<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>rumah-bambu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/rumah-bambu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "rumah-bambu"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 22:43:13 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Merdeka Ala Pedagang Kagetan]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/?p=455</link>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 09:13:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.id.wordpress.com/2008/08/17/merdeka-ala-pedagang-kagetan/</guid>
<description><![CDATA[
Kamis 14 Agustus 2008

Hari ini, aku diliputi keinginan kuat untuk berbuat sesuatu di luar rutinita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><strong>Kamis 14 Agustus 2008<br />
</strong></p>
<p>Hari ini, aku diliputi keinginan kuat untuk berbuat sesuatu di luar rutinitas, namun UUD.  Ujung-ujungnya duit.....   Sebagai manager keuangan keluarga, aku melihat gejala-gejala tidak sehat.  Pengeluaran lebih besar dari pemasukan. </p>
<p>Bukannya aku dan lebih keluarga sudah bersikap boros selama ini... walaupun memang aku selalu berusaha memenuhi apa  yang diperlukan keluarga. <br />
Bagi yang pernah menjadi gantungan hidup orang lain, pasti bisa mengerti rasanya. <br />
Aku belum bisa merdeka dari perasaan bersalah, bila menolak permohonan bantuan dari saudara, adik asuh, orang lain, komitmen.. komitmen... Tahu sendiri lah kondisi perekonomian rakyat seperti apa.</p>
<p>Tapi dengan pemasukan sebagai karyawan yang hanya mengandalkan gaji yang jumlahnya relatif tetap, dengan jumlah permohonan bantuan yang makin meningkat, bisa terbayang kondisinya...</p>
<p>Aku perlu memikirkan untuk mulai membuka pintu rejeki yang lain.  Yaitu berdagang.  Allah telah menjanjikan 9 pintu rejeki bagi para wirausahawan, berbanding 1 pintu bagi para karyawan.   Terakhir namun penting, mengusir rasa malas.  Tapi rasa malas itu kabur dengan sendirinya, ditendang kekuatan motivasi. </p>
<p>Mungkin kinilah saatnya memulai kelembaman dalam status bergerak...!!!.... yang mungkin hanya berhenti kalau ada yang memaksa aku untuk berhenti.... <br />
<em>Ayo bangkit!</em></p>
<p><em></em><br />
<strong>Jum'at, 15 Agustus 2008<br />
</strong>Aku dapat sumber grosiran <a href="http://www.susu-kambing.com">susu kambing</a> kemasan beku,  harganya masih mahal dibanding punya pak Khendro.  Tapi kemasannya lebih baik.  Aku akan coba dulu dengan yang ini, kalau sukses, yang ditandai volume pesanan meningkat, aku akan ambil dari pak Khendro juga. </p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Sabtu,  16 Agustus 2008</strong><br />
<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/17-agustus-008-1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-457" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/17-agustus-008-1.jpg" alt="" width="374" height="287" /></a>Susu kambing pesananku datang juga, alhamdulillah.  Berarti bisa dijual pada momen acara perayaan 17an warga perumahan, di Taman Kodok, hari Minggu besok.  Siapa tahu ada yang perlu susu kambing....  Mudah-mudahan mereka sudah tahu manfaat susu kambing...<br />
Aku dapat spanduk juga, yay!  Bisa dipasang di depan rumah, lumayan untuk menutupi sorot matahari ke bambu teras.<br />
<strong>Malam menjelang tanggal 17 Agustus 2008.<br />
</strong>Aku minta ayah membantu membongkar celengan kaleng yang dulu suka iseng kuisi receh dan lembaran seribu atau lima ribuan, sekedar untuk memberi contoh anak-anak tentang menabung.  Daripada disimpan nilainya akan berkurang terus dari hari ke hari, kuputuskan untuk menggunakannya sebagai uang receh untuk kembalian bila nanti ada pembeli yang  tidak membayar dengan uang pas. </p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Minggu Pagi, 17 Agustus 2008<br />
</strong>Jam 5.30, ayah sudah ganteng dengan seragam karyawannya lalu menciumku untuk pamit upacara ke kantor.<br />
Aku hanya *rolling-rolling my eyes* karena sebagai karyawan aku juga harusnya upacara di kantor, tapi tidak sedisiplin itu.  Lagian anak-anak di rumah tidak ada yang menjaga, si Teteh kan diliburkan kalau hari libur kantor! </p>
<p>Aku segera mempersiapkan roti selai coklat supaya anak-anak bisa segera sarapan setelah mandi pagi, yang direncanakan dilakukan segera setelah mereka bangun.  Lalu segera  mempersiapkan item-item yang akan dibawa saat berjualan nanti:</p>
<ul>
<li>Container, diisi 30 bungkus susu kambing. </li>
<li>Kantong plastik.</li>
<li>Uang kembalian.  </li>
<li>Brosur yang sudah kucetak dan kuperbanyak sebelumnya.</li>
</ul>
<p>Target penjualan hari ini tidak terlalu banyak.  Aku belum tahu respon pasar di perumahan ini tentang susu kambing.   Targetku hanya pengenalan produk, dan sosialisasi bahwa kami menjual susu kambing di rumah.</p>
<p>Setelah anak-anak bangun, sarapan dan pupup (untung saja bisa pagi-pagi, repot juga kalau tiba-tiba Salman minta pup pada saat sedang di lapangan), kita pun berangkat ke lapangan.  Bismillah. Menjinjing container seberat 10kg, dan perlengkapan lain di tangan kiri, kubiarkan anak-anak berjalan mengiringi, kadang di belakang kadang di depan.  Aku senang melihat mereka semangat.  Aku juga bersemangat!</p>
<p>Sampai di lapangan, aku pasang spanduk dan menyebarkan brosur.  Kulihat reaksi mereka. <br />
<em>"Oh, susu kambing ya? Aduh saya tidak suka susu... kalo susu kedelai mungkin masih bisa..."<br />
"Anak saya nggak suka susu, entah kenapa ya..."<br />
"Sunnah rosul ya?  coba saya baca dulu..."<br />
</em>Atau sekedar terima kasih.</p>
<p>Aku tersenyum.  Dalam hati pun aku tersenyum.  Aku jadi ingat reaksiku sendiri bila disodori brosur produk tertentu yang tidak aku yakini manfaatnya. <br />
Mungkin penghuni perumahan yang datang ke lapangan ini, saat ini lebih perlu makanan yang instan bisa dimakan saat itu juga, mereka kan habis lomba jalan santai, sedangkan jualanku dalam keadaan beku, harus dicairkan dulu.  Nggak praktis.</p>
<p>Stand mpek-mpek, asinan, fried chicken dan burger lebih banyak dirubung pembeli.  Yasmin dan Salman minta nasi uduk  dan teh botol yang dijual di stand sebelahku.  Mereka sangat menikmati suasana taman...  Aku jadi lebih banyak melongok mereka di tempat jungkat-jungkit dan ayunan di seberang taman yang berlawanan dengan arah orang-orang ramai berkumpul.</p>
<p>Akhirnya, aku merasakan berkeringat di pinggir lapangan menonton orang-orang lalu lalang di depanku tanpa menoleh sedikit pun pada kontainer.   Beberapa melihat spanduk.  Selebihnya, aku menyapa beberapa penghuni yang kukenal, bunda Sina temannya Yasmin di sekolah dan mbak Kiki, yang sekantor sama ayah, tapi mereka hanya mengangguk hormat, mundur teratur ketika mengetahui aku menjual susu kambing, karena belum mengetahui manfaatnya, mungkin...</p>
<p>Coba tebak, aku hanya bisa menjual sebungkus... hahahahahahaha :D</p>
<p>Sedatangnya ayah, kami langsung berkemas.  Ayah menghiburku, nanti brosurnya kita bagikan saja ke rumah-rumah.    Tunggu order di rumah saja, tidak usah ke lapangan lagi. <br />
Tapi aku tidak menyesal.  Namanya juga ikhtiar :p </p>
<p>Hiks.. beda ya, antara orang yang jualan karena butuh duit untuk kebutuhan sendiri, ama yang butuh duit untuk dikasih orang lain!  Kalau aku benar-benar berjualan untuk bisa makan, mungkin usahanya akan lain.  Lebih gencar.  Lebih seru.  Lebih tegang.</p>
<p>Namun....<br />
MERDEKA!!!!</p>
<p>Hari ini aku bisa mengucapkan kata itu dengan <em>sepenuh keyakinan</em>.</p>
<p>Aku merdeka dari <em>rasa takut rugi.</em><br />
Aku merdeka dari <em>belenggu</em> <em>rasa malas</em>.<br />
Aku merdeka dari <em>rasa takut menuruti kata hati</em>.</p>
<p>Ayo teriakkan anak-anak,</p>
<p><strong>MERDEKA!  MERDEKA!  MERDEKA!</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biopori Pertama di Rumah]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/?p=402</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 04:06:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.id.wordpress.com/2008/08/04/biopori-pertama-di-rumah/</guid>
<description><![CDATA[
Musim hujan sepertinya sudah nampak di depan mata.  Ada satu pe-er kami untuk lingkungan yang masi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<div class="mceTemp">Musim hujan sepertinya sudah nampak di depan mata.  Ada satu pe-er kami untuk lingkungan yang masih belum terlaksana, padahal semua detil rencana sudah ada di kepala.</div>
</div>
<p>Membuat biopori.</p>
[caption id="attachment_404" align="alignleft" width="225" caption="Ini dia  Bor Bioporinya...  Terlalu berat untuk jadi mainan toya-nya Salman... syukurlah! "]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/bor-biopori1.jpg"><img class="size-medium wp-image-404" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/bor-biopori1.jpg?w=225" alt="Ini di Bor Bioporinya..." width="225" height="300" /></a>[/caption]
<p>Alat Biopori yang dipesan langsung via informasi dari situs <a href="http://www.biopori.com">www.biopori.com</a>, sudah datang sebulan yang lalu.  Tinggal mencari waktu yang 'pas' untuk mulai mengerjakannya.  Ada-ada saja yang menghalangi kami untuk mulai bekerja.  Salman kena Morbili (kerennya campak), aku menyusul sinusitis,  lalu persiapan sekolah Yasmin, dan ayah menunggu musim hujan (????).</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">Dan sekarang sudah mulai datang hujan.  Selamat datang hujan!  Bogor menjadi aneh sekian lama tanpa dirimu....  Eh tapi kita di Cimanggis ding! (hihihi lupa mulu).  Dan sekarang ayah tidak punya alasan lain lagi :mrgreen:</div>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<p>  </p></div>
[caption id="attachment_411" align="alignleft" width="128" caption="Paralon dan kasa nyamuk, untuk membuat lubang menjadi rapi"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/alat-bantu-biopori.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-411" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/alat-bantu-biopori.jpg?w=128" alt="Paralon dan kasa nyamuk, untuk membuat lubang menjadi rapi" width="128" height="65" /></a>[/caption]
<p> Jadi, peralatan lain mulai dipersiapkan.  Seperti paralon dan kasa nyamuk.  Kedua bahan ini tidak disebutkan di manual pembuatan biopori.  Kegunaannya kita lihat nanti.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div class="mceTemp">
[caption id="attachment_434" align="alignright" width="300" caption="Tanah sejengkal yang akan dilubangi"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/halaman-belakang1.jpg"><img class="size-medium wp-image-434" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/halaman-belakang1.jpg?w=300" alt="Tanah sejengkal yang akan dilubangi" width="300" height="225" /></a>[/caption]
<p> </p>
<p>Lokasi lubang pertama, dipilihlah halaman belakang yang tanahnya hanya berukuran 140 x 40 cm, tapi menjadi tempat lewat air hujan dan pancuran air tempat mencuci macam-macam.  Cukup untuk menjadi 2 buah lubang dengan jarak 100 cm.</p></div>
<p>Persiapan awal, batu-batu gosokyang menutupi tanah dikumpulkan dan dibersihkan dulu, supaya tidak ikut jatuh ke lubang.  </p>
<p> </p>
<p> </p>
[caption id="attachment_436" align="alignleft" width="275" caption="Mata bor memudahkan penggalian dan pengangkatan tanah galian, dan mencetak lubang berdiameter 10cm "]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/bor-biopori34.jpg"><img class="size-medium wp-image-436" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/bor-biopori34.jpg?w=275" alt="Mata bor memudahkan penggalian dan pengangkatan tanah galian, dan mencetak lubang berdiameter persis 10cm " width="275" height="300" /></a>[/caption]
<p>Dengan bor khusus ini, kita bisa dengan mudah membuat lubang dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm.     </p>
<p> </p>
[caption id="attachment_412" align="alignleft" width="225" caption="Putar searah jarum jam, jangan dibalik, nanti waktu mundur ke belakang *canda*"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/mulai-mengebor-biopori.jpg"><img class="size-medium wp-image-412" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/mulai-mengebor-biopori.jpg?w=225" alt="Putar searah jarum jam, jangan dibalik, nanti waktu mundur ke belakang *canda*" width="225" height="300" /></a>[/caption]
<p> </p>
<p>Untuk menggali, putar bor searah jarum jam, jangan dibalik.  Demikian pula pada saat mengangkat tanah galian, tetap searah jarum jam hanya sedikit demi sedikit diangkat ke atas.</p>
<p>Tanah yang digali ternyata berjenis tanah liat.  Nggak ngaruh sih :D  Cuman lengket hihihi...</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
[caption id="attachment_417" align="alignnone" width="300" caption="Hasil galian pertamaTampungan tanah liat"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/galian-pertama3.jpg"><img class="size-medium wp-image-417" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/galian-pertama3.jpg?w=300" alt="Hasil galian pertama" width="300" height="166" /></a>[/caption]
</div>
[caption id="attachment_414" align="aligncenter" width="225" caption="Mandor Salman memeriksa kualitas lubang galian"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggali-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-414" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggali-1.jpg?w=225" alt="Mandor Salman memeriksa kualitas lubang galian" width="225" height="300" /></a>[/caption]
[caption id="attachment_419" align="aligncenter" width="225" caption="Ketika penggalian mentok tanah yang keras, Yasmin punya solusinya. "]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggali-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-419" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggali-2.jpg?w=225" alt="Ketika penggalian mentok tanah yang keras, Yasmin punya solusinya. " width="225" height="300" /></a>[/caption]
<div class="mceTemp">
[caption id="attachment_420" align="aligncenter" width="300" caption="Menggali lubang kedua, buat stok *????*"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggali-lubang-ke-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-420" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggali-lubang-ke-2.jpg?w=300" alt="Menggali lubang kedua, buat stok *????*" width="300" height="225" /></a>[/caption]
<p> </p></div>
<div class="mceTemp">
[caption id="attachment_421" align="alignright" width="300" caption="Memotong paralon, sebagai tahanan dinding lubang "]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/memotong-paralon.jpg"><img class="size-medium wp-image-421" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/memotong-paralon.jpg?w=300" alt="Memotong paralon, sebagai tahanan dinding lubang " width="300" height="225" /></a>[/caption]
<p> </p>
<p>See what I mean?</p>
<p>Selanjutnya memotong paralon sepanjang 20 cm, untuk dijadikan penahan dinding lubang supaya tanah di atasnya tidak mudah jatuh/turun dan memenuhi lubang yang udah susah-susah digali (Ehm... nggak begitu susah sih, dengan bor ini....) Aku nggak tahu ayah begitu terampil dengan alat tukang, mungkin karena terinspirasi film kartun Handy Manny... hahahaha ....  Canda, sebenarnya ayah memang berpengalaman dengan alat pertukangan.... sejak dulu pernah juga menjadi tukang b.. !#@$%!#%$ *keburu dibekep ama ayah*.   Dinding paralon cukup sedalam 20 cm, harga paralon mahal sekarang.</p>
<p>Kedalaman dinding paralon tidak usah terlalu dalam, karena fungsinya hanya untuk menahan tanah jatuh.  Sebenarnya bukan karena harganya mahal, tapi helooo... lubang itu kan supaya cacing-cacing bisa mulai bekerja menggemburkan tanah disekelilingnya dan membuat kompos dari limbah dapur yang masuk ke dalam lubang.  Akan susah hidup si cacing kalau terhalang paralon, kita tidak mau itu terjadi kan?</p></div>
<div class="mceTemp">To make long story short.....</div>
<div class="mceTemp">
[caption id="attachment_424" align="aligncenter" width="300" caption="Karpet kasa nyamuk, supaya batu-batu gosok tidur dengan nyaman"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggelar-kasa-nyamuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-424" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/menggelar-kasa-nyamuk.jpg?w=300" alt="Karpet kasa nyamuk, supaya batu-batu gosok tidur dengan nyaman" width="300" height="225" /></a>[/caption]
</div>
<div class="mceTemp">
[caption id="attachment_425" align="alignright" width="300" caption="Ciluup baa"]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/bukaan-kasa-nyamuk.jpg"><img class="size-medium wp-image-425" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/bukaan-kasa-nyamuk.jpg?w=300" alt="Ciluup baa" width="300" height="225" /></a>[/caption]
<p>Sebenarnya kita cuman bingung untuk membuat tutup lubang itu.  Lubang biopori kan kadang-kadang harus dibuka untuk diisi limbah, dan supaya baunya tidak menyeruak ke atas,  juga harus ditutup dan ditimbuni batu sedikit.   Syarat lain adalah air di atasnya harus tetap bisa mengalir masuk.</p></div>
<div class="mceTemp">Jadi kasa nyamuk menjadi solusinya.  Memanfaatkan sisa kasa nyamuk di rumah juga sih, jadi nggak perlu beli lagi.</div>
<div class="mceTemp">Dan ini hasil akhirnya......</div>
<div class="mceTemp">
[caption id="attachment_426" align="aligncenter" width="300" caption="Nggak kelihatan ada lubang kan? Batu-batu gosok jadi lebih bersih... sedikit... yeah right.."]<a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/penutup-batuan.jpg"><img class="size-medium wp-image-426" src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/08/penutup-batuan.jpg?w=300" alt="Nggak kelihatan ada lubang kan? Batu-batu gosok jadi lebih bersih... sedikit... yeah right.." width="300" height="225" /></a>[/caption]
</div>
<p>Gampang kan bikinnya?</p>
<p>Yang susah, pertama ngusir malesnya.  Kedua, ngusir malesnya.  Ketiga, ngusir malesnya.   Yang keempat, bersihin peralatannya.  All the dirty works!</p>
<p>Kita berencana membuatnya di halaman depan, dan di seberang rumah.  Lalu kita mau hasut tetangga juga, tentunya kita pinjamkan juga alatnya.  Kalau mereka mau, kita bisa sewakan tenaga untuk pembuatannya juga.  Lumayan jadi ada penghasilan tambahan untuk suaminya teh Pipih, yang ngasuh anak-anak di rumah.  Tarifnya berapa ya.....  25rb satu lubang, berani nggak?  hehehe.... *komersil.. komersil...*  Ok deh untuk 10 lubang dapat diskon 10%.  Blom termasuk ongkos transport ya... :P hehehe....</p>
<p>So <a href="http://honey.telkom.us/2008/08/01/how-green-are-you/">Honey</a>, how green are we???  ;)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Hybrid : Minggu 7 (Selesai)]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 08:49:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.id.wordpress.com/2008/03/24/rumah-hybrid-minggu-7-dan-8/</guid>
<description><![CDATA[. 
Mudah-mudahan tidak bosan membaca update tentang yang satu ini&#8230;   
.

Aku tidak keberatan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="left">. </p>
<p align="left">Mudah-mudahan tidak bosan membaca update tentang yang satu ini...  :D</p>
<p align="left">.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/ayah.jpg" alt="Ayah" /></div>
<p align="center"><em>Aku tidak keberatan cowok ganteng yang satu ini mondar-mandir di rumah</em> :D </p>
<p>. </p>
<p>Pemirsa, rumah hybrid kami telah selesai pembangunannya.  Jadi cerita apa lagi yang harus disampaikan?</p>
<p>Apakah itu mengenai finishing obyek bambu?</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/kusen-rak.jpg" alt="Vernis pada bilik" /></div>
<p align="center"><em>Bilik itu memendarkan cahaya setelah divernis.</em></p>
<p>Untuk proses finishing, pertama batang bambu dikuas dengan soda api untuk mencuatkan warna bambu yang bagus, baru di cat vernis.  Mungkin ini yang dimaksud dengan metoda pengawetan bambu?  Sebenarnya, agar bambu awet berpuluh tahun, prosesnya telah dimulai jauh-jauh hari sebelum bambu ditebang.  Sudah kuceritakan sebelumnya di sini.  </p>
<p>Teras belakang juga sudah rapi. </p>
<p>.</p>
<p><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/teras-belakang.thumbnail.jpg" alt="Teras Belakang" /><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-teras.jpg" title="Lantai Mozaik"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-teras.thumbnail.jpg" alt="Lantai Mozaik" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/teras-belakang2.jpg" title="Teras Belakang 2"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/teras-belakang2.thumbnail.jpg" alt="Teras Belakang 2" /></a></p>
<p>. </p>
<p>Apakah itu mengenai instalasi listrik? </p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/stop-kontak.jpg" title="Stop Kontak"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/stop-kontak.thumbnail.jpg" alt="Stop Kontak" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/instalasi-listrik.jpg" title="Instalasi Listrik"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/instalasi-listrik.thumbnail.jpg" alt="Instalasi Listrik" /></a> </p>
<p>Kabel listrik disembunyikan dibalik bilik.  Tentu saja kabel harus memiliki kualitas baik karena resiko bilik terbakar sangat tinggi.  Mungkin kami perlu menyimpan APAR di rumah. Hmmm...<em> just a thought.</em>  </p>
<p>Apakah itu mengenai rasanya masuk ke rumah bambu?</p>
<p>Terus terang saja, global warming yang digembar-gemborkan oleh Al Gore, langsung dianulisasi ketika masuk ke bagian rumah bambu kami.  Tetangga satu blok yang telah menginspeksi rumah kami karena penasaran, telah mengakuinya.   </p>
<p>Aku mau jual AC Plasma Cluster 3/4 PK ku 1 unit, ada yang mau beli? (update:  sekarang sudah laku terjual... hehe alhamdulillah)</p>
<p>Sekarang mengenai pergola..</p>
<p>.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/pergola-depan.jpg" alt="Tampak Depan" /></div>
<p>. </p>
<p>Kala bermaksud mampir nanti, anda tak kan salah rumah.</p>
<p>.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-carport.jpg" alt="Lantai Carport" /></div>
<p> .</p>
<p>Lantai Carport menggunakan batu sikat.  Batu yang disikat :P</p>
<p>. </p>
<p> <img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-teras-depan.jpg" alt="Lantai Teras" /> </p>
<p>Anak-anak kuperbolehkan berguling-guling di sini kalau mereka mau.</p>
<p>.</p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-teras-depan-2.jpg" title="Lantai Teras Depan 2"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-teras-depan-2.thumbnail.jpg" alt="Lantai Teras Depan 2" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/pandangan-ke-jalan.jpg" title="Pemandangan dari Teras"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/pandangan-ke-jalan.thumbnail.jpg" alt="Pemandangan dari Teras" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/pintu-depan.jpg" title="Pintu depan"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/pintu-depan.thumbnail.jpg" alt="Pintu depan" /></a></p>
<p>Pintu depan rumah, agak sempit, menyesuaikan dengan ruang yang ditinggalkan bekas jendela sebelumnya.  Walau demikian, bukan berarti kami tidak menyambut setiap tamu yang datang berkunjung.</p>
<p align="center"> ~;@*@;~ </p>
<p>.</p>
<p>Ada satu hal yang kupelajari dari rumah bambu kami. </p>
<p>Batang bambu betung, bambu ikat, bambu tali dan lainnya yang menjadi bahan pembangun rumah kami, bukanlah material yang disintesa dalam pabrik.  Dia ditumbuhkan di alam, oleh Allah Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Jadi jangan berharap mendapatkan kesempurnaan presisi di sana-sini, atau kesempurnaan warna yang rata.  Sudah buatannya bahwa bambu besar di pangkal, kecil di ujung.  </p>
<p>Bagaikan anggota keluarga kita yang memiliki kekurangan dan kelebihan, bila dicintai tanpa syarat, dia akan bertumbuh optimal sesuai dengan tujuannya hidup di dunia.</p>
<p align="center">~;@*@;~ </p>
<p><em>"Ketidaksempurnaan melahirkan keindahan.  Keindahanlah yang melahirkan kesempurnaan."</em>  ~Dina~</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknologi Bambu Suku Baduy Dalam]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/?p=231</link>
<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 10:41:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.id.wordpress.com/2008/03/19/teknologi-bambu-suku-baduy-dalam/</guid>
<description><![CDATA[Thanks to Abang Dhana (karyawan kantor TELKOM Rangkasbitung-red), aku dapat foto-foto cantik mengen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks to Abang Dhana (<em>karyawan kantor TELKOM Rangkasbitung-red</em>), aku dapat foto-foto cantik mengenai teknologi bangunan fasilitas umum yang ramah lingkungan, merupakan bagian dari alam itu sendiri, dan tidak memerlukan teknologi modern apapun!</p>
<p>Silakan nikmati foto-foto di bawah ini..</p>
<p><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/jembatan-bambu.jpg" alt="Jembatan Bambu" /></p>
<p>Welcome to San Baduy Bridge :D</p>
<p>Dibangun tanpa menggunakan paku.  Menyeberangi Sungai Ciujung di wilayah Desa Baduy Dalam - Ujung Kulon, selebar 25-an meter, memerlukan 4 buluh bambu yang diikat dengan ijuk sambung menyambung.  Jangan membuang waktu mencari-cari apakah ada paku yang dipakai.</p>
<p>Perhatikan strukturnya yang melengkung.  Dibuat demikian supaya lentur ketika menahan beban yang lewat di atasnya.</p>
<p><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/jembatan-bambu-2.jpg" alt="Jembatan Bambu 2" /></p>
<p>Apakah mampu menahan beban motor yang lewat? Tentu saja tidak boleh ada motor masuk ke wilayah desa, jadi jangan tanyakan itu  :P</p>
<p> <img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/murshid-anak-kepala-suku-baduy-dalam.jpg" alt="Murshid" /></p>
<p>Ini pak Murshid, anak Kepala Suku Baduy Dalam.  Tidak pernah sekolah formal, namun bisa berbahasa Indonesia secara otodidak.  Tidak sekolah bukan berarti tidak pintar, kan?  Kecerdasan dan kebijaksanaan yang mereka miliki, justru melampaui orang-orang kota modern.   Menurutku.  Dan menurut mereka. </p>
<p>Hehe.</p>
<p> <img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lumbung-di-ujung-jembatan.jpg" alt="Lumbung" /></p>
<p>Struktur Lumbung Padi yang terletak di ujung jembatan dan tanpa perlu pengawalan satpam, juga dibuat dari bambu dan turunannya.  Percayalah, tak ada semen, genteng, paku, bata, tembok, seperti yang rumah hybrid kami!</p>
<p> <img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/sungai-ciujung.jpg" alt="Sungai Ciujung" /></p>
<p>Kaum kapitalis, <em>please don't ruin our paradise over here</em>. </p>
<p align="center">~;@*@;~</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Hybrid : Minggu 4 dan 5]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/?p=215</link>
<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 08:32:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.id.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/</guid>
<description><![CDATA[  Jumpa lagi&#8230;..
Minggu-minggu terakhir ini, tatapan mata kami sudah sama seperti tatapan Sal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-228" href="http://qomm.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/teras-belakang-2/" title="Teras Belakang"></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/d.jpg" title="D"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/d.thumbnail.jpg" alt="D" /></a>  Jumpa lagi.....</p>
<p>Minggu-minggu terakhir ini, tatapan mata kami sudah sama seperti tatapan <em>Salman</em> setiap kali menyaksikan kejadian dari rumah hybrid kami.</p>
<p align="center"> <img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/penuh-harap.jpg" alt="Penuh Harap" /></p>
<p align="center"><em>Sudah ada banyak rencana dikepalanya.</em> </p>
<p>Bukan salah siapa-siapa...</p>
<p>Tapi karena kontrakan sudah akan berakhir bulan ini.   Kami tidak mau jadi <em>homeless</em>.  Haha :D </p>
<p>Seperti yang sudah diduga sebelumnya, pembangunan struktur berlangsung cepat, yang paling lama adalah bagian <em>finishing:  coating </em>cat vernis<em> </em>pada bambu, kayu dan batu ekspose, lalu instalasi listrik, dan instalasi furniture.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-227" href="http://qomm.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/lantai-teras-belakang/" title="Lantai Teras Belakang"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-teras-belakang.thumbnail.jpg" alt="Lantai Teras Belakang" /></div>
<p></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-228" href="http://qomm.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/teras-belakang-2/" title="Teras Belakang"></a></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/teras-belakang.thumbnail.jpg" alt="Teras Belakang" /></div>
<div style="text-align:center;">Teras belakang</div>
<p><a rel="attachment wp-att-229" href="http://qomm.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/langit-langit-dengan-cahaya-alam/" title="Langit-langit dengan cahaya alam"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/langit2-cahaya-alam.thumbnail.jpg" alt="Langit-langit dengan cahaya alam" /></div>
<p></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-230" href="http://qomm.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/lampu-teplok-di-kamar-tidur/" title="Lampu Teplok di Kamar Tidur"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lampu-teplok-di-kamar-tidur.thumbnail.jpg" alt="Lampu Teplok di Kamar Tidur" /></div>
<p></a></p>
<p align="center"><em>Pencahayaan siang hari dan malam hari</em></p>
<p><a rel="attachment wp-att-229" href="http://qomm.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/langit-langit-dengan-cahaya-alam/" title="Langit-langit dengan cahaya alam"></a><a rel="attachment wp-att-229" href="http://qomm.wordpress.com/2008/03/17/rumah-hybrid-minggu-4-dan-5/langit-langit-dengan-cahaya-alam/" title="Langit-langit dengan cahaya alam"></a>Tentu saja lampu teplok itu hanya bentuknya saja, menggunakan bohlam listrik, bukan minyak tanah.  Dinyalakan hanya pada waktu tidur.</p>
<p>Untuk memberi cat vernis pada obyek kayu dan bambu pada bangunan rumah, harus menunggu hingga cukup kering.  Di tengah cuaca hujan dengan petir begini, tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain menunggu. </p>
<p>Sementara menunggu, kami membangun pergola.</p>
<p align="center"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/charade.thumbnail.jpg" alt="Mobil kecil" /> </p>
<p>Daihatsu Charade kecil ini sudah melewati suka dan duka bersama kami, dia berhak menerima pergola cantik.</p>
<p>Seperti ini. </p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/bangun-pergola.jpg" alt="Pergola 1" /></p>
<p align="center"><em> Suasananya serasa di kampung banget..</em></p>
<p>Sekalian membuat atap teras depan untuk menampung tetangga yang ingin bengong bersama.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/bangun-pergola-2.jpg" alt="Pergola 2" /></div>
<p>Karena ini bukan rumah di kampung dengan luas tanah berhektar-hektar di kelilingi oleh kebun buah-buahan, melainkan hanya rumah berlahan sempit di komplek perumahan rakyat, maka issue yang bisa menyulut konflik dengan tetangga harus diminimalisir.</p>
<p>Oleh karenanya, kami terpaksa membangun tembok tinggi di pagar samping depan rumah.  Bukan supaya kami tidak peduli dengan tetangga, tapi karena kami berusaha supaya limpasan air dari atap pergola tidak jatuh ke halaman tetangga kami yang bernama pak <em>Irwan</em> dan bu <em>Shinta</em> yang punya anak perempuan bernama <em>Naura</em> yang telah menjalin pakta persahabatan dengan <em>Yasmin</em>.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/batas-pergola-dg-tetangga.jpg" alt="Batas Pergola dengan Tetangga" /></div>
<p>Supaya terlihat peduli, kami memasang hiasan bata bolong untuk sarana komunikasi visual dengan mereka.</p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/bata-bolong.jpg" title="Bata Bolong"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/bata-bolong.thumbnail.jpg" alt="Bata Bolong" /></a></div>
<p>Maksudnya cukup untuk mengintip hehe :D</p>
<p>Hiasan teralis bambu yang dipasang di antara tiang depan teras maksudnya supaya antara teras dengan jalan tidak terlalu blong, ada penghalang udara dan debu jalanan.   Kami belum memasang pagar.</p>
<p>Kami belum memasang pagar, menuruti saran dari <em>Salman</em> yang telah selesai melakukan <em>security check</em>.  </p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/security-check.jpg" alt="Security Check" /></div>
<p align="center"><em>Situasi aman bos!</em></p>
<p>Kami memercayainya.</p>
<p>Nanti, setelah muncul isu keamanan, dan fresh budget tentunya, pagar carport adalah prioritas :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minggu-3 : Rumah Hybrid]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/?p=195</link>
<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 04:01:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.id.wordpress.com/2008/03/05/minggu-3-rumah-hybrid/</guid>
<description><![CDATA[Yay!  Proses pembangunan Rumah Hybrid kami telah memasuki minggu ke-3, yang berarti, sudah bisa mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Yay!  Proses pembangunan Rumah Hybrid kami telah memasuki minggu ke-3, yang berarti, sudah bisa memulai tahap finishing.</p>
<p align="center"> <img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/lantai-toilet.jpg" alt="Lantai Toilet" /></p>
<p align="center"><em>We will eat this food and then put the waste later in this toilet.</em></p>
<p>Setiap ruangan, dinding dan elemen-elemennya telah terlihat bentuk aslinya.   Kini kami mulai bisa membayangkan hasil akhirnya dengan lebih riang :D</p>
<p>..</p>
<p>Kita mulai dengan <em>kamar mandi</em>.</p>
<p>Dengan biaya ringan, kami mendapat toilet yang membuat kami merasa sedang berada di villa peristirahatan.  </p>
<p align="center"> <a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-kamar-mandi.jpg" title="Dinding Kamar Mandi"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-kamar-mandi.thumbnail.jpg" alt="Dinding Kamar Mandi" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/pintu-kamar-mandi.jpg" title="Pintu Kamar Mandi"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/pintu-kamar-mandi.thumbnail.jpg" alt="Pintu Kamar Mandi" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/toilet.jpg" title="Toilet"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/toilet.thumbnail.jpg" alt="Toilet" /></a></p>
<p>Kusen pintu kamar mandi kini sudah rapi,  dan lantai toilet dibuat sedemikian rupa sehingga kemiringan lantainya cukup landai untuk mengalirkan air buangan.</p>
<p>Selanjutnya, <em>water reservoir</em>. </p>
<p>Kami menggunakan reservoir berbahan fiber dengan merk 'K' dengan kapasitas 1100 liter.  Hasil survey ke beberapa toko material, merk lain tidak memiliki layanan purna jual sedangkan yang ini bergaransi 5 tahun. </p>
<p>Peletakan <em>reservoir </em>di lahan yang sempit disiasati dengan membuat tiang 'jamur' yang dicor di bagian atasnya.   Diperkuat dengan bata ekspos, cantik kan?  </p>
<p align="center"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/tiang-water-reservoir.jpg" title="Tiang"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/tiang-water-reservoir.thumbnail.jpg" alt="Tiang" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/reservoir.jpg" title="Reservoir"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/reservoir.thumbnail.jpg" alt="Reservoir" /></a></p>
<p>Sekarang kita cek <em>dinding</em> dalam ruangan. Kami tak kan pernah bosan memandanginya.</p>
<p align="center"> <a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-kamar-tidur.jpg" title="Dinding Kamar Tidur"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-kamar-tidur.thumbnail.jpg" alt="Dinding Kamar Tidur" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-ruang-dapur.jpg" title="Dinding Ruang Dapur"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-ruang-dapur.thumbnail.jpg" alt="Dinding Ruang Dapur" /></a></p>
<p align="center"><em>Ini bukan Kue Lapis Surabaya.</em></p>
<p><em>Dinding</em> luar kamar tidur anak.</p>
<p align="center"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-luar-kamar-tidur-anak.jpg" title="Dinding Luar Kamar Tidur"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/dinding-luar-kamar-tidur-anak.thumbnail.jpg" alt="Dinding Luar Kamar Tidur" /></a> </p>
<p>Kusen<em> pintu</em> kamar.</p>
<p align="center"> <a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/kusen-pintu-kamar.jpg" title="Kusen Pintu"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/kusen-pintu-kamar.thumbnail.jpg" alt="Kusen Pintu" /></a></p>
<p>Dan<em> jalusi</em> cantik ini.  Pada proses finishing, seluruh objek dari bambu dan kayu di rumah akan mengalami usapan cat pernis, yang membuat warnanya rata, cantik mengilap.</p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/jalusi-cantik.jpg" title="Jalusi"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/jalusi-cantik.thumbnail.jpg" alt="Jalusi" /></div>
<p></a></p>
<p>Ini <em>langit-langit</em> kamar yang akan kami pandangi sebelum terlelap.</p>
<p align="center"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/langit-langit.jpg" title="Langit-langit"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/03/langit-langit.thumbnail.jpg" alt="Langit-langit" /></a> </p>
<p>Dan kalian pikir kami <em>narsis</em>??? :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minggu-2 : Rumah Hybrid]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/?p=170</link>
<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 08:48:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.id.wordpress.com/2008/02/25/minggu-2-rumah-hybrid/</guid>
<description><![CDATA[Semenjak dimulai tanggal 8 Februari 2008, pembangunan rumah hybrid kami sudah &#8216;naik atap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak dimulai tanggal 8 Februari 2008, pembangunan rumah hybrid kami sudah 'naik atap' beberapa hari yang lalu.</p>
<p>Tenggat waktu pembangunan yang hanya sebulan, dipenuhi dengan pengerahan s.d 7 orang tenaga kerja dalam satu waktu.  Dua minggunya lagi adalah finishing, untuk instalasi listrik, instalasi ruangan dan pembenahan yang masih kurang sempurna. </p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/inspeksi-1.jpg" alt="Inspection by Salman Ahady" /></div>
<p align="center"><em>Salman menginpeksi dinding bilik... memastikan bukan terbuat dari wallpaper.</em></p>
<p>Bagi yang masih penasaran dengan bahan baku rumah semi permanen, ini dia gambar-gambarnya :</p>
<p align="center"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/bilik-kajang.jpg" title="Bilik Kajang"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/bilik-kajang.thumbnail.jpg" alt="Bilik Kajang" /></a></p>
<p>Ini Bilik Kajang, sebagai penyekat ruangan.  Penggunaan bilik kajang untuk sekat dinding dibuat 2 lapis supaya tebal dan kuat.  Untuk rumah tinggal, tidak menggunakan bilik yang bermotif.  Bilik bermotif biasanya digunakan di bangunan restoran/bangunan umum lainnya. </p>
<p align="center"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/genteng-mantili.jpg" title="Genteng Mantili"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/genteng-mantili.thumbnail.jpg" alt="Genteng Mantili" /></a></p>
<p>Ini Genteng Mantili.  Atap bisa juga terbuat dari rumbia yang diikat-ikat,  hanya saja rumbia (ilalang) jarang digunakan untuk rumah tinggal karena usia teknisnya lebih singkat daripada genteng.   Dan Genteng Mantili lebih jago silat. (what????)</p>
<p align="center"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/ikatan-bambu.jpg" title="Betung &#38; Ikatan Ijuk"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/ikatan-bambu.thumbnail.jpg" alt="Betung &#38; Ikatan Ijuk" /></a></p>
<p>Bambu Betung/Bitung pembangun struktur,  yang gembung dan ngabelentrung bila di pentung.  Ikatan dengan ijuk membuat struktur menjadi lentur saat gempa.  Pramuka sekalllee :D</p>
<p align="center"><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/pintu-kayu-kamper.jpg" title="Kayu kamper"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/pintu-kayu-kamper.thumbnail.jpg" alt="Kayu kamper" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/jendela-dapur.jpg" title="Jendela Dapur"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/jendela-dapur.thumbnail.jpg" alt="Jendela Dapur" /></a></p>
<p>Sebagai bahan pintu dan jendela, masih mengandalkan kayu kamper.   Suatu saat pintu dari bahan bambu akan dirancang oleh orang yang kreatif.  Andakah orangnya?</p>
<p>Sekarang mari kita memeriksa batas-batas bangunan dengan tembok tetangga...</p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/batas-dg-tetangga-samping-belakang.jpg" title="Tetangga Belakang &#38; Kiri"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/batas-dg-tetangga-samping-belakang.thumbnail.jpg" alt="Tetangga Belakang &#38; Kiri" /></div>
<p></a></p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/belakang-rumah-2.jpg" title="Batas dengan tetangga belakang"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/belakang-rumah-2.thumbnail.jpg" alt="Batas dengan tetangga belakang" /><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/belakang-rumah-3.jpg" title="Teras belakang"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/belakang-rumah-3.thumbnail.jpg" alt="Teras belakang" /></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/belakang-rumah-2.jpg" title="Batas dengan tetangga belakang"></a></div>
<p></a></p>
<p>Di belakang rumah kami menyisakan sedikit ruang terbuka untuk sirkulasi, biopori, tempat menjemur pakaian, dan bercengkrama di balai bambu (balai belum dibuat).</p>
<p align="center"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/talang-belakang.jpg" alt="Talang Belakang" /> </p>
<p>Inilah yang kumaksud dengan talang yang mencegah limpasan air dari atap masuk ke wilayah tetangga belakang, walaupun jarak overstek atap mepet sekali dengan tembok pagar belakang. </p>
<p>Sekarang mari kita periksa ruang dalam....</p>
<p align="center"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/dinding-kamar-tidur.jpg" alt="Dinding" /></p>
<p>Sekat ruangan di dalam rumah.  Cantik kan?  Rumah semi permanen, menggunakan bata merah yang diekspose untuk sekat bagian bawah dan bilik kajang lapis dobel untuk bagian atas.</p>
<p align="center"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/dinding-kamar-tidur-dilapis.jpg" alt="dinding rumah permanen dilapis" /></p>
<p>Pada dinding kamar tidur yang berbatasan dengan rumah permanen, dinding tembok dilapis dengan bilik lalu bagian bawah ditempel dengan potongan batu alam agar artistik.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/jalusi-kamar-anak.thumbnail.jpg" alt="Jalusi" /></div>
<p>Ini jalusi untuk sirkulasi ruang tidur anak..</p>
<p>Sekarang kita lihat kamar mandi shower...</p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/dinding-kamar-mandi.jpg" title="kamar mandi"></a><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/dinding-kamar-mandi.jpg" title="kamar mandi"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/dinding-kamar-mandi.thumbnail.jpg" alt="kamar mandi" /></div>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/dinding-kamar-mandi-2.jpg" title="kamar mandi 2"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/dinding-kamar-mandi-2.thumbnail.jpg" alt="kamar mandi 2" /></div>
<p></a></p>
<p></a>Karena ukurannya yang kecil, dinding dilapisi keramik putih agar kesan ruangan menjadi lega...  rencana awalnya akan dilapisi batu alam supaya bernuansa outdoor... tapi apa daya hanya 1,5m x 1,5m ...  sudah beserta toilet duduk.</p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/belakang-kamar-mandi.jpg" title="belakang kamar mandi"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://qomm.wordpress.com/files/2008/02/belakang-kamar-mandi.thumbnail.jpg" alt="belakang kamar mandi" /></div>
<p></a></p>
<p>Agar terang, dinding belakang kamar mandi diberi 2 blok kaca tebal transparan untuk membuat cahaya masuk ruangan.</p>
<p>Saat ini masih belum selesai pengerjaannya, jadi mungkin masih terlihat berantakan, kotor dan kampung banget.  Tapi yang kami lihat adalah visi. </p>
<p>Bahwa memiliki rumah yang aman dari gempa, ramah lingkungan, bergema dan berresonansi, melestarikan budaya nenek moyang yang baik, yang mengingatkan kami untuk tidak menjadi sombong akan harta dunia, mencegah kami dari perilaku berlebih-lebihan, dan mendukung segala usaha kami memberikan pendidikan akhlak terbaik pada anak-anak, adalah berarti segalanya bagi kami. </p>
<p>Maka keprihatinan yang sedang dijalani saat ini, tidak berarti apa-apa dibanding dengan kepuasan yang kami dapatkan saat nanti. </p>
<p>Semoga Allah swt meridhoi.</p>
<p align="center"> ~@*@~</p>
<p>Baca juga tulisan sebelumnya :</p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/rumah-bambu/" title="Rumah Bambu">Rumah Bambu</a> </p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/rumah-bambu/yayasan-bambu-indonesia/" title="Yayasan Bambu Indonesia">Yayasan Bambu Indonesia</a></p>
<p><a href="http://qomm.wordpress.com/rumah-bambu/rumah-hybrid-prosesi-pembangunan/" title="Minggu - 1">Rumah Hybrid : Prosesi Pembangunan</a> (minggu pertama)</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
