<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sesuatu-yg-berbeda &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/sesuatu-yg-berbeda/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sesuatu-yg-berbeda"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 16:18:33 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[10 Tahun Reformasi. ]]></title>
<link>http://telmark.wordpress.com/?p=166</link>
<pubDate>Sun, 18 May 2008 13:09:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>telmark</dc:creator>
<guid>http://telmark.id.wordpress.com/2008/05/18/10-tahun-reformasi/</guid>
<description><![CDATA[ucapan Selamat utk 10 Tahun Reformasi dan Seabad Hari Kebangkitan nasional.
Dalam demokrasi,  alat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>ucapan Selamat utk 10 Tahun Reformasi dan Seabad Hari Kebangkitan nasional.</p>
<p><em>Dalam</em> <em>demokrasi,  alat dan tujuan sama pentingnya. Tujuan demokrasi tidak dapat tercapai dengan cara2 yang tidak demokratis.  (Akbar Tanjung, Mantan Ketua Umum Partai Golkar).</em></p>
<p>Sumber dan Inspirasi :  MNC Jp, Gatra.com dan berbagai sumber.</p>
<p>Sejenak, mari kita menerawang mundur. 'ga tanggung2, sampai 10 tahun yg lalu...  :)    Menjelang Reformasi, perekonomian Indonesia menurun drastis. cadangan devisa tak bisa lagi menjadi penangkis.　akhirnya Rupiah tak lagi terkontrol. nilai Rupiah thp (US) Dollar langsung anjlok. hampir tergolek koma.  laju pertumbuhan ekonomi menukik, turun dgn tajam hingga (minus) 10 % selama tahun 1998.</p>
<p>Kebutuhan pokokpun jelas2 menjadi masalah. Inflasi meroket hingga  diatas 30 %.  Penduduk miskin bertambah dari 34,01 juta jiwa pd tahun 1996,  menjadi  47,97 juta jiwa pd tahun 1999.  </p>
<p>Catatan Reformasi (katanya) :  Setelah tahun2 tsb, Indonesia ditengah tatanan Politik yg berubah dikabarkan mulai menggeliat. Jumlah penduduk miskin hingga 2007 mengalami fluktuasi. hingga Maret 2007 menjadi 37,17 juta jiwa.  <strong>( akurasi ??? )</strong>   kendati jumlah tsb belum bisa kembali ketahun2 sebelum 1998.</p>
<p><strong>Keraguan akan akurasi jumlah tsb sangat terasa sekali.</strong>  alasannya simple. Karena dalam beberapa tahun terakhir, upah minimum kaum Buruh justru menurun. (tab. Pem. : Th. 2005 mencapai 35,10 Jt.  Th. 2006 mencapai 39, 30 Jt.  Th 2007 mencapai 37,17 Jt ???).</p>
<p>Catatan menunjukan, upah nilai minimum buruh menunjukan kemerosotan tajam.  rata2 upah minimum kaum Buruh mengalami penurunan 10,6 % pd tahun 2007.</p>
<p>Dalam 10 tahun terakhir Reformasi, tingkat pengganguran terbuka tetap tinggi. (berada dikisaran 10 %). bahkan bila pada periode 1994-1999 tiap 1 % laju pertumbuhan ekonomi mampu menyerap 375.000 lapangan kerja. tahun 2000-2004 hanya mampu menyerap 215.000 lapangan kerja.  so banyak kalangan meragukan akurasi dari Pemerintah tsb. wajarkan ?</p>
<p>Sementara disektor pertanian, mayoritas kaum ini adalah sekitar 75 % adalah buruh tani. yg (jika dibagi) dgn kepemilikan lahan yg tdk sampai dgn 0,5 hektar.  cape deh....</p>
<p>REFORMASI hanya membuat Pemerintah dan anggota DPR lebih pandai.  Pandai mengantisipasi manuver politik masing2 pihak, tetapi tidak mampu mengantisipasi krisis pangan dan energi. (berita MNC, 12 mei 2008).   </p>
<p>Krisis pangan sekarang ini jelas2 terlihat. gejalanya terasa sejak tahun 2000-an lalu, semenjak stok biji2an Dunia mulai menurun. bahkan saat ini, Indonesia dalam laporan pangan PBB, masuk menjadi salah satu dari 40 Negara berpotensi rusuh pangan. <strong>Negara tercinta ini masuk dalam golongan sekatagori dgn sekelompok Negara miskin di Afrika.</strong>  ck ck ck...   (Contoh Negara berpotensi rusuh pangan lainnya adalah Mauritania, Mozambik, Senegal, Dll).                                                                                      </p>
<p>Dalam piutang,  kita memang telah melunasi hutang dgn IMF (ingat, hanya dgn IMF) sebesar 75 milliar US Dollar, pada tahun 2006. Namun itu bukan berarti Rakyat telah terbebaskan sama sekali dgn segala urusan Tali2 penjerat leher yg bernama hutang Luar Negeri ini. masih teramat buanyakkkk....</p>
<p>Menurut Bappenas, pada tahun 2006 saja Hutang Negara kita telah mencapai 130 Milliar US Dollar. Sedangkan pada APB 2007, jumlah total cicilan hutang yg dibayar mencapai 200 Triliun Rupiah.  (Sekitar 30 % dari total seluruh APBN).   </p>
<p>Pada era Reformasi ini, pemerintahan kita memang telah menghasilkan bnyk sekali perundang2-an. namun, jika kita mau melihat hasilnya, produk2 UU tsb sebetulnya malah membawa Indonesia lebih jauh terseret kpd kepentingan2 kaum besar dan Negara2 Industri maju.  (MNC Jp : Dgn kata lain, Reformasi tak berdaya membendung tekanan ekonomi kaum Neo Liberalisme).                                        </p>
<p>UU Ketenagakerjaan Th 2003, kelistrikan dan PerBankan, jadi beberapa contoh keberpihakan kepada Neo liberalisme.</p>
<p>Pd krisis tahun 1998 yg lalu, harga minyak Indonesia sekitar 13 US Dollar. bandingkan dgn harga minyak Dunia sekarang yg naik dan bergerak menjadi 150-an US Dollar/Barrel.</p>
<p>Kenaikan harga kebutuhan pokok pada 1998 hanyalah pada komoditas tertentu saja. sekarang ? setelah 10 tahun era Reformasi apa yg terasa ? kini seluruh harga komoditas strategis mulai dari minyak mentah hingga beras bergerak naik meresahkan.  (sayangnya, utk urusan priuk nasi atau urusan bertahan hidup, ini hanya meresahkan rakyat kecil belaka. sayang...).    </p>
<p>10 Tahun era reformasi telah berlalu.... 10 Tahun juga bagi Rakyat, Reformasi adalah barang mewah dari para elite Politik, Penguasa dan Pengusaha.  (Seputar Indonesia, MNC Jp, 12 Mei 2008. Reformasi adalah Repot Nasi).     </p>
<p>Sepuluh tahun sudah Reformasi....  10 tahun juga kasus Pahlawan reformasi dari Trisakti spt tak pernah menemukan titik terang. spt juga kasus2 lainnya. spt semangi, kasus2 Orang hilang pd tahun2 1997/1998. Penyelidikan2 oleh Komnas HAM spt tak pernah mau bergerak maju. padahal, landasan hukumnya sudah lebih dari cukup lugas.</p>
<p>UU no. 26 th. 2000 menyebutkan :  Kesimpulan hasil penyelidikan Komnas HAM berdasarkan bukti permulaan tentang adanya pelanggaran HAM berat, dapat ditindak lanjuti kepada penyidik, dalam hal ini adalah Kejaksaan Agung.  Namun berkas penyidikan oleh Komisi tsb tak pernah dianggap lengkap oleh Kejaksaan Agung.</p>
<p>Banyaknya kasus2 yg mengendap tak pernah terselesaikan, akhirnya membuka mata kita semuanya. bahwa di era reformasi sekalipun, Penegakan HAM di Tanah Air  takkan pernah menjadi Prioritas.  (cerita soal keadilan, Seputar Indonesia bahkan pernah membongkar dan menayangkan  perihal Mafia Peradilan. sebuah kejelian, yg membuat saya akan menyoretkan ttd tanda setuju jika diadakan adu suara utk menutup semua Pengadilan di Negara ini).    </p>
<p>Apapun juga sebutan dan alasannya, 10 tahun sudah Reformasi.   bencana terjadi silih berganti. kesedihan2 seolah menjadi Trauma yg biasa. bahkan disejumlah daerah, kekurangan gizi menjadi sebuah berita yg tdklah menjadi heboh, spt seheboh sms merah, di Negara yg katanya kaya raya ini...   Siapa yg salah ? ingat, Demokrasi di segala bidang tdk akan terjadi, jika kita hanya saling menyalahkan atau baku hantam satu sama lain.   Salam reformasi.</p>
<p> <em>Oh ya, selamat hari Kebangkitan Nasional 2008. waktunya utk bangkit bung...</em></p>
<p><em>*semua tulisan bersumber*.</em></p>
<p><em></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berjuta Mata Iblis]]></title>
<link>http://telmark.wordpress.com/2007/12/30/berjuta-mata-iblis/</link>
<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 08:38:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>telmark</dc:creator>
<guid>http://telmark.id.wordpress.com/2007/12/30/berjuta-mata-iblis/</guid>
<description><![CDATA[Detik kedetik pergantian usia, saya mengajak anda main dlm gelap2-an.   
Matikan lampu anda, dan ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Detik kedetik pergantian usia, saya mengajak anda main dlm gelap2-an.  :)</p>
<p>Matikan lampu anda, dan tatap apapun di depan anda, dgn mata terpejam. (toh percuma, buka matapun kaga ngeliat apa2). ini kagak main2, yg saya maksudkan adalah gelap dalam arti kata sesungguhnya. gelap, sampai tak ada cahaya sama sekali, dan sampai anda bahkan tak bisa menatap jari jemari tangan anda sendiri.</p>
<p>Heningkan, dan buat segalanya menjadi sepi. sunyikan, buat sama sekali benar2 senyap. segalanya, walau tak perlu menunduk. kini rasakan sebuah senses atas kegelapan tsb. dalam hitam pekat dan hening tsb, cobalah menatap bentuk dari gelap, dan mendengarkan suaranya dari kesunyian. sekali lagi, heningkan segalanya, sampai anda bahkan mampu mendengar nafas dan detak jantung dari sebuah raga yg anda pakai saat ini.</p>
<p>Rileks dikit, dan mari kita berjalan2, surfing ke masa lalu. buka layar di rekaman masa lalu.  tentang  cinta, karir, pendidikan, persahabatan, dsb-nya, tentang kehidupan sehari2 kita. </p>
<p>Ada yg menyenangkan ? atau ada sebagian memori yg memang harus kita hapus ?  saya yakin pasti ada. sesuatu yg indah yg membuat kita tersenyum, atau sesuatu hal menyedihkan yg membuat kita seolah merasa kecil tak berdaya apa2 ?  tapi bukan  itu semua pertanyaannya, dlm permainan meditasi gelap-an tsb. </p>
<p>pertanyaan yg saya maksud adalah, mengapa dalam gelap, kita justru  dpt menatap kesalahan2 kita ? mengapa dlm gelap dosa2 justru terlihat jelas ?  mengapa gelap tanpa melihat, bayangan tentang masa2 berbuat nista justru ada di pelupuk kita ? </p>
<p>Perasaan Sendiri dlm sebuah kesendirian adalah sebuah hal yg wajar. sebuah rasa yg tak bisa diterjemahkan oleh ilmu pengetahuan secanggih apapun, dgn teori apapun.</p>
<p>Seperti itu pula diri kita sebenarnya. sebuah roh dlm kesendirian, tanpa melihat isi otak, titel, tampang, kekayaan, atau apapun yg terlihat dlm cahaya. hanya diri kita, dgn sebuah alam disekeliling, yg menyimpan catatan2 perbuatan kita dlm waktu2 hidup.</p>
<p>Tahap kedua adalah nyalakan kembali lampu anda, dan bercerminlah. lihat diri anda.... lihat !</p>
<p>Siapa anda ? apa yg anda inginkan di tahun 2008 nanti ? atau kebaikan2 apa yg akan anda anggarkan di tahun yg akan segera datang ini ? ingat, tampang didepan cermin itu bukanlah anda sesungguhnya. (utk yg punya muka jelek, bersyukurlah). karena itu adalah topeng pinjaman, yg harus anda kembalikan segera, setelah nanti anda bermain dlm gelap2-an yg sesungguhnya di alam kubur nanti. </p>
<p>Alam kubur ? Iya.... kaga bisa baca apa lo ? alam kubur,  sebuah alam yg berada diantara dunia dan Akherat, dan terasa sama dgn nyata.  sekarang, dlm keadaan terang benderang,  bayangkan kalau seandainya anda yg berada disitu.  sebuah mayat, dgn kain kafan atau ber-peti mati.   begitu para pelayat dan pengantar jenazah terakhir berjalan, pada langkah ke tujuh terakhirnya itulah anda sendirian. benar2 sendirian. anda tetap dpt merasakan kesepian. dgn dinding2 dari tanah merah yg dingin.</p>
<p>Dlm masa itu, anda hanya tinggal menanti, tanpa berhak lagi memperbaiki. bersiap hanya dgn bekal yg tak terlihat. catatan2 alam raya yg dituliskan oleh dua sosok Mahluk kepercayaanNYA.  terekam baik utk bukti2 spt dlm digicam tanpa bercak, dlm pixel tertinggi. dan tentu saja tanpa ada pengacara yg mendampingi anda.</p>
<p>Tahun 2007 akan segera berlalu. dan setahun dosa pula yg telah mengisi catatan kita hingga penuh. 2008 diambang mata, dan berjuta mata Iblis yg akan segera bersiap melihat kelemahan2 kita. berbuat nista dan kesombongan2. mengajak menyemaikan dosa, subur, hingga mengakar sampai anak cucu manusia.  </p>
<p>Cumen iseng, karena gemas melihat banyaknya bencana di tahun2 terakhir ini. tulisan ini terbuat begitu saja, dan dipost jam 17.44 tgl 30-Des 2007. berarti, sekitar 10 menit-an buatnya. tulisan tercepat saya, so mohon maaf kalau masih acak-an.</p>
<p>Selamat Natal (bagi yg merayakannya) dan Tahun Baru utk Semuanya.  Peace. </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngapain cape2 kuliah ?]]></title>
<link>http://telmark.wordpress.com/2007/12/07/ngapain-cape2-kuliah/</link>
<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 13:11:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>telmark</dc:creator>
<guid>http://telmark.id.wordpress.com/2007/12/07/ngapain-cape2-kuliah/</guid>
<description><![CDATA[Iseng nulis sesuatu yg lain. 
Sumber dan Inspirasi : Seorang teman yg sudah kebelet kawin, semua tul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Iseng nulis sesuatu yg lain. </p>
<p>Sumber dan Inspirasi : Seorang teman yg sudah kebelet kawin, semua tulisan tentang dokter kucing, dan sebuah majalah Tempo, beserta blog2 lainnya.</p>
<p><em>Buat apa susah-susah bikin skripsi sendiri. sebab ijasah bagai lampu kristal yg mewah. ada di ruang tamu, hiasan lambang gengsi. tinggal membeli tenang sajalah.</em>  (Iwan Fals).</p>
<p>Kenalan saya yg satu ini sedang resah. dia dan gadisnya sepakat utk menikah dgn sesegera mungkin. lamaran dari pihak keluarganyapun telah diterima dgn senang hati oleh keluarga pacarnya.<br />
semuanya lancar2 saja tampaknya. betulkah demikian ?<br />
rasanya tdk tidak juga....  karena syarat dari keluarga perempuan, salah satunya adalah keharusan calon mempelai laki2 mempunyai gelar. tidak punya atau belum lulus ? syaratnya serupa tapi tak sama : harus... dgn cara membeli.</p>
<p>Teman saya ini tinggal didaerah S** utara. dan dia mengatakan, bahwa memang didaerahnya kadang terjadi yg seperti ini, walaupun hanya dari di beberapa lingkungan saja. keharusan calon mempelai lelaki mempunyai gelar, tak perduli setinggi apa, atau jenisnya apa, mungkin adalah suatu kebanggan tersendiri.<br />
Mereka merasa terhormat, apabila ada torehan gelar yg mendampingi nama calon pengantin tsb. tak perduli titel itu didapat dgn mudah atau dgn sungguh2 belajar. tak perduli asli atau palsu. yg penting <del datetime="2007-12-07T12:06:26+00:00">asyik</del> gelar menempel dgn anggunnya di depan atau belakang nama salah satu dan malah kalau bisa kedua calon pengantin tsb.</p>
<p>Yang herannya, teman sayapun sependapat, bahwa dgn adanya gelar maka pesta pernikahanpun akan lebih meriah. banyak undangan datang, dan kebahagiaan dapat diraih pada hari tsb. aneh...</p>
<p>Cerita pembelian gelar dgn mudah dan cepat, tampaknya tak bisa ditutup2-i  lagi. merebak di hampir dimana2, diseluruh dunia.<br />
Yg menarik adalah tulisan Eko Budihardjo, yg menuliskan di majalah Tempo tentang Fenomena tsb, dgn judul yg membuat kening kita berkerut : Doktor Kucing.<br />
Majalah Reader`s Digest edisi Amrik, mei 2005 bahkan telah mengangkatnya menjadi berita utama.</p>
<p>Di Indonesia sendiri, kejadian serupa telah cukup lama berlangsung.  Jenis gelarnya boleh memilih sendiri.  apapun boleh... Bsc, BBa, MA, MPL, MHA, MBA, MSc, DBA, PhD, Dr (HC), bahkan sampai Profesor, bahkan (sekali lagi) gelar A s/d Z -pun boleh.  :)</p>
<p>Yg menarik dari tulisan Eko Budihardjo, adalah fenomena Doktor kucing itu sendiri.<br />
Dikisahkan tentang sebuah tawaran titel, bagi siapa saja sebebas-bebasnya, asal berminat mengisi formulir dan membayar ongkos administrasi beberapa ratus dolar saja.</p>
<p>Seseorang yg sekedar iseng, mengisi formulir dan mengirimkannya dgn selembar cek bernilai 200 dolar saja. luar biasanya ternyata semuanya segera  membuahkan hasil, Ijasah Doktor telah berhasil didapatnya. akan tetapi, bukan Orang tsb yg mendapatkannya... Karena ternyata Orang tsb benar2 dlm keadaan iseng, dgn menuliskan nama kucing peliharaannya dlm formulir pedaftarannya. jadilah si Kucing <del datetime="2007-12-08T12:12:58+00:00">seorang</del> Seekor Doktor. dan dari kisah ini muncul Istilah2 Doktor kucing.</p>
<p>Perguruan2 asli maupun fiktifi di seluruh dunia, telah menelurkan gelar2 yg disambut dgn penuh kegembiraan oleh sosok2 yg memang memerlukan pengakuan akademis atau sejenisnya, yg jelas2 memerlukan ijasah, tanpa harus menengok isi otak si pemilik ijasah tsb. bukankah banyak juga lulusan2 dasar setingkat s1 yg lulus dgn ketidak mengertian ? duh...  (yg tdk merasa jgn marah, karena anda tdk termasuk di dlm-nya).</p>
<p><em>Menurut laporan pada th 2005 saja, sudah ada 15.000-an alumni yg memperoleh gelar dgn cara atau jalan spt ini. bahkan terdeteksi, seorang CEO dari perusahaan perparkiran malaysia, mengambil gelar PhD di Indonesia. Warga malaysia itu tentu akan tersenyum2...  bahwa gelar PhD bisa didapatkan di Universitas Negara kita, hanya dlm waktu satu-dua bulan saja.</em> </p>
<p>Kembali ke teman saya, seorang anak muda yg  bahagia. berusia 25 tahun. telah menikah, dan telah mengantongi gelar SE, lengkap dgn ijasah yg keren berikut buklet alumninya.  tanpa merasa salah atau dosa, hari ini dia telah memamerkan ke-ekslusifan sebuah gelar kepada saya.   saya kira benar2 sama persis dgn tulisan di majalah Tempo tsb.</p>
<p>Eko Budihardjo adalah Rektor Universtas Diponogoro, Semarang, yg menuliskan kisah super menarik ini dgn apik, di majalah Tempo edisi 10 Juli 2005. (bukan 4-juli, karena saya punya bagian<br />
tsb. :) )</p>
<p>Cumen sebagai selingan agar tdk kosong, sebelum kembali normal di post berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kembali ke... Mesjid.]]></title>
<link>http://telmark.wordpress.com/2007/05/27/kembali-ke-mesjid/</link>
<pubDate>Sun, 27 May 2007 00:07:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>telmark</dc:creator>
<guid>http://telmark.id.wordpress.com/2007/05/27/kembali-ke-mesjid/</guid>
<description><![CDATA[Sumber dan inspirasi : sumber utama adalah MNC, Jp. ditambah beberapa situs/blog, dan wikipedia Indo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber dan inspirasi : sumber utama adalah MNC, Jp. ditambah beberapa situs/blog, dan wikipedia Indonesia. <strong>tulisan ini terinspirasi dari peringatan satu Tahun gempa di Yogjakarta.</strong></p>
<p>Masih ingat dgn gempa bumi di Kobe, Jp ??  bencana luar biasa yg terjadi pada Januari 1995 lalu menewaskan setidaknya 6.400 korban jiwa.  gempa berkekuatan 7,3 skala richter itu menghancurkan hampir seluruh bangunan dan jalanan di kota tsb. setelah terjadinya gempa, malapetaka yg menyusul akibat gempa tsb adalah kebakaran yg melanda kota tsb.    </p>
<p>Selagi membicarakan gempa tsb dgn teman2 saya yg berkebangsaan Jepang, ada seorang diantara mereka yg tiba2 bercerita, bahwa diantara puing2 gempa dan kebakaran yg melanda kota tsb, ada sebuah bangunan yg tetap berdiri tegak dan kuat. yaitu sebuah Mesjid. nah lo.....<br />
<strong>(Mesjid = Masjid atau tempat Ibadah Umat Islam).  </strong></p>
<p>Mesjid yg bergelar mecca of Japan ini didirikan awal abad 20, atau setelah perang dunia ke 1.  mesjid ini siap keseluruhannya dan diresmikan dgn sholat yg pertamakali diadakan pada Oktober 1935.  adakah pencarian logis yg bisa menerangkan soal kekuatannya ? sedangkan mesjid tersebut hanya berjarak sekitar 20 km dari pusat gempa yg menghancurkan kobe dan sekitarnya...</p>
<p>Tapi bukan cuman Jp yg punya mesjid yg "tahan banting" tsb. Negeri kitapun punya, bahkan lebih dari sekedar satu buah. yaitu mesjid2 di Aceh. terlihat masih berdiri tegak paska Tsunami. </p>
<p>Mesjid Rahmatulloh masih berdiri tegak sendirian di pantai Lampuu, lhoknga, Banda aceh. Gelombang Tsunami yg melebihi 38 meter di pantai itu, tak mampu merobohkan mesjid ini. arus kuat dari tsunami itu hanya mampu menggaruk2 pondasi sampai membuat lubang yg cukup besar di kolong bagian bawah mesjid tsb. </p>
<p>Lalu Mesjid Baiturrohim, (yg hanya berjarak sekitar 15 meter dari pinggir pantai) tak remuk spt halnya kampung Ulele. mesjid tua yg dibangun sekitar tahun 1903 dan bergaya arisitektur Belanda. Fenomena dari masih tegaknya Mesjid ini, membuat sebagian orang geleng2 kepala dan mencari penjelasan2 yg masuk dalam kriteria "masuk diakal", atau mencari celah2 kelogisannya.</p>
<p>Kemudian Mesjid kayu di desa Pasi Lelebeu Sigli. Mesjid ini kuat menahan gempa, walaupun kontruksi mesjid ini jelas2 terbuat dari kayu. Tapi utk gempuran Tsunami yg melebihi tingginya rumah ? sanggupkah kayu2 tsb menahannya ? Masih adakah penjelasan logis atau kriteria masuk diakal utk Mesjid yg tetap berdiri hingga kini tsb ?</p>
<p>Di Aceh, setelah gempa bumi besar yg diikuti dgn gelombang tsunami pada hari Minggu, 26 Des-2004 lalu tsb , puluhan Mesjid masih berdiri tegak. (spt mesjid di Alur Naga. kemudian punge jurong, kahju, lambada` lhok, kruang cot, hingga maharaja gurah di pekan bade. dan tentu saja, tdk lupa Mesjid raya baiturrahman). </p>
<p>Mesjid raya Baiturrahman, di pusat kota Banda Aceh, adalah salah satu mesjid terindah di Indonesia.<br />
Ketika Belanda mengadakan serangan ke kota ini, (tahun 1873) mesjid itu dibakar. tetapi dua tahun  kemudian Belanda mulai membuatkan penggantinya.</p>
<p>pertama kali dibangun dgn kubah tunggal pada tgl. 27 desember 1883. kemudian diperbesar dan diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. dan terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah pada tahun 1959 s/d 1968.</p>
<p>Ketika semua Orang mempertanyakan keadilan Tuhan, dgn menurunkan gempa bumi dahsyat yg disusul dgn gelombang besar tsunami, rakyat Aceh, diantara jeritan perih kehilangan sanak keluarga dan hartanya, Mereka justru kembali ke mesjid. </p>
<p>Mereka yg selamat seolah tak berputus asa atau bergelap mata. Mereka memulai kembali kehidupannya, dan hanya percaya dan menyerahkan segalanya pada satu titik kekuatan abadi : Kekuasaan Allah.  </p>
<p><em>[*Posting ini hanya membicarakan seputar keajaiban gedungnya (mesjid), bukan tulisan masalah agama apapun.*]</em></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
