<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tak-berkategori &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/tak-berkategori/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tak-berkategori"</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 16:59:56 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Arab Saudi 'Cegat' Iran]]></title>
<link>http://arowelitenggara.wordpress.com/2008/07/16/arab-saudi-cegat-iran/</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 09:26:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>arowelitenggara</dc:creator>
<guid>http://arowelitenggara.wordpress.com/2008/07/16/arab-saudi-cegat-iran/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 16 Juli 2008 | 07:59 WIB

MOSKWA, RABU - Arab Saudi menawarkan kontrak senjata kepada Rusia un]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="tanggal">Rabu, 16 Juli 2008 &#124; 07:59 WIB</div>
<div id="article_body">
<p><strong>MOSKWA, RABU</strong> - Arab Saudi menawarkan kontrak senjata kepada Rusia untuk membatasi kerja sama antara Rusia dan Iran. Demikian diberitakan harian <em>Kommersant</em>, Selasa (15/7), dari diplomat yang mengikuti pertemuan Pangeran Bandar bin Sultan dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin.</p>
<p>Pertemuan bilateral, Senin, memusatkan perhatian pada upaya memperluas kerja sama di antara kedua negara. Harian Rusia itu juga menjelaskan, tawaran kontrak senjata tersebut diutarakan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal.</p>
<p>Bahkan, tawaran itu sudah diajukan Raja Abdullah saat kedua negara itu bertemu di Moskwa, Februari. ”Pemimpin Arab Saudi menganjurkan Rusia agar mengurangi kerja sama dengan Iran secara bertahap. Untuk imbal baliknya, Arab Saudi berjanji memberikan kontrak-kontrak menarik. Pada intinya, Rusia ditawari menjadi rekan Arab Saudi di Timur Tengah,” sebut harian itu.</p>
<p>Menurut pengakuan diplomat Arab Saudi kepada <em>Kommersant</em>, Arab Saudi tertarik membeli sistem pertahanan udara, beberapa helikopter, dan tank dari Rusia. ”Arab Saudi berusaha keras mendapatkan beragam jenis senjata,” kata Bandar setelah bertemu Putin.</p>
<p>Bandar, yang mengetuai Dewan Keamanan Nasional Arab Saudi dan juga mantan duta besar yang berpengaruh di AS, mengutarakan ajakan kerja sama dan kontrak itu ketika bertemu Medvedev dan Putin pekan ini. Arab Saudi, sekutu AS dan produsen minyak terbesar di dunia, dikabarkan waswas dengan ambisi Iran dalam mengembangkan pengayaan uranium. Seperti halnya negara-negara Barat, Arab Saudi juga khawatir Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.<br /><strong><br />Tanam pengaruh</strong></p>
<p>Namun, Rusia berpendapat lain, mereka ingin memperbaiki dan meningkatkan hubungan dengan Iran. Rusia menegaskan, tak ada bukti sedikit pun Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Rusia tidak menginginkan ada konflik di kawasan. Jika terjadi konflik, kondisi keamanan Rusia juga terancam mengingat dekatnya perbatasan Rusia-Iran. Rusia juga tengah giat meningkatkan pengaruh di Timur Tengah.</p>
<p>Tahun lalu, Rusia membantu Iran membangun pusat pembangkit tenaga nuklir Iran yang pertama. Semasa masih menjabat Presiden, Putin berkunjung ke Riyadh dan Teheran. Kunjungan Putin menunjukkan hubungan yang makin dekat. Apalagi mengingat kunjungan Putin itu merupakan kunjungan pertama pemimpin Rusia ke Arab Saudi.</p>
<p><b>luk</b> <br /><b>Sumber : Kompas</b></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dampak Negatif TV]]></title>
<link>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=133</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 04:15:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisatabaca</dc:creator>
<guid>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=133</guid>
<description><![CDATA[
Sumber : http://echisofwan.blogspot.com

Anggota Komisi I DPR-RI dari F-PKS, Al Muzzammil Yusuf, me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Sumber : http://echisofwan.blogspot.com</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;"><em>An</em><em>ggota Komisi I DPR-RI dari F-PKS, Al Muzzammil Yusuf, menilai persoalan terbesar pada Industri pertelevisian adalah mereka terjebak pada standar rating penonton dan menomorduakan kualitas serta dampak tayangan."Padahal sistem rating hanya mengukur jumlah pemirsa yang sedang menonton, tanpa memperdulikan suka atau tidak suka, bagus atau tidak bagus, serta logis atau tidak logis tayangan tersebut," katanya di Jakarta, Selasa.<br />
Muzzammil mengemukakan hal itu usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi I dengan Asosiasi TV Swasta Indonesia. Menurut dia, penilaian rating selama ini dilakukan hanya oleh Nielsen Media Research (NMR) dan tidak ada lembaga alternatif. Ia mengusulkan agar ke depan dimunculkan lembaga penilai rating berdasarkan metoda kualitatif (kualitas isi) dan penilaian dampak positifnya, sehingga tidak semata penilaian kuantitatif. Selain itu, lanjutnya, pihak TV mengajukan riset ke publik atau pemirsa, tentang pilihan tayangan yang mereka kehendaki, jam tayang, lama tayang dan lain-lain.<br />
"Saya kira ini tidak sulit dilakukan. Ini juga sesuai dengan prinsip marketing. Dan juga saya kira kita tidak kekurangan penulis naskah cerita atau acara yang kreatif edukatif," katanya. Dengan demikian, katanya, tayangan TV akan benar-benar sesuai dengan amanat UU dan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) No.2/2007 tentang Pedoman Prilaku Penyiaran yang mengatur soal nilai-nilai agama, norma masyarakat, etika, dan asas kebebasan dan tangjawab. (ANTARA NEWS)</em></p>
<p>Di perumahan tempat tinggal kami, gak ada anak-anak yg saling main ke tetangga. dan kebanyakan di perumahan lain saat ini tradisinya juga sama kali ya...?! Tidak seperti masa-masa kita kecil dulu....., hm.....main petak umpet dengan teman-teman sebaya, main bola, main kelereng, layang-layang, dll,....indahnya masa kecil itu...:)</p>
<p>So, Anakku yg pertama (pd masa itu blm ada adiknya)...selain main, dia menghabiskan hari-hari dengan nonton TV, khususnya Teletubies (television tummy of the babies) atau televisi di perut anak bayi.<br />
Awalnya aku gak ambil pusing...wong namanya anak-anak...ya harus ada hiburan. Tapi lama kelamaan tingkah anakku ya kayak Teletubies itu.....hihihi, aktif banget (gak rela dibilang lasak nih..). karena pooh, tinky winky dan lainnya...di film kartun itu, kalo mereka ketawa kan ampe terpingkal-pingkal n guling-guling di lantai. Malah di beberapa negara udah dilarang penayangannya, karena terdapat ketidak jelasan Gender di kartun itu. Ada yang pake tas wanita tapi suaranya laki-laki, dan ada juga lambang segitiga terbalik pada tokoh berwarna ungu "tinky winky", yang sebagian orang berpendapat itu lambang 'gay'...</p>
<p>Sejalan waktu, di usia 3 tahun aku mendaftarkannya di kelas Play Group, dan kesukaannya berubah, Dia tak lagi menggemari Teletubies. Kesukaan berpindah pada Power Rangers.<br />
Yang ini lebih dahsyat lagi....anakku jadi nyaris hiper aktif. Bergerak tak menentu menirukan gaya Power rangers. Bahkan Beberapa kali melakukan gerakan yang nyaris membuat dirinya celaka. Dia aktif bergerak di manapun dia berada. Di sekolah gurunya juga ikut pusing....:)<br />
Dan ketika berikutnya ada kartun-kartun yang menjadi tontonan kegemarannya, aku masih belum bisa berbuat apa-apa. Mungkin dikarenakan rasa terlalu sayang yang tak ingin menjauhkan buah hatiku dengan hal-hal yang disukainya.</p>
<p>Suatu ketika yang membuat Aku mulai mempertimbangkan keberadaan TV (nah kali ini anak kedua udah ada).<br />
Suatu sore di bulan Juli tahun 2007, seperti biasa aq menemani anak nonton TV, acaranya kartun Sponge Bob. Aku memang kurang suka kartun yang satu ini. karena dialog tokohnya suka bersuara keras..jadi kedengarannya kasar gitu.<br />
Tapi yang buat aku terkejut bukan kasarnya tadi....melainkan ada satu dialog yang memakai kata "KONDOM". Astaghfirullah......untungnya anakku gak memperhatikan (biasanya dia suka tanya kata-kata yang tidak diketahuinya). kartun apa ini?? apa maksudnya?? bukannya kartun sore hari ini acara untuk anak?? Belum lagi kenakalan Sinchan yang suka melawan ibunya, kejahilan Tom and Jerry, Dora yang anak perempuan tapi suka jalan-jalan sendiri bahkan keluar masuk hutan segala, Mom....watcha for our diamonds' golden age..!! :(</p>
<p>Kemudian aku juga down ketika anak keduaku melakukan adegan mencekik...meskipun pelan, adegan yang dia lihat di sinetron.....ya Allah ampuni aku... karena kelalaianku titipanmu ini jadi begini.....<br />
Belum lagi anak-anak jadi konsumtif. Suka maksa beli barang-barang yang ada gambar Tokoh favoritnya; Baju Power ranger, jam tangan, sepatu batman, Ikat kepala naruto dan lainnya.</p>
<p>Parahnya lagi, jadinya mereka tak tertarik sama sekali dengan cerita pedang Rasulullah, Sayyidina Ali, Sayyidina Umar, Kejujuran abu Dzar Al-Ghifari, dll tokoh heroik Islam yang nyata-nyata hebatnya.....Astaghfirullah...</p>
<p>Akhirnya, aku dan suami berdiskusi dan mengambil keputusan untuk meniadakan TV di rumah kami. TV pun pensiun.....di ungsikan di gudang....berteman tikus kali yee...(mau dibuang sayang, mau di jual....Ada yang mau beli...??:)) -hihi, yang ini bcanda....-</p>
<p>Kesibukan anak-anak diganti dengan meningkatkan waktu mereka main, mandi bola, swimming, main bola di taman, menulis, menggambar, nonton kisah nabi di kompie', main edugames, dll yang lebih manfaat. Aku bilang ke mereka...sungguh semua anggota tubuh diminta tanggung jawabnya kelak, jadi ketika kelak Allah bertanya untuk apa mata yang Allah beri ini..?? Kita hanya bisa bilang "Ya allah sesungguhnya mataku hanya untuk menonton TV, bukan untuk baca buku yang manfaat" Anak tertua yang udah ngerti sama cerita itu pun jadi takut kalo nanti matanya jawab seperti itu di hadapan Allah.</p>
<p>Alhamdulillah, setelah lebih kurang 7 bulan kami gak nonton TV, anak-anakku jadi anak yang manis. Mereka jadi lebih gemar membaca, rajin menulis, lebih patuh&#38;santun. Pola tidur jadi lebih teratur. Kisah-kisah nabi jadi cerita yang menarik bagi mereka. Duit juga lebih hemat, karena yang dibeli cuma buku-buku &#38; alat tulis..:) -sesekali mainan boleh lah nak....dan yang pasti...aku punya lebih banyak waktu untuk main dengan mereka.</p>
<p>Ya allah jika kelak kami di mintai pertanggung jawaban atas anak-anak kami...jadikan kami orang tua yang mampu mempertanggung jawabkannya....<br />
dan Jika kelak anak-anak kami di pertanyakan allah atas orang tuanya....jadikan dia bangga telah dilahirkan dari rahim seorang ibu yang mampu mengajaknya menuju jalan yang Engkau Ridho atasnya...Insya allah</p>
<p>Ya allah ku mohon Ridho &#38; barakahMu agar melalui tanganku dapat kubesarkan &#38; kudidik anak-anak yang kelak menjadi anak yang sholeh......allahumma Amiin</p>
<p>Anak-anakku semoga kalian dapat menjadi jalan bagi Ayah Ibu menuju Surga. I love U so much...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dampak TV Terhadap Imajinasi Anak]]></title>
<link>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 04:08:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisatabaca</dc:creator>
<guid>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=130</guid>
<description><![CDATA[
By : Sylvie Gill (http://sylviegill.multiply.com)
Sumber : Koran Courrier International, No. 811, e]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>By : Sylvie Gill (http://sylviegill.multiply.com)</li>
<li>Sumber : Koran Courrier International, No. 811, edisi bulan May 2006</li>
</ul>
<p>Kenakalan anak-anak kerap membuat para orang tua sakit kepala, salah satu kiat yang diambil adalah membelikan mereka aneka DVD / VCD film kartun yang ada banyak di pasaran. Minimal dalam kurun waktu 1-2 jam mereka dapat duduk diam barang sejenak di depan televisi dan kita sebagai orang tua dapat menarik napas sesaat untuk beristirahat dari kesibukan rutin sehari-hari. Apalagi setelah hari yang panjang dan melelahkan di kantor, begitu tiba di rumah pun hari sudah menjelang larut dan si kecil mulai menunjukkan berbagai gelagat guna menarik perhatian Anda yang sering kali memicu timbulnya rasa jengkel para orang tua.</p>
<p>Tidak dipungkiri lagi, rasanya kronologis di atas terasa sangat dekat dengan keseharian kita semua dan kerap sekali terjadi. Begitu situasi rumah yang diisi oleh kenakalan si kecil yang sulit diatur, biasanya kita akan menyalakan TV dan memutar film kartun kesayangan mereka. Hal ini merupakan salah satu cara yang para orang tua mau pun penjaga anak-anak kita lakukan. Kadang kala situasi seperti ini tidak dapat dihindari lagi. Tanpa disadari, orang tua yang baru tiba dari kantor kadang tidak mengetahui sudah berapa jam dalam sehari si kecil duduk di depan tabung kaca menonton film kesayangan mereka.</p>
<p>Diluar dari manfaat positif yang tentunya anak-anak juga dapatkan dari kegiatan menonton tv tentunya dalam asupan jam menonton yang wajar (tidak lebih dari 3 jam per hari), mari kita telaah kembali, segi lain dari efek dan dampak menonton aneka tayangan televisi baik itu film kartun dari DVD/VCD mau pun tayangan acara anak-anak dari berbagai siaran stasiun televisi.</p>
<p>Menurut salah satu artikel di Koran Courrier International edisi No. 811 pada bulan May 2006 yang lalu, jumlah waktu menonton TV pada anak-anak yang berlebihan ternyata dapat menurunkan daya imaginasi anak-anak. Hal ini dapat kita lihat bersama pada dua gambar di atas yang dibuat oleh dua orang anak yang berbeda :</p>
<p>1. Gambar yang dibuat oleh seorang anak dengan jumlah jam menonton tv &#60; (kurang) dari 3 jam per hari<br />
2. Gambar yang dibuat oleh seorang anak lagi dengan dengan jumlah jam menonton tv &#62; (lebih) dari 3 jam per hari</p>
<p>Dari kedua gambar di atas membuka mata kita semua dengan jelas sekali perbedaan daya imaginasi anak-anak dalam memvisualisasikan sosok manusia (perempuan dan laki-laki). Pada gambar nomor 1, sang anak terlihat dapat memvisualisasikan sosok laki-laki memakai celana panjang dengan potongan rambut yang berbeda dengan sosok perempuan yang memakai rok, baju atasan dan potongan rambut panjang. Sementara pada gambar nomor 2, kemampuan daya imaginasi anak dalam memvisualisasikan sosok manusia ke dalam gambar terlihat sangat lemah, begitu juga dengan kemampuan dalam membedakan sosok laki-laki dan perempuan sama sekali tidak terlihat dibandingkan dengan anak yang menggambar di nomor 1.</p>
<p>Melihat kedua gambar di atas mengingatkan akan perkataan orang tua, bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Begitu juga dengan jumlah waktu yang anak-anak kita pergunakan untuk menonton TV, jika berlebihan dampak negatifnya banyak sekali, berbaris rapi, panjang, berikut efek dominonya dan tentu kita sebagai orang tua tak ingin hal-hal tersebut terjadi.</p>
<p>Kegiatan alternatif<br />
Sebuah list panjang kegiatan alternatif sesuai dengan usia anak-anak dapat kita susun sebagai salah satu jalan keluar untuk mengurangi waktu menonton televisi mereka. Tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi di rumah masing-masing. Mulai dari mewarnai, bermain play doug, berbagai kegiatan art and craft, membaca buku, membacakan cerita kepada mereka, usahakan agar mereka bermain dengan mainan mereka, ciptakan kegiatan yang memicu anak untuk lebih banyak bergerak dengan menggunakan otot sensorik dan motorik yang memacu pertumbuhan dan perkembangan mereka dan mengurangi waktu menonton yang sangat monoton dengan hanya berdiam duduk tanpa banyak gerakan dan tentunya masih banyak kegiatan lainnya.</p>
<p>Kesimpulannya : batasi jumlah waktu buah hati kita di depan televisi, batas maksimum adalah 3 jam per hari. (Sylvie Gill)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TV itu Candu]]></title>
<link>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=124</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 03:51:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisatabaca</dc:creator>
<guid>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=124</guid>
<description><![CDATA[
Sumber : http://alhikmahlibrary.org

Tentunya candu tidak hanya narkoba tetapi sesuatu yang dapat m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Sumber : http://alhikmahlibrary.org</li>
</ul>
<p>Tentunya candu tidak hanya narkoba tetapi sesuatu yang dapat membuat ketagihan dan menimbulkan efek negatif. Kalau ada narkoba juga ada narkogame (play station, game on line dan game off line) yang bahayannya juga tidak kalah dahsyatnya dengan narkoba, karena dengan permainan tersebut pola pikir dan pola laku anak terbentuk sehingga perkembangan mentalnya pun tidak jauh berbeda dengan game yang sering dimainkannya.Televisi pun tidak jauh berbeda dengan narkoba atau narkogame, sebab televisi merupakan sarana komunikasi utama di sebagian besar masyarakat, jika komunikasi yang diberikan TV tidak sesuai maka penerimaannya pun demikian. Tidak ada media lain yang dapat menandingi televisi dalam hal volume teks budaya pop yang diproduksinya dan banyaknya penonton.</p>
<p>Bayangkan bagaimana kehidupan generasi mendatang, bila mereka dari mau tidur sampai mau tidur lagi yang disaksikan adalah acara gosip selebritis; berita kriminal berdarah-darah, sinetron remaja yang penuh kekerasan, seks, intrik, mistis, amoral, film dewasa yang diputar dari pagi hingga malam, penampilan grup musik yang berpakaian seksi dan menyanyikan lagu dengan lirik orang dewasa; sinetron berbungkus agama yang banyak menampilkan rekaan azab, hantu, iblis, siluman, dan seterusnya. Bayangkan kalau anak-anak kita adalah satu dari mereka yang tiap hari harus menelan hal-hal dari TV yang jelas-jelas tidak untuk mereka tapi untuk orang dewasa. Anak-anak akan sangat berpotensi untuk kehilangan keceriaan dan kepolosan mereka karena masuknya persoalan orang dewasa dalam keseharian mereka. Akibatnya, sering terjadi gangguan psikologi dan ketidakseimbangan emosi dalam bentuk kesulitan konsentrasi,perilaku kekerasan, persepsi yang keliru, budaya instan, pertanyaan-pertanyaan yang di luar dugaan dan sebagainya.</p>
<p>Selain itu, kasus di Bandung akibat sering menonton tayangan televisi Smack Down, seorang anak mempraktekkannya tanpa memandang akibatnnya sehingga temannya pun meninggal dunia merupakan salah satu contoh dari akibat tayangan televisi. Tayangan televisi harus diatur karena mempengaruhi sikap dan perilaku khalayak khususnya bagi yang belum memiliki referensi yang kuat (anak-anak &#38; remaja). Terlebih karena televisi bersifat audio visual sinematografis yang memiliki dampak besar terhadap perilaku khalayaknya seperti pengaruh jarum suntik terhadap manusia. Seperti halnya kasus Smack Down tersebut.<br />
Riset tentang pengaruh TV terhadap perkembangan jiwa anak tidaklah menggembirakan. Kegemukan dikalangan anak ternyata ada hubungannya dengan kebiasaan menonton TV. Secara fisiologis nonton TV memang tidak membuat anak jadi ketagihan seperti kalau merokok atau mengganja. Namun demikian, isi acara TV itu sendiri sangat memacu adrenalin anak yang menyebabkan anak menjadi ketagihan secara psikologis.</p>
<p>Program yang penuh dengan kekerasan, ketegangan, dan seringkali berisi adegan yang merangsang, sangatlah memacu adrenalin. Secara alamiah, pemulihan adrenalin dalam tubuh menimbulkan perasaan depresi. Tanpa disadari anak cenderung untuk mencari acara yang lebih hot lagi untuk menaikan adrenalinnya dan mengurangi rasa depresinya. Pada akhirnya anak atau pemirsa TV tanpa disadari menjadi kecanduan nonton TV.<br />
Kalau anak anda mulai menunjukkan gejala tidak lagi mau mengikuti<br />
aktivitas-aktivitas routine demi untuk nonton TV, atau media pasif lainnya, maka ia dapat dikatakan sudah kecanduan TV. Riset menemukan adannya hubungan antara kecanduan media dengan tingginya tingkat kecemasan, perasaan tertolak, dan kurang percaya diri.</p>
<p>TV dan video merupakan media yang pasif. Sikap pasif pada waktu<br />
memantau TV tidak mendukung perkembangan ketrampilan emosional dan sosial anak. Spontanitas, interaksi dan komunikasi dalam keluarga akan berkurang dengan habisnya waktu di depan layar TV. Akibatnya, anakpun kurang berelasi secara sosial dengan orang lain. Tidak heran kemampuan EQ (Emotional Quotion atau intelligence) anak jadi ikut melorot. Dalam jangka panjang hal ini akan mempengaruhi kepribadian anak tersebut.<br />
Pada sisi lain, banyak siaran TV yang baik untuk pendidikan anak. Riset menemukan anak-anak TK sampai kelas lima yang suka nonton berita, ternyata lebih memiliki pengetahuan tentang politik, lebih suka<br />
mendiskusikan berita tersebut dengan teman-temannya, lebih tertarik dengan masalah-masalah publik, dan lebih suka mencari informasi-informasi lanjut tentang apa yang mereka tonton. Dengan demikian memacu perkembangan pengetahuan dan ketrampilan anak untuk berdiskusi.</p>
<p>Melihat fenomena tersebut, perlu kiranya dilakukan beberapa hal untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang lebih buruk akibat tayangan negatif dunia pertelevisian.<br />
Pertama, sadarilah bahwa pola menonton TV<br />
orangtua akan mempengaruhi pola menonton TV anak. Ketidakmampuan orang tua dalam mengatasi ketagihan TV menunjukkan juga tingkat ketidakmampuan<br />
orangtua dalam mengatur jadwal nonton TV anak. Jadi mulailah mengatur hidup anda, sebelum mengatur hidup anak-anak. Berhentilah lebih dulu dari rokok dan mabuk saudara sebelum menghentikan kebiasaan merokok atau minum anak. Sebagai patokan, janganlah ijinkan anakmu memirsa lebih dari dua jam.<br />
Kedua, banyak orang tua memakai TV sebagai pengasuh yang paling murah.<br />
Kalau anda sungguh cinta kepada anak saudara, sebaiknya hentikanlah kebiasaan itu. Kita perlu memberikan disiplin yang baik dalam pola menonton TV. Abelman (1986) melaporkan risetnya Children?s awareness of television?s prosocial care di Journal of Family Issues. Ia menemukan bahwa orangtua yang gaya mendisiplin anaknya memakai teknik induktif (Misalnya, memberi penjelasan mengapa ia tak boleh atau boleh nonton TV),<br />
anak-anaknya pada umumnya dapat mengambil manfaat positif dari nonton TV.<br />
Ketiga, industri pertelevisian juga harus proporsional dalam<br />
menayangkan program-programnnya, jangan hanya mengejar rating penonton saja atau hanya kebutuhan bisnis semata tetapi faktor edukatif, budaya dan agama juga harus diperhatikan mengingat penonton TV sangat variatif, dan. Keempat, pemerintah harus tegas terhadap industri pertelevisian yang melanggar rambu-rambu tayangan TV, tidak hanya di list saja program tayangan yang melanggar tetapi sanksinya pun harus jelas.</p>
<p>*Penulis adalah konselor di Pusat Layanan Psikologi-UMM, Zainul Anwar*</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Batasi dan Awasi Saat Anak Nonton TV]]></title>
<link>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=121</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 03:47:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisatabaca</dc:creator>
<guid>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=121</guid>
<description><![CDATA[
Sumber : http://www.plazaraya.com

Akibat buruk dari terlalu banyak menghabiskan waktu didepan tele]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Sumber : http://www.plazaraya.com</li>
</ul>
<p>Akibat buruk dari terlalu banyak menghabiskan waktu didepan televisi sudah kerap diulas. Kini para ahli dari Johns Hopkins University menyatakan, efek buruk itu bisa diperbaiki, jika seiring bertambahnya usia, waktu nonton TV juga dikurangi. Jika tidak hal itu menjadi kebiasaan buruk yang tak tertanggulangi.</p>
<p style="padding-left:60px;"><span style="color:#ff0000;"><em>Samarinda Terapkan Larangan Nonton TV pada Jam Belajar (Senin, 12 Mei 2008)<br />
Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menerapkan pemberlakuan larangan menonton TV pada jam belajar, 18.00-20.00 Wita.Di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, sebagai contoh, program ini telah diberlakukan sejak sebulan lalu. Untuk mengingatkan warga, hampir disetiap sudut kelurahan warga memampang tulisan tentang larangan menonton pada jam belajar. "Tayangan TV belum lagi memberikan tuntunan, bahkan untuk sekadar tontonan pun kita harus pilah-pilah. Bagi anak akan sangat baik bila mereka belajar," kata Marnabas, Cama Samarinda Ilir. (TEMPO INTERAKTIF)</em></span></p>
<p>Para peneliti dari Johns Hopkins University yang dipimpin Dr. Cynthia Minkowitz itu menilai bahwa anak-anak berusia dibawah lima tahun yang menyaksikan TV dua jam sehari masih bisa diperbaiki dan dihindarkan dari sejumlah masalah.</p>
<p>Studi yang dimuat di Journal Pediatrics itu menyatakan bahwa saat anak berusia 5 tahun, dianjurkan mengurangi waktu nonton TV bisa supaya dapat memperbaiki dampak negatif dari TV.</p>
<p>The American Academy of Pediatrics menganjurkan orang tua Amerika mengajarkan anak-anak dibawah usia 2 tahun untuk tidak menyaksikan tayangan TV.</p>
<p>Sementara untuk anak usia 2 tahun keatas, disarankan untuk tidak nonton TV melebihi 2 jam setiap hari.</p>
<p>Untuk bisa memberikan analisa mengenai perbaikan dampak negatif TV bagi anak-anak, para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health ini melaukan studi terhadap 2.700 anak, melalui wawancara kepada orangtua mereka, dan observasi mengenai kebiasaan hidup anak-anak mereka sehari-hari.</p>
<p>Satu dari lima orangtua menyatakan, anak-anak mereka nonton TV dua jam atau lebih sehari, baik anak-anak usia 2 ataupun 5 tahun.</p>
<p>Efek buruk dari nonton TV terlalu lama, antara lain: terhambatnya perkembangan kemampuan untuk bersosialisai, kurang mampu bersosialisasi dan kesulitan tidur dengan baik dan pada jam yang semestinya.</p>
<p>''Sangat penting melihat hasil klinis dari mengurangi menonton TV,'' Dr Cynthia Minkowitz, kepala tim peneliti, menyatakan.</p>
<p>Dr Richard House dari Roehampton University menilai, ia tidak sepakat bahwa mengurangi waktu nonton TV bisa mengurangi akibat negatif. Dr. House mengaku skeptis dengan hasil penelitian ini.</p>
<p>''Kebiasaan manusia sangat kompleks dan mungkin sulit dideteksi dampak buruk yang diterima,'' kata Dr. House yang menambahkan bahwa setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda.</p>
<p>Dr. House menyarankan, sebaiknya keluarga memberikan batasan dan pengawasan kepada anak-anak mereka saat menyaksikan TV.</p>
<p>''Sebagian anak-anak mungkin sangat peka akan apa yang mereka lihat dari berbagai tayanagan di TV,'' kata Dr. House.</p>
<p>Banyak studi mengenai menonton TV terlalu lama juga menyebutkan obesitas pada anak-anak sebagai salah satu dampak negatifnya, karena tubuh menjadi kurang bergerak, sementara anak-anak sering nonton TV sambil ngemil.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Sehat Dengan Sedikit Nonton TV]]></title>
<link>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=118</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 03:40:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisatabaca</dc:creator>
<guid>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=118</guid>
<description><![CDATA[•	Sumber : Media Indonesia On Line
Pemirsa televisi yang getol dapat diibaratkan seekor ikan yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>•	Sumber : Media Indonesia On Line</p>
<p>Pemirsa televisi yang getol dapat diibaratkan seekor ikan yang tidak sadar bahwa dirinya selalu hidup di bawah air dan selalu basah. Itulah metafora yang dibuat oleh Frazier Moore (reuter 28/3), pemerhati masalah budaya televisi.</p>
<p>Moore bertanya, apakah yang akan terjadi jika orang itu selama seminggu tidak nonton televisi. Apakah dia ibarat ikan yang selama seminggu tidak terkena air?</p>
<p>Itulah yang mendasari lahirnya gagasan "Pekan Matikan TV", yang selama 10 tahun mengajak pemirsa televisi untuk "melengos dari layar kaca dan menengok kehidupan". Anda bisa memanfaatkan bersama tetangga, teman-taman di tempat kerja atau di kampus untuk bergabung melakukan kegiatan lain kecuali nonton televisi.</p>
<p>Tahun lalu, sekitar tujuh juta orang dalam ribuan kelompok mematikan televisi mereka, demikian menurut lembaga nirlaba Jaringan Matikan TV yang berbasis di Washington DC.<br />
Jaringan itu mempunyai situs jatingan maya www.tvturnoff.org yang dapat memberikan petunjuk pada masyarakat mengenai bagaimana mengkoordinasi kelompok "emoh nonton TV".</p>
<p>Berpaling dari nonton TV juga bisa dilakukan secara individual. Tak perlu pakai kelompok-kelompokan segala. Artinya, Anda bisa mempersiapkan sebelumnya untuk ancang-ancang tidak nonton TV selama sepekan.</p>
<p>Anda mundur dari nonton "American Idols". "Sponge Bob Square Pants", "The Sopranos", dan para pengelola berita-berita kabel yang merintangi kampanye presiden.<br />
Mungkinkah orang sanggup berpaling dari TV? Ini persoalnnya. Jika diniatkan, apa susahnya? Tahun ini di AS terjadi sebuah gelombang pasang kemarahan terhadap tayangan televisi. Hal ini bisa menggiring masyarakat untuk tidak nonton televisi sebagai hukuman terhadap bos-bos media yang menyelinapkan tayangan yang tak mendidik pada Anda dan keluarga.</p>
<p>Moore bertanya, apakah kolam tempat selama ini Anda berenang mulai tercemar, atau lebih tercemar dari pada sebelumnya?</p>
<p>Para wakil rakyat di Kongres yakin bahwa tayangan televisi sekarang kian tercemar. Bisa menjadi polusi bagi pikiran orang banyak. Pekan lalu, anggota legislatif sepakat untuk meningkatkan denda maksimum bagi lembaga penyiaran dan perorangan yang menayangkan materi cabul hingga Rp40 miliar/kasus. Ini sebuah kenaikan mencolok dari denda sebelumnya yang hanya sekitar Rp250 juta untuk badan hukum dan Rp88 juta untuk perorangan.</p>
<p>RUU itu sekarang sedang diajukan ke Senat AS. "Satu alasan kenapa pemirsa mengamalkan Pekan Matikan TV adalah karena mereka resah oleh pesan-pesan yang mereka terima dari TV dan inilah alasan yang terbaik," kata Frank Vespe, direktur eksekutif Jaringan Matikan TV.</p>
<p>Sebaliknya, jaringannya mengambil sikap ogah-ogah terhadap televisi tanpa mempertimbangkan apakah programnya baik atau buruk. Pokoknya antitelevisi!<br />
Prihatin</p>
<p>Para pemikir budaya AS merasa prihatin karena jumlah waktu yang orang AS gunakan untuk nonton TV cukup lama. Apa saja mereka tonton. Rata-rata lebih dari empat jam sehari-yang bisa berarti lebih lama dari pada melakukan kegiatan yang lain. Wajar saja kelompok Vespe geram.</p>
<p>"Apakah anda memusatkan pada pesan-pesan tak senonoh yang disiarkan lewat TV? Atau anda meninjau ulang hubungan anda dengan TV dan melepaskan cengkeraman TV dari anda?" tanya Vespe.<br />
Pada tahun lalu, akibat nonton TV yang berlebihan di kalangan remaja menjadi perhatian nasional sehingga pemerintah pusat mengumumkan pekan lalu bahwa makan berlebihan dapat menggantikan merokok sebagai penyebab nomor satu kematian yang dapat dicegah.</p>
<p>Dua studi belakangan ini mengatakan, ribuan iklan permen dan makanan bergula menyumbang terjadinya wabah kegemukan anak-anak di Amerika. Jumlah iklan yang ditonton anak-anak AS setiap tahunnya meningkat dua kali lipat hingga 40 ribu sejak tahun 70-an, demikian Yayasan Keluarga Kaiser melaporkan bulan lalu. Mayoritas iklan yang ditujukan untuk anak-anak adalah iklan permen, sereal dan makanan cepat saji.<br />
Studi itu menyatakan 15,3 persen anak-anak berusia 6 sampai 11 tercatat sebagai kelebihan berat badan pada tahun 1999-2000, dibandingkan dengan 4,2 persen pada 1963-1970.</p>
<p>Dalam sebuah studi terpisah, Asosiasi Psikologi Amerika mengimbau pemerintah untuk membatasi iklan yang ditujukan pada anak-anak di bawah usia 8 tahun. Argumennya? Anak-anak belia ini sangat rentan terhadap iklan. Asosiasi itu minta agar pembatasan itu terutama dilakukan untuk makanan-makanan "sampah" (junk food).<br />
Dari hampir 17 jam setiap pekan acara TV yang disaksikan anak-anak usia 2 hingga 11 tahun, lebih dari sembilan jam adalah progam anak anak, demikian hasil Riset Media Nielsen.</p>
<p>"Jelaslah bahwa nonton TV berlebihan berakibat pada krisis kegemukan pada anak-anak," kata Vespe. "Jadi Pekan Matikan TV adalah bagian dari pola hidup sehat."<br />
Inilah isu yang aktual di AS. Matikan televisi. Rakyat Indonesia sekarang lagi getol-getolnya nonton TV. Adakah lembaga nirlaba di sini yang berminat mempromosikan kampanye Matikan TV?* (X-9)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kurangi Nonton TV]]></title>
<link>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 03:08:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisatabaca</dc:creator>
<guid>http://wisatabaca.wordpress.com/?p=111</guid>
<description><![CDATA[
•	Sumber : http://www.kidia.org
•	(Diolah dari: turnofftv.org oleh Yayasan Kita dan Buah Hati; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wisatabaca.wordpress.com/files/2008/02/pict0064.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-42" src="http://wisatabaca.wordpress.com/files/2008/02/pict0064.jpg?w=128" alt="" width="128" height="96" /></a><br />
•	Sumber : http://www.kidia.org<br />
•	(Diolah dari: turnofftv.org oleh Yayasan Kita dan Buah Hati; dan Kidia.)</p>
<p><em>Budaya Nonton TV Menurunkan Minat Baca</em></p>
<p><em>Kemajuan teknologi disatu sisi, memang memberikan secercah harapan yang baik. Namun, di sisi lain, kemajuan ini dpat berimplikasi negatif pada masa depan bangsa secara universal. Karena, secara faktual teknologi yang identik dengan media elektronik telah menjadi candu bagi masyarakat, semisal televisi yang pada perkembangannya makin menawarkan kultur waching atau peradaban nonton. Ketika budaya menonton televisi semakin berkembang pesat dikalangan generasi muda, maka perlu kiranya melakukan gerakan-gerakan intelektual-progresif dalam rangka menjadikan membaca sebagai sebuah budaya. Untuk itu membaca mesti menjadi budaya, agar peradaban bangsa yang diimpikan dapat menjadi kenyataan. Budaya nonton televisi seharusnya bisa dihilangkan karena memang kurang memberikan manfaat bagi masa depan dan kemajuan peradaban bangsa.</em></p>
<p>Mari kita kendalikan teknologi agar teknologi tidak mengendalikan kita.</p>
<p>Pengaruh Media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih &#38; intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi &#38; mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya. Dalam seminggu anak menonton TV sekitar 170 jam. Apa yang mereka pelajari selama itu? Mereka akan belajar bahwa kekerasan itu menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar untuk duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan mereka dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuh dengan orang lain.</p>
<p>Faktanya..<br />
• Anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran TV.<br />
• Data th 2002 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Indonesia adalah sekitar 30-35 jam/minggu atau 1560-1820 jam/ tahun . Angka ini jauh lebih besar dibanding jam belajar di sekolah dasar yang tidak sampai 1000 jam/tahun.<br />
• Tidak semua acara TV aman untuk anak. Bahkan, “Kidia” mencatat bahwa pada 2004 acara untuk anak yang aman hanya sekira 15% saja. Oleh karena itu harus betul-betul diseleksi.<br />
• Saat ini jumlah acara TV untuk anak usia prasekolah dan sekolah dasar perminggu sekitar 80 judul ditayangkan dalam 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam! Jadi, selain sudah sangat berlebihan, acara untuk anak juga banyak yang tidak aman.<br />
• Acara TV bisa dikelompokkan dalam 3 kategori: Aman, Hati-hati, dan Tidak Aman untuk anak.<br />
• Acara yang ‘Aman’: tidak banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis. Acara ini aman karena kekuatan ceritanya yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak boleh menonton tanpa didampingi.</p>
<p>• Acara yang ‘Hati-hati’: isi acara mengandung kekerasan, seks dan mistis namun tidak berlebihan. Tema cerita dan jalan cerita mungkin agak kurang cocok untuk anak usia SD sehingga harus didampingi ketika menonton.</p>
<p>• Acara yang “Tidak Aman”: isi acara banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis yang berlebihan dan terbuka. Daya tarik yang utama ada pada adegan-adegan tersebut. Sebaiknya anak-anak tidak menonton acara ini.</p>
<p>Kenapa Kita Harus Mengurangi Menonton TV?</p>
<p>• Berpengaruh terhadap perkembangan otak<br />
Terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.</p>
<p>• Mendorong anak menjadi konsumtif<br />
Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.</p>
<p>• Berpengaruh terhadap Sikap<br />
Anak yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.</p>
<p>• Mengurangi semangat belajar<br />
Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.</p>
<p>• Membentuk pola pikir sederhana<br />
Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya.</p>
<p>• Mengurangi konsentrasi<br />
Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari iklan ke iklan, akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.</p>
<p>• Mengurangi kreativitas<br />
Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.</p>
<p>• Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan)<br />
Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Penelitian membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV, lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung memengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. Anak-anak yang tidak mematikan TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka secara penuh. Selain itu, duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme, sehingga lemak bertumpuk, tidak terbakar dan akhirnya menimbulkan kegemukan.</p>
<p>• Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga<br />
Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam, yang seharusnya menjadi ajang ’berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun, kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yang kita tonton di TV. Rata-rata, TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruangan rumah yang berbeda.</p>
<p>• Matang secara seksual lebih cepat<br />
Banyak sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, mereka memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan apa yang mereka lihat. Akibatnya seperti yang sering kita lihat sekarang ini, anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis semakin ketat antar Media, sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial,moral &#38; etika.</p>
<p>Jadi, Siapa yang Seharusnya Mengurangi Menonton TV?<br />
Semua dan setiap orang. Karena akibat buruk yang diberikan oleh TV tidak terbatas oleh usia, tingkat pendidikan, status sosial, keturunan dan suku bangsa. Semua lapisan masyarakat dapat terpengaruh dampak buruk dari TV, orangtua, anak-anak, si kaya ataupun si miskin, si pintar dan si bodoh, mereka dari latar belakang apa saja, tetap terkena dampak yang sama. Seharusnya instansi pemerintah, instansi pendidikan, instansi agama, keluarga dan individu semua bersama-sama mendukung program ‘Hari Tanpa TV’ ini, untuk membangun bangsa yang lebih baik.</p>
<p>Pertimbangkan Hidup tanpa TV<br />
Dengan banyaknya bukti betapa TV bisa memberikan beragam dampak buruk, banyak keluarga sekarang membuat rumah mereka bebas-TV. Sangat penting untuk anak mempunyai kesempatan mempelajari dan mengalami langsung pengalaman hidup sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan yang mereka butukan untuk sukses di masa yang akan datang. Kalau menurut Anda hidup tanpa TV itu masih terlalu sulit, maka perlahan batasi dan awasi dengan saksama tontonan anak Anda sepanjang tahun.<br />
Mau melihat generasi anak yang lebih sehat? Keluarga yang lebih dekat? Masyarakat yang lebih madani? Matikan TV. Hal yang mungkin kecil tapi akan berdampak besaaar!<br />
Bantu kami untuk menyebarkan bahaya TV kepada masyarakat, dengan meningkatkan kewaspadaan publik, membantu orang untuk menikmati hidup tanpa TV, membantu mereka melakukan aktivitas yang bebas-TV, dan menawarkan tips-tips sederhana tentang cara melakukannya, kita akan membantu jutaan anak untuk mematikan TV dan menyadari bahwa hidup tanpa TV itu lebih menyenangkan dan menenangkan.<br />
Dengan mematikan TV, kita jadi punya waktu untuk keluarga, teman, dan untuk kita sendiri.</p>
<p>Apa Manfaat HARI TANPA TV?<br />
Dengan TV dalam keadaan mati, kita jadi memiliki kesempatan untuk berpikir, membaca, berkreasi dan melakukan sesuatu. Untuk menjalin hubungan yang lebih menyenangkan dalam keluarga dan masyarakat. Mengurangi waktu menonton TV membuat kita mempunyai lebih banyak waktu untuk bermain di luar, berjalan-jalan atau melakukan olahraga yang kita senangi.</p>
<p>Bagaimana Caranya?</p>
<p>• Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat<br />
Biasakan anak Anda membaca buku. Bila sempat, sisakan waktu setiap hari, kalau tidak, beberapa kali setiap minggu untuk membacakan cerita kepada anak Anda atau biarkan sekali-kali anak Anda yang membacakan cerita untuk Anda. Jangan lupa untuk membahas kembali apa yang telah dibaca. Tanyakan kepada mereka tentang ceritanya, bantu mereka menemukan kosakata baru dan ajak anak untuk membaca beragam macam bacaan. Buatlah membaca itu gampang dan menyenangkan bagi anak Anda dengan cara membuat buku berada di sekitar mereka. Ajak mereka ke perpustakaan. Sediakan sebanyak mungkin buku yang pantas di sekitar rumah dan minta kerjasama keluarga untuk menjadikan buku sebagai hadiah ulangtahun, liburan atau lebaran.</p>
<p>• Bercocok tanam<br />
TV menjauhkan kita dari alam. Padahal banyak hal yang bisa diajarkan oleh alam, dan yang tidak bisa didapatkan dari menonton TV. Dengan mengajak anak bercocok tanam, Anda bisa mengajarkan kepada anak Anda banyak hal. Mulai membuat taman bunga sendiri, atau bahkan 1 pot saja. Dengan ini anak bisa belajar makna tumbuh dan bertanggung jawab. Jadi setiap kali ia menyiram bunganya di pagi hari, ia akan ingat bahwa tanaman, seperti kita semua itu mulai dari benih, tumbuh, berkembang dan kelak layu dan mati. Dan selalu perlu air dan matahari!</p>
<p>• Bermain<br />
Hidup anak pada dasarnya adalah bermain. Dengan bermain, anak belajar banyak hal.</p>
<p>• Melihat awan<br />
Aneh? Mungkin. Karena kita tidak dibiasakan menikmati langit. Atau kita biasa hanya terpaku dengan indahnya bintang-bintang di malam hari. Padahal awan itu hampir selalu ada, selalu bergerak dan kadang-kadang membentuk hal-hal yang unik, seperti kuda nil, atau pesawat terbang. Kita bisa mengajak anak untuk menggambarkan bentuk apa yang dia lihat di awan. Kadang mereka bisa melihat 1 awan tapi dengan 2 bentuk yang berbeda. Kita juga bisa mengajaknya membuat puisi tentang awan. Atau biarkan mereka mengarang cerita tentang apa kira-kira rasanya bila kita bisa hidup di awan. Hal ini bisa memicu daya imajinasi dan kreativitas.</p>
<p>• Menulis surat<br />
Kebiasaan memiliki sahabat pena sudah begitu jauh dari kehidupan anak-anak kita. Dengan teknologi yang kini sudah begitu canggih, anak lebih senang menggunakan telepon untuk bercerita. Tapi ternyata menulis surat melatih banyak hal. Selain mengenali prosedur pengiriman barang (amplop, perangko dan jasa besar pak pos), menulis surat juga melatih motorik dan membuat anak senang bila menerima balasan. Ajak anak menulis surat ke nenek kakek atau saudara yang tinggal jauh. Dan tunggu balasannya! Jika anak mulai mengenal teknologi internet, bisa saja sarana e-mail bisa digunakan untuk melatih kebiasaan menulis.</p>
<p>• Jalan-jalan<br />
Jalan-jalan itu mudah dan murah. Tidak perlu banyak mengeluarkan uang. Jalan-jalan ke rumah teman atau sekadar berkeliling lingkungan rumah saja untuk menyapa tetangga. Kita juga bisa berjalan-jalan ke taman kota dan membuat piknik atau sekadar bermain di sana. Jalan-jalan itu baik untuk tubuh karena bisa menurunkan tekanan darah dan resiko terkena penyakit jantung. Dan yang lebih menguntungkan, jalan-jalan juga bisa mengurangi berat badan. Jalan-jalan juga bisa menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Karena dengan berjalan, otak melepaskan zat yang bisa meringankan tekanan pada otot serta mengurangi kecemasan. Jalan-jalan juga bagus untuk lingkungan. Kalau kita lebih sering berjalan dari pada menggunakan transportasi bermesin, kita bisa menghemat 7 milyar gallon bensin dan 9.5 juta ton asap pembuangan kendaraan bermotor pertahunnya. Bayangkan!</p>
<p>• Berenang<br />
Semua anak suka bermain air. Jadi ajak anak Anda berenang. Selain sangat menyenangkan, berenang itu juga salah satu cara berolahraga. Kalau bosan untuk berenang di kolam sekitar Anda, ajak anak untuk pergi ke pantai. Selain bermain dengan ombak, anak juga bisa diajak membuat istana yang indah dari pasir dan mengoleksi kerang-kerang yang cantik.</p>
<p>• Bersepeda<br />
Kalau dilakukan sendiri, mungkin bisa membosankan. Tapi coba lah bersepeda pagi-pagi bersama seluruh keluarga. Selain murah dan menyehatkan, kita bisa mengajak anak untuk menghias sepedanya menjadi sepeda yang indah.</p>
<p>• Mendengarkan radio atau membaca koran<br />
Anak sekarang sudah jarang sekali mendengarkan radio, apalagi membaca koran. Padahal mungin mereka bisa mendapatkan informasi yang tidak kalah banyaknya dibanding mendengarkan berita di TV. Radio bisa melatih anak untuk mendengarkan dengan baik dan koran bisa mengajak anak untuk menambah wawasannya tentang dunia</p>
<p>• Memasak bersama ibu<br />
Masak-memasak bukan hanya kerjaan ’perempuan’, bila sesuai, anak lelaki pun tidak ada salahnya diajak memasak bersama. Suatu hari keahlian itu pasti berguna juga baginya. Ajak anak Anda memasak makanan-makanan ringan yang unik dan mengasyikkan. Misalnya membuat puding semangka kuning atau es krim rasa pisang!</p>
<p>• Bikin lomba antar RT<br />
Ini selalu berhasil bila 17 Agustusan tiba. Sekarang kita tidak perli menunggu moment itu. Rancang rencana perRT/RW untuk membuat acara massal anak-anak yang murah meriah setiap minggunya, jadi anak tidak terpukau di depan TV.</p>
<p>• Berolahraga<br />
Kadang kata olahraga terdengar berat, tapi setelah dilakukan biasanya menyenangkan. Selain jalan-jalan, bersepeda dan berenang, masih banyak lagi olahraga yang bisa dilakukan bersama keluarga. Kalau mau yang sederhana, main badminton. Kalau mau yang lebih menantang, pergi water rafting!</p>
<p>• Bakti sosial<br />
Kita sering lupa mengajak anak untuk memerhatikan orang-orang di lingkungan sekitar yang tidak seberuntung mereka. Ajak anak Anda untuk bersama-sama membersihkan rumah dan lemari pakaian dari barang-barang yang tidak lagi digunakan tapi masih bagus dan layak pakai untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan di sekitar rumahmu.</p>
<p>• Rapikan rumah dan halaman<br />
Biasanya yang ini adalah tugas pembantu rumah tangga. Kali ini, ajak anak Anda untuk memerhatikan tempat tinggalnya sendiri. Karena pembantu tidak selalu ada untuk melayani. Ingatkan anak bahwa pembantu disebut demikian karena tugasnya memang ’membantu’ hal-hal yang kita tidak bisa kerjakan. Bukan sebaliknya. Dengan demikian anak akan belajar untuk bertanggung jawab dan lebih menghargai pembantu. Lagipula, tinggal di lingkungan yang rapi dan bersih itu sehat dan menyenangkan.</p>
<p>• Ambil les<br />
Pelajaran di sekolah hanya melatih otak kiri. Jangan lupa untuk melatih otak kanannya. Ambil les yang menarik dan sesuai dengan bakat anak anda. Mulai dari les musik dengan piano, gitar, biola atau drumnya, atau les menari mulai dari tarian daerah, tarian modern dan ballet, atau les-les lainnya. Tapi ingat, jangan sampai les-les ini menambah beban belajar yang sudah menumpuk di sekolah. Pastikan anak mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat juga.</p>
<p>• Bercengkrama dengan keluarga<br />
Nah ini yang mahal. Karena penelitian mengatakan bahwa 54% anak berusia 4-6 mengaku lebih senang menonton TV daripada bermain dengan ayahnya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan sekitar 40 menit perhari untuk melakukan percakapan yang berarti dengan anaknya. Kedekatan dengan keluarga tidak bisa dibeli. Jangan biarkan televisi mencuri lagi waktu kita untuk keluarga yang memang sudah tinggal sedikit sekali karena terpotong aktivitas sehari-hari.</p>
<p>• Belajar<br />
Sebetulnya apapun yang kita lakukan merupakan pembelajaran. Jadi belajar itu bukan hanya lewat buku. Belajar hal-hal baru yang belum kita ketahui. Belajar naik motor atau membuat sarang burung dari kayu. Belajar mengantri, belajar main basket atau belajar untuk sehari saja tidak nonton TV dulu..!<br />
<em>Ada beberapa hal yang terkait dengan bagaimana membumikan baca; pertama adalah dengan mendekatkan buku lepada anak-anak, dewasa maupun orangtua. Mendekatkan buku disini bisa diartikan dengan menyelenggarakan pameran-pameran, bedah buku, mendongeng sampai lokakarya kepenulisan, semuanya berbasis membaca. Sealanjutnya aktor penting di masyarakat yang mampu mendorong tumbuhnya minat baca adalah peran guru. Bahkan guru mempunyai efek ganda terhadap meningkatnya minat baca. Karena itu keteladanan guru dalam hal membaca adalah sebentuk motivasi terhadap siswa-siswanya. Upaya-upaya koranisasi yang dipajang di tempat-tempat strategis adalah salah satu dari sekian banyaknya upaya untuk membumikan minat baca. (Kedaulatan Rakyat, Rabu 28 Mei 2008)</em></p>
<p>• Mengerjakan keterampilan tangan<br />
Banyak buku sekarang yang mengajarkan membuat keterampilan tangan, sehingga kita bisa melakukannya secara otodidak. Keterampilan tangan bisa dalam bentuk bermacam ragam, mulai dari meyulam, origami sampai membuat bunga dari sabun mandi.</p>
<p>• Ke kebun binatang atau musium<br />
Mengunjungi kebun binatang selalu menyenangkan. Karena kita bisa melihat beragam binatang yang tidak biasa kita lihat sehari-hari. Anak-anak biasanya menyukainya. Bila berani, ada waktu, dan transportasi, kita juga bisa mengunjungi taman safari dan bersentuhan dengan binatang-binatang itu secara langsung. Selain itu, musium juga menarik untuk dikunjungi. Dari musium kita bisa banyak belajar tentang sejarah dan melihat langsung artifak-artifak menarik tentangnya.</p>
<p>Tidak punya waktu? Matikan saja TV-nya dulu. Mengurangi waktu menonton TV memang terkesan susah pada awalnya, tapi ternyata toh ada ribuan hal lain yang menarik untuk dilakukan, bukan?</p>
<p>Tips cara mematikan TV<br />
• Pindahkan TV ke tempat yang tidak begitu ‘mencolok’<br />
• Matikan TV pada waktu makan.<br />
• Tentukan hari-hari apa saja dalam seminggu yang akan dilalui tanpa TV.<br />
• Jangan gunakan kesempatan menonton TV sebagai hadiah.<br />
• Berhenti berlangganan channel tambahan (cable, dll) dan gunakan uangnya untuk membeli hal-hal yang berguna lainnya, seperti buku.<br />
• Pindahkan TV dari kamar anak Anda.<br />
• Sembunyikan remote controlnya.<br />
• Tidak ada TV di hari sekolah.</p>
<p>Jangan terlalu khawatir bila anak mengaku bosan, karena kebosanan itu lama-lama akan menghilang dan biasanya justru menciptakan kreativitas. Karena anak banyak dipengaruhi dengan yang dilakukan orangtua mereka, adalah sangat penting untuk memperhatikan bahwa usaha apa saja, seperti lebih banyak berolahraga, mengonsumsi makanan yang lebih bergizi atau menonton TV lebih sedikit, dilakukan sebagai ‘acara keluarga’ sehingga mematikan TV adalah usaha yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga untuk menyisihkan waktu bercengkrama bersama.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kenapa bengong]]></title>
<link>http://bengong.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 13:18:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>tukang-bengong</dc:creator>
<guid>http://bengong.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[karena saya suka bengong. kalau bengong suka ga nyadar kalau udah mangap *tersipumalu*. makanya saya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>karena saya suka bengong. kalau bengong suka ga nyadar kalau udah mangap *tersipumalu*. makanya saya kasih nama bengong. daripada saya bengong sambil mangap, mendingan bengong sambil nulis... emang bisa ya?</p>
<p>selain itu karena saya males bikin blog pake nama. bukan kenapa napa. kalau mau curhat yg rada rada gimana, bahaya kalo dipost di tempat yg dah jelas banget siapa pemiliknya. lagian sapa suruh curhatan diposting?</p>
<p>kenapa disini. ga ada alasan yg spesial pake telor kok. cuma keinget aja, kalau pada jaman dahuluuu kala, saya pernah bikin account disini. dan tadi dengan segala daya upaya berusaha menemukannya sampai ketemu. yg ini sih agak hiperbola memang. orang gampang banget, tinggal ketik alamat email, tekan button Lost Password, dikirim deh link buat nge-reset password, cihuuuy!!!</p>
<p>daaan, disini bisa main rahasia-rahasiaan euy. ooopss, saya suka neh yg kaya gene. kemana aja bu, baru tauu??</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENJAWAB BERBAGAI FITNAH]]></title>
<link>http://arowelitenggara.wordpress.com/?p=86</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 08:05:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>arowelitenggara</dc:creator>
<guid>http://arowelitenggara.wordpress.com/?p=86</guid>
<description><![CDATA[
 
&#8220;Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara.&#8221;(Al-Hujurat:10)
 
Oleh itu umat Is]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">"Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara."(Al-Hujurat:10)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Oleh itu umat Islam sewajarnya saling berkenal-kenalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">dan berlapang dada tentang perkara-perkara yang berbeza </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">dalam sesuatu madzhab dalam Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Intisari Persoalan:</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:70%;" border="0" cellpadding="0" width="70%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#99cccc;border:#ece9d8;padding:0.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#1.#1."><span style="color:yellow;">Syiah Menyelewengkan al-Qur'an?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Muta'ah#Muta'ah"><span style="color:yellow;">Nikah Muta'ah</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Kafir#Kafir"><span style="color:yellow;">Syiah Golongan Kafir?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Yahudi#Yahudi"><span style="color:yellow;">Syiah Ajaran Yahudi?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Maksum#Maksum"><span style="color:yellow;">Imam Maksum</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Sahabat#Sahabat"><span style="color:yellow;">Syiah Mengkafirkan Sahabat Nabi SAWA?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Imam#Imam"><span style="color:yellow;">Imam Ja'afar al-Sadiq AS bukan Syiah?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Bada#Bada"><span style="color:yellow;">Al-Bada'</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Taqiyah#Taqiyah"><span style="color:yellow;">Taqiyah</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Sujud#Sujud"><span style="color:yellow;">Mengapa Syi'ah Sujud di atas Tanah Karbala?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Taksub#Taksub"><span style="color:yellow;">Mengapa Syi'ah Enggan Menerima Madzhab Ahlul Sunnah Wal-Jama'ah?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Mahdi#Mahdi"><span style="color:yellow;">Imam Mahdi AS Berumur Panjang?</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#Rajaah#Rajaah"><span style="color:yellow;">Aqidah Raja'ah</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#14.#14."><span style="color:yellow;">Isu-isu al-Qur'an, mushaf, dan wahyu kepada Fatimah AS</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#15.#15."><span style="color:yellow;">Mazhab Ahlul Sunnah</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#16#16"><span style="color:yellow;">Mazhab Ahlul Sunnah dan Ahlul Bayt AS</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#17.#17."><span style="color:yellow;">Ilmu Para Imam AS</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#18.#18."><span style="color:yellow;">Maqam para Imam AS</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#19.#19."><span style="color:yellow;">Maqam Imam Ali AS Dan Mushaf Fatimah AS</span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"><a href="http://almawaddah.free-site-host.com/berita/cari_berita_arkib.php?id=4#20#20"><span style="color:yellow;">Syiah Menyembunyikan Kitab-kitab Mereka</span></a> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><a name="1."></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>1.<span style="font:7pt &#34;">        </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Syiah menyelewengkan al-Qur'an.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ulama Syiah dari dulu hingga sekarang menolak pendapat tentang berlaku penyelewengan dalam bentuk seperti berlaku perubahan/tahrif, lebih atau kurangnya ayat-ayat Qur an sama ada dari kitab-kitab Syiah atau Ahlul Sunnah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mereka berpendapat jika hujah berlakunya perubahan ayat-ayat Qur an diterima maka Hadith sohih Nabi Muhammad SAW yang bermaksud, " Aku tinggalkan kamu dua perkara supaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya iaitu al-Qur an dan Sunnah/Ahl Bayt," tidak boleh dipakai lagi kerana al-Qur an yang diwasiatkan oleh Nabi SAW untukkumat Islam sudah berubah dari yang asal sedangkan Syiah sangat memberatkan dua wasiat penting itu dalam ajaran mereka.Lagi pun Hadith-hadith yang diriwayatkan dalam kitab-kitab Syiah berkaitan dengan tahrif keatas al-Qur an yang berjumlah kira-kira 300 itu adalah Hadith-hadith dhaif. Begitu juga dalam kitab-kitab Sunnah seperti Sahih Bukhari turut menyebut tentang beberapa Hadith tentang perubahan ayat-ayat Qur an misalnya tentang ayat rejam yang dinyatakan oleh Umar al-Khattab, perbezaan ayat dalam Surah al-Lail dan sebagainya. Bukahkah Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur'an (Surah 15:9), yang bermaksud:" Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Zikr (al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami memeliharanya." Sekiranya seseorang itu menerima pendapat bahawa al-Qur'an telah diselewengkan oleh sesuatu golongan maka di sisi lain orang ini sebenarnya telah menyangkal kebenaran ayat di atas. Oleh itu semua pendapat tentang kemungkinan berlakunya tahrif dalam ayat-ayat Qur an  sama ada dari Syiah atau Sunnah wajib ditolak sama sekali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Imam Ja'far al-Sadiq AS meriwayatkan sebuah Hadith dari datuknya Rasulullah SAWA [bermaksud]:  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">"Setiap Hadith yang kamu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">terima dan bersesuaian </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">dengan Kitab Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">tidak diragukan datangnya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">daripada  aku </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">dan Hadith-hadith yang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">kamu terima yang bertentangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">dengan Kitab Allah, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">sesungguhnya bukan datang daripadaku."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">[Al-Kulaini, al-Kafi, Jilid I, Hadith 205-5] </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Muta'ah"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>2.<span style="font:7pt &#34;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Nikah Muta'ah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV">Berhubung dengan isu hangat iaitu Nikah Muta'ah yang dikaitkan dengan zina, pendapat ini menimbulkan kemusykilan yang amat sangat. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ini kerana menyamakan Muta ah Nikah dengan zina membawa maksud seolah-olah Nabi Muhammad SAWA pernah menghalalkan zina dalam keadaan-keadaan darurat seperti perang Khaibar dan pembukaan kota Mekah. Pendapat ini tidak boleh diterima kerana perzinaan memang telah diharamkan sejak awal Islam lagi dan tidak ada rokhsah dalam isu zina. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Sejarah menunjukkan bahawa Abdullah bin Abbas diriwayatkan pernah mengharuskan Nikah Muta'ah tetapi kemudian menarik balik fatwanya iatu di zaman selepas zaman Nabi Muhammad SAWA.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Kalau muta'ah telah diharamkan pada zaman Nabi SAWA adakah mungkin Abdullah bin Abbas mengharuskannya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Sekiranya beliau tidak tahu [mungkinkah beliau tidak tahu?] tentang hukum haramnya muta'ah adakah beliau berani menghalalkannya pada waktu itu? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Fatwa Abdullah bin Abbas juga menimbulkan tandatanya kerana tidak mungkin beliau berani mengharuskan zina [muta'ah] dalam keadaan darurat seperti makan bangkai, darah dan daging babi kerana zina [muta'ah] tidak ada rokhsah sama sekali walaupun seseorang itu akan mati jika tidak melakukan jimak. Sebaliknya Abdullah menyandarkan pengharaman muta'ah kepada Umar al-Khattab seperti tercatat dalam tafsir al-Qurtubi meriiwayatkan Abdullah bin Abbas berkata<span style="color:yellow;">, " Sekiranya Umar tidak mengharamkan mutaah nescaya tidak akan ada orang yang berzina kecuali orang yang benar-benar jahat."</span> (Lihat tafsiran surah al-Nisa:24) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Begitu juga pengakuan sahabat Nabi SAW iaitu Jabir bin Abdullah dalam riwayat Sohih Muslim, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">" Kami para sahabat di zaman Nabi SAW dan di zaman Abu Bakar melakukan muta ah dengan segenggam korma dan tepung sebagai maharnya, kemudian Umar mengharamkannya kerana kes Amr bin khuraits." </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Jelaslah muta ah telah diamalkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW selepas zaman Rasulullah SAW wafat. Oleh itu hadith-hadith yang meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah mengharamkan muta ah nikah sebelum baginda wafat adalah hadith-hadith daif.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dua riwayat yang dianggap kuat oleh ulama Ahlul Sunnah iaitu riwayat yang mengatakan nikah muta ah telah dihapuskanpada saat Perang Khaibar dan pembukaan kota Mekah sebenarnya hadith-hadith yang daif. Riwayat yang mengaitkan pengharaman muta ah nikah pada ketika Perang Khaibar lemah kerana seperti menurut Ibn al-Qayyim ketika itu di Khaibar tidak terdapat wanita-wanita muslimah yang dapat dikahwini. Wanita-wanita Yahudi (Ahlul Kitab) ketika itu belum ada izin untuk dikahwini. Izin untuk mengahwini Ahlul Kitab seperti tersebut dalam Surah al-Maidah terjadi selepas Perang Khaibar. Tambahan pula kaum muslimin tidak berminat untuk mengahwini wanita Yahudi ketika itu kerana mereka adalah musuh mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Riwayat kedua pula diriwayatkan oleh Sabirah yang menjelaskan bahawa nikah muta ah diharamkan saat dibukanya kota Mekah (Sahih Muslim bab Nikah Muta'ah) hanya diriwayatkan oleh Sabirah dan keluarganya sahaja tetapi kenapa para sahabat yang lain tidak meriwayatkannya seperti Jabir bin Abdullah, Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud?  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Sekiranya kita menerima pengharaman nikah muta'ah di Khaibar, ini bermakna muta'ah telah diharamkan di Khaibar dan kemudian diharuskan pada peristiwa pembukaan Mekah dan kemudian diharamkan sekali lagi. Ada pendapat mengatakan nikah muta'ah telah diharuskan 7 kali dan diharamkan 7 kali sehingga timbul pula golongan yang berpendapat muta'ah nikah telah di haramkan secara bertahap seperti mana pengharaman arak dalam al-Qur'an tetapi mereka lupa bahawa tidak ada ayat Qur'an yang menyebutkan pengharaman muta'ah secara bertahap seperti itu. Ini hanyalah dugaan semata-mata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Yang jelas nikah muta'ah diharuskan dalam al-Qur an surah al-Nisa:24 dan ayat ini tidak pernah dimansuhkan sama sekali. Al-Bukhari meriwayatkan dari Imran bin Hushain:  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">"Setelah turunnya ayat muta'ah, tidak ada ayat lain yang menghapuskan ayat itu. Kemudian Rasulullah SAW pernah memerintahkan kita untuk melakukan perkara itu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">dan kita melakukannya semasa beliau masih hidup. </span><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="ES-PR">Dan pada saat beliau meninggal, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV">kita tidak pernah mendengar adanya larangan dari beliau SAW tetapi kemudian ada </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV">seseorang yang berpendapat menurut kehendaknya sendiri." </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Orang yang dimaksudkan ialah Umar. Walau bagaimanapun Bukhari telah memasukkan hadith ini dalam bab haji tamattu.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Pendapat Imam Ali AS adalah jelas tentang harusnya nikah muta'ah dan pengharaman muta'ah dinisbahkan kepada Umar seperti yang diriwayatkan dalam tafsir al-Tabari: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV">"Kalau bukan kerana Umar melarang nikah muta'ah, maka tidak akan ada orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV"> yang berzina kecuali orang  yang benar-benar celaka." </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Sanadnya sahih. Justeru itu Abdullah bin Abbas telah memasukkan tafsiran (Ila Ajalin Mussama) selepas ayat 24 Surahal-Nisa bagi menjelaskan maksud ayat tersebut adalah ayat muta'ah (lihat juga Syed Sobiq bab nikah muta'ah). <span> </span>Pengakuan Umar yang menisbahkan pengharaman muta'ah kepada dirinya sendiri bukan kepada Nabi SAWA cukup jelas bahawa nikah muta'ah halal pada zaman Nabi SAWA seperti yang tercatat dalam Sunan Baihaqi,  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">" Dua jenis muta'ah yang dihalalkan di zaman Nabi SAWA aku haramkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">sekarang dan aku akan dera siapa yang melakukan kedua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">jenis muta'ah tersebut. Pertama nikah muta'ah dan kedua haji tamattu".</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Perlulah diingatkan bahawa keharusan nikah muta ah yang diamalkan oleh Mazhab Syi ah bukan bermaksud semua orang wajib melakukan nikah muta ah seperti juga keharusan kahwin empat bukan bermaksud semua orang wajib kahwin empat. Penyelewengan yang berlaku pada amalan nikah muta'ah dan kahwin empat bukan disebabkan hukum Allah SWT itu lemah tetapi disebabkan oleh kejahilan seseorang itu dan tidak dinafikan kelemahan akhlaknya sebagai seorang Islam. Persoalannya jika nikah muta'ah sama dengan zina, apakah bentuk muta'ah yang diamalkan oleh para sahabat pada zaman Nabi Muhammad SAW dan zaman khalifah Abu Bakar?[catatan: Nikah muta'ah memang tidak sama dengan zina] </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Kafir"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>3.<span style="font:7pt &#34;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Syiah Kafir? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dakwaan Syiah golongan kafir menimbulkan kemusykilan kerana pada setiap tahun orang-orang Syiah mengerjakan ibadat haji misalnya pada  tahun 1996, seramai 70,000 jemaah haji Iran mengerjakan haji. Oleh itu bagaimanakah boleh terjadi orang kafir (Syiah?) dibenarkan memasuki Masjidil Haram sedangkan al-Qur an mengharamkan orang kafir memasuki Masjidil Haram? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Yahudi"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>4.<span style="font:7pt &#34;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Syi'ah  Yahudi? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dakwaan Syiah adalah hasil daripada ajaran Yahudi dan Nasrani juga tidak dapat diterima oleh akal yang sihat. Sebagai contoh, pada masa ini pejuang Hizbollah (Syiah) berperang dengan Yahudi di Lebanon. Ramai yang gugur syahid. Semua orang tahun Israel memang takut dengan pejuang Hizbollah sebab itu mereka sengaja mengebom markas PBB pada tahun 1996 untuk menarik negara-negara barat mencari jalan menghentikan peperangan dengan  Hizbollah itu. Fakta Abdullah bin Sabak yang dikatakan pengasas ajaran Syiah adalah kisah hayalan sahaja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Cerita Abdullah bin Sabak hanya dikutip oleh ahli-ahli sejarah seperti al-Tabari dari seorang penulis hayalan yang bernama Saif bin Umar al-Tamimi yang ditulis pada zaman Harun al-Rasyid. Jika seseorang itu meneliti hadith-hadith tentang kelebihan Ali atau hadith tentang Ali sebagai wasyi selepas Rasulullah SAWA yang dikatakan ajaran Abdullah bin Sabak - sebenarnya tidak terdapat riwayat yang mengutip dari Abdullah bin Sabak. Sebaliknya banyak hadith-hadith tentang kelebihan Ali datangnya dari Rasulullah SAWA. Umar bin al-Khattab pula sewaktu mendengar berita kewafatan Rasulullah SAWA enggan mempercayai kewafatan Rasulullah SAWA tetapi Umar percaya Rasulullah SAWA tidak wafat sebaliknya baginda SAWA pergi menemui TuhanNya seperti yang berlaku kepada Nabi Musa AS menghadap Tuhan selama 40 hari dan hidup semula selepas itu. Menurut Umar Rasulullah SAWA hanya naik ke langit.Lihat Tabari, Tarikh al-Muluk wal Umman, Jilid III,halaman 198]. Kisah seperti ini tidak ada dalam catatan Hadith-hadith Nabi SAWA tetapi mengapakah kita tidak menuduh Umar terpengaruh dari ajaran Yahudi? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 -0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV">5. <a name="Maksum"></a><span>   </span>Syiah memaksumkan imam-imam mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mereka berhujah dengan ayat Quran 33:33 yang bermaksud: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">" Sesungguhnya Allah hendak mengeluarkan dari kalian  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">kekotoran [rijsa] wahai Ahlul Bayt dan menyucikan kalian </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">sebersih-bersihnya."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Istilah Ahlul Bayt menurut Hadith Rasulullah SAWA merujuk kepada lima orang iaitu Rasulullah SAW, Fatimah, Ali, Hassan dan Husayn seperti yang diriwayatkan dalam Sohih Muslim. Perkataan rijsa[kekotoran] sudah tentu bukan kotor dari segi ain seperti najis dan sebagainya tetapi merujuk kepada dosa-dosa dan apabila Allah 'hendak secara berterusan' [yuridu] menyucikan mereka sebersih-bersihnya tidak boleh diragukan lagi ia merujuk kepada penyucian total dari sebarang dosa yang dalam istilah lain bermaksud mereka adalah maksum. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Tambahan pula banyak ayat-ayat Qur an yang menjelaskan perintah Allah SWT supaya manusia berbuat maaruf dan meninggalkan perbuatan dosa.  Apabila Allah SWT memerintah manusia berbuat maaruf dan meninggalkan dosa sudah tentu Allah SWT tahu bahawa manusia itu memang mampu meninggalkan dosa kerana Allah SWT tidak akan membebankan manusia dengan suatu perintah yang manusia tidak mampu buat.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Oleh itu sekiranya Syiah mengatakan imam mereka maksum iaitu tidak berbuat dosa serta Allah SWT memelihara mereka daripada perbuatan dosa berdasarkan Surah 33:33 itu, adakah ia bercanggah dengan al-Qur an? Adakah  mereka yang  tidak maksum layak menduduki maqam Imam ummah?  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Sahabat"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>5.<span style="font:7pt &#34;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Syiah didakwa mengkafirkan para sahabat Nabi SAWA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Syiah mendiskreditkan sahabat-sahabat "besar" Nabi SAWA seperti Abu Bakar dan Umar. Abu Bakar adalah sahabat Nabi Muhammad SAW dalam gua ketika peristiwa hijrah dan merupakan khalifah yang pertama. Begitu juga Umar al-Khattab adalah sahabat Nabi SAWA dan khalifah kedua. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Sesiapa yang mencaci sahabat digolongkan sebagai kafir serta terkeluar dari Islam (Nabi SAW menyatakan sesiapa yang mencaci seorang muslim adalah fasiq dan membunuhnya adalah kafir[Sahih Bukhari, Jilid I Hadith 48]).[Nota: Syi'ah tidak mencaci sahabat-sahabat Nabi SAWA tetapi menunjukkan perbuatan mereka yang menyalahi al-Qur'an dan Sunnah Nabi SAWA seperti yang tercatat dalam kitab-kitab sejarah dan Hadith. Mereka menilai dan mengkritik perangai setengah sahabat dengan neraca al-Qur'an dan Hadith Nabi SAWA.] Dan jangan lupa! Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda bahawa terdapat sahabat yang masuk neraka seperti dalam riwayat Sahih Muslim dan Sahih Bukhari [akan dijelaskan di bawah].Istilah sahabat telah digunakan dalam al-Qur an untuk Abu Bakar dan ini menunjukkan beliau terjamin masuk syurga dan tidak melakukan kesalahan.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Apakah kita lupa istilah sahabat juga digunakan dalam al-Qur an untuk teman Nabi Yusuf yang bukan beriman kepada Allah SWT ketika dalam penjara? Sila baca Surah Yusuf untuk memuaskan hati kita (istilah sohibi al-Sijni digunakan=sahabatku dalam penjara[nota:beliau bukan Islam dan bersama Nabi Yusuf AS dalam penjara]). Memang Nabi Muhammad SAWA mempunyai sahabat-sahabat yang baik seperti Ammar bin Yasir, Abu Dzar al-Ghifari, Salman al-Farisi dan sebagainya tetapi di Madinah juga ada golongan munafiq yang dipanggil "sahabat" oleh Nabi SAWA seperti Abdullah bin Ubay bin Salool. Dalam Sohih Bukhari juga diriwayatkan bahawa ada segolongan "sahabat" yang bakal masuk neraka ketika berjumpa Nabi Muhammad SAWA di al-Haudh. Nabi SAWA memanggil mereka dengan istilah 'ashabi' [sahabatku]. Sila rujuk Sahih Bukhari[Sahih Al-Bukhari, Jilid 4, hlm.94-96];Sahih Muslim, Jilid IV, hadith 2133,2440.] Sahabat yang baik memang kita hormati , sanjungi dan ikuti tetapi sahabat yang jahat seperti Muawiyah yang menentang Imam Ali AS dan mencaci Ali AS di atas mimbar patutkah kita berdiam diri? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Bukankah pasukan Muawiyah terlibat membunuh Amar bin Yasir dalam Perang Siffin? Nabi SAWA pernah menyatakan sebuah hadith dalam Sahih Bukhari menyifatkan orang yang terlibat dalam pembunuhan Amar adalah golongan pemberontak dan Rasulullah SAWA bersabda [terjemahan]:...Kamu (Amar) mengajak kelompok itu menuju ke Jannah tetapi kelompok itu mengajak ke neraka." [Sahih Bukhari, Jilid II,Hadith 462]. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Al-Qur'an memerintahkan kita taat kepada Ulil Amri - pada ketika itu ialah Imam Ali AS sebagai khalifah yang sah dan wajib ditaati. Adakah tindakan Muawiyah itu selaras dengan ajaran al-Qur'an dan tidak boleh dikritik?  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Kita ikuti sahabat yang baik dan kita tinggalkan contoh sahabat yang jauh dari ajaran al-Qur'an dan Hadith Nabi SAWA.Sejarah menunjukan bahawa seorang sahabat bernama al-Walid bin Utbah dikaitkan dengan asbabul nuzul ayat 6 Surah al-Hujurat iaitu menyatakan beliau seorang fasiq. Qudamah bin Maz un seorang sahabat Badar dihukum had pada zaman khalifah Umar kerana minum arak seperti dalam riwayat Sahih Bukhari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Jika ada orang yang masih teguh dengan pendirian bahawa semua sahabat adalah 'adil maka apakah hukumnya Muawiyah mencari Ali di atas mimbar? Apakah ijtihad Muawiyah boleh sampai mencaci Ali? Sebaliknya orang yang mengkritik Muawiyah dikatakan mencaci sahabat Nabi SAWA? Jika seseorang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar dianggap kafir, apakah pula hukumnya orang yang menolak perlantikan Ali setelah ada Hadith al-Ghadir yang menetapkan Ali AS sebagai khalifah selepas Nabi SAWA wafat? Bolehkah umat Islam memilih selain daripada yang telah ditetapkan oleh Rasulnya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Alllah SWT berfirman dalam Surah Hud:113,bermaksud: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh oleh api neraka..."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang menyuruh manusia berbuat adil, dan melarang mereka dari berbuat zalim [nota: standard "adil"atau sebaliknya adalah berpandukan Kitab Allah Azza Wa-Jalla dan tidak ada sesiapa pun dikecualikan hatta para "sahabat" sekalipun].Balasan Allah SWT di akhirat kelak berasaskan segala amalan manusia ketika hidup di dunia - yang baik ke syurga dan yang buruk ke neraka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ini bermakna istilah "sahabatku"dalam Hadith Nabi SAWA tidak bermakna merujuk kepada semua sahabat [sekiranya jumlah yang hadir pada Haji Wida' iaitu seramai 140,000 atau 90,000 orang] adalah adil belaka. Sahabat yang adil memang ada seperti Abu Dzar al-Ghiffari yang dinyatakan sendiri oleh Nabi Muhammad SAWA [terjemahan]:" Tidaklah langit menaungi seseorang dan tidak bumi membawa seseorang yang lebih jujur daripada Abu Dzar RA."[Sunan al-Tirmidzi, Hadith 3889]. Begitu juga terdapat segolongan sahabat yang engkar mengikut perintah Nabi SAWA terutamanya selepas Nabi SAWA wafat dan menjadi seteru Ahlul Bayt AS [keluarga Nabi SAWA] seperti yang tercatat dalam kitab-kitab sejarah. Nabi SAWA bersabda seperti yang diriwayatkan dalam Sunan al-Tirmidzi, hadith 3878,[terjemahan]: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">"Cintailah Allah kerana nikmat-nikmatnya yang diberikan kepadamu dan cintailah aku kerana cinta kepada Allah dan cintailah keluargaku kerana cinta kepadaku." </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Oleh itu sesiapa yang memusuhi Ahlul Bayt AS memang menjadi musuh Rasulullah SAWA dan Allah SWT. <span> </span>Bukankah Allah SWT telah melaknat golongan yang zalim dalam al-Qur'an?  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">"Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) ke atas orang-orang yang zalim."[Qur'an: 11: 18] </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Imam"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>6.<span style="font:7pt &#34;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Golongan Syiah sering didakwa bukan mengikuti ajaran Ahlul Bayt </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 -0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>        </span>Nabi Muhammad SAWAW.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV">Imam Ja far al-Sadiq bukan Syiah tetapi Ahlul Sunnah. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Sebaliknya semenjak kita belajar Ahlul Sunnah nama Imam Ja far al-Sadiq tidak  dikenal langsung tetapi golongan  Syiah sering mengutip hadith-hadith dari beliau dalam pelbagai aspek ajaran Islam.  Malahan semua sarjana fiqh bersepakat bahawa Jaafar al-Sadiq pengasas fiqh Madzhab Syiah Jaafariyyah. Oleh itu dakwaan di atas dibuat atas dasar emosi dan tidak berasaskan akademik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Bada"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR"><span>7.<span style="font:7pt &#34;">        </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR">Syiah percaya kepada kepada al-Bada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR">Tuduhan: Ilmu Allah Berubah-ubah Mengikut Sesuatu Peristiwa Yang Berlaku Kepada Manusia (al-Bada').</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR">Ulama Syiah tidak pernah menganggap Allah tidak mengetahui seperti tuduhan-tuduhan yang sengaja menyelewengkan maksud sebenar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Al-Bada' tidak bermaksud kejelasan yang sebelumnya samar dinisbahkan kepada Allah SWT.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Al-Bada' yang difahami oleh ulama Syiah ialah adalah Allah berkuasa mengubah sesuatu kejadian dengan kejadian yang lain seperti nasikh dan mansukh sesuatu hukum syariah yang tercatat dalam al-Qur'an tetapi al-Bada' menyangkut tentang sesuatu kejadian [takwini] seperti hidup dan mati dan seumpamanya.<br />
Misalnya kisah penyembelihan Nabi Ismail AS tetapi kemudian Allah Azza Wa-Jalla menggantikannya dengan seekor kibas.  </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Alllah SWT berfirman dalam al-Qur'an 13:39 yang bermaksud: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">" Allah menghapus apa yang Ia kehendaki dan menetapkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">[apa yang Ia kehendaki] dan  di sisinya terdapat Umm al-Kitab [Lauh al-Mahfuzh]." </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Sebuah hadith yang dipetik dari al-Kulaini dalam Kitabul Tauhid, Usul al-Kafi, hadith 373. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Maksudnya:"Allah tidak menerbitkan [bada'] </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">pada sesuatu melainkan ianya berada </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">dalam ilmuNya sebelum [Allah menetapkan] berlakunya [bada' tersebut]."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Hadith 374 menegaskan bahawa: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Maksudnya:" Sesungguhnya Allah tidak menerbitkan Bada' </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">daripada kejahilan[Nya]".</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Syeikh al-Mufid menulis dalam bukunya Awail Maqalat: " Apa yang saya fatwakan tentang masalah al-bada' ialah sama dengan pendapat yang diakui oleh kaum muslimin dalam menanggapi masalah nasakh [penghapusan] dan sebagainya seperti memiskinkan kemudian membuat kaya, mematikan kemudian menghidupkan dan menambah umur dan rezeki kerana ada sesuatu perbuatan yang dilakukan. Itu semua kami kategorikan sebagai bada' berdasarkan beberapa ayat dan nas-nas yang kami dapatkan dari para Imam."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Taqiyah"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>8.<span style="font:7pt &#34;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Syiah mengamalkan Taqiyah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mereka mendakwa taqiyyah bermaksud berpura-pura dan sinonim dengan perbuatan golongan munafiq. Syeikh Muhammad Ridha al-Muzaffar menulis dalam bukunya Aqidah Syiah Imamiyyah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">"Taqiyah merupkan motto Ahlul Bayt AS bermotifkan untuk melindungi agama, diri mereka dan pengikut mereka dari bencana dan pertumpahan darah, untuk memperbaiki keadaan kaum muslimin serta penyelarasan mereka, dan memulihkan ketertiban mereka."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mengikut Alamah Tabatabai' dalam bukunya Islam Syiah bahawa sumber amalan taqiyah ini merujuk juga kepada al-Qur'an seperti Surah 3:28, yang bermaksud: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">"Jangan sampai orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">sebagai teman-teman mereka selain orang-orang beriman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">Barang siapa yang melakukan hal itu maka tidak ada pertolongan dari Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">kecuali untuk menjaga diri terhadap mereka [orang-orang kafir]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">dengan sebaik-baiknya. Allah memperingatkan kalian [agar selalu ingat] kepadaNya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">Dan kepada Allahlah kalian kembali."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ungkapan menjaga diri terhadap orang-orang kafir dengan sebaik-baiknya diterjemahkan dari tattaquu minhum tuqatan dan kata tattaquu dan tuqatan mempunyai akar kata yang sama dengan taqiyah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ayat al-Qur'an yang berkaitan dengan peristiwa taqiyah Amar bin Yasir yang mencari perlindungan dengan mengaku kafir di hadapan musuh-musuh Islam iaitu dalam Surah 16:106: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Maksudnya<span style="color:yellow;">:"....."kecuali orang yang terpaksa, padahal hatinya tetap  tenang dalam beriman..."</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Jelaslah bahawa taqiyah bukan membawa maksud berpura-pura seperti mana yang sering didakwa oleh orang yang berpura-pura berilmu pengetahuan tetapi sarat dengan kejahilan dan niat yang buruk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Sujud"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>9.<span style="font:7pt &#34;">       </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mengapa Syi'ah sujud di Tanah Karbala? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Soal mengapa pengikut Syi'ah bersujud di atas tanah Karbala tidak bercanggah dengan mana-mana hukum fiqh dari semua madzhab.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Solat adalah perbuatan ibadah yang cara-caranya terikat kepada amalan Rasulullah SAWA. Kaedah ini diterima oleh semua madzhab dan tidak ada sesiapa berani mempertikaikannya ataupun dia akan terkeluar dari senarai "Muslim". </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Hadith Nabi SAWA yang mulia menjelaskan tentang cara-cara bersujud seperti yang tercatat dalam Sahih Muslim, misalnya hadith nombor 469, [terjemahan].... </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV">Dan di mana saja kamu berada, jika waktu solat telah tiba, maka solatlah, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">kerana bumi ialah tempat bersujud (masjid) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">atau hadith nombor 473, [terjemahan] </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><br />
<span style="color:yellow;">"....Bumi dijadikan suci bagiku </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><br />
[nota: misalnya debu tanah boleh digunakan untuk bertayammum] </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">dan menjadi tempat sujud [wa ju'ilat ila-l-ardh tuhura wa-masjidan]. </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dan memang orang-orang Syi'ah mengikut contoh Imam-imam mereka seperti Imam Ali Zainal Abidin AS dan seterusnya, yang meletakkan tanah Karbala sebagai tempat untuk bersujud. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Yang patut diingatkan bahawa Syi'ah tidak sujud kepada tanah Karbala. [nota: perbuatan ini tentunya syirik] tetapi di atas tanah Karbala untuk merendahkan diri di hadapan Allah SWT.Imam Ja'far al-Sadiq AS ketika ditanya perkara tersebut berkata [bermaksud]:<br />
"<br />
<span style="color:yellow;">....kerana sujud adalah untuk merendahkan diri di hadapan Allah, <br />
oleh itu adalah tidak wajar seseorang itu bersujud  di atas benda-benda yang dicintai oleh manusia di dunia ini." </p>
<p></span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">[Wasa'il al-Syi'ah,  Juzuk III, hlm.591] </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dalam hadith yang lain Imam Ja'far al-Sadiq AS menjelaskan bahawa:<br />
<span style="color:yellow;">"Sujud di atas tanah lebih utama kerana lebih sempurna  dalam merendahkan diri <br />
dan penghambaan di hadapan Allah Azza Wa-Jalla."<br />
</span>[Al-Bihar, Juzuk, 85, hlm.154] </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Taksub"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>10.<span style="font:7pt &#34;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mengapa Syi'ah tidak boleh menerima Madzhab Ahlul Sunnah Wal-Jama'ah?  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">As-Sayyid Syarafuddin al-Musawi al-'Amili seorang ulama Syi'ah dengan tegas menjelaskan: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">" Bila dalam kenyataannya kami kaum Syi'ah tidak berpegang kepada Madzhab Asy'ari dalam hal usuluddin dan madzhab yang empat dalam cabang syari'at, maka ini sekali-kali bukan kerana kami taksub; bukan pula kerana meragukan usaha ijtihad para </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">tokoh-tokoh madzhab tersebut. Dan juga bukan kerana kami menganggap mereka itu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">tidak memiliki kemampuan, kejujuran, kebersihan jiwa atau ketinggian ilmu dan amal, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">tetapi sebabnya ialah bahawa dalil-dalil syari'ah telah memaksa kami untuk berpegang hanya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">kepada madzhab Ahlul Bayt AS, ahli rumah Rasulullah SAWA, pusat Nubuwwah dan Risalah, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">tempat persinggahan para malaikat, dan tempat turunnya wahyu al-Qur'an. Maka hanya dari merekalah kami mengambil cabang-cabang agama dan aqidahnya, usul fiqh dan kaedahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;">Pengetahuan tentang al-Qur'an dan al-Sunnah. </span><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV">Ilmu-ilmu akhlak, etika dan moral. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV">Hal itu semata-mata kerana tunduk pada hasil kesimpulan dalil-dalil dan bukti-bukti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:yellow;font-family:&#34;" lang="SV">Dan sepenuhnya mengikuti petunjuk dan jejak penghulu para Nabi, Rasulullah SAWA."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV">[As-Syarafuddin al-Musawi,al-Muruja'at (Dialog Sunnah-Syi'ah, Penerbit Mizan,hlm.17-18] </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV">Imam Ja'far al-Sadiq AS berkata:  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV"><br />
<span style="color:yellow;">"Hadith-hadith yang aku riwayatkan  adalah dari ayahku.  Dan semua hadith tersebut <br />
adalah riwayat dari datukku. Dan semua riwayat datukku  adalah dari hadith datukku al-Husayn AS.  Dan semua riwayat al-Husayn AS  adalah dari hadith al-Hasan AS.  Dan semua hadith al-Hasan AS  dari datukku Amirul Mu'minin Ali AS;  dan semua hadith Amirul Mu'minin Ali AS <br />
adalah dari hadith Rasulullah SAWA.  Dan hadith-hadith Rasulullah SAWA <br />
adalah Qaul Allah Azza Wa-Jalla."<br />
</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">[Al-Kulaini,al-Kafi, Juzuk I, hadith 154-14] </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Bagi Syi'ah, tidak ada dalil bagi seseorang itu untuk menerima selain dari Mazhab Ahlul Bayt AS kerana perkara itu telah diputuskan oleh Allah SWT. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0;"><a name="Mahdi"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>11.<span style="font:7pt &#34;">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Imam Mahdi AS hidup lebih 1000 tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mereka mendakwa kepercayaan bahawa Imam Mahdi AS masih hidup sejak peristiwa ghaib kubra pada tahun 329H adalah sesuatu kepercayaan yang karut. Mengapakah mereka lupa bahawa Allah SWT telah menghidupkan nabi-nabi terdahulu dengan umur yang panjang seperti Nabi Nuh AS dan Nabi Adam AS? Malahan umat Islam percaya Nabi Isa AS masih hidup hingga kini sejak beliau diangkat ke langit oleh Allah SWT dalam peristiwa beliau diselamatkan dari pembunuhan pengikut-pengikutnya. Ini bermakna beliau as telah hidup lebih seribu tahun. Pemuda-pemuda Ashabul Kahfi di bangkitkan oleh Allah SWT setelah ditidurkan dengan begitu lama. Begitu juga umat Islam percaya Nabi Khidir as masih hidup hingga kini. Malahan syaitan la'natullah alahi masih hidup sejak makhluk ini engkar kepada Allah SWT. Ini bermakna syaitan telah hidup lebih lama dari 1,000 tahun. Tidakkah kisah-kisah ini menunjukkan bahawa umur panjang bagi Imam Mahdi AS bukanlah sesuatu yang mustahil kerana Allah SWT Maha Berkuasa bagi perkara yang sekecil itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="Rajaah"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>12.<span style="font:7pt &#34;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Aqidah Raja'ah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Al-Allamah al-Safi menjawab tentang masalah rajaah seperti berikut: " Qaul tentang raja'ah itu merupakan qaul dari itrah Rasulullah SAWA yang suci. Perbahasan tentang masalah ini telah beredar dikalangan mereka dan selain dari mereka. Pedoman mereka dalam masalah ini adalah ayat-ayat Qur'an dan hadith-hadith yang mereka riwayatkan dengan sanad yang turun temurun dari datuk-datuk mereka sampai kepada datuk Rasulullah SAWA. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Kenyataan yang tidak mungkin diingkari oleh para peneliti masalah-masalah keislaman adalah bahawa sumber aqidah raja'ah itu adalah imam-imam Ahlul Bayt AS yang telah ditetapkan kewajipan berpegang teguh kepada mereka dengan keterangan dari hadith al- tsaqalain dan lain-lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV">Pihak syiah mengatakan tentang raja'ah secara global. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mereka membandingkan hal ini dengan kejadian-kejadian para ummah terdahulu seperti yang diceritakan oleh Allah Ta'ala dalam firmanNya, yang bermaksud<span style="color:yellow;">:" Apakah kamu tidak memerhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-beribu (jumlahnya) kerana takut; maka Allah berfirman kepada mereka:" Matilah kamu," kemudian Allah menghidupkan mereka (kembali)...(Al-Baqarah:243). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ayat yang lain, bermaksud<span style="color:yellow;">:" Atau apakah (kamu tidak memerhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atasnya. Dia berkata:" Bagaimanakah Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah ia roboh?" Maka Allah mematikan orang itu selama seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali....(Al-Baqarah:259) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dan boleh juga mengambil teladan dari firman Allah Ta'ala dalam ayat berikut yang bermaksud:" <span style="color:yellow;">Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada pada dirinya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami melipatgandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (Al-Anbiya:84) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Mereka golongan syiah mengatakan bahawa hal itu tidak mustahil akan terjadi kepada umat ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Maksudnya<span style="color:yellow;">:" Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibahagi-bahagikan (dalam kelompok-kelompok)." (Al-Naml:83) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Hari yang disebutkan Allah SWT dalam ayat di atas, tentu bukan Hari Qiamat, karena pada Hari Qiamat Allah membangkitkan semua umat manusia, sebagaimana yang difirmankanNya dalam ayat berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Maksudnya<span style="color:yellow;">:" Dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka." (Al-Kahfi:47) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dalam dua ayat di atas, Allah SWT menyatakan bahawa Hari Kebangkitan itu ada dua. Kebangkitan umum dan kebangkitan khusus. Hari yang dibangkitkannya segolongan orang-orang dari tiap-tiap umat itu bukan Hari Qiamat, jadi ia tidak lain adalah Yaumul Raja'ah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Adapun tentang perincian Yaumul Raja'ah itu tidak ada hadith-hadtih sahih yang menyatakannya. Hadith-hadith yang menyebutkan tentang perincian Yaumul Raja'ah adalah hadith-hadith dhaif sama ada dari segi dalalahnya ataupun sanadnya. Pendapat ini juga dinyatakan oleh Lutfollah Saafi Golpayegani dalam bukunya yang bertajuk "Aqidah Mahdi dalam Syi'ah Imamiyyah" menyatakan bahawa hadith-hadith perincian tentang Yaumul Raja'ah adalah hadith-hadith dhaif dan ditolak oleh ulama hadith syi'ah. Aqidah Raja'ah mempunyai asas ajaran dalam al-Qur'an dan dinyatakan oleh para Imam Ahlul Bayt AS, oleh itu adakah wajar kita menolaknya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.75in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="14."></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR"><span>13.<span style="font:7pt &#34;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR">Isu-isu al-Qur'an, Mushaf, dan Wahyu kepada Fatimah AS </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="ES-PR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Apabila dibicarakan tentang persamaan antara sunnah dan syiah bererti di situ pasti ada perbedaannya. Permasalahannya apa bila ada perbedaan, apakah pegangan kepada satu mazhab menjadi penilai kebenaran dalam mengukur mazhab yang lain? atau di kembalikan kepada Al Quran dan hadis dan mengukurnya secara rasional yang bebas dari keta,suban bermazhab? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Tuduhan terhadap syiah bukan satu yang baru dan sepertinya tidak akan berahkir. Setelah membaca banyak buku2 yang menyalahkan syiah, kami melihat hal ini disebabkan oleh beberapa perkara. 1- Menilai kebenaran berdasarkan mazhab tertentu. 2- Menafsir sendiri riwayat syiah tanpa melihat penfsiran ulamak syiah tentang hadis tersebut, sehingga makna yang diambil berdasarkan selera sendiri. 3- Mengambil kata-kata ulama sebagai sandaran tanpa menilai kembali pandangan mereka dan suasana mereka mengeluarkan fatwa. 4- Menukilkan hadis separuh separuh hingga menyebabkan maknanya berubah. 5- Menanggap apa saja yang tertulis dalam kitab-kitab hadis muktabar syiah itu sahih sebagai mana Ahlu suunah menanggap semua yang ada dalam Bukhari itu sahih. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Kami berterima kasih kepada penulis ABC kerana komennya atas rencana 'persamaan dan perbezaan antara sunnah dan syiah'. Izinkan kami di sini untuk mengomentar kembali tilisannya berdasarkan ukhwah islamiah dan perbahsan ilmiah tulen yang menjadi pemangkin kepada pendekatan antara mazhab2 islam untuk saling mengenali hingga tidak tibul tuduhan2 liar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">1- Al Quran </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">a- makna mushaf Kebanyakan umat Islam menanggap bahawa perkataan 'mushaf' itu senonim </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">'Al Quran'. Sedangkan dalam lisan Al Quran dan hadis Rasul tidak sedemikian. Mushaf itu artinya kumpulan tulisan dan selepas wafat Rasul digunakan untuk ayat2 al quran dikumpulkan oleh para sahabat dan juga tulisan2 hadis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Oleh itu jika ada perkataan mushaf dalam riwayat syiah jangan terus menanggap ia adalah Al Quran. Penulis ABC juga ada menungkilkan riwayat dari Al Kafi yang menunjukan bahawa mushaf Fatimah bukan Al Quran tetapi kumpulan khabar yang di sampaikan oleh Jibril. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">b- Wahyu untuk Fatimah as. Persoalannya di sini apakah ia mungkin atau tidak? Pertama kita perlu mengenal maqam Fatimah as. terlebih dahulu. Tiada siapa yang mengingkari bahawa ia adalah penghulu wanita sekian alam, yang paling mulia antara 4 wanita yang termulia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Kedua apakah Jibril boleh menurunkan wahyu untuk selain nabi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;" lang="SV">Yang mengatakan tidak bererti ia jahil tentang Al Quran. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dalam surah Ali Imran ayat 42 hingga 45 menceritakan pembicaraan jibril dengan Mariam. Dan Fatimah as. lebih mulia dari Mariam. Riwayat tentang turunnya Jibril pada Fatimah banyak dalam kitab-kitab syiah. Sudah tentu mereka yang menjauhinya tidak akan meriwayatkan peristiwa tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;margin:0 0 0 -9pt;"><a name="15."></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">14.  Mazhab Ahlu Sunnah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">a. Seperti penulis ABC setuju bahawa mazhab ahlu sunnah terbentuk secara evolusi. Malah pengikutnya hari ini pun tidak mengamalkan fatwa Imam2 mereka baik dari segi fikah maupun akidah secara tulen. Tetapi permasalahnnya bukan di sini tapi pada sumber hukum. Mereka mengenepikan Imam2 Ahlu Bait as. baik dalam fikah maupun akidah. Bagaimana hati boleh aman dengan apa yang di amalkan sedangkan bahtera penyelamat umat Muhammad SAWA ditinggalkan. Bukankah mereka sebagaimana sabda Ar Rasul SAWA. Umpama ahlu baitku di dalam umatku seperti bahtera Nuh siapa yang menaikinya selamat siapa yang meninggalkannya akan tenggelam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">b. Para pemerintah yang zalim ketika itu mengambil kesempatan untuk menyebarkan fatwa para mujtahid tersebut dan menakutkan orang ramai dari mendekati Imam-imam ahlul- bait dan ulama mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">c. Penutupan pintu ijtihad oleh khalifah yang zalim bukan satu yang pelik tetapi yang pelik adalah <span> </span>apabila para ulama besar ahlu sunnah juga merelakan hal ini seperti Al Ghazali, Sayuti. Ibnu Hajar dll dan akhirnya percobaan membuka pintu ijtihad dianggap dosa besar sebagaimana penulisan hadis pada kurun pertama hijrah dan tidak melaknat Imam Ali pada hari jumaat pada 80 tahun pertama pemerintahan bani umaiyah. Sedangkan proses ijtihad terus subur dalam mazhab syiah dan tidak timbul kekalutan dalam permasalahan mujtahid palsu. Dan para muqalid sentiasa bertaqlid kepada mujtahid yang hidup pada setiap waktu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="16"></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>15.<span style="font:7pt &#34;">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ahlul Sunnah Wa l-Jama'ah Dan Ahlu Bait AS </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> Syiah menerima bahawa ahlu sunnah mencintai dan memuliakan ahlu bait, tetapi apakah mereka benar-benar meletakan ahlu bait pada posisi yang Allah SWT telah letakan? Apakah tiada hikmah mengapa mereka disucikan dan diwajibkan kecintaan ke atas mereka dan solat dan selawat tidak diterima tanpa menyebut mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Jika ahlu sunnah benar2 menghormati mereka sepatutunya mereka juga perlu menghormati orang-orang yang mengikuti mereka, bukan menuduh dengan hal2 yang tidak benar. Kita diwajibkan untuk mengikuti Al Quran, apakah tidak wajib kita mengikuti mereka yang disucikan untuk menjaga Al Quran dan mendampingi Al Quran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.5in;margin:0 0 0 0.5in;"><a name="17."></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span>16.<span style="font:7pt &#34;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ilmu Para Imam AS </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Hadis dari Imam Jaffar as Sadeq itu jelas menunjukkan, ilmu yang mereka miliki adalah kurnia Allah bukan mereka memiliki dengan sendiri, kerana ini akan mendatangkan syirik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Di dalam surah yunus ayat 20 dan an An'am jelas menunjukan bahawa yang mengetahui hal yang ghaib itu hanya Allah. Dan dalam surah az zhuruf ayat 4, al Buruj ayat 22, ar radh ayat 39, menunjuk bahawa ilmu Allah itu terletak di kitab almknun, kitabun mubin, umul kitab, luh mahfuz. Ia juga dipanggil Imamul mubin "kulu sha'ain ahsaina hu fi Imamul mubin" walau namanya berbeza ia memiliki hakikat yang sama iaitu khazahna ilmu Allah yang Allah berikan kepada orang2 yang tertentu <span style="color:yellow;">(surah aj jin ayat 27) </span>dan tidak akan menyentuhnya kecuali yang disucikan <span style="color:yellow;">(al waqih'ah ayat 79)</span> dan kita semua tahu yang disucikan hanya ahlu bait <span style="color:yellow;">(al ahzab ayat 33)</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Jadi jika ada yang masih tidak faham yang ahlu bait mengetahui yang ghaib atas izin Allah dengan mengunakan dalil-dalil Al Quran yang jelas bererti orang tersebut mahu meletakan dirinya pada jalan kedegilan dan ketasuban. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><a name="18."></a><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">18.  Maqam Para Imam AS </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">a. Di dalam Al Quran membicarakan tugas para Rasul hanya sebagai hanya untuk menyampaikan sahaja (iblaq) dan tidak lebih dari itu. "ma ala Rasul ilal balaq" dan juga surah An Nissa, ayat 165 dan As Syura, ayat 3 dll. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Selain dari itu ada ayat2 yang membicarakan satu lagi maqam selain maqam Rasul dan memiliki tugas yang lain dengan tugas rasul iaitu maqam Imam 'kami jadikan mereka Imam untuk memberi hidayah dengan urusan kami ketika mereka bersabar dan yakin dengan ayat2 kami' <em><span style="color:yellow;">surah as sajadah ayat 24. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ayat di atas jelas menunjukkan sebahagian Rasul di angkat menjadi Imam, satu maqam yang lebih tinggi dari maqam Rasul. Tugas Imam di sini berbeda dengan tugas Rasul iaitu sebagai pemberi hidayah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Nabi Ibrahim sebagaimana dalam <span style="color:yellow;">surah al Baqarah ayat 124</span> diangkat menjadi Imam selepas ia menjadi Rasul. Jelas di sini menunjukan maqam Imam lebih tinggi dari maqam Rasul. Persoalanya sekarang apakah maqam Imam ini berterusan? Sudah tentu selagi manusia wujud di atas muka bumi ini selagi itu manusia perlu kepada hidayah dan ini tugas Imam. Dalam surah di atas Allah juga mengangkat zuriah Ibrahim sebagai Imam sebagimana Ibrahim. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dalam surah Ar Radh, ayat tujuh, Allah SWT. berfirman <span style="color:yellow;">"Sesungguhnya kau (Muhammad) pemberi peringatan dan untuk setiap kaum ada yang memberi hidayah" </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Kami ulangi lagi bahawa tugas memberi hidayah adalah tugas Imam dan hanya Allah yang melantik Imam bukan manusia. Dan ayat ini jelas menunjukan Imam yang dilantik oleh Allah itu berterusan dan maqamnya lebih tinggi dari maqam Rasul. Apakah kita lupa pada satu hadis yang mahsyur yang bermaksud "ulama umatku lebih afdhal dari para nabi bani israel" atau kita menanggap hadis ini daif. Atau hadis yang mengatakan bahawa Nabi Isa as. akan solat dibelakang Imam Mahdi juga tidak benar?<br />
Rujuk hadith <a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/001.smt.html#001.0293">[Sahih Muslim Kitabul Iman Hadith 0293</a>], dari laman [http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/001.smt.html#001.0293] petikan dalam Bahasa Inggeris seperti berikut: "Jabir b. 'Abdullah reported: I heard the Messenger of Allah (may peace be upon him) say: A section of my people will not cease fighting for the Truth and will prevail till the Day of Resurrection. He said: Jesus son of Mary would then descend and their (Muslims') commander would invite him to come and lead them in prayer, but he would say: No, some amongst you are commanders over some (amongst you). This is the honour from Allah for this Ummah." Lihat juga Sahih al-Bukhari, Arabic-English, v4, Tradition #658,"The Prophet (PBUH&#38;HF) said: "What would be your situation if the Son of Marry (i.e. Jesus) descends upon you and your Imam is among you?". Maksudnya: Apakah yg akan kamu lakukan apabila Nabi Isa A.S turun kpd kamu dan ketika itu Imam (pemimpin) kamu adalah di antara kamu juga?” Malangnya rujukan internet dari laman</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><span> </span><a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/055.sbt.html">http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/055.sbt.html</a> telah diubah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><