<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tongseng &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/tongseng/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tongseng"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 18:01:58 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Counting down the days]]></title>
<link>http://athay.wordpress.com/?p=286</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 03:22:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>athay</dc:creator>
<guid>http://athay.id.wordpress.com/2008/08/19/counting-down-the-days/</guid>
<description><![CDATA[Saat meeting jumat sore, bos saya mengumunkan kalau bulan ini will be my last month in PT. Anuan In]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saat meeting jumat sore, bos saya mengumunkan kalau bulan ini will be my last month in PT. Anuan Indonesia, karena saya sudah diterima kerja di tempat baru. I’m glad that all the people in PT. Anuan Indonesia are <a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=100_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/100_.gif" border="0" alt="100" /></a> very supportive. Sedih juga sih karena ga akan dapet jatah BMW lagi hiks, dan terutama karena harus meninggalkan kantor tercinta yang udah feels like home, terutama teman-teman <em>gang</em> mencos; Debol tempat curhatku, Mbak Eka yang ‘A’ bgd, Mbak Ni-Nung-Ningnangningnung, Mbak Astrid sang ibu pompa sedunia, and the one and only guy there tato. Walaupun markas besar kita udah digerebek, but I’ll miss the time when we hung out together. Thank you guys for being sucha great great friends. Sukses buat semua, lubb u all. <a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=068_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/068_.gif" border="0" alt="068" /></a>I'm leaving.</p>
<p style="text-align:justify;">Oiya, buat jeng Elie dan produk oriflame-nya, senang berbisnis dengan anda. BH (read. beha) alias Ba Herlin take care of my dear baby Front End yaa (doh?? malay amirr hehe), Bak Ocha yg anaknya ca'em abiez, bolee dong <a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=056_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/056_.gif" border="0" alt="056" /></a> anaknya maen ama tante sari??? <a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=051_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/051_.gif" border="0" alt="051" /></a> huahauhau gatel geeela.</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih untuk Bu Yasmin yang baik hati dan selalu sabar, Bu Rani yang sudah membuat segalanya lebih mudah, jama'ah Dadaniyah (Mas Dadan &#38; Pak Harry) untuk rumpiannya sebelum sholat Dzuhur, Pak Jerry untuk nolongin saya waktu tragedi air panas thanks a lot yo, u saved my life<a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=058_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/058_.gif" border="0" alt="058" /></a>. Untuk Mbak Lisa for killing my dull time at FX with sucha dull game like solitaire, Mbak Lenny yang sudah memberikan ilmunya soal teknologi mobil which I've already forgot by now haha just kidding aku masih inget kok *sedikit* </p>
<p style="text-align:justify;">Also thanks to Mr. K yang dah memberi saya kesempatan menggunakan mobil BMW during weekend <a href="http://athay.wordpress.com/2008/04/25/drama-continous-a-story-of-saya-part-ii/" target="_blank">wkt itu</a>, Mr. M for ... errr ... nothing? hehe, Pak De yang sudah bersedia menampung saya for 16 months, Ibu Helena yang always nice to me and everybody else juga pastinya, Mbak Lia yang (walaupun cuma niat) udah mau berbaik hati menjadikan saya joki wkt mo berangkat ngantor, Bu Hanny yang baik hati, Chika yang udah ngerelain breadtalk nya ta' embat dengan lahapnya <a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=061_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/061_.gif" border="0" alt="061" /></a> thanks bro anda sudah menyelamatkan saya dari bahaya gizi buruk, Pak Jeko untuk roti cokelatnya yang mantabs punya.</p>
<p style="text-align:justify;">Also thanks to Pak Edy, Pak Igor, Mbak Nuke, Mbak Teti, Mbak Titis, Mbak Fitri, Mbak Tami, Pak Yo, Pak Jentri, Pak Iwan, Pak Sendy, Pak Budi, Pak Oban.</p>
<p style="text-align:justify;">Ngga ketinggalan thanks to Mas Parmince dan Miska for preparing my fave breakfast at 8 AM (nasi uduk / indomie rebus pake telor + cabe rawit / bubur ayam), meals at lunch time and fruits at 3 PM every day, eh ngga deng, office day only maksudnya, berkat kalian jam makanku jadi teratur sehingga berat badanpun turun 5kg (<a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=013_a.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/013_a.gif" border="0" alt="013_a" /></a> deeee promosiii), I owe you guys.</p>
<p style="text-align:justify;">There are only two weeks left before I leave. Uuuu, I’m gonna miss my  “leyeh-leyeh” <a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=095_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/095_.gif" border="0" alt="095" /></a> time di akuariumku tercinta. Gonna miss soto betawi daging, soto kudus daging, soto ayam madura, rawon, empal kremes, ikan asin + sayur asem BW, ayam plenetnya BW + sambelnya yang bikin bibir dower n mata merem melek, tongseng, es podeng depan BW, comro dan semua makanan yang endang sukamti …. uhuhuhu <a href="http://s237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/?action=view&#38;current=005_.gif" target="_blank"><img src="http://i237.photobucket.com/albums/ff133/onionethan/onion_Emoticons/005_.gif" border="0" alt="005" /></a> I’m gonna mizz u all .</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salatiga]]></title>
<link>http://mamaselma.wordpress.com/?p=83</link>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 06:15:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mama Selma</dc:creator>
<guid>http://mamaselma.id.wordpress.com/2008/07/28/salatiga/</guid>
<description><![CDATA[Selepas Semarang, kami menuju Salatiga melewati Ungaran. Salatiga kotanya sejuk. Cukup ramai karena ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selepas Semarang, kami menuju Salatiga melewati Ungaran. Salatiga kotanya sejuk. Cukup ramai karena Salatiga adalah kota pelajar. Di sana banyak sekolahan dan terdapat universita yang cukup terkenal Satya Wacana. Pabrik lulur mandi Vitalis itu ternyata pabriknya juga di sana. Kayaknya sangat terkenal, karena ketika kami menanyakan alamat ke beberapa orang, dan kebetulan mereka pakai patokan pabrik Vitalis, rata2 menyebutnya sebagai pabrik kosmetik saja ;p</p>
<p>Karena sudah lewat jam makan siang, maka begitu melihat spanduk kuning bersih menyolok bertuliskan Warung Sate Pak Yon, langsung saja kami sepakat untuk mampir. Menunya aneka kambing khas Jawa Tengah. Ada Tengkleng (gule, tapi cuma thethelan/tulang yg masih ada dagingnya dikit2), sate kambing muda, dan Tongseng yang yummy...yummy. Total yang kami habiskan dengan minum 1 es jeruk dan 2 teh anget CUMA 22ribu!!!!...hhhaaahhhh...???? murraahh tenaann.</p>
<p>Lucunya, semua menu disajikan pakai rajangan kubis dan irisan tomat.... termasuk di satenya lho! Yang bikin daku tertarik adalah angkringnya yang terbuat dari kayu jati asli, lihat saja kayu di pikulannya, mantap boooo.</p>
<p><a href="http://mamaselma.files.wordpress.com/2008/07/tongseng.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-84" src="http://mamaselma.wordpress.com/files/2008/07/tongseng.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://mamaselma.files.wordpress.com/2008/07/sate-kambing-salatiga.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-85" src="http://mamaselma.wordpress.com/files/2008/07/sate-kambing-salatiga.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://mamaselma.files.wordpress.com/2008/07/sate-pak-yon.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-86" src="http://mamaselma.wordpress.com/files/2008/07/sate-pak-yon.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://mamaselma.files.wordpress.com/2008/07/pikulan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-87" src="http://mamaselma.wordpress.com/files/2008/07/pikulan.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kambing Muda "Pujaing"]]></title>
<link>http://yiskandar.wordpress.com/?p=270</link>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 14:19:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://yiskandar.id.wordpress.com/2008/04/16/kambing-muda-pujaing/</guid>
<description><![CDATA[Eh, lha ternyata masih ada pilihan tempat makan lainnya, kali ini di sisi tenggara Yogyakarta, bagi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Eh, <em>lha</em> ternyata masih ada pilihan tempat makan lainnya, kali ini di sisi tenggara Yogyakarta, bagi Anda yang bosan dengan suasana restoran. Jika Anda sedang dalam perjalanan dari Yogya menuju Piyungan atau Wonosari, atau sebaliknya sedang menuju Yogya dari arah Wonosari, maka ada pilihan tempat makan pinggir jalan yag dapat dipertimbangkan.</p>
<p>Namanya "Pujaing", kependekan dari Pusat Jajan Pasar Paing, karena letaknya persis di depan pasar Paing, Tegalsari, Jalan Wonosari Km 8,5. Kalau dari arah Yogya letaknya di sisi kanan jalan, sekitar 1,5 km sebelum Taman Rekreasi Kid's Fun.</p>
<p>Bagi yang belum pernah tahu Kid's Fun, ini adalah taman bermain untuk anak-anak. Konon pemiliknya adalah mantan KSAD, HS. Subagyo (entah benar, entah tidak). Saya tidak ingin cerita lebih jauh tentang Kid's Fun karena memang tidak ada yang istimewa tentang tempat bermain ini. Tempat ini sebenarnya pernah menjadi pilihan para orang tua di Yogya untuk menggiring anak-anaknya berekreasi dengan aneka sarana hiburan dan bermain. Namun belakangan agak turun pamornya. Maklum untuk ukuran Yogya, untuk bermain di tempat ini diperlukan biaya yang tergolong mahal bagi masyarakat umum Yogya.</p>
<p>Kembali ke "Pujaing" tadi, <em>ngomongin </em>soal makan terasa lebih <em>nyem-nyem</em>...... Meskipun disebut oleh pemiliknya sebagai pusat jajan, jangan dibayangkan seperti yang ada di kota-kota besar. "Pujaing" ini hanya sekedar warung di pinggir jalan yang ukurannya agak lebar, yang di sana tersedia beberapa pilihan makanan yang digelar bersama-sama di satu warung. Jadi suasananya ya suasana makan di warung pinggir jalan. Sederhana saja.</p>
<p>Yang khas, jenis makanan yang disediakan punya nama yang luar biasa, maksudnya di luar kebiasaan. Misalnya ada <em>baskom</em> (yang ini jelas bukan sejenis wadah yang terbuat dari alumunium), tapi entah rumusan tata bahasa dari mana hingga<em> baskom</em> ini ternyata singkatan dari bakso kumis. Tapi dijamin kalau Anda pesan bakso ini tidak akan dicampur dengan kumis penjualnya. Barangkali sekedar julukan bagi penjualnya, Pak Kumis.</p>
<p>Ada lagi, <em>mie pitik</em>. Ya, benar-benar disebut <em>pitik</em> (bahasa Jawa yang artinya ayam). Lalu ada soto babat, es teler, sate atau tongseng <em>kempol</em> kambing muda. Lagi-lagi, dipilih sebutan <em>kempol (</em>bahasa Jawa yang artinya paha). Dengan menyebut <em>kempol</em> memang terkesan lebih mantap ketimbang menyebut paha.</p>
<p>Bagi mereka yang suka mengembik alias penggemar daging kambing muda, barangkali mampir ke "Pujaing" tidak ada salahnya dicoba. Ihwal kambing muda ini memang susah dibuktikan, mudah-mudahan benar. <em>Lha</em>, wong umur seseorang di KTP yang ada fotonya saja mudah dimanipulasi, apalagi kambing yang tidak pernah punya KTP dan tidak terlihat <em>prejengan-</em>nya (profil wajahnya).</p>
<p>Jika sudah memilih jenis makanannya, maka tinggal pesan atau jika ingin lebih puas dapat juga langsung mendatangi <em>counter</em> (baca : gerobak) masing-masing.</p>
<p>Soal rasa, menurut lidah saya bisa ber-<em>rating</em> "enak" saja. Namun kalau memperhatikan cukup banyaknya pengunjung yang mampir ke warung "Pujaing" ini, nampaknya bagi lidah orang lain bisa tergolong "enak banget". Jika penilaian ini benar, memang pas sekali dengan motto yang disandang warung ini, yang berbunyi : <em>"Dijamin uenak tenan"</em> (saya tulis sesuai tulisan aslinya).</p>
<p>Selebihnya, terserah Anda. Paling tidak, "Pujaing" ini dapat menjadi pilihan makan siang yang tidak mengecewakan. Nyatanya anak saya sampai menghabiskan dua <em>baskom</em>, maksudnya dua mangkok baksonya.</p>
<p>Siapa tahu Anda kesasar ke jalan Wonosari......... <em>Monggo</em>, kalau mau mampir di warung "Pujaing" sambil mengingat-ingat jalan pulang.</p>
<p>Yusuf Iskandar<br />
Tembagapura, 24 Juli 2004.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sate Kambing "Ibu Laminah" Gombong]]></title>
<link>http://yiskandar.wordpress.com/?p=252</link>
<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 05:35:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://yiskandar.id.wordpress.com/2008/04/07/sate-kambing-ibu-laminah-gombong/</guid>
<description><![CDATA[Menempuh jalur lintas selatan dari arah Yogyakarta menuju ke kota-kota di sebelah baratnya terkadang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menempuh jalur lintas selatan dari arah Yogyakarta menuju ke kota-kota di sebelah baratnya terkadang membosankan. Hari Sabtu yang lalu saya mencoba menggunakan jalan alternatif, yaitu jalan yang membentang sejajar di sebelah selatannya jalur utama lintas selatan dari Yogyakarta menuju kecamatan Buntu, yaitu perempatan yang menuju Cilacap, Purwokerto dan propinsi Jawa Barat. Ini adalah jalan alternatif yang sedang dikembangkan ke arah timur sebagai jalan alternatif di pinggir selatan, dekat laut, menghubungkan dengan wilayah selatan Bantul, Gunung Kidul, hingga ke Pacitan.</p>
<p>Kondisi jalan ini sekarang jauh lebih baik dan lebih lebar. Dulunya hanya jalan kecil atau tepatnya jalan lintas pedesaan. Kini kondisi jalannya ada yang sudah beraspal halus dan ada yang masih kasar, tapi tidak banyak berlubang-lubang sehingga bisa melaju kencang, karena bentangan jalannya relatif lurus dan sepi. Melintasi kawasan persawahan, tegalan dan menerobos pedesaan. Tidak banyak berpapasan dengan kendaraan atau sepeda motor, kebanyakan orang desa yang bersepeda dan pada jam-jam tertentu banyak anak-anak berangkat atau pulang sekolah. Bagi orang-orang yang sudah tahu, melintasi jalan ini akan sangat menghemat waktu.</p>
<p>Dari arah Yogyakarta, saya masuk ke jalur jalan ini setelah melewati kota Wates, tepatnya pada persimpangan jalan yang menuju ke pantai Congot. Setelah itu tinggal mengikuti papan petunjuk arah terus melaju ke arah barat. Jika menginginkan kembali ke jalur utama lintas selatan, maka pada beberapa persimpangan akan terdapat tanda dimana bisa menuju kota-kota Purworejo, Kebumen, Karanganyar, Gombong, dsb. Hanya saja, di sepanjang jalan alternatif selatannya lintas selatan ini tidak akan dijumpai SPBU dan tidak banyak warung makan.</p>
<p>Oleh karena itu ketika tiba di wilayah Gombong, saya menyempal ke utara menuju jalur utama di kota Gombong. Tujuannya ya mencari warung makan. Kalau tengki kendaraan sudah dipenuhi BBM sejak berangkat dari Yogyakarta, tapi tengki pengemudi dan penumpangnya sudah mulai memainkan musik klenengan alias minta diganjal.</p>
<p>Tapi kemana enaknya? Kata-kata "enaknya" ini dalam arti yang sebenarnya, yaitu makan yang enak. Sedang saya merasa belum familiar dengan kota ini.</p>
<p>Atas rekomendasi teman, sampailah saya di warung makan "Ibu Laminah". Menilik namanya, jelas pemilik warung makan ini adalah seorang perempuan. Maka di sanalah aku berdiri...... (tentu saja setelah keluar dari mobil), lalu masuk ke sebuah warung di pinggir jalan. Suguhan menu utamanya adalah sate, gule dan tongseng kambing. Bagi sebagian orang yang sudah <em>over sek</em> (lebih seketan, lebih lima puluhan umurnya) memang terkadang perlu agak hati-hati dengan menu perkambingan.</p>
<p>***</p>
<p>Namanya juga warung, tampilan luarnya memang tidak terlalu bagus dan tidak pula terlalu menarik. Sangat sederhana, entah kenapa tidak direnovasi menjadi lebih bagus dan permanen. Tidak seperti resto-resto masa kini yang sedang menjamur. Nyaris biasa-biasa saja tak beda dengan warung-warung makan pinggir jalan lainnya. Lokasinya berada di sisi utara jalan raya utama kota kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen. Persisnya di Jl. Yos Sudarso, di seberang depannya Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, agak ke timur sedikit.</p>
<p>Meskipun sepintas seperti warung makan murahan di pinggir jalan raya, tapi rasa satenya, <em>boo.........</em> Saya kategorikan di atas rata-rata. Sate kambingnya disajikan dengan bumbu sambal kecap dan irisan bawang merah. Daging satenya <em>uuuempuk tenan ....</em>.(diucapkan sambil kedua ujung jari jempol dan telunjuk seperti sedang memencet irisan daging, lalu gerak-gerakkan sedikit naik-turun.....), dan tidak berkecenderungan <em>nylilit</em> atau nyangkut di gigi (kecuali yang memang giginya sudah aus parah).</p>
<p>Seporsinya berisi sepuluh tusuk daging kambing dengan irisan agak kecil. Belum lagi tongsengnya, <em>wow......</em> Pas benar bumbunya ibu Laminah ini. Bukan hanya <em>mak nyusss..</em>., tapi <em>mak nyoouusss..</em>.....karena <em>keceplus</em> cabe rawit yang ada di tongseng.....</p>
<p>Warung makan "Ibu Laminah" ini sudah beroperasi sejak tahun 1980. Selama ini pula sudah memiliki penggemarnya sendiri, khususnya mereka yang tinggal di Gombong, Kebumen dan sekitarnya, termasuk para dokter terbang Rumah Sakit PKU di seberangnya. Pelanggan dari luar kota hanya mereka yang sudah tahu dan kebetulan sedang dalam perjalanan melewati kota Gombong.</p>
<p>Menilik bahwa sehari rata-rata menghabiskan seekor kambing, tentu sebuah prestasi dagang yang cukup lumayan untuk ukuran warung kecil di pinggir jalan. Prestasi tertingginya dicapai waktu musim lebaran, sehari bisa mengorbankan tiga ekor kambing.</p>
<p>Kiranya bagi mereka yang sedang dalam perjalanan di jalur lintas selatan dan kebetulan tiba di Gombong pas lapar dan perlu mengisi tengki dua belas jari, serta menyukai menu kambing-kambingan, maka warung makan "Ibu Laminah" adalah salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Setidak-tidaknya, kalau suatu saat saya melintas di kota Gombong lagi, saya berniat untuk menyinggahi "Ibu Laminah", lengkap dengan sate dan tongsengnya.</p>
<p>Yogyakarta, 30 Nopember 2006<br />
Yusuf Iskandar</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iga Si Jangkung 2]]></title>
<link>http://jusak.wordpress.com/?p=22</link>
<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 19:29:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusak</dc:creator>
<guid>http://jusak.id.wordpress.com/2008/02/16/iga-si-jangkung-2/</guid>
<description><![CDATA[
	Akhirnya keturutan juga kebagian kursi di warung Mang Jangkung. Kesan pertama, menunya pasti enak,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:Arial;font-size:15px;line-height:normal;"></span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;">	</span>Akhirnya keturutan juga kebagian kursi di warung Mang Jangkung. Kesan pertama, menunya pasti enak, karena orang rela berdesak-desakan, duduk deket-deketan saling sikut menyikut, dengan resiko kesundut kuali panas tempat menghidangkan iga bakar.</span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;">	</span>Setelah pesan iga kambing bakar, dan menunggu lumayan lama, akhirnya pesanan pun datang. Dihidangkan di dalam piring tanah yang panas berasap, dengan tulang iga kambing yang munjung keluar dari piringnya. Pantas aja lama, kelihatannya manggangnya lengkap dengan piring dan bumbunya sekaligus. Soalnya asap yang keluar nggak cuma dari iga panggangnya tapi juga dari piringnya sih.</span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre;">	</span>Tongseng panggang! Itu kesan pertama saya mencicipi hidangan unik ini. Soalnya rasa dagingnya manis kayak sate, tapi kecap dan bumbunya yang gurih pedas seperti tongseng. Selain daging yang empuk dan gampang nyoplok, saya juga seneng dengan gajih transparan yang ada di sana sini dan masih mendesis-desis. Di dasar piring keliatan potogan kasar rempah dan bumbu yang digunakan, bercampur dengan kuah kental yang pekat lezat. </span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span style="white-space:pre;" class="Apple-tab-span">	</span>Yang jelas, saya terkesan banget. Dan lain kali ke sini, udah pasti mampir lagi!</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TonGsenG]]></title>
<link>http://sumardiyono.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 09:29:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>0ckee</dc:creator>
<guid>http://sumardiyono.id.wordpress.com/2008/01/31/tongseng/</guid>
<description><![CDATA[TonGsenG
 
Bahan-Bahan

Daging kambing, kol, serai, lengukas, daun jeruk, kecap manis /gula pasir,me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;">TonGsenG</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Verdana;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Verdana;">Bahan-Bahan</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Verdana;"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Daging kambing, kol, serai, lengukas, daun jeruk, kecap manis /gula pasir,merica, cabe rawit dan garam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Verdana;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Verdana;">bumbu halus : </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">bawang merah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">bawang putih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">kemiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">ketumbar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">kunyit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">        </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">jintan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"> </span><br />
<b><span style="font-family:Verdana;">Caranya :</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">Tumis bumbu halus sampe layu, masukin serai, lengkuas, daun jeruk (klo ada cengkeh) aduk sampe harum, terus masukan daging kambing aduk sampe berubah warna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">    </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">Tambahkan air, merica dan cabe rawit, didihkan sampe empuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-21pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span><span style="font-family:Verdana;">Tambahkan santan sedikit menurut selera, kecap manis/gula pasir, garam, kol dan tomat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-align:justify;text-indent:-21pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Verdana;">Lalu taburi bawang goreng dan siap untuk disajikan</span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
