href="http://www.poliban.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Banjarmasin</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Jakarta" href="http://www.pnj.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Jakarta</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Malang" href="http://www.poltek-malang.ac.id">Politeknik Negeri Malang</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Medan" href="http://www.polmed.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Medan</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Padang" href="http://www.polinpdg.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Padang</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Pontianak" href="http://www.polnep.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Pontianak</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Semarang" href="http://www.members.tripod.com/politeksmg" target="_blank">Politeknik Negeri Semarang</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang" href="http://www.polisriwijaya.ac.id" target="_blank">Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang</a></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;"><a title="Politeknik Negeri Ujung Pandang" href="http://www.eicn.ch/poltek" target="_blank">Politeknik Negeri Ujung Pandang</a></span><P>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New! Informasi dan Download Formulir PMDK Universitas Udayana - Bali 2008]]></title>
<link>http://daincredible.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 06:24:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>daincredible</dc:creator>
<guid>http://daincredible.id.wordpress.com/2008/02/23/new-informasi-dan-download-formulir-pmdk-universitas-udayana-bali-2008/</guid>
<description><![CDATA[It&#8217;s time to think about your future! Benar sekali, selain UN pastinya kita-kita lagi bingung ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>It's time to think about your future! Benar sekali, selain UN pastinya kita-kita lagi bingung sama yang namanya nentuin universitas, mau kuliah dimana, trus mau cari jurusan apa. Nah, bagi kamu yang berminat buat cari PMDK di Bali, khususnya Universitas Udayana, i have the form for u to download.</p>
<p>Sebelumnya, bagi kamu yang ga tau apa itu universitas udayana (mungkin tdak bgitu beken di luar bali?), nih ada sedikit info dari situs resminya di http://www.unud.ac.id</p>
<p><!--more--></p>
<h3>Tentang Universitas Udayana</h3>
<p>Universitas Udayana secara syah berdiri pada tanggal 17 Agustus 1962 dan merupakan perguruan tinggi negeri tertua di daerah Provinsi Bali. Sebelumnya, sejak tanggal 29 September 1958 di Bali sudah berdiri sebuah Fakultas yang bernama Fakultas Sastra Udayana sebagai cabang dari Universitas Airlangga Surabaya. Fakultas Sastra Udayana inilah yang merupakan embrio dari pada berdirinya Universitas Udayana. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIPNo.104/1962, tanggal 9 Agustus 1962, Universitas Udayana secara syah berdiri sejak tanggal 17 Agustus 1962. Tetapi oleh karena hari lahir Universitas Udayana jatuh bersamaan dengan hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia maka perayaan Hari Ulang Tahun Universitas Udayana dialihkan menjadi tanggal 29 September dengan mengambil tanggal peresmian Fakultas Sastra yang telah berdiri sejak tahun 1958.Dalam perjalanannya sampai saat ini, Universitas Udayana memiliki sepuluh facultas, dua Program Studi setingkat facultas dan satu Program Pasca Sarjana yaitu:</p>
<ol>
<li>Fakultas Sastra</li>
<li>Fakultas Kedokteran</li>
<li>Fakultas Hukum</li>
<li>Fakultas Ekonomi</li>
<li>Fakultas Teknik</li>
<li>Fakultas Pertanian</li>
<li>Fakultas Peternakan</li>
<li>Fakultas MIPA</li>
<li>Fakultas Kedokteran Hewan</li>
<li>Fakultas Teknologi Pertanian</li>
<li>Program study Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)</li>
<li>PS Pariwisata.</li>
<li>Program Pasca Sarjana</li>
</ol>
<p>********************************</p>
<p>Kalo menurut saya sih Universitas Udayanan ini cukup bagus, rata-rata fakultasnya terakreditasi "A", apa lagi Fakultas Kedokterannya yang sudah bertaraf internasional (banyak ada mahasiswa pendatang dari malaysia juga disana). Yah pokoknya top :-)</p>
<p>Tapi sayangnya, di situs unud sendiripun agak susah menemukan formulir untuk PMDKnya, karena tempatnya memang agak tersembunyi (kalo saya mencarinya dengan bantuan search)</p>
<p><strong>Tertarik?<br />
Silahkan download formulirnya<br />
di <a href="http://www.unud.ac.id/ind/penerimaan/panduan_pmdk-2008.pdf">Download Buku Panduan dan Formulir PMDK UNUD</a></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PELUANG JUALAN ANEKA ICE DI SEPUTARAN KAMPUS]]></title>
<link>http://baliantri.wordpress.com/2007/10/31/peluang-jualan-aneka-ice-di-seputaran-kampus/</link>
<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 07:15:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>baliantri</dc:creator>
<guid>http://baliantri.id.wordpress.com/2007/10/31/peluang-jualan-aneka-ice-di-seputaran-kampus/</guid>
<description><![CDATA[Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia. Mulai dari makan nasi sampai dengan camilan, tida]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia. Mulai dari makan nasi sampai dengan camilan, tidak ketinggalan juga minumannya mulai dari air putih sampai dengan juice<br />
Tapi ternyata makan dan minum bukan hanya menjadi kebutuhan pokok namun juga sebagai sebuah keisengan ataupun sebuah alasan untuk mencari tempat nongkrong dan kumpul-kumpul.<br />
Membuka usaha Aneka Ice di dekat kampus merupakan peluang yang masih terbuka. Anggap saja satu kampus mempunyai mahasiswa sebanyak 5.000 orang dan tiap hari yang kuliah berkisar 1.000 orang<br />
20% dari mereka mampir ke tempat kita aja sudah cukup lumayan. Konsumen kita perhari kira-kira 200 orang.</p>
<p>Kita dapat menjual aneka ice juice seperti :<br />
Juice Apokat<br />
Juice Nangka<br />
Juice Pisang<br />
Juice Pepaya<br />
Juice Mangga<br />
Juice Tape<br />
Juice Anang (Apokat Nangka)<br />
Juice Pinang (Pisang Nangka)<br />
Juice pepi (pepaya Pisang)<br />
Juice Tepi (tape pisang)<br />
Juice Mata (Mangga Tape)<br />
dsb<br />
Dapat menjual aneka minuman kaleng dan kemasan :<br />
Teh botol sosro<br />
Coca cola<br />
Fanta<br />
Sprite<br />
Mizone<br />
dsb<br />
Selain menjual aneka minuman juga kita dapat juga menjual makanan ringan (snack), tapi yang perlu diingat bahwa yang kita bukan hanya jualan minuman atau makanan tapi kita juga<br />
memperhatikan kondisi ruangan (fasilitas yang disediakan) seperti tempat duduk yang cukup dan memungkinkan untuk mereka membentuk sebuah kelompok (musah untuk dipindah-pindahkan)<br />
atau penataan kursinya sudah berkelompok. selain itu ada juga tempat duduk untuk berdua sehingga mereka nyaman untuk berkomunikasi satu sama lain.<br />
Jadikan temapt kita sebagai tempat yang nyaman untuk nongkrong dan kumpul-kumpul.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekasih Sesungguhnya]]></title>
<link>http://baliantri.wordpress.com/2007/10/31/kekasih-sesungguhnya/</link>
<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 05:49:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>baliantri</dc:creator>
<guid>http://baliantri.id.wordpress.com/2007/10/31/kekasih-sesungguhnya/</guid>
<description><![CDATA[Heather sangat malu ketika Lorenzo Martelli meninggalkannya di hari pernikahan mereka. la menyalahka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Heather sangat malu ketika Lorenzo Martelli meninggalkannya di hari pernikahan mereka. la menyalahkan Renato, kakak Lorenzo. Bagi Heather, pernikahan ini tidak akan terjadi bila Renato tidak memaksakan kehendak dan mengatur segalanya sesuai dengan keinginan sendiri. Heather hanya ingin pulang ke Inggris, tapi saat ini dia berada di Sisilia, pulau yang penuh tradisi kuno, tempat kehormatan adalah segala-galanya.</p>
<p>Baptista, ibu Renato dan Lorenzo. sangat malu akan tingkah anak bungsunya. Bagi Baptista, Heather datang ke Sisilia untuk menikah dengan satu putranya, dan itu harus terjadi demi pulihnya kehormatan keluarga. Artinya, kalau tidak menikah dengan Lorenzo, Heather harus menikah dengan Renato.<br />
Heather menolak keras, tapi bisakah ia lari dari keluarga Martelli karena sebenarnya di batik kebencian pada Renato, diam-diam ia mengagumi sikap tegas dan aura kepemimpinan pria itu?</p>
<p>Sumber : http://komikbekas.portfoliokita.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Visi Kebangsaan Dr AAM Djelantik]]></title>
<link>http://dendemang.wordpress.com/2007/10/21/visi-kebangsaan-dr-aam-djelantik/</link>
<pubDate>Sun, 21 Oct 2007 14:17:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
<guid>http://dendemang.id.wordpress.com/2007/10/21/visi-kebangsaan-dr-aam-djelantik/</guid>
<description><![CDATA[Dr Djelantik yang lebih dikenal sebagai budayawan dan dokter tidak menyurutkan minat dan perhatian m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" vspace="10" align="left" width="177" src="http://farm3.static.flickr.com/2363/1672775100_7ab3bdf39e_o.png" hspace="10" alt="Dr AAM Djelantik" height="200" />Dr Djelantik yang lebih dikenal sebagai budayawan dan dokter tidak menyurutkan minat dan perhatian masyarakat tentang visi kebangsaannya. Peran apa yang beliau mainkan dimasa perjuangan? Apa pandangan politiknya? Benarkah beliau pernah menerima surat dari Pahlawan Kemerdekaan IG Ngurah Rai? Pertanyaan pertanyaan yang menjadi penting setelah kepergiannya.</p>
<p>Terlebih lagi setelah adanya rencana perubahan nama RSUP Sanglah Denpasar menjadi RSUP Dr Djelantik. Dalam <a target="_blank" href="http://ayipbali.com/?p=116">obituari</a>-<a target="_blank" href="http://www.balebengong.net/2007/09/12/memora-dr-djelantik-seorang-pejuang-sejati">obituari</a> dimedia digital banyak disebut jasa jasa beliau. Seiring dengan dimuatnya tulisan tulisan tersebut juga menuai tanggapan yang mempertanyakan visi kebangsaannya.</p>
<p>Bahkan ada yang secara lugas mengatakan bahwa visi kebangsaan Dr Djelantik sama dengan AA Gde Agung yang secara terang terangan memihak Belanda. Ini sangat mengejutkan. Saya tahu siapa AA Gde Agung dari <a href="http://zoegian.wordpress.com/">Soegianto Sastrodiwiryo</a> yang mendapat cerita dari ayahnya yang kebetulan seorang pejuang menceritakan bagaimana para pejuang melempari batu Puri Gianyar karena menolak kemerdekaan RI.</p>
<p>Berikut catatan yang pernah dibuat sekitar tahun 1983.</p>
<p><img border="0" vspace="10" width="500" src="http://farm3.static.flickr.com/2267/1601596913_c135d6048c.jpg" hspace="10" alt="Catatan Alip Soemioto Sastrodiwiryo" height="309" /></p>
<p>Berikut textnya jika gambar tak terlihat:</p>
<blockquote><p>Kira-kira dalam bulan oktober 1945 sekembali Mr Puja dari Jakarta menghadiri sidang P.P Kemerdekaan dan diangkat sebagai Gubernur I propinsi Sunda Kecil, atas perintah ketua KNI Bali (Ida Bagus Indra - masih hidup sekarang), Saya berserta I Made Alit diutus keliling Bali menemui para Raja di Bali menyerahkan salinan teks Proklamasi dan perintah Gubernur kepada beliau beliau bersangkutan.</p>
<p>Hanya di Gianyar, kami tidak bersedia diterima oleh AA Gde Agung, sedang di Klungkung penerimaan sangat demonstratif oleh raja Klungkung, dimana kami diharuskan berdiri dilapangan terbuka berjarak kurang lebih 10 meter dengan Raja Klungkung.</p>
<p>Kedudukan sebagai anggota Angkatan Muda Indonesia.</p></blockquote>
<p align="center">*** </p>
<p>Sikap para bangsawan diantaranya Dr Djelantik dan AA Gde Agung sangat terkait erat dengan sikap Puri tempat asal mereka. Menurut Prof <a target="_blank" href="http://www.history.ucla.edu/people/faculty?lid=859" title="Peneliti bidang SosPol dari Amerika">Geoffrey Robinson</a> keadaan politik di Bali waktu itu sangat kacau dan susah ditebak membuat Puri Puri di Bali terjebak kedalam sikap <em>wait and see</em>.</p>
<p>Berikut kutipan dari makalah Geoffrey Robinson yang berjudul "State, Society and Political Conflict in Bali, 1945-1946".</p>
<blockquote><p><em><br />
The reactions of the Raja to the transfer of civilian authority from the Japanese to Bali's Republicans on October 8, 1945 had been mixed.<em> </em></p>
<p><em><em><em><em>Two Raja, Cokorda Ngurah Gde of Tabanan and Anak Agung Ngurah Ketut of Karangasem, were said to have addressed large gatherings (of roughly 5,000 people) and declared themselves "to be in support of the Government of the Republic of Indonesia."</em></em></em><em> </em></em></p>
<p></em><em>It soon became clear, however, that these declarations sprang from a sense of insecurity in the face of Republican mobilization, rather than a strong or principled commitment to the Republic.</em></p>
<p><em>  </em></p>
<p><em><em>More clearly opposed to the transfer of authority were the Raja of Klungkung, Dewa Agung Oka Geg (who refused to allow the Republican flag to fly over government offices in his kingdom) and the Raja of Gianyar, Anak Agung Gde Agung.</em><em> </em></em></p>
<p><em>  </em></p>
<p><em><em>The Raja of Buleleng was regarded as having pro—Republican sympathies, but he apparently took no public position in support of the transfer. He seems to have been concerned to put an end to the more violent actions of the pemuda, and hoped that the establishment of a moderate Republican administration would do this.</em></em></p>
<p><em><em>In Jembrana the Raja was known to have been a moderate nationalist even before the war, but his stance at this juncture was not clear. There is a good chance that his position was influenced by the opinions of his son Suteja, who was an important pemuda leader.</em><em> </em></em></p>
<p><em>  </em></p>
<p><em>The Raja of Bangli was apparently also sympathetic to the Republic, but chose not to express this in an open or public forum. </em></p>
<p><em>  </em></p>
<p><em>The Raja of Badung did nothing to interfere with the growth or actions of pemuda organizations in his area, and appeared to welcome the transfer of sovereignty.</em><em> </em></p>
<p><em>  </em></p>
<p><em>A good number of Rajas, then, had some sympathy for the Republic, but most took no public position; their approach was to wait and see.</em></p></blockquote>
<p>Dari referensi diatas maka jelas Puri Gianyar (dalam hal ini AA Gde Agung) berada pada <em>Sharp Area</em>. AA Gde Agung menyatakan sikapnya dengan jelas yang pro Belanda. Sedangkan Dr Djelantik berasal dari Puri Karangasem yang berada pada <a target="_blank" href="http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/"><em>Grey Area</em></a><em>.</em></p>
<p align="center">*** </p>
<p>Banyak yang belum mengenal sosok Dr Djelantik hingga salah mengartikan arti kata "pejuang" sebagai semata mata pejuang kemerdekaan. Djelantik memang tidak termasuk dalam pejuang yang berjuang secara fisik dimasa perjuangan kemerdekaan seperti halnya Ngurah Rai.</p>
<p>Perjuangan dimasa kemerdekaan tidak semata mata dilakukan secara fisik seperti Ngurah Rai dan pasukanya, tapi juga secara diplomasi. Diplomasi hanya efektif dipusat yang dilakukan oleh tokoh tokoh seperti Bung Karno dan Bung Hatta. Di daerah, diplomasi boleh dibilang tidak memiliki pengaruh secara Nasional karena itu yang muncul kepermukaan adalah Ngurah Rai.</p>
<p>Sekarang dimana posisi Djelantik? Djelantik seperti kebanyakan sikap Puri di Bali bersimpati dengan perjuangan namun tidak secara terang terangan memberi dukungan kepada pemuda. Mereka tidak berani bersikap frontal kepada Belanda karena khawatir Puri akan dihancurkan dengan kekuatan militer. Banyak diantara Puri yang bersimpati kepada pejuang lalu memberi dukungan secara sembunyi sembunyi.</p>
<p>Bentuk dukungan itu bermacam-macam. Raja Buleleng AA Panji Tisna yang oleh Nyoman S Pendit dalam bukunya Bali Berjuang dikecam sebagai bangsawan yang tidak pro pejuang namun oleh Dr AAM Udayana putra beliau pernah memberi kesaksian bahwa AA Panji Tisna membiarkan para pejuang bersembunyi di dalam Puri ketika terdesak oleh kepungan Belanda.</p>
<p>Oleh karena Belanda percaya pada AA Panji Tisna maka pencarian didalam Puri tidak ditekankan dan para pejuang yang bersembunyi didalamnya bisa lolos dari pencarian Belanda. Tentu kesaksian semacam itu hanya bisa diberi oleh orang yang dekat dan mengalami sendiri kejadian tersebut. Sebab aksi dukungan semacam itu harus dilakukan secara diam diam yang konsekuensinya adalah tidak terekspos luas ke masyarakat.</p>
<p>Bentuk dukungan lain adalah dari sumber daya manusia. Pada masa awal perjuangan kasta <del dateTime="2007-10-11T22:48:42+00:00"><em>triwangsa</em> (<em>Brahmana</em>, <em>Satria</em> dan <em>Wesy</em>a)</del> bangsawan mengisi 75% personel aktivis kemerdekaan. Padahal populasi <strike><em>triwangsa</em></strike> bangsawan dari keseluruhan rakyat Bali hanyalah 10%. Sisanya 90% berasal dari kasta <del dateTime="2007-10-11T22:48:42+00:00"><em>Jaba</em></del> non-bangsawan. Walaupun demikian pemimpin perjuangan dalam perjalanan Revolusi kemudian tidak didominasi oleh kaum <del dateTime="2007-10-11T22:48:42+00:00"><em>triwangsa</em></del> bangsawan karena kaum <del dateTime="2007-10-11T22:48:42+00:00"><em>Jaba</em></del> non-bangsawan juga banyak mengambil peran kepemimpinan dalam proses perjuangan.</p>
<p>Banyak bangsawan Puri yang secara diam diam pada malam hari turun ke lapangan ikut bergerak dengan pemuda dan pada siang hari kembali ke Puri untuk bermanis manis muka pada Belanda. Orang semacam inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Belanda. Belanda akan mengawasi dengan ketat orang orang yang mereka curigai. Dr Djelantik sendiri pernah mengalami perlakuan semacam ini ketika melakukan<a href="http://dendemang.wordpress.com/2007/10/18/fakta-kepulangan-dr-aam-djelantik/" title="baca link terkait dibagian bawah"> safari ke Puri Puri dan penjara</a>.</p>
<p>Selain yang memberi dukungan secara diam diam ada juga yang melakukannya secara terang terangan. Salah satu contohnya adalah kerabat Dr Djelantik dari Puri Karangasem yaitu AA Made Karang yang menjabat sebagai komandan TKR anak buah Ngurah Rai untuk wilayah kerajaan Karangasem.</p>
<p>Kebanyakan dari komandan pasukan Ngurah Rai berasal dari kesatuan Prajoda. Kesatuan Prajoda adalah laskar yang dibentuk oleh Belanda yang pada awalnya untuk kepentingan Belanda yang para komandannya dipilih kebanyakan dari kalangan bangsawan.</p>
<p>Jadi hubungan antara Puri dengan perjuangan pemuda sebenarnya cukup erat dengan segala dinamika pasang surutnya. Namun Puri dituntut sedemikian rupa untuk tidak terlalu terbuka dalam memberi dukungan kalau tidak mau diluluh lantahkan oleh militer Belanda. Karena sikapnya yang tidak terang terangan inilah banyak yang salah memahaminya. Bahkan ada yang menyamaratakan.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Dalam hubungan Dr Djelantik saya ingin mengurai beberapa sikapnya yang bisa dijadikan rujukan tentang visi kebangsaannya. Sebagai putra bangsawan Dr Djelantik mendapat segala fasilitas Puri termasuk bersekolah di Belanda. Ini hal yang biasa dan tidak bisa dijadikan alasan bahwa Dr Djelantik pro Belanda. Sebagai pembanding Sultan Hamengkubowono IX juga mengambil kesempatan untuk bersekolah di Belanda. Bung Hatta juga bersekolah di Belanda. Jadi tidak semua tokoh yang sekolah di Belanda berarti pro Belanda.</p>
<p>Dr Djelantik beristrikan Astri Henriette Zwart seorang wanita berdarah Belanda. Pada awalnya Astri adalah seorang yang netral. Terbukti dari beberapa sikapnya yang memberi saran kepada Dr Djelantik tentang bagaimana bersikap netral dan waspada kepada tipu muslihat dan jebakan Belanda.</p>
<p>Pada akhirnya Astri kemudian membuktikan keberpihakanya dan kecintaannya kepada Indonesia dengan menjadi warga negara Indonesia dan tinggal di Indonesia.</p>
<p>Jika Dr Djelantik tidak mencintai bangsanya maka bisa saja beliau memilih untuk tinggal di Belanda selama keadaan di Bali masih belum aman karena beliau telah memiliki pekerjaan yang mapan dan komunitas yang akrab di Belanda. Kenyataannya beliau memilih untuk pulang padahal situasi politik di Bali tahun 48 masih sangat gawat.</p>
<p>Adapun alasan beliau tidak ditempatkan di Bali tapi di Sulawesi adalah ulah dari AA Gde Agung seorang bangsawan pro Belanda yang pada waktu itu memegang posisi politik yang penting. AA Gde Agung menakut-nakuti Dr Djelantik dengan gerakan pemuda yang brutal sementara Ngurah Rai orang yang dikenal Dr Djelantik dan dianggap bisa memberikan perlindungan telah gugur.</p>
<p>Pada waktu itu Belanda mendirikan negara boneka <strike>Republik</strike> Negara Indonesia Timur dan AA Gde Agung diangkat menjadi <strike>pemimpinnya</strike> Perdana Menteri. Bali berada ditengah tengah membuatnya terpecah, sebagian besar pemuda ingin ikut RI yang meliputi Indonesia bagian barat (Jawa, Sumatra dan Kalimantan) tapi elit politik seperti AA Gde Agung jelas ingin Bali ikut <strike>Republik</strike> Negara Indonesia Timur.</p>
<p>Segala propaganda akan diupayakan untuk mewujudkan opini bahwa Republik Indonesia Timur lebih baik dan lebih aman untuk merekrut sebanyak mungkin tokoh kepihaknya. Dr Djelantik kembali bersikap seperti kebanyakan Puri untuk <em>wait and see</em> bukan untuk pro Belanda tapi sekali lagi sebuah sikap yang telah diambilnya sejak masa awal pergolakan seperti yang telah saya jelaskan diatas.</p>
<p>Beberapa kritikan atas sikap Dr Djelantik yang dianggap sebagai sikap yang pro Belanda adalah peristiwa di Bali Hotel ketika Dr Djelantik pertama kali memberi sambutan kepada publik untuk rangkaian safarinya. Dr Djelantik memberi sambutan dalam bahasa Belanda yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh orang Belanda.</p>
<p>Keadaan ini memang sungguh memalukan. Menurut pengakuanya, penguasaan bahasa Indonesianya pada saat itu tidak sebaik bahasa Belanda atau bahasa Bali. Saya rasa ini suatu hal yang manusiawi dan tidak dapat dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa Dr Djelantik pro Belanda. Pada kesempatan pidato selanjutnya Dr Djelantik telah menggunakan bahasa Indonesia walaupun agak canggung.</p>
<p>Hal hal yang sifatnya tampak dipermukaan akan terlalu dangkal jika digunakan sebagai dasar untuk menilai visi kebangsaan seorang tokoh yang menjalani hidup yang panjang seperti Dr Djelantik. Lihat apa yang diberinya bertahun tahun kemudian lebih bisa dijadikan dasar untuk menilai kebangsaannya. Bahkan ada tokoh yang baru bisa dilihat visi kebangsaannya jauh setelah kematiannya.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Saya akan ambil contoh kasus tokoh nasional yang bernama <a target="_blank" href="http://www.indomedia.com/intisari/2000/juni/radsaleh6.htm">Raden Saleh</a> seorang pelukis Indonesia yang karyanya bertarafnya international. Kalau dilihat gaya hidupnya yang sejak kecil telah diasuh oleh Belanda, disekolahkan oleh Belanda di Eropa. Orang akan dengan mudah mengatakan beliau pro Belanda. Dibanding dengan tokoh perjuangan yang hidup sejaman dengannya yaitu Pangeran Diponegoro yang memberontak kepada Belanda.</p>
<p>Raden Saleh jelas tidak ikut berperang bersama Pangeran Diponegoro. Tapi apakah hati Raden Saleh tidak bersimpati pada perjuangan Pangeran Diponegoro? Bertahun tahun lamanya dipercaya bahwa Raden Saleh adalah seorang yang pro Belanda karena dimakamnya tertulis "Raden Saleh Djoeroegambar dari Sri Padoeka Kandjeng Radja Wolanda".</p>
<p>Tapi sejarawan mengungkap fakta bahwa visi kebangsaan Raden Saleh adalah kepada bangsanya Indonesia. Pada saat penangkapan Pangeran Diponegoro dengan cara licik oleh Belanda, Raden Saleh masih berada di Eropa tepatnya di Perancis, kiblat demokrasi Eropa masa itu. Belanda sangat merahasiakan kelicikannya pada dunia International untuk menghindari tekanan Eropa.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi di koran koran Eropa adalah pembeberan kebusukan taktik Belanda. Belanda mendapat kecaman Eropa dan sangat gusar dengan kejadian ini tapi tidak habis pikir siapa yang telah berhasil membocorkannya ke media di Eropa. Sejarawan meyakini tidak ada orang lain yang memiliki niat, kemampuan dan kesempatan itu di Eropa selain Raden Saleh.</p>
<p><a target="_blank" href="http://www.flickr.com/photos/wibisono/1654585427/"><img border="0" vspace="10" align="left" width="240" src="http://farm3.static.flickr.com/2255/1654585427_cf8de194db_m.jpg" hspace="10" alt="Diponegoro by J.W. Pieneman" height="182" /></a>Satu lagi tindakan Raden Saleh yang baru bisa dimengerti sebagai sebuah pembelaan kepada bangsanya adalah lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro. Sebelumnya sebuah lukisan penangkapan dibuat oleh seorang pelukis belanda J.W. Pieneman dengan penggambaran peristiwa menyerahnya Pangeran Diponegoro yang berdiri dengan wajah letih dan dua tangan terbentang. Hamparan senjata berupa sekumpulan tombak adalah tanda kalah perang. Di latar belakang Jenderal de Kock berdiri berkacak pinggang menunjuk kereta tahanan seolah memerintahkan penahanan Diponegoro.</p>
<p><img border="0" vspace="10" align="right" width="262" src="http://farm3.static.flickr.com/2024/1654585457_0644528e01.jpg" hspace="10" alt="Diponegoro by Raden Saleh" height="193" />Raden Saleh tahu lukisan tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sesunguhnya lalu membuat lukisannya sendiri tentang penangkapan tersebut dengan penggambaran pengikut Pangeran Diponegoro tak membawa senjata. Keris di pinggang, ciri khas Diponegoro, pun tidak terlihat. Menurut kalender peristiwa itu terjadi di bulan Ramadhan. Maknanya, Pangeran dan pengikutnya sedang berpuasa dan datang dengan niat baik mau berunding dan bukan berperang.</p>
<p>Diponegoro ditangkap dengan mudah, Jenderal de Kock tahu musuhnya tak siap berperang di bulan Ramadhan. Di lukisan itu Pangeran Diponegoro tetap digambarkan berdiri dalam pose siaga yang tegang. Wajahnya yang bergaris keras tampak menahan marah, tangan kirinya yang mengepal menggenggam tasbih.</p>
<p>Tidak mudah mengungkap bukti visi kebangsaan Raden Saleh kalau bukan oleh orang yang mengerti benar tentang dunia yang digelutinya. Raden Saleh telah memberi identitas nasional bangsa Indonesia dikancah seni dunia.</p>
<p>Atas apa yang telah dilakukannya penghargaan dari pemerintah Indonesia diberikan tahun 1969 lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, secara anumerta berupa Piagam Anugerah Seni sebagai Perintis Seni Lukis di Indonesia. Wujud perhatian lain adalah, pembangunan ulang makamnya di Bogor yang dilakukan oleh Ir. Silaban atas perintah Presiden Soekarno.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Kalau Raden Saleh baru bisa terungkap visi kebangsaanya setelah beliau wafat maka Dr Djelantik telah memperlihatkannya semasa hidupnya. Ini yang sulit dipahami diawal jika yang terekam oleh ingatan hanyalah sikapnya yang dipermukaan. Kalau tidak oleh orang terdekat maka akan butuh waktu lama dan butuh bukti yang meyakinkan untuk meyakininya.</p>
<p>Ngurah Rai adalah teman dekat Dr Djelantik sejak sekolah di Malang sehingga Ngurah Rai dapat memahami tindakan Dr Djelantik melakukan safari atas prakarsa Belanda. Surat yang dikirim oleh Ngurah Rai kepada Dr Djelantik ketika bersafari di Klungkung sebenarnya hanya untuk menenangkan dan meyakinkan Dr Djelantik bahwa Ngurah Rai dan pasukanya memberi ruang kepadanya untuk melakukannya misinya.</p>
<p>Karena surat tersebut telah dimusnahkan maka kita tidak bisa melihat bukti otentik keberadaannya. Beberapa analisa bisa kita pakai untuk menguji keabsahannya:</p>
<ol>
<li><strong>Bobot surat</strong>; Surat tersebut tidak memiliki muatan politik yang berat seperti halnya Supersemar. Semakin tinggi muatan politiknya semakin besar kemungkinan dipalsukan atau dimanipulasi. Jika Supersemar tidak dipublikasi seperti yang sekarang ini maka Suharto tidak dapat berkuasa tapi jika surat IGN Rai tidak dipublikasi maka tidak ada implikasi politik apapun yang akan menimpa Dr Djelantik.</li>
<li><strong>Integritas penulis</strong>; Sepanjang hidup Dr Djelantik dikenal sebagai orang yang punya integritas dan bukan orang yang suka manipulasi.</li>
<li><strong>Waktu publikasi kejadian</strong>; Sumber publikasi surat tersebut adalah dari buku "The Birtmark, Memoirs of a Balinese Prince" yang ditulis tahun 1997 jauh setelah kejadian 1946. Maknanya adalah tidak ada tekanan politik apapun untuk mengada-ada keberadaan surat tersebut. Dr Djelantik dalam keadaan bebas merdeka dari ancaman atau tekanan apapun.</li>
<li><strong>Motivasi</strong>; Dr Djelantik telah memiliki segalanya lebih dari yang ia butuhkan pada saat mempublikasi surat tersebut melalui bukunya. Nama besar, pengikut, pengakuan masyarakat, keluarga, penghargaan pemerintah, harta yang cukup, semuanya telah ia miliki.</li>
</ol>
<p>Dari empat poin diatas maka saya memiliki keyakinan bahwa keberadaan surat tersebut adalah otentik. Tidak ada motivasi yang masuk akal secara politik/ekonomi/sosial untuk mengarang kisah tentang kejadian tahun 46 yang dipublikasi tahun 97 dimana beliau  dikenal secara luas oleh masyarakat.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Kemudian setelah Belanda pergi dari Indonesia barulah Dr Djelantik pulang ke Bali dan sepenuhnya mengabdikan diri untuk masyarakat dalam bidang kedokteran. Banyak yang beliau lakukan dalam bidang kedokteran yang terlalu panjang untuk dibeberkan disini semua.</p>
<p>Salah satu diantaranya adalah <strike>menjadi pendiri</strike> <a href="http://dendemang.wordpress.com/2007/10/23/fakultas-kedokteran-udayana/" title="Pendirian Fakultas Kedokteran UNUD">ikut mendirikan fakultas kedokteran Universitas Udayana atas perintah Bung Karno</a>. Pada waktu itu Dr Djelantik menjabat sebagai direktur RSUP Sanglah memfasilitasi beberapa ruang untuk kegiatan fakultas yang baru berdiri. Fakultas kedokteran ini kemudian digabung dengan fakultas sastra cabang Universitas Airlangga yang sudah lebih dulu berdiri di Denpasar. Penggabungan beberapa fakultas itu lantas menjadi Universitas Udayana.</p>
<p>Hal hal seputar kedokteran inilah yang menjadi polemik oleh beberapa pihak dan berubah kearah penilaian visi kebangsaannya. Menurut saya apakah beliau termasuk salah satu pendiri RSUP Sanglah atau bukan itu tidak mengubah visi kebangsaanya. Beliau tetap seorang yang cinta Indonesia yang rendah hati dan tak pernah menuntut untuk ditinggikan posisinya.</p>
<p>Kecintaanya terhadapnya seni dan budaya menghantar beliau menjadi aktivis budaya yang memberi banyak sumbangan kepada dunia budaya. Semua itu dilakukan tidak dengan mudah tapi dengan penuh perjuangan.</p>
<p>Karena itu menurut pandangan saya Dr Djelantik adalah seorang pejuang dalam arti yang lebih luas. Kata pejuang punya banyak dimensi, bisa pejuang kemerdekaan, pejuang kemanusiaan, pejuang perdamaian dan bisa juga pejuang kebudayaan.</p>
<p>Semoga tulisan saya bisa lebih mengungkap siapa Dr Djelantik dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada diawal tulisan.</p>
<blockquote><p>Saya terbuka atas semua masukan tentang tulisan diatas dengan syarat menggunakan identitas yang valid (bukan inisial).</p>
<p>Tulisan terkait:</p>
<ul>
<li><a target="_blank" href="http://dendemang.wordpress.com/2007/09/11/mengenang-dr-aam-djelantik-sebagai-pejuang/">Mengenang Dr A.A.M Djelantik sebagai Bangsawan</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://dendemang.wordpress.com/2007/10/18/fakta-kepulangan-dr-aam-djelantik/">Fakta Kepulangan Dr AAM Djelantik</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/">Peran Tokoh di Grey Area</a></li>
</ul>
</blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peran Tokoh di Grey Area]]></title>
<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/</link>
<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 19:15:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
<guid>http://zoegian.id.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/</guid>
<description><![CDATA[Menarik sekali mengikuti diskusi di blog Budayawan Muda, apalagi membicarakan tokoh-tokoh yang telah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik sekali mengikuti diskusi di blog <a target="_blank" href="http://dendemang.wordpress.com/2007/09/11/mengenang-dr-aam-djelantik-sebagai-pejuang/" title="Diskusi tentang Dr Djelantik sebagai pejuang">Budayawan Muda</a>, apalagi membicarakan tokoh-tokoh yang telah almarhum yang ketokohannya diyakini, ditolak ataupun diragukan peranannya dalam khazanah revolusi fisik perjuangan RI sejak 1945 s/d 1949. Sayang boleh dikatakan sebagian besar daripada beliau para pejuang ini telah tiada, kita seakan baru terjaga dari tidur.</p>
<p><img border="0" vspace="10" align="right" width="100" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/c/cc/I_a_gde_agung.jpg" hspace="10" alt="AA Gde Agung" height="141" /><br />
Untuk mengungkap ketokohan dari orang-orang yang dianggap pejuang ini kita harus extra hati hati. Selain ada suatu wilayah <em>sharp area</em> yang begitu jelas memihak Belanda, yang saya maksud adalah tokoh tokoh yang secara <em>diametral</em> dan <em>frontal</em> berhadapan dengan para pejuang angkatan <a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ngurah_Rai,_I_Gusti,_Kolonel">Gst Ngurah Rai</a> seperti misalnya <a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ide_Anak_Agung_Gde_Agung">Anak Agung Gde Agung</a> Raja Gianyar, maka ada <em>grey area</em> seperti dalam kasus Dr Djelantik ini.</p>
<p><img border="0" align="left" width="154" src="http://www.baliprov.go.id/var/files/panjitisna.gif" alt="AA Pandji Tisna" height="154" /><a href="_blank">Anak Agung Panji Tisna</a> termasuk tokoh yang dikritik dalam Bali Berjuangnya <a target="_blank" href="http://cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&#38;op=viewarticle&#38;artid=686">Nyoman S Pendit</a> karena cenderung memihak pada Belanda, tapi puteranya ( Dr AAM Udayana alm ) dalam salah satu bukunya menyatakan bahwa Sang Ayahanda diam diam melindungi para pemuda yang bersembunyi di <a target="_blank" href="http://www.bali3d.com/royal-palace-singaraja-bali.php">Puri Agung Buleleng</a> saat saat diincar Belanda.</p>
<p>Nah disini ada dua fakta yang tampaknya berseberangan. Untuk juga diketahuai ternyata Anak Agung Panji Tisna adalah sahabat dekat dan akrab dari <a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soetomo">Dr Soetomo</a> itu Pahlawan Nasional, yang pernah datang mengunjungi Panji Tisna saat liburan di sekolah STOVIA dahulu, dan Mr Anak Agung Gde Agung adalah sahabat surat menyurat <a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta">Drs Moh Hatta</a> .</p>
<p>Tentu semua fakta ini tidak serta merta bisa menisbahkan kepahlawanan atau kepenghianatan seseorang, tinggal bagaimana kita dengan fikiran yang jernih berusaha mengungkapkan fakta fakta yang masih tertimbun. Para pejuang atau roh para pejuang akan berteriak gemuruh menjerit jika misalnya nanti pada akhir abad ini karena ketidak jelasan sejarah ada tokoh tokoh tertentu semisal Mr Anak Agung Gde Agung tiba-tiba diangkat menjadi pahlawan nasional oleh generasi yang akan datang yang kurang memahami sejarah leluhurnya.</p>
<p>Atau karena mendapat dukungan dari komunitas tertentu maka Aru Palaka yang memihak Belanda saat perang Makassar 1660an lantas juga diangkat jadi Pahlawan Nasional. Nah adalah saat yang tepat sekali jika ada orang-orang seperti Wibisono Sastrodiwiryo atau AA Ayu Oka Saraswati atau siapa saja mau mengangkat atau mendiskusikan informasi yang berasal dari sumber tulisan Dr Djelantik.</p>
<p>Memberikan kritik atau <em>causal analytic thinking</em>-nya dengan kepala dingin. Perlu suatu kajian yang sistematis, teliti, bertanggung jawab serta kesabaran untuk mengumpulkan berbagai bagai informasi yang berserakan untuk mengetahui " What kind of man is he ? " tokoh tersebut.</p>
<p><img border="0" vspace="10" align="right" width="126" src="http://farm2.static.flickr.com/1307/1351891380_badff46a46_o.gif" hspace="10" alt="Biografi Djelantik" height="187" />Dr Djelantik tidak salah ketika dia menulis dirinya sendiri dalam "Memoirs of the Balinese... ", menjelaskan siapa dirinya dan bagaimana kiprahnya dalam saat saat yang kritis. Tapi para komentator yang belakangan baru " ngeh " atas ketidak benaran atau fakta yang meragukan dari apa yang ditulisnya, namun tetap saja memerlukan fakta yang bisa divalidasi kebenarannya.</p>
<p>Tapi satu hal harus diingat, sejarah harus ditulis jika kita tidak menginginkan dia terkubur dalam pembusukan waktu dan zaman, harus ada seseorang atau siapapun yang mau dan berani menulis sejarah, terlepas apakah itu diakui atau tidak, karena kebenaran akan diuji oleh fakta fakta dilapangan.</p>
<p>Dr Djelantik telah menulis sejarah versi dia, kenapa kita tidak menulis sejarah versi kita sendiri, yang dapat mempersembahkan fakta fakta telanjang buat generasi yang akan datang. Saya bukan sejarawan, namun dalam hati saya yang terdalam muncul kekhawatiran akan dekontruksi daripada sejarah yang masih ada didepan mata, maka tanpa harus menjadi piawai dan pintar sayapun menulis apa yang saya ingat dan rasakan.</p>
<p>Syukur Alhamdulillah, rupanya masyarakat Bali menerima dan menyambut baik buku-buku yang telah saya tulis sejak 1994 ( Perang Jagaraga 1846-1849, I Gusti Anglurah Panji Sakti Raja Buleleng 1599-1680 penerbit Guna Agung ) , Perjalanan Danghyang Nirartha 1470-1560 / 1999 , Perang Banjar - 1868 -sebuah pemberontakan para brahmana bali utara / 2007 - penerbit Bali Post.</p>
<p>Penulisan khazanah Bali saya anggap sangat mendesak, mengingat pertgantian generasi hampir terjadi dalam satu kerdipan mata. Tentu kurang elok misalnya jika seorang yang seharusnya hanya menjadi tokoh budaya atau dokter saja lalu diinisiasi menjadi " pejuang kemerdekaan " hanya karena tidak ada atau malasnya kita mencari data.</p>
<p>Namun kesalahan selalu memberikan hikmah tertentu. Dalam kasus Dr Djelantik maka hikmahnya adalah karena ada yang sempat membaca tulisannya yang diterbitkan oleh <a target="_blank" href="http://www.periplus.com/">Periplus</a> (penerbit berstandard internationa) dan lalu memunculkannya di blog .</p>
<p>Namun kemudian ada <em>counter</em> dari orang-orang yang mengetahui benar apa siapanya Dr Djelantik ( sayang sampai saat ini kok belum ada yang menulis apa siapanya Mr Anak Agung Gde Agung ), ini bisa menjadi bahan diskusi yang positif untuk mengarah kepada kebenaran dan tidak perlu diberikan stigma atau dicurigai sebagai propaganda komunitas tertentu.</p>
<p><img border="0" vspace="10" align="left" width="180" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/e8/DrNgoerah.jpg/180px-DrNgoerah.jpg" hspace="10" alt="Prof Ngoerah" height="143" />Untuk <a target="_blank" href="http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/9/19/b3.htm">Prof Dr IGNG Ngurah </a>( beliau adalah dosen yang saya kagumi oleh karena mengajarkan saya tidak menjadi pemalas saat kuliah di Unud ), seyogyanya ketokohan beliau bisa diangkat terutama informasi dari Sdri Saraswati tentang keanggotaan dan kiprah beliau semasa menjadi <a target="_blank" href="http://indexpress.net/index122/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=51&#38;Itemid=38">mahasiwa pejuang Prapatan 10</a>. Jika demikian nyata dan besar jasanya mengapa misalnya tidak diusulkan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah menjadi RS Prof IGNG Ngurah. Why not? Kemudian Dr Djelantik untuk Sasana Budaya mengingat jasa-jasanya dibidang kebudayaan.</p>
<p>Selamat berdiskusi,</p>
<p>Salam,<br />
Soegianto Sastrodiwiryo.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WebLinks Perguruan Tinggi Negeri]]></title>
<link>http://gatotsudjito.wordpress.com/2008/02/25/weblinks-perguruan-tinggi-negeri/</link>
<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 02:48:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>gatotsudjito</dc:creator>
<guid>http://gatotsudjito.id.wordpress.com/2008/02/04/weblinks-perguruan-tinggi-negeri/</guid>
<description><![CDATA[INSTITUT


Institut Pertanian Bogor


Institut Seni Indonesia Denpasar


Institut Seni Indonesia Yog]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">INSTITUT</p>
<ul>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.ipb.acid/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Institut Pertanian Bogor</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.isi.dps.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Institut Seni Indonesia Denpasar</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.isi.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Institut Seni Indonesia Yogyakarta</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.itb.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Institut Teknologi Bandung</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.its.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</a></div>
</li>
</ul>
<p align="justify">POLITEKNIK</p>
<ul>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.eepis-its.edu/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.polman-bandung.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Manufaktur Bandung</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.pnb.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Bali</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.polban.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Bandung</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.poliban.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Banjarmasin</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.pnj.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Jakarta</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.poltek-malang.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Malang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.polmed.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Medan</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.polinpdg.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Padang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.polinpdg.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Padang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.polnep.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Pontianak</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.members.tripod.com/politeksmg" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Semarang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.polisriwijaya.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.eicn.ch/poltek" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Negeri Ujung Pandang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.ppns.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.poltekpangkep.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Sulsel</a></div>
</li>
</ul>
<p align="justify">UNIVERSITAS</p>
<ul>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unair.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Airlangga</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unand.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Andalas</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unb.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Bengkulu</a> </div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.brawijaya.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Brawijaya</a> </div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.uncen.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Cendrawasih</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.undip.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Diponegoro</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.ugm.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Gajah Mada</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unhalu.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas HAaluoleo</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unhas.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Hasanuddin</a> </div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.ui.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Indonesia</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unja.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Jambi</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unej.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Jember</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unsoed.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Jenderal Soedirman</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unlam.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Lambung Mangkurat</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unila.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Lampung</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unimal.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Malikussaleh</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unima.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Manado</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unram.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Mataram</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unmul.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Mulawarman</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.ung.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Gorontalo</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unj.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Jakarta</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unm.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Makassar</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.malang.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Malang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unimed.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Medan</a> </div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unp.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Papua</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unnes.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Semarang</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unesa.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Surabaya</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.uny.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Negeri Yogyakarta</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unpad.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Padjajaran</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.upr.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Palangka Raya</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.upi.edu/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Pendidikan Indonesia</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unri.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Riau</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unsrat.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Sam Ratulangi</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.uns.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Sebelas Maret</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unsri.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Sriwijaya</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.untirta.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Sultan Ageng Tirtayasa</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.usu.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Sumatra Utara</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unsyiah.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Syiah Kuala</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.untad.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Tadulako</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.untan.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Tanjungpura</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.trunojoyo.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Trunojoyo Madura</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a target="_blank" href="http://www.unud.ac.id/" title="Perguruan Tinggi Negeri">Universitas Udayana</a></div>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
