<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tekun &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/tekun/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tekun"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 17:53:15 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Perseverantia (R.Maryono,SJ)]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/?p=1262</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 18:39:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.id.wordpress.com/2008/10/09/perseverantia-rmaryonosj/</guid>
<description><![CDATA[Namanya Pak Sajiran. Ia meniti kehidupan di kota Jakarta mulai dari kehidupan yang paling bawah samp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i2.photobucket.com/albums/y26/kangbono/Thisismylife.jpg"><img class="alignleft" src="http://i2.photobucket.com/albums/y26/kangbono/Thisismylife.jpg" alt="" width="205" height="156" /></a>Namanya Pak Sajiran. Ia meniti kehidupan di kota Jakarta mulai dari kehidupan yang paling bawah sampai ke kehidupan yang boleh dikatakan cukup. Ia datang ke Jakarta tanpa ketrampilan yang memadai. Ia hidup dengan memulung berbagai pecahan kaca dan botol yang ada di kali. Dalam suasana sulit ia tetap bertahan dan tekun menjalani hidup. Pernah ia mengumpulkan uang dari hasil memulung untuk mendirikan bengkel sepeda yang sederhana. Akhirnya, ia bisa membeli satu becak. Dari satu becak ini berkembang menjadi juragan becak. Karier sebagai juragan becak runtuh karena Gubernur Wiyogo melarang becak berkeliaran di ibukota. Dia sekarang menjadi tukang disamping menjadi juragan rumah kost. Anaknya empat. Dari hasil usahanya ia mampu membekali anak-anaknya dengan pendidikan yang cukup.</p>
<p>Kalau melihat secara fisik, tidak kelihatan bahwa Bapak itu telah mampu menaklukkan tantangan kehidupan yang begitu keras di ibukota. Bekalnya adalah daya tahan dan ketekunan dalam menjalani hidup. Itulah<br />
<strong>Perseverantia,</strong> yang artinya “memiliki daya tahan dan ketekunan dalam menghadapi tantangan”.  Perseverantia muncul kalau di dalam diri orang muncul suatu harapan atau keinginan atau cita-cita yang mau diraih. Tidak hanya dalam hidup jasmani, Perseverantia diperlukan tetapi  juga dalam hidup rohani. <!--more--></p>
<p>Dalam Injil hari ini (Luk11:5-13) Perseverantia tampak.”Mintalah, maka kamu akan diberi. Carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” Minta, mencari, mengetuk<br />
memerlukan suatu ketahanan. Banyak orang sekarang ini mudah mengeluh, mudah patah semangat, mudah kecewa, dan sebagainya yang menunjukkan tidak adanya ketahanan dan ketekunan. Bagi orang seperti ini sangat sulit untuk meraih cita-cita.</p>
<p>Teilhard de Chardin menyebutkan bahwa hendaknya dalam diri setiap orang ada suatu “intuisi awal” dalam mengerjakan sesuatu. Intuisi awal berupa tujuan, cita-cita, keinginan, harapan yang mau diraih lewat pekerjaan yang mau dilakukan. Kita bisa melihat, kalau ada mahasiswa yang merasa sulit untuk memulai menulis skripsi. Dalam otaknya tidak ada ide. Mungkin, dulu ketika memasuki jurusan yang ia pelajari hanya karena tidak diterima di mana-mana lalu masuk ke jurusan seadanya. Jadi, tidak ada intuisi awal. Perseverantia juga tidak pernah akan tampak.<br />
Dalam hal ini, kita melihat pentingnya permohonan dalam setiap doa. Permohonan yang sungguh-sungguh akan mengarahkan doa kita. Yang jadi masalah adalah, permohonan macam mana yang kita miliki. Apakah kita cuma memperhatikan <em>self will, self interest, self love</em> kita. Atau, mau sungguh-sungguh mencintai Allah kita. Roh Kudus sendiri yang akan membangkitkan <strong>perseverantia </strong>dalam hidup kita seturut permohonan kita .  Maka, di akhir Injil, Yesus mengatakan,”Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.” Sekalian kita melihat diri kita masing-masing, apakah kita mempunyai perseverantia dalam mengolah hidup rohani? Kalau tidak, mungkin kita tidak punya “intuisi awal” dalam setiap doa-doa kita.</p>
<p>====================================================================</p>
<p>Luk 11;5-13<br />
11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,<br />
11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;<br />
11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.<br />
11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.<br />
11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.<br />
11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.<br />
11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?<br />
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?<br />
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Taking A Chance]]></title>
<link>http://danpram.wordpress.com/?p=235</link>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 05:11:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Danang Pramudya</dc:creator>
<guid>http://danpram.id.wordpress.com/2008/10/06/taking-a-chance/</guid>
<description><![CDATA[Sebenarnya ada hal yang dapat kita pelajari saat kita menyebrang jalan. Bayangkan saat kita berada d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya ada hal yang dapat kita pelajari saat kita menyebrang jalan. Bayangkan saat kita berada di pinggir jalan raya yang padat dengan kendaraan bermotor yang berlalu lalang. Kita hendak menuju seberang jalan. Mungkin ada zebra cross atau mungkin juga tidak ada. Satu hal yang pasti adalah kendaraan bermotor cukup padat melaju dengan kecepatan yang lumayan kencang.</p>
<p style="text-align:center;">
<img class="size-full wp-image-236 aligncenter" title="Menyebrang Jalan" src="http://danpram.wordpress.com/files/2008/10/p195271-hong_kong-busy_zebra_crossing.jpg" alt="" width="474" height="356" /></p>
<p style="text-align:left;">Nah, dengan kendaraan yang melaju dengan kencang itu tentu akan memunculkan sedikit perasaan <em>nervouz</em> dalam diri kita. Rasio dan intuisi kita beradu untuk menjawab pertanyaan yang terstimulus oleh otak, "kapan waktu yang tepat untuk kita menyebrangi jalan ini?"</p>
<p style="text-align:left;">Beberapa kondisi yang mungkin terjadi misalnya sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Ada sebuah momen yang sangat tepat, dimana kita bisa menyebrang jalan dengan aman, lalu kita menyebrang.</li>
<li>Kendaraan terus menerus melaju seperti nyaris tak ada momen yang tepat untuk kita menyebrang. Lalu yang kita lakukan adalah terus menerus menunggu jalanan sepi.</li>
<li>Meskipun kendaraan terus menerus melaju dengan kencang, ada kalanya beberapa kendaraan bersedia memberikan kita kesempatan menyebrang, lalu kita menyebrang.</li>
<li>Sama seperti sebelumnya, sebenarnya ada saja kendaraan yang hendak memberi kita kesempatan, namun karena keragu-raguan mendominasi kita, kita jadi urung menyebrang, dan kembali menunggu.</li>
<li>Ada kalanya jalanan terus ramai, namun kali ini kita yang memimpin. Kita berinisiatif meminta kesempatan bagi para pengemudi kendaraan untuk mempersilahkan kita menyebrang. Mungkin ada yang mau berhenti, mungkin juga ada yang tidak bersedia. Namun kita terus menyebrang.</li>
<li>Lalu ada juga penyebrang bodoh yang tidak peduli dengan kondisi jalan, tanpa tudung aling-aling, tanpa tengok kanan kiri, dia langsung menyebrang jalan. Mungkin dia sedang depresi.  Lalu sebuah truk besar yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak penyebrang bodoh ini. Brakk!! Hmm...</li>
</ul>
<p>Sebenarnya masih banyak kondisi yang lain. Namun dari beberapa contoh kondisi di atas, kita bisa mempelajari suatu hal tentang "mengambil kesempatan". Kalau kita analogikan dengan kasus menyebrang jalan di atas, mencapai seberang jalan adalah tujuan kita, sesuatu hal yang hendak kita raih, atau lebih simpel kalau kita sebut "impian". Nah, untuk menggapai impian itu, harus ada <em>effort </em>yang harus kita kerahkan, bukan? Anggap saja usaha yang kita kerahkan untuk menyebrang jalan sebagai usaha kita untuk mencapai impian kita. Lalu karakter kita-lah yang menentukan kita untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p>Kalau kita memiliki keteguhan dan inisiatif yang tinggi, tentu kita akan terus maju dan meminta atau mencari sendiri kesempatan untuk meraih tujuan. Menurut saya, karakter seperti ini yang paling cepat meraih tujuannya. Lalu ada karakter seseorang yang tekun, yang menunggu dengan sabar untuk mendapatkan kesempatan terbaiknya meraih tujuan. Karakter seperti ini sama-sama memiliki potensi untuk mengantarkan kita meraih tujuan, namun saya rasa akan sedikit lebih lama daripada karakter teguh.</p>
<p>Pemilik karakter ragu-ragu pun sebenarnya bisa juga meraih tujuannya. Namun karakter seperti ini yang paling lama meraih tujuannya. Keragu-raguan hanya akan menimbulkan penyia-nyiaan kesempatan yang sebenarnya sering muncul berkali-kali. Makanya menurut saya, untuk meraih cita-cita atau impian kita, hal pertama yang harus kita buang adalah <strong>SIFAT RAGU-RAGU</strong>. Bedakan antara peragu dan penuh pertimbangan, karena saya percaya keduanya tidaklah serupa, bahkan sama. Orang yang memiliki karakter teguh berinisiatif tinggi, dan orang yang memiliki karakter tekun tentu semuanya penuh pertimbangan, namun mereka tidak ragu-ragu.</p>
<p>Nah, yang tidak memiliki pertimbangan adalah contoh kasus menyebrang jalan yang terakhir. Mungkin saja sampai ke seberang jalan bukanlah tujuannya, mungkin penyebrang bodoh ini ingin mati. Ya, mati mungkin tujuannya, jadi menyebrang jalan tanpa mengetahui kondisi jalan bisa mengantarkan ke tujuannya. Kalau dalam contoh nyata, seburuk-buruknya orang gagal adalah orang yang tidak memiliki tujuan hidup atau impian. Orang yang seperti ini hanya akan terpontang-panting dalam pusaran hidup yang penuh derita, dan sebagian besar hidupnya akan berisi kesengsaraan.</p>
<p>Mudah-mudahan saat kita menyebrang jalan, kita bisa merenungkan pelajaran hidup saat kita menyebrang jalan ini. Namun jangan pernah menyebrang jalan sambil merenung. Bakalan fatal akibatnya. :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila Semuanya Gagal]]></title>
<link>http://jalursukses.wordpress.com/?p=42</link>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 02:38:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>jalursukses</dc:creator>
<guid>http://jalursukses.id.wordpress.com/2008/09/15/bila-semuanya-gagal/</guid>
<description><![CDATA[Tekun, mengerahkan segenap daya, dan masih gagal juga. Apa yang harus kita lakukan?
Saat gagal menim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tekun, mengerahkan segenap daya, dan masih gagal juga. Apa yang harus kita lakukan?</strong></p>
<p>Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan.<br />
Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.<br />
Banyak cara untuk mencapai  tujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.<br />
Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan in put dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang?<br />
Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segala  keterampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.<br />
Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.<br />
Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan ”hanyalah” meniru.<br />
Hakikat :peniruan ala Jepang”, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaan  tanpa kenal lelah, sampai akhirnya ”tiruannya” lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan ”kreativitas” untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.<br />
Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan ”hidup-mati” Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku.</p>
<p>”Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus.”</p>
<p><strong>”Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,”Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini?” Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar.”<br />
</strong>Gum Rutt</p>
<p>Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai ”keharusan ekonomi”? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Anda bisa!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketekunan Adalah Kekuatan Anda]]></title>
<link>http://fatamorghana.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 00:46:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hartoto</dc:creator>
<guid>http://fatamorghana.id.wordpress.com/2008/09/10/ketekunan-adalah-kekuatan-anda/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu</p>
<p>yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha.</p>
<p>Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah</p>
<p>selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang</p>
<p>menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di sini  sekarang. Setiap langkah menaikkan</p>
<p>nilai diri anda. Apa pun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.<br />
Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari</p>
<p>banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik</p>
<p>adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan</p>
<p>memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar</p>
<p>berasal dari hati anda.</p>
<p>Sumber:<br />
Motivasi_Net@yahoogroups.com ,<br />
Andi Muzaki, private-lib@telkom.net</p>
<p>Quote:<br />
Hartoto - mail: fatamorghana_02@yahoo.com - http://www.fatamorghana.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[..TEKUN..]]></title>
<link>http://lautze.wordpress.com/?p=171</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 01:10:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>lautze</dc:creator>
<guid>http://lautze.id.wordpress.com/2008/09/01/tekun/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah kata yang kembali ditujukan kepada diriku..sebuah kata yang pernah bahkan tidak jarang aku de]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff6600;"><a href="http://lautze.files.wordpress.com/2008/09/pray1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-172" src="http://lautze.wordpress.com/files/2008/09/pray1.jpg" alt="" width="206" height="288" /></a>Sebuah kata yang kembali ditujukan kepada diriku..sebuah kata yang pernah bahkan tidak jarang aku dengar dan aku ucapkan. Kata yang seakan mudah namun tak jarang dalam melakukannya sangat sukar bagi kita.</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Setiap kita mungkin pernah di hadapkan pada situasi dimana kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menyerahkan segala sesuatu nya kepada DIA. Setiap kita mungkin juga pernah menemui kasus dimana semua hal yang kita perbuat tidak berbuahkan hasil, namun kita tetap tekun menghadapinya. Semua orang mungkin juga pernah menjumpai adanya suatu keadaan dimana kita baru tahu akan adanya suatu masalah atau kejadian tanpa mengetahui asal atau proses terjadinya masalah itu, dan kita hanya tahu akibat dari masalah itu..</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">yaps, itulah hidup..seakan penuh misteri..seakan ada sesuatu yang menyembul di permukaan tanpa kita ketahui dan kita sadari..</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Hidup yang dipenuhi problem dan tragedi, hidup yang penuh makna, hidup yang begitu unik..</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Baru-baru ini kembali aku diingatkan lagi untuk TEKUN..mungkin akhir-akhir ini aku kurang TEKUN, mungkin juga akhir-akhir ini aku tidak lagi mengenal apa yang namanya TEKUN..tapi aku bersyukur klo aku diingatkan lagi..TEKUN dan TEKUN..apapun itu..aku harus tekun..</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">TEKUN dalam setiap hal yang diberikan kepadaku walaupun terkadang hal tersebut tidak aku sangka terjadi..TEKUN dalam setiap akibat yang ada walaupun bukan aku yang menyebabkan akibat itu terjadi..TEKUN dalam setiap permasalahan hidup walaupun terkadang sungguh sangat berat dan melelahkan jika dibayangkan..BUt, i must be keen..</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Thanks GOD untuk setiap hal yang boleh Tuhan percayakan padaku..Thanks GOD buat setiap masalah dalam hidupku..buat setiap kejadian berarti yang boleh aku lewati bersama orang-orang yang aku sayangi..bersama keluarga ku.. aku tahu jerih payah di dalam TUHAN tidak akan pernah sia-sia..Tetaplah menjadi penjaga-ku ya Tuhan, teteplah ENGKAU di samping ku untuk menuntun ku di saat-saat seperti ini...I love YOU, JESUS :)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadi berkat buat indonesia?]]></title>
<link>http://3ricko.wordpress.com/?p=43</link>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 15:22:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>ericko tandayu</dc:creator>
<guid>http://3ricko.id.wordpress.com/2008/08/17/jadi-berkat-buat-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[INDONESIA MERDEKA!!!!! Sudah 63 tahun lho!!! Berarti kalo di pernikahan itu sama seperti pernikahan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>INDONESIA MERDEKA!!!!! Sudah 63 tahun lho!!! Berarti kalo di pernikahan itu sama seperti pernikahan BERLIAN! Waah, kita seharusnya bersyukur nie buat itu!!</p>
<p>Bicara soal kemerdekaan, apa yang sudah kita lakukan sebagai anak - anak indonesia untuk membuat negara kita, atau kota tempat kita tinggal menjadi tempat yang lebih nyaman? Apa yang dapat kita lakukan agar indonesia bisa BANGKIT dari setiap keterpurukan ini??</p>
<p>Hmmm..Hal yang besar itu akan lebih SOLID juka dibangun dari hal yang kecil secara tekun, setuju?</p>
<p>Hal - hal yang kelihatannya sepele tapi dapat membaw dampak besar bagi negara kita:</p>
<ul>
<li>Menyebrang jalan di ZEBRA CROSS (masa kalo di luar negeri bisa, di negara sendiri malah seenaknya). Bayangkan jika semua orang di kota BANDUNG melakukan hal yang sama ini? Edaaaan!!</li>
</ul>
<p>Maka tingkat kemacetan akan berkurang, orang yang stress juga berkurang, kualitas kesehatan akan MENINGKAT, akhirnya HIDUP lebih lama</p>
<ul>
<li>Tidak MENABRAS lampu merah!</li>
</ul>
<p>Wooow, bayangin lagi kalo semua pengendara motor dan mobil LEBIH DISIPLIN, maka tingkat kecelakaan akan berkurang, pengeluaran untuk pengobatan juga berkurang. Uang yang harusnya tadi untuk bayar pengobatan dibuat untuk beli makanan atau yang laen, maka ekonomi jadi lebih baik karena produksi meningkat.</p>
<p>Nah, kalo produksi meningkat berarti perusahaan makanan dapet uang lebih banyak, berarti mereka juga bayar pajak lebih banyak. Akhirnya pemerintah dapat tambahan pendapatan dari pajak, ga usah ngutang - ngutang lagi ke luar negeri.</p>
<ul>
<li>MENGURANGI pembajakan.</li>
</ul>
<p>Wah, ini kayanya yang paling susah! Hehehe, negara kita ini tercatat sebagai negara pembajak urutan 12 sedunia! Edan ya, coba aja kalo sepakbola, hebat dah!</p>
<p>Sama kaya tadi, kalo pembajakan berkurang maka penjualan barang - barang yang ASLI tadi meningkat, Omzet perusahaannya NAIK, pajak yang harus dibayar juga meningkat, ujung - ujungnya pemerintah dapet tambahan pendapatan dari pajak lagi. Bagus kan!</p>
<p>Bayangin lagii ya...kalo penduduk kota bandung (2,5jt) aja dan jakarta (11jt) melakukan 3 hal di atas tadi secara bersamaan dan konsisten maka PERKIRAAN tambahan pendapatan pajak untuk negara bisa LUAMAYAN tuh buat bayarin anak - anak yang ga mampu di desa jawa barat untuk GRATIS sekolahnya, trus bisa buat bangun sarana BUS way di bandung (angkot hilang), bisa buat nyicil utang ke luar negeri (supaya bunga nya ga terlalu gede), dll.</p>
<p>Lalu juga kalo penduduk kota bandung dan jakarta melakukan 3 hal tadi diatas, maka tingkat pemerkosaan juga akan menurun (DVD bokep musnah karena ga laku lagi), orang hidup lebih aman dan nyaman, kemacetan berkurang, bisnis lebih lancar, tingkat perceraian juga akan menurun, kejahatan juga akan menurun (karena anak - anak nakal akibat broken home juga menurun jumlahnya).</p>
<p>Edaan ya kalo kita tahu bahwa tindakan kita yang kecil dan kelihatan sepele itu bisa membawa dampak yang BESAR SEKALI buat bangsa ini!</p>
<p>TAPI, dampak dari tindakan ini AKAN KURANG KUAT jika hanya segelintir orang saja yang melakukan nya secara konsisten. PErlu gerakan bersama dan saling mengingatkan dan mendukung. Karena dalam jumlah yang besar ada kekuatan yang besar pula!</p>
<p>MARI kita belajar memberi contoh kepada orang - orang di sekitar kita dulu, biar mo dikata dan dicemooh juga gapapa, TETAP SEMANGAT! membawa perubahan</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari Panda]]></title>
<link>http://coffeeoriental.wordpress.com/?p=535</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 10:40:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Deddy Huang</dc:creator>
<guid>http://coffeeoriental.id.wordpress.com/2008/07/01/belajar-dari-panda/</guid>
<description><![CDATA[
Sabtu malam kemarin saya datang ke P3M (Persekutuan Pemuda Pemudi Methodist), acara sabtu kemarin n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://coffeeoriental.wordpress.com/files/2008/07/2008_kung_fu_panda_on_nick_wall_002.jpg"><img class="size-medium wp-image-536 aligncenter" src="http://coffeeoriental.wordpress.com/files/2008/07/2008_kung_fu_panda_on_nick_wall_002.jpg?w=300" alt="" width="300" height="243" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sabtu malam kemarin saya datang ke P3M (Persekutuan Pemuda Pemudi Methodist), acara sabtu kemarin nonton bersama. Nonton apa? Film animasi baru produksi Dreamworks Animation, <a href="http://www.nontonbioskop.com/index.php/reviews/KUNG_FU_PANDA" target="_blank">Kungfu Panda</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Po, panda besar bertubuh tambun dan yang menurut lucu yaitu Po anak dari seorang Bebek? <em>Sometime animations doesn't need reason or make sense. </em>Si Panda ini punya keinginan untuk menjadi master kungfu. Namun, tadir dari si ayah mengatakan kalau dia akan tetap meneruskan usaha keluarga yaitu berdagang mie. Singkat cerita, ternyata Valley of Peace (kota tempat tinggal Po) sedang dalam ancaman macan tutul salju bernama Tai Lung. Makanya Valley of Peace membuat sayembara mencari prajurit naga untuk melindungi kota. Po yang karena 'kecelakaan' tidak disangka ditunjuk menjadi prajurit naga itu dan membuat orang ragu akan kemampuan dirinya. Hal ini dikarenakan Po tidak mempunyai kemampuan kungfu dibanding 5 prajurit asuhan Shifu yaitu Macan tutul 'Tigers' , Belalang 'Mantis', Monyet 'Monkey', Ular 'Viper', dan Bangau 'Crane'.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://coffeeoriental.wordpress.com/files/2008/07/2008_kung_fu_panda_on_nick_wall_005.jpg"><img class="size-medium wp-image-537 aligncenter" src="http://coffeeoriental.wordpress.com/files/2008/07/2008_kung_fu_panda_on_nick_wall_005.jpg?w=300" alt="" width="300" height="240" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Shifu diberi kepercayan oleh Oogway (orang yang menunjuk Po sebagai prajurit naga) untuk melatih kungfu ke Po, awalnya Shifu keberatan karena dia tidak percaya akan kemampuan Po yang sama sekali tidak punya bakat kungfu. Namun, ada sepotong kalimat dari Oogway untuk Shifu yang membuat saya mensyukuri hidup ini:</p>
<h3 style="text-align:center;">Tomorrow is a mystery and today is a gift</h3>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Bahwa kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok hari, apa yang telah direncanakan oleh Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri dan manusia tidak akan mampu menyelami pekerjaan Tuhan. Dan apa yang terjadi hari ini (baik atau buruk) adalah 'hadiah' dari Tuhan yang ditujukan agar kita belajar dari setiap kejadian yang kita alami.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Karena 5 prajurit pilihan Shifu tidak mampu mengalahkan Tai Lung, akhirnya Shifu membuka mantra gulungan kertas dari mulut Naga. Orang yang dapat membaca isi dari gulungan itu akan kuat dan tak terkalahkan. Namun, setelah Po membuka gulungan itu sama sekali tidak terdapat tulisan, yang ada hanya pantulan dirinya yang nampak kebingungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menebak kalau gulungan itu akan terbaca kalau terkena air (seperti alur film pada umumnya) tapi ternyata dugaan saya salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Po bertemu dengan ayahnya dan mulai bercerita tentang siapa dirinya? tentang keraguannya apakah dia itu benar anak ayahnya? (ya iyah dong secara Po kan panda, sementara ayahnya bebek). Ternyata pertanyaan itu dijawab sama ayahnya kalau sudah saatnya Po mengetahui rahasia itu. Rahasia apa? Dugaan saya tentang kalau Po itu bukan anak kandung dari si bebek? Jah.. ternyata dugaan saya salah lagi... Rahasia yang akan dikasih tahu tentang resep mie special. *grubak*</p>
<p style="text-align:justify;">Resep untuk membuat mie itu menjadi special ternyata sama sekali tidak ada. Alasan kenapa itu menjadi special adalah dengan kita menyakini diri kita itu special. <em>Why i am special? </em>Po akhirnya menyadari dan memahami maksud dari gulungan kertas tersebut. Bahwa tidak ada yang special untuk menjadi prajurit naga, tidak ada trik-trik tertentu juga. Yang ada hanyalah kepercayaan diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya Po berhasil mengalahkan Tai Lung dengan teknik kungfu yang diajarkan oleh Shifu. Dan penduduk mengangkat Po sebagai Kungfu Panda.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke... sisi positif yang dapat saya dari cerita ini:</p>
<ul>
<li>Harus Percaya Diri (sampe gokil abis biar perluuu)</li>
<li>Punya motivasi yang kuat! Contohnya Po punya motivasi sama makanan (bakpao)</li>
<li>Tekun! Kudu perlu itu</li>
<li>Doa.. wah ini sok pasti!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sabar dalam mencapai tujuan hidup]]></title>
<link>http://lautze.wordpress.com/?p=80</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 06:15:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>lautze</dc:creator>
<guid>http://lautze.id.wordpress.com/2008/06/24/sabar-dalam-mencapai-tujuan-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family:Berlin Sans FB;"><span style="color:#008080;"><a href="http://lautze.files.wordpress.com/2008/06/kuclinci.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-81" src="http://lautze.wordpress.com/files/2008/06/kuclinci.jpg?w=128" alt="" width="128" height="96" /></a>Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang itu bertapa.</p>
<p>Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru."<br />
Sang Guru mengangguk-angguk.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?"<br />
Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"</p>
<p>Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya."<br />
Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?"<br />
Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. </span></span></div>
<div><span style="color:#000080;font-family:Berlin Sans FB;">Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, </span></div>
<div><span style="font-family:Berlin Sans FB;"><span style="color:#000080;">"Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?"</p>
<p>Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun."</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Pesan Moral:</span> </span></div>
<div><span style="color:#800080;font-family:Berlin Sans FB;">Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. </span></div>
<div><span style="font-family:Berlin Sans FB;"><span style="color:#800080;">Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.</span><br />
</span></div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
