Sekuntum bunga muda di pinggir jalan bertanya kepada bunga mekar di tanah subur: “Mengapakah kau biarkan lebah mengambil madumu?”Bunga mekar terdiam sebentar menimbang, “Tidakkah ia … lagi →
Koleksi Penyanggapenyangga wrote 1 month ago: Sekuntum bunga muda di pinggir jalan bertanya kepada bunga mekar di tanah subur: “Mengapakah k … more →
penyangga wrote 1 year ago: Apakah manusia, selain susunan debu menunggu waktuBukankah tanpa hembusan nafas sang Rahim, manusia … more →
penyangga wrote 1 year ago: Tuhan, seberapa pentingkah artiku bagi-Mu?Apakah hanya setitik debu yang tiada arti?Ataukah seperti … more →
penyangga wrote 1 year ago: Seorang ibu bertanya kepada anaknya, “Percayakah engkau akan Tuhan anakku?”. “Tent … more →
penyangga wrote 1 year ago: Berat kurasa Ketika hempasan nafas bukanlah nafasku Ketika dentuman jantung bukanlah jantungku Ketik … more →
penyangga wrote 1 year ago: Ciptaan-Mu manusiaTerindah kata-MuDari nafas-Mu manusia ada Dengan bodoh Eva mencoba pintarDengan du … more →
aanmansyur wrote 2 years ago: entah mengapa selalu aku bayangkan puisi ini adalah doa seorang anak kecil yang terbata-bata Tuhan, … more →
aanmansyur wrote 2 years ago: siapa tuhanmu? siapa nabimu? sudah betulkah pertanyaannya seperti itu? tidakkah itu mengingatkanmu s … more →
aanmansyur wrote 2 years ago: /1/ di beranda di hadapan pintu yang senantiasa terbuka masih engkau biarkan berceceran kata-kataku … more →