<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sebuah-penantian &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/sebuah-penantian/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sebuah-penantian"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 09:33:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sebuah Penantian]]></title>
<link>http://tutsugi.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 08:01:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutsugi</dc:creator>
<guid>http://tutsugi.id.wordpress.com/2008/05/12/sebuah-penantian/</guid>
<description><![CDATA[Matahari pukul empat sore masih terasa menyengat. Seperti biasa arus lalu lintas di sepanjang Jalan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Matahari pukul empat sore masih terasa menyengat. Seperti biasa arus lalu lintas di sepanjang Jalan Cileduk Raya tampak padat. Kemacetan adalah hal biasa, sampai-sampai dijadikan kelakar bahwa Cileduk Raya itu biangnya kemacetan<span> </span>seantero Jakarta.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Yudo melompat turun dari sebuah bus Patas yang sarat penumpang. Dengan tangan kanan memegang gitar, yang barusan ia gunakan ngamen, ia terus berjalan di atas trotoar. Wajahnya tampak riang walaupun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya setelah ngamen sepanjang siang. Di bawah pohon mahoni yang cukup rindang kemudian ia berhenti lalu duduk dan menghitung perolehannya barusan.<span> </span></span><!--more--><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lagi-lagi ia terhenyak ketika membuka kantong bekas bungkus kopi merek tertentu itu. Isinya kebanyakan lima ratusan dan ribuan. Tidak seperti hari-hari sebelumnya yang lebih banyak diberati recehan logam ratusan. Ia tak habis pikir. Mimpi apakah aku semalam? Adakah ini hari istimewa bagiku?<span> </span>Atau adakah ini semacam imbalan yang harus kuterima setelah sempat menggagalkan perampokan yang terjadi tadi siang di atas Metromini?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Yudo heran bagaimana orang bisa bersikap begitu kasar kepada sesamanya hanya untuk menyambung hidup. Meskipun ia sendiri telah tercampak dari lingkungan keluarga berada dan kini banyak dihantam kesulitan hidup, ia tak pernah membiarkan dirinya sampai melakukan hal yang tidak manusiawi seperti itu. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Memang, apa yang dialaminya sekarang adalah buah dari kenekadannya menikahi wanita yang tidak disukai ayahnya. Akibatnya ia tercampak dari keluarga Tuan Sugondo, seorang pejabat penting pada sebuah departemen. Ia sadar telah melukai hati lelaki tua yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun itu.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Yudo adalah anak bungsu yang memiliki kemanjaan berlebihan dan naif. Dua kakak laki-lakinya dan seorang kakak perempuannya telah berhasil jadi orang. Mereka semua lulusan universitas di luar negeri, sementara ia sendiri hanya punya cita-cita yang sangat sederhana, yakni jadi seniman musik dan minta kuliah di sebuah institut kesenian. Terang saja Tuan Sugondo jadi berang mendengarnya, sebab menurutnya menjadi seniman itu bukanlah<span> </span>cita-cita melainkan hanya kompensasi dari sebuah ketidakberdayaan. "Lihat saja, " katanya tak senang. "Apa yang dapat dilakukan seniman untuk negeri ini? Kerjanya cuma mengeritik<span> </span>sana-sini. Sok moralis. Sok idealis."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Tuan Sugondo tak dapat mengabulkan permintaan Yudo. Ia dianggap belum paham akan arti masa depan. Anak macam dia butuh pengarahan khusus, bila perlu digiring. Maka keluarlah keputusannya: Yudo harus kuliah di fakultas ekonomi!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Yudo tidak bisa berkutik. Ia harus tunduk pada keputusan ayahnya. Maka dengan setengah hati ia pun kuliah di fakultas yang diharapkan bisa mencetak Yudo menjadi seorang ekonom yang sukses. Tetapi ternyata Tuan Sugondo harus menelan pil pahit. Yudo tidak saja gagal menjadi sarjana ekonomi tetapi bahkan telah terjerumus menjadi seorang penyelundup. Bukan, bukan penyelundup senjata atau komoditi terlarang lainnya. Yang ia selundupkan adalah benih anak manusia ke dalam rahim seorang mahasiswi yang dicintainya. Akibatnya ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan duduk di pelaminan, yang tentu saja tidak mendapat restu Tuan Sugondo yang merasa tertampar wajahnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Tak pelak nasibnya berubah drastis. Dari hidup berkecukupan, bahkan berlebihan, kemudian jadi orang yang yang sangat sederhana, menumpang di rumah mertua dan mengandalkan penghasilan dari bekerja pada sebuah pabrik sepatu di Tangerang. Tak cukup sampai di situ. Ketika kemudian krisis moneter menghantam dan membuat semakin terpuruknya sektor riil, seperti kebanyakan orang Yudo pun akhirnya<span> </span>mendapat giliran menerima pesangon dan kehilangan pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Namun dapur tentu tak boleh berhenti mengepul. Apalagi di antara ia dan istrinya, Lilies, telah hadir Putri, sang buah hati yang telah berusia delapan bulan. Ia harus melakukan sesuatu. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia dipaksa keadaan untuk melihat ke dalam dirinya dan mencari apakah masih ada potensi yang ia miliki untuk<span> </span>dipakai menyelamatkan bahtera keluarga yang nyaris tenggelam. Tiada lain kecuali potensi<span> </span>dalam hal tarik suara dan memetik gitar, sehingga yang paling mungkin ia lakukan adalah menjadi pengamen, kendati untuk memulai sangatlah sulit karena terlebih dahulu ia harus berperang dengan perasaannya sendiri.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:27.35pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Bayangkan, seorang anak manusia yang semula terbiasa menikmati hidup enak di tengah keluarga kaya tiba-tiba terlempar ke jalanan, melakukan sesuatu seolah-olah seorang pengemis melompat dari satu bus ke bus yang lain demi sesuap nasi.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Waktu beringsut terus. Matahari makin merosot di ufuk barat. Angin semilir seakan mengelus Yudo yang masih asyik menghitung perolehannya di bawah pohon mahoni. Terima kasih, Tuhan, ucapnya dalam hati mensyukuri nikmat yang ia rasakan. Ini lebih dari cukup untuk membeli sekaleng susu buat Putri. Ketika ia melihat jam di pergelangan tangannya ia tampak kaget. Bukan karena hari sudah menjelang senja, tetapi karena tanggal yang ada di situ menunjukkan angka 13. Tiga belas Mei! Ya, Tuhan, ini hari ulang tahun Lilies, pekiknya dalam hati.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Ia segera bangkit dari duduknya dan pergi sambil menjinjing gitarnya. Sembari melangkah ia menimbang-nimbang apa sebaiknya yang ia hadiahkan buat Lilies yang sangat setia itu. Ia mendadak murung begitu teringat keadaan dirinya yang begitu melarat, sehingga tak mungkin menghadiahkan sesuatu yang dapat memanjakan perasaan Lilies. Sebenarnya bisa saja, jika ia mau kompromi dengan dirinya. Kemarin diam-diam ibunya mengirimkan selembar cek senilai satu juta rupiah, tetapi kertas berharga itu telah dirobek-robeknya lalu dibuang ke tong sampah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Kendati ia tahu ibunya sangat sayang padanya, ia merasa tak berhak lagi menerima apa pun dari keluarga Tuan Sugondo. Ia sadar ia sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga itu, ibarat gombal yang telah<span> </span>tercampak<span> </span>ke dalam tong sampah dan tak punya harga lagi di mata mereka. Ia memilih hidup apa adanya dengan segala risikonya. Ia tidak mau dikasihani.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Yudo heran begitu dilihatnya pasar swalayan tempatnya biasa belanja tertutup rapat. Beberapa orang satpam tampak berdiri dalam keadaan siap siaga. Pagar berduri yang bisa dipindahkan dipasang sedemikian rupa di depan semua pintu masuk.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Ada apa gerangan? Belum lagi Yudo sempat mencari tahu tiba-tiba muncul gelombang massa dari tikungan jalan. Mereka meneriakkan yel-yel yang mengecam pemerintah. Mereka terdiri dari anak-anak muda yang mengusung beberapa spanduk yang bertuliskan kalimat-kalimat yang menghujat Presiden Soeharto.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Mereka adalah para mahasiswa dari perguruan tinggi yang kampusnya terletak<span> </span>di Jalan Cileduk Raya. Ada semacam kerinduan yang memanggil Yudo untuk ikut bergabung. Tetapi tidak lama. Begitu teringat anak dan istri ia segera keluar dari kerumunan. Ia harus segera pulang untuk berbagi sesuatu di hari istimewa ini. Sesuatu yang juga bernama kebahagiaan walaupun hidup mereka pas-pasan, sebab bukankah kebahagiaan tak selalu bisa ditakar dengan kepemilikan yang belimpah?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">*</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Ia lega begitu sampai di plaza dekat terminal. Swalayan yang ada di lantai dua ternyata masih buka. Bagitu menaiki tangga depan plaza ia terbayang pada Lilies, yang ketika menyiapkan sarapan tadi pagi sempat digodainya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Terima kasih," katanya ketika Lilies menyodorinya dua iris roti tawar yang telah diolesi sele kacang. "Pagi ini kamu tampak cantik sekali."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Pagi-pagi sudah ngerayu," sahut Lilies dengan senyum manja. "Kurang apa lagi, </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">sih</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">? Apa tehnya kurang manis?"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Ya, kurang manis jika dibandingkan dengan wajahmu."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Idih, genit ….," Lilies mencubit pipi Yudo dengan gemas.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Biarain</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">. Kamu memang cantik kok. Lihat, wanita mana yang punya mata sebening matamu? Dan bibirmu itu, selalu membuatku rindu untuk pulang lebih cepat agar dapat memagutnya lebih lama. Tahu nggak, kamu itu secantik bidadari yang kumimpikan semalam."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Apa? Kamu </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">mimpiin </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">bidadari? Awas ya, kalau kamu berani macam-macam," gertak Lilies merajuk.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Memangnya kenapa? Kan cuma mimpi …"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Iya, tapi mimpi kan ada maknanya. Jangan-jangan…."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Jangan-jangan apa?"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lilies tidak menjawab. Wajahnya berubah murung. Yudo paham apa yang harus ia lakukan kalau sudah begini. Ia segera menggeser duduknya ke sisi Lilies dan mulai membelai rambutnya yang dipotong sebatas bahu itu.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Ayolah, jangan cemberut begitu," kata Yudo lirih di telinga Lilies. "Apa kamu sudah tidak percaya lagi sama saya?"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lilies segera menyusupkan wajahnya di dada Yudo yang bidang. Katanya, "Saya takut kehilangan kamu."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Buang pikiran itu jauh-jauh, Lis. Saya tak akan pernah tinggalkan kamu, kecuali itu kehendak Tuhan."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Benar?"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Sumpah!"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lilies menengadahkan wajahnya disertai tatapan yang amat mesra, lalu dengan gerakan perlahan dan lembut ditariknya leher Yudo dalam-dalam hingga ia bisa melumat bibirnya dengan kegemasan yang memuncak.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">*</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Yudo menitipkan gitarnya pada tempat penitipan barang dan mengambil keranjang plastik sebelum melangkah menuju stand makanan bayi. Susu buat Putri sudah dapat, kini tinggal mencari hadiah buat Lilies. Ia bingung lagi. Apakah yang harus kuhadiahkan pada Lilies?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lama ia berdiri tertegun sebelum akhirnya dikagetkan oleh suara sorak-sorai dari arah bawah. Bagai air bah serombongan anak-anak tanggung menyerbu ke dalam dan mulai menjarah apa saja. Dalam tempo beberapa menit keadaan pasar swalayan jadi berantakan. Yudo berusaha menyingkir dari suasana hiruk-pikuk yang sangat mencemaskan itu. Tetapi gelombang masa yang berlapis-lapis menghalangi langkahnya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Ia jadi panik ketika semua pintu tiba-tiba tertutup, apalagi kemudian tercium bau benda terbakar. Kepanikan pun menyebar ke mana-mana. Orang-orang yang berada di dalam gedung merasa terjebak dan asap mulai memenuhi ruangan yang sudah pengap. Teriakan dan jerit ketakutan mulai terdengar di sana-sini. Sementara mereka yang berhasil lolos dari kepungan maut bisa senyum-senyum meninggalkan plaza sambil menenteng atau memikul hasil jarahan mereka dengan raut wajah memancarkan kebanggaan. Entah apa yang ada dalam benak mereka.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">*</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Malam telah jatuh. Lilies semakin cemas memikirkan Yudo yang belum pulang. Ia telah menyiapkan makanan kesukaan suaminya, nasi uduk. Ya, cuma nasi uduk, yang<span> </span>tidak mahal tetapi ia yakini akan menjadi sangat bernilai karena sentuhan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Lilies tahu Yudo pasti pulang dengan sebuah kejutan, apa pun wujud hadiah yang akan ia berikan. Begitulah cara mereka berbagi dalam kebersahajaan. Tetapi kenapa Yudo belum pulang juga? </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Sementara Lilies menunggu dengan kegelisahan yang kian menyiksa, tiba-tiba ayah dan ibunya muncul di pintu. Mereka baru pulang dari kondangan. Keduanya kemudian hampir serempak menanyakan di mana Yudo. Lilies hanya dapat menjawab dengan gelengan kepala sambil meremasi jemarinya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Lho, kenapa?" tanya ibunya<span> </span>cemas. "Apa kalian habis </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">berantem</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">?"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Tidak, Bu."</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">"Terus kenapa ia belum pulang juga?" timpal ayahnya agak ketus. "Bukankah hari ini ulang tahunmu? Seharusnya ia pulang lebih cepat!"</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lilies tersentak ketika terdengar rengekan dari dalam kamar. Ia buru-buru masuk. Di kamar didapatinya Putri tergolek tidur diganggu nyamuk. Lilies berusaha membunuh nyamuk-nyamuk itu dengan menepukkan kedua telapak tangannya. Dua ekor nyamuk berhasil dibunuhnya yang<span> </span>menyipratkan darah segar di telapak tangannya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lilies tertegun sejenak memandangi buah hatinya. Ada kesunyian menyelinap ke relung hatinya tatkala membayangkan kemungkinan yang sangat tidak diinginkannya. Tidak dapat ia bayangkan bagaimana kalau Yudo tidak pulang untuk selamanya. Tidak, bantah hati kecilnya. Itu tidak akan pernah terjadi. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Dengan penuh perasaan ia mengusap-usap pipi anaknya yang kemerahan karena gigitan nyamuk. Sebuah kecupan kemudian ia daratkan di pipi yang lembut itu sebelum akhirnya balik ke luar.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;"><span> </span>Lilies menyalakan televisi. Namun "Sekilas Berita" yang kemudian muncul di layar perak membuat tubuhnya merinding. Berita itu mengabarkan bahwa Plaza Cileduk baru saja terbakar dan diperkirakan<span> </span>ratusan orang penjarah terjebak di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Darah Lilies seperti berhenti mengalir. Jangan-jangan….., pikirnya dengan wajah pucat. Tetapi Yudo bukan penjarah. Ia tak mungkin melakukan<span> </span>itu. Tak mungkin!<span> </span>Ia tidak di situ. Tidak! Sebentar lagi ia pulang.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Lilies terus menanti. Sampai larut malam. Bahkan sampai hari berganti. Ia yakin Yudo akan pulang dengan hadiah ulang tahun yang mengejutkan. Ia sama sekali tak peduli pada berita mengenai begitu banyaknya mayat hangus yang ditemukan di plaza. Ia tidak tergerak untuk datang ke RSCM untuk mencoba mengenali mayat-mayat yang tanpa identitas. Ia sama sekali tidak berpikir kalau Yudo ada di antara mayat-mayat itu.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Hanya satu yang ia pikirkan: Yudo akan pulang dengan hadiah ulang tahun yang mengejutkan! Maka ia terus menanti dan menanti! *** </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-style:normal;">Jakarta, 16 September 2000</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sepanjang 04.30 - 22.30]]></title>
<link>http://ilhampradigda.wordpress.com/2007/12/30/sepanjang-0430-2230/</link>
<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 00:09:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>ilhampradigda</dc:creator>
<guid>http://ilhampradigda.id.wordpress.com/2007/12/30/sepanjang-0430-2230/</guid>
<description><![CDATA[file hidden
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>file hidden</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sabtu Kemarin Ada Pemurtadan Masal !]]></title>
<link>http://indiegal.wordpress.com/2007/12/16/sabtu-kemarin-ada-pemurtadan-masal/</link>
<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 08:02:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>indiegal</dc:creator>
<guid>http://indiegal.id.wordpress.com/2007/12/16/sabtu-kemarin-ada-pemurtadan-masal/</guid>
<description><![CDATA[Orang-orang rasanya takut sekali dengan film yang sebenarnya gw sendiri males banget untuk nonton (f]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Orang-orang rasanya takut sekali dengan film yang sebenarnya gw sendiri <strong>males</strong> <strong>banget untuk nonton</strong> (format sinetron bo’, sedangkan gw eneg bgt ma sinetron) tapi gara-gara banyak sodara-sodara setanah-air yang <strong>jiper</strong> ma tuh film, takut dihipnotis, takut jadi murtad, takut jadi kafir… so gw berpikir… <em>“Mannn, I must watch that movie !” </em>(hehehe)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Christians talk about that movie, katanya ini cara bagus untuk memperkenalkan Tuhan Yesus dengan cara yang kontekstual en relevan ke tengah bangsa kita. En Indonesia adalah Negara yang mayoritas Muslim, jadi rasanya banyak orang Muslim gak terima dengan acara film itu. Banyak orang yang beranggapan bahwa itu upaya Kristenisasi bahkan menyangkut-pautkan itu didukung oleh Zionissss ! (huahahaha)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Gw sendiri berpendapat film yang ditakuti orang-orang itu gak istimewa… Pertama, karena seperti kisah sinetron… Gw udah <em>fed up</em> dengan sinetron. Enough. (<em>Except Solusi, I still like it… hihihihi…*now I knew all of the team ! Wow!*) </em>Kedua, kalo dulu antusiasme gw termasuk tinggi dengan kisah-kisah yang penginjilan Kabar Baik seperti ini… (maklum dulu remaja radikal dalam Tuhan, semangatnya masih tinggi hehehe) Tapi sekarang, gw udah gak kepikiran lagi dengan hal-hal seperti ini… Buat gw media ya hanya media, the real evangelism for me is when you meet people, fellowship with them, encourage them, introduce them with Christ, and help them grow in Christ.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bukan berarti media bukan cara ampuh untuk <em>Shout Jesus Fame</em>, justru sangat ampuh ! Gw termasuk bertumbuh mengenal Tuhan lewat media, justru fellowship gw termasuk minim dengan sodara seiman… Itu sebabnya gw udah sadar and looking for good bros and sizts in Christ (hihihih)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">But back again to that movie, gw sadar en ngucap syukur juga kalo ternyata banyak urang Indonesia yang <strong>masih rasional</strong> tuk nyikapin sinetron My Hope ini. Karena hanya urang tulul bin gublik yang percaya kalau film ini bisa meng-hipnotis. Hehehe. Hanya urang aneh juga yang bisa pindah kepercayaan cuma gara-gara nonton sinetron selama 1 jam.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sekarang, mari kita telaah gossip yang digosok makin sip yang bertebaran selama ini…</p>
<p><em><strong>Waspadai misi gereja di TV</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>tgl 15 des 07 jam 16.30-17.</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>30 serentak di RCTI,Transtv,</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>tvri. Judul My Hope</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>Indonesia dganti mnjd sbuah</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>penantian. Di India prnh</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>dputar dg jdl yg sama &#38;</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>b’hasil m’hipnotis (collective</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>hypnosis)jutaan</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>penduduknya. Sebarkan</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>kteman2 muslim lainnya</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">No way, folks… mengenal Yesus Kristus tidak dengan hipnotis-hipnotisan. Ketika seseorang mengaku Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya serta dibaptis, dibutuhkan kesadaran dunk. Concioussness. Kesadaran yang diilhamkan oleh Roh Kudus yang menginsyafkan kita dari segala dosa kita. Period. <em>Since when Christian believe in hipnotism ???</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Gw sendiri kadang suka nonton dakwah Islam di tepe-tepe tuh… En gak ngebikin gw jadi muallaf tuh, but at least, I know Islamic values… ;-)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Next gossip, please…</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>Semua Gereja sudah menyetujui penayangan acara ’sakral’ itu. Semua institusi bermayoritas Kristen sudah menuggu - nunggu hal itu. Semua penginjil Zionis sudah mengharapkan acara seperti itu. Tujuannya, agar seluruh Indonesia dapat menerima Yesus sebagai Tuhan.</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Gak juga, gara – gara ada larangan kayak gini justru orang Kristen yang gak mau en males nonton jadi pengen nonton (hehehe) <em>*I’m one of them !*</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Oh ya, rasa-rasanya orang Indonesia mesti belajar membedakan Kristen dan Yahudi, Evangelis dan Zionis dan lain-lainnya itu… Kok rasa-rasanya banyak yang gak bisa bedain ya ? Ketahuan kurang info dan paranoidnya… (woupzz)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><em>*16.30 WIB. Stop Blogging. Watch The Movie*</em></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Okay ! Gw udah nonton. Gw cuma bilang…. Restu Sinaga keren banget ! (hehehe)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Huhuhu…What can I say,  ternyata film-nya seperti sinetron kebanyakan kok. Bedanya hanya film ini talk bout Christ, not Allah SWT. Gak ada istimewanya. Biasanya sebuah sinetron penuh dengan dialog <em>Astagfirullah</em>, <em>MasyaAllah</em>, <em>Alhamdullilah</em>, dll… Yang ini tidak, bahkan kalimat <em>Puji Tuhan</em> pun jarang. Hanya di penghujung sinetron tersebut itu diungkapkan pesan keselamatan dari Yesus Kristus. That’s it ! No salvation invitation ! Meskipun di akhir sinetron itu ada link direction ke website My Hope. Hanya itu…</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Gak ngerti deh, apa orang jadi terhipnotis untuk buka website My Hope tersebut… hihihihi…</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">So <a href="http://rozenesia.wordpress.com/2007/12/11/isu-kristenisasi-via-audio-visual/" target="_blank">tantangan gw di blog ini…</a> yaitu gak mungkin banget kalau film My Hope pake hipnotis-hipnotisan terbukti benar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kesimpulannya ?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><em>Gw nemuin orang-orang yang paranoid ama sinetron Natal… Bangsa Indonesia kagak dewasa menyikapi perbedaan. Gw tinggal di masyarakat yang aneh, yang gak menyukai warna pelangi. Gw tinggal di masyarakat yang bisa ketakutan ama sinetron rohani tapi demen kisah pocong ama cerita seks tengah malam. Titik. (udah speechless)</em></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>PEACE OUT !</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>GOD BLESS !</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&#160;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Geliat blogosphere :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://antikristus.wordpress.com/2007/12/15/sebuah-penantian-membongkar-kebobrokan-kristenisasi/" target="_blank">Sebuah Penantian Membongkar Kebobrokan Kristenisasi</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://suryaningsih.wordpress.com/2007/12/14/program-my-hope-dan-pemurtadan/" target="_blank">Program My Hope dan Pemurtadan</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://kabarihari.wordpress.com/2007/12/15/yang-membuat-heboh-itumy-hope-indonesia/" target="_blank">Yang Membuat Heboh Itu My Hope Indonesia</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://hariadhi.wordpress.com/2007/12/13/mereka-yang-pintar-kok-kita-yang-kebakaran-jenggot/" target="_blank">Mereka Yang Pintar Kok Kita Yang Kebakaran Jenggot</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://qnewt.wordpress.com/2007/12/15/sebuah-penantian-yang-mengecewakan/" target="_blank">Sebuah Penantian Yang Mengecewakan</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2007/12/16/my-hope-sudah-berlalu-mana-hipnotis-dan-kristenisasinya/" target="_blank">My Hope Sudah Berlalu Mana Hipnotis Dan Kristenisasinya</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://rozenesia.wordpress.com/2007/12/11/isu-kristenisasi-via-audio-visual/" target="_blank">Isu Kristenisasi Via Audio Visual</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://sandynata.wordpress.com/2007/12/14/hipnotis-masal-my-hope-indonesia-hahahaha/" target="_blank">Hipnotis Masal My Hope Indonesia Hahaha</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://anthonysteven.wordpress.com/2007/12/14/sebuah-penantian-kristenisasi/" target="_blank">Sebuah Penantian... Kristenisasi ?</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://qnewt.wordpress.com/2007/12/15/sebuah-penantian-yang-mengecewakan/" target="_blank">Sebuah Penantian Yang Mengecewakan</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Penantian yang Mengecewakan]]></title>
<link>http://qnewt.wordpress.com/2007/12/15/sebuah-penantian-yang-mengecewakan/</link>
<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 10:40:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>qnewt</dc:creator>
<guid>http://qnewt.id.wordpress.com/2007/12/15/sebuah-penantian-yang-mengecewakan/</guid>
<description><![CDATA[Terus terang karena kehebohan yang ada di jagad blogsphere, tentang Film Sebuah Penantian, aku jadi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang karena kehebohan yang ada di jagad blogsphere, tentang Film Sebuah Penantian, aku jadi penasaran untuk menontonnya. Tidak sabar menunggu saat pukul 16.30 tiba.</p>
<p>saat jam dinding di kantorku menujukkan pukul 16.30 temanku oji datang. "sial, kenapa datang di saat yang tidak tepat," kataku dalam hati. oji mengembalikan motorku yang selama beberapa hari ini kupinjamkan keapdanya. dan sore ini dia mau pulang ke banjar dan mengembalikan motorku.</p>
<p>"gimana, mau langsung pulang? tanyaku dengan sadis. ini terjadi tentu saja kerana aku tidak sabar ingin menonon Sebuah Penantian. dan ini pasti sudah dimuali.</p>
<p>agar tidak menyita waktu dan tidak ketinggalan film terlalu lama, akhirnya kuantarkan dia ke perempatan untug 'ngadang' bis. aku juga tidak bercakap lama, langsung cabut setelah oji menyerahkan STNK motoku.</p>
<p>sesampainya di kantor, aku tidak langsung nyalain tipi, aku tertarik sayur tempe bercampur pete yang sedag dirubung oleh juni, mas hari dan ari. maka kuambil sedikit untuk memuaskan nafsu makan peteku. lalu aku makan nasi sisa juni yang telah dicampur sayur tempe dan pete itu.</p>
<p>kunyalakan tipi, trans tv yang nyala. trans ternyata ga nayangin. yang lain juga, kayaknya hanya rcti saja.</p>
<p>kuikuti adegan demi adegan. eh ternyata ada sela, walau hanya iklannya program rcti sendiri, tetap aja aku protes. kenapa di sela?</p>
<p>setengah jam berlalu, tidak ada greget. tidak ada sentuhan. membosankan. masih setengah penasarn kuikuti lagi. sampai akhir cerita.</p>
<p>ternyata sangat mengecewakan. tidak sebanding dengan kehebohan. boro-bora terhipnotis, ngatuk iya. tidak juga tertarik untuk pindah agama. ceritanya dangkal, dapat ditebak. masih bagusan kiamat sudah dekat, atau para pencari Tuhan.</p>
<p>ah sebuah penantian yang mencewakan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yang Membuat Heboh itu...(My Hope Indonesia)]]></title>
<link>http://kabarihari.wordpress.com/2007/12/15/yang-membuat-heboh-itumy-hope-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 09:47:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>*hari</dc:creator>
<guid>http://kabarihari.id.wordpress.com/2007/12/15/yang-membuat-heboh-itumy-hope-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Seminggu belakangan ini, ada sebuah kehebohan (atau sebuah refleksi ketakukan yang berlebihan?) dika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Trebuchet MS"><img src="http://kabarihari.wordpress.com/" height="177" alt="IMG_0450-1" hspace="8" width="230" align="left" border="0" />Seminggu belakangan ini, ada sebuah kehebohan (atau sebuah refleksi ketakukan yang berlebihan?) dikarenakan pesan singkat SMS atau YM tentang isu Kristenisasi. </font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Dan itu banyak dibahas di blogosphere juga. Tentang tayangan My Hope Indonesia atau yang diterjemahkan menjadi Sebuah Penantian, konon katanya tayangan itu akan disiarkan serentak di beberapa stasiun TV, tapi yang sudah pasti akan menayangkannya adalah RCTI. Diberitakan juga bahwa tayangan itu telah disiapkan secara khusus dengan berpuasa sebulan penuh oleh kalangan Kristen dengan tujuan untuk menghipnotis pemirsanya yang belum mengimani Yesus menjadi menerima dan mengimaninya. Di India katanya tayangan serupa telah membuat jutaan orang bertobat dan menjadi Kristen. </font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Duh..bombastis sekali, dan tentu saja hal-hal kontroversi begini sudah pasti akan banyak sekali yang menanggapi (sebagian sepertinya tanpa ada klarifikasi) dengan banyak himbauan khusus bagi umat Muslim untuk mematikan TV saat tayangan berlangsung, bahkan kalau yang ingin menonton diwajibkan dengan mengambil wudhu terlebih dulu. ???</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Sepintas yang terlintas di benak saya adalah reaksi tersebut koq terasa berlebihan sekali. Orang memang sebaiknya waspada dalam segala hal, tapi ini koq sepertinya bukan sekedar kewaspadaan tapi lebih terasa sebagai sebuah ketakutan. Ketakutan karena apa saya juga ngga begitu ngerti.</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Pagi tadi sengaja saya membeli sebuah harian pagi &#34;Koran Sindo&#34;, karena biasanya jadwal acara TV selalu ada di semua koran, dan ternyata memang benar tercantum pada jam 16:30 ada tayangan FTV Natal: Sebuah Penantian tapi cuma ada di stasiun RCTI saja koq, ngga ada di stasiun TV lain. (Jadi sepertinya ngga bener kalo tayangan My Hope (Sebuah Penantian) itu ditayangkan serentak di beberapa stasiun TV.)</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Sebetulnya apa anehnya di bulan desember yang sudah pasti memang bertepatan dengan suasana Natal, sebuah stasiun TV menayangkan sebuah acara bertemakan Natal? Di koran Sindo yang saya beli itu jelas-jelas menyebutkan itu tayangan FTV Natal. Ya FTV NATAL. Bukankah sangat lazim sekali stasiun TV menayangkan acara tematik keagamaan seperti itu? Cek deh, setiap kali bulan Ramadhan pasti berjibun acara bertema Ramadan (Sinetron, talk show dll).</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Yang mungkin perlu diklarifikasi menurut saya sebenarnya adalah, benarkah ada ritual doa dan puasa yang mengiringi tayangan itu dengan tujuan agar pemirsanya terhinotis dan kemudian murtad dan menjadi Kristen. Benarkah ada hal-hal itu? ataukah ritual itu memag ada dan dilakukan tapi dengan tujuan agar tayangan itu sukses ditayangkan di TV? Sukses seperti apa? </font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Begini, tidak bisa dipungkiri, ada banyak orang Kristen dan Katolik sendiri yang hanya beragama KTP. Ngga sepenuhnya mengimani iman Kristen (seperti saya misalnya <img src="http://kabarihari.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt="" border="0" /> ), karenanya bisa jadi tayangan itu disiapkan dengan doa dan ritual puasa dengan tujuan agar kalangan kristen KTP menjadi tersentil imannya dan bertobat? Bukankah itu sebuah kesuksesan? Membawa kembali domba-domba yang tersesat itu kembali ke kandangnya?</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Kalaupun sampai ada yang umat lain yang ikut-ikutan tersentil imannya dan kemudian berubah menjadi Kristen, saya koq ngga begitu yakin itu akan terjadi ya? Misal sampai terjadi, saya yakin kalau mereka itu pasti beragamanya hanya di KTP saja. </font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Pertanyaan saya sekarang &#34;Kira-kira mana yang lebih bagus atau lebih benar ya, Si Anu beragama X tetapi hanya di KTP atau Si Anu yang pindah ke agama Y dan benar-benar sepenuh hati menjalankan ajaran agama Y setelah menonton sebuah tayangan FTV?&#34;</font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Dilematis, seperti kutipan cerita yang pernah saya baca dibawah ini, (sayangnya saya lupa dari buku apa).</font></p>
<blockquote>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Ada dua orang politisi yang bersahabat karib, si A &#38; Si B dari sebuah partai X. Suatu ketika, si B setelah melihat program kerja partai Y yang dirasa lebih sejalan dengan ideologinya, maka memutuskan untuk pindah ke partai Y. </font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Bagaimana reaksi si A? Dia berubah menganggap si B adalah seorang musuh karena di telah berkianat. </font></p>
<p align="justify"><font face="Trebuchet MS">Si C dari partai Y bereaksi berbeda, dia menganggap si B adalah sahabat dan saudara karena si B telah melihat kebenaran dan bertobat.</font></p>
</blockquote>
<p dir="ltr" align="justify"><font face="Trebuchet MS">Eh, kenapa jadi ngomongin partai ya? <img src="http://kabarihari.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt="" border="0" /> tapi saya yakin anda ngerti maksud saya kan? Saran saya sih seandainya anda Muslim, nonton atau engga nonton tayangan My Hope (Sebuah Penantian) itu, tetaplah loyal dengan agama anda. Ya tetaplah Loyal karena kalau tidak itu berarti anda adalah pengkhianat dan mungkin darah anda akan dianggap halal lho.</font></p>
<p dir="ltr" align="justify"><font face="Trebuchet MS">Sekarang tanggal 15 Desember dan sudah jam 16.30 lewat, dan saya sedang nonton FTV itu, dan sepertinya saya terhipnotis...<img src="http://kabarihari.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt="" border="0" /></font></p>
<p dir="ltr" align="justify"><font face="Trebuchet MS">Update: Sepertinya dugaan saya sejak awal benar, sama sekali ngga ada yang heboh dengan tayangan FTV itu. Ceritanya tentang pergulatan bathin seorang anak yang sudah menjadi dewasa dan tidak dapat menerima kembali ayah telah menyesal dan bertobat, karena si anak masih merasa sakit hati dengan apa yang sang ayah lakukan dulu semasa dia kecil yaitu meninggalkan keluarga dan pergi dengan wanita lain. </font></p>
<p dir="ltr" align="justify"><font face="Trebuchet MS">Menurut saya itu tema cerita yang biasa-biasa saja. Mungkin hanya pemerannya saja yang istimewa -karena kebetulan saya menyukai mereka- yaitu  Restu Sinaga, Rudi Salam, Nana Mirdad. Oia saya lupa, satu-satunya keistimewaan FTV ini adalah kerena dikabarkan sebagai misi gereja atau Kristenisasi.</font></p>
<p dir="ltr" align="justify"><font face="Trebuchet MS">Tapi sejujurnya saya masih penasaran, adakah yang terhipnotis??? <img src="http://kabarihari.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt="" border="0" /></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Repot Amat ?]]></title>
<link>http://chaosregion.wordpress.com/2007/12/14/repot-amat/</link>
<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:21:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mihael "D.B." Ellinsworth</dc:creator>
<guid>http://chaosregion.id.wordpress.com/2007/12/14/repot-amat/</guid>
<description><![CDATA[ 
&#8220;Repot Amat ?&#8221;


Besok itu, acara yang sudah banyak dibicarakan di milis Kristen, aka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em><img src="http://chaosregion.wordpress.com/files/2007/12/main-image-komunitas-blogger-2.jpg" alt="main-image-komunitas-blogger-2.jpg" /> </em></p>
<p align="center"><font size="1" color="#000000" face="Verdana"><em>"Repot Amat ?"</em></font><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><br />
</font></p>
<p><font size="2" color="#000000" face="Verdana"></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang sudah banyak dibicarakan di milis Kristen, akan ditayangkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang menurut rencana akan </font><a target="_blank" href="http://hisyambasyeban.wordpress.com/2007/12/13/matikan-tv-pada-sabtu-15-desember-2007-sore/"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">diset lewat stasiun swasta</font></a><font size="2" color="#000000" face="Verdana"> itu, akan disiarkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang benar - benar diusut oleh seseorang anti-Islam dan pendukung Zionis, akan diluncurkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang berdurasi 1 jam nonstop tanpa iklan itu, akan diperlihatkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu ada acara.</font></p>
<p></font>
</p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Acara apa ?</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Acara apa ?</font></p>
<p><!--more--></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Kalau ditilik melalui penerawangan saya, film yang bernama "</font><a target="_blank" href="http://sibak.wordpress.com/2007/12/12/sebuah-penantian/"><em><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Sebuah Penantian</font></em></a><font size="2" color="#000000" face="Verdana">", yang dibintangi oleh <em>Restu Sinaga, Christine Hakim, Mario Lawalatta, </em>dan<em> Nana Mirdad </em>itu akan ditayangkan di sebuah channel televisi swasta. 3, kalau benar - benar diusahakan. Semua Gereja sudah menyetujui penayangan acara ’sakral’ itu. Semua institusi bermayoritas Kristen sudah menuggu - nunggu hal itu. Semua penginjil Zionis sudah mengharapkan acara seperti itu. Tujuannya, agar seluruh Indonesia dapat menerima Yesus sebagai Tuhan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Tak tanggung - tanggung, proses ritualnya sudah setara dengan acara main dukun. Sudah melewati ritual kekristenan khusus. Puasa sebulan penuh. Semua awaknya berasal dari jemaat Gereja. Semuanya anak - anak Tuhan Yesus. <em>Hwarakadah</em>.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Tentunya dengan begitu, kita semua akan menyadari bahwa Kristen adalah musuh dibalik selimut. Semua Muslim akan menganggap itu adalah produk tayangan Kafir™ dan Zionis™ Israel™. Sementara anak - anak tidak boleh menonton, orang muslim ’diwajibkan’ untuk mengambil air wudhu, berdzikir, dan meminta perlindungan ketika anda semua (yang penasaran) melihat sebuah kepercayaan nasrani di dalam tayangan itu.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Memang tidak dipersalahkan. Memang kita semua harus waspada, tetapi untuk apa paranoid ?</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Larangan itu akan menyebabkan kita semua ingin menontonnya</strong>. Sudah menjadi teori dan <em>dumasar</em> bagi anak kecil yang sering melanggar larangan orang tua. Ditambah lagi kalau anda menyerukan gerakan matikan TV pada jam - jam yang dimaksud. Coba anda tilik kelakuan orang yang disebelah saya sekarang ini, dia makin penasaran dengan acara tersebut karena sudah diwanti - wanti untuk tidak ditonton. Jadi, amatlah percuma kalau kita melarangnya.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Sudah banyak acara serupa yang dibiarkan</strong>. Lho, kita tidak sadar ? Coba lihat kalau setiap setengah 5 subuh selalu ada acara Islami yang membahas tentang hal - hal sejenisnya. Meski anda terang - terangan tidak setuju, tapi anda jangan mangkir kalau keduanya punya tujuan untuk mencerahkan agama. Saya kira tujuan - tujuan yang sudah diperkirakan di atas baru sebatas praduga yang memang tidak bisa menjadi sebuah fakta.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Mengadaptasi dari apa yang pernah dipopulerkan di Republik Mimpi,</font></p>
<blockquote><p><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><em>Sedikit - sedikit, bilang sesat.<br />
Sedikit - sedikit, bilang sesat,<br />
Bilang sesat, kok cuman sedikit - sedikit...?</em></font></p></blockquote>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Yak, apa - apa dibilang sesat</strong>. Saya sudah melihat sedemikian banyak bentuk dan rupa peng-<em>sesat</em>-an yang terjadi di muka bumi Indonesia. Mulai dari Kristen, dibilang sesat. Zionis, didakwa sesat. Al-Qiyadah, difatwa sesat. Andai FPI juga didaulat sesat, hidup jadi sedikit lebih adil. Dan memang, hampir semua cukup <em>layak</em> dilabel seperti itu, tapi ingat, memberi fatwa sesat keseluruh penjuru menyebabkan agama kita akan dicap sebagai juru pemberi sesat. Tentunya tidak salah, tapi masa kita menerapkan standar ganda seperti ini ?</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Standar ganda</strong> ? Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, dikala kita memberi fatwa haram untuk acara Kristiani tersebut, kita masih dimanjakan oleh sebuah fakta bahwa acara serupa masih ada untuk kita, setiap hari, pada jam - jam subuh. Di sesi lain, ada acara Hidayah, yang memberikan refleksi tentang kekjaman Tuhan terhadap orang - orang Murtad, tentunya dikemas dalam konteks Islami nan menyegarkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Kita tidak lupa ’kan, kalau tujuannya untuk mencerahkan agama orang...? Saya tahu kalau ada prosesi pemurtadan bagi penonton non-muslim. Tetapi, apakah kita punya kewajiban untuk melarangnya ? Ingat, setakut apapun kita bagi kasus seperti ini, pemegang sejati kepercayaan kita hanya ada di tangan Tuhan. Kalau masih tidak percaya akan kekuatan Sang Maha Pencipta, berarti kalian telah menuhankan hipnotis acara tersebut. ;)</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Tentunya, bukan berarti kita perlu waspada. Saya hanya ingin mengingatkan, janganlah lupa dengan apa yang sudah kita lakukan bagi kelangsungan Agama Muslim yang kabarnya menguasai dunia selama 1000 tahun. ;)</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Oh, ya. Tentunya, secara pribadi ini, saya lebih mendukung pembumihangusan TV seperti itu, kenapa ? Karena dengan begitu listrik Indonesia bisa disimpan untuk hal yang lebih berguna. 1 jam saja, tapi kalau dimatikan oleh segenap umat Muslim di Indonesia, yang tersimpan bisa besar. Selama ini 'kan, ada orang yang teriak - teriak matikan TV selama beberapa menit, kita tidak menganggap. :lol:</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Artikel Terkait :</strong></font></p>
<p><font size="2" color="#000000" face="Verdana"></p>
<ol>
<li><a target="_blank" href="http://sibak.wordpress.com/2007/12/12/sebuah-penantian/">Sebuah Penantian</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://sandynata.wordpress.com/2007/12/14/hipnotis-masal-my-hope-indonesia-hahahaha/">Hipnotis Masal - My Hope Indonesia - hahahaha</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://suryaningsih.wordpress.com/2007/12/14/program-my-hope-dan-pemurtadan/">Program My Hope dan Pemurtadan</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://cintarasulullah.wordpress.com/2007/12/13/waspadai-misi-di-tv-15-desember-2007/">Waspadai Misi di TV 15 Desember 2007</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://retorika.wordpress.com/2007/12/14/gak-perlu-panik-tapi-yang-jelas-malah-bikin-penasaran/">Gak Perlu Panik, Tapi Yang Jelas Malah Bikin Penasaran !!!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://drianchicken.multiply.com/journal/item/114/Waspadailah_Dombasasi_Umat_Domba_Karena_Murtad_Lebih_Berbahaya_Dari_Naiknya_Harga_BBM">Waspadailah Dombasasi Umat Domba, Karena Murtad Lebih Berbahaya Dari Naiknya Harga BBM</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://tausyiah275.blogsome.com/2007/12/13/acara-pemurtadan-di-tv/">Acara Pemurtadan di TV?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://kammirema.wordpress.com/2007/12/10/58/">Missionaris di TV Nasional</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://apick.wordpress.com/2007/12/13/sms/">SMS</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://rozenesia.wordpress.com/2007/12/11/isu-kristenisasi-via-audio-visual/">Isu Kristenisasi via Audio Visual</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.salman.web.id/waspadai-misi-kristenisasi-di-rcti-15-desember-2007.html">Waspadai Misi Kristenisasi di RCTI 15 Desember 2007</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://3l3ctr0n.wordpress.com/2007/12/13/matikan-tv-mu/">Matikan TV mu!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://friendzofgod.wordpress.com/2007/12/13/film-sebuah-penantian-layak-dinanti/">Film “Sebuah Penantian”- Layak Dinanti!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://hariadhi.wordpress.com/2007/12/13/mereka-yang-pintar-kok-kita-yang-kebakaran-jenggot/">Mereka yang Pintar, Kok Kita yang Kebakaran Jenggot?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://mediacare.blogspot.com/2007/12/seruan-eramuslim-matikan-tv-pada-sabtu.html">Seruan Eramuslim: Matikan TV pada Sabtu, 15 Desember 2007 sore!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://genenetto.blogspot.com/2007/12/komentar-my-hope-indonesia.html">Komentar My Hope Indonesia</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://akusuka.wordpress.com/2007/12/14/komentar-saya-mengenai-my-hope-indonesia-wahai-orang-islam-yang-miskin-pindahlah-ke-agama-apa-saja-yang-dapat-membuat-hidupmu-sejahtera-lahir-dan-batin-di-dunia/">Komentar Saya Mengenai “My Hope Indonesia”? Wahai Orang Islam yang Miskin, Pindahlah ke Agama (apa saja) yang Dapat Membuat Hidupmu Sejahtera Lahir dan Batin (di Dunia)</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://anthonysteven.wordpress.com/2007/12/14/sebuah-penantian-kristenisasi/">Sebuah Penantian.. Kristenisasi?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://kangtutur.wordpress.com/2007/12/12/siapa-yang-harus-waspada/">Sebuah Penantian. Siapa yang harus Waspada?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://mydin.wordpress.com/2007/12/13/my-hope-indonesia/">My Hope Indonesia</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2007/12/11/stop-sms-provokatif-menjelang-natal/">Stop SMS Provokatif Menjelang Natal!!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://aulahikmah.wordpress.com/2007/12/11/rencana-tayangan-my-hope-indonesia-misi-gerejakah/">Rencana Tayangan “My Hope Indonesia” (Misi Gerejakah?)</a></li>
</ol>
<p></font></p>
<p align="right"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"> <img border="0" align="right" width="173" src="http://chaosregion.files.wordpress.com/2007/12/tradema04.png" height="69" /></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mereka yang Pintar, Kok Kita yang Kebakaran Jenggot?]]></title>
<link>http://hariadhi.wordpress.com/2007/12/13/mereka-yang-pintar-kok-kita-yang-kebakaran-jenggot/</link>
<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 15:10:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
<guid>http://hariadhi.id.wordpress.com/2007/12/13/mereka-yang-pintar-kok-kita-yang-kebakaran-jenggot/</guid>
<description><![CDATA[

Nah.. rasakanlah akibat fatwa harammu soal gambar yang membabi-buta itu. Umat lain sudah selangkah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://hariadhi.wordpress.com/files/2007/12/belahcermin.jpg" alt="belahcermin.jpg" /></p>
<p>Nah.. rasakanlah akibat fatwa harammu soal gambar yang <strong>membabi-buta</strong> itu. Umat lain sudah selangkah lebih maju dalam mensosialisasikan agamanya. Sementara kau <strong>jauh </strong>tertinggal di belakang.</p>
<p>Mereka kreatif, memakai film untuk memberitakan ayat-ayat Tuhan mereka, menebar simpati ke seluruh dunia. Memberi tontonan yang bisa dinikmati orang banyak. Sementara kau terpencil di belakang mimbar. Cuma bisa menyebarkan kebencian atas umat lain. Memuntahkan seribu kata anjing dan kafir. Bukannya menghibur atau menarik simpati, sumpah serapahmu cuma bisa memerahkan kuping orang lain.</p>
<p><!--more-->Seniman memperlihatkan keindahan agamanya kau kafirkan, gambar kau haramkan, orang menulis tentang agama kau anjingkan. Akal kau injak-injak. Hendak kau ganti dengan perbuatan menurut bak kerbau dicucuk hidung kepada fatwa-fatwa orang yang kau agungkan. Buatmu hanya orang duduk membaca Alquran saja yang pantas disayang Tuhan.</p>
<p>Sekarang kampanye mereka terbukti efektif, kau malah ngamuk-ngamuk. Mengkambinghitamkan televisi, menyalahkan media, kau tuduh itu hipnotis.</p>
<p>Kau tak pernah sadar diri, menyebarkan agama itu bukan masalah benar-salah saja. Bukan masalah dalil, bukan pula fatwa. Menyebarkan agama adalah masalah memikat hati orang lain, seperti dulu rasul memperlihatkan kejernihan hatinya dengan bersabar saat disiksa penentangnya, padahal dengan sejentik permohonan saja Allah bisa memusnahkan mereka semua.</p>
<p>Tidak perlu memboikot film My Hope Indonesia, Sebuah Penantian, atau apapun namanya itu. Lihat saja dan pelajari, bagaimana pintarnya mereka menarik simpati. Praktekkan itu dalam dakwahmu. Daripada kau ngamuk-ngamuk, menyebar sms mengemis kepada seluruh umat tak nonton sore hari tanggal 15 Desember.</p>
<p>Karena cepat atau lambat toh semua orang juga akan tahu dan nonton. Kau tak bisa menghalangi informasi karena kau hidup di zaman teknologi, <strong>bukan zaman sorban. </strong></p>
<p>Yang ketinggalan zaman boleh memilih punah di belakang.<strong><br />
</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Update</strong></p>
<p><em>Buat yang pusing baca post ini maksudnya apa, coba lihat kartun yang baru saya tambahin. Maksudnya mau bicara tentang perilaku tidak mau menerima kekurangan diri sendiri dan terus menyalahkan orang lain. Ingat peribahasanya, kan? (Kartun dibuat sendiri, saya bebaskan dalam lisensi <strong>public domain</strong>, silakan disebarkan dan diedit semaunya)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aq BISA]]></title>
<link>http://ithcing.wordpress.com/2007/07/02/aq-bisa/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 14:13:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>ithcing</dc:creator>
<guid>http://ithcing.id.wordpress.com/2007/07/02/aq-bisa/</guid>
<description><![CDATA[Aku memang hanya seorang yang hitam
Redup kilauan yang memancar
Cacat bagian diriku
Rapuh tak berdir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Aku memang hanya seorang yang hitam<br />
Redup kilauan yang memancar<br />
Cacat bagian diriku<br />
Rapuh tak berdiri jiwaku</p>
<p>Banyak aku telah lalui<br />
Badan, tangan, kaki, kepala, mata, bibir, hati<br />
Semua telah menjadi saksi<br />
Saksi atas diriku</p>
<p>Yakin ku tetap ada<br />
Insan yang melihatku<br />
Melihatku belajar berjalan<br />
Menaiki tangga kesuksesan</p>
<p>Ku bertanya pada masa depan<br />
Masa depan yang telah menunggu<br />
Diriku yang baru<br />
Yang lebih dari hanya sekedar berkilau</p>
<p align="right">by : ro_c</p>
<p align="right">30 JuNi 2007</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[.........?]]></title>
<link>http://ithcing.wordpress.com/2007/06/17/5/</link>
<pubDate>Sun, 17 Jun 2007 02:40:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>ithcing</dc:creator>
<guid>http://ithcing.id.wordpress.com/2007/06/17/5/</guid>
<description><![CDATA[gesekan biola menjadi pilihanku
namun&#8230;&#8230;&#8230;
resah aku tetap bertanya
menaikkan darah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>gesekan biola menjadi pilihanku<br />
namun.........<br />
resah aku tetap bertanya<br />
menaikkan darah hingga tersenyum<br />
menurunkan membuatku melamun</p>
<p>2 tahun pertama<br />
hhhhhhh......... hanya buat orang tertawa<br />
berapa lama<br />
aku ingin suatu hari terjawab</p>
<p>......... detik .......... menit<br />
......... jam ........... hari<br />
......... minggu ........... bulan<br />
.......... tahun</p>
<p>saatnya kubuka pertanyaan ini<br />
terjawab sudah atau tidak</p>
<p align="right">by : ro_c </p>
<p align="right">7  JUNI 2007</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
