<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>restu-sinaga &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/restu-sinaga/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "restu-sinaga"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 15:54:16 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Repot Amat ?]]></title>
<link>http://chaosregion.wordpress.com/2007/12/14/repot-amat/</link>
<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:21:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mihael "D.B." Ellinsworth</dc:creator>
<guid>http://chaosregion.id.wordpress.com/2007/12/14/repot-amat/</guid>
<description><![CDATA[ 
&#8220;Repot Amat ?&#8221;


Besok itu, acara yang sudah banyak dibicarakan di milis Kristen, aka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em><img src="http://chaosregion.wordpress.com/files/2007/12/main-image-komunitas-blogger-2.jpg" alt="main-image-komunitas-blogger-2.jpg" /> </em></p>
<p align="center"><font size="1" color="#000000" face="Verdana"><em>"Repot Amat ?"</em></font><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><br />
</font></p>
<p><font size="2" color="#000000" face="Verdana"></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang sudah banyak dibicarakan di milis Kristen, akan ditayangkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang menurut rencana akan </font><a target="_blank" href="http://hisyambasyeban.wordpress.com/2007/12/13/matikan-tv-pada-sabtu-15-desember-2007-sore/"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">diset lewat stasiun swasta</font></a><font size="2" color="#000000" face="Verdana"> itu, akan disiarkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang benar - benar diusut oleh seseorang anti-Islam dan pendukung Zionis, akan diluncurkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu, acara yang berdurasi 1 jam nonstop tanpa iklan itu, akan diperlihatkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Besok itu ada acara.</font></p>
<p></font>
</p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Acara apa ?</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Acara apa ?</font></p>
<p><!--more--></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Kalau ditilik melalui penerawangan saya, film yang bernama "</font><a target="_blank" href="http://sibak.wordpress.com/2007/12/12/sebuah-penantian/"><em><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Sebuah Penantian</font></em></a><font size="2" color="#000000" face="Verdana">", yang dibintangi oleh <em>Restu Sinaga, Christine Hakim, Mario Lawalatta, </em>dan<em> Nana Mirdad </em>itu akan ditayangkan di sebuah channel televisi swasta. 3, kalau benar - benar diusahakan. Semua Gereja sudah menyetujui penayangan acara ’sakral’ itu. Semua institusi bermayoritas Kristen sudah menuggu - nunggu hal itu. Semua penginjil Zionis sudah mengharapkan acara seperti itu. Tujuannya, agar seluruh Indonesia dapat menerima Yesus sebagai Tuhan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Tak tanggung - tanggung, proses ritualnya sudah setara dengan acara main dukun. Sudah melewati ritual kekristenan khusus. Puasa sebulan penuh. Semua awaknya berasal dari jemaat Gereja. Semuanya anak - anak Tuhan Yesus. <em>Hwarakadah</em>.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Tentunya dengan begitu, kita semua akan menyadari bahwa Kristen adalah musuh dibalik selimut. Semua Muslim akan menganggap itu adalah produk tayangan Kafir™ dan Zionis™ Israel™. Sementara anak - anak tidak boleh menonton, orang muslim ’diwajibkan’ untuk mengambil air wudhu, berdzikir, dan meminta perlindungan ketika anda semua (yang penasaran) melihat sebuah kepercayaan nasrani di dalam tayangan itu.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Memang tidak dipersalahkan. Memang kita semua harus waspada, tetapi untuk apa paranoid ?</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Larangan itu akan menyebabkan kita semua ingin menontonnya</strong>. Sudah menjadi teori dan <em>dumasar</em> bagi anak kecil yang sering melanggar larangan orang tua. Ditambah lagi kalau anda menyerukan gerakan matikan TV pada jam - jam yang dimaksud. Coba anda tilik kelakuan orang yang disebelah saya sekarang ini, dia makin penasaran dengan acara tersebut karena sudah diwanti - wanti untuk tidak ditonton. Jadi, amatlah percuma kalau kita melarangnya.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Sudah banyak acara serupa yang dibiarkan</strong>. Lho, kita tidak sadar ? Coba lihat kalau setiap setengah 5 subuh selalu ada acara Islami yang membahas tentang hal - hal sejenisnya. Meski anda terang - terangan tidak setuju, tapi anda jangan mangkir kalau keduanya punya tujuan untuk mencerahkan agama. Saya kira tujuan - tujuan yang sudah diperkirakan di atas baru sebatas praduga yang memang tidak bisa menjadi sebuah fakta.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Mengadaptasi dari apa yang pernah dipopulerkan di Republik Mimpi,</font></p>
<blockquote><p><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><em>Sedikit - sedikit, bilang sesat.<br />
Sedikit - sedikit, bilang sesat,<br />
Bilang sesat, kok cuman sedikit - sedikit...?</em></font></p></blockquote>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Yak, apa - apa dibilang sesat</strong>. Saya sudah melihat sedemikian banyak bentuk dan rupa peng-<em>sesat</em>-an yang terjadi di muka bumi Indonesia. Mulai dari Kristen, dibilang sesat. Zionis, didakwa sesat. Al-Qiyadah, difatwa sesat. Andai FPI juga didaulat sesat, hidup jadi sedikit lebih adil. Dan memang, hampir semua cukup <em>layak</em> dilabel seperti itu, tapi ingat, memberi fatwa sesat keseluruh penjuru menyebabkan agama kita akan dicap sebagai juru pemberi sesat. Tentunya tidak salah, tapi masa kita menerapkan standar ganda seperti ini ?</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Standar ganda</strong> ? Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, dikala kita memberi fatwa haram untuk acara Kristiani tersebut, kita masih dimanjakan oleh sebuah fakta bahwa acara serupa masih ada untuk kita, setiap hari, pada jam - jam subuh. Di sesi lain, ada acara Hidayah, yang memberikan refleksi tentang kekjaman Tuhan terhadap orang - orang Murtad, tentunya dikemas dalam konteks Islami nan menyegarkan.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Kita tidak lupa ’kan, kalau tujuannya untuk mencerahkan agama orang...? Saya tahu kalau ada prosesi pemurtadan bagi penonton non-muslim. Tetapi, apakah kita punya kewajiban untuk melarangnya ? Ingat, setakut apapun kita bagi kasus seperti ini, pemegang sejati kepercayaan kita hanya ada di tangan Tuhan. Kalau masih tidak percaya akan kekuatan Sang Maha Pencipta, berarti kalian telah menuhankan hipnotis acara tersebut. ;)</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Tentunya, bukan berarti kita perlu waspada. Saya hanya ingin mengingatkan, janganlah lupa dengan apa yang sudah kita lakukan bagi kelangsungan Agama Muslim yang kabarnya menguasai dunia selama 1000 tahun. ;)</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana">Oh, ya. Tentunya, secara pribadi ini, saya lebih mendukung pembumihangusan TV seperti itu, kenapa ? Karena dengan begitu listrik Indonesia bisa disimpan untuk hal yang lebih berguna. 1 jam saja, tapi kalau dimatikan oleh segenap umat Muslim di Indonesia, yang tersimpan bisa besar. Selama ini 'kan, ada orang yang teriak - teriak matikan TV selama beberapa menit, kita tidak menganggap. :lol:</font></p>
<p align="justify"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"><strong>Artikel Terkait :</strong></font></p>
<p><font size="2" color="#000000" face="Verdana"></p>
<ol>
<li><a target="_blank" href="http://sibak.wordpress.com/2007/12/12/sebuah-penantian/">Sebuah Penantian</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://sandynata.wordpress.com/2007/12/14/hipnotis-masal-my-hope-indonesia-hahahaha/">Hipnotis Masal - My Hope Indonesia - hahahaha</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://suryaningsih.wordpress.com/2007/12/14/program-my-hope-dan-pemurtadan/">Program My Hope dan Pemurtadan</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://cintarasulullah.wordpress.com/2007/12/13/waspadai-misi-di-tv-15-desember-2007/">Waspadai Misi di TV 15 Desember 2007</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://retorika.wordpress.com/2007/12/14/gak-perlu-panik-tapi-yang-jelas-malah-bikin-penasaran/">Gak Perlu Panik, Tapi Yang Jelas Malah Bikin Penasaran !!!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://drianchicken.multiply.com/journal/item/114/Waspadailah_Dombasasi_Umat_Domba_Karena_Murtad_Lebih_Berbahaya_Dari_Naiknya_Harga_BBM">Waspadailah Dombasasi Umat Domba, Karena Murtad Lebih Berbahaya Dari Naiknya Harga BBM</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://tausyiah275.blogsome.com/2007/12/13/acara-pemurtadan-di-tv/">Acara Pemurtadan di TV?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://kammirema.wordpress.com/2007/12/10/58/">Missionaris di TV Nasional</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://apick.wordpress.com/2007/12/13/sms/">SMS</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://rozenesia.wordpress.com/2007/12/11/isu-kristenisasi-via-audio-visual/">Isu Kristenisasi via Audio Visual</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://www.salman.web.id/waspadai-misi-kristenisasi-di-rcti-15-desember-2007.html">Waspadai Misi Kristenisasi di RCTI 15 Desember 2007</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://3l3ctr0n.wordpress.com/2007/12/13/matikan-tv-mu/">Matikan TV mu!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://friendzofgod.wordpress.com/2007/12/13/film-sebuah-penantian-layak-dinanti/">Film “Sebuah Penantian”- Layak Dinanti!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://hariadhi.wordpress.com/2007/12/13/mereka-yang-pintar-kok-kita-yang-kebakaran-jenggot/">Mereka yang Pintar, Kok Kita yang Kebakaran Jenggot?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://mediacare.blogspot.com/2007/12/seruan-eramuslim-matikan-tv-pada-sabtu.html">Seruan Eramuslim: Matikan TV pada Sabtu, 15 Desember 2007 sore!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://genenetto.blogspot.com/2007/12/komentar-my-hope-indonesia.html">Komentar My Hope Indonesia</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://akusuka.wordpress.com/2007/12/14/komentar-saya-mengenai-my-hope-indonesia-wahai-orang-islam-yang-miskin-pindahlah-ke-agama-apa-saja-yang-dapat-membuat-hidupmu-sejahtera-lahir-dan-batin-di-dunia/">Komentar Saya Mengenai “My Hope Indonesia”? Wahai Orang Islam yang Miskin, Pindahlah ke Agama (apa saja) yang Dapat Membuat Hidupmu Sejahtera Lahir dan Batin (di Dunia)</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://anthonysteven.wordpress.com/2007/12/14/sebuah-penantian-kristenisasi/">Sebuah Penantian.. Kristenisasi?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://kangtutur.wordpress.com/2007/12/12/siapa-yang-harus-waspada/">Sebuah Penantian. Siapa yang harus Waspada?</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://mydin.wordpress.com/2007/12/13/my-hope-indonesia/">My Hope Indonesia</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2007/12/11/stop-sms-provokatif-menjelang-natal/">Stop SMS Provokatif Menjelang Natal!!</a></li>
<li><a target="_blank" href="http://aulahikmah.wordpress.com/2007/12/11/rencana-tayangan-my-hope-indonesia-misi-gerejakah/">Rencana Tayangan “My Hope Indonesia” (Misi Gerejakah?)</a></li>
</ol>
<p></font></p>
<p align="right"><font size="2" color="#000000" face="Verdana"> <img border="0" align="right" width="173" src="http://chaosregion.files.wordpress.com/2007/12/tradema04.png" height="69" /></font></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
