<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>seri-kepalsuan-ibnu-taimyah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/seri-kepalsuan-ibnu-taimyah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "seri-kepalsuan-ibnu-taimyah"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 16:10:44 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Jihad Imam Ali as. Dalam Penilaian Ibnu Taymiyah (2)]]></title>
<link>http://abusalafy.wordpress.com/?p=238</link>
<pubDate>Sat, 31 May 2008 02:36:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
<guid>http://abusalafy.id.wordpress.com/2008/05/31/jihad-imam-ali-as-dalam-penilaian-ibnu-taymiyah-2/</guid>
<description><![CDATA[ Ibnu Taymiah: Imam Ali sa. Membunuh Banyak Kaum Muslimin Yang Rajin Shalat, Rajin Berpuasa dan Memb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:blue;"> Ibnu Taymiah: Imam Ali sa. Membunuh Banyak Kaum Muslimin Yang Rajin Shalat, Rajin Berpuasa dan Membayar Zakat! </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dalam banyak hadis disebutkan bahwa Nabi saw. bersabda memerintah Imam Ali as. untuk memerangi tiga kelompok; (1) <em>Nâkitsîn</em>, (2) <em>Qâshithîn</em>, dan (3) <em>Mâriqîn</em>, kendati Ibnu Taymiah dengan tanpa malu mengkufuri hadis-hadis shahih yang disabdakan Nabi saw. tersebut!</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Nmun demikian satu hal yang tidak diperselisihkan para ulama dan imam-imam umat Islam, baik Syi’ah maupun Ahlusunnas wal Jama’ah bahwa dalam seluruh peperangaan yang dikobarkan para pemberontah itu, Imam Ali- lah pihak yang benar, <em>mushîb</em>! Dan mereka adalah kaum <em>bughât</em>/yang keluar memberontak Khalifah yang sah berdasarkan syarat-syarat Islami!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Al Munnâwi berkata, “Kata-kata al Jurjâni dalam kitab al Imâmah, ‘Telah sepakat seluruh fukahaa negeri Hijâz dan Irak dari kelompok Ahli hadis dan ra’yu, di antara mereka (Imam) Malik, asy Syâfi’i, Abu Hanifah, al Awza’i daan jumhur terbesar dari para Ahli Teoloqi dan kaaum Muslimin bahwa Ali adalah pihak yang benar dalam peperangannya melawan Ahli jamal dan sesungghnya mereka yang memeranginya adalaah bughât.” (<em>Faidh al Qadîr</em>,6/336)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Imam al Qurthubi berkata, “Maka tetaplah di kalangan umat Islam berdasarkan dalil agama bahwa Ali adalah imam yang sah, dan semua yang memberontak melawannya adalah <em>bâghin</em> (bentuk tunggal kata <em>bughât</em>). Dan memerangi mereka adalah wajib hukumnya sehingga mereka mau kembali kepada kebenaran dan tunduk kepada perdamaian.” (<em>Faidh al Qadîr</em>,6/336)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Adapun Ibnu Taymiah, maka seperti biasanya, ia membebankan dosa dan tanggung jawab apa yang terjadi dalam peperangan yang dikobarkan apinya oleh para pemberontak kepada Imam Ali as.; Khalifah yang sah yang keta’atan kepadanya adalah wajib dan memberontaknya adalah langkah awal pasti menuju mati jahiliyah (kecuali jika bertobat, menghentikan pemberontakan dan menyesali kesalahnnya)!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dalam semua yang terjadi, Imam Ali-lah yang harus dipersalahkan! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Korban yang berjatuhan adalah tanggung jawab Ali as.!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Mereka yang mati terbunuh adalah gara-gara Ali, dan Ali-lah yang harus bertanggung jawab! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Ali telah membunuh kaum Muslimin yang rajin menegakkan shalat! Rajin berpuasa! Dan rajin membayar zakat!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Mereka adalah hamba-hamba pilihan Allah yang <em>Shalihîn</em>! Namun Ali membunuh mereka!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Adakah kejahatan yang melebihi membunuh satu jiwa Mukmin yang rajin bersembah sujud di haribaan Allah?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Apa hukum membunuh satu jiwa Mukmin? Bukankah Allah SWT berfirman:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:6pt 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:black;" lang="AR-SA">وَ مَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُتَعَمِّداً فَجَزاؤُهُ جَهَنَّمُ خالِداً فيها وَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَ لَعَنَهُ وَ أَعَدَّ لَهُ عَذاباً عَظيما.</span></strong><em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;color:black;" dir="ltr" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:black;" lang="IN">“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisâ: 39)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="IN">Adapun pihak Mu’awiyah, maka ia harus ditampilkan sesuci mungkin, tidak boleh tercoreng oleh sedikit pun cela dan kesalahan! </span><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Pihak lawan Ali tidak sepantasnya dituding sebagai yang harus mempertanggung jawabklan semua yang terjadi!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Demikian Ibnu Taymiah memperkenalkan kepada para pecinta kesesatan pikirannya siapa sebenarnya Ali ibn Abi Thalib (yang ia tuduh berperang bukan karena Allah dan demi menegakkan <em>Kalimatullah</em>, akan tetapi demi egonya, agar orang-orang tunduk kepadanya, seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya!!) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dengarkan Ibnu Taymiah berfatwa:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="AR-SA">أما قتالُ الْجمل و صِفِّيْن فقد ذكرعلِيٌّ أنه لَمْ يكن معه نصٌّ من النبي، و إنما كان رأيًا، و أكثر الصحابة لِم يُوافقوه على هذا القتالِ. و أن القتالَ كان قتالَ فتنةٍ بتأويلٍ، لَمْ يكن جهادَ الواجب ولا الْمستَحبَّ، <span style="background:lime none repeat scroll 0;">و قَتَلَ خَلْقًا كثيرًا مِن الْمسلمين الذين يُقيمون الصلاةَ و يُْؤتون الزكاة و يصومون و يصلُون.</span></span></strong><strong><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;" dir="ltr"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">“Adapun peperangan Jamal dan Shiffîn maka Ali telah menyebutkan bahwa tidak ada nash dari Nabi tentangnya. Ia hanya sekedar pendapat. Kebanyakan sahabat tidak setuju dengannya dalam peperangan itu. Peperangan itu adalah peperangan fitnah dengan ta’wil, ia tidak wajib juga tidak <em>mustahabb</em> (dianjurkan). <span style="background:lime none repeat scroll 0;">Ali membunuh banyak kaum Muslimin yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat!”</span> (baca<em> Minhâj as Sunnah</em>,6/356)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">dari uraiannya dapat Anda saksikan bahwa:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><span>1)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Imam Ali as. dalam peperangan Jamal dan Shiffîn dalam menumpas parapemberontak itu tidak ada petunjuk langsung dari Nabi saw., ia hanya sekedar pendapat pribadinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Artinya semua hadis yang telah disabdakan Nabi saw. yang memerintah Ali as. untuk menumpas para pemberontak itu benar-benar ia kufuri! Tidak ia hiraukan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><span>2)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Kebanyakan sahabat Nabi saw. menentangnya, tidak setuju dengan pendapat Ali as., namun Ali tetap saja bersikeras memaksakan pendapatnya untuk mengobarkan peperangan menumpas para <em>bughât</em>!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><span>3)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Peparangan yang sedang dijalani Ali as. adalah peperangan fitnah!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><span>4)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Peperangan itu bukan termasuk <em>Jihad Fi Sabilillah</em> yang wajib atau <em>mustahabb</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><span>5)<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dan yang terakhir, karena sikap keras kepala Ali as. yang berpendapat untuk memerangi para pemberontak itu, maka <em>Ali membunuh Ali membunuh banyak kaum Muslimin yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat!</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Jadi, jika peperangan itu tidak wajib, dan tidak pula mustahabb! Semantara itu Imam <span> </span>Ali membunuh banyak kaum Muslimin yang <em>Shalihâin</em>,<em> yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat!</em> Maka itu artinya Imam <span> </span>Ali as. melakukan sebuah kejahatan yang haraam dan dosa besar!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:red;">Jadi Ali di mata Ibnu Taymiah adalah Pembunuh Ali banyak kaum Muslimin yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dalam semua analisanya, hanya Imam <span> </span>Ali as. yang menjadi sasaran vonis kesalahan! Hanya Imam <span> </span>Ali as. yang ia pojokkan! Hanya Imam <span> </span>Ali as. yang ia lecehkan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Adakah bukti kebencian Ibnu Tamiyah terhadap Imam <span> </span>Ali as. yang lebih nyata dari apa yang ia ucapkan itu?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Apakah vonis sesatnya yang ia jatuhnya keatas Imam <span> </span>Ali as. itu juga karena dorongan semangat menterang kaum Rafidhah?! Dan membela Ahlusunnah?! Atau ia adalah corong efektik bani Umayyah, pengayon kaum Munafik dan kemunafikan?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Masihkah kita ragu bahwa Ibnu Taymiah adalah antek-antek bani Uamyyah yang menyelinap di tubuh kaum Muslim Ahlusunnah dengan kedok membela Sunnah dan melawan Rafidhah?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Masihkan ada kedengkian dan kebencian yang tersisa dalam jiwa busuk Ibnu Taymiah yang belum ia muntahklan kepada Imam <span> </span>Ali as.?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Andai kita terima anggapan Ibnu Taymiah bahwa tidak ada nash khusus yang memerintah Ali untuk menumpas para pemberontak itu, bahwa hadis tentangnya adalah palsu, anggap kita terima itu, lalu apakah ayat:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:6pt 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">وَ إِنْ طائِفَتانِ مِنَ الْمُؤْمِنينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما فَإِنْ بَغَتْ إِحْداهُما عَلَى الْأُخْرى‏ فَقاتِلُوا الَّتي‏ تَبْغي‏ حَتَّى تَفي‏ءَ إِلى‏ أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما بِالْعَدْلِ وَ أَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطينَ.</span></strong><strong><span style="font-size:13pt;line-height:150%;" dir="ltr"></span></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;" lang="IN">“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang- orang yang berlaku adil.(QS. Al Hujurat:9)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><span> </span>sudah tiak lagi berlaku?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Lalu dimana kita harus mengetrapka hukum Islam berkaitan dengan kaum <em>Bughât</em>?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Apakah jika yang dijadikan sasaran pemberontakan itu seorang raja sezim Umayyah, maka hukum Islam tentang kaum <em>Bughât</em> itu berlaku, sementara jika Imam <span> </span>Ali as. tidak?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Apakah masih ada yang membual dengan menuduh setiap upaya membongkar kedok kesesatan pikiran Ibnu Taymiah adalah upaya Syi’ah! Apa Anda mengira bahwa Ahlusunnah itu mencintai dan akan membela Ahli Bid’ah yang membenci kerabat Nabi Muhammad saw.?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Itu bukan ciri Ahlusunnah! Ahlusunnah bersama kerabat Nabi saw. Ahlusunnah akan selalu membela Imam <span> </span>Ali as.!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Yang menuduh Ahlusunnah yang membela Imam <span> </span>Ali as. dan mengecam para musuhnya dengan tuduhan Syi’ah, sebenarnya ia adalah antek-antek bani Umayyah dan agen kaum Nawâshinb yang Munafik<span> </span>yang berkedok dengan kedok kesunnian! Padahal sejatinya ia adalah pembenci Ahlul Bait Nabi ra…. ia berjiwa busuk …. Dan keimanan belum bertempat dalam jiwanya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Inilah sekelumit kesesatan pikiran Ibnu Taymiah tentang Imam <span> </span>Ali as., dan selain yang saya sebutkan, banyak komentar lainnya yang tidak kalah kejinya! Semoga dalam kesempatan lain, saya berkesempatan membongkarnya.<em> Amîn.</em></span><span style="line-height:150%;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (4)]]></title>
<link>http://abusalafy.wordpress.com/?p=219</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 03:04:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
<guid>http://abusalafy.id.wordpress.com/2008/05/12/seri-kepalsuan-ibnu-taimiyah-4/</guid>
<description><![CDATA[Ibnu Taimiyah Memotong Riwayat Demi Membela Yazid Putra Mua’wiyah
Tidak ada keluarga besar yang di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Ibnu Taimiyah Memotong Riwayat Demi Membela Yazid Putra Mua’wiyah</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Tidak ada keluarga besar yang<span> </span>disanjung dan dibela “mati-matian” oleh Ibnu Taimiyah melebihi keluarga besar Bani Umayyah betapapun kejahatan, kebejatan dan kefasikan mereka!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Semua kemampuan yang dimilikinya, ia kerahkan untuk membela dan menyanjung bani Umayyah, seperti Mu’awiyah dan Yazid terkutuk putranya!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--more--></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Kalau ada riwayat atau data sejarah yang membongkar kejahatan dan kemunafikan Bani Uamayyah, maka pasti kita akan menemukan Ibnu Taimiyah di baris terdepan para “tentara sukarelawan” yang membela mereka dengan tanpa dasar!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Kalau ada riwayat palsu yang membersihkan nama buruk mereka, maka Anda akan saksikan bahwa yang paling “tergila-gila” dengannya adalah Si Anak Taimiyah yang malang itu!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Demikian…. Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">المنافقون و المنافقات بعضهم من بعض</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">“Orang-orang munafik dan munafiqah sebahagian mereka adalah dari sebahagian lainnya.”</span></em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;"> (QS. At Taubah;67)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Demikianlah Allah SWT menggambarkan kondisi kejiwaan mereka…. Saling membela…. Saling memberikan uzur!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ketika menukil riwayat atau data sejarah yang tegas-tegas tidak menguntungkan Ibnu Taimiyah secara ideologis, maka ia akan segera menyensornya untuk memberikan penyelamatan dan memberikan pembelaan untuk tuannya…. Itulah Ibnu Taimiyah seperti dalam kitabnya <em>Ra’sul Husain</em>.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ia menukil dialoq antara Imam Ahmad ibn Hanbal (rh) dengan putranya bermana Shaleh:</span></p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;">قيل للإمام أحمد: أتكتب حديث يزيد؟</span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;">فقال: لا، ولا كرامة، أوليس هو الذي فعل بأهل الحرة ما فعل؟</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;" dir="ltr">!<br />
</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;">وقيل له: إن قوما يقولون: إنا نحب يزيد</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;" dir="ltr">.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;">فقال: وهل يحب يزيد أحد يؤمن بالله واليوم الآخر؟</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;" dir="ltr">!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;">فقال له ابنه صالح: لم لا تلعنه؟</span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;">فقال الإمام أحمد: ومتى رأيت أباك يلعن أحدا.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">“<em>Dikatakan kepada Ahmad, “Apakah Anda sudi menulis hadis dari Yazid?</em></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ia menjawab, “Tidak! Tiada kehormatan baginya. Bukankah dia yang telah melakukan kekejian terhadap penduduk Madinah di hari al Hurrah?!</span></em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;"> (maksudnya pembantaian penduduk </span><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">kota</span><span style="font-size:13pt;line-height:150%;"> suci Madinah dan membebaskan pasukannya untuk memperkosa gadis-gadis dan putri-putri para sahabat)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ada</span><span style="font-size:13pt;line-height:150%;"> yang mengatakan, “Tapi ada sekelompok kaum yang mencintai Yazid!”</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ahmad menjawab, “Adakah seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir yang mencintainya?!”</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Lalu Shaleh putranya berkata, “Mengapa engkau tidak melaknatnya?”</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ahmad menjawab, “Kapan engkau melihat ayahmu ini melaknat seorang pun?” <span style="color:#ff0000;">(<em>Ra’sul Husain</em>:205)</span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Sampai disini, dialoq itu diputus oleh Ibnu Taimiyah. Tentunya agar menjadi kabur atas umat Islam sikap Imam Ahmad ibn Hanbal (rh) terhadap Yazid dan pelaknatan atasnya!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Sebab Ibnu Taimiyah akan sangat keberatan apabila kelak ketika umat Islam mengatahui bahwa ternyata Ahmad –sebagai Imam besar Ahlusunnah- telah memfatwakan dan menganjurkan bahkan melakukan sendiri pelakanatan atas manusia terkutuk yang bernama Yazid ibn Mu’awiyah yang begitu dicintai, disanjung oleh Ibnu Taimiyah dan titisan bani Umayyah yang menamakan diri mereka <strong>Salafiyah Wahhabiyah </strong>yang sekarang sedang gentayangan di muka bumi bak tersentuh ruh jahat setan!!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ibnu Taimiyah tidak mau hal itu tersebar!!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Perhatikan lengkap dialoq itu sebagaimana diabadikan para ulama, di antaranya ulama bermazhab Hanbali bernama Ibnu al Jawzi.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ketika putranya bertanya mengapa ia tidak melaknatnya?!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Ahmad menjawab:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">ولم لا يلعن من لعنه الله تعالى في كتابه</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">؟!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">فقيل له: وأين لعن الله يزيد في كتابه؟</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">فقرأ أحمد قوله تعالى: (فهل عسيتم إن توليتم أن تفسدوا في الأرض وتقطعوا</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">أرحامكم * أولئك الذين لعنهم الله فأصمهم وأعمى أبصارهم) ثم قال: فهل يكون</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">فساد أعظم من القتل؟!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">“Mengapakah orang yang telah dilaknat Allah tidak patut dilaknat!”</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Shaleh bertanya, “Dimanakah (ditemukan) Allah melaknatnya?”</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Maka Imam Ahmad memnbacakan ayat:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">“</span></em><em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan * Mereka itulah orang- orang yang dilaknati Allah dan ditulikan- Nya telinga mereka dan dibutakan- Nya penglihatan mereka.” </span></em><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">(QS. Muhammad;22-23)<em></em></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">adakah kerusakan yang lebih dahsyat dari membunuh?!”</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">(Baca: <em>ar Radd ‘Alâ al Muta’ashshib al ‘Anîd</em>; Ibnu al Jawzi:16 dan <em>al Ithâf Bi Hubbi al Asyrâf</em>; asy Syabrâwi:63-64)</span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;">Demikianlah hakikat sikap Ibnu Taimiyah! Setiap kali ia berhadapan dengan hadis Nabi saw. atau atsar dari sahabat yang tidak sejalan dengan hawa nafsunya pasti akan ia sikapi dengan pengingkaran, pemalsuan, penyensoran dan pemutar balikan makna!<span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (3)]]></title>
<link>http://abusalafy.wordpress.com/?p=215</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 04:12:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
<guid>http://abusalafy.id.wordpress.com/2008/05/08/seri-kepalsuan-ibnu-taimiyah-3/</guid>
<description><![CDATA[Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli Dalam Ilmu Hadis? (3)
Bukti Kedngkian Ibnu Taimiyah Terhadap Sayyidi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli Dalam Ilmu Hadis? (3)</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Bukti Kedngkian Ibnu Taimiyah Terhadap Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Telah banyak suara-suara yang menuduh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang membenci Sayyidina Ali –<em>karramallahu wajhahu</em>-.... Ibnu Hajar al Asqallani pun membenarkan tuduhan tersebut dan ia bukan sekedar isu palsu.... kendengkiaan dan kebencian itu sering kali ia tampakkan dengan banyak ragam penampakan, dari mulai meragukan berbagai hadis keutamannya sampai melecehkan berbagai keistimewann dan jasa-jasanya!</span><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kali ini saya ajak Anda melihat langsung bukti kebenaran tuduhan para ulama Ahlusunnah bawah Ibnu taimiyah ternyata memang membenci Sayyidina Ali ra. <strong></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Ibnu Tamiyah Menolak Hadis Sebab Nuzulnya Ayat Untuk Sayyidina Ali ra.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dalam hampir seluruh penyimpangannya, Ibnu Taimiyah selalu mengatas namakan para ulama dan tokoh, para imam, kesepakatan ahli ilmu dan ijma’ para ulama.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Itulah senjata andalan Ibnu Taimiyah ketika hendak menipu kaum awam! Kali ini, senjata itu kembali ia andalkan untuk mengkafiri kebenaran hadis sebab turunnya ayat<span> </span>55 surah al Mâidah yang berbunyi:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">إِنَّما وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَ رَسُولُهُ وَ الَّذينَ آمَنُوا الَّذينَ يُقيمُونَ الصَّلاةَ وَ يُؤْتُونَ الزَّكاةَ وَ هُمْ راكِعُونَ</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">.</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> </span></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang- orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk ( kepada Allah).” </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">(QS. Al Mâidah;55 )</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Tentang hadis asbâb nuzul ayat di atas Ibnu Taimiyah berkata menvonis:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">حديث علي في تصدقه بخاتمه في الصلاة موضوع باتفاق أهل العلم.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">“Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).” (Baca <em>Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr</em>:31 dan 36)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Abu Salafy berkata:</span></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Ibnu Taimiyah dengan tegas dan tidak taanggung-tanggung mengatakan bahwaa hadis bersedekahnya Sayyidina Ali ra. di sa’at shalat yang kemudian Allah menurunkan sebuah ayat untuk mengabadikannya adalah <em>maudhî’</em>/palsu!!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Dan Anda pasti maklum apa yang dimaksud dengan kata<em> maudhû’</em>!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Dalam kesempataan ini Abu Salafy tidak bermaksud membuktikan dari berbagai sumber dan dengan menghadirkan seluruh data yang ada bahwa apa yang dikataakan Ibnu Taimiyah “Syeikhul Islam” yang palingb gemar memalsu itu memang benaar-benar palsu! Akan saya hanya akan buktikan kepalsuan ucapan dan vonisnya melalui kata-katanya sendiri!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Perhaatikan! Ketika menyebut-nyebut macam dan kualitas kitab-kitab tafsir yang ada ia berkata: </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">أما التفاسير التي في أيدي الناس فأصحها تفسير</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">محمد بن جرير الطبري فإنه يذكر مقالات السلف بالأسانيد الثابتة وليس فيه</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">بدعة ولا ينقل عن المتهمين</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">.</span></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">“Adapun tafsir yang ada di tangah-tangan orang-orang maka yang paling shahih adalaah tafsir karya Muhammad ibn Jarir ath Thabari. Sebab ia menyebutkan berpagai pendapat Salaf dengan sanad-sanad/jalur-jalur yang kuat dan tidak ada di dalamnya bid’ah daan juga ia tidak menukil (riwayat) dari orang/perwi yang tertuduh.” (<em>Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr</em>:51)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Demikian juga ketika menyebut tafsir al Baghawi ia bertkata serupa!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Nah, sekarang mari kita buktikan apa yang dinukil Ibnu Jarir ath Thabari dalam kitab tafsirnya yang sangat dibanggakan dan dipastikan keshahihannya?</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Ternyata, di luar dugaan, Ibnu Jarir ath Thabari meriwayatkan hadis tersebut melalui </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">lima</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> jalur/sanad!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Begitu juga dengan al Baghawi meriwayatkannya! Bahkan hamper seluruh ahli tafsir telah memuat riwayat sebab nuzul ayat tersebut sebagai turun unyuk Sayyidina Ali ra.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Anda dapat buktikan dengan merujuk tafsir-tafsri sebagai berikut ini: tafsir al Kasysyâf; az Zamakhsyari, Mafâtîh al Ghaib; ar Râzi, tafsir Abu Sa’ud, tafsir an Nasafi, tafsir al Baidhawi, tafsir al Qurthubi, ad Durr al Mantsur, fathul Qadirnya asy Syaukani, Rûh al Ma’âninya al Alûsi, Asbâb an Nuzûlnya al Wâhadi dan puluhan lainnnya!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Alangkah malunya Ibnu Taimiyah ketika menyaksikan klaim palsunya dibongkar di sini?!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Tapi sepertinya itu semua tidak penting bagi Ibnu Taimiyah! Yang penting, ia telah lega memuntahkan kebenciannya kepada Sayyidina Ali ra. dan kaum awam pun bisa ia ditipu!! Selesai! </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Setelah itu semua, apa kira-kira status yang pantas diberikan kepada oraang seperti Ibnu taimiyah ini? Yang setiap kali berhadap-hadapan dengan hadis keutamaan Sayyidina Ali ra., ia menampakkan taring kemunafikannya dan menjerit-jerit: PALSU!! PALSU!!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Apa kira-kira gelar yang paantas disematkan ke atas seoraang yang setiap kali hawa nafsunya ,mengajak untuk mengkufuri sebuah kebenaaran; haq ia dengan tanpa malu mengatakan: “</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Para</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> ulama telah bersepakat bahwa “kebenaran” ini adalah palsu!”<span> </span>Bukti kepalsuannya telah diijma’kan paara ahli hadis!” Padahal setelah dilakukan penelusuran ternyata, para ulama justru meriwayatkan dan menshahihkan apa yang ia kufuri!! Gelar aapa yang kira-kira pantas untuknya?</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">(Bersambung)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (2)]]></title>
<link>http://abusalafy.wordpress.com/?p=214</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 04:08:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
<guid>http://abusalafy.id.wordpress.com/2008/05/08/seri-kepalsuan-ibnu-taimyah-2/</guid>
<description><![CDATA[Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli dalam Ilmu Hadis? (2)
Ziarah Makam Suci Nabi Muhammad saw. dan makam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli dalam Ilmu Hadis? (2)</span></p>
<p style="margin-left:3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Ziarah Makam Suci Nabi Muhammad saw. dan makam-makam suci para nabi as. dam kaum Shaleh ra.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Ibnu taimyah berkata:</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">ليس عن النبي (ص) في زيارة قبره ولا قبر</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">الخليل حديثا ثابتا أصلا.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span><span> </span>“Tidak ada satu hadispun yang tetap dari Nabi saw. tentang ziarah makamnya dan makan Khalih (Nabi Ibrahim as.).” </span></em><span>(Baca kitab az Ziyârah; Ibnu Taimiyah:12-13)</span><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dalam kesempatan lain ia berkata:</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">والأحاديث الكثيرة المروية في زيارة قبره كلها ضعيفة بل موضوعة لم</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">يرو الأئمة ولا أصحاب السنن المتبعة منها شيئا “.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>“Dan hadis-hadsi yang banyak yang diriwayatkan tentang ziarah kuburan Nabi seluruhnya lemah bahkan palsu. Tidak satupun yang diriwayatkan oleh para imam dan penulis kitab-kitab Sunan yang diikuti.” (Az Ziyârah; Ibnu Taimiyah:22-23)</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sementara itu Ibnu Taimiyah dalam dua kesempatan menukil hadis shshih dari Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Ibnu Mâjah dan ad Dârquthni dalam dua kitab Sunan mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Rasulullah saw. bersabda:</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"><span> </span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;">”من زارني بعد مماتي</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;">كأنما زارني في حياتي “</span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>“Barang siapa menziarahiku setelah wafatku maka seperti menziarahiku di masa hidupku.”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Walaupun kemudian ia –seperti kebiasaan lamanya- berbalik mengingkarinya dan berkata:</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>“Tidak seorang pun dari para imam tentang ziarah satu atsar pun dan tidak pula datang dalam kitab Sunan!”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Masihkah ada keraguan bahwa Ibnu Taimiyah –Imam besarnya kaum Wahhabiyah- termasuk yang gemar menipu, memalsu dan membodohi kaum awam dengn mengaku ini dan itu?!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Mengapakah ia harus berbohong? Memalsu? Menipu? Dan mengaku-ngaku bahwa tidak ada seorang pun dari para imam dan penulis Sunan yang meriwayatkannya?</span></p>
<p style="margin-left:1.3pt;text-align:justify;text-indent:1.75pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيْقاً كَذَّبْتُمْ وَ فَرِيْقاً تَقْتُلُوْنَ.</span></strong><em></em></p>
<p style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="line-height:150%;">“Apakah setiap rasul datang kepada kalian dengan membawa misi yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian bertindak angkuh; sebagian dari (para rasul itu) kalian dustakan dan sebagian (yang lain) kalian bunuh?.” </span></em><span style="line-height:150%;">(QS. Al Baqarah;87)</span><em><span style="line-height:150%;"> </span></em><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Apakah setelah bukti-bukti nyata berupa hadis-hadis shahih dari Nabi saw., mereka tetap menolaknya dan mengatakan, ‘apa yang kamu bawakan itu itu kepalsuan belaka’?</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Mengapakah hawa nafsu begitu menguasai jiwa-jiwa dan pikiran kaum penentang?</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:6pt 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;color:blue;">فَلَمَّا جاءَتْهُمْ آياتُنا مُبْصِرَةً قالُوا هذا سِحْرٌ مُبينٌ. </span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">“Maka tatkala mukjizat- mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka:”Ini adalah sihir yang nyata”.” </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">(QS. An naml;13</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" dir="rtl">(</span><em></em></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>(Bersambung)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seri Kepalsuan Ibnu Taimyah (1)]]></title>
<link>http://abusalafy.wordpress.com/?p=213</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 02:35:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
<guid>http://abusalafy.id.wordpress.com/2008/05/08/seri-kepalsuan-ibnu-taimyah/</guid>
<description><![CDATA[Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli Dalam Ilmu Hadis? (1)
Apa benar Ibnu Taimiyah seperti yang dibanggak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli Dalam Ilmu Hadis? (1)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Apa benar Ibnu Taimiyah seperti yang dibanggakan para pengikut dan muqallidnya bahwa ia pakar yang mumpuni dalam ilmu hadis?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Atau ia seperti yang disifati para penentangnya dan menentang cara dan metode keberagamannya dan sikapnya terhadap Sunnah Nabi saw., ia adalah seorang yang gegabah dalam menyikapi Sunnah dan menjadikan hawa nafsunya sebagai imam dan penentu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sajian di bawah ini akan membuktikan mana dari kedua penilaian di atas yang sesuai dengan realita dan kenyataan sebenarnya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Ikuti terus sajian kami kali ini!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><strong><span> </span></strong><span style="font-family:Symbol;color:blue;"><span><span> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span>Tentang Hadis Tawassul Kepada Nabi Muhammad saw. dalam Berdo’a.</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Ibnu Taimiyah menukil beberapa hadis dari beberapa sahabat dan tabi’în yang ia akui keshahihannya tentang bertawassul kepada Nabi saw. dalam berdo’a, seperti do’a yang terkenal yang diajarkan Nabi saw.<span> </span>kapada seorang sahabat beliau saw.:</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span> </span>اللهم إني أتوجه إليك</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">بنبيك نبي الرحمة، يا محمد إني أتوجه بك إلى ربك وربي يرحمني مما بي</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>“Ya Allah, aku menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammmad, aku menghadap denganmu kepada Tuhanmu dan Tuhanku agar Dia merahmatiku dari apa yang sedang aku hadapi.”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Dan redaksi lain semisalnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Ibnu Taimiyah juga menukil dari para ahli hadis seperti al Baihaqi, Ibnu as Sunni dan ath Thabarani bahwa para Salaf (yang tak henti-hentinya diaku kaum Wahhabiyah sebagai panutan mereka) bahwa mereka telah mempratekkan dan mengamalkannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Setelahnya Ibnu Taimiyah berkata: </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">وروي</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">في ذلك أثر عن بعض السلف، مثل ما رواه ابن أبي الدنيا في كتاب (مجاني</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">الدعاء)… فهذا الدعاء ونحوه قد روي أنه دعا به السلف، ونقل عن أحمد بن</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">حنبل في (منسك المروزي)التوسل بالنبي(ص)في</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">الدعاء.</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>“Dalam hal ini telah diriwayatkan dari sebagian kaum Salaf, seperti apa yang diriwayatkan Ibnu Abi ad Dunya dalam kitab Majâni ad Du’â’… dan do’a ini dan semisalnya telah dipraktikkan para Salaf. Dan telah dinukil dari Ahmad ibn Hanbal dalam<em> Mansak</em>-nya al Marwazi disyari’atkannya bertawassul dengan Nabi saw. dalam berdo’a.” (Baca <strong><em>at Tawassul wa al Wasîlah</em></strong> karya Ibnu Taimyah:105-106) </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Akan tetapi anehnya dalam halaman-halaman pertama dalam kitab tersebut<span> </span>berkata:</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">إن أحدا من الصحابةوالتابعين لهم بإحسان وسائر المسلمين لم يطلب من النبي (ص)بعد موته أن</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">يشفع له! ولا سأله شيئا! ولا ذكر ذلك أحد من أئمةالمسلمين في كتبهم!! </span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>“Tidak seorang pun dari sahabat, tabi’în dan seluruh kaum Muslimin ada yang meminta dari Nabi saw. setelah fawatnya agar beliau memberikan syafa’at untuknya! Tidak pula meminta sesuatu, dan tidak pernah disebut oleh seorang pun dari para imam kaum Muslimin dalam buku-buku mereka!!” (At-Tawassul:1)</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><span>Abu Salafy berkata:</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Lalu kemanakah ia buang hadis-hadis yang ia nukil dan ia shahihkan sendiri dari Imam Ahmad, Ibnu Abi ad Dunya, Ibnu As Sunni, al Baihaqi dan ath Thabarani? Bukankah Ibnu Taimiyah sendiri yang mengakui bahwa demikianlah praktik kaum Salaf?!</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Tapi, bukanlah Ibnu Tamiyah kalau tidak gemar memalsu! Bukan Ibnu Tamiyah kalau tidak menentang kebenaran jika kebenaran itu berseberangan dengan hawa nafsunya.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Allah SWT berfirman:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:6pt 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;color:blue;">أَ رَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلهَهُ هَواهُ أَ فَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكيلاً. </span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya.” </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">(QS. Al Furqân; 43)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Bukankan Ibnu Taimiyah itu seorang yang berilmu?</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Jawabnya, ya!! Lalu mengapakah dia bersikap begitu?</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Jawabnya ada dalam firman Allah SWT di bawah ini:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:6pt 0;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;">أَ فَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلهَهُ هَواهُ وَ أَضَلَّهُ اللَّهُ عَلى‏ عِلْمٍ وَ خَتَمَ عَلى‏ سَمْعِهِ وَ قَلْبِهِ وَ جَعَلَ عَلى‏ بَصَرِهِ غِشاوَةً فَمَنْ يَهْديهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَ فَلا تَذَكَّرُونَ (23) </span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">.<em>”</em> (QS. Al Jâstiah;23)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Jadi apabila hawa nafsu dijadikan oleh seseorang sebagai tuhannya yang akan menetukan arah dan kecendrungannya maka tidak ayal lagi semua kebenaran yang tidak sejalan dengan selara nafsunya pasti akan ia bantah dan bantai!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Segamblang apapun dalil-dalil kebenaran di hadapan matanya pasti akan dengan mudahnya ia tolak dan bantah! Ia carikan seribu satu alasan untuk membatalkannya! </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Itulah Ibnu Taimiyah!!! Imam besarnya kaum Wahhabiyah “Pemurni ajaran tauhid”!!</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="color:#ff0000;"><strong><span>(Bersambung)</span></strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
