<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sosial-kritics &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/sosial-kritics/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sosial-kritics"</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 17:58:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Lowongan kerja PT. Tipu-Tipu]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=155</link>
<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 01:58:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2008/06/05/lowongan-kerja-pt-tipu-tipu/</guid>
<description><![CDATA[Percaya gak, nyari kerja itu sama aja kayak nyari jodoh&#8230; Susah-susah gampang dan cocok-cocokan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Percaya gak, nyari kerja itu sama aja kayak nyari jodoh... Susah-susah gampang dan cocok-cocokan.... pengalaman beberapa temen gue membuktikan, gaji gede gak menjamin seseorang bakal cocok sama kerjaannya. Gitu juga orang yang bergaji kecil pasti berharap bisa pindah ke tempat yang bergaji besar ...<span style="color:#800000;">*ya iyalah*<br />
</span></em></p>
<p>Ironisnya, ada aja perusahaan-perusahaan <span style="text-decoration:line-through;">bajingan</span> scumbag <span style="color:#800000;">*biar lebih alus dikit*</span> yang masih sempat-sempatnya memanfaatkan orang-orang yang polos <span style="color:#800000;">*baca : fresh graduated people*</span> buat dijadiin objek penipuan. Ya, gue sendiri berkaca pada pengalaman seorang temen gue, Tarso <span style="color:#800000;">*bukan nama samaran tapi nama sebenarnya*</span> :)) yang udah pernah kerja di sebuah perusahaan <span style="text-decoration:line-through;">bajingan</span> scumbag yang digaji harian cuma Rp. 50.000 (dibawah UMR). Dan, kira-kira seminggu yang lalu gue kebetulan dapet undangan dari perusahaan scumbag itu buat ikutan interview, dan pastinya akan gue share disini biar korbannya gak bertambah banyak lagi.</p>
<p><a href="http://d3pe.files.wordpress.com/2008/06/scam.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-161" src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/06/scam.jpg?w=90" alt="" width="90" height="96" /></a></p>
<p>Ceritanya berawal dari si agen brengsek ini nelpon ke telpon rumah sekitar setengah 9 malem <span style="color:#800000;">*baca : Jam setengah 9 Malem !!!*</span>, kebetulan waktu itu gue udah tidur dan diangkat sama nyokap gue. dengan terpaksa gue ngangkat deh ...</p>
<p>Gue (G) : <em>"Hualowwww ...." </em></p>
<p>Agen Perusahaan Scumbag (APeS) : <em>"Halow malam dengan Pak Donny ?"</em></p>
<p>G : <em>"Ya Saya"</em></p>
<p>APeS : <em>"Saya mau memberitahukan kalau besok pagi jam 9 ada interview pekerjaan di perusahaan kami pak di IDX"</em></p>
<p>G : "Ooh, dimana mas lokasinya ?"</p>
<p>APeS : <em>"Di Gedung IDX Lantai 29, Menara 2. JALAN JENDERAL SOEDIRMAN KAV. 52-53 <span style="color:#800000;">*dengan penekanan di Jl. Sudirman biar dikira perusahaan keren*</span>"</em></p>
<p>G : <span style="color:#800000;">*Ga interest mode = ON*</span> <em>"Kalo gitu, ini perusahaan bergerak di bidang apa ya ?"</em></p>
<p>APeS : <em>"Perusahaan kita bergerak di managemen keuangan pak" </em><span style="color:#800000;">*Percaya Diri tinggi mode=ON*</span><em><br />
</em></p>
<p>G : <span style="color:#800000;">*mulai curiga*</span> <em>"Perasaan saya ga pernah ngelamar di perusahaan ini deh"</em></p>
<p>APeS : <em>"Wah, saya gak tau pak .... saya hanya disuruh menghubungi bapak. Lagian kalo bapak gak ngedaftar koq datanya ada disini"</em></p>
<p>G : <span style="color:#800000;">*DalamHati : Dasar tukang tepu, gue kerjain ah*</span> <em>"Emang posisi yang ditawarkan apa aja ya pak ?"</em></p>
<p>APeS : <span style="color:#800000;">*menanggapi dengan bodoh*</span> <em>"Ooh banyak pak, di back office"</em></p>
<p>G : <em>"Iya, saya tau ... posisi spesifiknya apa ya ?"</em></p>
<p>APeS : <em>"Macem-macem, ada IT, marketing ... besok bapak dateng aja trus nego aja sama yang interview"</em></p>
<p>G : <span style="color:#800000;">*Makin gatel buat ngerjain mode = ON*</span> <em>"Ok deh, besok saya ketemu sama siapa ?"</em></p>
<p>APeS : <em>"Besok bapak ketemu dengan <strong>Pak Mansyur</strong> dan bawa CV terbaru, ya siapa tahu aja udah ada update terbaru di CV-nya <span style="color:#800000;">*kalo ngakunya udah punya data pelamar, koq malah disuruh bawa CV... aneh...*</span> Oh ya, kalau ada yang mau ditanyakan hubungi aja pak mansyur di 08567xxxxxx"</em></p>
<p>G : <em>"Iya pak."</em> <span style="color:#800000;">*Udah males dan gak niat*</span></p>
<p>APeS : <em>"Ya sudah pak, besok ditunggu kedatangannya ya. Selamat ma ......"</em></p>
<p>G : <span style="color:#800000;">*langsung nutup telpon*</span></p>
<p>Ok, besok paginya gue langsung googling buat nyari informasi tentang perusahaan scumbag itu. Dan setelah dilihat-lihat, ternyata ada satu perusahaan yang alamatnya cocok dengan yang dideskripsikan si APeS ini. Namanya <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&#38;q=PT.+MIF&#38;btnG=Telusuri&#38;meta=">PT. MIF</a>, deskripsinya adalah perusahaan pialang saham berjangka. Selain perusahaan PT. MIF ini, ada beberapa perusahaan lain, salah duanya adalah <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&#38;q=PT.+GFB&#38;btnG=Telusuri&#38;meta=">PT. GFB,</a> <span style="color:#800000;">*yang pernah diadukan di surat pembaca koran kompas* </span>dan PT. DIB. Nah, ternyata gue gak sendiri. beberapa temen gue juga ternyata mengalami hal yang sama <span style="color:#800000;">*ditelepon oleh perusahaan yang sama*</span> cuma dijanjiin buat ditest di somerset.</p>
<p>Setelah diskusi panjang di telepon sama temen gue, kita sepakat kalo sepertinya <span style="color:#000080;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>perusahaan-perusahaan ini ngedapetin data calon pegawainya dari database web bursa kerja di Internet</strong></span></span>. Memang belom ada bukti mengenai hal ini, tapi <em>berdasar-fakta-kalo-kita-gak-pernah-ngelamar-kesana-dan-cuma-ngelamar-lewat-web-bursa-kerja</em>, kita makin yakin sama hal ini .....</p>
<p>So, buat teman-temanku yang lagi nyari kerja ..... <strong>WASPADALAH !!! WASPADALAH !!!</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berpikir sebelum bertindak ....]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=122</link>
<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 14:42:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2008/04/09/berpikir-sebelum-bertindak/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari ini, sepertinya saya terganggu dengan kabar yang santer beredar di Internet mengenai U]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Beberapa hari ini, sepertinya saya terganggu dengan kabar yang santer beredar di Internet mengenai UU ITE yang konon akan membatasi sebagian blogger dalam mencurahkan isi hati dan pikirannya, ditambah lagi kabar mengenai salah satu pakar pengamat IT kita, Oom Roy Suryo yang dihujat oleh banyak masyarakat dunia maya karena menyamakan hacker dan blogger, plus pemutaran Film Fitna yang kontroversial. Phiuhhh ...</em></p>
<p><strong>UU ITE</strong></p>
<p>Awalnya, saya meyambut baik dengan kehadiran UU ITE ini, karena diharapkan bisa menekan kejahatan cyber yang terjadi di Indonesia, selain itu dengan UU ITE ini, saya [dan banyak pengguna internet lainnya] bisa merasa aman untuk menggunakan internet, baik itu untuk transaksi online, chatting (aman dari eavesdropping), FTP (aman dari packet sniffing), dll. Karena semua sudah diatur oleh UU, sehingga kalau ada pelanggaran bisa diproses secara hukum. :)</p>
<p>Tapi ternyata saya keliru. Peng-implementasi-annya di lapangan belum siap sepenuhnya, dan UU-nya sendiri lebih banyak mengandung mis-interpretasi <span style="color:#993300;">*kalau nggak mau dibilang salah interpretasi*</span> oleh banyak orang. Salah satu pasal yang ramai diributkan oleh para masyarakat internet adalah pasal 27. yang isinya seperti ini ....</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Pasal 27</strong><br />
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau<br />
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan<br />
yang melanggar kesusilaan.<br />
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau<br />
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan<br />
perjudian.<br />
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau<br />
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan<br />
penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.<br />
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau<br />
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan<br />
pemerasan dan/atau pengancaman.</em></p>
<p>Masalahnya sekarang, interpretasi dari pasal tersebut bagi tiap orang tidak sama, ditambah lagi bahasa pasalnya yang <span style="color:#993300;"><em>"blur"</em></span>. Misalnya aja, pasal 27 ayat 4 : yang dimaksud muatan pemerasan &#38; pengancaman itu seperti apa ??? Apakah imel dengan isi <em><span style="color:#993300;">"sebarkan email ini atau anda akan sial selama 7 tahun"</span></em> termasuk ancaman ???? .... :)) Mungkin sebaiknya kita tunggu peraturan penjelas dari UU ITE tersebut.</p>
<p>Tapi, mari kita ambil sisi positifnya saja : disini kita semua dituntut untuk memfilter semua informasi yang akan kita sebarkan, baik itu email, blog, forum, dll. terkait dengan sopan-santun dan etika dalam ber-internet, sehingga tidak menyusahkan orang lain, dan membuat semua orang menjadi nyaman dan tidak terasa terganggu.</p>
<p><strong>Oom Roy Suryo : Nasibmu kini...<br />
</strong></p>
<p>Duh, kalau merunut sepak terjang si Oom ini memang <span style="text-decoration:line-through;">sensisauna</span> <span style="color:#993300;">*eh maksudnya sensasional*</span>. Memecahkan berbagai kasus dengan bantuan teknologi. Tapi sayangnya dalam beberapa hal, oom roy kurang dalam waktu menganalisa sesuatu. Akibatnya bisa ditebak : salah kaprah.</p>
<p>Buktinya adalah salah satu pernyataannya yang terkenal adalah tentang <em>"<strong>...metadata suatu photo tidak bisa dirubah..."</strong></em> hmmm, setelah bergabung dengan komunitas digital photography, ternyata metadata juga bisa dirubah koq, dengan bantuan software seperti <a href="http://www.opanda.com/en/pe/">opanda PowerEXIF editor</a>. <span style="color:#993300;">*tuh anda salah kan oom roy :p *</span></p>
<p>Pernyataan lain yang terkenal adalah <strong><em>"...BTS menyimpan informasi pelanggan..."</em></strong> dari konsep dasar saja disini oom roy udah salah, karena yang menyimpan informasi pelanggan dalam sistem telekomunikasi seluler adalah HLR. Butuh bukti ??? silahkan cek <a href="http://www.elektroindonesia.com/elektro/no5b.html">disini</a>.</p>
<p>Saya dan banyak teman-teman lain sepakat bahwa kesulitan bagi orang teknikal adalah menyampaikan hal-hal teknis pada masyarakat awam. Dan disinilah kehebatan oom roy, karena dengan bahasanya yang komunikatif, dia bisa menyampaikan hal-hal rumit pada masyarakat awam dengan mudah. <span style="color:#993300;">*hmmm, mendingan kita tiru cara penyampaiannya untuk mencerdaskan bangsa :) *</span>. Tapi di sisi lain, itulah kekurangan dari oom roy. Dia kurang memiliki pemahaman dan konsep yang cukup dalam untuk hal yang sedang dibahasnya. Akibatnya : Salah kaprah.</p>
<p><strong>Pemblokiran Site yang memiliki content Film Fitna</strong></p>
<p>Entah siapa yang mengusulkan, tapi rupanya <span style="text-decoration:underline;">menkominfo terlihat sangat tidak menguasai bidangnya untuk masalah yang ditanganinya</span>.... :( karena jutaan pengguna internet Indonesia sudah menjadi korban dari pemblokiran site yang memiliki konten film fitna .... diantaranya adalah Youtube  <span style="color:#993300;">*situs kesayangan kita semua*</span>, multiply, myspace, rapidshare, dll.</p>
<p>Padahal kalau pemerintah <strong><span style="color:#993300;">[baca : depkominfo]</span></strong> mau berpikir jernih dan panjang, pemerintah bisa memilih alternatif solusi berikut :</p>
<p>1. Blokir url hanya dilakukan pada url yang secara spesifik berisi film Fitna itu, kalau memang jumlahnya ada ribuan ya memang jumlah itulah yang harus diblok ... depkominfo harusnya bisa mereferensikan hal itu pada ISP-ISP / Penyedia gateway internet indonesia untuk mempermudah kerja mereka.... <span style="color:#993300;">*kan ada mr. google pakmenteri, bisa dipake buat nyari link-nya khan ???*</span></p>
<p>2. Khusus untuk kasus pemblokiran youtube, akan lebih efektif bila dibuat kampanye untuk mem-flag kehadiran film Fitna di Youtube [tentu sebelumnya dengan sosialisasi url tersebut di media cetak / elektronik terkait video tersebut]. Cara tersebut lebih efektif karena jumlah user youtube yang berasal dari indonesia ada ribuan ... :) Dengan cara pemberian flag, video tersebut makin cepat di-remove oleh admin youtube, dan <span style="text-decoration:underline;">bukannya dengan cara pengiriman <span style="color:#993300;">"teguran tertulis"</span></span> pada youtube .... <span style="color:#993300;">*emang siapa elo ???*</span></p>
<p>Andaikan saja depkominfo bisa mencari win-win solution, maka tidak ada yang perlu dikorbankan [baca : pengguna internet indonesia].</p>
<p>Ps.</p>
<p>Oh ya, buat yang belom dapat copy UU ITE, bisa didonlot <a href="http://w16.easy-share.com/1699958175.html">disini</a>.</p>
<p>Makasih buat mas <a href="http://tohamustofa.blogspot.com/">toha mustafa</a> atas link-nya. :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KRL Gratis ...]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=121</link>
<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 13:31:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2008/04/06/krl-gratis/</guid>
<description><![CDATA[Hai readers, maaf baru sempet posting entry baru di blog&#8230;. This week is really rough for me  k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hai readers, maaf baru sempet posting entry baru di blog.... This week is really rough for me :( kerjaan di kantor yang menggunung, PC yang sempet "ngadat" (baca : kipas fan mati dan bikin processor kepanasan), plus laptop yang udah minta ganti baru (baca : chasisnya patah enggak tau kenapa).... hiks ....</em></p>
<p>But eniwei, so many stories to be told for this week ... salah satunya ini ....</p>
<p>Jadi ceritanya hari rabu itu gue berangkat seperti biasa, jam 6.40 dari rumah ke stasiun. <span style="text-decoration:line-through;">Ternyata ada kucing item lewat di depat gue</span> <span style="color:#993300;">*halah*</span>, ternyata pas sampe stasiun gue baru sadar kalo ternyata <strong>DOMPET GUE KETINGGALAN !!!</strong>.... terpaksalah pulang lagi ke rumah buat ngambil dompet.</p>
<p>Sesampainya di stasiun lagi, rupanya kereta ciujung udah standby di stasiun <span style="color:#993300;">*khusus nungguin gue sih*</span> :) dan langsung aja gue naek (dan bukannya beli tiket dulu) dengan asumsi kalo si kondektur bakal ngasih karcis suplisi. Perjalanan pun terus melalui berbagai stasiun : Sudimara, Pondok Ranji, Kebayoran, Palmerah, dan  akhirnya <strong>TANAH ABANG</strong> <span style="color:#993300;">*glek*</span>; rupanya si kondektur hari ini ga ngecekin karcis penumpangnya ....</p>
<p>Sekarang saatnya <em>"meloloskan"</em> diri dari cegatan petugas peron stasiun yang suka mintain tiket bekas.....</p>
<p>cek kantong-kantong di tas, ga nemu tiket bekas ....</p>
<p>cek kantong celana &#38; baju, lebih ga nemu lagi tiket bekasnya, yang ada malah nemu duit 200 perak ... <span style="color:#993300;">*ga mungkin nyogok petugas peron pake 200 perak*</span></p>
<p>cek kantong jaket, ahhhh ternyata hari itu gue ga pake jaket ....</p>
<p>akhirnya seperti biasa, gue menyeliap <span style="color:#993300;">*bahasa ngawur mode = ON*</span> di antara kerumunan penumpang, dan begitu sampe di depan peron, gue mempraktekkan jurus ala <span style="text-decoration:line-through;">Deddy Dhukun </span><span style="color:#993300;">*halah*</span>, Dedy Corbuzier maksudnya .... dengan gerakan ala ilusionis (gak akan dijelaskan lebih lanjut, karena kuatir makin bikin pendapatan PT. KAI akan makin melorot) di peron yang membuat gue lolos .... :))</p>
<p>Ajaib ternyata, walaupun kadang suka ngerasa miris .... karena kereta api yang notabene adalah angkutan massal termurah dan tercepat <span style="color:#993300;">*kalo ga mati listrik*</span> tapi masih banyak kemungkinan untuk dapet yang <em>"gratisan"</em> ....</p>
<p>hmmm, sebenernya solusi ticketing electronic yang dulu pernah disosialisasikan cukup efektif buat mengurangi fraud, tapi pertanyaannya sekarang .... kapan kira-kira bisa diterapkan ??? lha wong mesin ticketing yang pernah dipasang aja udah pada rusak ..... :(</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sipenmaru, UMPTN, SPMB, trus ????]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 14:01:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2008/03/11/sipenmaru-umptn-spmb-trus/</guid>
<description><![CDATA[Setiap kali ke Bandung, saya pasti menyempatkan diri untuk lewat ke depan kampus ITB. Bukan apa-apa,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><i>Setiap kali ke Bandung, saya pasti menyempatkan diri untuk lewat ke depan kampus ITB. Bukan apa-apa, tapi memang suasana dan viewnya yang memang menarik-selain memang kenyataan bahwa kuliah di ITB adalah cita-cita saya dari dulu yang blom tercapai sampai sekarang.</i></p>
<p>Tapi ada yang membuat miris hati saya hari ini begitu membaca koran pagi ... 41 PTN (atau apapun itu) akan mundur dari SPMB tahun ini. Salah satu universitas yang tidak mundur dari SPMB adalah UI. Dan dari 41 PTN yang mundur dari SPMB itu, semuanya ternyata mengadakan seleksi sendiri ... hanya karena 41 PTN tersebut menganggap pengelolaan dana PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang kurang adil dan kurang transparan <i><font color="#993300">what a pity ...</font></i></p>
<p><b>The Big Question is ....</b></p>
<p>Trus kalau makin banyak PTN yang mengadakan seleksi sendiri, apakah itu berarti makin banyak juga orang-orang yang bakal sulit kuliah hanya karena mereka kurang mampu untuk bayar uang sumbangan ??? Trus janji pemerintah untuk pemerataan pendidikan demi mencerdaskan bangsa mana ???</p>
<p>Memang sih sejak kira-kira tahun 2003, pemerintah mulai mengurangi subsidi pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Saat itu, penerimaan jalur khusus merupakan win-win solution yang ditawarkan oleh PTN untuk mengakomodasi biaya operasional (baca : subsidi silang ke mahasiswa kurang mampu tapi lolos SPMB, atau diterima lewat jalur PMDK). Tapi, sekarang semuanya seperti berubah 180°. Dengan kondisi 41 PTN yang keluar dari SPMB, berarti mereka ga ada bedanya sama PTS (tolong koreksi saya kalau salah) baca : uang sumbangan yang tidak murah seperti jaman saya dulu, biaya kuliah yang makin mahal, dan hal-hal lainnya yang semakin memberatkan.</p>
<p>Sebenarnya dengan keluar dari SPMB tidak akan menyelesaikan akar permasalahan. kenapa ? karena apabila tujuan akhirnya adalah untuk menjaring anak-anak pintar dengan kondisi ekonomi yang "mampu", itu tidak benar. Karena menurut saya, orang tua akan lebih memilih untuk menyekolahkan anaknya di luar negeri, atau di PTS dengan spesialisasi tertentu (misal : binus dengan IT-nya, SGU dengan mekatronika-nya, dan Usakti dengan FK-nya). Belum lagi dengan <font color="#993300">*maaf*</font> gaya hidup beberapa mahasiswa yang cenderung berlebihan<i>-kalo nggak mau dibilang hedon</i>. FYI pada tahun 2002 ketika saya berkunjung ke kampus ITB, di sepanjang jalan di seputaran ITB, jumlah mobil yang diparkir tidak sebanyak sekarang. Padahal kalau dipikir, paling jauh mereka kost di daerah dago atas, trus buat apa pake mobil kalo bukan buat gaya ??? alasan kemudahan transportasi ??? di bandung banyak angkot koq ....</p>
<p>Selanjutnya, saya sebetulnya mulai kuatir dengan riset-riset kampus, karena seperti kita ketahui bahwa PTN terkenal dengan riset-risetnya, yang tidak jarang dipublikasikan dalam lomba penelitian di dunia. Semoga kegiatan-kegiatan riset tersebut tidak berkurang frekuensinya dengan alasan dana atau tidak ada mahasiswa lagi yang tertarik ... Dan semoga saja kualitas lulusan dari PTN-PTN tersebut masih bisa dipertanggungjawabkan seperti jaman ayah saya dulu ....</p>
<p>Seharusnya pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk mensubsidi PTN, bukan dihamburkan untuk membiayai keperluan anggota dewan, biaya pemilu, apalagi membayar ganti rugi Lapindo yang makin hari makin tidak jelas juntrungannya .... Rasanya negara ini terlalu sibuk mengurusi politik, dan itu sudah tidak masuk akal lagi Karena bagaimanapun juga <u><b>pendidikan adalah hal utama yang menjadi modal bagi generasi penerus untuk membangun negaranya...</b></u></p>
<p>Oh ya, ini tambahan info PTN yang keluar dari SPMB ....</p>
<p>01. Universitas Airlangga Surabaya<br />
02. Instititut Teknologi Sepuluh Naopember Surabaya<br />
03. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta<br />
04. Universitas Negeri Yogyakarta<br />
05. Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta<br />
06. Institut Pertanian Bogor<br />
07. Universitas Negeri Surabata<br />
08. Universitas Brawijaya<br />
09. Universitas Malang<br />
10. Universitas Negeri Jember<br />
11. Universitas Trunojoyo<br />
12. Universitas Islam Negeri Malang<br />
13. Universitas Diponegoro<br />
14. Universitas Mulawarman Samarinda (Kaltim)<br />
15. Universitas Riau<br />
16. Universitas Udayana<br />
17. Universitas Khairun Ternate (Maluku Utara)<br />
18. Universitas Mataram (NTB)<br />
19. Universitas Hasanuddin Makassar (Sulsel)<br />
20. Universitas Sam Ratulangi Manado (Sulut)<br />
21. Universitas Haluolelo  Kendari (Sultra)<br />
22. Universitas Sriwijaya Palembang (Sumsel)<br />
23. Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (Jateng)<br />
24. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (Kalsel)<br />
25 Universitas Negeri Malang<br />
26. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati<br />
27. Universitas Bengkulu<br />
28. Universitas Padjadjaran Bandung<br />
29. Universitas Negeri Semarang<br />
30. Universitas Maliku Saleh (NAD)<br />
31. Universitas Nusa Cendana Kupang (NTT)</p>
<p>32. Universitas Andalas Padang<br />
33. Institut Teknologi Bandung (ITB )<br />
34. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga  Yogyakarta<br />
35. Universitas Tadulako Palu (Sulteng)<br />
36. Universitas Pattimura Ambon (Maluku)<br />
37. Universitas Palangkaraya (Kalteng)<br />
38. Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja (Bali)<br />
39. Universitas Cendrawasih Jayapura (Papua)<br />
40. Universitas Negeri Gorontalo<br />
41. IAIN Sunan Ampel Surabaya</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Autis tingkat kronis]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 15:52:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2008/02/20/autis-tingkat-kronis/</guid>
<description><![CDATA[Berdasarkan informasi yang gue kutip dari wikipedia, autis adalah ketidaknormalan perkembangan neuro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><i>Berdasarkan informasi yang gue kutip dari <a href="http://id.wikipedia.org">wikipedia</a>, <a href="http://http://id.wikipedia.org/wiki/Autisme">autis</a> adalah ketidaknormalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap.</i></p>
<p>Tapi dalam tulisan ini, disepakati bahwa autis disini berarti sibuk dengan dunianya sendiri. Kalau dalam pribahasa klasik bisa diartikan <a href="http://id.wikiquote.org/wiki/Bagai_katak_dalam_tempurung">"Bagai katak dalam tempurung"</a>. Gue sendiri punya pengalaman tersendiri tentang hal ini.... Jadi ceritanya ada dua orang temen gue yang mengalami autis tingkat kronis ini, dan kebetulan mereka berbeda jenis kelamin, so gue berniat untuk menjodohkan mereka berdua .... hehehehe <font color="#993300"><i>*pak comlang mode = ON*</i></font> <i>(mak itu kalo cewe)</i></p>
<p><b>Autis karena Gadget</b></p>
<p><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/grin829l.jpg" title="grin829l.jpg"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/grin829l.thumbnail.jpg" alt="grin829l.jpg" align="right" /></a>Kalo lo berpikir seseorang itu aneh karena sifatnya, well loe salah besar .... Seseorang juga bisa jadi aneh <i><font color="#993300">*baca = freak</font>*</i> karena gadgetnya. Bukan karena dia bisa atau sering makan gadget, tapi karena gadget itu yang ngejauhin dia dari dunia nyata.  Well gue punya contoh kasus : Ceritanya si X (let's call him with initial to protect his pride) ini baru beli <a href="http://www.apple.com/itunes/">iPod</a>. Entah mengapa dalam 24 jam iPod itu selalu menemani kehidupannya : jalan-jalan, kuliah, nonton TV (nonton TV sambil dengerin iPod = GET A LIFE!!!), sampe tidur. Untungnya aja ga ikutan dibawa mandi, karena iPodnya bisa korslet <i><font color="#993300">*dan hal ini akan disukuri oleh semua teman dekatnya si X*</font>.</i></p>
<p>Tapi sayangnya iPod barunya ini malah makin menjauhkan X dari kehidupan nyatanya. Dia terlalu asik sampe-sampe ngerasa kalo disekitarnya dia udah ga ada kehidupan. Dalam satu kasus, dia pernah dengerin iPod sambil teriak-teriak [Jam 11 Malem]. Merasa menganggu banyak orang (karena dia nge-kost), maka salah satu temennya berinisiatif memutar mp3 ayat kursi dengan volume poll. Untungnya si X sadar dan nanya <i>"barusan siapa yang ngaji ???"</i>.</p>
<p><b>Autis karena Terlalu lama di Comfort Zone</b></p>
<p><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/cgo0190l.jpg" title="cgo0190l.jpg"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/cgo0190l.thumbnail.jpg" alt="cgo0190l.jpg" align="left" /></a>Terlalu lama berada di satu comfort zone bisa membuat seseorang jadi lupa diri.... tapi efek jangka panjangnya yang parah adalah bisa bikin seseorang jadi autis : <u>Karena ngerasa dunia adalah miliknya sendiri, semua bisa <strike>diatur </strike>"semau gue", semua bisa "gue beli", dan yang parah "gue yang paling bener"</u> ....</p>
<p>Taruhlah seseorang berinisial Y (at least we should call her with initial because Y is ussually opposite with X in mathematics) :) , dia adalah salah satu anak orang perlente <font color="#993300"><i>*halah*</i></font> a.k.a. tajir melintir mirip kue untir-untir. Rumah di komplek elite, Mobil paling keren, Baju Branded, HP keluaran terbaru [bahkan kalo bisa sebelum hp-nya dibikin dia harus punya] <font color="#993300"><i>*gimana cerita ???*</i></font>, Gaya hidup kelas wahid <font color="#993300"><i>*bahasa tingkat tinggi mode = ON*</i></font>, sampe makan yg leker <i>*<font color="#993300">ga bisa nulisnya*</font></i> selalu ...</p>
<p>Ok, akhir-akhir ini gue [sering] bermasalah sama dia, mulai dari hal-hal gede seperti prinsip hidup, lifestyle, hobby, selera musik, sampe hal paling sepele : SMS.  Setelah dipikir-pikir, semuanya itu berawal dari cara hidup kita yang berbeda. Suatu hari dia sok ngatur hobby gue dan di hari yang lain dia bisa ngatur gue harus ngapain. FYI bokap-nyokap gue aja ga pernah ngatur segitunya ...</p>
<p>Oke, gue ga pernah ambil pusing sama itu semua sih .... Karena sebenernya niat baik gue cuma pengen nyomblangin si X dan si Y ini. Siapa tahu cocok ?! hehehehe ... :)</p>
<p>Ps. Udah dua orang temen gue yang menyatakan hal yang sama : <a href="http://scralatchtica.blogspot.com/">Jeki</a> &#38; Alma</p>
<p>pictures taken from <a href="http://www.cartoonstock.com/directory/a/anti-social_behaviour.asp">here</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mari lupakan [cuti bersama]]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=85</link>
<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 15:05:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2008/02/10/mari-lupakan-cuti-bersama/</guid>
<description><![CDATA[Apa hal yang paling menyebalkan minggu ini ???
Yups, cuti bersama secara tiba-tiba dibatalkan oleh p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><i>Apa hal yang paling menyebalkan minggu ini ???</i></p>
<p><i>Yups, cuti bersama secara tiba-tiba dibatalkan oleh pemerintah. Yang akhirnya cuma bikin jumlah pembolos-pembolos bertambah banyak. Aduuh, pemerintah sekarang koq jadi mencla-mencle gak jelas sih .... menterinya pada kebanyakan makan bola bekel kali ya, jadinya tiap kali ngambil keputusan jadi mentul-mentul gak jelas kayak bola bekel .... weks.</i></p>
<p><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/visit-indonesia-year-2008.gif" title="Visit Indonesian Year 2008"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/visit-indonesia-year-2008.gif" title="Visit Indonesian Year 2008"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/visit-indonesia-year-2008.thumbnail.gif" alt="Visit Indonesian Year 2008" height="137" width="231" /></a></div>
<p>Yang gue bingung, tujuan awal dari cuti bersama adalah untuk mendukung pariwisata dalam negeri pasca Bom Bali. Dan ... mungkin semua udah pada tau, kalo di tahun 2008 ini departemen urusan budaya-atau apalah namanya itu mencanangkan Visit Indonesian Year 2008, yang kalo diartikan ke bahasa asiknya : Mari berlibur di tahun 2008. Sedangkan apa yang terjadi, pemerintah membatalkan kebijaksanaan cuti bersama .... So, what an irony rite ???</p>
<p>Trus sebenarnya keputusan pemerintah akan cuti bersama ini lebih banyak untungnya atau ruginya, mari kita bahas bersama ...</p>
<p>1. Cuti bersama secara tidak langsung akan mengurangi jatah cuti karyawan selama 14 hari setahun .</p>
<p>2. Kalau cuti bersama dijadikan pembenaran karena seringnya pegawai negeri meng-extend masa liburannya [terutama setelah hari raya Idul Fitri], rasanya nggak fair karena meskipun cuti bersama sudah diberikan tapi tetep aja masih banyak pegawai  yang mangkir.</p>
<p>3. Menurut pengalaman saya, cuti bersama biasanya hanya akan menambah macet jalan-jalan yang bisa dikatakan sebagai "rute liburan" [misal : puncak, bandung]</p>
<p>4. Harga tiket (pesawat), biasanya akan melonjak di hari-hari yang dikategorikan sebagai cuti bersama. Karena hari-hari tersebut biasanya dikategorikan sebagai "peak season". Jadi, bila sebelumnya peak season hanya dikenal pada saat Hari Raya Idul Fitri, liburan anak sekolah di pertengahan tahun, dan saat Natal-Tahun Baru, sekarang trendnya berubah menjadi <u><b>Setiap Cuti Bersama</b></u>.</p>
<p>Tapi dibatalkannya cuti bersama sepertinya gak ngepek buat gue ... secara acara bakar-bakaran (barbeque) yang udah direncanakan dari jauh-jauh hari akhirnya kandas juga oleh si penyelenggara dengan alasan gak jelas ... but eniwei, gue cukup menikmati libur selama 2 hari kemaren koq ... masih bisa jalan ke beberapa tempat dan ngoprek sarana penunjang jalan-jalan gue .... :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New Year's 2008 festive]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/2008/01/08/new-years-2008-festive/</link>
<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 14:18:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2008/01/08/new-years-2008-festive/</guid>
<description><![CDATA[
Untuk yang kemaren merayakan tahun baru 2008 di Jakarta dan sekitarnya, pastinya keriaan kemaren se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/01/dscn4293.jpg" title="Lautan manusia di sekitar Monas"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/01/dscn4293.thumbnail.jpg" alt="Lautan manusia di sekitar Monas" /></a><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/01/dscn4261.jpg" title="Pesta kembang api di Monas"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/01/dscn4261.thumbnail.jpg" alt="Pesta kembang api di Monas" /></a></p>
<p><i>Untuk yang kemaren merayakan tahun baru 2008 di Jakarta dan sekitarnya, pastinya keriaan kemaren sedikit terganggu akibat hujan gerimis yang terjadi di seputaran Jakarta. Tapi, kalo menurut orang china, kalo hujan di tahun baru berarti kemakmuran di tahun yang baru pula .... nah trus kalo hujan terus sampe banjir ???? itu namanya bencana ... nggak ada simbol kemakmurannya sama sekali, kecuali buat pengusaha penyewaan perahu karet ... :)</i></p>
<p>Konon kabarnya, pusat keriaan tahun baru 2008  ini diadain di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monas">Monas</a>, lengkap dengan atraksi-<i>badut kali atraksi ....</i> kembang api yang konon jumlahnya sampai 10.000 buah, dan diimpor langsung dari Australia, Spanyol, dan China.  Plus performance band-band ngetop seperti Ungu, Ari Lasso, dan Utopia. Nah buat gue pribadi... perjalanan untuk sampai ke Monas adalah perjuangan, karena jumlah manusia yang luar biasa yang bergerak menuju Monas, sehingga membuat kemacetan dan pemblokiran jalan di seputaran Monas.</p>
<p>Tapi, terbukti bahwa penduduk Jakarta kurang hiburan, karena di jaman kayak sekarang dimana harga-harga barang sudah mahal, <i><u>sehingga untuk makan aja udah susah</u></i>, hiburan gratis seperti pertunjukan kembang api dan konser musik-<i>walaupun harus dengan perjuangan : hujan dan berdesak-desakan ...</i> adalah kenikmatan dan berkah tersendiri buat mereka ...<br />
nah buat yang tahun barunya gak sempat pergi ke Monas untuk ngeliat show kembang api <i>[yang konon paling spektakuler dalam 10 tahun ini]</i>, silahkan menuju link <a href="http://www.flickr.com/photos/d3pe/sets/72157603664752850/">berikut</a> untukmelihat cuplikan kejadian tahun baru saat itu.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Si Komo tambah banyak ...]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/2007/12/18/si-komo-tambah-banyak/</link>
<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 01:53:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2007/12/18/si-komo-tambah-banyak/</guid>
<description><![CDATA[Macet lagi, macet lagi
gara-gara si komo lewat
Buat elo-elo semua yang pernah ngerasain jaman 90-an,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><i>Macet lagi, macet lagi</i></p>
<p><i>gara-gara si komo lewat</i></p>
<p><i>Buat elo-elo semua yang pernah ngerasain jaman 90-an, pasti inget lagu diatas dong, lagu ciptaannya Kak Seto Mulyadi yang judulnya macet lagi. Tapi apakah ini berkorelasi sama judul tulisan gue ???? Apakah benar kalo si komo udah ber-reproduksi secara gede-gedean sampe anak-anaknya tambah banyak dan bikin macet jakarta ????? kayaknya nggak deh ...</i></p>
<p><b>Kalo sekarang gimana ???</b></p>
<p>Sumpah, macet di Jakarta makin gak kekontrol .... makin gak bisa ditebak dan bukan nggak mungkin Tahun 2012 nanti penyebab kematian terbesar di Jakarta adalah akibat macet. <b>Macet yang bikin orang tambah stress, jantungan, darah tinggi</b>, <strike>kolesterol tinggi[lah, kayaknya yang ini nggak deh]</strike>.</p>
<p>gue cuma mau berbagi pengalaman tentang macet di Jakarta yang kayaknya semakin hari semakin nggak terkendali aja, dan gue coba menawarkan beberapa solusi yang cukup ampuh menurut gue seandainya gue jadi guebernur jakarta [kalo Bang Foke baca dan suka dengan usul saya, boleh diterapkan kok ...  tapi bayar royaltinya juga yang sesuai ya .... hehehehe]</p>
<p>jadi ceritanya gini, kemaren sabtu gue ngambil mobil selingkuhan gue, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Honda_Civic">Honda Civic VTi 2001</a>, yang udah selesai servis di <a href="http://www.indonetwork.co.id/hondaclinic/profile">Honda Clinic</a> di daerah sumur batu gitu. Karena bensin yang udah menipis dan lampu indikator bensin udah nyala [berarti bensin di tangki tinggal 7 liter kurang], gue langsung meluncur ke kelapa gading buat ngisi Pertamax Plus di pombensin di deket makro Kelapa Gading. Dan rupanya sodara-sodara.... jalanan macet banget, <b>dari perempatan cempaka putih sampe puteran di sunter menghabiskan waktu 1,5 jam !!!! $#%#$% !!!</b>  yang akhirnya bikin gue muter di Jl. Yos Sudarso arah priuk, dan ngisi premiun seadanya di PomBensin Sunter yang udah busuk banget, dan nggak mengenal jargon pertamina "pasti pas".</p>
<p>Dari situ gue langsung meluncur ke Radio Dalam dan mecahin rekor lagi, 45 menit dari Sunter sampe Radio Dalam. Cepet ??? nggak !!! karena sebenernya gue bisa lebih cepet lagi asal nggak macet di Jl. Raya Fatmawati-nya .... Bayangin aja, <b>dari Plaza Mebel Fatmawati sampe perempatan ITC Dutamas ditempuh selama 20 menit !!!</b> cuma gara-gara <i>Lae</i> MetroMini BAJING*N yang jalannya lambat banget dan pake acara ngetem di perempatan ITC Dutamas Fatmawati...</p>
<p><b>The Point is : orang-orang di jakarta makin nggak rasional</b><br />
Setelah dipikir-pikir, kemacetan di Jakarta yang makin parah nggak hanya disebabkan karena jumlah mobil yang nggak seimbang sama panjang jalannya, tapi juga karena perilaku pengendara mobil, motor, [dan utamanya angkutan umum selain busway] yang nggak aturan, dan pola pikir masyarakat yang makin nggak bisa ditebak arahnya [udah tau macet masih nekad bawa mobil] ... Emang penduduk Jakarta udah saturasi sama macet di Jakarta, tapi mereka nggak punya pilihan lain karena Angkutan Umum pun kondisinya jauh dari layak ...</p>
<p>menurut gue, ada beberapa cara biar kemacetan di Jakarta bisa direduksi, sambil meningkatkan kualitas angkutan umum dan merapihkan kondisi jalan jakarta yang makin carut-marut.</p>
<p>1. Naikin Rate parkir jadi Rp. 35.000 per-jam [seperti di Singapore]</p>
<p>2. Terapin ERP + 3 in 1 buat jalan-jalan protokol yang sekarang sudah memberlakukan 3in1</p>
<p>3. Pajak untuk kendaraan diatas 1600cc, dimahalin aja sekalian, karena selain mobilnya yang notabene boros, ukurannya pun gede-gede dan bikin penuh jalan... dan buat mobil-mobil diatas 2400 cc, kalo perlu pajaknya 10% dari harga mobil, sebaliknya untuk angkutan umum harusnya pajaknya dimurahin. Dan, salah satu syarat perpanjangan STNK adalah pemenuhan standar Emisi (Euro-2 misalnya)</p>
<p>4. Tarif Tol yang menuju kota Jakarta dan Tarif Tol dalam kota dimahalin aja sekalian, misal : Tarif tol dalam kota Golongan I jadi Rp. 15.000, tapi untuk angkutan umum plat kuning tetep seperti sekarang.</p>
<p>5. Kebijakan kendaraan pribadi roda empat minimal harus minum bensin oktan 92 bebas timbal [yang rencananya diterapin tahun 2008 nanti]</p>
<p>Nah, trus dari keuntungan pemerintah dari 5 hal diatas, disubsidikan untuk pengadaan, perbaikan, dan pembangunan sarana Transportasi Publik yang baik, entah itu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Busway">Busway</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KRL">KRL</a>, <a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2007/06/06/Utama/ut02.htm">Waterway</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angkot">Angkot</a>, even <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monorel_Jakarta">Monorail</a> ... <b>anggaplah semuanya berjalan ideal, tanpa korupsi, dan kecurangan lainnya, gue yakin Jakarta bakal punya Fasilitas Transportasi yang nggak kalah sama negara maju</b> dan bikin penduduk Jakarta bakal lebih cinta naik transportasi umum ketimbang naik kendaraan pribadi...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jakarta Makin Macet, Jakarta Makin Banjir]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/2007/11/01/jakarta-makin-macet-jakarta-makin-banjir/</link>
<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 08:57:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.id.wordpress.com/2007/11/01/jakarta-makin-macet-jakarta-makin-banjir/</guid>
<description><![CDATA[Udah bukan rahasia lagi kalo Jakarta macet dari jaman dulu. But guess what ?! sekarang jakarta tamba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Udah bukan rahasia lagi kalo Jakarta macet dari jaman dulu. But guess what ?! sekarang jakarta tambah macet lagi untuk beberapa jalan (yang notabene bukan jalan protokol) Weks !!!</p>
<p>Apa sebab ??? konon kabarnya sih gara-gara  pembangunan BUSWAY koridor VII sampe koridor X. Contohnya untuk pembangunan jalur Busway koridor VIII untuk rute Harmoni - Lebak Bulus yang ngelewatin Jalan Panjang, Jalan Arteri Pondok Indah, dan Jalan Metro Pondok Indah. menurut gue, jalan-jalan tersebut kurang layak untuk dibangun jalur busway, karena saat ini, jalan tersebut berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalan-jalan protokol. Lain halnya sama pembangunan jalur busway koridor IX (Pluit - Pinang Ranti) , yang memang layak untuk dibangun karena memang ngelewatin jalan protokol untuk memang udah macet, dan memang banyak orang yang berkantor disitu. Jadi kalo di jalur itu dibangun busway, diharapkan orang ga akan make kendaraan pribadi, dan bikin kemacetan jadi berkurang ....</p>
<p>Okay lah, enough shit !!!</p>
<p>Masih ada masalah yang lebih parah dibanding Busway .... apa itu ??? BANJIR !!!</p>
<p>Masih inget kejadian banjir awal tahun ini ??? Jakarta lumpuh satu minggu, genangan air dimana-mana, yang konon merendam banyak rumah penduduk, jalan-jalan, sampe sarana telekomunikasi tetap (baca : Sentral Telepon TELKOM di Jl. Gatot Subroto).</p>
<p>Gue kadang-kadang suka berpikir, apa pemerintah siap ya menghadapi banjir??? Coba deh liat situasi sekarang, hampir tiap sore Jakarta diguyur hujan, artinya kita sudah mulai masuk ke musim hujan. Trus, coba lihat kondisi kali-kali di Jakarta, banyak sampah numpuk yang blom dibersihin (seperti biasanya, sebelum banjir khan sampah-sampah di sungai mulai dibersihin ketika awal musim hujan ...). Bisa dijamin kalo hujan deres 2 jam aja, jalan-jalan di Jakarta bakal banyak yang kerendem ....</p>
<p>Jakarta oh jakarta, makin parah saja nasibmu ....</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
