<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>syahwat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/syahwat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "syahwat"</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 10:45:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[BUDIDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA]]></title>
<link>http://akhdaniel.wordpress.com/?p=46</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 22:42:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>akhdaniel</dc:creator>
<guid>http://akhdaniel.id.wordpress.com/2008/09/23/budidaya-malu-dikikis-habis-gerakan-syahwat-merdeka/</guid>
<description><![CDATA[Pidato Kebudayaan Taufiq Ismail
Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pidato Kebudayaan Taufiq Ismail</strong></p>
<p>Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, naik ke daratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru.</p>
<p>Kebebasan berbicara, berpendapat, dan mengeritik, berdiri-menjamurnya partai-partai politik baru, keleluasaan berdemonstrasi, ditiadakannya SIUPP (izin penerbitan pers), dilepaskannya tahanan politik,<br />
diselenggarakannya pemilihan umum bebas dan langsung, dan seterusnya, dinikmati belum sampai sewindu, tapi sementara itu silih berganti beruntun-runtun belum terpecahkan krisis yang tak habis-habis. Tagihan rekening reformasi ternyata mahal sekali.</p>
<p>Bahana yang datang terlambat dari benua-benua lain itu menumbuh dan menyuburkan kelompok permissif dan addiktif negeri kita, yang sejak 1998 naik daun. Arus besar yang menderu-deru menyerbu kepulauan kita adalah gelombang sebuah gerakan syahwat merdeka. Gerakan tak bersosok organisasi resmi ini tidak berdiri sendiri, tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan mendunia, dengan kapital raksasa<br />
mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan banyak media massa cetak dan elektronik jadi pengeras suaranya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Siapakah komponen gerakan syahwat merdeka ini?</p>
<p>PERTAMA adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi dan kelompok dalam perilaku seks bebas hetero dan homo, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Sebagian berjelas-jelas anti kehidupan berkeluarga<br />
normal, sebagian lebih besar, tak mau menampakkan diri.</p>
<p>KEDUA, penerbit majalah dan tabloid mesum, yang telah menikmati tiada perlunya SIUPP. Mereka menjual wajah dan kulit perempuan muda, lalu menawarkan jasa hubungan kelamin pada pembaca pria dan wanita lewat nomor telepon genggam, serta mengiklankan berbagai alat kelamin tiruan (kue pancong berkumis dan lemper berbaterai) dan boneka karet perempuan yang bisa dibawa bobok bekerjasama.</p>
<p>KETIGA, produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat. Seks siswa dengan guru, ayah dengan anak, siswa dengan siswa, siswa dengan pria paruh baya, siswa dengan pekerja seks komersial ----<br />
ditayangkan pada jam prime time, kalau pemainnya terkenal. Remaja berseragam OSIS memang menjadi sasaran segmen pasar penting tahun-tahun ini. Beberapa guru SMA menyampaikan keluhan pada saya.</p>
<p>"Citra kami guru-guru SMA di sinetron adalah citra guru tidak cerdas, kurang pergaulan dan memalukan." Mari kita ingat ekstensifnya pengaruh tayangan layar kaca ini. Setiap tayangan televisi, rata-rata 170.000.000 yang memirsa. Seratus tujuh puluh juta pemirsanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>KEEMPAT, 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. Dengan empat kali klik di komputer, anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus fisiologinya, dapat diakses tanpa biaya, sama mudahnya dilakukan baik dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam mau pun Klaten. Pornografi gratis di internet luarbiasa besar jumlahnya. Seorang sosiolog Amerika Serikat mengumpamakan serbuan kecabulan itu di negaranya bagaikan "gelombang tsunami setinggi 30 meter, dan kami melawannya dengan dua telapak tangan." Di Singapura, Malaysia, Korea Selatan situs porno diblokir pemerintah untuk terutama melindungi anak-anak dan remaja. Pemerintah kita tidak melakukan hal yang sama.</p>
<p>KELIMA, penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat ¼ sastra dan ½ sastra. Di Malaysia, penulis yang mencabul-cabulkan karyanya penulis pria. Di Indonesia, penulis yang asyik dengan wilayah selangkang dan<br />
sekitarnya mayoritas penulis perempuan. Ada kritikus sastra Malaysia berkata: "Wah, pak Taufiq, pengarang wanita Indonesia berani-berani. Kok mereka tidak malu, ya?" Memang begitulah, RASA MALU ITU YANG SUDAH TERKIKIS, bukan saja pada penulis-penulis perempuan aliran s.m.s. (sastra mazhab selangkang) itu, bahkan lebih-lebih lagi pada banyak bagian dari bangsa.</p>
<p>KEENAM, penerbit dan pengedar komik cabul. Komik yang kebanyakan terbitan Jepang dengan teks dialog diterjemahkan ke bahasa kita itu tampak dari kulit luar biasa-biasa saja, tapi di dalamnya banyak gambar hubungan badannya, misalnya (bukan main) antara siswa dengan Bu Guru. Harganya Rp 2.000. Sebagian komik-komik itu tidak semata lucah saja, tapi ada pula kadar ideologinya. Ideologinya adalah anjuran<br />
perlawanan pada otoritas orangtua dan guru, yang banyak aturan ini-itu, termasuk terhadap seks bebas.  Dalam salah satu komik itu saya baca kecaman yang paling sengit adalah pada Menteri Pendidikan Jepang.<br />
Tentu saja dalam teks terjemahan berubah, yang dikecam jadinya Menteri Pendidikan Nasional kita.</p>
<p>KETUJUH, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru. Indonesia kini jadi sorga besar pornografi paling murah di dunia, diukur dari kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut antara 2 juta - 20 juta keping setahun. Harga yang dulu Rp30.000 sekeping, kini turun menjadi Rp3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang rokok kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton sekeping VCD/DVD biru dengan pelaku kulit putih dalam 6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa murah. Anak SD kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan peraturan pemerintah.</p>
<p>Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat ada murid-murid laki-laki yang kumpul jam dua sore seminggu di rumah salah seorang dari mereka, lalu menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas berapa? Siswa SD, kelas lima. Tak diceritakan apa ekses selanjutnya.</p>
<p>KEDELAPAN, fabrikan dan konsumen alkohol. Minuman keras dari berbagai merek dengan mudah bisa diperoleh di pasaran. Kemasan botol kecil diproduksi, mudah masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas bisa membelinya. Di Amerika dan Eropa batas umur larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita pasar besar minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.</p>
<p>KESEMBILAN, produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Tingkat keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan pengguna saja, bahkan kini sampai pada derajat produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi korbannya.</p>
<p>KESEPULUH, fabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. Korban racun nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya setiap hari 156 orang mati, atau setiap 9 menit seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan pajak Rp15 triliun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai penyakit akibatnya Rp30 triliun rupiah. Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses pembentukan ketiga addiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat permissif, interaksi antara seks dengan alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan. Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak kriminalitas berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai pembunuhan. Setiap<br />
hari berita semacam ini dapat dibaca di koran-koran.</p>
<p>KESEBELAS, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam masyarakat permissif, iklan semacam ini menjadi jembatan komunikasi yang diperlukan.</p>
<p>KEDUABELAS, germo dan pelanggan prostitusi. Apabila hubungan syahwat suka-sama-suka yang gratis tidak tersedia, hubungan dalam bentuk perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini  prostitusi berfungsi.</p>
<p>KETIGABELAS, dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat tujuh unsur pertama di atas, kasus perkosaan dan kehamilan di luar pernikahan meningkat drastis. Setiap hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA memperkosa anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami tak ada di rumah dan pembantu pergi ke pasar berbelanja. Setiap ditanyakan apa sebab dia/mereka memperkosa, selalu dijawab 'karena terangsang sesudah menonton VCD/DVD biru dan ingin mencobakannya. ' Praktisi aborsi gelap menjadi tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.</p>
<p>Seorang peneliti dari sebuah universitas di Jakarta menyebutkan bahwa angka aborsi di Indonesia 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal<br />
akibat dari salah satu atau gabungan ketujuh faktor di atas. Inilah produk akhirnya. Luar biasa destruksi sosial yang diakibatkannya.</p>
<p>Dalam gemuruh gelombang gerakan syahwat merdeka ini, pornografi dan pornoaksi menjadi bintang panggungnya, melalui gemuruh kontroversi pro-kontra RUU APP.</p>
<p>Karena satu-dua-atau beberapa kekurangan dalam RUU itu, yang total kontra menolaknya, tanpa sadar terbawa dalam gelombang gerakan syahwat merdeka ini. Tetapi bisa juga dengan sadar memang mau terbawa di dalamnya.</p>
<p>Salah satu kekurangan RUU itu, yang perlu ditambah-sempurnakan adalah perlindungan bagi anak-cucu kita, jumlahnya 60 juta, terhadap kekerasan pornografi. Dalam hiruk pikuk di sekitar RUU ini, terlupakan<br />
betapa dalam usia sekecil itu 80% anak-anak 9-12 tahun terpapar pornografi, situs porno di internet naik lebih sepuluh kali lipat, lalu 40% anak-anak kita yang lebih dewasa sudah melakukan hubungan seks pra-nikah. Sementara anak-anak di Amerika Serikat dilindungi oleh 6 Undang-undang, anak-anak kita belum, karena undang-undangnya belum ada. KUHP yang ada tidak melindungi mereka karena kunonya. Gelombang Syahwat Merdeka yang menolak total RUU ini berarti menolak melindungi anak-cucu kita sendiri.</p>
<p>Gerakan tak bernama tak bersosok organisasi ini terkoordinasi bahu-membahu menumpang gelombang masa reformasi mendestruksi moralitas dan tatanan sosial. Ideologinya neo-liberalisme, pandangannya<br />
materialistik, disokong kapitalisme jagat raya.</p>
<p>Menguji Rasa Malu Diri Sendiri</p>
<p>Seorang pengarang muda meminta pendapat saya tentang cerita pendeknya yang dimuat di sebuah media. Dia berkata, "Kalau cerpen saya itu dianggap pornografis, wah, sedihlah saya." Saya waktu itu belum sempat<br />
membacanya. Tapi saya kirimkan padanya pendapat saya mengenai pornografi. Begini.</p>
<p>Misalkan saya menulis sebuah cerpen. Saya akan mentes, menguji karya saya itu lewat dua tahap. Pertama, bila tokoh-tokoh di dalam karya saya itu saya ganti dengan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak atau<br />
adik saya; lalu kedua, karya itu saya bacakan di depan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak, adik, siswa di kelas sekolah, anggota pengajian masjid, jamaah gereja; kemudian saya tidak merasa malu, tiada dipermalukan, tak canggung, tak risi, tak muak dan tidak jijik karenanya, maka karya saya itu bukan karya pornografi.</p>
<p>Tapi kalau ketika saya membacakannya di depan orang-orang itu saya merasa malu, dipermalukan, tak patut, tak pantas, canggung, risi, muak dan jijik, maka karya saya itu pornografis.</p>
<p>Hal ini berlaku pula bila karya itu bukan karya saya, ketika saya menilai karya orang lain. Sebaliknya dipakai tolok ukur yang sama juga, yaitu bila orang lain menilai karya saya. Setiap pembaca bisa melakukan tes tersebut dengan cara yang serupa. Pendekatan saya adalah pengujian rasa malu itu. Rasa malu itu yang kini luntur dalam warna tekstil kehidupan bangsa kita, dalam terlalu banyak hal.</p>
<p>Sebuah majalah mesum dunia dengan selaput artistik, Playboy, menumpang taufan reformasi dan gelombang liberalisme akhirnya terbit juga di Indonesia. Majalah ini diam-diam jadi tempat pelatihan awal onani pembaca Amerika, dan kini, beberapa puluh tahun kemudian, dikalahkan internet, sehingga jadilah publik pembaca Playboy dan publik langganan situs porno internet Amerika masturbator terbesar di dunia. Majalah pabrik pengeruk keuntungan dari kulit tubuh perempuan ini, mencoba menjajakan bentuk eksploitasi kaum Hawa di negeri kita yang pangsa pasarnya luarbiasa besar ini. Bila mereka berhasil, maka bakal berderet antri masuk lagi majalah anti-tekstil di tubuh perempuan dan fundamentalis- syahwat-merdeka seperti Penthouse, Hustler, Celebrity Skin, Cheri, Swank, Velvet, Cherry Pop, XXX Teens dan seterusnya.</p>
<p>Untuk mengukur sendiri rasa malu penerbit dan redaktur Playboy Indonesia, saya sarankan kepada mereka melakukan sebuah percobaan, yaitu mengganti model 4/5 telanjang majalah itu dengan ibu kandung, ibu mertua, kakak, adik, isteri dan anak perempuan mereka sendiri. Saran ini belum berlaku sekarang, tapi kelak suatu hari ketika Playboy Indonesia keluar perilaku aslinya dalam masalah ketelanjangan model yang dipotret. Sekarang mereka masih malu-malu kucing. Sesudah dibuat dalam edisi dummy, promosikan foto-foto itu itu di 10 saluran televisi dan 25 suratkabar. Bagaimana? Berani? Malu atau tidak?</p>
<p>Pendekatan lain yang dapat dipakai juga adalah menduga-memperkirakan-mengingat akibat yang mungkin terjadi sesudah orang membaca karya pornografis itu. Sesudah seseorang membaca, katakan cerpen yang<br />
memberi sugesti secara samar-samar terjadinya hubungan kelamin, apalagi kalau dengan jelas mendeskripsikan adegannya, apakah dengan kata-kata indah yang dianggap sastrawi atau kalimat-kalimat brutal, maka pembaca akan terangsang. Sesudah terangsang yang paling penakut akan onani dan yang paling nekat akan memperkosa. Memperkosa perempuan dewasa tidak mudah, karena itu anak kecil jadi sasaran. Perkosaan banyak terjadi terhadap anak-anak kecil masih bau susu bubuk belum haid yang di rumah sendirian karena papi-mami pergi kerja, pembantu pergi ke pasar, jam 9-10 pagi.</p>
<p>Anak-anak tanggung pemerkosa itu, ketika diinterogasi dan ditanya kenapa, umumnya bilang karena sesudah menonton VCD porno mereka terangsang ingin mencoba sendiri. Merayu orang dewasa takut, mendekati perempuan-bayaran tidak ada uang. Kalau diteliti lebih jauh kasus yang sangat banyak ini (peneliti yang rajin akan bisa mendapat S-3 lewat tumpukan guntingan koran), mungkin saja anak itu juga pernah membaca cerita pendek, puisi, novel atau komik cabul. Akibat selanjutnya, merebak-meluaslah aborsi, prostitusi, penularan penyakit kelamin gonorrhoea, syphilis, HIV-AIDS, yang meruyak di kota-kota besar Indonesia berbarengan dengan akibat penggunaan alkohol dan narkoba yang tak kalah destruktifnya.</p>
<p>Akibat Sosial Ini Tak Pernah Difikirkan Penulis</p>
<p>Semua rangkaian musibah sosial ini tidak pernah difikirkan oleh penulis cerpen-puisi- novelis erotis yang umumnya asyik berdandan dengan dirinya sendiri, mabuk posisi selebriti, ke sana disanjung kesini dipuji, tidak pernah bersedia merenungkan akibat yang mungkin ditimbulkan oleh tulisannya. Sejumlah cerpen dan novel pasca reformasi sudah dikatakan orang mendekati VCD/DVD porno tertulis. Maukah mereka membayangkan, bahwa sesudah sebuah cerpen atau novel dengan rangsangan syahwat terbit, maka beberapa ratus atau ribu pembaca yang terangsang itu akan mencontoh melakukan apa yang disebutkan dalam alinea-alinea di atas tadi, dengan segala rentetan kemungkinan yang bisa terjadi selanjutnya?</p>
<p>Destruksi sosial yang dilakukan penulis cerpen-novel syahwat itu, beradik-kakak dengan destruksi yang dilakukan produsen-pengedar- pembajak- pengecer VCD/DVD porno, beredar (diperkirakan) sebanyak 20 juta keping, yang telah meruyak di masyarakat kita, masyarakat konsumen pornografi terbesar dan termurah di dunia. Dulu harganya Rp30.000 sekeping, kini Rp3.000, sama murahnya dengan 3 batang rokok kretek. Mengisap rokok kretek 15 menit sama biayanya dengan memiliki dan menonton sekeping VCD/DVD  syahwat sepanjang 6o menit itu. Bersama dengan produsen alkohol, narkoba dan nikotin, mereka tidak sadar telah menjadi unsur penting pengukuhan masyarakat permissif-addiktif serba-boleh- apa-saja-genjot, yang dengan bersemangat melabrak apa yang mereka anggap tabu selama ini, berpartisipasi meluluh-lantakkan moralitas anak bangsa.</p>
<p>Perzinaan yang Hakekatnya Pencurian adalah Ciri Sastra Selangkang</p>
<p>Akhirnya sesudah mendapatkan korannya, saya membaca cerpen karya penulis yang disebut di atas. Dalam segi teknik penulisan, cerpen itu lancar dibaca. Dalam segi isi sederhana saja, dan secara klise sering ditulis pengarang Indonesia yang pertama kali pergi ke luar negeri, yaitu pertemuan seorang laki-laki di negeri asing dengan perempuan asing negeri itu. Kedua-duanya kesepian. Si laki-laki Indonesia lupa isteri di kampung. Di akhir cerita mereka berpelukan dan berciuman. Begitu saja.</p>
<p>Dalam interaksi yang kelihatan iseng itu, cerpenis tidak menyatakan sikap yang jelas terhadap hubungan kedua orang itu. Akan ke mana hubungan itu berlanjut, juga tak eksplisit. Apakah akan sampai pada<br />
hubungan pernikahan atau perzinaan, kabur adanya. Perzinaan adalah sebuah pencurian. Yang melakukan zina, mencuri hak orang lain, yaitu hak penggunaan alat kelamin orang lain itu secara tidak sah. Pezina<br />
melakukan intervensi terhadap ruang privat alat kelamin yang dizinai. Dia tak punya hak untuk itu. Yang dizinai bersekongkol dengan yang melakukan penetrasi, dia juga tak punya hak mengizinkannya. Pemerkosa adalah perampok penggunaan alat kelamin orang yang diperkosa. Penggunaan alat kelamin seseorang diatur dalam lembaga pernikahan yang suci adanya.</p>
<p>Para pengarang yang terang-terangan tidak setuju pada lembaga pernikahan, dan/atau melakukan hubungan kelamin semaunya, yang tokoh-tokoh dalam karyanya diberi peran syahwat merdeka, adalah rombongan pencuri bersuluh sinar rembulan dan matahari. Mereka maling tersamar. Mereka celakanya, tidak merasa jadi maling, karena (herannya) ada propagandis sastra menghadiahi mereka glorifikasi, dan penerbit menyediakan gratifikasi. Propagandis dan penerbit sastra semacam ini, dalam istilah kriminologi, berkomplot dengan maling.</p>
<p>Hal ini berlaku bukan saja untuk karya (yang dianggap) sastra, tapi juga untuk bacaan turisme, rujukan tempat hiburan malam, dan direktori semacam itu. Buku petunjuk yang begitu langsung tak langsung menunjukkan cara berzina, lengkap dengan nama dan alamat tempat berkumpulnya alat-alat kelamin yang dapat dicuri haknya dengan cara membayar tunai atau dengan kartu kredit gesekan. Sastra selangkang adalah sastra yang asyik dengan berbagai masalah wilayah selangkang dan sekitarnya. Kalau di Malaysia<br />
pengarang-pengarang yang mencabul-cabulkan karya kebanyakan pria, maka di Indonesia pengarang sastra selangkang mayoritas perempuan. Beberapa di antaranya mungkin memang nymphomania atau gila syahwat, hingga ada kritikus sastra sampai hati menyebutnya "vagina yang haus sperma". Mestinya ini sudah menjadi kasus psikiatri yang baik disigi, tentang kemungkinannya jadi epidemi, dan harus dikasihani.</p>
<p>Bila dua abad yang lalu sejumlah perempuan Aceh, Jawa dan Sulawesi Selatan naik takhta sebagai penguasa tertinggi kerajaan, Sultanah atau Ratu dengan kenegarawanan dan reputasi terpuji, maka di abad 21 ini<br />
sejumlah perempuan Indonesia mencari dan memburu tepuk tangan kelompok permissif dan addiktif sebagai penulis sastra selangkang, yang aromanya jauh dari wangi, menyiarkan bau amis-bacin kelamin<br />
tersendiri, yang bagi mereka parfum sehari-hari.</p>
<p>Dengan Ringan Nama Tuhan Dipermainkan</p>
<p>Di tahun 1971-1972, ketika saya jadi penyair tamu di Iowa Writing Program, Universitas Iowa, di benua itu sedang heboh-hebohnya gelombang gerakan perempuan. Kini, 34-an tahun kemudian, arus riaknya<br />
sampai ke Indonesia. Kaum feminis Amerika waktu itu sedang gencar-gencarnya mengumumkan pembebasan kaum perempuan, terutama liberasi kopulasi, kebebasan berkelamin, di koran, majalah, buku dan televisi.</p>
<p>Menyaksikan penampilan para maling hak penggunaan alat kelamin orang lain itu di layar kaca, yang cengengesan dan mringas-mringis seperti Gloria Steinem dan semacamnya, banyak orang mual dan jijik karenanya.  Mereka tidak peduli terhadap epidemi penyakit kelamin HIV-AIDS yang meruyak menyebar seantero Amerika Serikat waktu itu, menimpa baik orang laki-laki maupun perempuan, hetero dan homoseksual, akibat kebebasan yang bablas itu.</p>
<p>Di setasiun kereta api bawah tanah New York, seorang laki-laki korban HIV-AIDS menadahkan topi mengemis. Belum pernah saya melihat kerangka manusia berbalut kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar matanya kosong, suaranya parau. Kematian banyak anggota kelompok ini, terutama di kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang esais, bagaikan kematian di medan perang Vietnam. Sebuah orkestra simfoni di New York, anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat kebebasan bablas itu. Para pembebas kaum perempuan itu tak acuh pada bencana menimpa bangsa karena asyik mendandani penampilan selebriti diri sendiri. Saya sangat</p>
<p>heran. Sungguh memuakkan.</p>
<p>Kalimat bersayap mereka adalah, "This is my body. I'll do whatever I like with my body." "Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa saja yang aku suka dengan tubuhku ini." Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh<br />
mereka itu ciptaan mereka sendiri, padahal tubuh itu pinjaman kredit mencicil dari Tuhan, Cuma satu tingkat di atas sepeda motor Jepang dan Cina yang diobral di iklan koran-koran.</p>
<p>Mereka tak ada urusan dengan Maha Produser Tubuh itu. Penganjur masyarakat permissif di mana pun juga, tidak suka Tuhan dilibatkan dalam urusan. Percuma bicara tentang moral dengan mereka. Dengan ringan nama Tuhan dipermainkan dalam karya. Situasi kita kini merupakan riak-riak gelombang dari jauh itu, dari abad 20 ke awal abad 21 ini, advokatornya dengan semangat dan stamina mirip anak-anak remaja bertopi beisbol yang selalu meniru membeo apa saja yang berasal dari Amerika Utara itu.</p>
<p>Penutup</p>
<p>Ciri kolektif seluruh komponen Gerakan Syahwat Merdeka ini adalah budaya malu yang telah kikis nyaris habis dari susunan syaraf pusat dan rohani mereka, dan tak adanya lagi penghormatan terhadap hak penggunaan kelamin orang lain yang disabet-dicopet- dikorupsi dengan entengnya. Tanpa memiliki hak penggunaan kelamin orang lain, maka sesungguhnya Gerakan Syahwat Merdeka adalah maling dan garong<br />
genitalia, berserikat dengan alkohol, nikotin dan narkoba, menjadi perantara kejahatan, mencecerkan HIV-AIDS, prostitusi dan aborsi, bersuluh bulan dan matahari.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NAFSU  AKIBAT  MELIHAT  SEPUTAR  PANTAT]]></title>
<link>http://kkbk.wordpress.com/?p=220</link>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 03:15:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nugroho WS</dc:creator>
<guid>http://kkbk.id.wordpress.com/2008/09/21/nafsu-akibat-melihat-seputar-pantat/</guid>
<description><![CDATA[



NAFSU  AKIBAT  MELIHAT  SEPUTAR  PANTAT
Pantat adalah bagian tubuh manusia yang cukup vital,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://kkbk.files.wordpress.com/2008/09/cartoons-bartstushanim1.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-243" title="cartoons-bartstushanim1" src="http://kkbk.wordpress.com/files/2008/09/cartoons-bartstushanim1.gif" alt="" width="60" height="106" /></a></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">NAFSU <span> </span>AKIBAT <span> </span>MELIHAT <span> </span>SEPUTAR <span> </span>PANTAT</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Pantat adalah bagian tubuh manusia yang cukup vital, dimana didekatnya juga terletak alat vital yang dimiliki dan selalu dilindungi oleh manusia itu sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Dari seputar pantat inilah berpotensi muncul banyak masalah, mulai dari masalah yang terbejat sampai dengan yang terhormat, mulai yang berpotensi sampai dengan yang impotensi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Ketika <em>mata melihat</em> yang ada disekitar sana, berbagai nafsu pun akan menggoda, dari nafsu syahwat sampai nafsu ingin jadi orang terhormat. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Saat pantat mulai bergoyang maka godaanpun datang dan nafsupun akan terus merangsang. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Ketika yang ada dibawah pantat ( kursi pejabat ) mulai dirasa nikmat dan menjadi ukuran orang terhormat , makai ramai ramai lah orang pingin berebut kursi. Maka terjadilah transaksi untuk melampiaskan ambisi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Ketika orang <em>mulai lupa dengan makna kebenaran</em> <em>yang dilihat</em> <span> </span>untuk jadi orang yang benar benar terhormat, maka tak ada bedanyalah antara terbejat dan terhormat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Fakta berbicara, banyak pemimpin yang lupa dengan tugasnya, tidak bisa membedakan antara dihormati dengan dipanuti atau antara ditakuti dengan disegani. Tak bisa bedakan pula antara memimpin karyawan <span> </span>dengan <span> </span>ngerjain karyawan. Ini banyak terjadi dalam kehidupan pemimpin musiman, pemimpin yang bertugas dalam periode tertentu yang hanya memikirkan <span> </span>untuk periode itu saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Memang susah untuk jadi pemimpin abadi, yang selalu disegani dan dipanuti di saat <span> </span>masih memimpin atau tidak memimpin. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Demikian vitalnya seputaran pantat, hingga harus <span> </span>ditutupi dan dilindungi, agar mengurangi nafsu yang dari sini. <span> </span>Janganlah terbuka, apalagi sampai telanjang dan bikin setan jadi senang. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Manfaatkanlah bulan puasa ini, untuk berlatih mengendalikan diri, menahan nafsu, nafsu makan , nafsu minum dan nafsu nafsu lain yang merugikan. <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Obat tradisionil impotensi atau disfungsi ereksi alias lemah syahwat]]></title>
<link>http://skripsigratis.wordpress.com/?p=79</link>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 09:58:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>skripsigratis</dc:creator>
<guid>http://skripsigratis.id.wordpress.com/2008/09/14/obat-tradisionil-impotensi-atau-disfungsi-ereksi-alias-lemah-syahwat/</guid>
<description><![CDATA[






Paket Tongkat Ali 3




Rp. 1.120.000

















 



 
PAKET KAPSUL TONGKAT ALI 3 BUL]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading-osc" valign="top">Paket Tongkat Ali 3</td>
<td align="right" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="107">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading-osc" align="right" scope="row">Rp. 1.120.000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.deherba.com/components/com_oscommerce/images/pixel_trans.gif" border="0" alt="" width="100%" height="10" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="main">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" align="right">
<tbody>
<tr>
<td class="smallText" align="center"><img title=" Paket Tongkat Ali 3 " src="http://www.deherba.com/components/com_oscommerce/images/tongkat-ali-3-bulan.jpg" border="0" alt="Paket Tongkat Ali 3" hspace="3" width="200" height="169" /> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">PAKET KAPSUL TONGKAT ALI 3 BULAN</span><br />
</strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff0000;">Harga sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia melalui Pos Express. Khusus wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok ada jasa ANTAR GRATIS dan BAYAR DI TEMPAT (COD).</span></span></p>
<p>Komposisi: 100% ekstrak Tongkat Ali. Isi: 50 kapsul @ 450 mg. DINKES RI.: (SP No. 355/10.03/2001). Aturan pakai disertakan pada kemasan.</p>
<p>Tongkat Ali memiliki lebih dari 13 manfaat kesehatan. Berbeda dengan herba-herba yang dicerna lainnya yang hanya mampu memperlancar sirkulasi, Tongkat Ali memicu hormon-hormon <em>gonadotropin</em> yang berkaitan dengan rangsangan<span> </span>mental dan fisik. Hal ini akan memperbaiki reaksi fisik dan mental seseorang terhadap rangsangan.</p>
<p>Tongkat Ali juga merupakan sarana meningkatkan produksi testosterone. Pada pemanfaatannya<span> </span>yang luas, Tongkat Ali mirip dengan ginseng, namun dengan daya yang 4 kali lebih kuat daripada ginseng, khususnya dalam meningkatkan kadar testosteron juga jauh lebih besar daripada ginseng.</p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa Tongkat Ali adalah afrodisiak tunggal yang kuat.</p>
<p>MANFAAT EKSTRAK TONGKAT ALI:</p>
<ul class="bullet-d">
<li>Kesehatan, vitalitas, dan kekuatan tubuh</li>
<li>Menunjang gairah seksual pria.</li>
<li>Meningkatkan kemampuan mental dan fisik</li>
<li>Meningkatkan energi, ketahanan dan stamina</li>
<li>Mengatasi kelelahan mental</li>
<li>Membantu menyembuhkan disfungsi ereksi dan meningkatkan jumlah sperma</li>
<li>Sirkulasi darah yang lancar dan membakar lemak</li>
<li>Meningkatkan kadar testosteron &#38; mempertahankannya</li>
<li>Mengencangkan kulit dan otot</li>
</ul>
<p>Tongkat Ali telah lama digunakan secara tradisional sebagai afrodisiak dan perangsang libido. Banyak penelitian ilmiah yang mendukung dan memperlihatkan bahwa Tongkat Ali dapat mendorong fungsi seksual. Juga dipercaya dapat membantu produksi testosteron (efek anabolik) dan mengurangi kadar testosteron yang terikat dan tidak aktif di dalam tubuh.</p>
<p>Sebagai akibatnya, pengguna Tongkat Ali umumnya melaporkan bahwa mereka merasa lebih sehat, hasrat seks meningkat, sendi-sendi lebih sehat, lebih cepat pulih sehabis olahraga berat, perbaikan kemampuan berpikir, perbaikan fungsi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan lemak tubuh.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.deherba.com/pages/1130.htm">info dan pembelian klik di sini</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puasa tidak boleh jadi alasan bermalas-malasan]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/?p=110</link>
<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 06:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.id.wordpress.com/2008/09/09/puasa-tidak-boleh-jadi-alasan-bermalas-malasan/</guid>
<description><![CDATA[Selama ramadhan ini saya melihat fenomena yang menarik sekaligus memprihatinkan di Mesjid kampus say]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ramadhan ini saya melihat fenomena yang menarik sekaligus memprihatinkan di Mesjid kampus saya. Sholat zuhur dan sholat ashar di mesjid itu kuantitasnya lebih banyak daripada sebelumnya. Pada bagian ini tentu saja merupakan berita gembira. Namun apa yang terjadi setelah itu barulah bisa dianggap sebagai berita buruk. Mayoritas jama’ah yang mengikuti sholat berjama’ah tersebut seusai sholat langsung saja mencari tempat yang nyaman buat mereka untuk TIDUR. Ya… tidur! adalah sebuah pemandangan yang lumrah pada jam-jam tersebut manusia-manusia bergelimpangan didalam masjid.</p>
<p>Mungkin dalam pikiran mereka adalah karena saat ini mereka sedang puasa maka badan terasa lemas sehingga perlu lebih banyak istirahat. Ada juga sebagian umat muslim yang menggunaka dalil yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah. Kenyataannya, hadits yang mereka pakai itu statusnya dha’if!!! jadi tidak bisa dijadikan sebagai dalil. Memang di bulan ramadhan ini banyak hadits-hadits dhaif yang bertebaran di tengah masyarakat yang dipakai untuk mengakomodir kemalasan mereka saat berpuasa. Nanti kapan-kapan saya mau ulas tersendiri hadits-hadits dhaif (lemah) dan maudhu (palsu) tersebut.</p>
<p>Wahai kaum muslimin! jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan! Pada bulan ramadhan ini justru kita harusnya banyak memanfaatkannya untuk aktifitas yang lebih berfaedah yang dapat mengundang keridhaan Allah. Tidur jelas bukanlah kegiatan yang produktif apalagi jika dibandingkan ibadah seperti: tilaah qur’an, mengikuti kajian islam dsb.</p>
<p>Rasulullah dan para sahabat pada bulan ramadhan justru semakin giat bekerja. Karena setiap kerja mereka yang mereka lakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah. Dan setiap ibadah pada bulan ramadhan itu balasannya berlipat ganda. Bahkan Rasulullah dan para sahabat justru berperang pada bulan ramadhan. Perang badar, perang terbesar pertama umat islam, itu terjadi pada bulan ramadhan. Bulan dimana seluruh umat islam menjalankan puasa. Mereka berperang sambil menahan lapar dan dahaga. Itulah semngat puasa yang sebenarnya.</p>
<p>baca taushiyah lainnya di: <a href="http://mustafakamal.biz" target="_blank">MustafaKamal.biz</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjaga keistiqamahan dibulan ramadhan]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/?p=108</link>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 05:35:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.id.wordpress.com/2008/09/06/menjaga-keistiqamahan-dibulan-ramadhan/</guid>
<description><![CDATA[Pada tulisan sebelumnya saya telah mengatakan bahwa ramadhan itu butuh perencanaan. Jangan sampai ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tulisan sebelumnya saya telah mengatakan bahwa ramadhan itu butuh perencanaan. Jangan sampai kita melewatkan berbagai peluang amal pada bulan ramadhan hanya karena kita tidak membuat planning yang baik akan waktu-waktu kita pada bulan ramadhan. Yakinlah! tanpa perencanaan kondisi Anda tidak akan lebih baik daripada Anda melakukan perencanaan sebelumnya.</p>
<p>Namun, perencanaan itu saja belumlah cukup. Kalau sudah membuat perencanaan maka yang diperlukan selanjutnya adalah kesungguhan, komitmen dan konsistensi untuk menjalankan semua rencana yang telah kita buat. Saya sendiri termasuk “sudah” mengalami kegagalan dengan rencana saya, yaitu rencana untuk melakukan posting taushiyah ramadhan setiap hari di blog ini. Tekad saya itu ternyata masih belum cukup bagi saya untuk bisa mengatur waktu saya dalam mencapai target tersebut. Buktinya, sudah 5 hari ini blog ini tidak ter-update dengan taushiyah Ramadhan.</p>
<p>Baca terusannya di <a href="http://mustafakamal.biz/2008/09/06/menjaga-keistiqamahan-dibulan-ramadhan/" target="_blank">MustafaKamal.biz - Menjaga keistiqamahan dibulan ramadhan</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Enaknya Jadi Suami]]></title>
<link>http://orexorex.wordpress.com/?p=320</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 21:35:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ekonikoe A. Namikoela</dc:creator>
<guid>http://orexorex.id.wordpress.com/2008/09/03/poligami/</guid>
<description><![CDATA[Enaknya jadi suamitergoda perawan sexybisa kawin lagisedangkan buat istri&#8230;?
Enaknya jadi suami]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Enaknya jadi suami<br />tergoda perawan sexy<br />bisa kawin lagi<br />sedangkan buat istri...?</p>
<p align="left">Enaknya jadi suami<br />tak "terpuaskan" oleh istri<br />bisa cari pemuas lain, dua, tiga atau empat lagi<br />sedangkan buat istri...?</p>
<p align="left"><font color="#ff8c00">Solusi zinah bukan poligami<br />tapi pengendalian diri<br />poligami juga bukan sunnah Nabi<br />kalau sekedar untuk memuaskan syahwat.</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Laki-laki dan Perempuan, Bedakah?]]></title>
<link>http://ahmadsahidin.wordpress.com/?p=12</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 07:14:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahmad sahidin</dc:creator>
<guid>http://ahmadsahidin.id.wordpress.com/2008/08/28/laki-laki-dan-perempuan-bedakah/</guid>
<description><![CDATA[AKU pernah baca sebuah buku tentang perempuan yang ditulis salah seorang muslim—lupa nama dan judu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>AKU pernah baca sebuah buku tentang perempuan yang ditulis salah seorang muslim—lupa nama dan judul bukunya. Pada buku itu diterangkan bahwa perempuan pada dasarnya punya kekhususan yang sangat berbeda, baik dari mental, intelektual maupun spiritual. </p>
<p>Menurut penulis itu, Tuhan memberikan syahwat kepada wanita sebanyak sembilan. Sedangkan pada laki-laki diberikan satu. Akal diberikan pada wanita satu dan sembilan pada laki-laki. </p>
<p>Jadi, dari sana tampak bahwa semua elemen atau yang tampak pada wanita sangat<br />
bernuansa syahwat—bila laki-laki normal melihat. Syhawat ini dekatnya dengan dimensi emosi. Karenanya, mengapa wanita cenderung lebih emosional dan cepat marah serta sensitif, karena aspek syhwat lebih besar. Tapi ini penting. Sebab syahwat itu dapat menentramkan laki-laki dan mengendalikan seorang pasangannya. Cuma kalau sudah aspek syahwat yang keluar, seorang wanita kadang tak bisa mengendalikan dirinya. Ia suka cepat ngambil kesimpulan, suka cepat emosi, dan rada susah baik kembali. Juga suka memendam masalah. </p>
<p>Inilah karakter yang membedakan dari laki-laki. Ini karena aspek intelektual (akal) yang dimiliki wanita cuma satu. Jadi wajar kalau akal sehatnya kadang tak terpakai, kalah dibanding emosi. </p>
<p>Kalau laki-laki sebaliknya. Ia lebih banyak mikir dan terkadang sedikit gunakan emosinya. Ia bias mengalah dan menerima fakta bila dirinya kurang mengandung syahwat bagi wanita. Kadang tak menarik sosok laki-laki itu. Coba kau perhatikan. Apa yang menariknya? Maka tak heran bila wanita menyukai laki-laki itu karena aspek bawaannya atau hal-hal yang didapatinya seperti intelektual yang cerdas,arif-bijak-santun, termasuk harta bendanya.<!--more--></p>
<p>Namun aspek spiritual, baik laki-laki maupun wanitaa sama saja. Ada yang naik dan sempurna, juga ada yang sebaliknya. Ini tergantung yang ditujunya dalam hidup; apakah sangat beroreintasi ke Allah atau hanya sedikit ke tuhannya. Atau sebaliknya, lebih besar ke arah dunianya.</p>
<p>Namun pernyataan ini sebenarnya telah mendapat kritik dari seorang sufi muslimah bernama Rabiah al-Adawiyah—yang hidup pada Abad Pertengahan Islam. Rabiah, selain sholihah dan cantik, juga dikenal wanita yang selalu menjaga dirinya dengan uzlah. Karena ketakwaan dan sholihahnya itu, beberapa tokoh sufi besar seperti Hasan al Basri dan Malik bin Dinar mencoba melamarnya. Namun lamaran mereka itu ditolak Rabiah. Tentu bukan karena tak sholih dan takwa. Rabiah menolaknya karena mereka tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Salah satunya mengenai, ”bisakah Anda mengkabarkan, nanti di akhirat saya akan masuk surga atau neraka?” </p>
<p>”Kami tak tahu,” jawab mereka. </p>
<p>Rabiah kemudian bertanya lagi, ”Berapa banyak banyak nafsu syahwat diberikan pada wanita dan berapa untuk laki-laki?”</p>
<p>Mereka berdua menjawab, ”Sembilan untuk wanita dan satu untuk laki-laki”.</p>
<p>”Berapa akal yang diberikan untuk wanita dan berapa untuk laki-laki,” tanya Rabiah lagi.</p>
<p>”Sembilan untuk laki-laki dan satu untuk wanita,” jawab mereka kembali.</p>
<p>”Sungguh heran, kalian yang diberi sembilan akal tak bisa mengendalikan syahwat yang hanya satu saja, sehingga berani meminangku. Sedangkan aku yang diberi sembilan syahwat masih bisa menjaganya dengan satu akal,” ungkap Rabiah. </p>
<p>”Ketahuilah, aku sudah menyerahkan hidup matiku dan cintaku semata-mata hanya kepada Allah, tidak untuk makhluk yang lalai atas amanah,” tambahnya.</p>
<p>Luar biasa bukan? Ternyata potensi yang diberikan Tuhan kepada manusia, baik akal dan syahwat, yang diberikan secara berbeda ke wanita dan laki-laki, ternyata bila dalam memfungsikannya tidak optimal dan tak diarahkan pada Ilahi menjadi petaka yang bisa menjerumuskan pada kenistaan. </p>
<p>Jadi dalam hidup ini, baik laki-laki atau wanita sangat dituntut untuk fastabiqulkhoirot. Tak ada diskriminasi gender. Yang ada adalah, seberapa kuat dan mampu ia berkiprah dan memenuhi tuntutan zaman. Ini yang kukira bisa dijadikan landasan, sehingga kaum wanita tak lagi dianggap sebagai makhluk murahan, penurut, atau makhluk alternatif yang bias dieksploitasi dalam dunia industri.</p>
<p>Aku juga tadi malam baca buku Fatimah Azzahra binti Rasulullah SAWW, yang ditulis Mullah Abbas Qummi, ulama Iran kontemporer.  Ia mengulas tentang kiprah hidup Azzahra, dari lahir hingga wafat. </p>
<p>Luar biasa, meskipun belum rampung kubaca—karena milik temanku; tapi sungguh hebat Fathimah Azzahra binti Rasulullah SAWW itu.  Sampai-sampai penulis menyebutnya Fathimah Azzahra secara batin Bidadari Surga, secara lahir Sayyidatul Muslimah sholihah yang tak berbanding dengan siapa pun di dunia ini, termasuk istri-istri Nabi—kecuali Khadijah. Fathimah pekerja keras dan pantang mengeluh, bahkan berani melakukan demontrasi untuk menuntut hak diambil khalifah yang berkuasa.</p>
<p><strong><br />
AHMAD SAHIDIN,</strong><br />
<em>Mantan Wartawan Majalah Swadaya</em> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Palsu atau Dusta ?]]></title>
<link>http://jenahudin.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 09:52:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulaiman</dc:creator>
<guid>http://jenahudin.id.wordpress.com/2008/08/07/cinta-palsu-atau-dusta/</guid>
<description><![CDATA[
 1.  Manusia dihiasi dengan Cinta

Manusia sebagai makhluk paling mulia memiliki kelebihan akal. Ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://jenahudin.files.wordpress.com/2008/08/3899049.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-33" src="http://jenahudin.wordpress.com/files/2008/08/3899049.jpg?w=300" alt="" width="250" height="250" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US"> 1. <span> </span>Manusia dihiasi dengan Cinta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Manusia sebagai makhluk paling mulia memiliki kelebihan akal. Akal merupakan karunia luar biasa dari ‘Sang Maha Pencipta Yang Maha Cerdas’ dan juga dikarunia kelebihan lain yang sangat mahal, yaitu dari lubuk hatinya yang sangat dalam terpancar naluri cinta, naluri untuk mencintai dan dicintai. Cinta dengan sepenuh hati yang disertai dengan segala ketulus ikhlasan akan selalu terpancar dari hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Siapapun orang dewasa, akan merasa hambar, hampa dan sepi, selalu merasa ada yang kurang atau merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya; apabila belum menemukan cintanya. <span> </span>Seseorang akan menjadi sempurna, bila hidupnya “dihiasi” dengan cinta, adalah sangat manusiawi bila seorang laki-laki mencintai wanita dan wanita mencintai laki-laki. Maka perkawinan adalah sarana yang paling tepat untuk “menumbuh suburkan” cinta dan kasih sayang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">2.<span> </span>Cinta dan kedewasaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Kedewasaan secara jasmaniah dapat terlihat secara sepintas dari tanda-tanda fisik jasmaninya, tetapi kedewasaan secara rohaniah (mental, daya fikir, emosi dan lain-lain) tidak dapat terlihat secara sepintas atau dalam waktu singkat. Kedewasaan secara jasmaniah tidak menjamin dan tidak menjadi ukuran bagi kedewasaan secara rohaniah. Seorang remaja yang karena tekanan kehidupannya yang begitu berat, selalu bekerja keras akan terlihat dewasa, akan terlihat lebih tua dari teman-temannya yang seumurmya, padahal sebenarnya dia belum dewasa, maka bisa dikatakan “dewasa karbitan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Dua orang dewasa yang berlainan jenis, akan saling berkomunikasi, akan terlihat saling mendekat, dan akhirnya secara tidak sadar akan saling jatuh cinta.<span> </span>Cinta di antara keduanya yang terpendam (sekian lama) akan “meledak” dalam bentuk perubahan tingkah laku mereka berdua secara spontanitas, dan suatu saat mereka akan sadar bahwa telah ada keterikatan batin yang demikian kuat di antara mereka berdua. (Apabila mereka berdua mengambil keputusan untuk menikah, semoga perkawinan mereka bahagia)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Kalau sudah demikian keadaannya, dapatkah hal ini dibohongi atau didustai? Akan tetapi jika salah satu atau keduanya, <span> </span>cintanya palsu penuh dengan kepura-puraan, maka spontanitas perubahan tingkah laku yang terlihat akan seperti sinetron tanpa ekspresi, bukan tidak serius, tapi akan terlihat seperti <span> </span>tanpa alur yang sinkron. (contoh perkawinan yang dipaksakan tanpa cinta di jamannya Siti Nurbaya ……mungkin sekarang tidak ada lagi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US"><span> </span>3.<span> </span>Cinta dan nafsu Syahwat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Remaja secara umum masih belum menemukan “jati dirinya”, <span> </span>masih mencari identitas diri dan masih berusaha mengenal kata hatinya, serta pikirannya masih dipenuhi khayalan, sedangkan pertumbuhan fisiknya masih terus berlangsung sejalan dengan dorongan nafsu syahwatnya semakin meningkat.<span> </span>Kalau kedua remaja menjalin hubungan cinta asmara, Apakah cintanya penuh dengan ketulus ikhlasan atau penuh dengan pamrih yang istilahnya “cinta monyet”?<span> </span>Apakah cintanya benar-benar suci atau hanya bersifat <span> </span>khayali? <span> </span>Apakah cintanya abadi atau hanyalah pemuasan nafsu syahwat yang bersifat sesaat? Apakah cinta remaja benar-benar murni atau palsu dan lebih banyak usaha untuk membohongi pasangannya? Bukankan cinta monyet, cinta bersifat khayalan dan cinta pemuasan nafsu syawat sesaat, semuanya itu adalah cinta palsu?<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Jelaslah, bahwa berpacaran pada masa remaja lebih banyak “mudlorotnya”.<span> </span>Keindahan masa berpacaan hanyalah fatamorgana, Akankah jumlah remaja yang terpaksa jadi “orang tua” sebelum waktunya, terus bertambah, karena nikah akibat “kecelakaan”? <span> </span><span> </span>sekarang mungkin tidak ada istilah “kawin lari” tapi yang ada “kawin kecelakaan”. Bisa kita bayangan : “Betapa berat di usia belum dewasa harus jadi orang tua”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:35.45pt;line-height:115%;"><span style="font-family:&#34;" lang="EN-US">Tentu akan lebih baik, jika para remaja tidak berpacaran, atau “tidak berpacaran jika tidak benar-benar berniat untuk nikah”.<span> </span>Lebih baik jika perkawinan yang dilaksanakan oleh keduanya yang belum pernah berpacaran, belum pernah terlibat asmara, belum tahu arti cinta, keduanya benar-benar masih perjaka dan perawan, sehingga dari mulai hidup baru dan seterusnya “tidak ada dusta” dan akan langgeng sampai kakek nenek , “biarkanlah cinta tumbuh setelah pernikahan” ( ….mungkinkah sekarang perkawinan seperti ini sudah tidak ada lagi????) Haruskah kita ikut-ikutan mengejek, mencemoohkan dan menghina mereka yang tidak kenal makna cinta asmara, dan masih perjaka, masih perawan sampai masa pernikahan mereka ?</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tentang cinta sejati]]></title>
<link>http://atomuhammadtoha.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 08:16:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>atomuhammadtoha</dc:creator>
<guid>http://atomuhammadtoha.id.wordpress.com/2008/07/17/tentang-cinta-sejati/</guid>
<description><![CDATA[Bicara tentang Novel Pembangun Jiwa: Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. aku menemukan satu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara tentang Novel Pembangun Jiwa: Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. aku menemukan satu kesamaan pada pribadi tokoh-tokoh Muslim dan Muslimah didalamnya Pada Fachry, Azzam, Hafez, Fadil bahkan akhirnya Furqon, pada Aisyah, Maria, Nurul, Anna dan bidadari lainnya. Persamaan itu adalah pemahaman dan prioritas mereka berkenaan dengan perasaan cinta Bagi mereka perasaan cinta itu adalah nomor dua, mereka yakin bahwa rasa cinta yang datang tidak pada tempatnya, bukanlah cinta yang layak disebut cinta sejati, mereka yakin bahwa itu hanyalah perasaan yang timbul dari syahwat, nafsu ingin memiliki dan menikmati. Bagi mereka cinta sejati hanya boleh datang setelah mereka telah terikat dalam akad suci Percintaan mereka adalah percintaan kudus, penyatuan dua insan dibawah selimut ketaqwaan Mereka rela hati mereka tercerabut dari akarnya demi sang kekasih Mereka lebih mengutamakan cintanya pada Alloh, yang telah menetapkan jalan untuk mereka ikuti jalan cinta dalam ayat-ayat cinta, sebagian kita mungkin merasa dan berkilah, demi cinta seharusnya setiap mereka berjuang untuk mendapatkannya, sekali-kali tidak, mereka justru telah berjuang untuk cinta mereka, namun mereka percaya, jika tidak disini, disana cinta mereka suatu saat akan dipersatukan seharusnya cerita mereka menginspire kita, aku terutama, untuk selalu memilih jalan cinta yang telah ditetapkan dalam ayat-ayat cinta. Insya Alloh, aku akan mencoba dan terus berusaha.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Taufik Ismail vs Ayu Utami]]></title>
<link>http://twelve13.wordpress.com/?p=114</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 06:28:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>twelve13</dc:creator>
<guid>http://twelve13.id.wordpress.com/2008/07/10/taufik-ismail-vs-ayu-utami/</guid>
<description><![CDATA[Nah, ini sekutip dari detik.com:
Penyair Taufik Ismail belum lama ini kembali menegaskan keresahanny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Nah, ini sekutip dari detik.com:</p>
<p><em>Penyair Taufik Ismail belum lama ini kembali menegaskan keresahannya akan Gerakan Syahwat Merdeka. Gerakan ini salah satunya muncul lewat sastra. Mereka yang masuk dalam barisan yang dituding Taufik adalah para penulis fiksi yang suka mencabul-cabulkan karya.</p>
<p>Salah satunya yang kena tuding adalah Ayu Utami, si pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta 1998 lewat novel fenomenal 'Saman'. Taufik  menyebut si Parasit Lajang ini sebagai pelopor angkatan sastra Fraksi Alat Kelamin (FAK). Itu gara-gara novel 'Saman' yang ditulis Ayu yang menabrak tabu seks menjadi trend dan banyak diikuti penulis lainnya.</p>
<p>Bagaimana pandangan Ayu atas tudingan yang dilontarkan Taufik Ismail? Di sela-sela memenuhi permintaan penggemar untuk menandatangani novel 'Bilangan Fu' dan foto bersama, Ayu menjawab semua tudingan itu.</p>
<p>Perempuan kelahiran Bogor itu mengaku surprise[d - twelve13], karena meskipun ia dituding sebagai pelopor angkatan sastra Fraksi Alat Kelamin, ternyata sejumlah penggemarnya yang datang adalah dari kalangan perempuan berkerudung.</em></p>
<p>Lengkapnya di <a href="http://www.detiknews.com/read/2008/07/10/130843/969921/158/taufik-ismail-seperti-pki-saja" target="_blank">sini</a></p>
<p>Saya pikir, tubuh menjadi fokus pikiran manusia hanya dalam budaya barat yang mementingkan logika. Tapi ini pikiran yang masih belum matang sih. Begini, dulu saya merasa bahwa tubuh adalah sesuatu yang bisa menjadi alat pembentuk nilai. Maksudnya, segala jenis kekerasan terhadap tubuh dapat diberi nilai salah dan sebaliknya.</p>
<p>Tapi, saya pernah kaget ketika berkenalan dengan budaya Jepang [tidak se-ekstrim ini sih, saya tak pernah mengenal budaya Jepang]. Waktu itu saya membaca Musashi dan melihat bahwa bahkan karakter terbijak pun masih mampu memperlakukan tubuh layaknya daging cincang. Lalu saya ingat bahwa dalam Islam, tubuh benar-benar tidak mendapat tempat utama. Seorang maling dapat saja dipotong tangannya atau seorang penzina dirajam.</p>
<p>Dulu saya mengira bahwa Islam kejam. Tapi mungkin itu karena paradigma saya mengenai tubuh telah dilandaskan pada budaya barat. Saya mencoba untuk sedikit netral. Apakah ketika tubuh kita junjung tinggi-tinggi, bukankah kita telah jadi pendukung aliran materialisme?</p>
<p>Tapi saya tidak ingin balik lagi ke perdebatan dualisme manusia, antara tubuh dan jiwa. Itu terlalu panjang dan melelahkan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Partai Kuburan]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/?p=326</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 17:02:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.id.wordpress.com/2008/07/09/partai-kuburan/</guid>
<description><![CDATA[
SANGAT boleh jadi hanya di Indonesia ada partai politik berkantor di kuburan. Ini bukan omong koson]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#008080;"><a href="http://URLBerkas"><img class="alignleft size-medium wp-image-327" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/07/partai.jpg" alt="" width="656" height="216" /></a></span></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#008080;">SANGAT boleh jadi hanya di Indonesia ada partai politik berkantor di kuburan. Ini bukan omong kosong politik sebagaimana biasa digembar-gembor para politisi, melainkan kenyataan. Karena tidak mungkin penghuni kuburan jadi anggota partai, maka tak perlu heran kalau partai itu tak lolos seleksi sebagai partai peserta pemilu sebagaimana diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).</span></h3>
<p>Selain ada partai yang kantornya beralamat di pemakaman seperti yang terjadi di Pare-pare Sulawesi Selatan itu, ada juga parti politik yang alamat kantor pengurus pusatnya di ibu kota, ternyata fiktif, alias menggunakan alamat palsu. Atau, alamat itu sesungguhnya milik orang atau lembaga lain.</p>
<p>Demikianlah, dagelan politik di tanah air menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, memasuki babak-babak terkocaknya. Sebagaimana menjelang pemilu lima tahun silam, para elit tak bosan-bosannya mengumbar libido politik mereka. Mendirikan partai, menggalang massa, menghimpun kekuatan untuk --siapa tahu-- lolos, dan boleh ikut pemilu. Jika beruntung, jadilah anggota parlemen.</p>
<p>Dari 34 partai politik (lama dan baru) yang sudah diperiksa secara cermat dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta pemilu, tampaknya tak ada partai yang berbasis penganggur. Padahal, jika ada, partai ini memiliki potensi massa yang besar sekali.</p>
<p>Kalau saja para penganggur bersatu membangun sebuah partai, maka dalam sekali gebrak, Partai Penganggur Nasional (atau apapun namanya) bisa menghimpun lebih dari 40 juta pemilih. Bahwa kemudian jadi tidak relevan lagi --sebab mereka bukan lagi penganggur, melainkan anggota partai. Atau bekerja di kantor partai, entah juru ketik, entah jongos. Pokoknya, tidak menganggur-- itu lain soal dan bisa dibahas kemudian di parlemen.</p>
<p>Toh, urusan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pun yang demikian ruwet, atau masalah alihfungsi hutan lindung maupun pengadaan kapal patroli laut, bisa dengan mudah dibantu penyelesaiannya oleh para anggota parlemen. Paling tidak, setelah sukses jadi jadi anggora parlemen, mereka bisa menghuni hotel prodeo!</p>
<p>Demam partai tampaknya akan segera menjalar ke lapisan terbawah masyarakat kita menjelang pemilihan umum yang tinggal berbilang bulan. Entah di pusat, entah di daerah. Partai-partai baru bermunculan --termasuk sempalan dari partai-partai lama-- bersaing dengan partai yang sudah punya pemilih fanatik.</p>
<p>Makin banyak partai mestinya kian banyak pula kader yang magang jadi pemimpin. Entah memimpin partai itu, entah memimpin unit kerja yang jadi bagian dari organisasi partai, atau sekadar magang sebagai kordinator lapangan di masa kampanye.</p>
<p>Namun, berkaca dari pengalaman-pengelaman sebelumnya, banyaknya partai tidak serta-merta melahirkan tokoh-tokoh pemimpin berkualitas. Sejauh ini, bangsa kita tetap sulit "memilih" sosok yang paling tepat dan bisa diandalkan untuk memimpin sekaligus melayani mereka. Di pusat maupun di daerah, sama saja.</p>
<p>Sebaliknya, tokoh-tokoh yang semula diharapkan bisa turut memperkokoh kehidupan demokrasi bangsa ini melalui kiprahnya di lembaga perwakilan rakyat, justru banyak yang terjebak oleh narkotika politik dan bius korupsi.</p>
<p style="text-align:left;">Jika kecenderungan seperti ini terus menerus terjadi, jangan salahkan rakyat jika pada saatnya nanti mereka "mengubur" partai-partai dan politisinya dengan cara menggunakan hak pilih mereka untuk tidak memilih apa pun. (*)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WARNING : Syahwat Lawan Jenis !!!]]></title>
<link>http://futuh.wordpress.com/?p=155</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 04:52:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>hanif</dc:creator>
<guid>http://futuh.id.wordpress.com/2008/05/13/warning-syahwat-lawan-jenis/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan seperti ini sekarang semakin langka di tengah fenomena masalah kader. Tidak hanya masalah pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Tulisan seperti ini sekarang semakin lan</span>gka di tengah fenomena masalah kader. Tidak hanya masalah pergaulan saja, tetapi tulisan ustadz kita yang mengomentari dan memberi solusi mengenai fenomena problematika kader ditunggu-tunggu. Baik masalah ekonomi, sosial kemasyarakatan, manajemen, dll. Memang semakin banyak kader, semakin beragam pula masalah yang ada. Dulu ada berbagai majalah, Saksi, Dakwatuna, Tarbiyah. Namun sekarang majalah itu bergururan. Bahkan ustadz Anis Matta pun jarang menulis di serial cinta Tarbawi, mungkin karena kesibukannya. Alhamdulillah sudah ada serial pembelajaran yang akan terbit. Harapannya beliau-beliau tetap menulis. Saya yakin beliau semua memperhatikan fenomena kader dan sudah pula memberikan solusinya, hanya belum sampai kita saja.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bagi remaja-pemuda, memang masalah Cinta sangat pelik. Kalau salah penyikapannya, bisa jadi bangunan dakwah yang disangga oleh banyak orang akan goyah, bahkan hancur karena aktivis-aktivisnya tidak bisa mengelola cinta dengan baik. Mari senantiasa belajar dan belajar. Tulisan ini sangat baik untuk disimak. Sehingga Cinta yang kita punya justru menjadi penyokong dakwah yang kuat dan keberkahan Allah terlimpah atas kita.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">______________________</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>WARNING : Syahwat Lawan Jenis !!!</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Oleh : Ustd. Mahfuz Sidik</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Belakangan ini saya banyak diskusi dengan istri tentang gejala " syahwat lawan jenis". Istri saya termasuk akhwat yang cukup "cerewet" soal gejala-gejala tidak sehat mengenai perilaku hubungan antara ikhwan dan akhwat. "Jangan sampai menjadi perusak masa depan dakwah kita..!", demikian hujjah balighah yang kerap meluncur dari dirinya kepada saya. Dan ketika saya meresponnya dengan kalem, pressure pun muncul. "Abi kan mas’ul kaderisasi. Abi tanggung jawab kalau nanti terjadi apa-apa pada dakwah ini …!!"</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sesaat saya akan menulis kolom ini, istri saya baru melontarkan serangan barunya, Abi denger nih.. Ummi dapet berita shahih kalau ada mas’ul dakwah kampus pacarin 11 akhwat, dan 4 diantaranya ternyata hamil…!! " Saya mencoba merespon dengan santai - karena sedang mikir tema apa yang harus ditulis - dengan mengatakan agar berita itu ditabayyun (cros check) dulu. Tetapi justru saya disergah : "Ya tugas abi dong yang harus men-tabayyun ! Abi kan punya akses dan kewenangan !". Saya mencoba mulai menulis. Tetapi belum lagi ketemu tema tulisan, saya dibombardir oleh pertanyaan lain :"Bi emang bener ustadz Fulan nikah lagi, dan sebelumnya pake pacaran segala?"</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><!--more--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Alhasil, tanpa diniatkan sebelumnya akhirnya saya menulis tema ini. Kebetulan sehari sebelumnya saya mendapatkan short massage service (sms) dari seorang akh yang mengomentari tulisan saya berjudul "SMS". Komentarnya berterima kasih atas tulisan tersebut, karena memang itulah fenomena yang terjadi di lapangan. Pikir saya, biarlah sekalian menulis tema yang lebih "serem" sebagai tadzkirah. Fadzakir inna adz-adzikara tanfa’ul mu’minin!.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pertama, saya mencoba merenungi kembali dasar masalah "syahwat lawan jenis". Nabi Adam as diciptakan Allah SWT sebagai manusia pertama dan satu-satunya pada saat itu. Beliau ditempatkan di dalam syurga yang penuh kenikmatan tak terhingga. Tetapi apa yang terjadi? Nabi Adam merasa "kurang nikmat" menikmati kenikmatan syurga seorang diri. Ia menginginkan seorang wanita. Lalu apa yang terjadi? Nabi Adam dan istrinya tertipu oleh syaitan sehingga melanggar prinsip-prinsip ’syahwat lawan jenis’ yang diatur oleh Allah SWT. Perhatikan firman Allah : "Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh syetan sebagaimana halnya dia (syeitan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari syurga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya"(QS. Al A’raaf:27).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Nabi Adam dan istrinya merintis kehidupan baru komunitas manusia di muka bumi dengan berbekal ampunan dan hidayah Allah SWT. Tetapi apa yang kemudian dicatat oleh sejarah? Kejahatan pertama di muka bumi adalah perebutan dua orang laki-laki terhadap seorang wanita, dan berakhir dengan aksi pembunuhan. "Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya (Habil) , kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka terjadilah dia termasuk orang yang merugi" (QS. Al- Maidah : 30).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Lalu sejarah umat dan bangsa-bangsa menunjukkan bagaimana kehancuran di banyak peradaban mereka justru karena "syahwat lawan jenis" . Rasulullah SAW pernah berpesan : "Sesungguhnya dunia ini manis dan menyegarkan…Maka takutlah kepada wanita, karena cobaan yang pertama terhadap Bani Israil ialah karena wanita." (Al Jami’ Ash-Shagir, 2/179). Jadi dasar dari semua masalah ini adalah dahsyatnya dorongan dan pengaruh yang muncul dari "syahwat lawan jenis", yang tidak ada seorang manusia pun bisa membebaskan diri darinya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bahkan seperti yang diungkapkan Rasulullah, ia manis dan menyegarkan. Atau seperti ungkapan Allah, ia dipandang indah dan menyenangkan. "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadaap syahwat berupa wanita"(QS Ali Imran:14) Allah tentu saja menjadikan "syahwat lawan jenis" sebagai unsur kekuatan manusia dalam membangun kehidupan dan peradabannya. Dengan syahwat inilah, manusia menyuburkan nilai rasa, emosi, kasih dan cinta agar kehidupan dunia "manis dan menyegarkan".</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dengan syahwat ini, manusia memiliki dorongan untuk "hidup bersama" dalam ikatan perkawinan dan keluarga agar leluasa mengekspresikan luapan rasa, emosi, kasih dan cintanya sampai dalam bentuk hubungan seksual. Dengan syahwat inilah, keluarga-keluarga menghasilkan anak-keturunannya untuk menyempurnakan kesenangan, kebahagiaan, dan kebanggaan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dengan syahwat ini pula, manusia membangun norma, etika, adat, estetika dan syari’at yang mampu memelihara dan mengkokohkan unsur kekuatan yang sangat mendasar sifatnya ini, tanpa menyebabkan kerusakan dari kerusakan dan kehancuran tata kehidupan sosialnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kita adalah umat dakwah. Sekumpulan orang yang mengemban misi untuk mengajak dan membimbing manusia kepada kehidupan yang baik. Agar mereka bisa mengelola syahwat lawan jenisnya secara benar dan baik, sehingga kebaikan dan keberlangsungan peradabannya bisa terjaga. Kita mendakwahi mereka kepada syari’at yang membimbing syahwat lawan jenis secara benar. <span>Tentu saja bukan sekedar dengan kata-kata, tetapi juga dengan teladan amal. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bahwa kader-kader dakwah - yang semoga dipelihara Allah SWT - secara konsisten berkomitmen menjalankan syari’at ini. <span>Dan manusia menyaksikan kebenaran syari’at bukan dari kata-kata kita, tetapi dari apa yang kita amalkan. Apa yang perlu menjadi perhatian dan keprihatinan kita saat ini Saya sebutkan saja satu per satu berbagai gejala yang saya dengar dan saya lihat sendiri.</span></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Adab ikhwan dan akhwat mulai bergeser ke arah yang membuka celah syahwat lawan jenis. Berbicara tatap-muka dengan jarak yang dekat dan sering bertatapan mata, misalnya. Atau komunikasi lewat telpon dengan irama suara yang membuat seorang ikhwan ‘menikmati’ suara akhwat lawan bicaranya.</span></li>
<li><span dir="ltr">Keterdesakan atau keterpaksaaan yang menggiring kepada suatu yang "tidak boleh terjadi !". Misalnya akhwat "terpaksa" dibonceng motor oleh ikhwan gara-gara rapat baru selesai malam hari, dan jalan menuju halte bus atau rumahnya cukup jauh serta "tidak aman". Atau rapat dalam satu ruangan yang "sempit" sehingga ikhwan dan akhwat duduk berdampingan tanpa jarak yang aman atau tanpa hijab. Dalam forum-forum seperti ini, akhwat tidak membiasakan diri bicara dengan tegas dan lugas. Ingat suara wanita adalah aurat! </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span dir="ltr">Bergesernya mode pakaian akhwat yang ‘mengundang’ pandangan syahwat kaum ikhwan. Mulai dari jilbab yang "kependekan" sehingga tidak menutup dadanya dengan sempurna atau bila tertiup angin bisa menampakan bagian leher dan rambut belakangnya. Lalu bahan pakaian yang "lebih tipis" dan pilihan warna yang "flamboyan". Atau menggunalkan sepatu berhak "cukup tinggi", sehingga mengundang perhatian pada langkah dan pinggul belakang akhwat.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span dir="ltr">Bergesernya nilai seni Islam dari senandung jihad dan iman kepada senandung hiburan semata. Lalu mulai muncul akhwat-akhwat yang menggemari "munsyid" (penyanyi) daripada "nasyid"-nya.</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><!--[endif]--><span dir="ltr">Keterbukaan pergaulan dakwah antara ikhwan dan akhwat menggiring prefensi memilih jodoh kepada apa yang menarik dari "pandangan mata" dan bukan menarik dari "pandangan dakwah". Akibatnya, semangat mencari jodoh sendiri begitu menggebu, dan murabbi tinggal menunggu konfirmasi. </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span dir="ltr">Konsultasi dakwah masalah pribadi atau rumah tangga yang kemudian berbuah simpati sampai jatuh hati. Tidak sedikit seorang da’i yang berawal dari semangat dakwah terhadap lawan jenis justru berubah arah menjadi ajang "perselingkuhan" baru. Alih-alih membantu menyelesaikan masalah malah menambah masalah. </span>Ada satu dua ustadz yang menikah (lagi) dengan "wanita" yang semula menjadi "pasien" dakwahnya. Rupanya ustadz ikut ketularan penyakit pasiennya.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span dir="ltr">Semangat menikah (lagi) melalui prosedur resmi, tetapi dimulai dengan hubungan "ala pacaran" Dalihnya sederhana, "wanita calon istri" kan harus dikenalkan dulu dengan istri pertama dan anak-anaknya. </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span dir="ltr">Ketidakmampuan membina kehidupan suami-istri yang selalu ‘menggairahkan’ beralih kepada semangat ‘mencari yang baru’. Sebagai sebab dari ketidakmampuan ini adalah <em>qillatul-ilmi</em> (sedikit ilmu) tetang seni berumah tangga dan seni mengolah cinta. </span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span dir="ltr">Sebagian kecil ikhwan mulai memasuki usia 40, dan katanya ini fase <em>"recycling"</em> dengan dalih <em>"life started at fourty"</em> hidup dimulai dari usia 40 tahun. Aktualisasinya adalah muncul ‘kegenitan’ jilid kedua. </span></li>
<li><!--[endif]--><span dir="ltr">Masih ada lagi, tetapi saya cukupkan saja dulu. Mari merenung!! </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><em><span style="color:red;">Sumber : Majalah SAKSI No 11 Tahun VII</span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Syahwat Memuncak]]></title>
<link>http://bayuimantoro.wordpress.com/?p=19</link>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 11:27:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>bayu imantoro</dc:creator>
<guid>http://bayuimantoro.id.wordpress.com/2008/04/25/ketika-syahwat-memuncak/</guid>
<description><![CDATA[ 
Maha Besar Allah yang Maha Membolak-balikkan Hati.  
Begitu banyak manusia yang tidak lagi sejal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Maha Besar Allah yang Maha Membolak-balikkan Hati.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Begitu banyak manusia yang tidak lagi sejalan dengan Rabb nya ketika syahwat memuncaki dirinya. Kemilau dunia terlihat indah didepan mata, seakan hatinya menjadi buta pada kenikmatan semu yang ditawarkannya. Balasan akhirat yang hakiki tak mampu lagi menghiasi ruang pikir dan hatinya saat itu. Nafsu dan gejolak birahi menguasai dirinya sehingga jatuhlah ia dalam kubang maksiat. Sekarang sedikit ia cicip. Ketika semakin ia merasa kenikmatannya, maka semakin larutlah ia, menjadi perenang ulung di dalamnya. <em>Naudzubillahiminzalik</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meredam syahwat memang susah susah gampang. Hari ini kita kuat menahannya, besok belum tentu. Pagi ini kita begitu tangkas dan perkasa menolaknya, tapi sore harinya justru menyerah pada syahwat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membekali diri dengan iman dan ilmu adalah cara yang efektif menahan syahwat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bagaimana agar iman meningkat? Ingatlah kematian bisa datang kapan saja, rajin-rajinlah ziarah kubur, bergaulah dan leburlah diri dengan orang-orang sholeh, banyak diskusi, dan minta dinasehati oleh mereka, pergilah shalat berjamaah dimasjid, <span> </span>aktiflah dalam organisasi-organisasi yang positif, jamaah dan gerakan dakwah, <span> </span>jauhi pergaulan maksiat, bahkan putuskanlah persahabatan dengan teman-teman yang mengajak pada keburukan. Bersegeralah memperbaharui taubat, seraya memohon pertolongan Allah swt dalam saat-saat mustajabnya doa, seperti saat qiyamulail, saat sujud, ketika setelah shalat, antara adzan dan iqomah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Mendapatkan ilmu bagaimana caranya? Datangilah kajian-kajian keislaman terdekat dengan tempat tinggal, tempat kerja, kampus, atau sekolah anda. Rajin-rajinlah mendatangi ustadz, ulama, atau syaikh yang biasa mengadakan ta’lim atau pengkajian Islam di rumahnya. Datangi toko buku, bacalah buku-buku mengenai Islam, buku-buku yang menggambarkan beratnya siksa alam kubur, keadaan manusia di alam barzakh, padang mashyar, neraka, dan seluk-beluk akhirat bisa menjadi awalan bacaan. Rajinlah ke warnet, buka-buka situs Islam. Putar radio yang menyiarkan kajian Islam, Al Qur’an, dan jangan disibukkan dengan radio-radio yang memutar musik pembangkit syahwat, rasa cinta dunia, materialism, bahkan mengadakan pembicaraan dan diskusi mengumbar syahwat, cinta, perasaan, dan lainnya. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ketika iman semakin mantap, dan semakin tahu ilmu akhirat, maka niscaya kita semakin takut pada azab akhirat yang amat pedih. Sehingga syahwat insya Allah bisa direm dan dikendalikan. Bahwa sesungguhnya dunia ini hanyalah sementara dan kenikmatan yang ada di dalamnya menipu manusia. Bahwa dunia ini ternyata hanyalah ujian bagi manusia, siapa yang bertaqwa, siapa yang ingkar.<span>  </span>Kesabaran dalam menahan hawa nafsu akan diganjar kenikmatan di akhirat kelak oleh Allah swt. Sementara orang yang kerap memperturutkan syahwatnya akan dibalas dengan siksa yang amat pedih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Wallahu ta’ala alam.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SYAHWAT]]></title>
<link>http://islamforyou.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 06:25:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>aluthfihamidi</dc:creator>
<guid>http://islamforyou.id.wordpress.com/2008/04/22/syahwat/</guid>
<description><![CDATA[Untuk tetap survive di dunia ini, manusia seringkali tidak puas hanya dengan pengakuan akan keberada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Untuk tetap survive di dunia ini, manusia seringkali tidak puas hanya dengan pengakuan akan keberadaan dirinya sebagai makhluk sosial. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Manusia senantiasa memiliki keinginan untuk mempengaruhi dan menjadi titik sentral, arah kehidupan komunitas sosialnya. Untuk itu, manusia senantiasa mengekspresikan dirinya melalui tindakan-tindakan nyata guna memperoleh dan mempertahankan kejayaan, kebanggaan, keabadian dan kemewahan hidup.<span style="color:#800000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><!--more--></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Untuk itu pula, manusia begitu gandrung dengan tahta, wanita, putera dan harta. Guna memperoleh keempat “ta” tersebut, manusia seringkali mampu berbuat apa saja, walaupun untuk itu ia harus melepaskan nilai-nilai luhur dan moral keagamaan mereka. Bahkan lebih dari itu, seperti yang tersirat dalam ayat al-Qur’an surat Ali Imran : “Dijadikan indah pada (pandangan) mereka (manusia), kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita, anak, harta yang berlimpah mulai dari emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia ini dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (Q.S. 3 : 14). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Terhadap ketiga “ta” yang terakhir, manusia banyak yang rela mengorbankan apa saja, termasuk nyawa mereka. Mengapa ?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Manusia diciptakan oleh Allah tidaklah persis sama. Masing-masing<span>  </span>manusia mempunyai kelebihan atas yang lain. Karenanya, manusia memiliki keinginan untuk menegakkan dominasinya atas yang lain. Tahta, dalam kaitan ini merupakan salah satu sarana yang paling memungkinkannya untuk mengekspresikan kecenderungan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Wanita, hingga hari ini masih tetap sebagai simbol kedamaian, simbol keindahan, simbol kelembutan dan juga simbol kasih sayang. Wanita memiliki daya tarik yang demikian bernilai bagi kehidupan manusia. Perhatian dan kasih sayang<span>  </span>serta kelembutan yang terpancar mampu menghipnotis seseorang untuk senantiasa mendekat dan memperoleh perhatian dan kemanjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Putera merupakan wujud dari keinginan manusia untuk mengekspresikan diri sebagai sebuah eksistensi yang abadi. Tetapi hukum alam manusia sebagai makhluk yang hanya sementara waktu singgah di bumi, <span> </span>menjadikan anak-anak cucunya sebagai media ekspresi keabadian yang paling memungkinkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Sementara harta akan memungkinkan kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Bahkan dalam banyah hal, penguasaan manusia atas harta juga merupakan ekspresi dari kekuasaan mereka atas alam sekelilingnya. Karenanya, manusia seringkali mengeksploitasi diri guna memperoleh harta bukan karena kebutuhan mereka, tetapi karena keserakahan akan penguasaan, baik terhadap alam maupun terhadap umat manusia. Yang pasti, harta memungkinkan umat manusia memperoleh kemewahan dan kemegahan hidup di dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Dengan kata lain, melalui tahta, manusia menjadi begitu dominan, begitu berkuasa atas orang lain. Melalui wanita, manusia menjadi makhluk yang senantiasa memperoleh perhatian, pelayanan dan kasih sayang. Melalui putera-puteri manusia mampu melanjutkan “keabadian“ esksistensinya di atas bumi. Sementara dengan hartanya manusia mampu mewujudkan keinginan-keinginan mereka atas dunia materi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Keinginan-keinginan tersebut, yang merupakan keinginan-keinginan dasar manusia, merupakan motivasi utama bagi dinamika kehidupan manusia. Persoalannya adalah, manusia seringkali terjebak dalam memandang keempat “ta” tersebut sebagai sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi, sebagai sebuah tujuan yang harus dicapai, bukan sebagai sarana yang dapat mereka gunakan guna memperoleh kajayaan dan martabat hidup, kedamaian dan kasih sayang, keabadian, kemegahan dan ketenangan. Sehingga bagi orang-orang yang terjebak dalam pandangan yang demikian itu, keempat “ta” tersebut menjelma menjadi tuhan-tuhan baru yang disembah, dipuja sedemikan rupa dan harus selalu dekan dengan dirinya, bukan dengan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Itulah sebabnya, secara dini, Allah telah mengingatkan kita : “Katakanlah, inginkah Aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ?. Untuk orang-orang yang bertaqwa kepada Allah, pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan ada pula isteri-isteri yang yang disucikan serta keridlaan Allah. Dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a : Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan yang memohon ampun di waktu sahur” (Q.S. 3 : 15-17).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:11pt;">Dengan kata lain, Allah seakan berbicara kepada umat manusia bahwa begitu seseorang menjadikan keempat “ta” tersebut sebagai tujuan hidup mereka, orang tersebut telah terjebak hanya menjadi makhluk sosial-biologis semata-mata. Makhluk yang keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, dan kepentingan-kepentingan dasar kemanusiaan mereka terukur secara matematis-materialistik. Padahal, pada sisi yang lain, ada juga kebutuhan-kebutuhan dasar kemanusiaan yang—sesuai dengan fithrah immaterial yang ada dalam dirinya—bersifat spiritual. Yakni, komitment untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah, dengan menundukkan segala kepentingan, kebutuhan dan keinginan-keinginan mereka dalam bingkai 'ridla Allah', bukan dalam bingkai 'nafsu', 'syahwat' atau 'ego-personal' mereka.<span>  </span><span>  </span>Keteguhan dalam memegang komitment inilah, nilai martabat kemanusiaan akan terukur. Semakin teguh seseorang memegang komitment tersebut, semakin merangkak naik martabat mereka, melampaui martabat 'hanya sebagai makhluk biologis'. Sebaliknya, semakin pudar seseorang dalama memegang komitment tersebut, semakin jatuh martabat kemanusiaan mereka. Kiranya, sudah banyak fakta terhampar di depan kita sebagai pepeling, sebagai 'ibrah bagi kita semua. </span><span style="font-size:11pt;">Wallahu A’lam bish-shawab</span><span style="font-size:11pt;">.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mudah Tiada Sukar,Sukar Dengan Penat]]></title>
<link>http://mutiarabernilai.wordpress.com/?p=80</link>
<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 02:16:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>mutiarabernilai</dc:creator>
<guid>http://mutiarabernilai.id.wordpress.com/2008/04/15/mudah-tiada-sukarsukar-dengan-penat/</guid>
<description><![CDATA[Dakwah itu sukar, sebab nafsu manusia itu dicipta condong pada kebebasan sedang agama itu mengawalny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dakwah itu sukar, sebab <strong>nafsu manusia itu dicipta condong pada kebebasan sedang agama itu mengawalnya.</strong></p>
<p align="justify"><strong>Nafsu suka kejar kelazatan sedang agama bataskannya</strong>. Siapa yang seru pada kejahatan &#38; maksiat maka dia telah setuju dengan nafsunya.</p>
<p align="justify">Dengan itu dia berjalan bersama nafsunya seperti air yang mengalir turun ke tanah rendah. Dakilah bukit untuk mendapatkan tangki air di atasnya. Tebuklah dengan kapak nescaya air akan mencurah turun sedang kita melihat air mengalir kawasan wadi. Tetapi jika ingin kembalikannya ke tempat asal, ia tidak akan kembali melainkan dengan gunakan pam air &#38; berbagai kesukaran serta perbelanjaan yang besar. Begitu juga dengan batu besar yang ada di puncak bukit, mudah saja untuk ditolak tanpa perlu berpenat lelah. Tetapi jika ingin kembalikan pada tempat asalnya anda akan berhadapan dengan kepenatan dan kesukaran.</p>
<p>Inilah perbandingan manusia.</p>
<p>Teman jahat anda berkata: “Di sini ada wanita berpakaian seksi”. Automatik nafsu cenderung kepadanya dan menarik anda turutinya dan seribu syaitan heret anda. Anda tidak sedar melainkan ketika sudah berada disisinya. Apabila anda didatangi seorang yang beri peringatan untuk palingkan anda dari wanita tersebut, anda akan begitu sukar untuk sahut &#38; lawan nafsu anda.</p>
<p><strong>Para penyeru kejahatan tidak perlu kepenatan. Tetapi penyeru kebaikan perlu bersusah payah berkorban bersama keimanan.</strong></p>
<p>Itu lumrahnya. Neraka senang didapati dari mata &#38; hati yang kurang ingat pesan Allah. Manakala Syurga itu sukar dikecapi kerana perlu banyak meninggalkan kenikmatan di dunia dengan dicaci, dihina, dipenjara, diugut bunuh, dipulau dan sebagainya.</p>
<p align="justify">Itu lumrah pendokong agama sebagaimana yang berlaku pada para rasul. <strong>Setiap perkara baik sangat berat untuk diterima oleh nafsu</strong>. Pelajar yang tinggalkan ‘movie’ kerna ulangkaji pelajaran, orang yang sedang tidur tinggalkan katilnya bagi solat Subuh, begitu juga dengan seorang lelaki yang tinggalkan anak isteri kerna sahut panggilan jihad, semua itu adalah sangat berat.</p>
<p>Sesungguhnya Allah telah berfirman:</p>
<blockquote><p><strong>Kami akan mencampakkan kepada kamu perkataan yang berat</strong>.</p></blockquote>
<p align="justify">Oleh kerana itu kita dapati orang jahat lebih ramai daripada orang soleh. Mereka yang tenggelam dalam sesat lebih ramai dari yang mengikuti jalan kebenaran.</p>
<p>Dan lagi Allah berfirman pada <strong>ayat 116 Surah Al An’am</strong>:</p>
<p align="justify">
<blockquote><p><strong>Dan jika kamu mentaati kebanyakan dari mereka yang berada di atas bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah</strong>.</p></blockquote>
<p>Demikian corat coret di pagi hari (0202am) ini.</p>
<p>Pilih jalan kita!</p>
<p align="justify">Untuk jadi pengembang dakwah Allah yang terpaksa bersusah payah bagi syurga atau untuk jadi manusia yang sentiasa menikmati kesenangan jiwa dan nafsu yang tiada perlu lalui kesukaran dalam hidupnya dan menetapi neraka untuk baki hidupnya di episod seterusnya.</p>
<p align="justify">Tapi ingatlah suatu perkara sebelum memilih jalan kita! Bahawa jalan yang diredha Allah hanya ada satu bukan banyak seperti dakwaan Pluralis.</p>
<p align="justify">Jalan tersebut adalah Jalan Islam. <strong>Ihdinas Sirat Al Mustaqim! </strong></p>
<p>Wallahualam.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">oleh Ustaz Fauzan Ibrahim</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">www.fauzanibrahim.wordpress.com</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GIMANA CARA MENCUCINYA?]]></title>
<link>http://bonx.wordpress.com/2008/04/02/gimana-cara-mencucinya/</link>
<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 17:19:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>BonX</dc:creator>
<guid>http://bonx.id.wordpress.com/2008/04/02/gimana-cara-mencucinya/</guid>
<description><![CDATA[Dah lama rasanya tidak menulis lagi. Entah apakah jariku masih cukup pintar menari-nari di atas tuts]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dah lama rasanya tidak menulis lagi. Entah apakah jariku masih cukup pintar menari-nari di atas tuts keyboard, dan otakku masih cukup encer mengolah kata-kata menjadi sebuah kalimat yang memiliki arti, dan pastinya, lebih dari itu, cukup dimengerti oleh orang-orang yang membacanya? Sebab pernah, gara-gara <a href="http://sjulionatan.blogs.friendster.com/my_blog/2007/01/sex_party_di_hu.html">judul blog aku</a> yang keluar pakem, aku <a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_radar&#38;id=207673&#38;c=40">kena tuntut oleh sebuah media cetak lokal</a>. Bagiku sendiri, hal tersebut bukan masalah besar, tapi karena posting-an dalam blog tersebut menyangkut sebuah nama "organisasi" yang aku sendiri menjadi bagian di dalamnya, maka dengan segala kerendahan hati, aku harus tampil gentleman. Aku harus berani bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat. Aku minta maaf.</p>
<p>Hal lainnya, yang membuat syahwat menulisku muncul dan tenggelam, dan bahkan, sampai saat ini, kadang-kadang aku ragu pada diriku sendiri dengan bertanya: "Apakah aku punya syahwat???" adalah karena pekerjaan kantor yang terlalu banyak menjajah wilayah seni dalam otakku. Well, begini maksudnya, menulis bagiku adalah perenungan dalam kesunyian, namun aku dan pekerjaan yang aku lakoni pada saat ini tidak memungkinkan bagiku untuk berada dalam situasi-situasi trensenden seperti itu.</p>
<p>Untungnya, Mama masih menyediakan Fatigon Action, Tonikum Bayer dan Cerebrofit Kids dengan kandungan ginggobiloba-nya sehingga dalam keadaan capek pun ada saja ide yang berseliweran untuk ditulis. Contohnya saat ini. Mmmm.... saat ini di otakku muncul sebuah gambaran kejadian dan sebuah pertanyaan:</p>
<p>Kejadiannya begini:<br />
Karena saking cintanya kepada seseorang, aku berjanji untuk berselibat. Namun di saat godaan (tapi aku sebut ini "anugerah terindah") itu datang, maka putuslah mata rantainya. Aku merasa bersalah pada Tuhanku, aku merasa bersalah pada cintaku, utamanya, aku merasa bersalah pada diriku sendiri.</p>
<p>Dan beginilah pertanyaannya:<br />
"Bagaimana cara menebus dosa itu? Bagaimana membayar "kesalahan" atas nazar yang tidak dapat kita tepati?"</p>
<p>Yesus, bila dosaku merah seperti kain kesumba, akankah menjadi putih kembali seperti bulu domba? Gimana cara mencucinya?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pil Kadal]]></title>
<link>http://curahbebas.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 13:24:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>curahbebas</dc:creator>
<guid>http://curahbebas.id.wordpress.com/2008/03/11/pil-kadal/</guid>
<description><![CDATA[OBAT apa yang manjur untuk kudis, kurap, panu, koreng, dan sejenisnya? Kalau soal itu ditanyakan pad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3 align="left"><b><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span></span><font color="#008080">OBAT</font></span></b><font color="#008080"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"> apa yang manjur untuk kudis, kurap, panu, koreng, dan sejenisnya? Kalau soal itu ditanyakan pada tukang obat yang menggelar dagangan di terminal atai di emperan pasar kaget, jawabannya mungkin pil kadal.</span></font></h3>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Hiy!</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Ya, maksudnya, pil yang dibuat dari kadal. Di beberapa daerah, reptil ini diyakini mengandung zat-zat penyembuh. Karena tak banyak yang sampai hati makan kadal mentah-mentah, atau kadal yang disate, digulai, dan lain-lain, maka tukang obat membuatnya sebagai ramuan.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Agar gampang dikonsumsi, ramuan itu dibentuk pil, kadang kapsul. Tentang apakah pil kadal itu manjur atau tidak, entahlah. Sebab, memang cuma berupa arang (entah betul-betul arang kadal, entah arang apa pula) yang diremukkan, lalu dicetak berbentuk butiran-butiran pil. Hitam. Mirip norit.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Bahwa ada orang yang merasa <i>dikadalin</i> karena penyakitnya tak kunjung sembuh meski sudah minum berbutir-butir pil kadal, ya salah sendiri. Berobat malah ke tukang obat jalanan di terminal.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Tapi kalau ada orang yang mendadak jadi rajin keluar masuk pesantren (dulu konon banyak santri sakit kulit), terminal dan pasar-pasar, menemui para santri, sopir dan pedagang yang sedang kerepotan menata ekonomi super mikronya, bisa dipastikan ia tidak sedang cari tukang obat penjual pil kadal.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Soalnya, ia sangat bugar. Urusan kesehatan, biasanya ia berurusan langsung dengan dokter pribadi. "Saya akan memperjuangankan kesejahteraan, sehingga mereka tidak akan kesulitan lagi bila ada anggota keluarga yang sakit. Begitu pula<span>  </span>untuk biaya pendidikan anak‑anaknya, kalau saya terpilih," begitu kira-kira kata sang tokoh.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Nah, jelas kan? Sekadar jani. Jual kecap. Mungkin malah cuma omong kosong untuk meraih simpati agar para santri, tua kampung, sopir, pedagang, warga kebanyakan, mendukung atau bahkan memilihnya saat ia beli --eh ikut-- Pilkadal.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Benda macam apa pula Pilkadal? </span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:12pt;" align="left"><a href="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/kadal.jpg" title="kadal.jpg"><img src="http://curahbebas.wordpress.com/files/2008/03/kadal.jpg" alt="kadal.jpg" align="left" height="265" width="184" /></a><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Kata orang, pil yang ini sih bukan obat sakit kulit, melainkan --konon-- obat mujarab bagi borok-borok demokrasi. Dengan Pilkadal, konon lagi, rakyat bisa langsung memilih kepala daerah mereka, sebagaimana ketika mereka memilih ketua rukun tetangga, rukun warga, atau kepala desa.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Itu kalau pemilihannya berlangsung jujur, adil, lurus, polos, tanpa tekanan, tanpa politik uang. Dan --sekadar diketahui-- pola pemilihan kepala daerah secara langsung (entah itu bupati, entah itu gubernur) sangat membuka celah yang amat lebar bagi para pebisnis politik dan para politisi yang lebih suka membisniskan politik.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Kita tentu maklum, pemilihan kepala daerah secara langsung memerlukan dana sangat besar, mulai dari ongkos sosialisasi ketentuan, kampanye para calon, biaya penyelenggaraan, upah para penyelenggara, dan lain sebagainya.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Padahal pemerintah tidak cukup makmur untuk menggelontorkan dana tanpa batas bagi terselenggaranya demokrasi ala ketua RT ini pada daerah tingkat dua dan daerah tingkat satu.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Di Jawa Barat, misalnya. Hari-hari ini warga dan --terutama-- para politisi sedang dilanda demam hebat untuk memperebutkan posisi nomor satu di pemerintahan provinsi. Selain itu, dalam waktu dekat beberapa daerah (baik tingkat I maupun tingkat II di seantero tanah air), juga<span>  </span>menggelar pilkadal.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Pemerintah --pusat dan daerah-- tentu saja sudah menyusun anggaran untuk membiayai perhelatan demokrasi ini. Namun sudah bisa dipastikan dana itu tidak akan mencukupi.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Lihat saja, daerah-daerah yang menyelenggarakan Pilkadal. Dari kas anggarannya sendiri, kalau dirata-rata hanya mampu menyiapkan dana Rp 2 milyar. Paling pol, Rp 5 milyar lah. Atau bisa lebih besar lagi, tergantung jumlah calon pemilih.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Nah, di sinilah celah itu terbuka. Orang atau pihak-pihak yang berkepentingan dengan kebijakan-kebijakan yang mungkin diambil oleh kepala daerah terpilih, tentu tak akan menyia-nyiakan celah itu.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Pihak-pihak yang selalu berlindung di balik bisnis "Spanyol" alias separo nyolong, pasti akan mengerahkan segala sumberdaya dan dananya agar kepala daerah terpilih merupakan orang yang tidak akan mengusik bisnis mereka.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Jika kalangan yang menguasai uang ini bisa mengongkosi seorang calon kepala daerah supaya terpilih, tentunya sang kepala daerah terpilih akan memihak mereka. Bagaimanapun, kebijakan mereka nanti tidak akan bisa terlepas dari "balas budi" sang pemodal.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Jika sudah sampai pada tahap demikian, semangat demokratisasi yang terkandung dalam pemilihan langsung kepala daerah ini, tentu akan sekadar jadi bungkus atau topeng yang akan membuat kita "seolah-olah" demokratis. Selebihnya, semata jadi ajang pemuas syahwat politik para petualang yang selalu haus kekuasaan.<br />
</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Itu sebabnya banyak yang sangat khawatir bahwa Pilkadal akan jadi ajang pesta politik sangat berbau duit. Apalagi, meski samar-samar, aroma pesta pora politik uang itu terasa di berbagai pemilihan kepala daerah.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Setidaknya kalangan elite di daerah-daerah mulai menjadikannya sebagai bahan diskusi, spekulasi, bahkan ada yang sengaja <span> </span>mempersiapkan diri untuk jadi tim sukses bagi mereka yang bertarung habis-habisan di bursa pilkadal.</span></p>
<div align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span></span>Sebagai contoh kecil, ada partai yang terang-terangan mematok harga bagi orang atau tokoh yang ingin menjadikan partai itu --tentu yang kedudukannya di parlemen lokal cukup signifikan-- sebagai gerobak politik menuju kekuasaan.</span><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Semua tentu sepakat, pemilihan langsung kepala daerah bisalah dianggap sebagai wujud sejati kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya. Jika berlangsung secara tepat sesuai dengan semangatnya, momentum ini tentu merupakan peningkatan kualitas demokrasi.</span><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"></span></div>
<div align="left"></div>
<div align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;">Setidaknya, keinginan rakyat untuk memilih pemimpin mereka tidak lagi dialirkan melalui "wakil" yang selama ini justru tampak lebih sering <i>ngadalin</i> pihak yang diwakilinya.</span></div>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Apalagi rakyat masa kini di mana pun sudah tidak sudi lagi terus menerus dikibuli. Mereka pasti akan memilih pemimpin yang paling sesuai aspirasinya, dan tidak akan menjatuhkan pilihan pada orang yang cuma berkoar-koar mengobral janji seperti tukang obat yang berbusa-busa jual pil kadal.</span></p>
<div align="left"></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;" align="left"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>Kecuali kalau mereka memang senang dikadali. ***</span></p>
<h6 align="right"><b> </b><span style="letter-spacing:-0.15pt;"><font color="#3366ff"><b><i>Naskah ini telah direvisi ulang setelah disiarkan<font color="#0000ff"> </font></i></b><font color="#0000ff"><b>POS KUPANG</b></font> 29027 <i>dan<b> </b></i><b><font color="#0000ff">BëBAS</font> </b>150205</font></span><span style="letter-spacing:-0.15pt;"><br />
</span></h6>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span style="letter-spacing:-0.15pt;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Usah tertipu bisikan syaitan, syahwat]]></title>
<link>http://budriez.wordpress.com/2008/02/13/usah-tertipu-bisikan-syaitan-syahwat/</link>
<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 18:56:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>alhaddad</dc:creator>
<guid>http://budriez.id.wordpress.com/2008/02/13/usah-tertipu-bisikan-syaitan-syahwat/</guid>
<description><![CDATA[
Bersama Dr Juanda Jaya
juanda@kutpm.edu.my
Orang beriman perlu takut, bimbang jika terpedaya dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<h4>Bersama Dr Juanda Jaya<br />
<a href="http://us.f518.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=juanda@kutpm.edu.my" rel="nofollow" target="_blank">juanda@kutpm.edu.my</a></h4>
<p><b>Orang beriman perlu takut, bimbang jika terpedaya dengan amalan sendiri</b></p>
<p>TIDAK dapat dibayangkan betapa sedihnya jika cinta ditolak, ketaatan dipersoalkan, kesetiaan diragui. Seseorang akan merana dan mungkin boleh menjadi gila apabila kekasih hati tidak menerima ketulusan cintanya.</p>
<p>Bagaimana pula keadaan seorang yang menghadap Allah SWT dengan keyakinan bahawa Allah menerima cinta dan ketaatannya, tetapi rupanya ia ditolak? Dia membawa banyak amalan yang berat timbangannya di akhirat dan ketika tiba masa perhitungan, semua kebaikan itu lenyap tidak berbekas sedikit pun.<br />
Lalu hamba itu menangis sambil menyesali diri: “Wahai Tuhanku, beginikah balasan mempermain-mainkan cinta-Mu. Di mana pahala sembahyangku, puasa dan hajiku, sedekah dan zakatku? Semuanya sirna belaka, adakah aku tertipu oleh amalanku sendiri?”</p>
<p>Perkara yang semestinya ditakuti dan dibimbangi orang beriman ialah jika Allah tidak menerima amal kebaikannya. Hal itu pernah dicetuskan Saidatina Aisyah ketika bertanya mengenai ayat yang bermaksud: “Dan mereka yang mengerjakan perbuatan dengan hati yang takut.” (Surah Al-Mukminun, ayat 60).</p>
<p>Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah mereka yang suka minum khamar atau mencuri?” Sabda Baginda SAW: “Bukan itu wahai puteri Al-Shiddiq, melainkan mereka adalah orang-orang yang berpuasa, solat dan menunaikan zakat tetapi mereka merasa takut jika amal mereka tidak diterima.” (Hadis Riwayat Al-Tirmizi)</p>
<p>Ada beberapa sebab manusia tertipu oleh amalannya sendiri, antaranya:</p>
<p>l Senang melupakan dosa yang dilakukan dan suka menyebut amal kebaikan. Kita susah sungguh untuk mengakui jika kita berdosa kepada Allah, apatah lagi kepada sesama manusia, ayah dan ibu, suami atau isteri, anak dan sesiapa yang berada di sekeliling kita. Biasanya ada banyak alasan untuk menutupi dosa supaya terlihat seolah-olah perbuatan itu bukan suatu dosa.</p>
<p>Ada yang beranggapan wajar dia beralasan bahawa dia tidak ada masa untuk menyembah Allah kerana kekayaannya dan tanggungjawabnya terhadap pekerjaan yang diamanahkan. Tetapi mengapa Nabi Sulaiman yang amat jauh lebih kaya dan tinggi pangkatnya hingga menjadi Pengurus dan Pentadbir seluruh bangsa manusia, jin dan haiwan boleh mendekatkan diri kepada Allah dan ada masa untuk ibadat?</p>
<p>Yang lebih teruk lagi ialah orang sengaja melakukan kejahatan dengan alasan, tak apalah, bukankah Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang? Apakah dia pasti bahawa dirinya layak dikasihani oleh Allah?</p>
<p>Bukankah Allah juga Maha Adil lagi Maha Perkasa membalas segala perbuatan hamba-Nya secara yang setimpal? Jawapan yang senang bagi insan yang bodoh dan tertipu oleh kehendak tipu hawa nafsunya sendiri.</p>
<p>Biasanya, orang yang tidak dapat menghidu kebusukan dosa dan keburukan hatinya tidak merasai kesakitan menelan jarum kejahatan. Ini berpunca daripada diri yang terlalu yakin dengan kehebatan ibadat yang dilakukan.</p>
<p>Dengan beralasan, tak apa, malam tadi sebelas rakaat sembahyang sunat sudah dibuat, maka pagi ini berubah menjadi samseng jalan raya kerana bangun kesiangan dan terlambat pergi ke pejabat. Sepanjang jalan dia disumpah dan dimaki orang ramai kerana sikap membuta tuli ketika memandu.</p>
<p>Padahal Rasulullah SAW sudah berwasiat supaya kita menjaga hak orang lain di jalan raya. Sabda baginda SAW yang bermaksud: “Sesiapa yang berjalan di masjid atau pasar, sedang dia membawa anak panah, hendaklah dia memegang hujung anak panah itu, supaya ia tidak mengganggu seorang Muslim lain kerananya.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Cubalah hidu dosa yang kecil jika kita sudah menjaga diri daripada dosa besar. Bukankah yang besar bermula daripada yang kecil? Saat mengumpat seseorang, kita tidak perasan bahawa umpatan itu boleh menyebabkan kezaliman yang besar atau mungkin penganiayaan terhadap imej diri bahkan jiwa orang diumpat. Telah banyak pertumpahan darah berlaku berpunca daripada umpatan dan fitnah lidah yang dilakukan segelintir manusia di tepi jalan atau di kedai kopi, hinggalah kini merebak di alam siber.</p>
<p>Meremehkan dosa kecil ini juga boleh merosakkan kebahagiaan sebuah keluarga hingga masyarakat dan negara boleh punah kerananya. Disebabkan suami yang kasar dan kedekut, isteri pula kurang bersyukur dan akhirnya memberontak, mengakibatkan perkembangan emosi anak terganggu, dan natijahnya keluarga berpecah belah. Anak terabai dan rosak oleh pergaulan di luar rumah.</p>
<p>Perumpamaan dosa kecil itu bagaikan kayu api yang bertimbun, akhirnya ia membakar diri. Seorang alim pernah berkata: “Sesungguhnya dosa-dosaku meninggalkan bekas negatif kepada binatang tungganganku dan ahli keluargaku.”</p>
<p>l Yang paling menakutkan bagi orang mukmin selain dosanya ialah berbangga dengan amal kebaikan hingga menimbulkan perasaan riak. Sungguh ramai tertipu kerana penyakit riak yang menyusup masuk ke dalam hati.</p>
<p>Tanda riak menurut al-Imam al-Nawawi ialah kamu melakukan amal soleh kerana manusia dan tanda ujub ialah kamu meninggalkan amal kerana manusia, sedangkan ikhlas itu ialah jangan kamu melakukan kedua-duanya.</p>
<p>Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahawa manusia yang akan dihumbankan ke dalam neraka adalah tiga jenis yang melakukan amal soleh iaitu: “Seorang alim, seorang yang suka bersedekah dan orang yang mati syahid ketika berperang.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Punca amal mereka ditolak dan mereka masuk neraka ialah kerana angkara penyakit riak yang menghapuskan segala kebaikan dalam kitab catatan amalan mereka. Disebabkan ada maksud lain selain keredaan Allah, apa yang diusahakan untuk ibadat akan berakhir dengan penolakan.</p>
<p>Kemudian, sebab tertipu manusia ialah memandang kepada orang yang di atas dalam hal dunia dan memandang kepada orang yang di bawah dalam hal akhirat. Menjadi suatu keseronokan bagi dirinya apabila boleh mengatasi orang lain dalam hal keduniaan tetapi untuk akhirat dia pula berbangga dengan amalan yang sedikit kerana duduk bersama orang lebih teruk imannya berbanding dirinya.</p>
<p>Amalannya bergantung kepada keadaan sekeliling. Jika teman duduknya penipu yang tamakkan harta orang dia pula terikut-ikut mahu cepat kaya dengan jalan yang haram. Dalam hal akhirat pula banyak alasan diberi untuk menjimatkan amal. Tengok kawan tak solat rasa bangga sebab diri sudah melakukan solat, tetapi lupa sudahkah dia mencapai tingkat khusyuk yang sempurna? Dia sama sekali tidak mempertingkatkan ilmu solatnya kerana berasa diri lebih baik daripada kawannya itu.</p>
<p>Dalam hal dunia, kita boleh menemukan beberapa sifat orang kaya. Ada yang dalam kategori orang kaya baru, mungkin belum mampu bersabar menerima ujian hartanya sehingga ada sisa ujub dan takbur yang melekat pada peribadinya. Entahlah sampai bila orang ini boleh dimasukkan dalam kumpulan orang kaya lama yang lebih matang dan boleh mengawal nafsunya untuk bermegah.</p>
<p>Hakikatnya tidak salah apabila semangat untuk menjadi kaya raya itu berkobar-kobar dalam hati, bukankah Othman bin ‘Affan menyerahkan beratus unta dengan muatannya sekali yang berupa makanan asasi kepada rakyat miskin ketika berlaku musim kemarau di Madinah. Dunia itu syurga bagi orang mukmin jika diperoleh dengan iman dan dibelanjakan dengan takwa.</p>
<p>Kaya atau miskin, yang paling mustahak adalah jangan pernah tertipu oleh syahwat dan syaitan kerana kesilapan lalu adalah pengajaran berharga untuk tidak diulangi kembali. Tetaplah teguh dan istiqamah pada jalan-Nya serta sentiasa waspada terhadap amal soleh yang dikerjakan.</p>
<p><b>Penulis ialah pendakwah dari Sarawak dan boleh dihubungi melalui juanda@kutpm.edu.my</b></div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
