<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>seni-dan-budaya &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/seni-dan-budaya/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "seni-dan-budaya"</description>
	<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 16:12:56 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Siapa sih Punk? ]]></title>
<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=23</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:23:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
<guid>http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=23</guid>
<description><![CDATA[Siapa sih Punk?
Punk itu bukan sekadar musik. Punk adalah gaya hidup atau life style yang bisa mengu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Siapa sih Punk?</strong></p>
<p>Punk itu bukan sekadar musik. Punk adalah gaya hidup atau life style yang bisa mengubah hidup dirinya sendiri bahkan juga lingkungan di sekitarnya.<br />
Punk's not dead!</p>
<p>Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa punk bukan hanya fashion! Yeah, itu memang benar. Bahkan punk juga bukan sekadar musik. Punk adalah merupakan gaya hidup atau life style. Itu artinya akan ikut dalam keseharian kita. Jadi kapan kita bisa mengaku bahwa kita adalah punkers? Apakah jika kita ditemani nyanyian Johny Rotten (Sex Pistols) setiap akan tidur? dan setiap pagi kita dibangunkan oleh musiknya Green Day? Ataukah saat kita muncul di jalan dengan dandanan rambut mohawk, jaket penuh berbagai macam model pin, jins penuh tambalan dan sepatu boot usang yang setia menemani? Jika sudah demikian kita memang telah ber-style punk. Tapi kita harus menyadari bahwa punk bukan hanya semua itu. Punkers bukanlah orang yang tak memiliki tujuan hidup. Memang sulit bagi kita menjadi seorang punkers apabila kita sendiri tidak mengerti makna punkers yang sebenarnya.</p>
<p><strong>Makna Punk </strong><br />
Difinisi menurut kamus bahasa Inggris, punk bisa berarti tidak penting, tidak berguna, bahkan busuk. Entah kenapa bisa nyambung banget sama sebutan vokalis Sex Pistols. Nama aslinya Johny Lyndon, tapi Steve Jones memanggilnya Rotten. Dan jadilah nama dia Johny Rotten.<br />
Kita lupakan saja kamus bahasa itu. Sekarang kita lihat arti punk, menurut seorang guru punk, Joe Kidd. Menurutnya punk memiliki arti yang berubah-ubah sesuai dengan tingkat kedewasaannya. Saat dia berusia 13 tahun, punk baginya adalah sesuatu yang liar, dengan dandanan yang revolusioner, tidak perlu berangkat ke sekolah setiap pagi, dan selalu di temani musik setiap saat. Lalu dia terus berpikir dan akhirnya menemukan bahwa punk bukan hanya itu namun punk adalah sebuah semangat. Semangat untuk perubahan, ketidaktergantungan, proses kreatif dan peduli terhadap politik. Semakin lama pandangan punk makin luas. Tapi penekanannya selalu tetap di bagian yang sama. Punk adalah sebuah semangat untuk menghadapi hidup dengan kreativitas tinggi.<br />
Biasanya mereka yang memulai hidup sebagai punkers adalah kelas menengah ke bawah. Dan punya tujuan yang sangat simpel. Tidak mau di ganggu, minum-minum, dan mendengarkan musik. Cuma tiga itu saja. Tentunya untuk terus hidup seperti itu enggak bisa terjadi begitu saja. Kasus yang hampir sama dengan proses munculnya skinheads. Mereka tumbuh jadi orang yang bekerja keras di siang hari. Tujuannya memang hanya mengumpulkan uang untuk having fun di malam hari. Tapi satu semangat mereka adalah untuk independent atau tidak tergantung kemana-mana. Jadi punkers selalu berusaha untuk bekerja apa pun. Inilah yang menunjukan semangat punk yaitu untuk hidup mandiri.</p>
<p><strong>Do It Your Self </strong><br />
Ideologi D.I.Y. (do it yourself) utnuk orang awam mengesankan punkers berjiwa indi vidualis. Padahal tidaklah demikian yang dimaksud di sini adalah independent tadi. Ti-dak tergantung pada siapa pun. Selama hal itu masih bisa kita lakukan sendiri kenapa tidak kita lakukan? Yang menghapuskan individualis tadi adalah semangat equality yaitu semangat kebersamaan antara sesama punkers.<br />
Lebih jelas lagi jika kita lihat kondisi sebuah band. Sebuah band punk yang menganut D.I.Y. akan berusaha untuk menangani album mereka sendiri. Mulai dari proses produksi, penggandaan sampai soal distribusi. Untuk menangani hal itu sangat berat jika dilakukan oleh satu dua orang saja. Di sinilah mereka sangat memerlukan kebersamaan. Semangat kebersamaan demi tujuan bersama.<br />
Modal lain untuk melakukan semua itu semua adalah brain! Yeah, kita juga harus punya otak. Kalau otak kita kosong, kita bakal kena tipu terus. Bagaimana pula kita bisa menghadapi perubahan, dan mengerti tentang situasi politik? Oleh karena itulah bohong besar kalau punkers tidak memerlukan pendidikan. Walau memang tidak harus di sekolah formal.<br />
Nah sekarang kita siap tidak untuk menjadi seorang punker sejati. Seseorang yang benar-benar bisa menghadapi tantangan hidup. Selalu siap menghadapi berbagai keadaan. Bukan berarti kita harus selalu tidur di pinggiran jalan. Tapi kita siap kalaupun harus hidup di pinggir jalan. Bukan cuma berani menggunakan celana jeans ketat, rambut mohawk, atau sepatu boots saja. Tapi kita juga harus malu kalau masih harus terus minta uang ke orang lain. Meskipun itu orang tua kita sendiri.<br />
Bagaimana oi? Siap untuk bekerja di siang hari dan berpesta di malam hari? Ayo jangan bikin malu punk!<br />
<em>(dari berbagai sumber)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[125 TAHUN PUJANGGA EKSENTRIK FRANZ KAFKA]]></title>
<link>http://zaldym.wordpress.com/?p=457</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:05:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>zaldy munir</dc:creator>
<guid>http://zaldym.wordpress.com/?p=457</guid>
<description><![CDATA[

125 TAHUN PUJANGGA EKSENTRIK FRANZ KAFKA
 
 
TAK ada sastrawan yang seperti Franz Kafka. Diangga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:Arial;"><a href="http://zaldym.wordpress.com/files/2008/07/200807030706371.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-458" src="http://zaldym.wordpress.com/files/2008/07/200807030706371.jpg?w=122" alt="" width="122" height="90" /></a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:Arial;">125 TAHUN PUJANGGA EKSENTRIK FRANZ KAFKA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">TAK ada sastrawan yang seperti Franz Kafka. Dianggap begitu rumit, begitu gelap, begitu tidak karu-karuan. Lahir 3 Juli 1883, meninggal sebulan sebelum berusia 41 tahun, pada 3 Juni 1924.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Kalau saja ia masih hidup, hari Kamis tanggal 3 Juli Franz Kafka akan berusia 125 tahun.Franz  Kafka tak pernah meramalkan sukses besarnya sebagai sastrawan. Namun teknik penulisannya yang begitu otentik dan orisinal, merupakan pilihan sadar dan sikap dasarnya dalam menulis.Dalam sebuah suratnya kepada Oskar Lotak, 27 Januari 1904, ia mengatakan, "Suatu buku haruslah bagai menikam atau mencederai pembacanya. Katanya, kalau buku itu tidak membangunkan kita dengan suatu tonjokan di kepala, untuk apa kita membacanya?"</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Ia mengatakan, kalau perlu buku macam itu harus kita tulis sendiri. Lalu katanya pula, apa yang kita butuhkan adalah buku yang memberi dampak pada kita bagaikan bencana yang menciptakan duka cita yang mendalam, ibarat kematian seseorang yang kita cintai lebih dari diri kita sendiri, seumpama dibuang jauh ke rimba raya terkucilkan dari siapapun, seperti suatu bunuh diri. Buku haruslah merupakan sebuah kapak yang menghancurkan samudera yang membeku dalam diri kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Betapa kuat kalimat-kalimat itu. Begitu kokoh. Dan begitu konsisten kredo kesastrawanannya itu diwujudkan dalam karya-karyanya. Yang gelap, dengan kata-kata yang berantakan, kalimat-kalimat panjang yang saling berhimpitan, membangun suatu arsitektur bahasa tersendiri, menciptakan suasana gelap, tertekan, terasing, getir, sendirian terkucil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Tetapi siapakah Franz Kafka, si peracau itu? Sebuah buku baru diterbitkan menyambut ulang tahun Kafka ke 125. Judulnya, 'Biografi Franz Kafka: Tahun-Tahun Penjelmaan'. Pengarangnya, Reiner Stach mengatakan, dengan buku itu disusun berdasarkan hidup Franz Kafka dari 1916 hingga kematiannya 1924. "Saya ingin menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa politik yang disaksikan Kafka khususnya selama Perang Dunia, bukan sekadar latar bagi hidupnya semata. Melainkan, dia juga sangat terlibat di dalamnya. Saat itu ia dipaksa untuk membeli surat obligasi dana perang. Akibatnya seluruh simpanannya, yang sebenarnya disimpan supaya nanti bisa berhenti dari kerjanya di perusahaan asuransi, dan hanya menulis sepanjang hidupnya itu habis. Bisa dibilang dicurilah, begitu." </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Terlepas dari kepribadiannya yang nyentrik, Franz Kafka adalah pekerja keras. Ia sungguh-sungguh ketika menjadi pekerja di perusahaan asurani untuk menyambung hidupnya, juga ketika pindah ke perusahaan lain. Namun ia juga mengerahkan seluruh kesungguhannya untuk menulis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">"Ketika Gregor Semsa terbangun suatu pagi dari suatu mimpi yang kacau, di atas tempat tidurnya itu ia mendapati dirinya telah berubah menjadi seekor serangga raksasa." Begitulah kalimat pembuka Metamorfosa, atau dalam judul aslinya, Verwandlung, salah satu karya Franz Kafka yang legendaris. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Ini barangkali kalimat pembuka paling terkenal dalam dunia sastra. Kalimat awal yang tak ada tandingannya. Novel itu sendiri adalah karya yang taka da tandingannya pula.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Sebuah karya yang mengguncangkan nilai dan estetika. Metamorfosis mengubah sepenuhnya pandangan dunia mengenai sastra, dan pandangan mengenai dunia sastra. Bahwa suatu karya sastra bisa ditulis dengan cara yang sepenuhnya berbeda. Metamorfosis boleh dikata merupakan satu-satunya novel Franz Kafka yang tuntas. Tidak dalam pengertian tamat seperti novel pada umumnya. Namun setidaknya berakhir pada ujung yang boleh dikata konklusif. Sedangkan karya-karya monumental lain, seperti Amerika, Manusia yang Tersesat, serta Peradilan, alias The Trial alias Proses, kastil alias Schloss, merupakan karya yang tidak selesai, yang terputus di tengah jalan. Tetapi toh, karya-karya tidak beres itu begitu mempengaruhi dunia. Mengapa karya-karyanya tidak selesai? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Reiner Stach menjelaskan: Setiap malam sesudah pukul 5 sore ia harus ke kantor. Ia juga musti masuk kantor setiap hari Sabtu. Ia jadi kehabisan waktu. Ia berusaha mengabaikannya. Tapi akibatnya ia justru kurang tidur. Itu alasan kenapa ia tidak berhasil menyelesaikan naskah berjudul "Proses", atau di dunia internsional dikenal sebagai The Trial, Pengadilan. Karena tugas di kantor dan keharusan menulis membuat beban hidupnya jadi  berlipat ganda. Ia jadi begitu letih." </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Manusia letih ini juga selalu gelisah. Tidak tenang. Serba tidak nyaman, tidak aman. Serba cemas, serba kuatir. Namun katanya, "Ketakutanku adalah inti jiwaku, dan bisa jadi bagian terbaik dari diriku."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Semua kepribadiannya, kecenderungan hidupnya, pandangannya, kegelisahannya, kecanggungannya, kesepiannya, kecemasannya, detil-detil kecil dari kesehariannya, seakan tercermin kuat, atau terwujudkan secara khas dalam karya-karyanya. Dalam Metamorfosis ia adalah Gregor Samsa yang terbangun di pagi hari sebagai seekor serangga raksasa, dalam Kastil sosok-sosok berseliweran, dan berakhir dengan kalimat yang tak selesai, dalam Pengadilan, seorang lelaki tiada guntur tiada angin ditangkap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Franz Kafka adalah manusia dengan minoritas lipat tiga di Ceko. Ia seorang Yahudi, seorang penyendiri, dan seorang pengguna bahasa Jerman. Kafka memang lahir dari sebuah keluarga Yahudi makmur di sebuah kawasan berbahasa Jerman di Praha. Seluruh pendidikannya dijalani dalam bahasa Jerman. Karenanya, kendati ia menguasai juga bahasa Ceko dan kemudian Prancis, ia menulis dalam bahasa Jerman. Bahasa yang sangat rumit, yang seakan menjadi alat yang lebih sempurna lagi bagi kerumitan kepribadian Kafka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Keluarganya, masa kecilnya, pendidikannya, kendati elitis, jauh dari susana yang membahagiakan Franz Kafka. Dalam biografi yang disunting sahabatnya, Max Brod, ia menulis,bahwa ia bisa membuktikan setiap saat bahwa pendidikan yang dialaminya diupayakan untuk menciptakan kepribadiannya yang berbeda, yang bukan dirinya sendiri. Ia menuntut agar para pendidiknya untuk mengarahkannya sesuai kepribadian sebenarnya. Namun katanya, karena mereka tak mampu memenuhinya, ia melontarkan kecaman saja, olok-olok yang bergema nyaring di menembus dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Franz Kafka berangan-angan pindah ke Berlin, Jerman, dengan harapan bisa terbebas dari lingkungan keluarga dan masa kecilnya, hidup sebagai penulis sepenuhnya bersama tunangannya Felice Bauer  yang tinggal di Berlin. Namun perang dunia pertama meletus, dan ia tak leluasa bepergian. Dan akhirnya hubungan mereka yang terbina selama 5 tahun, putus pada tahun 1917. Tak lama kemudian Kafka terserang Tuberculosis, TBC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Berbarengan dengan makin parahnya berbagai masalah yang bersumber pada kejiwaannya, Seperti paranoia, kecemasan, psikosomatik. Dan Kafkapun mengutuk. Katanya, paru-parunya dan otaknya diam-diam berkomplot. Di luar itu, Kafka memang selalu tak nyaman dengan orang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Salah satunya, digambarkan Reiner Stach yang baru saja menulis buku tentang Kafka: "Dia punya kebiasaan tetap yang khas yang tampak ganjil. Ia tak bisa mengubahnya. Dan ia tahu itu bisa jadi bahan tertawaan. Sebetulnya  tak ada kebiasaan ganjilnya  yang betul-betul membuat orang lain tak bisa bergaul  Franz Kafka jatuh cinta lagi di tahun 1921 kepada Milena Jesenka,  seorang wartawati Ceko. Dalam sebuah suratnya Kafka mengatakan, "Dalam cinta ini engkau bagaikan sebilah pisau, yang dengannya aku jelajahi diriku sendiri." Namun ia menganggap "persetubuhan adalah suatu hukuman atas kebahagiaan sepasang kekasih"</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Tetapi dua tahun kemudian ia pindah ke Berlin dan hidup dengan seorang guru TK bernama Dora Diamant, yang memperkenalkannya lebih dalam dengan keyahudian. Kafka kemudian tertarik pada spiritualitas dan kebudayaaan lama Yahudi. Kendati Kafka tak pernah benar-benar menjadi seorang Yahudi religius. Kafka sempat juga terpengaruh oleh sejumlah kawan-kawannya yang Zionis. Sampai berencana untuk ikut pindah ke kawasan Palestina yang saat itu berada dalam mandat Inggris dan Israel belum ada. Namun penyakit TBC mengagaglkannya. Ia meninggal 3 Juni 1924. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Beberapa saat menjelang kematiannya, ia berwasiat kepada sahabatnnya, Max Brod dan teman hidupnya, Dora Diamant, agar membakar dan memusnahkan seluruh karyanya. Agar, katanya, "Tidak akan pernah ada bukti bahwa saya seorang penulis." Namun wasiatnya tidak diindahkan. Sejumlah buku catatannya diselamatkan, kendati tidak semuanya. Dan lama sesudah kematian, diterbitkan, kendati banyak di antaranya yang diragukan kebenaran susunannya. Karena banyak halaman lepas yang tidak diberi nomor halaman. Sehingga harus disusun ulang berdasarkan tafsieran Max Brod.Yang unik, ketika Nazi Hitler berkuasa di Jerman belasan tahun kemudian, dan merenggut nyawa tiga adik perempuannya di kamp konsentrasi, Kafka memunculkan masalah baru. Para penguasa Nazi melakukan penyitaan terhadap karya-karyanya, dan memusnahkannya sebagian. Sesudah Zazi kalah dalam Perang Dunia kedua, seluruh dunia mengerahkan sebuah operasi besar untuk menelusuri karya-karya Franz Kafka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Karya-karya gelap, yang sekali lagi, penuh gambaran berantakan, kalimat yang bagai meracau, struktur yang bertumpuk. Sebuah cara berkesusastraan yang menggemparakn, bahakn boleh dikata mengubah kesusastraan. Reiner Stach, penulis biografi Franz Kafka terakhir, menggambarkannya: "Saya selalu katakan, di kepala Kafka bagaikan ada bioskop yang selalu memutar film penuh khayalan. Jadi mungkin seperti orang yang di bawah pengaruh obat bius. Atau justru seperti orang yang sedang mengalami masa puber."■</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Sumber: Deutsche Welle</span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[YANG MUDA MELEK KE SUNDAAN]]></title>
<link>http://zaldym.wordpress.com/?p=455</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 08:54:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>zaldy munir</dc:creator>
<guid>http://zaldym.wordpress.com/?p=455</guid>
<description><![CDATA[YANG MUDA MELEK KE SUNDAAN
 
 
KEKUATAN adalah (modal) kehidupan, sementara kelemahan adalah (peny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:Arial;" lang="IN">YANG MUDA MELEK KE SUNDAAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">KEKUATAN </span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">adalah (modal) kehidupan, sementara kelemahan adalah (penyebab) kematian atau kepunahan, kata Swami Vivekanda dari India. Begitu juga dengan etnik Sunda. Ketika Sunda – sebagai salah satu dari ratusan etnik di Indonesia – kuat dan kokoh, pasti akan terus eksis. Namun, sebaliknya. Ketika Sunda melemah, ia akan sekarat dan pasti mati. Bahkan akan tertimbun lapisan sejarah, dilupakan banyak orang. Sunda sebagai sebuah komunitas etnik, menyisakan aneka warisan kultural dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat; kendati, tidak seluruhnya warga di Jawa Barat bersuku Sunda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff9900;font-family:Arial;" lang="IN">Tiga Narasi Kultural</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Urang </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Sunda zaman dulu tentu saja sangat berbeda dengan generasi Sunda <em><span style="font-family:Arial;">kiwari</span></em>. Setidak-tidaknya ada tiga narasi kultural yang berkembang pada masyarakat Sunda saat ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Pertama</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">, narasi kultural yang diwakili masyarakat Sunda yang masih <em><span style="font-family:Arial;">mikukuh</span></em> falsafah hidup Ki Sunda. Mereka berada di pelosok-pelosok <em><span style="font-family:Arial;">padusunan</span></em> yang tidak <em><span style="font-family:Arial;">ngeh</span></em> dengan kebudayaan dari luar. Biasanya, komunitas <em><span style="font-family:Arial;">urang</span></em> Sunda seperti ini terdapat di lingkungan masyarakat adat, kampung yang jauh jaraknya dengan perkotaan, dan jika dekat dengan kota, mereka punya peraturan ketat untuk terus <em><span style="font-family:Arial;">mikukuh</span></em> adat-istiadat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Kedua</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">, narasi kultural yang diwakili oleh <em><span style="font-family:Arial;">nonoman </span></em>Sunda yang telah “melek” dengan kebudayaan luar. Generasi muda Sunda ini, lahir sebagai etnik Sunda, hidup di wilayah yang banyak dihuni aneka ragam kebudayaan, hingga membentuk pola pikir yang pluralis dan melahirkan laku yang menjauh dari <em><span style="font-family:Arial;">ajen-inajen</span></em> kesundaan. Mereka, biasanya, berasal dari pelajar sekolah, mahasiswa, dan kaum tua “yang gila” dengan ideologi kapitalisme yang dibawa arus globalisasi. Mereka terbuai oleh bujuk rayu globalisasi dan meminggirkan <em><span style="font-family:Arial;">ajen-inajen</span></em> kesundaan dalam hidup kesehariannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Ketiga</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">, narasi kultural – <em><span style="font-family:Arial;">anu dipikareuseup kuring</span></em> – yang diwakili generasi Sunda yang tersebar di seluruh pelosok negeri dan dunia, namun masih menyisakan kerinduan terhadap identitas kultural aslinya. Mereka memiliki pola pikir yang sama dengan generasi Sunda plural, karena melek dengan perangkat globalisasi (seperti HP, <em><span style="font-family:Arial;">internet</span></em>, <em><span style="font-family:Arial;">video digital</span></em>, <em><span style="font-family:Arial;">komputer</span></em>, <em><span style="font-family:Arial;">note book</span></em>, dan lain-lain); tapi punya kekhasan kultural seperti yang dipegang secara kukuh oleh masyarakat adat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Istilah sosiologis untuk menyebut narasi ini oleh sosiolog kontemporer Roland Robertson (1992) disebut sebgai glokalisasi. Sebuah gerakan kultural generasi yang bisa memanfaatkan perangkat atau produk globalisasi untuk mengeksiskan identitas kebudayaan lokalnya, seperti menulis konten di <em><span style="font-family:Arial;">website</span></em>, <em><span style="font-family:Arial;">web</span></em> <em><span style="font-family:Arial;">blog</span></em>, dan media sosial di internet, dengan konten kebudayaan lokal. Mengapa itu harus terjadi? Sebab, perkembangan teknologi – seperti kehadiran komputer dan internet – menjadi keniscayaan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat lokal dalam mengeksiskan eksistensi etnik Sunda kepada dunia. Seperti yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Unpad, dengan memprakarsai komputerisasi aksara Sunda agar diakui dunia. Itu merupakan <em><span style="font-family:Arial;">ijtihad</span></em> kebudayaan yang sekiranya kita rojong bersama guna menciptakan Sunda yang diakui eksistensinya oleh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">“Sundamorfosis”</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> Istilah <em><span style="font-family:Arial;">“Sundamorfosis” </span></em>memang bisa dibilang agak klise. Istilah ini masih bisa kita perdebatkan. Secara akademis, ilmiah, dan mungkin secara filosofis. Akan tetapi, daripada menghabiskan tenaga, mendingan para budayawan <em><span style="font-family:Arial;">sepuh </span></em>Sunda yang tidak suka dengan istilah ini, melakukan upaya-upaya penanggulangan. Ini dilakukan sebelum generasi muda Sunda bermetamorfosa ke arah laku lampah yang tidak mengindahkan falsafah hidup Ki Sunda. Boleh saja kita artikan <em><span style="font-family:Arial;">Sundamorfosis</span></em> sebagai perubahan meleknya <em><span style="font-family:Arial;">urang</span></em> Sunda pada falsafah kesundaan, sehingga mereka sadar akan jati diri kebudayaannya. Yang pasti, karena perkembangan zaman ke arah yang berbeda dengan Sunda <em><span style="font-family:Arial;">baheula</span></em>, menuntut kita untuk <em><span style="font-family:Arial;">ngigeulan</span></em> dan <em><span style="font-family:Arial;">ngigeulkeun</span></em> zaman. Sebab, Sunda – sebagai falsafah hidup – mesti <em><span style="font-family:Arial;">miindung ka waktu, mibapa ka zaman</span></em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Tidak terjebak romantisme sejarah masa kejayaan kerajaan Sunda saja, tetapi melihat ke depan (<em><span style="font-family:Arial;">futuris</span></em>) untuk merumuskan Sunda masa depan yang tetap diakui dunia. Sebab, kendati hidup di zaman yang dijibuni perkembangan teknologi dahsyat, justru bakal ada generasi yang menyadari bahwa ia telah melupakan kebudayaannya. Alhasil, muncul gerakan-gerakan kesundaan dalam wajahnya yang baru. <em><span style="font-family:Arial;">Neo-Sunda</span></em> istilahnya. Anda boleh setuju atau tidak. Terserah! Jadi, kita jangan hanya pandai mencipta generasi yang <em><span style="font-family:Arial;">Arabmorfosis</span></em> dan <em><span style="font-family:Arial;">Inggrismorfosis</span></em> saja. Sementara, keaslian jati diri urang Sunda tumpur oleh dalih <em><span style="font-family:Arial;">Indonesiamorfosis</span></em>. Tapi, untuk <em><span style="font-family:Arial;">Indonesiamorfosis</span></em> bagi generasi muda Sunda memang harus diperhatikan. Sebab, kita yang tinggal di tatar Sunda adalah warga negara yang setia. <em><span style="font-family:Arial;">“Sundamorfosis </span></em>memang menarik untuk kita arahkan pada jalur yang semestinya dilalui, yakni pengaktualisasian nilai-nilai kesundaan dalam hidup keseharian untuk menyumbang pemikiran bagi bangsa Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Mudah-mudahan – sebagai generasi muda Sunda – kita bisa bermetamorfosa hingga menyadari bahwa kearifan lokal ditatar Sunda terserak dan harus mulai kita punguti kembali. Dan, setelah dipunguti, tidak membuangnya ke tong sampah. Tapi, <em><span style="font-family:Arial;">disakuan dina ati sanubari</span></em>, agar laku dan kata kita <em><span style="font-family:Arial;">saluyu </span></em>dengan <em><span style="font-family:Arial;">ajen-inajen </span></em>kesundaan yang diwariskan Ki Sunda. Saya berharap para <em><span style="font-family:Arial;">inohong</span></em>, <em><span style="font-family:Arial;">nonoman</span></em>, dan <em><span style="font-family:Arial;">kokolot</span></em> Sunda bekerja ekstra keras mendidik generasi muda agar tercipta komunitas barudak <em><span style="font-family:Arial;">ngora</span></em> yang melek kesundaan. Dan, tidak anti-perubahan guna memberikan sumbangsih pemikiran untuk bangsa ke depan.■</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Layang-layang]]></title>
<link>http://dimasuling.wordpress.com/?p=23</link>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 12:22:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>dim</dc:creator>
<guid>http://dimasuling.wordpress.com/?p=23</guid>
<description><![CDATA[masyarakat bali sangat mengemari layang-layang, di dukung oleh lingkungan alam yang berangin kencang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasuling.files.wordpress.com/2008/07/cobra-dari-malaysia.jpg"><img src="http://dimasuling.wordpress.com/files/2008/07/cobra-dari-malaysia.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-24" /></a>masyarakat bali sangat mengemari layang-layang, di dukung oleh lingkungan alam yang berangin kencang, permainan layang-layang menjadi menarik dan selalu dilombakan pada setiap tahun. Even tahunan tersebut kemudian menjadi besar dan bertaraf internasional, akhirnya agenda rutin International Kite Festival selalu ada di Bali</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Husam: Minta semua pihak jangan salahkan Carburetor Dung]]></title>
<link>http://aminiskandar.wordpress.com/?p=590</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 01:20:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>aminiskandar</dc:creator>
<guid>http://aminiskandar.wordpress.com/?p=590</guid>
<description><![CDATA[
Naib Presiden PAS, Husam Musa meminta semua pihak agar tidak menyalahkan kumpulan Carburetor Dung d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-594" src="http://aminiskandar.wordpress.com/files/2008/07/img_1138.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Naib Presiden PAS, Husam Musa meminta semua pihak agar tidak menyalahkan kumpulan Carburetor Dung dalam insiden yang berlaku pada Perhimpunan PROTES Sejuta Rakyat TURUN pada 6 Julai yang lalu.</p>
<p><!--more--></p>
<blockquote><p><em><strong>Husam : Jangan Salahkan Carburetor Dung</strong></em></p>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;line-height:19px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"><em><span class="Apple-style-span" style="font-weight:bold;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;">KOTA BHARU : Naib Presiden PAS, Dato’ Husam Musa meminta supaya semua pihak tidak menyalahkan kumpulan underground Carburetor Dung</span></span></span><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"> yang mengadakan persembahan nyanyian pada perhimpunan Protes anjuran parti Pakatan Rakyat kerana kumpulan itu berani membawa mesej kepada kerajaan. </span></span></em></span></p>
<div></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;line-height:19px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"></p>
<div style="font-size:14px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>“Saya bukannya pro kepada band rock itu tetapi kalau kita dengar semula senikata lagu (yang dinyanyikan) itu ada mesej tertentu kepada kerajaan,</em></span></span></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>“Cuma silap budak tu (penyanyi) buka seluar walaupun dalam konsertnya sebelum ini pun dia memang buat begitu, jadi pada malam itu tak baiklah dia buat macam tu,” jelasnya.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><em><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;">Katanya, sekiranya Pakatan Rakyat (PR) mengadakan bantahan dengan cara keluar di jalanan khuatir pelabur berasa takut dan bimbang berlaku kekecohan dan terus menuduh PR sengaja menimbulkan ketidakstabilan kepada negara. </span></span><span><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"> </span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>Beliau berpendapat bagi menyampaikan mesej kepada kerajaan tidak semestinya dengan berkasar sedangkan pendekatan secara ‘gentle’ boleh dilakukan.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>“Pada pandangan saya perbuatan (melondehkan seluar) boleh diperbetulkan, janganlah kita hukum dia sampai tinggal mesej lantang kepada mereka,”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>Katanya, kumpulan tersebut telah membawa mesej yang bersifat kritikal kepada kerajaan dan jika didengar semula lirik lagunya ibarat terkena pada batang hidung mereka (kerajaan) sendiri.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>“Kalau golongan muda seperti itu pun sudah boleh sindir kerajaan, ini menunjukkan sudah ada penyertaan dari pelbagai pihak bagi menyampaikan mesej kepada kerajaan,” katanya.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>Beliau menambah perhimpunan itu adalah bukan untuk orang yang warak dan wali sahaja tetapi kepada semua pihak yang ingin suarakan bantahan. Baginya mesej yang cuba disampaikan pada perhimpunan tersebut sudah sampai matlamatnya tidak sebagaimana yang didakwa oleh kerajaan.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>Ahad lalu, vokalis kumpulan Carburetor Dung telah melakukan perbuatan tidak sopan dengan melondehkan seluar ketika mengadakan konsert pada Perhimpunan Protes Sejuta Rakyat-Protes Sampai Turun di Stadium Kelana Jaya, Selangor. Lagu yang dinyanyikan ketika itu Mari Nyanyi Menjilat.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial, helvetica, sans-serif;"><span class="Apple-style-span" style="color:#000000;"><em>Dipetik dari <a href="http://www.husammusa.com/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=76:husam-jangan-salahkan-carburetor-dung&#38;catid=37:online-news&#38;Itemid=57">sini</a>.</em></span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p></blockquote>
<p>Berbeza dengan kebanykkan pihak yang menuding jari kepada penganjur dan kumpulan Carburetor Dung, Exco kerajaan negeri Kelantan tersebut memberikan pendangan yang lebih adil.</p>
<p>Jika beliau calon bakal Perdana Menteri Malaysia, saya pasti akan memberikan sokongan!</p>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;line-height:19px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"><em></em></span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;line-height:19px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;line-height:19px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;line-height:19px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;line-height:19px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"> </p>
<p></span></p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12px 0;padding:0;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Air dalam Kebudayaan Bali]]></title>
<link>http://dimasuling.wordpress.com/?p=22</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 10:05:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>dim</dc:creator>
<guid>http://dimasuling.wordpress.com/?p=22</guid>
<description><![CDATA[Air selalu dipahami sebagai penyucian, pembersihan diri dalam kehidupan sehari-hari dari tinggkat ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasuling.files.wordpress.com/2008/07/air.jpg"><img src="http://dimasuling.wordpress.com/files/2008/07/air.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-21" /></a>Air selalu dipahami sebagai penyucian, pembersihan diri dalam kehidupan sehari-hari dari tinggkat kegunaan sampai tingkat kepercayaan. Dalam mitologi atau kisah-kisah orang suci air muncul sebagai tujuan dan sebagai awal dari keberadaan. Dalam masyarakat Bali, air disebut Titra. Dalam sejarah disebutkan bahwa Tirta dulunya adalah sebuah sistem kepercayaan, kemudian dirubah menjadi Hindu (oleh institusi semacam MUI (Majelis Ulama Indonesia / sekarang) ketika Majapahit melakukan penyebarangan kesana. Selanjutnya Hindu yang berkembang di Bali ditetapkan menjadi Hindu Darma sekarang ini. Namun dengan beberapa perubahan tersebut Tirta Atau Air masih tetap penting dalam sistem kepercayaan mereka, karena air adalah cikal bakal keberadaan leluhur di Bali.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngayah]]></title>
<link>http://dimasuling.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 09:58:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>dim</dc:creator>
<guid>http://dimasuling.wordpress.com/?p=20</guid>
<description><![CDATA[
Sebuah tradisi gotong royong dalam kepentingan religi pada masayarakat Bali. Semua orang wajib data]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasuling.files.wordpress.com/2008/07/ngayah.jpg"><img src="http://dimasuling.wordpress.com/files/2008/07/ngayah.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-19" /></a><br />
Sebuah tradisi gotong royong dalam kepentingan religi pada masayarakat Bali. Semua orang wajib datang ke pure atau tempat orang yang akan melangsungkan sebuah acara keagamaan. Pada skala lebih luas Ngayah bisa merupakan satu kegiatan yang panjang, misalnya dalam menyiapkan upacara pembakaran mayat (Ngaben) seorang raja atau keluarga raja. Satu bulan dalam setiap hari, masyarakat akan bergotong royong untuk mempersiapkan semuanya,tanpa imbalan berupa materi, tapi itu tradisi yang diikat oleh semangat bersosial yang murni dan tradisional.      </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Calonarang]]></title>
<link>http://dimasuling.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 17:27:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>dim</dc:creator>
<guid>http://dimasuling.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[
Calonarang merupakan seni pertunjukan klasik masyarakat Bali,isinya tentang ilmu hitam atau leak. D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasuling.files.wordpress.com/2008/07/calonarang.jpg"><img src="http://dimasuling.wordpress.com/files/2008/07/calonarang.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-3" /></a></p>
<p>Calonarang merupakan seni pertunjukan klasik masyarakat Bali,isinya tentang ilmu hitam atau leak. Dilangsungkan pada tengah malam saat upacara-upacara besar, semacam <em>odalan</em> (ulang tahun pure) atau pada saat <em>pentabisan </em> orang yang mempelajari ilmu Leak. Pada perkembangannya, seni pertunjukan ini bisa dinikmati oleh semua orang walaupun nuansa ilmu hitam akan tetap mewarnainya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dinamika Sosial Budaya PKS]]></title>
<link>http://adilsejahtera.wordpress.com/?p=97</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 13:11:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://adilsejahtera.wordpress.com/?p=97</guid>
<description><![CDATA[Terlepas dari alur cerita AAC yang melankolis, hingga Presiden SBY menitikkan air mata ketika menont]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Terlepas dari alur cerita AAC yang melankolis, hingga Presiden SBY menitikkan air mata ketika menontonnya, kisah Fahri adalah sublimasi dari pengalaman nyata ribuan kaum muda Indonesia yang kuliah/bekerja di mancanegara.Apa hubungannya dengan PKS? Pertama,pendiri PKS adalah kaum muda yang menikmati berkah pendidikan di era Orde Baru, sebagian di antara mereka alumni mancanegara.<!--more--></p>
<p class="intro">Karakter PKS mengkristal dan mencapai kulminasi dalam Pemilu 2004. Sejak itu perkembangan nasyid bergulir cepat, sehingga muncul genre alternatif. Ada nasyid parodi (Gondes Semarang) yang mengadopsi teknik Project P.Nasyid "klangenan" seperti Justice Voice (Yogyakarta) dan nasyid rap berbahasa Sunda (Ebiet Beat A dari Bandung).</p>
<p>Banyak pengamat mencermati kebangkitan Partai Keadilan Sejahtera sebagai bukti kemampuan partai politik (parpol) Islam untuk mengemas isu-isu publik, semisal antikorupsi dan pelayanan sosial.</p>
<p>Padahal, selama ini parpol Islam dan partai berbasis agama pada umumnya, terpenjara isu-isu religius dan ideologis. Kemenangan PKS bersama mitra koalisinya dalam pemilihan kepala daerah terkini di Jawa Barat (PAN) dan di Sumatera Utara (PPP dan PBB) menunjukkan partai Islam bisa menandingi partai nasionalis dan menangkal pragmatisme dalam derajat tertentu.</p>
<p>Analisis pengamat lebih terfokus pada efektivitas mesin politik atau popularitas kandidat. Belum ada yang secara serius menelaah faktor sosial-budaya.Kebangkitan PKS didukung lahirnya generasi baru di era transisi (1998-2008). Generasi ini telah mematahkan ambisi para elite status quo.</p>
<p>Kita bisa menyebutnya generasi AAC (Ayat-ayat Cinta)—meminjam fenomena budaya terkini, sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazi yang terjual 450.000 kopi dan filmnya ditonton hampir 4 juta orang. Generasi ini dicirikan sifat kosmopolitan,semisal Fahri, yang kuliah di Universitas Al-Azhar (Mesir) dan bergaul dengan kawan berbeda latar: Kristen Koptik (Maria), modern Turki (Aisha), tradisional Arab (Naora), selain akrab dengan gadis Indonesia (Nurul).</p>
<p>Terlepas dari alur cerita AAC yang melankolis, hingga Presiden SBY menitikkan air mata ketika menontonnya, kisah Fahri adalah sublimasi dari pengalaman nyata ribuan kaum muda Indonesia yang kuliah/bekerja di mancanegara.Apa hubungannya dengan PKS? Pertama,pendiri PKS adalah kaum muda yang menikmati berkah pendidikan di era Orde Baru, sebagian di antara mereka alumni mancanegara.</p>
<p>Berbeda dengan tesis Sadanand Dhume (Yale Global Online, 1 Desember 2005) yang menyebut PKS sebagai ancaman nasional, lebih berbahaya lewat suara (ballot) ketimbang senjata (bullet).Dhume yang mantan wartawan Far Eastern Economic Review itu berkesimpulan PKS adalah partai radikal karena kadernya kebanyakan alumni Timur Tengah. Itu konklusi menggelikan karena sebagian besar pimpinan PKS bukan alumni Timur Tengah. Ada yang lulusan perguruan tinggi di Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Presiden pertama PK, Nur Mahmudi Ismail adalah alumni Universitas Texas. Presiden kedua,Hidayat Nur Wahid,memang alumni Universitas Madinah. Presiden pertama PKS yang jarang disebut orang, Muzammil Yusuf, produk asli Universitas Indonesia, walau sempat kursus bahasa Inggris di Australia dan kursus bahasa Arab di Mesir.</p>
<p>Presiden ketiga PKS, Tifatul Sembiring, yang menggantikan Hidayat, tercatat sebagai alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Trisakti. Dengan formasi seperti itu,terbantahkan pandangan yang menyebut PKS "partai fundamentalis"lantaran pimpinannya lulusan Timur Tengah, seperti simpulan Walter Lohman (The Heritage Foundation, 28 April 2008 ) yang mengikuti logika dangkal Dhume.</p>
<p>Simpulan lebih masuk akal adalah kecenderungan kosmopolitanisme PKS amat kuat karena tergolong generasi yang terpapar informasi global. Saat ini, sebagian kader PKS menyebar di berbagai negara Eropa, selain ada yang kuliah di Australia, Singapura,dan Taiwan. Fakta kedua, penulis novel AAC Habiburrahman El -Shirazy termasuk lingkungan dekat PKS.</p>
<p>Kang Abik yang menjadi guru di pesantren di Jawa Tengah itu mengakui kedekatannya dengan komunitas tarbiyah amat berperan dalam proses kreatifnya. Habib tercatat sebagai anggota Forum Lingkar Pena (FLP), asosiasi penulis muda yang beranggotakan 2.000 penulis tersebar di 125 kota. Menurut Taufik Ismail, "FLP adalah laboratorium penulis muda terbesar dalam sejarah sastra Indonesia."Tentu saja FLP tak berhubungan secara organisasional dengan PKS karena sifatnya nonpartisan.</p>
<p>Namun,publik mengetahui kader dan simpatisan PKS sangat aktif membentuk lembaga sosial dan asosiasi profesional di berbagai bidang. Perluasan pengaruh lembaga itu pada gilirannya menentukan pembesaran politik PKS. Perlu dicermati secara khusus kreativitas budaya yang dipelopori PKS seperti terwakili dalam acara milad yang diikuti 150.000 simpatisannya.</p>
<p>Dalam atraksi panggung tampil grup nasyid Izzatul Islam, Ruhul Jadid, Shoutul Harakah, dan Ebiet Beat A Nasyid adalah grup acapella yang direvitalisasi komunitas PKS sejak 1980-an. Berbeda dengan kekuatan politik lain yang tak peduli perkembangan seni-budaya, apalagi gerakan politik Islam modernis yang disalahpahami suka menentang tradisi,maka PKS mengemas substansi budaya Islam dengan unik. Kreativitas mereka lebih dahsyat dibandingkan capaian politik yang diraih dalam pemilu.</p>
<p>Pada 1980, awal kemunculan "nasyidpergerakan" denganteks Arab yang diadopsi dari Mesir dan Palestina. Nasyid seperti "Ghuraba" (Kelompok Asing) disenandungkan mahasiswa LIPIA, kampus bahasa Arab yang disponsori Kedubes Arab Saudi.Anis Matta (Sekjen PKS) dan Ulil Abshar Abdalla (pendiri Jaringan Islam Liberal) termasuk alumni perguruan yang dituding pengamat asing sebagai penyebar ideologi Wahabisme.</p>
<p>Sepuluh tahun kemudian, nasyid marak berwarna "populer" seperti kelompok Snada (Jakarta) dan Suara Persaudaraan (Malang). Begitu ngetopnya Snada hingga diundang DPP PDIP saat meresmikan Baitul Muslimin. Di samping kelompok domestik tumbuh subur, grup nasyid Raihan asal Malaysia juga berebut pasar Indonesia.</p>
<p>Penggemar nasyid semakin luas kemudian membuka pasar baru bagi kemunculan lagu rohani.</p>
<p>Sulis dan Haddad Alwi dengan salawat Nabi serta Opick dengan pop religius. Pascareformasi, tampil "nasyid cadas" dipelopori Izzatul Islam (Depok). Tema lagunya seputar perjuangan warga di daerah konflik Maluku,Poso, dan Aceh. Gelombang nasyid cadas yang mengentak-entak dengan suara perkusi dilengkapi Ruhul Jadid (Depok) dan Shoutul Harakah (Bandung).</p>
<p>Karakter PKS mengkristal dan mencapai kulminasi dalam Pemilu 2004. Sejak itu perkembangan nasyid bergulir cepat, sehingga muncul genre alternatif. Ada nasyid parodi (Gondes Semarang) yang mengadopsi teknik Project P.Nasyid "klangenan" seperti Justice Voice (Yogyakarta) dan nasyid rap berbahasa Sunda (Ebiet Beat A dari Bandung).</p>
<p>Nasyid rap-Sunda ini dari sudut pandang sosial-budaya turut mengangkat popularitas pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih Jawa Barat, Ahmad Heryawan-Dede Yusuf. Komunitas PKS telah menembus sekat budaya yang selama ini mengerangkeng partai Islam atau partai berbasis agama. PKS menjadi contoh, betapa partai politik dapat membangun basis sosial baru dan menawarkan wawasan budaya alternatif. (*)</p>
<p><strong>Sapto Waluyo<br />
</strong><em>Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform</em></p>
<p>Sumber: Koran Sindo</p>
<p>http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&#38;id=5057</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sungai Martapura Bertabur Cahaya]]></title>
<link>http://blogbpost.wordpress.com/?p=144</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:45:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogbpost</dc:creator>
<guid>http://blogbpost.wordpress.com/?p=144</guid>
<description><![CDATA[RIBUAN orang berjubel hingga ke pagar pembatas siring seberang Kantor Gubernur Kalsel. Bukan hanya s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RIBUAN</strong> orang berjubel hingga ke pagar pembatas siring seberang Kantor Gubernur Kalsel. Bukan hanya satu sisi sungai, termasuk pula di seberangnya di Jalan Pierre Tendean.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-herry-murdy-041.jpg"><img class="size-full wp-image-149 aligncenter" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-herry-murdy-041.jpg" alt="" width="450" height="285" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Jukung Tanglong)</strong></p>
<p><span> </span>Mata mereka hanya tertuju pada satu arah, Sungai Martapura tempat hilir mudiknya puluhan jukung tanglong. Beberapa orangtua mengangkat anaknya ke bahu demi memuluskan keinginannya melihat keindahan jukung tanglong.<!--more--></p>
<p>Di bawah bulan yang nyaris sempurna bentuknya, Sungai Martapura, terutama di sekitar Kantor Gubernur Kalsel terlihat lebih indah ketika puluhan jukung tanglong hilir mudik menampilkan keindahannya.</p>
<p><span> </span>Kilatan cahaya dari handphone dan kamera berkali-kali terlihat mengabadikan momen yang hanya terjadi setahun sekali itu. Beberapa fotografer juga tak mau ketinggalan mengabadikan setiap momen tatkala jukung tanglong lewat.</p>
<p><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621aya_22561.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-146" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621aya_22561.jpg" alt="" width="460" height="211" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Jukung Tanglong)</strong></p>
<p><span> </span>Di sisi lain, di halaman kantor Gubernur Kalsel, beberapa permainan rakyat juga masih dipertunjukan malam itu, di antaranya, meniti tali dari Kabupaten Kotabaru. Mereka berjalan di atas seutas tali yang dibentangkan di atas bambu.</p>
<p><span> </span>Para pemain berjalan di atas tali sepanjang sekitar tiga meter itu bukan maju melainkan berjalan mundur. Setelah sampai pada ujung batas yang lain, pemain rebahan sambil tetap berusaha menyeimbangkan diri.</p>
<p><span> </span>Keberhasilan meniti tali itu, mendapat aplaus panjang dari beberapa penonton yang menyaksikannya. “Saya tidak tahu ada permainan seperti ini di Kotabaru,” kata Inas, salah seorang pengunjung.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621aya_22871.jpg"><img class="size-full wp-image-148 aligncenter" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621aya_22871.jpg" alt="" width="450" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Jukung Tanglong)</strong></p>
<p><span> </span>Begitu juga suasana di Kampung Banjar, makin malam ternyata makin ramai dikunjungi warga. Hampir tidak ada stand yang sepi dari tatapan mata para pengunjung. Berbeda dengan saat siang hari, suasana lampu membuat pemandangan Kampung Banjar makin semarak.</p>
<p><span> </span>Di stand pameran makanan khas Banjar juga tetap ramai, malah lebih ramai dari saat pembukaan. Nyaris tidak ada stand makanan khas Banjar di sana yang sepi pengunjung. Bahkan, beberapa di antara nyaris tidak ruang kosong.</p>
<p><span> </span>Pesta tadi malam ditutup dengan kembang api yang menghias angkasa. Suasana semakin hangat, beberapa teriakan dan tepukan tangan riuh mewarnai pecahnya kembang api yang melukis langit malam yang cukup cerah itu.</p>
<p><span> </span>Gelaran itu juga ternyata tidak kalah semarak dengan perayaan tahun baru. Setidaknya dapat terlihat dari jalan yang menuju dan keluar akses tempat Festival Budaya Pasar Terapung itu yang mengalami kemacetan.</p>
<p><span> </span>Para pengendara motor dan mobil merayap berusaha keluar dan masuk areal festival. Mereka juga bersaing dengan pengunjung yang berjalan kaki menuju atau keluar dari tempat itu. Bunyi klakson dan raungan motor tak pelak mewarnai kemacetan tersebut.</p>
<p>Foto Lainnya:</p>
<p><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621aya_22871.jpg"><br />
</a></p>
<p><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-herry-murdy-041.jpg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Miniatur Wayang Mahabharata]]></title>
<link>http://blogbpost.wordpress.com/?p=141</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:40:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogbpost</dc:creator>
<guid>http://blogbpost.wordpress.com/?p=141</guid>
<description><![CDATA[ADA yang unik saat memasuki stand Hulu Sungai Tengah yang terletak di ujung kanan Kampung Banjar. Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ADA</strong> yang unik saat memasuki stand Hulu Sungai Tengah yang terletak di ujung kanan Kampung Banjar. Terdapat deretan puluhan miniatur wayang kulit Banjar. Seluruhnya berasal dari tokoh pewayangan dengan cerita Mahabharata.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-142 aligncenter" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-01.jpg" alt="" width="450" height="300" /><br />
<strong>(Berjalan di Tali)</strong></p>
<p><span> </span>Menurut salah satu penjaga stand, Udin, semua wayang ini merupakan miniatur wayang Banjar seperti wayang Banjar sebenarnya dari Barikin. “Untuk wayang ini adalah tokoh dalam epos kepahlawanan Mahabharata dalam pewayangan,” kata Udin.</p>
<p><span> </span>Diantara tokoh wayang tersebut ada Yudhistira, Werkudoro, Janaka, Nakula, Sadewa atau yang sering dikenal dengan Pendawa Lima. Mereka semua mempunyai sifat dan kepribadian yang baik.</p>
<p><span> </span>Lalu ada juga wayang Kurawa yang terdiri dari Dretarastra Duryodana, Suyodana, Dursasana, Durmogati, Kartamarma serta tokoh jahat lainnya.</p>
<p><span> </span>“Mahabarata menceritakan perebutan kekuasaan antara pihak Pandawa dan Kurawa yang masih bersaudara. Pertarungan antara kedua pihak tersebut memuncak dalam sebuah perang besar Baratayuda,” tambahnya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-143 aligncenter" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-2.jpg" alt="" width="450" height="293" /><br />
<strong>(Balogo)</strong></p>
<p><span> </span>Selain miniatur wayang kulit, juga ada miniatur lainnya mulai gong, sarun, tarbang dan babon. Uniknya alat musik ini kalau dimainkan dengan mengetuk akan mengeluarkan bunyi sama dengan aslinya.</p>
<p><span> </span>“Sayang miniaturnya hanya satu dan tak dijual. Padahal aku suka banget dan pengen beli miniatur ini,” kata Gusti, seorang pengunjung dari Kayutangi Banjarmasin.</p>
<p><span> </span>Selain replika wayang, bisa ditemui di Kampung Banjar, berbagai potensi ekonomi dan sosial budaya daerah Kalsel, pameran kerajinan rakyat, serta pameran foto kampung Banjar tempo dulu bisa disaksikan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Heboh di Kampung Banjar]]></title>
<link>http://blogbpost.wordpress.com/?p=137</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:37:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogbpost</dc:creator>
<guid>http://blogbpost.wordpress.com/?p=137</guid>
<description><![CDATA[LELAKI itu berperut buncit, wajahnya tua dan rambut memutih. Tubuhnya besar, tangan tak lepas dari p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LELAK</strong>I itu berperut buncit, wajahnya tua dan rambut memutih. Tubuhnya besar, tangan tak lepas dari pipa rokok yang melekat di mulutnya. Tak ada rokok menyala di pipa itu. Meskipun kelihatan ringkih, tapi gerak tubuhnya lincah menari mengikuti gamelan rancak yang ditabuh di sebelahnya.</p>
<p><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-121.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-138" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-121.jpg" alt="Manjat Batang Enau" width="450" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Memanjat Batang Enau</strong>)</p>
<p>Itulah Samar, salah satu tokoh dalam pewayangan Banjar yang ditampilkan oleh Kabupaten Tapin, usai pembukaan Festival Budaya Pasar Terapung 2008. Samar dalam tokoh pewayangan Jawa atau Sunda adalah Semar Badranaya, tokoh punakawan dalam pewayangan.<!--more--></p>
<p>Walikota Banjarmasin Yudhi Wahyuni dan istri disambut hangat sang Samar. Tangan Yudhi digandeng, lalu berjogedlah mereka. Ny Emmy Yudhi Wahyuni tak mau ketinggalan. Diiiringi alat musik tradisional itu, mereka asyik bergoyang melambaikan tangan dan menggerakkan badan.</p>
<p><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-091.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-140" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-091.jpg" alt="" width="450" height="289" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Fashion Sasirangan</strong>)</p>
<p><span> </span>Tak cukup itu ulah Sang Samar, saat Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group HG Rusdi Effendi mendekat kepadanya, tiba-tiba tangan Rusdi dicium. Lalu tubuh pendiri BPost itu dirangkul dan diangkat tinggi-tinggi. Walikota yang menyaksikan, ikut bertepuk tangan diikuti seluruh pengunjungon.</p>
<p><span> </span>Pada stand Kabupaten Tapin berbentuk miniatur rumah Banjar, dipenuhi wayang Banjar dengan berbagai tokohnya. Bukan hanya wayang kulit, kostum pemain mamanda dan wayang orang seperti topeng, selendang dan baju-baju, juga dipajang.</p>
<p style="text-align:left;"><span> </span>Gubernur Rudy Ariffin, Wagub Rosehan NB dan HG RUsdi Effendi AR asyik berdiskusi tentang pewayangan. “Nah, kalau ini Kumbakarna, ulun masih ingat wajahnya,” ujar Rudy Ariffin sambil menunjuk salah satu wayang kulit.<br />
<a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-151.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-139" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-151.jpg" alt="" width="450" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(TARI GINTUR)</strong><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-151.jpg"><br />
</a></p>
<p><span> </span>“Iya pak. Di sebelahnya Duryudana, ada lekukan di mahkotanya,” tambah Gusti Rusdi.</p>
<p><span> </span>Malam ini (Minggu malam), rencananya digelar kesenian wayang Banjar di arena festival itu. Warga yang sudah tidak kenal dengan budaya asli urang banua itu, akan terhibur.</p>
<p><span> </span>Selain tokoh pewayangan, tiap kabupaten menampilkan berbagai pertunjukan yang bernuansa adat asli daerah masing-masing. Misalnya stan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang mengangkat tradisi Dayak Loksado.</p>
<p><span> </span>Empat perempuan muda dengan kostum Dayak berwarna merah menyala menyambut kedatangan tamu ke stand Kabupaten HSS. Selain itu, berbagai wadai dan minuman khas disuguhkan di sana. Sayangnya, persediaan hanya sedikit. Tamu yang datang tidak seluruhnya kebagian.</p>
<p><span> </span>Tak mau kalah, suku Dayak Diyah yang menjadi utusan dari Kabupaten Tabalong menggelar atraksi naik batang pohon enau yang berduri. Di lapangan upacara Pemprov Kalsel itu, ada batang enau yang ditopang kayu hingga bisa berdiri tegak tanpa ditanam. Sepuluh penari dengan kostum kuning hitam menari mengelilinginya.</p>
<p><span> </span>Tabuhan alat musik tradisional mengiringi tarian itu. Dari arah kiri, tiba-tiba muncul dua lelaki kekar bertelanjang dada. Mereka menuju tengah lingkaran tepat di bawah pohon enau buatan itu. Penari terus mengelilingi.</p>
<p><span> </span>Lelaki kekar dengan tato di tubuhnya, khas orang Dayak, mulai menapak pohon. Hingga sampai di puncak enau. Peragaan memanen buah enau dengan mandau memancing perhatian penonton. Ratusan orang tersedot perhatiannya pada atraksi itu. Kepala mereka mendongak menatap ke atas enau.</p>
<p><span> </span>Di sebelahnya, beberapa lelaki dengan pakaian adat Banjar memainkan gasing. Tak sedikit para kai yang masih memainkan itu. Gasing itu terbuat dari batok kelapa yang dipoles halus. <span> </span></p>
<p><span> </span>Dilempar satu pemain, lalu pemain lain menghantamnya dengan keras, hingga keduanya atau salah satunya berputar keras. Gasing yang terus berputar, diangkat ke atas meja hingga berhenti sendiri.</p>
<p><span> </span>Demikianlah suasana Kampung Banjar yang ada di Festival Budaya Pasar Terapung. Ratusan warga memadati lokasi, dari pagi hingga malam hari. Penonton menyusut hanya saat tengah hari saja. Menjelang malam minggu, banyak orang sengaja datang ke sana menyaksikan berbagai pertunjukan adat budaya banua.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikmati Makanan Khas Banjar]]></title>
<link>http://blogbpost.wordpress.com/?p=136</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:30:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogbpost</dc:creator>
<guid>http://blogbpost.wordpress.com/?p=136</guid>
<description><![CDATA[SUKU Banjar memiliki kekayaan budaya yang beragam. Jukung dan budaya air adalah salah satu budaya ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUKU</strong> Banjar memiliki kekayaan budaya yang beragam. Jukung dan budaya air adalah salah satu budaya yang memesona. Tapi kuliner asal banua juga tak kalah menarik.</p>
<p><span> </span>Makanan khas Banjar bercitarasa dan dan dibuat dari bahan unik. Bagi penyuka wisata kuliner, beberapa stand di Kampung Banjar bisa didatangi.</p>
<p><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-herry-murdy-01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-135" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-herry-murdy-01.jpg" alt="Menikmati Makanan Khas Banjar" width="450" height="300" /></a></p>
<p><span> </span>Diantaranya stand Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut. Bukan hanya memamerkan hasil kerajinan daerahnya, tetapi ada makanan hingga wadai (kue) Banjar yang nikmat.<!--more--></p>
<p>“Di sini ada wadai Banjar, ada Putri Selat, Amparan Tatak, Bingka Barandam sampai Kalalapon. Sebenarnya bukan sekadar adonan resep yang hanya dirasakan lidah dan perut semata. Lebih dari itu, makanan daerah adalah cita rasa sosial budaya Urang kita Banjar,” ungkap Ibu Emiliani dari stand Hulu Sungai Utara.</p>
<p><span> </span>Menurut Emiliani ada sekitar 41 macam wadai Banjar. Warnanya menarik dan tentu saja enak. Wajar, kalau wadai ini disebut ‘saksi hidup’ yang dapat mengungkapkan sesuatu yang hilang dari pengalaman dan perjuangan hidup masyarakat.</p>
<p><span> </span>“Ada juga kue-kue tradisional dari Banjarmasin yang banyak dibuat dari tepung beras dan tepung ketan. Biasanya Urang Banjar banyak mengandalkan kue tradisional yang disajikan di rumah makan untuk hidangan penutup,” ujarnya.</p>
<p><span> </span>Selain kue juga ada makanan asli Banjar berupa Ketupat Kandangan, Lontong, Babungku dan Soto Banjar.”Kalau membelinya di warung tentu biasa saja. Tetapi kalau beli di Kampung Banjar nuansanya lain karena pembuatannya tradisional. Inilah daya tariknya Kampung Banjar,” kata Emiliani.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jauh-jauh dari Lok Baintan]]></title>
<link>http://blogbpost.wordpress.com/?p=124</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:20:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogbpost</dc:creator>
<guid>http://blogbpost.wordpress.com/?p=124</guid>
<description><![CDATA[JARAK Banjarmasin dari Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar cukup jauh. Tapi itu tidak menyurutkan Aminah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>JARAK Banjarmasin dari Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar cukup jauh. Tapi itu tidak menyurutkan Aminah untuk turut memeriahkan Festival Budaya Pasar Terapung 2008.</p>
<p style="text-align:center;">Aminah adalah petani dari Desa Madang. Di tengah teriknya matahari, Aminah menyeka keringatnya sambil menunggui dagangannya beragam buah dan cabe di jukungnya.<img class="size-full wp-image-126 aligncenter" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/20080621-apunk-031.jpg" alt="Pasar Terapung" width="450" height="300" /><br />
<strong>(Pasar Terapung)</strong></p>
<p>“Penjualan mulai pagi hari tadi cukup lumayan. Barang yang kami bawa, banyak yang terjual. Rata-rata suka buah buahan yang asli kami bawa dari Lok Baintan,” kata Aminah, saat disambangi di tepi dermaga khusus Pasar Terapung buatan di siring depan Gubernuran.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Menurutnya, buah yang dijualnya hasil kebun sendiri. Walaupun jaraknya cukup jauh, tetapi tak menyurutkan tekadnya berjualan guna meraih untung.</p>
<p>Sama seperti Aminah, Juraidah pedagang pasar terapung mengakubanyak dapat untung. Dia berdagang wadai Banjar dan buah asli dari kampungnya.</p>
<p>“Tak hanya itu, kita juga ikut bangga karena dengan ikut berjualan di festival ini juga memperkenalkan Lok Baintan sebagai salah satu daerah yang pasar terapung masih asli,” jelasnya.</p>
<p>Meskipun mentari bersinar terik, ratusan jukung yang ditumpangi para pedagang memakai tanggui atau caping lebar khas Kalsel tetap tak beranjak.</p>
<p>Dagangan yang dijual mulai dari buah-buahan seperti pisang, nenas dan jeruk hingga tanaman cabe dalam pot ditata dengan indahnya dalam jukung. Tak sabar para pembeli yang telah menunggu di dermaga pun mulai memesan makanan kesukaannya.</p>
<p>Transaksi dan hiruk pikuk pedagang memang jadi satu nuansa Banjar yang menggoda pengunjung menikmati pesta budaya Festival  Budaya Pasar Terapung 2008. <strong></strong></p>
<p><strong>foto-foto lainnya</strong></p>
<p><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/img_01041.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-128" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/img_01041.jpg" alt="Pasar Terapung" width="450" height="338" /><br />
</a></p>
<p><strong>(Pasar Terapung)</strong><a href="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/berlindung-di-bawah-jembata.jpg"><img class="size-full wp-image-127 alignleft" style="float:left;" src="http://blogbpost.wordpress.com/files/2008/06/berlindung-di-bawah-jembata.jpg" alt="" width="450" height="263" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memiliki Level Berbeda, Maria Nyanyikan Wajah Kekasih]]></title>
<link>http://habogo.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 08:48:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>pardosa</dc:creator>
<guid>http://habogo.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[indosiar.com, Jakarta - Peserta yang satu ini sudah nampak menonjol sejak aksi pertamanya di panggun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class="read2"><strong><a href="http://ww1.indosiar.com/show/profile-mm-maria.htm" target="_blank">indosiar.com, Jakarta </a>- </strong>Peserta yang satu ini sudah nampak menonjol sejak aksi pertamanya di panggung <strong><em>Mama Mia Show 2008</em></strong>, dialah Maria yang didampingi oleh Mama Selly dan membawakan lagu <em>Wajah Kekasih</em>.</span></p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:5px;" src="http://ww1.indosiar.com/albumfoto/mamamiashow/20080602-113403/5.jpg" alt="" width="200" height="132" />Selain memiliki teknik vokal yang prima, Maria juga tampil cantik dengan gaun pendek berwarna merah yang bagian atasnya ditutupi oleh kain bermotif warna hitam. Setelah komentar singkat Helmy Yahya, Tompi langsung memuji vokal Maria dan sambil berkelakar mengaku bingung kenapa sosoknya selama ini tidak pernah muncul di permukaan musik Indonesia.</p>
<p><!--moreBaca Trus...--></p>
<p>Lebih lanjut, Tompi mengingatkan bahwa Maria telah berada di tingkat yang berbeda dari rekan-rekannya sehingga perlu mempertontonkan variasi yang mampu memberi unsur kejutan. Bahkan tanpa malu-malu, Tompi menyebut lagu satu ini dibawakan jauh lebih baik dari penyanyi aslinya Siti Nurhaliza.</p>
<p>Namun, kelebihan di vokal ternyata tidak diikuti oleh busana. Tanpa basa-basi, Arzetti Bilbina menyebut bahwa apa yang dikenakan Maria, yang memiliki bentuk kaki bagus namun tidak dimaksimalkan, serba tanggung. Yang paling disorot Arzetti adalah model rambut yang dipilih.</p>
<p><img class="alignright" style="float:right;margin:5px;" src="http://ww1.indosiar.com/albumfoto/mamamiashow/20080611-095834/DSC_0322.jpg" alt="" width="319" height="211" />Untuk aksi panggung, Maria kembali mendapat pujian dari Ivan Gunawan yang mengaku kagum dengan gaya menyanyi Maria terutama saat membuka mulutnya lebar-lebar. Menurut Ivan, yang wajib diperhatikan dan diasah adalah untuk urusan bahasa tubuh di atas panggung supaya penampilan Maria bisa lebih 'ganas'.</p>
<p><strong>PEMBELAAN MAMA SELLY :</strong><br />
Sempat salah menyebu nama Tompi, Mama Selly seperti biasa tetap rendah hati dan menyebut siap mengajarkan sang putri untuk lebih melatih improvisasi dalam membawakan lagu. Tidak cuma itu, ia jua mengakui kekurangan dalam hal memilih kostum untuk Maria.</p>
<p><strong>TAHUKAH ANDA?</strong></p>
<p><a href="http://ww1.indosiar.com/albumfoto/mamamiashow/20080611-100329/DSC_0185.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" src="http://ww1.indosiar.com/albumfoto/mamamiashow/20080611-100329/DSC_0185.jpg" alt="" width="150" height="98" /></a></p>
<p>Dibalik sosoknya yang ceplas-ceplos, Mama Selly ternyata memiliki sifat pelupa yang cukup parah. Bahkan dengan jujur, ia belum bisa mengingat nama-nama peserta dan mama di <strong><em>Mama Mia Show 2008</em></strong>. Tidak cuma itu, Mama Selly juga punya kesulitan dalam hal warna.<strong><em>(mdL)</em></strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="18%" valign="top">Nama Lengkap<br />
Nama Panggilan<br />
TTL<br />
Nama Mama</td>
<td width="2%" valign="top">:<br />
:<br />
:<strong><br />
</strong> :</td>
<td width="39%" valign="top"><strong>Maria AnggreiniGrace Kelly Habeahan<br />
MARIA</strong><br />
<strong>Medan, 4 Oktober 1992</strong><br />
<strong>Selly Rajagukguk (MAMA SELLY)</strong></td>
<td rowspan="8" width="41%">
<div><img src="http://ww1.indosiar.com/show/profiles/bio_b_Maria.jpg" border="0" alt="Maria-" width="220" height="270" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Tinggi/Berat</td>
<td valign="top">:</td>
<td valign="top"><strong>163 cm/48 kg </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Cita-cita</td>
<td valign="top">:</td>
<td valign="top"><strong>Penyanyi </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Hobi</td>
<td valign="top">:</td>
<td valign="top"><strong>Bulutangkis </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Kebiasaan Buruk</td>
<td valign="top">:</td>
<td valign="top"><strong>Mengompol, menggigit kuku </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Fakta Menarik</td>
<td valign="top">:</td>
<td valign="top"><strong>Maria ternyata tidak suka makan buah dan sayur </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Pengalaman Tak Terlupakan</td>
<td valign="top">:</td>
<td valign="top"><strong>Bersama sang mama duduk di ubin saking lelahnya saat audisi Mama Mia 2008 </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Answer Lies Within]]></title>
<link>http://dik2xunix.wordpress.com/2008/06/16/20/</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 04:12:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>dik2xunix</dc:creator>
<guid>http://dik2xunix.wordpress.com/2008/06/16/20/</guid>
<description><![CDATA[music by dream theater
Look around
Where do you belong
Don&#8217;t be afraid
You&#8217;re not the on]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>music by dream theater</p>
<p>Look around<br />
Where do you belong<br />
Don't be afraid<br />
You're not the only  one</p>
<p>Don't let the day go by<br />
Don't let it end<br />
Don't let a day go by,  in doubt<br />
The answer lies within</p>
<p>Life is short<br />
So learn from your  mistakes<br />
And stand behind<br />
The choices that you make</p>
<p>Face each  day<br />
With both eyes open wide<br />
And try to give<br />
Don't keep it all  inside</p>
<p>Don't let the day go by<br />
Don't let it end<br />
Don't let a day go  by, in doubt<br />
The answer lies within</p>
<p>You've got the future on your  side<br />
You're gonna be fine now<br />
I know whatever you decide<br />
You're gonna  shine</p>
<p>Don't let the day go by<br />
Don't let it end<br />
Don't let a day go  by, in doubt<br />
you're ready to begin</p>
<p>Don't let a day go by, in  doubt<br />
The answer lies within</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Spirit Carries On]]></title>
<link>http://dik2xunix.wordpress.com/?p=18</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 04:02:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>dik2xunix</dc:creator>
<guid>http://dik2xunix.wordpress.com/?p=18</guid>
<description><![CDATA[Music by Dream Theater
Lyrics by John Petrucci
Nicholas:
Where did  we come from, when we die?
What ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Music by Dream Theater<br />
Lyrics by John Petrucci</p>
<p>Nicholas:<br />
Where did  we come from, when we die?<br />
What lies beyond<br />
And what lay before?<br />
Is  anything certain in life?</p>
<p>They say, "Life is too short,"<br />
"The here and  the now"<br />
And "You're only given one shot"<br />
But could there be more,<br />
Have  I lived before,<br />
Or could this be all that we've got?</p>
<p>If I die  tomorrow<br />
I'd be all right<br />
Because I believe<br />
That after we're  gone<br />
The spirit carries on</p>
<p>I used to be frightened of dying<br />
I used  to think death was the end<br />
But that was before<br />
I'm not scared anymore<br />
I  know that my soul will transcend</p>
<p>I may never find all the answers<br />
I  may never understand why<br />
I may never prove<br />
What I know to be true<br />
But I  know that I still have to try</p>
<p>If I die tomorrow<br />
I'd be all  right<br />
Because I believe<br />
That after we're gone<br />
The spirit carries  on</p>
<p>Victoria:<br />
"Move on, be brave<br />
Don't weep at my grave<br />
Because I  am no longer here<br />
But please never let<br />
Your memory of me  disappear"</p>
<p>Nicholas:<br />
Safe in the light that surrounds me<br />
Free of  the fear and the pain<br />
My questioning mind<br />
Has helped me to find<br />
The  meaning in my life again<br />
Victoria's real<br />
I finally feel<br />
At peace with  the girl in my dreams<br />
And now that I'm here<br />
It's perfectly clear<br />
I  found out what all of this means</p>
<p>If I die tomorrow<br />
I'd be all  right<br />
Because I believe<br />
That after we're gone<br />
The spirit carries on</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perang Pandan]]></title>
<link>http://dimasuling.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 18:23:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>dim</dc:creator>
<guid>http://dimasuling.wordpress.com/?p=9</guid>
<description><![CDATA[Desa Tenganan berjarak 70 kilometer dari kota Denpasar, termasuk bagian dari kabupaten Karangasem. P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dimasuling.files.wordpress.com/2008/07/_dsc9403.jpg"><img src="http://dimasuling.wordpress.com/files/2008/07/_dsc9403.jpg?w=199" alt="" width="199" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-8" /></a>Desa Tenganan berjarak 70 kilometer dari kota Denpasar, termasuk bagian dari kabupaten Karangasem. Pagi itu pak Medre sang kepala desa bercerita tentang acara yang akan digelar oleh masyarakatnya, berangkat dari acara pesta di rumah-rumah, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pertunjukan seni tradisi berupa Perang Pandan. Dalam mitologi lokal, Perang Pandan sebenarnya menceritakan tentang Dewa Indra (Dewa Perang) yang turun ke bumi untuk melawan seorang raja lalim bernama Maya Denawa, setelah itu tradisi Perang Pandan dilestarikan oleh masyarakat desa Tenganan sebagai simbol memerangi kejahatan. Pertunjukan perang pandan sangat unik, para pemuda berkumpul di balai panjang untuk kemudian turun ke arena yang sudah disiapkan dengan membawa perisai dari anyaman rotan dan seikat daun pandan berduri, mereka beradu ketangkasan, mengores tubuh lawan hingga berdarah. Setelah selesai mereka akan berkumpul untuk makan bersama dan diobati dengan ramuan tradisional. Tardisi itu berlangsung penuh suka cita.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amir Pasaribu]]></title>
<link>http://habogo.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 09:44:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>pardosa</dc:creator>
<guid>http://habogo.wordpress.com/?p=8</guid>
<description><![CDATA[
Lahir di Siborong-borong, desa kecil di Tanah Batak. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, dari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Optima-Thin;color:#ffffcc;"><img class="alignright" style="float:right;" src="http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/amirpasaribu_files/image004.jpg" alt="" width="130" height="146" /></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Lahir di Siborong-borong, desa kecil di Tanah Batak. </span><span lang="SV">Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, dari seorang asisten wedana, keluarganya terbilang berada, semua anak dalam keluarga ini mendapat pendidikan Belanda. Sudah sejak masa anak-anak musik klasik akrab di telinga Amir lewat gramafon ayahnya. Keluarga ini pun mempunyai orgel harmonium, organ yang masih nonelektrik, yang bunyinya berasal dari udara yang dikocok dengan pompa yang digerakan dengan kaki pemainnya. Sejak kecil pula Amir sudah memainkan orgel ini, setelah belajar di gereja Huria Kristen Batak Protestan di desanya, ia juga sering diminta mengiringi nyanyian gereja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--moreBaca Lagi....--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Pada usia 6 tahun, ia masuk HIS (sekolah dasar zaman Belanda) di Narumonda, karena di desanya belum ada HIS. Amir harus masuk asrama karena jarak antara tempat tinggal orang tuanya dan Narumonda cukup jauh. Dikelas 3 Amir dikeluarkan dari sekolah atas keputusan kepala sekolah yang orang Belanda, karena di malam hari ia sering menyelinap dari asrama untuk makan di warung. Ia bosan dengan jatah asrama yang katanya hampir tiap hari makan nasi merah berlauk ikan asin. Ia kemudian dimasukkan sekolah untuk anak-anak Belanda di Padang, Sumatera Barat, berkat teman kakaknya yang waktu itu sudah duduk di MULO (SMP zaman Belanda). Mulanya bapaknya ingin menyekolahkannya di Sibolga saja, masih di Sumatera Utara, tapi tak ada sekolah yang mau menerimanya karena dari HIS Narumonda tak sepotong surat keterangan pun diberikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Di Padang inilah awal Amir mengenal musik secara serius. Ini bukan karena di sekolah itu ada sebuah piano, yang selalu dilihatnya dengan keinginan yang tak pernah terlaksana, memainkan piano. Melainkan karena suatu sore ia mendengar musik dari sebuah rumah yang dilewatinya. </span><span lang="ES">Melihat keseriusan Amir, pastor Frater Yustianus menawarinya belajar biola, juga piano. Jadilah hampir tiap sore Amir belajar biola dan kemudian piano.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Optima-Thin;color:#ffffcc;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/amirpasaribu_files/image001.jpg" alt="" width="306" height="212" /></span><span lang="ES">Lulus dari ELS, Amir masuk MULO, di Padang juga. </span><span lang="SV">Naik ke kelas 3, ayahnya memindahkannya ke Tarutung, kota di Sumatera Utara, agar lebih dekat ke rumah. Di kota ini tinggal seorang violis, bernama Meneer Bosch kemudian Amir belajar kepada violis itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Setamat MULO ia lalu melanjutkan sekolah ke HIK, sekolah guru di Bandung. Sekolah ini mengirimkan siswanya yang serius dan berbakat dalam musik ke guru-guru privat yang memang profesional. Waktu itu memang banyak musisi dari Eropa dan Rusia datang di Hindia Belanda, karena pertunjukan musik kerap diadakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Revolusi Bolsyewik di Rusia mengakibatkan banyak profesor musik lari, antara lain ke Jawa. Amir sempat belajar piano kepada Willy van Swers, pianis Belanda. Belajar komposisi kepada James Zwart, juga kepada Joan Giesen. Atas anjuran Zwart, Amir kemudian belajar cello kepada pemain cello Rusia terkenal yang lari ke Jawa, Nicolai Farfolomeyef. Dunia musik profesional dikenal Amir ketika sebuah grup musik dari Filipina masuk ke Jakarta. Grup ini butuh pianis yang bisa baca not dan mengenal musik untuk mengiringi dansa. Bukan hanya soal uang yang lebih dari cukup untuk seorang Amir, pergaulannya ini pun membuatnya harus sering berlatih, dan mempelajari bahasa asing. Ia merasa dilahirkan sebagai orang yang mudah menguasai bahasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Tamat dari HIK, tahu ternyata Amir juga pandai menggesek cello, grup Filipina itu mengajaknya bermain di kapal pesiar yang berkeliling ke Jepang dan Australia. Inilah pembuka jalan Amir meneruskan pendidikan musik di sekolah musik Musashini, Jepang, mengambil piano dan cello. Kembali di Jakarta ia diterima bergabung dengan Orkes Radio van Batavia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Setelah Indonesia merdeka, Amir yang di zaman Jepang sudah bekerja di RRI Jakarta kemudian diangkat sebagai kepala studio musik RRI. Inilah zaman Amir begitu produktif dan aktif. Rupanya hidup seorang musisi dan komponis musik klasik makin berat di Indonesia. Setelah sempat mendirikan kursus musik di Jakarta selepas dari SMIND Yogyakarta, akhirnya Amir mengambil peluang ketika ditawari mengajar di Pusat Kebudayaan Suriname pada tahun 1968. Ia pulang ke Indonesia setelah 27 tahun dinegeri orang. Ia mendapati bahwa dunia musik serius Indonesia masih menghargai ciptaan-ciptaan dari seorang yang total menggunakan hidupnya untuk musik sebagai pemain, komponis, guru, pendiri organisasi Liga Musik Indonesia, kritikus musik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></em></strong><strong><em><span lang="SV">Nama :</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Amir Pasaribu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">La</span></em></strong><strong><em><span lang="ES">hir :</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="ES">Siborong-borong, Sumatera U</span></em><em><span lang="SV">tara, 21 Mei 1915</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">Pendidikan :</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">HIS </span></em><em><span>Narumonda, (1930-an)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span>Europeese Largere School (ELS) Padang, (1930-an)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span>MULO Padang, (1930-an)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span>HIK Bandung, (1935-an)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Sekolah Musik Musashini Jepang, (1940)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">Karier :</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Pemain Cello di Orkes Radio Van Batavia, (1942),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Bekerja di Keimin Bunka Shidoso dan di radio pendudukan Jepang, (1945),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Bekerja di NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Orkes Studio Jakartadan RRI Jakarta, (1952)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Direktur Sekolah Musik Indonesia Yogyakarta, (1954-1957),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Direktur BI-kursus jurusan Seni Suara (kemudian menjadi jurusan musik di IKIP Jakarta), (1957-1968),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="ES">Guru piano dan cello pada Cultureel Centrum Suriname, (1968-1980),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="ES">Guru privat piano di Paramaribo, Suriname,(1980-1995)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="ES"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span lang="ES">Karya :</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="ES">Capung Kecimpung di Cikapundung,Rondino Capriccioso,2 Sonata’’s,Petruk, Gareng, dan Bagong,Rabanara dances,Rabanara dances no.7,</span></em><em><span lang="SV">Spielstuck,Puisi Bogor,Kesan Langgar (Impressie Langgar),Sampaniara no.1 (Getek silam kali Ancol),6 Variasi Sriwijaya,Bongkok</span></em><em><span lang="SV">’</span></em><em><span lang="SV">s Bamboo-flute (Orpheus in de dessa),Indihyang,Ball-dance of the river-fish princess’ (Tari Ikan Putri),</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">Penghargaan :<br />
</span></em></strong><em><span lang="SV">Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah RI, (200</span></em><em><span lang="IN">0)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Anugerah Seni Akademi Jakarta, (2006)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:150%;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sumber: <a href="http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/amirpasaribu.html" target="_blank">www.tamanismailmarzuki.com</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahasa Cirebon]]></title>
<link>http://gragecirebon.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 04:04:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>gragecirebon</dc:creator>
<guid>http://gragecirebon.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[Bagian ini dibuat untuk menginformasikan perkembangan Bahasa Cirebon. Niat ini muncul setelah saya b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bagian ini dibuat untuk menginformasikan perkembangan Bahasa Cirebon. Niat ini muncul setelah saya beli buku tentang Bahasa Cirebon yang termasuk langka. Apalagi di Jakarta ini. Buku itu memang saya beli di Kota Cirebo, di Gramedia Mall Grage.</p>
<p>Jadi, bila Anda punya tulisan tentang serba serbi bahasa Cirebon dan perkembanganya silahkan kirim ke-email kontibutor, atau postingkan saya di bagian komentar tulisan ini nanti saya alihkan dalam kategori yang bersangkutan.</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memberdayakan Seni dan Budaya]]></title>
<link>http://sanggarskss.wordpress.com/?p=25</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 07:32:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sanggarskss</dc:creator>
<guid>http://sanggarskss.wordpress.com/?p=25</guid>
<description><![CDATA[Sanggar SKSS  Jambi
Memberdayakan Seni dan Budaya
 
Sanggar Kesenian SMP Negeri 9 (SKSS)  Kota Ja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sanggar SKSS<span>  </span>Jambi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memberdayakan Seni dan Budaya</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sanggar Kesenian SMP Negeri 9 (SKSS)<span>  </span>Kota Jambi, yang terletak di pusat kota jambi ini. Dibentuk oleh pengurus OSIS SMP Negeri 9 Kota Jambi adalah merupakan suatu sanggar kesenian tradisional maupun modern (tari, musik dan teater) yang di dorong, dikoordinir dan dibina oleh keinginan luhur Bapak dan Ibu Guru SMP Negeri 9 Kota Jambi, dan bekerja sama dengan para pekerja seni yang berpengalaman dibidang nya.<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kegiatan Pelatihan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kegiatan pelatihan kesenian pada sanggar SKSS ini di fokuskan pada tarian pertunjukan, teater, musik daerah maupun modern. Kegitan pelatihan kesenian ini sendiri dilaksanakan di Gedung kesenian SMP Negeri 9 Kota Jambi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sasaran</span></span></strong></p>
<ol>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:left;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">Membina siswa dalam bidang seni sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:left;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">Sanggar SKSS mampu dan dapat Tampil mengangkat Nama SMP Negeri 9 Kota Jambi pada event-event yang ada.</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">Menjadikan Siswa yang <span style="font-size:12pt;">Mampu Mengolah event-event seni dan budaya dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah.</span></span></span></div>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div><span style="font-family:Times New Roman;"></span></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:12pt;">Info Kirim ke :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;">Infoart_jambi@yahoo.com </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[2008] Kemajemukan - Tawur Agung Kesanga 1930 Saka di Gresik,  Jawa Timur]]></title>
<link>http://photojournalist.wordpress.com/?p=88</link>
<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 13:04:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>photojournalist</dc:creator>
<guid>http://photojournalist.wordpress.com/?p=88</guid>
<description><![CDATA[Ratusan warga pemeluk agama Hindu di daerah Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur melaksanakan upac]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan warga pemeluk agama Hindu di daerah Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur melaksanakan upacara Tawur Kesanga (06/03) malam menjelang Hari Raya Nyepi 1930 Saka. Di daerah yang sebagian besar dihuni oleh warga etnis Madura ini mantra doa agama Hindu dan tembang gamelan bercampur dalam bahasa Jawa dan Madura. Walaupun hidup di antara pemeluk agama lain, umat Hindu di daerah ini dapat hidup berdampingan secara rukun dan damai.</p>
<p><i>Teks &#38; foto-foto : Lendy Widayana</p>
<p></i><br />
<img src="http://photojournalist.wordpress.com/files/2008/03/tawurkesanga-5-lr.jpg" alt="tawurkesanga-5-lr.jpg" border="2" /><br />
<b>Kemajemukan</b></p>
<p><img src="http://photojournalist.wordpress.com/files/2008/03/tawurkesanga-3-lr.jpg" alt="tawurkesanga-3-lr.jpg" border="2" /><br />
<b>Siap Diarak.<br />
</b><br />
Satu dari empat Ogoh-Ogoh siap diarak keliling tiga dusun di daerah Menganti, Kabupaten Gresik Jawa Timur (06/03) dalam upacara Tawur Kesanga malam menjelang Hari Raya Nyepi 1930 Saka.</p>
<p><img src="http://photojournalist.wordpress.com/files/2008/03/tawurkesanga-2.jpg" alt="tawurkesanga-2.jpg" border="2" /><br />
<b>Bhuta Kala</b></p>
<p>Upacara puncak "Pengrupukan" berupa pembakaran Ogoh-Ogoh atau Buta Yadnya dengan makna untuk melakukan agar sang Sang Bhuta Kala tidak mengganggu kehidupan umat manusia dan alam semesta. Ritual ini dilakukan pada upacara Tawur Kesanga (06/03) malam menjelang Hari Raya Nyepi 1930 Saka di sebuah pura Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik Jawa Timur.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masih Kecil Udah Nyanyi Cinta-Cintaan...]]></title>
<link>http://geowana.wordpress.com/?p=105</link>
<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 14:11:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>purmana</dc:creator>
<guid>http://geowana.wordpress.com/?p=105</guid>
<description><![CDATA[Macet Lagi&#8230;
Macet Lagi&#8230;
Gara-Gara Si Komo Lewat
Pak Polisi Jadi Bingung
Orang-Orang Ikut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>Macet Lagi...<br />
Macet Lagi...<br />
Gara-Gara Si Komo Lewat<br />
Pak Polisi Jadi Bingung<br />
Orang-Orang Ikut Bingung</p></blockquote>
<p><br></p>
<p align="left">Ya... itulah sepenggal lirik lagu Si Komo ciptaan Kak Seto yang dahulu pernah menemani diri dan pikiran masa kecil saya yang dipenuhi oleh imajinasi dan fantasi indah dan menyenangkan.</p>
<p>Lagu yang memiliki tema ringan, mudah dinyanyikan dengan visualisasi klip yang bagus, lucu, menghibur dan mendidik. Memang lagu itu adalah salah satu lagu anak-anak yang bagus menurut saya.  Waktu itu banyak sekali anak-anak kecil yang menghafal lagu ini.</p>
<p>Sekarang coba kita lihat lagu-lagu yang dihafal dan dinyanyikan oleh anak-anak kecil di sekitar kita. Saya tak sengaja mendengar penggalan lagu berikut yang sedang dinyanyikan oleh seorang anak kecil yang melintas di depan rumah saya ;</p>
<blockquote><p>O...o... Kamu Ketauan<br />
Pacaran Lagi<br />
Dengan Dirinya<br />
Teman Baikku...</p></blockquote>
<p>Nah, itulah salah satu lagu anak zaman sekarang !!! :D . Sangat berbeda jauh mulai dari tema, diksi (pemilihan kata) dan susunan kalimat pembangun lirik dengan lagu anak saat saya kecil dulu. Kenapa anak-anak saat ini malah menyanyikan lagu-lagu cinta remaja bahkan dewasa ?? Kemana saja para pencipta lagu anak ??</p>
<p>Saya tidak tahu sama sekali tentang psikologi. Tapi saya yakin bahwa fenomena anak-anak zaman sekarang yang lebih senang mengonsumsi lagu-lagu remaja dan dewasa ini dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan sikap, mental dan perilaku mereka. Bayangkan saja dari sejak kecil (anu-nya aja masih segede korek api :mrgreen: ) mereka sudah ditanami dengan lagu-lagu cinta "cengeng" bahkan ada yang mengajarkan hedonisme dalam lagu-lagu tersebut. MAU JADI SEPERTI APA GENERASI MUDA NANTINYA ???</p>
<p>Saya di sini sangat prihatin terhadap anak-anak kecil saat ini. Sudah kebebasan bermain mereka sedikit demi sedikit dibatasi oleh sikap orang-tua yang <i>over protective</i>, kurangnya lahan bermain dan peraturan sekolah yang terlalu memberatkan. Mereka juga kini dibatasi perkembangan daya imajinasinya. Lagu-lagu yang mereka konsumsi saat ini hanya akan membuat perkembangan sikap dan perilaku yang tak wajar bagi anak-anak kecil sekarang ini.</p>
<p>Harapan saya adalah adanya kesadaran dari berbagai pihak yang memiliki kewajiban mendidik anak untuk lebih waspada, teliti dan cerdas dalam menyikapi hal ini. Memang ini hanya masalah lagu, masalah yang bisa dianggap sepele. Tapi sekali lagi, saya sangat yakin masalah lagu anak-anak ini pasti akan memberikan dampak yang sangat besar bagi anak-anak kecil saat ini.... (bagi yang ngerti psikologi atau semacamnya bisa ngebantu untuk memberikan pemaparan ilmiahnya :D )</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PESTA SENI DAN BUDAYA DAYAK SE-KALIMANTAN V 2007]]></title>
<link>http://ernizulfan.wordpress.com/?p=29</link>
<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 03:51:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>ernizulfan</dc:creator>
<guid>http://ernizulfan.wordpress.com/?p=29</guid>
<description><![CDATA[Teks/foto : Zul Aswan
Pemerintah Kabupaten Sekadau, bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2">Teks/foto : Zul Aswan</font></p>
<p><font size="2">Pemerintah Kabupaten Sekadau, bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Sekadau dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat menyelenggarakan Kegiatan Pentas Seni dan Budaya Dayak ke-5 se-Kalimantan. Kegiatan ini diselenggarakan di Pusat Kebudayaan UGM “Koesnadi Harja Soemantri” Yogyakarta, tanggal 22-24 Nopember 2007.<span></span></font></p>
<p><font size="2"><img src="http://beritaseni.files.wordpress.com/2007/11/tari6.jpg" alt="tari6.jpg" /></font></p>
<p><font size="2">Kegiatan bertema “BERSATU DALAM BUDAYA” ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh kab/kota di Kalimantan Barat kecuali Kota Pontianak, Kab.Pontianak dan Kab.Sambas. Adapula partisipasi dari Propinsi Kalimantan Tengah, Kab.Kutai Barat dan Sanggar Seni Dango Khatulistiwa Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi pameran seni dan kerajinan khas Suku Dayak. Selain itu digelar pula beberapa permainan rakyat seperti pangka gasing dan menyumpit, serta Festival Tarian Khas Suku Dayak.</font></p>
<p><font size="2">Tidak hanya perwakilan dari Kalimantan, beberapa daerah juga berpartisipasi, diantaranya : Sumba, Makassar, Yogyakarta, Bali, Riau, serta dari Taman Mini Indonesia Indah. Antusias masyarakat untuk menyaksikan pagelaran tersebut cukup tinggi, kurang lebih 2000 penonton yang memadati Gedung Pusat Kebudayaan UGM.[]</font></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
