<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tangkuban-perahu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/tangkuban-perahu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tangkuban-perahu"</description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 18:18:15 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[ADA APA DI BURANGRANG, SITU LEMBANG DAN TANGKUPAN PERAHU?]]></title>
<link>http://mproprovider.wordpress.com/?p=937</link>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 17:08:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>mproprovider</dc:creator>
<guid>http://mproprovider.id.wordpress.com/2008/10/12/ada-apa-di-burangrang-situ-lembang-dan-tangkupan-perahu/</guid>
<description><![CDATA[
Baru-baru ini di Bandung beredar keinginan dari beberapa elemen masyarakat untuk merubah kawasan Gu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-965 aligncenter" title="566818893_8079a46d78_m" src="http://mproprovider.wordpress.com/files/2008/10/566818893_8079a46d78_m.jpg" alt="" width="240" height="160" /></p>
<p>Baru-baru ini di Bandung beredar keinginan dari beberapa elemen masyarakat untuk merubah kawasan Gunung Burangrang, Puncak Sunda dan Gunung Tangkuban Perahu atau biasa disebut kawasan BST, yang tadinya berstatus perlindungan sebagai Cagar Alam dirubah fungsinya menjadi Taman Nasional...Seperti kita  ketahui keindahan kawasan ini sudah bukan rahasia umum lagi. Kawasan BST yang di antaranya memiliki sebuah situ atau danau alam bernama Situ Lembang ini begitu menawan bagi wisatawan yang mengunjunginya, bahkan pesonanya sudah dikenal hingga ke manca negara. Selain sering dijadikan tempat favorit untuk  latihan menempa diri para kelompok pecinta alam dan lingkungan, kawasan ini sudah lama dijadikan area latihan militer khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.  Hal yang menarik lainnya dari situ Lembang khususnya adalah variasi tumbuhan yang sangat variatif, pesona alam yang indah dan banyak beredarnya cerita alam yang misterius dan unik yang menyertainya.</p>
<p>Kini ditengah arus globalisasi yang semakin meningkat dan perkembangan pemukiman disekitarnya yang tak terkendali dan masuknya penetrasi pemilik modal, tak pelak lambat laun telah ikut mempengaruhi degradasi kerusakan alam yang cukup signifikan. Dari tahun ke tahun penyusutan hutan semakin bertambah..Adalah kewajiban kita untuk menjaga kelestarian hutan di sekitar BST untuk tetap lestari..untuk itu alangkah baiknya jika status Cagar Alam di kawasan ini ditingkatkan statusnya menjadi Taman Nasional, dan dibuat kepastian hukum wilayah ini..namun hal ini tentunya kembali kepada keinginan baik dari pemerintah baik itu  Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Pemkab Bandung, maupun Pemkot Cimahi...apakah mereka peduli dengan keadaan kawasan BST?? hanya waktu yang akan menjawab...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gunung Tangkuban Perahu]]></title>
<link>http://buddynugraha.wordpress.com/2008/09/08/gunung-tangkuban-perahu/</link>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 11:47:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buddy Nugraha</dc:creator>
<guid>http://buddynugraha.id.wordpress.com/2008/09/08/gunung-tangkuban-perahu/</guid>
<description><![CDATA[Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Tangkuban_Perahu">Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</a></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_uJmk5MafSsM/SMURaywE7ZI/AAAAAAAAAE4/7PKTS5Yyuro/s1600-h/tangkuban-parahau-bnugraha-blogspot-com.gif"><img style="cursor:pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uJmk5MafSsM/SMURaywE7ZI/AAAAAAAAAE4/7PKTS5Yyuro/s400/tangkuban-parahau-bnugraha-blogspot-com.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>Gunung Tangkuban Parahu</strong> atau <strong>Gunung Tangkuban Perahu</strong> adalah salah satu <a title="Gunung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung">gunung</a> yang terletak di <a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi">provinsi</a> <a title="Jawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Sekitar 20 km ke arah utara <a class="mw-redirect" title="Bandung kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung_kota">Kota Bandung</a>, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 <a title="Meter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meter">meter</a>. Bentuk gunung ini adalah Maar atau perisai yang telah meletus 400 tahun lalu. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah <a title="Lava" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lava">lava</a> dan <a class="mw-redirect" title="Sulfur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur">sulfur</a>, mineral yang dikeluarkan adalah <a class="mw-redirect" title="Sulfur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur">sulfur</a> <a title="Belerang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belerang">belerang</a>, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap <a title="Belerang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belerang">belerang</a>. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17<sup>o</sup>C pada siang hari dan 2 <sup>o</sup>C pada malam hari.</p>
<p>Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan <a class="new" title="Hutan Dipterokarp Bukit (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Dipterokarp_Bukit&#38;action=edit&#38;redlink=1">hutan Dipterokarp Bukit</a>, <a class="new" title="Hutan Dipterokarp Atas (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Dipterokarp_Atas&#38;action=edit&#38;redlink=1">hutan Dipterokarp Atas</a>, <a class="new" title="Hutan Montane (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Montane&#38;action=edit&#38;redlink=1">hutan Montane</a>, dan <a class="new" title="Hutan Ericaceous (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Ericaceous&#38;action=edit&#38;redlink=1">Hutan Ericaceous atau hutan gunung</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Legenda rakyat setempat</span></h2>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_uJmk5MafSsM/SMUSdXlWQgI/AAAAAAAAAFA/yJXbnGyjH_g/s1600-h/kawah-tangkuban-parahu-bnugraha-blogspot-com.gif"><img style="cursor:pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uJmk5MafSsM/SMUSdXlWQgI/AAAAAAAAAFA/yJXbnGyjH_g/s400/kawah-tangkuban-parahu-bnugraha-blogspot-com.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda <a class="mw-redirect" title="Sangkuriang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sangkuriang">Sangkuriang</a>, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.</p>
<p>Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh <a class="new" title="Direktorat Vulkanologi Indonesia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Direktorat_Vulkanologi_Indonesia&#38;action=edit&#38;redlink=1">Direktorat Vulkanologi Indonesia</a>. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Diantara tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya diantaranya adalah di kasawan <a class="mw-redirect" title="Ciater" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ciater">Ciater</a>, <a class="mw-redirect" title="Subang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subang">Subang</a>.</p>
<p>Keberadaan gunung ini serta bentuk <a class="new" title="Topografi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Topografi&#38;action=edit&#38;redlink=1">topografi</a> <a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung">Bandung</a> yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai <a title="Gunung Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sunda">Gunung Sunda</a> dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada <a title="Gunung Krakatau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Krakatau">Gunung Krakatau</a> di <a title="Selat Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Sunda">Selat Sunda</a> dan kawasan <a title="Ngorongoro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ngorongoro">Ngorongoro</a> di <a title="Tanzania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanzania">Tanzania</a>, <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a>. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa pada saat itu.</p>
<div style="display:none;"><!-- google_ad_client = "pub-7502607285589846"; /* 110x32, created 4/20/08 */ google_ad_slot = "9159427938"; google_ad_width = 110; google_ad_height = 32; google_cpa_choice = ""; // on file //--></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/?p=424</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 14:48:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.id.wordpress.com/2008/09/03/tangkuan-perahu-wisata-keluarga-mantan-pendaki/</guid>
<description><![CDATA[Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki
Banyak orang datang ke gunung, dengan banyak alas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki</strong></p>
<p>Banyak orang datang ke gunung, dengan banyak alasan, mungkin untuk melepaskan perasaan, mungkin untuk menaklukkan puncaknya. Demikian sebait lagu lama yang masih kuingat tentang gunung. Dulu aku sering mendaki gunung, dalam rentang waktu dari 1991-1998, aku sudah mendaki 30 kali, dan pensiun pada usia yang relatif muda 23 tahun.</p>
<p>Kini, sepuluh tahun berselang, aku kembali lagi ke gunung. Tidak dengan day pack di punggung dan sepatu tracking. Bersama keluarga, anak dan istri serta naik mobil rental sampai di tepi kawah Tangkupan Perahu.</p>
<p>Jum'at pagi, 29 Agustus 2008, seusai mengikuti PIT IAGI di Bandung, kami meluangkan waktu untuk berwisata ke Tangkupan Perahu. Jam setengah sembilan kami checkout dari Hyat Regency, dan menggunakan mobil rental menuju Tangkupan Perahu. Sayangnya jaketku ketinggalan di kamar hotal dan mesti balik untuk mengambilnya. Akhirnya jam sembilan kami berangkat ke Tangkupan Perahu, menggunakan kijang innova yang disopiri Pak Mulyono. Kami sempat mampir sebentar mengisi bensin dan membeli makanan kecil.</p>
<p>Kami sangat menikmati perjalanan ini, pemandangan yang indah di kiri kanan jalan, dan cara mengemudi Pak Mulyono yang bagus. Sesekali kami bercerita mengenai pemandangan di sekitar jalan, tentang penjual kelinci yang menjajakan kelincinya, tentang kebun strawbery yang bisa kita petik buahnya dsb. Jalan mulai berubah ketika kami meninggalkan jalan utama, dan menyusuri jalan mendaki arah ke Tangkupan Perahu, jalanan berlubang dan kurang terawat.</p>
<p>Jam sepuluh seperempat, kami sampai di aprkiran mobil, di tepi kawah gunung Tangkupan Perahu, dan langsung disambut dengan hawa dingin pegunungan. Jaket dan pentup kepala segera kami pakai. Suasana khas tempat wisata mulai terasa, penjaja souvenir dan penyewa kuda tunggangan segera mnghampiri kami.</p>
<p>Kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu, namun sebelumnya kami sempatkan foto di dekat papan nama Taman Wisata Gunung Tangkupan Perahu.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.files.wordpress.com/2008/09/100_5595-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-425" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5595-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Afa dan Ibunya</a></p>
<p><!--more-->Kami bertiga menyusuri jalan setapak di pinggir kawah Ratu, menikmati semilir angin gunung dan indah pemandangan. Sesekali kami berhenti dan berfoto menggunakan kamera digital. Kadang-kadang kami minta tolong tukang foto langsung jadi, untuk mengambil foto kami menggunakan kamera dia, dan kamera kami tentu saja.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5605-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-435" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5605-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Foto Bertiga berlatar Kawah</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5617-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-436" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5617-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Berdua hasil Jepretan Afa</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5625-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-437" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5625-medium.jpg?w=225" alt="" width="300" height="400" />Afa Dekat Papan Penunjuk Jalan</a></p>
<p>Perjalanan kami akhiri di dekat papan petunjuk ke arah kawah Upas, karena kami merasa sudah cukup jauh berjalan dan tidak ada obyek lagi yang menarik. Kami kemudian berfoto-foto lagi di sini, dengan latar belakang kawah Ratu dan Puncak Tangkupan Perahu.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5636-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-438" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5636-medium.jpg?w=225" alt="" width="300" height="400" />Afa dan Bu Rini Berlatar Puncak Tangkupan Perahu</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5642-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-439" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5642-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Saya dan Afa berfose dekat "Dinosaurus"</a></p>
<p>Di tempat ini, kami menemukan tonggak kayu, yang oleh Afa disebut sebagai Dinosaurus. Dan kami pun berfose dekat Dinosaurusnya Afa.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5647-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-434" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5647-medium.jpg?w=225" alt="" width="300" height="400" />Afa Mencium Bapaknya Berlatar Puncak Tangkupan Perahu</a></p>
<p>Kami kemudian berjalan kembali ke arah parkiran mobil, tidak lagi melewati jalan setapak di dekat pagar kayu di tepi kawah, tapi melalui jalan berbatu di dekat warung-warung. Kami juga sempat berhenti di dekat gundukan tanah, dan berfoto-foto lagi, Afa bergaya seolah-olah dia berhasil mendaki puncak gunung dan mengekspresikan kegembiraannya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5648-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-433" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5648-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Berjalan Kembali</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5651-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-432" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5651-medium.jpg?w=225" alt="" width="300" height="400" />Afa Bergaya Sepertiku di Puncak Semeru</a></p>
<p>Di dekat tulisan kawah Ratu, kami pun berhenti lagi, dan meminta tukang foto langsung jadi untuk mengambilkan foto kami. Pemandangan di sini cukup bagus, cocok untuk berfoto bersama. Bisa berlawat kawah ratu, juga bisa berlatar kawah belerang yang masih mengepulkan asapnya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5656-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-431" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5656-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Fose Bersama Berlatar Kawah Ratu 1</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5657-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-430" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5657-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Fose Bersama Berlatar Kawah Ratu 2</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5658-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-429" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5658-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Fose Bersama Berlatar Kawah Ratu 3</a></p>
<p>Kami juga sempat singgah sebentar di toko penjual souvenir, untuk mebelikan kaos-kaos bergambar gunung Tangkupan Perahu untuk oleh-oleh keponakan-keponakan di Jogja. harga kaosnya relatif tidak mahal, sekitar 20 ribu/ buah. Dan kami pun beli 6 buah kaos, termasuk buat Afa. Kami pun kemudain foto bersama lagi di dekat papan nama Taman Wisata Gunung Tangkupan Perahu.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5660-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-428" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5660-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Fose Bersama Setelah Capek Jalan-jalan</a></p>
<p>Kami dah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, namun kami surprise dengan permintaan Afa. Afa minta naik kuda bersama Ibunya, dan akhirnya kami naik kuda, saya sendirian, sedangkan Afa bersama Ibunya. Afa begitu menikmati naik kuda, bahkan seolah-olah dia berpacu, sementara saya sendiri kurang enjoy... karena jalan ngeri naik kuda di tepi kawah.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5662-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-427" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5662-medium.jpg?w=300" alt="" width="400" height="300" />Naik Kuda</a></p>
<p>Setelah selesai naik kuda, Afa minta untuk diperbolekan menuntun kuda-nya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5664-medium.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-426" src="http://sulastama.wordpress.com/files/2008/09/100_5664-medium.jpg?w=225" alt="" width="300" height="400" />Afa Menuntun Kuda</a></p>
<p>Jam setengah dua belas, akhirnya kami balik dari Tangkupan Perahu, menuju rumah makan Sindang Reret di Lembang.</p>
<p>Menurut kami, Tangkupan Perahu adalah salah satu tempat wisata terbaik yang pernah kami kunjungi. Pemandangannya sangat menakjubkan, udaranya yang sejuk dan tempatany mudah terjangkau dari kota besar [Bandung]. Mungkin akan lebih bagus kalau jalan menuju ke puncaknya diperbaiki aspalanya, dan diperbanyak fasilitas umumnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Frozen X: Di Bandung]]></title>
<link>http://frozenxnote.wordpress.com/?p=154</link>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 03:22:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Frozen X</dc:creator>
<guid>http://frozenxnote.id.wordpress.com/2008/08/11/frozen-x-di-bandung/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah, kemaren di Bandung selama beberapa 5 hari menggunakan mobil pribadi milik orang tua. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, kemaren di Bandung selama beberapa 5 hari menggunakan mobil pribadi <span style="text-decoration:line-through;">milik orang tua</span>. Tujuan ke Bandung sebetulnya untuk menyelesaikan urusan perkuliahan saya, tapi karena deadline akhirnya saya memilih untuk ikut kuliah 1 taun lagi, ga' bayar lhoo... :mrgreen: hehehe...</p>
<p>Selama di Bandung saya jalan-jalan ke beberapa tempat, kebanyakan sih tempat makan, tapi foto-foto yang dipajang di sini cuma foto-foto terbaik aja :P .</p>
<p> </p>
[caption id="" align="aligncenter" width="346" caption="Holding The Sun at Domas Crater, Tangkuban Perahu"]<a href="http://img300.imageshack.us/img300/2817/holdingthesunun0.jpg"><img class="   " src="http://img300.imageshack.us/img300/2817/holdingthesunun0.jpg" alt="Domas Crater, Tangkuban Perahu" width="346" height="259" /></a>[/caption]
<p> </p>
[caption id="" align="aligncenter" width="346" caption="Cimahi City at Night Using Motorcycle"]<a href="http://img300.imageshack.us/img300/2834/dsc00610tn7.jpg"><img class="   " src="http://img300.imageshack.us/img300/2834/dsc00610tn7.jpg" alt="Cimahi City at Nigh" width="346" height="259" /></a>[/caption]
<p>Wah, jadi pengen post foto-foto perjalanan yang lain tahun lalu, ada yang di Jogja, Cirebon, Indramayu, Ciwidey, dan masih banyak lagi. Dan semua dilakukan menggunakan kendaraan pinjaman <span style="text-decoration:line-through;">orang tua</span> tapi tanpa sepengetahuan mereka. Soalnya ga' akan diizinin kalo bilang-bilang. Maaf ya mom, I Love You...</p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Thanks To: My Mom for support, My two friends who share their room for me(I am staying at them place), My other friends, Honda Jazz B8***CL who bring me anywhere and anytime (I named it Honey Jazzy :mwuah:), and my other gadget for easying my life and travel. And not forget to praise to my Lord Allah </span><em><span style="color:#c0c0c0;">Subhanahuwata'ala</span></em><span style="color:#c0c0c0;"> for made me safe everywhere and everytime <em>Alhamdulillah</em>.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JAVA OVERLAND 08 DAYS]]></title>
<link>http://interbuanatours11.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 07:50:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>interbuanatours11</dc:creator>
<guid>http://interbuanatours11.id.wordpress.com/2008/08/05/java-overland-08-days/</guid>
<description><![CDATA[ 
DAY 01 : ARRIVE JAKARTA ( D ) 
Upon arrival at Jakarta Airport, meet and greet by our guide.Then t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.interbuanatours.com"><img class="alignnone size-medium wp-image-8" src="http://interbuanatours11.wordpress.com/files/2008/08/bandung.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://www.interbuanatours.com"><img class="alignnone size-medium wp-image-9" src="http://interbuanatours11.wordpress.com/files/2008/08/7239.jpg?w=300" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 01 : ARRIVE JAKARTA ( D ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Upon arrival at Jakarta Airport, meet and greet by our guide.Then transfer to hotel Santika or similar in Jakarta.Dinner at local restaurant dan overnight.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 02 : JAKARTA – BANDUNG ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel, Morning drive to Bandung via Bogor, visit Botanic Garden located just behind the stunning 19 century president palace, collected over 15.000 species of tropical plants from around the world.Lunch at local restaurant en route.Then proceed driving aver Puncak tea planation road to Bandung.Arrive in Bandung check in Hotel Savoy Homann or similar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 03 : BANDUNG ( B,L )</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast, Morning drive to the northern part of Bandung, excurtion to Tangkuban Prahu volcano &#38; crater, tehn enjoy swimming at hot sulphuric pool of Ciater hotspring.lunch at Local restaurant in Lembang.On the way back<span> </span>to hotel visit fruit market at Lembang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 04 : BANDUNG – BATURADEN ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel.Morning drive to Baturaden on the slope of mount Slamet in Central java, driving through lush and beautifull scenery of rice- field and plantations, en route visit naga village, old sundanese village live in traditional and their way in Tasikmalaya.Lunch at local restaurant en-route.evening arrive and transfer to Hotel Queen Garden for over night.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 05 : BATURADEN – DIENG – YOGYAKARTA ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel.Morning drive to Wonosobo and up to Dieng pleateau at 2.000 meter above sea level to see temples from java,earliest Hindu monument, also a beautifull : colored lake and the craters.After short rest and Lunch in Wonosobo, then proceed the trip to Borobudur temple, the greatest Buddhist relic of South East Asia built by the Ceilendra dynasty sometime between 750 – 850 AD.Evening arrive in Yogya check in to Hotel Santika or similar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 06 : YOGYAKARTA ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel, Morning city sight seeing to vsit Sultan palace, where the latest Sultan ( Hamengkubuwono X ) still live were built between 1755 and 1756, continued to bird market, silversmith and batik process.Lunch at Javanese restaurant.Afternoon drive to Visit Prambana Hindu’s temple.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 07 : YOGYAKARTA – BROMO ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Morning drive for a rather long road, leaving Jogja for Bromo in East java province, stop in Solo Visit Mangkunegaran Palace and antique market, Lunch en route.Then proceeded visit the ruins of Majapahit Kingdom at Museum Trowulan.Upon on arrive in Bromo, check in Hotel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 08 : BROMO – SURABAYA / DEPARTURE</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Early morning drive up to enjoy the fresh and see the possibilities of watching sun rises, the most spectacular sight in east Java, then down through the sea of sand to the rim crater.Back to hotel for rinse and breakfast.Afterward drive to Surabaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">***End of Service***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Price : 02 – 04 Person <span> </span>: USD 750</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>05 – 06 Person<span> </span>: USD 615</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>07 – 14 Person<span> </span>: USD 575</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span><span> </span>15 – 20 Person<span> </span>: USD 505</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>21 –Up<span> </span>: USD 500</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>Single Supplement<span> </span>: USD 258</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">CONCITIONS : </span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Tour      and transfer by AC coach </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Accomodations      at mentioned hotels based on sharing town </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Meals      as specified on the itinerary (B:breakfast,L:Lunch,D:Dinner _</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Entrace      fees, porterages</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">English      speaking guide</span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JAVA OVERLAND]]></title>
<link>http://interbuanatours.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 08:20:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>interbuanatours</dc:creator>
<guid>http://interbuanatours.id.wordpress.com/2008/08/03/java-overland/</guid>
<description><![CDATA[


JAVA OVERLAND 
08 DAYS 
DAY 01 : ARRIVE JAKARTA ( D ) 
Upon arrival at Jakarta Airport, meet and ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.interbuanatours.com"></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-21" src="http://interbuanatours.wordpress.com/files/2008/08/traffice-jakarta1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="205" /></p>
<p></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;">JAVA OVERLAND </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;">08 DAYS </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 01 : ARRIVE JAKARTA ( D ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Upon arrival at Jakarta Airport, meet and greet by our guide.Then transfer to hotel Santika or similar in Jakarta.Dinner at local restaurant dan overnight.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 02 : JAKARTA – BANDUNG ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel, Morning drive to Bandung via Bogor, visit Botanic Garden located just behind the stunning 19 century president palace, collected over 15.000 species of tropical plants from around the world.Lunch at local restaurant en route.Then proceed driving aver Puncak tea planation road to Bandung.Arrive in Bandung check in Hotel Savoy Homann or similar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 03 : BANDUNG ( B,L )</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast, Morning drive to the northern part of Bandung, excurtion to Tangkuban Prahu volcano &#38; crater, tehn enjoy swimming at hot sulphuric pool of Ciater hotspring.lunch at Local restaurant in Lembang.On the way back<span> </span>to hotel visit fruit market at Lembang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 04 : BANDUNG – BATURADEN ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel.Morning drive to Baturaden on the slope of mount Slamet in Central java, driving through lush and beautifull scenery of rice- field and plantations, en route visit naga village, old sundanese village live in traditional and their way in Tasikmalaya.Lunch at local restaurant en-route.evening arrive and transfer to Hotel Queen Garden for over night.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 05 : BATURADEN – DIENG – YOGYAKARTA ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel.Morning drive to Wonosobo and up to Dieng pleateau at 2.000 meter above sea level to see temples from java,earliest Hindu monument, also a beautifull : colored lake and the craters.After short rest and Lunch in Wonosobo, then proceed the trip to Borobudur temple, the greatest Buddhist relic of South East Asia built by the Ceilendra dynasty sometime between 750 – 850 AD.Evening arrive in Yogya check in to Hotel Santika or similar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 06 : YOGYAKARTA ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Breakfast at Hotel, Morning city sight seeing to vsit Sultan palace, where the latest Sultan ( Hamengkubuwono X ) still live were built between 1755 and 1756, continued to bird market, silversmith and batik process.Lunch at Javanese restaurant.Afternoon drive to Visit Prambana Hindu’s temple.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 07 : YOGYAKARTA – BROMO ( B,L ) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Morning drive for a rather long road, leaving Jogja for Bromo in East java province, stop in Solo Visit Mangkunegaran Palace and antique market, Lunch en route.Then proceeded visit the ruins of Majapahit Kingdom at Museum Trowulan.Upon on arrive in Bromo, check in Hotel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">DAY 08 : BROMO – SURABAYA / DEPARTURE</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Early morning drive up to enjoy the fresh and see the possibilities of watching sun rises, the most spectacular sight in east Java, then down through the sea of sand to the rim crater.Back to hotel for rinse and breakfast.Afterward drive to Surabaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">***End of Service***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Price : 02 – 04 Person <span> </span>: USD 750</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>05 – 06 Person<span> </span>: USD 615</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>07 – 14 Person<span> </span>: USD 575</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span><span> </span>15 – 20 Person<span> </span>: USD 505</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>21 –Up<span> </span>: USD 500</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span>Single Supplement<span> </span>: USD 258</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">CONCITIONS : </span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Tour      and transfer by AC coach </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Accomodations      at mentioned hotels based on sharing town </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Meals      as specified on the itinerary (B:breakfast,L:Lunch,D:Dinner _</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Entrace      fees, porterages</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">English      speaking guide</span></li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.interbuanatours.com"><img class="size-medium wp-image-18 aligncenter" src="http://interbuanatours.wordpress.com/files/2008/08/scenery09_mountbromo1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="176" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gunung Tangkuban Perahu]]></title>
<link>http://gotoplace.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 19:37:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>arginawan</dc:creator>
<guid>http://gotoplace.id.wordpress.com/2008/07/11/gunung-tangkuban-perahu/</guid>
<description><![CDATA[
Lokasi : Lembang, ± 30 km sebelah utara kota Bandung
Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gotoplace.files.wordpress.com/2008/07/view_tangkuban_perahu.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-17" src="http://gotoplace.wordpress.com/files/2008/07/view_tangkuban_perahu.jpg?w=250" alt="" width="250" height="188" /></a></p>
<p>Lokasi : <span class="mloc">Lembang, ± 30 km sebelah utara kota Bandung</span></p>
<p>Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Untuk menuju kesana diperlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Nama Tangkuban Perahu sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Gunung Tangkuban Perahu yang dari kejauhan tampak seperti perahu terbalik, konon diakibatkan oleh kesaktian Sangkuriang yang gagal meyelesaikan tugasnya dalam membuat perahu dalam waktu semalam untuk menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Karena begitu kesalnya tidak dapat menyelesaikan pembuatan perahu tersebut, akhirnya Sangkuriang menendang perahu yang belum jadi tersebut. Legenda diataslah yang menjadi kaitan erat dalam penamaan gunung Tangkuban Perahu.</p>
<p>Gunung yang terakhir meletus pada tahun 1910, memiliki 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang. Banyaknya letusan yang terjadi dalam 1.5 abad terakhirlah yang menyebabkan banyaknya kawah - kawah pada gunung Tangkuban Perahu. Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.</p>
<p>Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung. Setiap akhir pekan, kawasan Tangkuban Perahu selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin menyaksikan indahnya panorama gunung Tangkuban Perahu. Bahkan, pada suasana libur panjang, pangunjung yang datang ke lokasi wisata ini bisa mencapai ribuan setiap harinya.</p>
<p><a href="http://www.bandungtotal.com/wisata/gunung-tangkuban-perahu/#dprop">Gallery</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[EksPedisI SimpATI PEDE... (PART 1)]]></title>
<link>http://widiantop.wordpress.com/?p=17</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 04:57:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Peggi Widianto</dc:creator>
<guid>http://widiantop.id.wordpress.com/2008/06/17/ekspedisi-simpati-pede-pede-mau-kemana/</guid>
<description><![CDATA[Ekspedisi kita kali ini ke pulau antah berantah&#8230; di nahkoda-i *Baca Tukang Supir* senozawa *na]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ekspedisi</strong> kita kali ini ke pulau antah berantah... di nahkoda-i *Baca Tukang Supir* <a title="SENOZAWA *SOPIRMAN*" href="http://www.seno.or.id/" target="_blank">senozawa</a> *nama pemberian nak-nak karena pintar dan rajin meng update sinetron <span style="text-decoration:line-through;">Maria Ozxxx</span> *,  dengan assisten pribadinya Mizz Poni *PONIRAH TERPIDANA*, nina yang malang nian nasibmu ... nona iien yang jadi sPonSOr Utama thx yupe....., dkk (tukang cuci mobil: Mba Upin, Asti, iien nina, peggi, seno) nyuci mobil koq rombongan.....</p>
<p><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0264.jpg" alt="team ekspedisi simpati PeDe @ bandung tujuan Tessa Wedding Party" width="469" height="294" /></p>
<p>Team Ekspedisi @ Tangkuban Perahu 20080615</p>
<p>(Seno, Nia, iien, Mba Upin,  Mila, nina, peggi)</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Syukuran Pernikahan Dolyn &#38; Tessa:</span><br />
Hari: Minggu, 15 Juni 2008<br />
Pukul: 18.00<br />
Lokasi: Ruko CAKRA 21 TRAVEL, Jl. Bojong Raya No.5. Kel. Caringin. Bandung</p>
<p>Sesampainya disana *clingak clinguk nyari pengantin ndak ada di pelaminan* ternyata ada di ruangan sebelah sedang istirahat... *mode kaget... what.. itu tessa? * weh pangling... tetapi setelah di amati dengan seksama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya *tessa tersenyum lebar... hehehhe... cengar-cengir khas tessa* wah ternyata bener kalo itu tessa....</p>
<p>dilanjutkan dengan memberi selamat kepada pengantin pria (Dolyn) &#38; wanita (tessa) * tessa jalan dengan rok diangkat + stengan berlari... * ini pengantin koq pecicilan... hahahahaaa... selanjutnya sudah bisa di pastikan apa yang terjadi saudara-saudara...  *tetep narsis* foto-foto dengan pengantin *sambil ngorekin strawberry di cake* perlahan tapi pasti  *cakenya groak + letak strawberry tak beraturan* pengantin (tessa) pun tambah pecicilan jalan sini jalan sana foto sini foto sana... *mungkin kalo gak inget pake baju pengantin sudah loncat-loncat kaleee... *</p>
<p>Selesai dari makan-makan kita pulang kembali ke jakarta dengan satu personil tambahan *Hesti*. Sampai Jakarta kurang lebih sekitar 2 Jam *+ngebut mbikin deg-deg syur* ternyata masih harus nyuci mobil karena harus di kembalikan ke kandang TolkemSol. Akhirnya menepikan mobil untuk di cuci *cuci mobil tengah malam jangan kau lakukan -melody mandi kembang* ayo gosok-gosok.. guyurrrr... meski malam tetapi terlihat berbakat *buka usaha cuci mobil* mengkilap sudah dan di kembalikan ke kandang....</p>
<p>Tugas selesai... mudah-mudahan bisa diculik lagi yah kijangnya mpok iien .. wekekeke....</p>
<p>berikut snapshot personil :</p>
<p><a href="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0199.jpg"><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0199.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>(Nina, iien, Nia, Seno : Gak Kompak.... yang 2 main tembak2an yang satu gaye... satu lagi narsis... wakaka)</p>
<p><a href="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0199.jpg"><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0235.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>(Mila, iien, Nia : udah lempar aje HaPenya.....)</p>
<p><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0215.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>
<p>(iien : in action.....)</p>
<p><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0207.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>(Mila : lagi bahagia kayaknya senyumnye lebar beneeerrr)</p>
<p><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0260.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>(Nina : gigi tuch nin... wakakakak)</p>
<p><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0277.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>(Peggi: tetep narsis... hehehhehe)</p>
<p><img style="border:0;" src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0255.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>(Seno: ekspresi muka yang aneh....)</p>
<p><img src="http://widiantop.files.wordpress.com/2008/06/img_0209.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>
<p>(Couple : cuit cuit cuit.... mau donk..... dach kayak sinetron)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tangkuban Perahu and Jeans Street]]></title>
<link>http://losttravels.wordpress.com/?p=197</link>
<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 00:47:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>losttraveller</dc:creator>
<guid>http://losttravels.id.wordpress.com/2008/06/09/tangkuban-perahu-and-jeans-street/</guid>
<description><![CDATA[25th May 2008 Sunday

Tangkuban Perahu
 Ninja dolls sold at Tangkuban Perahu
Went to Tangkuban Perah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">25<sup>th</sup> May 2008 Sunday</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tangkuban Perahu</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://losttravels.files.wordpress.com/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-02.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-198" src="http://losttravels.wordpress.com/files/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-02.jpg?w=300" alt="Ninja" width="300" height="224" /></a><a href="http://losttravels.files.wordpress.com/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-01.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-199" src="http://losttravels.wordpress.com/files/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-01.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a> Ninja dolls sold at Tangkuban Perahu</p>
<p class="MsoNormal">Went to Tangkuban Perahu today. Tangkuban Perahu is a volcano and is still active, having last erupted in 1983. Located only 30km north of Bandung, it’s easy to get to and so is very popular with tourists. Going there on a Sunday is probably not a good idea since it can get really crowded. But it wasn’t that bad. As long as you keep away from the car park, the crowds are not that obvious. Anyway, Tangkuban Perahu was not the kind of place that you need to visit when it’s quiet. The crowds of people somehow made the place feel livelier. To be honest, I prefer Kawah Putih to Tangkuban Perahu. Although Kawah Putih is smaller, the turquoise-coloured lake is more beautiful than the gray of the Perahu crater. This place reminded me of a tin mine.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://losttravels.files.wordpress.com/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-03.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-200" src="http://losttravels.wordpress.com/files/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-03.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://losttravels.files.wordpress.com/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-08.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-204" src="http://losttravels.wordpress.com/files/2008/06/tangkuban-perahu-lempang-20080525-08.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>The name Tangkuban Perahu means overturned boat and that’s what the crater is supposed to look like. There is of course a story to explain the reason for this name. Once upon a time a local beauty got separated from her son. The son grew up, came back, and fell in love with his mother, who for some reason did not grow old. When the mother realized who he was, she tried to discourage him by only agreeing to marry the son on the condition that he builds a dam and a giant boat for her before dawn. She could have just said no, but I guess that doesn’t make a very interesting story. Anyway, the son used magic to summon two creatures to build the boat for him, and the boat looked like it would be finished before the stipulated time. So the mother resorted to magic and fooled her son into thinking that the sun had risen when in fact it was still some hours away. In anger, the son overturned the boat and that’s how Tangkuban Perahu came about.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Since I didn’t have my own car, I went there the hard way. I took an angkot from the Station Hall terminal, which dropped me off at the foot of the mountain. It’s a long way up and I had to pay an obscene amount of money for a car to take me to the top. There are 3 craters here. The largest crater called Kawah Ratu is next to the car park and this is where everyone is. You can walk to the bottom of the next crater and come back another way to make one complete circuit. I was told that this will take about one hour. I didn’t feel like walking today, so I just walked to the tunnel and a place where you can take a bath using holy water. There is a shrine inside the tunnel and you should probably pay your respects to the shrine. I didn’t and knocked my head on the way out. Outside, I made friends with two old ladies who had just taken their holy baths. They asked me why I was alone. I told them my friend was standing next to me, but they can’t see her because she was invisible. No, I’m kidding. I wouldn’t do that to old ladies.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Back at the main crater, I hanged around for a while and talked to my invisible friend. Having nothing else to do, I decided to go back. There is an angkot that goes straight to Lempang from Tangkuban Perahu, and I got onto it. Waiting in the angkot were the two old ladies again. They took pity on this stupid tourist and asked me to follow them as they were going to Bandung as well. The angkot doesn’t depart until there are at least a few more passengers and we waited a long time before two more passengers came on board. On the way to Lempang, there are some roadside stalls that sell very cute rabbits. It’s not a good idea to be sentimental and say “ooh, soooo cute” because you will probably eat them later. Rabbit satay is a famous dish in Lempang. From Lempang, I got on another angkot back to Bandung.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Probably because it’s Sunday, there was a traffic jam on the road back to Bandung. The angkot passed by Cihampelas Street and I got down there. This street is more famously known as Jeans Street because jeans and other clothing are sold very cheaply here. It’s very easy to know when you reach Cihampelas Street because the stores on this street have huge tacky signboards and giant figures of Spiderman, Superman, Batman, Rambo and other heroes. People who love shopping and a good bargain will love this place. If the items at these Superhero stores are not to your liking, there is a big shopping centre called Cihampelas Walk which is comparable to the shopping centres in KL. I bought 5 items of clothing and it cost me less than RM100.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://losttravels.files.wordpress.com/2008/06/jeans-street-bandung-20080525-02.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-201" src="http://losttravels.wordpress.com/files/2008/06/jeans-street-bandung-20080525-02.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://losttravels.files.wordpress.com/2008/06/jeans-street-bandung-20080525-03.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-202" src="http://losttravels.wordpress.com/files/2008/06/jeans-street-bandung-20080525-03.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://losttravels.files.wordpress.com/2008/06/jeans-street-bandung-20080525-04.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-203" src="http://losttravels.wordpress.com/files/2008/06/jeans-street-bandung-20080525-04.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Information:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Getting there:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">To get there the easy way, join a tour. Most tours include a trip to a hot spring and tea plantation as well. Getting there by public transportation involves a long wait for the angkot to be full.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">From Bandung to Tangkuban Perahu: Take angkot from Station Hall. IDR 12,000</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Entrance + angkot from foot of hill to the top: IDR 50,000. Cheaper if you have friends to share. There were only 3 of us at that time.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">From Kawah Ratu to Lempang: angkot IDR 20,000</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">From Lempang to Bandung: angkot IDR 5,000</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">From Jeans   Street to Station Hall: Angkot IDR 2,000</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pondok Den Ayi 108 &amp; Tangkuban Perahu]]></title>
<link>http://7ngy.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 09:32:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sapta Anggi PS</dc:creator>
<guid>http://7ngy.id.wordpress.com/2008/05/10/pondok-den-ayi-108-tangkuban-perahu/</guid>
<description><![CDATA[
Setelah berbulan-bulan on bussiness trip di luar kota (red:hiperbolis banget, lha wong cuma 1,5 bul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Setelah berbulan-bulan on bussiness trip di luar kota (red:hiperbolis banget, lha wong cuma 1,5 bulan aja di Surabaya. Giihii :) ), aku jadi kangen dengan Bandung, My city of memory. Jadi, kuputuskan untuk menghabiskan akhir pekan di Bandung. Lagipula aku juga harus beres-beres kamar kost-ku yang di Bandung, karena masa sewa nya akan berakhir 31 Mei 2008. Mesti beresin barang-barang, kamar dikosongi. Ahhh, sedih rasanya hati ini. Harus berpisah dengan kamar yang kutempati 3 tahun itu. Begitu banyak memori di kamar ini. Kamar itu jadi saksi berbagai macam cerita hidupku. Mulai dari yang baik, sampai yang buruk.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://7ngy.files.wordpress.com/2008/06/enji-at-tangkuban-perahu1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-54" src="http://7ngy.wordpress.com/files/2008/06/enji-at-tangkuban-perahu1.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Mau kemana nih ke Bandung nya? Sabtu ke Tangkuban Perahu :)   'DIA' berjanji membawaku ke  Tangkuban Perahu dengan motornya.  dan 'DIA'  menepatinya. :D</p>
<p style="text-align:left;">Wew,,, Akhirnya aku nyampe juga di Tangkuban perahu, Bandung. Empat tahun aku kuliah di Bandung, tapi belum pernah sekalipun ke Tangkuban Perahu. What??? Iya, emang itu kenyataannya. Jadi, selama ini 4 tahun di Bandung ngapain aja? Belajar kali ya.. Ehekhek.. Bo'ong.. :D  Ini pertama kali nya aku ke sini, ironis nya, aku ke Tangkuban Perahu pada saat aku udah ga di Bandung. Aku kesini saat aku udah berdomisili di Jakarta. Beugh.. Ya gak apalah.. Yang penting berhasil melihat Tempat wisata terkenal yang satu ini :D</p>
<p style="text-align:left;">Esoknya, Minggu, mesti beres-beres kamar, soalnya Sore nya mau balik ke Jakarta. Sabtu nya ga sempat, kan jalan-jalan ke Tangkuban. Giihii  :D . Tak sanggup rasanya hati ini mengemasi barang-barang di kamar kost ini. There are lots of memory. Sejenak kupandangi setiap sudut kamarku. Kulihat sekeliling kamar. Barang-barang yang tertata di situ. Dan juga... Barang-barang 'dia', yang belum pernah sempat 'dia' bawa di bulan Juni 2007. Aku juga belum sempat mengembalikannya. Entahlah. Sakit membayangkannya :(</p>
<p style="text-align:left;">Weekend ini, ada 2 hal : Senang &#38; Sedih. Ahhh, Itu sudah biasa. Bukankah dalam hidup juga selalu ada senang dan sedih. Senengnya, aku bisa ke Tangkuban Perahu. Sedihnya, aku mesti berpisah sama kamar penuh kenangan ini. Tapi hidup tetap harus berjalan. Ga bisa berhenti hanya karena satu memori pahit. Justru dengan memori  inilah  aku bisa lebih kuat dan tegar. Aku ga akan lupakan memori ini, sepahit apapun. Ga akan kulupakan. Aku akan hidup dengan ini. Sama sekali  ga  akan kusesali. Memori ini ga akan membuatku berhenti membuat memori memori yang lain. Punya memori baru bukan berarti harus menghapus memori lama. Ya kan? Aku lebih memilih untuk tidak menghapusnya. Itu memang memori, the real memori. Tapi bukan sekarang. Kalo sekarang, ini bukan memori, tapi PENGALAMAN BERHARGA. :D  begitu kata 'DIA'.</p>
<p style="text-align:left;">..::catatan kaki si imut</p>
<p style="text-align:left;">There was a beautiful memory in Tangkuban Perahu. And I am happy for that. Really Happy.</p>
<p>akhir catatan kaki si imut::..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Burung-burung pun Mendengarkan Abah]]></title>
<link>http://abahiwan.wordpress.com/?p=114</link>
<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 09:17:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>abahiwan</dc:creator>
<guid>http://abahiwan.id.wordpress.com/2008/04/28/burung-burung-pun-mendengarkan-abah/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Jimy S Harianto
Bukan Iwan Abdulrachman kalau tak mengenal aroma khas rerumputan di Jayagiri at]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abahiwan.wordpress.com/files/2008/06/burung-burung.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-129" src="http://abahiwan.wordpress.com/files/2008/06/burung-burung.jpg?w=113" alt="" width="113" height="95" /></a>Oleh Jimy S Harianto</p>
<p>Bukan Iwan Abdulrachman kalau tak mengenal aroma khas rerumputan di Jayagiri atau tetumbuhan lembah Cicaruk antara Tangkubanperahu dan Gunung Burangrang, Jawa Barat. Tempat-tempat yang sangat sering dikunjungi Iwan seperti ini, menurut penggubah lagu asal Bandung tersebut, sungguh merupakan pabrik-pabrik oksigen, pabrik-pabrik kehidupan.</p>
<p>Salah satu sumber kehidupan bumi ini sebenarnya tak jauh dari Bandung. Hanya sekitar 30 km utara ibu kota Parahiyangan, akan tetapi jangankan penduduk Bandung pernah menginjak bumi harum wangi rerumputan ini. Mendekatinya pun, mungkin belum pernah.<!--more--></p>
<p>“Ayah mengajak saya ke hutan ini. Sejak tahun 1950-an. Dan sampai sekarang keadaannya masih tetap seperti ini,” cerita Iwan, putra Abdulrachman Natadiria itu, ketika berlima berkendara di atas <em>forward truck </em>(jip Land Rover Defender yang dirombak gerobaknya menjadi semacam truk penjelajah, yang bisa dipakai untuk bertenda, lengkap dengan persediaan jerigen air maupun gas kompor). Sepanjang jalan di kawasan Bandung utara itu, Jumat (21/4) pekan silam, aroma pepohonan menyelinap di truk yang dibikin sendiri oleh Iwan bersama montirnya ini.</p>
<p>Hutan sekunder di lembah Cicaruk antara Tangkubanperahu dan Gunung Burangrang ini relatif masih asli. Maklumlah kawasan <em>blank spot</em> (disini tak tertangkap sinyal seluler) di Tangkubanperahu-Burangrang ini memang tak sembarang bisa dimasuki umum, lantaran merupakan tempat latihan para prajurit khusus, bahkan sejak baret merah tahun 1960-an, Iwan yang pecinta alam anggota Wanadri ini, pernah menjadi salah satu pelatih untuk <em>survival </em>bagi para prajurit khusus TNI ini.</p>
<p>“Pohon-pohon puspa (jenis pohon keras, yang kalau musim bunga, bunganya putih indah) dan juga rerumputan masih seperti dulu. Bau harum bunga harendong (bunga hutan berwarna ungu), rumput, alang-alang, babadotan, pakis-pakisan begitu khas, dan tak mungkin ditiru,” ungkap pria kelahiran Sumedang, yang ternyata juga pencipta lirik Burung Camar (lagu ditulis Aryono Huboyo Djati) yang citranya melekat pada penyanyi centil, Vina Panduwinata, ini pula.</p>
<p>Melati? Wah, bunga melati menurut Iwan sebenarnya tidak ada di Jayagiri, meski lagunya Melati dari Jayagiri begitu terkenal dilantunkan kelompok Bimbo yang dulu juga digabungi Iwan semasa muda.</p>
<p>“Hanya metafora. Lucu kan, kalau saya lalu mengatakan bunga harendong, atau babadotan. Saya pilih saja melati,” kata Iwan, mengenai lirik lagu itu. Yang pasti, lirik-lirik tentang kehidupan yang diungkapkan si Abah (julukan akrabnya kini) melalui bahasa-bahasa alam tersebut, semuanya merupakan penghayatan pengalaman batinnya yang kental mengakrabi alam dari dulu sampai sekarang.</p>
<p><strong>Kabut datang</strong><br />
“Sampai sekarang saya masih suka tinggal di Cicaruk, kadang berhari-hari, berkemah sendirian (membawa gitar), menyanyi untuk mereka,” tutur Iwan, yang memang selalu bertutur, bercerita tentang gunung, rumput, tetumbuhan, dan penghuni alam dalam setiap lagunya.</p>
<p>Sepanjang Jumat pagi hingga sore hari itu, Iwan Abdulrachman bahkan menyanyi untuk alam. Bergitar diatas sebuah bangku kayu bikinan sendiri, menghadap jajaran pohon puspa di lembah kaki gunung Burangrang, dan memunggungi jajaran pohon lainnya di lembah kaki Gunung Tangkubanparahu yang seolah seperti menjadi audiensnya.</p>
<p>Lebih dari 20 lagu, dari Melati dari Jayagiri (dipopulerkan Bimbo), Angin November (dinyanyikan Bimbo maupun Emilia Contessa), Bulan Merah, Melati Putih, Sejuta Kabut, Flamboyan, Cerita buat Orang yang Lupa, Detik Hidup, Balada Seorang Pengembara (lagu pertama gubahan Iwan saat berusia 17 tahun pada 1964), sampai Burung Camar dia nyanyikan siang itu.</p>
<p>Penampilan Iwan di lembah Cicaruk sepanjang Jumat pagi dan siang itu, menurut Iwan bukan sebuah latihan menjelang konser tunggal (Iwan lebih suka menyebutnya bertutur dan menyanyi sendiri, dan bukan konser). Tetapi sebenarnya konser sesungguhnya.</p>
<p>“Saya bukannya menyanyi. Justru saya mengiringi mereka (bukit, gunung, burung dan angin) bernyanyi. Menyatukan lagu saya dengan musik mereka,” kata Iwan. Dan memang, pagi itu alam seolah menyatu dengan senandung dan gitar Iwan. Ketika ia melantunkan Sejuta Kabut gubahannya (lirik Indra Rivai), tiba-tiba saja gumpalan-gumpalan awan dari puncak Gunung Wayang, Gunung Sedokan, Gunung Asepan di kawasan  Burangrang merangsek pepohonan di bukit. Nyanyian Iwan pun hidup, atau jangan-jangan “menghidupkan” alam Burangrang pagi itu…</p>
<p>Atau, saat selesai Iwan bergitar dan bersenandung di lembah Cicaruk itu, burung-burung yang semula hanya sepi bersahutan satu per satu, tiba-tiba menjadi riuh bersahutan. Mengomentari lagu Iwan kah? Tepuk tangan kah? Alamlah yang tahu…</p>
<p>Lagu-lagu balada alam dan metafora kehidupan gubahan Iwan memang umumnya bernada minor, seperti sedih-sedih. Termasuk pula sebenarnya lirik Burung Camar yang centil dan riang dinyanyikan Vina. Padahal, Burung Camar sebenarnya tak sepenuhnya riang. Lagu itu mengungkapkan ironi kehidupan, yang sarat dengan kepedihan pada lirik refrainnya. Lirik Burung Camar, yang lagunya dibuat oleh Aryono Huboyo Djati ini menurut Iwan ditulisnya di atas <em>rig </em>(sumur minyak lepas pantai) di laut Jawa. Ketika itu, Iwan yang insinyur pertanian Universitas Padjadjaran ini bekerja sebagai <em>mud engineer</em>, insinyur Lumpur di <em>rig</em> tersebut.</p>
<p>“Di <em>rig </em>kita selalu makan yang enak-enak. Kalau tak habis, sisa makanan harus dibuang,” tutur Iwan. Makanan di <em>rig </em>berlebih. Padahal, demikian batin Iwan, di laut lepas masih banyak nelayan yang tak punya makanan. Atau tak makan berhari-hari…</p>
<p>Ini adalah satu dari rangkaian “konser” Iwan di depan alam. Awal Maret lalu, di Cidaun (kawasan pantai selatan Cianjur), menyusul minggu-minggu berikutnya akhir Maret dan awal April di Pantai Pangandaran, di depan kawah Tangkubanperahu dan juga di lembah antara Gunung Burangrang serta Tangkubanperahu. Iwan duduk di atas kursi kayu. Sebenarnya Iwan tengah melantunkan pada alam, lagu-lagu tentang berbagai balada kehidupan manusia, melalui metafora bahasa-bahasa alam…</p>
<p>Truk penjelajah rancangan sendiri yang bermesin Land Rover Defender kini jadi bagian keseharian Iwan Abdulrachman yang masih gemar mengembara.</p>
<p>Source: Kompas, Minggu 30 April 2006</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan2 ke Ciater and Tangkuban Perahu]]></title>
<link>http://eecchhoo.wordpress.com/2008/03/07/jalan2-ke-ciater-and-tangkuban-perahu/</link>
<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 13:44:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>echo</dc:creator>
<guid>http://eecchhoo.id.wordpress.com/2008/03/07/jalan2-ke-ciater-and-tangkuban-perahu/</guid>
<description><![CDATA[ 





]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://i49.servimg.com/u/f49/11/59/23/46/dsc01612.jpg" /><!--more--></p>
<p><img src="http://i49.servimg.com/u/f49/11/59/23/46/dsc01610.jpg" /></p>
<p><img src="http://i49.servimg.com/u/f49/11/59/23/46/dsc01611.jpg" /></p>
<p><img src="http://i49.servimg.com/u/f49/11/59/23/46/mesjid10.jpg" /><br />
<img src="http://i49.servimg.com/u/f49/11/59/23/46/mesjid11.jpg" /><br />
<img src="http://i49.servimg.com/u/f49/11/59/23/46/dsc01613.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Celeng Tangkuban Perahu]]></title>
<link>http://jusak.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 14:00:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusak</dc:creator>
<guid>http://jusak.id.wordpress.com/2008/02/16/celeng-tangkuban-perahu/</guid>
<description><![CDATA[
	Bosen, tiap ke Bandung pasti ke Tangkuban Perahu. Tapi ternyata, nggak kali ini. Selain cuaca huja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:Georgia;font-size:16px;line-height:20px;"></span><img src="http://jusak.wordpress.com/files/2008/03/tangkuban.jpg" alt="tangkuban.jpg" align="left" /></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span style="white-space:pre;" class="Apple-tab-span">	</span>Bosen, tiap ke Bandung pasti ke Tangkuban Perahu. Tapi ternyata, nggak kali ini. Selain cuaca hujan gerimis yang bikin suasana dingin dingin empuk, kali ini kita parkir persis di pinggir kawah. Istriku markirin mundur mobilnya sedeket mungkin dengan kawah, supaya aku bisa menikmati kawah dari bagasi. </span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span style="white-space:pre;" class="Apple-tab-span">	</span>Sambil nikmatin kedelai rebus yang manis-manis gurih, aku ngobrol dengan pedagang sana tentang celeng. Ternyata di hutan sekitar kawah masih banyak celeng dan rusa. Mereka seneng berburu rame-rame kalo lagi iseng. Dengan anjing-anjing kampung yang mereka pelihara, mereka bisa mengejar dan mendapat celeng, yang kemudian dijual ke kebon binatang. </span></p>
<p style="font:normal normal normal 15px/normal Arial;margin:0;"><span style="letter-spacing:0;"><span style="white-space:pre;" class="Apple-tab-span">	</span>Snowy anjing setiaku ikut asik mendengarkan, entah tertarik dengan celengnya, apa tertarik denger banyak anjing kampung yang ganteng-ganteng.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Crater, Tangkuban Perahu, West Java]]></title>
<link>http://jepretanku.wordpress.com/2008/01/08/the-crater-tangkuban-perahu-west-java/</link>
<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 06:44:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>esbede</dc:creator>
<guid>http://jepretanku.id.wordpress.com/2008/01/08/the-crater-tangkuban-perahu-west-java/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-102" href="http://jepretanku.wordpress.com/2008/01/08/the-crater-tangkuban-perahu-west-java/102/" title="tangkuban81.jpg"><img src="http://jepretanku.wordpress.com/files/2008/01/tangkuban81.jpg" alt="tangkuban81.jpg" /></a><a rel="attachment wp-att-100" href="http://jepretanku.wordpress.com/2008/01/08/the-crater-tangkuban-perahu-west-java/100/" title="tangkuban8.jpg"></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Downhill Tangkuban Perahu - RM Sapulidi]]></title>
<link>http://wwgc.wordpress.com/2007/07/18/downhill-tangkuban-perahu-rm-sapulidi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 08:49:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusmianto</dc:creator>
<guid>http://wwgc.id.wordpress.com/2007/07/18/downhill-tangkuban-perahu-rm-sapulidi/</guid>
<description><![CDATA[
Pada tanggal 7 Juli 2007 kemarin. WWGC mengadakan event gatheringnya yang ke sekian dengan rute Tan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wwgc.wordpress.com/files/2007/07/img0329a.jpg" title="Tangkuban Perahu"><img src="http://wwgc.wordpress.com/files/2007/07/img0329a.jpg" alt="Tangkuban Perahu" /></a></p>
<p>Pada tanggal 7 Juli 2007 kemarin. WWGC mengadakan event gatheringnya yang ke sekian dengan rute Tangkuban Perahu - Jayagiri - RM Sapulidi. Event ini terkesan mendadak, sehingga beberapa peserta aktif tidak bisa ikut.  Tetapi beberapa peserta yg sudah lama absen ikut memeriahkan event ini. Rute yg ditempuh 90% downhill dan full offroad dengan beberapa bonus menyebrangi sungai. Event diakhiri dengan lunch bersama di RM Sapulidi.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mythical Mount Tangkubanperahu]]></title>
<link>http://bandung.wordpress.com/2006/02/23/mythical-mount-tangkubanperahu/</link>
<pubDate>Wed, 22 Feb 2006 17:48:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Eric</dc:creator>
<guid>http://bandung.id.wordpress.com/2006/02/23/mythical-mount-tangkubanperahu/</guid>
<description><![CDATA[
Originally uploaded by Nancy Tan
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ncytan/87275062/" title="Photo Sharing"><img src="http://farm1.static.flickr.com/37/87275062_a5a7a48577.jpg" width="400" height="300" alt="Sky" /></a></p>
<p>Originally uploaded by <a href="http://www.flickr.com/people/ncytan/">Nancy Tan</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
