<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>relevan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/relevan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "relevan"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 01:43:04 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sebuah Episode (Serial Sariawan)]]></title>
<link>http://loushevaon7.wordpress.com/?p=94</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 11:28:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>loushevaon7</dc:creator>
<guid>http://loushevaon7.id.wordpress.com/2008/06/17/sebuah-episode-serial-sariawan/</guid>
<description><![CDATA[Telah lewat sepekan
Masih setia juga sang luka
Nangkring di dalam mulutku
Terkadang perih terasa
Mes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Telah lewat sepekan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Masih setia juga sang luka</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Nangkring di dalam mulutku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Terkadang perih terasa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Meski ada saat tak berasa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Demikian kisah sang luka</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Yang enggan pergi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Hingga kini masih menganga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Meski telah kujejali zat-zat kimia</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Guna mengusirnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Belum berhasil juga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">(1995)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Setiap saat si sariawan singgah di mulutku, tulisanku di tahun 1995 ini selalu terasa relevan, seperti juga yang terjadi saat ini. Tapi semoga tak perlu sampai lewat sepekan, sudah sembuhlah sariawanku.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pancasila Tetap Relevan Menjadi Dasar Berbangsa]]></title>
<link>http://piramidaindonesia.wordpress.com/?p=248</link>
<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 03:00:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>piramidaindonesia</dc:creator>
<guid>http://piramidaindonesia.id.wordpress.com/2008/06/09/pancasila-tetap-relevan-menjadi-dasar-berbangsa/</guid>
<description><![CDATA[KEBANGSAAN
Senin, 9 Juni 2008 | 03:00 WIBJakarta, Kompas - Pancasila disusun oleh para pendiri bangs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="subjudulidxcetak">KEBANGSAAN</div>
<div class="txtartikelcetak"><span class="tglct">Senin, 9 Juni 2008 &#124; 03:00 WIB</span>Jakarta, Kompas - Pancasila disusun oleh para pendiri bangsa dengan mengedepankan semangat kebangsaan. Semangat kebangsaan ini menekankan kepada upaya untuk menahan diri dari menuntut hak individu dan lebih mengutamakan kepentingan bangsa yang lebih besar. Karena itu, Pancasila tetap relevan menjadi dasar hidup berbangsa yang beragam.</p>
<p>Hal itu diungkapkan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dalam orasinya memperingati ”Seabad Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila” di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Jakarta, Minggu (8/6) malam. Turut hadir dalam acara itu sejumlah pimpinan dan tokoh organisasi pemuda, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa, Pemuda Pancasila, dan Pemuda Katolik.</p>
<p>”Bangsa Indonesia harus melindungi semua kelompok minoritas,” ujarnya. Pancasila mengakui adanya perbedaan bangsa. Sebab itu, negara harus melindungi hak setiap warga negara, termasuk dalam berkeyakinan dan beragama.</p>
<p><strong>Mulai dinafikan</strong></p>
<p>Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat GP Ansor Malik Haramain saat menyampaikan refleksi GP Ansor atas peringatan ”Seabad Kebangkitan Bangsa dan Hari Lahir Pancasila” mengatakan, implementasi Pancasila saat ini semakin jauh dari nilai luhurnya. Semasa Orde Baru, nilai Pancasila dijungkirbalikkan untuk mendukung kepentingan penguasa. Namun, setelah Orde Reformasi, nilai Pancasila justru mengalami distorsi, terutama dalam nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.</p>
<p>Pancasila belum dipandang sebagai jalan tengah untuk mewadahi dan mengatasi keragaman bangsa. Nilai Pancasila juga belum dijadikan acuan untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa, seperti yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.</p>
<p>Prinsip hidup bersama berbangsa belum dijunjung tinggi. Hal-hal yang mengutama justru kepentingan dan keinginan individu atau kelompoknya sendiri dan abai dengan kebutuhan kelompok yang lain.</p>
<p>”Nilai Pancasila mulai dinafikan. Intimidasi dan kekerasan menjadi gaya hidup baru dalam berbangsa,” kata Malik.</p>
<p>Menurut Abdurrahman, pelemahan nilai Pancasila terjadi akibat lemahnya kepemimpinan bangsa untuk menjaga tegaknya dasar bernegara dan pedoman hidup berbangsa. Tak adanya keberanian dalam menjaga simbol berbangsa itu membuat sebagian kelompok menafsirkan Pancasila sesuai kepentingan dan kebutuhannya sendiri.</p>
<p>”Tafsir Pancasila yang dapat digunakan untuk menata hidup berbangsa adalah tafsir yang didasarkan atas konteks historisnya,” katanya. (MZW)</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah rasional pengunduran Tun M?]]></title>
<link>http://ahlifiqir.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Tue, 20 May 2008 06:41:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahlifiqir</dc:creator>
<guid>http://ahlifiqir.id.wordpress.com/2008/05/20/apakah-rasional-pengunduran-tun-m/</guid>
<description><![CDATA[Apakah rasionalnya apabila Tun Dr. Mahathir seorang ahli Umno berdaftar seumur hidup mengumumkan pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah rasionalnya apabila Tun Dr. Mahathir seorang ahli Umno berdaftar seumur hidup mengumumkan pengunduran beliau dari parti Umno? Adakah ianya disebabkan oleh alasan peribadi atau sudah mual dengan caci-maki anggota-anggota kabinet serta ahli Umno yang lain terhadapnya? Tindakan beliau ini telah mendapatkan pelbagai respon dari ahli politik mahu pun penganalisis politik tempatan serta antarabangsa, tanpa mangambil kira dari fahaman Barisan Nasional sendiri atau Pakatan rakyat sekalipun. Apa pun tindakan yang diambil beliau pasti ada alasan tersendiri. Mungkin beliau merasakan bahawa tiada gunanya lagi beliau berada didalam parti memandangkan kenyataan beliau kepada wartawan tempoh hari menyatakan bahawa dirinya tidak mendapat sokongan dari pemerintahan pucuk pimpinan hatta akar umbi parti itu.</p>
<p>Adakah dengan pengunduran beliau ini bermaksud bahawa Tun Dr. Mahathir mempunyai agendanya tersendiri dalam memperjuangkan nasib Umno supaya ia masih relevan di mata &#38; hati rakyat Malaysia serta memikirkan cara untuk menjatuhkan takhta Presiden Umno yang ada pada masa ini? </p>
<p>Fikir-fikirkan.</p>
<p><strong><em>ahlifiQir</em>.</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arah pergerakan mahasiswa masa depan]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 20:39:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.id.wordpress.com/2008/05/03/arah-pergerakan-mahasiswa-masa-depan/</guid>
<description><![CDATA[Saya adalah seorang mahasiswa yang bercokol dikampus yang disebut-sebut sebagai kampus perjuangan. K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah seorang mahasiswa yang bercokol dikampus yang disebut-sebut sebagai kampus perjuangan. Kampus yang begitu mencolok dengan jaket kuningnya. Kampus yang dikatakan jika mahasiswanya turun kejalan maka hati-hati akan ada perubahan. Kampus Universitas Indonesia. Lebih spesifik lagi dikampus UI ini saya mendalami bidang kajian ilmu komputer di gedung bundar fasilkom UI.</p>
<p>Melalui tulisan ini, saya ingin mengutarakan pendapat saya mengenai pergerakan mahasiswa saat ini. Tulisan saya ini merupakan respon terhadap beberapa aksi yang dilakukan oleh sahabat-sahabat saya belum lama ini. Begitu mirisnya saya melihat saudara-saudara seperjuangan saya yang rela tidur dijalanan demi menunjukkan perhatiannya pada bangsa. Tulisan ini juga merupakan jawaban atas pertanyaan beberapa orang sahabat saya yang menanyakan kenapa saya tidak pernah mau ikut aksi? kenapa tingkat<br />
partisipasi fakultas saya dalam kegiatan-kegiatan seperti itu sangat kecil? Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat memberikan pencerahan pada rekan-rekan mahasiswa bahwa sudah saatnya kita merubah arah pergerakan kita.</p>
<p>Baca tulisan lengkapnya disini: <a href="http://mustafakamal.biz/2008/05/03/arah-pergerakan-mahasiswa-masa-depan/" target="_blank">MustafaKamal.biz - Arah Pergerakan Mahasiswa Masa Depan</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips 6 : Yang Boleh &amp; Yang Tabu]]></title>
<link>http://dproject.wordpress.com/?p=31</link>
<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 00:49:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Danar</dc:creator>
<guid>http://dproject.id.wordpress.com/2008/03/06/tips-6-yang-boleh-yang-tabu/</guid>
<description><![CDATA[Ahli komunikasi William D. Wells pernah manulis, komunikasi yang baik harus memenuhi rumus R.O.I, ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Ahli komunikasi William D. Wells pernah manulis, komunikasi yang baik harus memenuhi rumus R.O.I, yaitu <i>Relevance, Original, </i>dan harus memberikan <i>Impact</i>. Katanya, ”Jika tidak relevan, tidak jelas tujuannya. Jika tidak original, maka tidak akan menarik perhatian. Jika tidak mampu menimbulkan pengaruh yang kuat, tidak akan menimbulkan impresi yang tak berkesudahan.”<!--more--></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Maka cobalah bangun impresi yang kuat dengan hanya menyampaikan hal-hal yang sifatnya original. Jangan ulangi hal yang sama untuk audience yang sama. Bisa jadi mereka akan mengatakan, “Sudah tahu…sudah tahu…” dan itu berarti anda harus berhenti. Percuma untuk diteruskan. Anda tidak bisa memaksa mereka duduk mendengarkan apa yang mereka sudah ketahui.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Tetapi adakalanya Anda akan berhadapan dengan mereka yang “sok tahu”. Mereka Cuma pernah mendengar judulnya, tetapi isinya sama sekali baru. Orang ini akan mengatakan sudah tahu, padahal sebenarnya belum. Ia tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Terhadap audience seperti ini, anda memang harus berhati-hati, pertanyaannya bukan ingin dijawab, tetapi sekedar menunjuk bahwa ia tahu. Audience tentu akan berpihak kepada yang benar, yaitu yang punya kredibilitas lebih kuat. Kredibilitas, kata Mowen, adalah gabungan antara keahlian, dapat dipercaya dan dipersepsi objektif.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Selain itu cobalah hindari menyinggung hal-hal yang tidak ingin didengar. Banyak pembicara kritis terhadap pemerintahan B.J. Habibie dengan menunjukkan kesalahan-kesalahannya. Begitu Habibie turun tahta, mereka tetap mempersalahkan pemerintah baru, padahal zaman sudah berubah dan rakyat sudah tak suka mendengar berita negatif lagi. Rakyat ingin mendengarkan hal-hal yang sifatnya optimis, perbaikan, bukan kedukaan, gagal, sedih, bangkai, api, dan sebagainya. Kita semua tahu semua masih sulit, tapi berikanlah pencerahan agar kita semua bisa bangkit lagi, jangan justru memperburuk keadaan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Menangi jaman edan, sing edan ora kumanan...sak bejo-bejone wong sing]]></title>
<link>http://widy4nto.wordpress.com/2007/12/06/menangi-jaman-edan-sing-edan-ora-kumanansak-bejo-bejone-wong-sing/</link>
<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 05:09:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>widy4nto</dc:creator>
<guid>http://widy4nto.id.wordpress.com/2007/12/06/menangi-jaman-edan-sing-edan-ora-kumanansak-bejo-bejone-wong-sing/</guid>
<description><![CDATA[Surat Jayabaya :
&#8220;Menangi jaman edan, sing edan ora kumanan&#8230;sak bejo-bejone wong sing
la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Surat Jayabaya :</p>
<p>"Menangi jaman edan, sing edan ora kumanan...sak bejo-bejone wong sing<br />
lali, isih bejo wong sing eling lan waspodo"</p>
<p>--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------</p>
<p>Dari seorang teman, mungkin perlu kita simak, apakah sudah terbukti sekarang?</p>
<p>Syair Joyoboyo dalam tiga bahasa...</p>
<p>Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.<br />
Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.<br />
One day there will be a cart without a horse.</p>
<p>Tanah Jawa kalungan wesi.<br />
Tanah Jawa berkalung besi.<br />
The island of Java will wear a necklace of iron.</p>
<p>Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.<br />
Perahu berlayar di ruang angkasa.<br />
There will be a boat flying in the sky.</p>
<p>Kali ilang kedhunge.<br />
Sungai kehilangan lubuk.<br />
The river will loose its current.</p>
<p>Pasar ilang kumandhang.<br />
Pasar kehilangan suara.<br />
There will be markets without crowds.</p>
<p>Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.<br />
Itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat.<br />
These are the signs that the Jayabaya era is coming.</p>
<p>Bumi saya suwe saya mengkeret.<br />
Bumi semakin lama semakin mengerut.<br />
The earth will shrink.</p>
<p>Sekilan bumi dipajeki.<br />
Sejengkal tanah dikenai pajak.<br />
Every inch of land will be taxed.</p>
<p>Jaran doyan mangan sambel.<br />
Kuda suka makan sambal.<br />
Horses will devour chili sauce.</p>
<p>Wong wadon nganggo pakeyan lanang.<br />
Orang perempuan berpakaian lelaki.<br />
Women will dress in men's clothes.</p>
<p>Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.<br />
Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik.<br />
These are signs that the people is facing the era of turning upside<br />
down.</p>
<p>Akeh janji ora ditetepi.<br />
Banyak janji tidak ditepati.<br />
Many promises unkept.</p>
<p>Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.<br />
Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.<br />
Many break their oath.</p>
<p>Manungsa padha seneng nyalah.<br />
Orang-orang saling lempar kesalahan.<br />
People will tend to blame on each other.</p>
<p>Ora ngendahake hukum Allah.<br />
Tak peduli akan hukum Allah.<br />
They will ignore God's law.</p>
<p>Barang jahat diangkat-angkat.<br />
Yang jahat dijunjung-junjung.<br />
Evil things will be lifted up.</p>
<p>Barang suci dibenci.<br />
Yang suci (justru) dibenci.<br />
Holy things will be despised.</p>
<p>Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.<br />
Banyak orang hanya mementingkan uang.<br />
Many people will become fixated on money.</p>
<p>Lali kamanungsan.<br />
Lupa jati kemanusiaan.<br />
Ignoring humanity.</p>
<p>Lali kabecikan.<br />
Lupa hikmah kebaikan.<br />
Forgetting kindness.</p>
<p>Lali sanak lali kadang.<br />
Lupa sanak lupa saudara.<br />
Abandoning their families.</p>
<p>Akeh bapa lali anak.<br />
Banyak ayah lupa anak.<br />
Fathers will abandon their children.</p>
<p>Akeh anak wani nglawan ibu.<br />
Banyak anak berani melawan ibu.<br />
Children will be disrespectful to their mothers.</p>
<p>Nantang bapa.<br />
Menantang ayah.<br />
And battle against their fathers.</p>
<p>Sedulur padha cidra.<br />
Saudara dan saudara saling khianat.<br />
Siblings will collide violently.</p>
<p>Kulawarga padha curiga.<br />
Keluarga saling curiga.<br />
Family members will be suspicious of each other.</p>
<p>Kanca dadi mungsuh.<br />
Kawan menjadi lawan.<br />
Friends become enemies.</p>
<p>Akeh manungsa lali asale.<br />
Banyak orang lupa asal-usul.<br />
People will forget their roots.</p>
<p>Ukuman Ratu ora adil.<br />
Hukuman Raja tidak adil<br />
The ruler's judgments will be unjust.</p>
<p>Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.<br />
Banyak pembesar jahat dan ganjil<br />
There will be many peculiar and evil leaders.</p>
<p>Akeh kelakuan sing ganjil.<br />
Banyak ulah-tabiat ganjil<br />
Many will behave strangely.</p>
<p>Wong apik-apik padha kapencil.<br />
Orang yang baik justru tersisih.<br />
Good people will be isolated.</p>
<p>Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.<br />
Banyak orang kerja halal justru malu.<br />
Many people will be too embarrassed to do the right things.</p>
<p>Luwih utama ngapusi.<br />
Lebih mengutamakan menipu.<br />
Choosing falsehood instead.</p>
<p>Wegah nyambut gawe.<br />
Malas menunaikan kerja.<br />
Many will be lazy to work.</p>
<p>Kepingin urip mewah.<br />
Inginnya hidup mewah.<br />
Seduced by luxury.</p>
<p>Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.<br />
Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.<br />
They will take the easy path of crime and deceit.</p>
<p>Wong bener thenger-thenger.<br />
Si benar termangu-mangu.<br />
The honest will be confused.</p>
<p>Wong salah bungah.<br />
Si salah gembira ria.<br />
The dishonest will be joyful.</p>
<p>Wong apik ditampik-tampik.<br />
Si baik ditolak ditampik.<br />
The good will be rejected.</p>
<p>Wong jahat munggah pangkat.<br />
Si jahat naik pangkat.<br />
The evil ones will rise to the top.</p>
<p>Wong agung kasinggung.<br />
Yang mulia dilecehkan<br />
Noble people will be abused.</p>
<p>Wong ala kapuja.<br />
Yang jahat dipuji-puji.<br />
Evil doers will be worshipped.</p>
<p>Wong wadon ilang kawirangane.<br />
Perempuan hilang malu.<br />
Women will become shameless.</p>
<p>Wong lanang ilang kaprawirane.<br />
Laki-laki hilang perwira<br />
Men will loose their courage.</p>
<p>Akeh wong wadon ora setya marang bojone.<br />
Banyak perempuan ingkar pada suami.<br />
Women will be unfaithful to their husbands.</p>
<p>Akeh ibu padha ngedol anake.<br />
Banyak ibu menjual anak.<br />
Mothers will sell their babies.</p>
<p>Akeh wong wadon ngedol awake.<br />
Banyak perempuan menjual diri.<br />
Women will engage in prostitution.</p>
<p>Akeh wong ijol bebojo.<br />
Banyak orang tukar pasangan.<br />
Couples will trade partners.</p>
<p>Wong wadon nunggang jaran.<br />
Perempuan menunggang kuda.<br />
Women will ride horses.</p>
<p>Wong lanang linggih plangki.<br />
Laki-laki naik tandu.<br />
Men will be carried in a stretcher.</p>
<p>Randha seuang loro.<br />
Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).<br />
Two divorcees will be valued at 8,5 cents.</p>
<p>Prawan seaga lima.<br />
Lima perawan lima picis.<br />
A virgin will be valued at 10 cents.</p>
<p>Dhudha pincang laku sembilan uang.<br />
Duda pincang laku sembilan uang.<br />
A crippled widower will be valued at nine uang's</p>
<p>Akeh wong ngedol ngelmu.<br />
Banyak orang berdagang ilmu.<br />
Many will earn their living by trading their knowledge.</p>
<p>Akeh wong ngaku-aku.<br />
Banyak orang mengaku diri.<br />
Many will claims other's merits as their own.</p>
<p>Njabane putih njerone dhadhu.<br />
Di luar putih di dalam jingga.<br />
White outwardly but orange inwardly</p>
<p>Ngakune suci, nanging sucine palsu.<br />
Mengaku suci, tapi palsu belaka.<br />
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.</p>
<p>Akeh bujuk akeh lojo.<br />
Banyak tipu banyak muslihat.<br />
Many will use sly and dirty tricks.</p>
<p>Akeh udan salah mangsa.<br />
Banyak hujan salah musim.<br />
Rains will fall in the wrong season.</p>
<p>Akeh prawan tuwa.<br />
Banyak perawan tua.<br />
Many women will remain virgins into their old age.</p>
<p>Akeh randha nglairake anak.<br />
Banyak janda melahirkan bayi.<br />
Many divorcees will give birth.</p>
<p>Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.<br />
Banyak anak lahir mencari bapanya.<br />
Newborns will search for their fathers.</p>
<p>Agama akeh sing nantang.<br />
Agama banyak ditentang.<br />
Religions will be attacked.</p>
<p>Prikamanungsan saya ilang.<br />
Perikemanusiaan semakin hilang.<br />
Humanitarianism will no longer have importance.</p>
<p>Omah suci dibenci.<br />
Rumah suci dijauhi.<br />
Holy temples will be hated.</p>
<p>Omah ala saya dipuja.<br />
Rumah maksiat makin dipuja.<br />
They will be more fond of praising evil places.</p>
<p>Wong wadon lacur ing ngendi-endi.<br />
Di mana-mana perempuan lacur<br />
Prostitution will be everywhere.</p>
<p>Akeh laknat.<br />
Banyak kutuk<br />
There will be many worthy of damnation.</p>
<p>Akeh pengkianat.<br />
Banyak pengkhianat.<br />
There will be many betrayals.</p>
<p>Anak mangan bapak.<br />
Anak makan bapak.<br />
Children will be against father.</p>
<p>Sedulur mangan sedulur.<br />
Saudara makan saudara.<br />
Siblings will be against siblings.</p>
<p>Kanca dadi mungsuh.<br />
Kawan menjadi lawan.<br />
Friends will become enemies.</p>
<p>Guru disatru.<br />
Guru dimusuhi.<br />
Guru is treated as an enemy.</p>
<p>Tangga padha curiga.<br />
Tetangga saling curiga.<br />
Neighbours will become suspicious of each other.</p>
<p>Kana-kene saya angkara murka.<br />
Angkara murka semakin menjadi-jadi.<br />
And ruthlessness will be everywhere.</p>
<p>Sing weruh kebubuhan.<br />
Barangsiapa tahu terkena beban.<br />
The eyewitness has to take the responsibility.</p>
<p>Sing ora weruh ketutuh.<br />
Sedang yang tak tahu disalahkan.<br />
The ones who know nothing will be prosecuted.</p>
<p>Besuk yen ana peperangan.<br />
Kelak jika terjadi perang.<br />
One day when there will armagedon.</p>
<p>Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.<br />
Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.<br />
In the east, in the west, in the south, and in the north.</p>
<p>Akeh wong becik saya sengsara.<br />
Banyak orang baik makin sengsara.<br />
Good people will suffer more.</p>
<p>Wong jahat saya seneng.<br />
Sedang yang jahat makin bahagia.<br />
Bad people will be happier.</p>
<p>Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.<br />
Ketika itu burung gagak dibilang bangau.<br />
When this happens, crow will be said heron.</p>
<p>Wong salah dianggep bener.<br />
Orang salah dipandang benar.<br />
The wrong person will be assumed to be honest.</p>
<p>Pengkhianat nikmat.<br />
Pengkhianat nikmat.<br />
Betrayers will live in the utmost of material comfort.</p>
<p>Durjana saya sempurna.<br />
Durjana semakin sempurna.<br />
The deceitful will decline even further.</p>
<p>Wong jahat munggah pangkat.<br />
Orang jahat naik pangkat.<br />
The evil persons will rise to the top.</p>
<p>Wong lugu kebelenggu.<br />
Orang yang lugu dibelenggu.<br />
The modest will be trapped.</p>
<p>(End)</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
