usiaku baru tiba di angka empat saat sebuah bus berhenti di depan rumah lalu pergi membawa lambaian ayah ketika itu ibu mengenakan senyuman pikirku pasti ia sedang bahagia lalu aku kenakan juga senyum… more →
sesaji sajak aanwrote 3 months ago: Sudah lebih dari setahun berlalu. Sungguh saat ini suasana Jogja sangat kurindu. JOGJA, JOGJA, JOGJA … more →
wrote 2 years ago: usiaku baru tiba di angka empat saat sebuah bus berhenti di depan rumah lalu pergi membawa lambaian … more →
wrote 2 years ago: Sebuah usaha, agar orang-orang lebih banyak bicara dengan mata, pemerintah membuat aturan ketat: set … more →
wrote 2 years ago: /1/ engkau memasang langkah di kakiku engkau memasang ayun di tanganku agar aku menjauh dan merinduk … more →
wrote 2 years ago: kecupan yang kau tanam di keningku kini telah tumbuh jadi pohon lebat akar, batang dan cabang-cabang … more →
wrote 2 years ago: hari datang menemukan tubuhku sendiri telentang di tempat tidur dan pecahlah gelas yang menampung ti … more →
wrote 2 years ago: meski aku menyusuri jalan ini demiku sempurna sunya-sunyi tiba-tiba saja aku mau kau ada berjalan di … more →
wrote 2 years ago: pagi sesungguhnya tak memanggil nama siapapun namun tiba-tiba saja tubuhkulah yang terbangun berjala … more →
wrote 2 years ago: saat usia tua datang, waktunya ingatan terakhir kali semua kembali dihidupkan lalu tiba-tiba ada yan … more →
wrote 2 years ago: waktu mulai berwarna coklat, malam hendak tiba, aku duduk berhadap-hadap dengan mata jendela aku tak … more →
wrote 2 years ago: di luar kaca bus laju pohon-pohon mengejarku kubayangkan adalah engkau ada menyesalkan sesuatu 2007 … more →
wrote 2 years ago: kau kirim sebuah kabar lewat sehelai kartu pos warna matang buah jeruk seperti hari akan gelap? “aku … more →
wrote 2 years ago: panjang hari-hari kemarau mengubah rimbun rumpun bambu jadi sapu lidi agar debu-debu tak menutup ben … more →
wrote 2 years ago: cahaya jingga terakhir hari ini yang jatuh persis di kayu jendela telah menguap lenyap ke dalam seny … more →
wrote 2 years ago: di beranda, Kukila ingatkah kau kursi kayu sepasang itu? tulang-tulangnya mulai rapuh oleh waktu ia … more →
wrote 2 years ago: udara begitu kelam, diam bagai air kolam. engkau mengendap-endap ke dalam kenangku, pelan meletakkan … more →
wrote 2 years ago: ada sebuah rumah dibelit akar-akar hutan dibalut sulur-sulur kabut bertandang ke dalam tidurmu setia … more →
wrote 2 years ago: sejak itu pagi, saat kau pergi pintuku dikutuk kehilangan ketuk maka dari balik pintu, di sela bunyi … more →