<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>rekor-muri &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/rekor-muri/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "rekor-muri"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 22:47:19 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA['Mudik Gratis PDIP Mengharukan']]></title>
<link>http://asahannews.wordpress.com/?p=282</link>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 15:25:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>syahrizal pulungan</dc:creator>
<guid>http://asahannews.id.wordpress.com/2008/09/28/mudik-gratis-pdip-mengharukan/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta - Ketua Yayasan MURI Jaya Suprana menilai mudik gratis oleh PDIP merupakan satu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>INILAH.COM, Jakarta - Ketua Yayasan MURI Jaya Suprana menilai mudik gratis oleh PDIP merupakan satu hal mengharukan dan membanggakan di tengah kesulitan yang membelit rakyat untuk melakukan perjalanan pulang kampung.</p>
<p>"Terlepas dari PDIP atau tidak, rekor ini sangat membanggakan dan mengharukan yang memiliki nilai kerakyatan dan kemanusiaan," ujar Jaya dalam sambutannya saat mendampingi Sekjen DPP PDIP Pramono Anung melepas keberangkatan rombongan mudik gratis di PRJ Kemayoran, Jakarta, Minggu (28/9).</p>
<p>Menurut Jaya, mudik merupakan kebudayaan Indonesia yang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan negara lain, yaitu terjadinya pergerakan massa secara bersamaan.</p>
<p>Jaya berharap rekor ini dapat dipecahkan lagi oleh PDIP sebagaimana dalam pernyataan Sekjen DPP PDIP Pramono Anung yang akan meningkatkan program mudik gratis pada tahun-tahun mendatang.</p>
<p>"Pemecah rekor ini PDIP, kita menghargai dan kita menghormati. Ini sudah dihitung sebelumnya dan belum pernah ada. Baru ini yang benar-benar meyakinkan," kata Jaya sesaat sebelum menyerahkan sertifikat MURI kepada Megawati yang diwakili Pramono Anung.</p>
<p>Pemecahan rekor MURI itu dalam kategori jumlah pemudik terbesar, yaitu mencapai 22 ribu orang dengan 425 bus.</p>
<p>Dalam kesempatan itu Jaya menyerahkan sertifikat MURI dengan nomor 3412/R.MURI/IX/2008. </p>
<p>Sertifikat bernomor sama juga diberikan kepada panitia penyelenggara atas keberhasilannya menggelar acara mudik gratis terbesar di Indonesia ini. </p>
<p>Pramono melepas keberangkatan rombongan pemudik dengan menggunting ikatan balon dan mengibaskan bendera PDIP yang diikatkan pada bambu sebagai pertanda dimulainya perjalanan mudik Lebaran.[L2]</p>
<p><a href="http://inilah.com/berita/politik/2008/09/28/52193/mudik-gratis-pdip-mengharukan/">sumber berita</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAKAR IKAN PATIN TERPANJANG DI DUNIA]]></title>
<link>http://zainuddinjambi.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 02:24:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jay</dc:creator>
<guid>http://zainuddinjambi.id.wordpress.com/2008/08/07/bakar-ikan-patin-terpanjang-di-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Suasana bakar ikan patin yang terpanjang di dunia dilaksanakan di kawasan perkantoran Telanaipura Ko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="" align="alignleft" width="463" caption="Suasana bakar ikan patin yang terpanjang di dunia dilaksanakan di kawasan perkantoran Telanaipura Kota Jambi.   "]<img src="http://ketukan_tuts.blogs.friendster.com/my_blog/images/bakar_ikan_patin_terpanjang_di_dunia.jpg" alt="Suasana bakar ikan patin yang terpanjang di dunia dilaksanakan di kawasan perkantoran Telanaipura Kota Jambi.   " width="463" height="308" />[/caption]
<p><strong>SABTU</strong>,  7 Juni 2008 lalu ruas jalan dua jalur menuju pusat perkantoran di bilangan Telanaipura, Kota Jambi ditutup. Sementara sejak pagi sekitar pukul 07.30 WIB ratusan mobil mulai memarkirkan mobilnya dikiri kanan jalan utama yang ada ditiga jalur lainnya yang masih normal (jalur Telanai-Pasar, Telanai-Karya, Telanai-Sungaikambang). Akibatnya, jalan menjadi macet dan antrian panjang terjadi disana-sini. Ternyata semua itu terjadi, karena ada acara bakar ikan patin yang diselenggarakan oleh pemerintah. Tidak tanggung-tanggung ikan patin yang dipanggang jumlahnya mencapai 7 ton atau 7000 Kg.<br />
Untuk membakar ikan patin itu diperlukan sedikitnya 9 ton arang. Belum lagi minyak tanah yang jumlahnya tidak sedikit dan tungku pembakaran, yang terbuat dari seng dan kawat ayam. Serta batu bata, untuk tatakan tungku, kipas, plastik penutup dan mangkok plastik yang jumlahnya ribuan buah.<br />
Sementara jumlah peserta yang ikut membakar ikan patin tersebut mencapai 5.500 orang. Terdiri dari 60 organisasi. Ada<br />
mahasiswa, pelajar, serta dari instansi dari kabupaten/kota.<br />
Tidak itu saja, para peserta juga disugukan hiburan organ tunggal dan door prize, yang hadiahnya sangat menarik diantaranya Honda, sepeda, dan masih banyak lagi voucer2 dan barang-barang menarik lainnya. Jika ditaksir dengan uang, nilainya dor prize bisa mencapai ratusan juta rupiah. Hemmm, ini taksiran penulis sendiri dan bukan hasil audit BPK atau BPKP.<br />
Praktis, acara itu menjadi tontonan warga Jambi yang memang haus hiburan. Dan menjadi surga bagi pedagang kaki<br />
lima yang mencari kesempatan untuk berdagang. Bisa dibayangkan bagaimana ramainya pagi itu.<br />
Acara yang terbilang unik tersebut langsung masuk Musium Rekor Indonesia<br />
atau Muri. Yakni bakar ikan patin terpanjang di Indonesia, bahkan mungkin di Dunia. Dengan panjang ikan yang dibakar 4.657 meter.<br />
Penghargaan Muri itu diterima langsung oleh Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin, diatas panggung yang memang sudah dipersiapkan oleh panitia.  “Kriterianya, ini merupakan acara yang sangat unik, menonjolkan sisi daerah Jambi sebagai penghasil ikan patin yang berkualitas. Acara ini bukan hanya diikuti oleh segelintir orang, tapi ribuan masyarakat dari berbagai lapisan dan daerah,”ungkap Ngadri, representasi dari MURI.<br />
Ditambahkannya, bisa dikatakan bakar ikan patin yang diadakan ini merupakan yang terpanjang di dunia. Mengingat, selama ini jika ada bakar ikan, biasanya itu dicampur dengan ikan air laut dan air tawar lainnya, tidak hanya jenis ikan seperti di Jambi. “Jambi telah menembus rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia yang dulu disandang oleh Mamuju sepanjang 3.183 meter di Sulawesi pada tahun 2007. Terlebih lagi, acara ini sudah melebihi target semula. Setelah kami lakukan penghitungan dengan seksama, ternyata panjang ikan yang dibakar adalah 4.657 meter,” urainya.<br />
Yah, kerja Muri memang begitu. Mencari yang teramat……… hehehehe, apa lagi diberi uang, gurau penonton disela-sela menonton acara tersebut.<br />
Sementara itu Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin menargetkan, acara ini akan meningkatkan tingkat konsumsi yang diiringi oleh meningkatnya produksi ikan patin dalam masyarakat Jambi. Saat ditanya, pendapat sebagian besar masyarakat yang menyatakan acara seperti ini mubazir, dengan keras Zul membantah.</p>
[caption id="" align="alignright" width="463" caption="Gubernur saat menerima piagam Rekor MURI Bakar ikan patin terpanjang. Untuk apa ?. Emangnya rekor MURI bisa mengatasi kemiskinan rakyat..."]<img src="http://ketukan_tuts.blogs.friendster.com/my_blog/images/gubernur_dan_istri_terima_muri__1.jpg" alt="Gubernur saat menerima piagam Rekor MURI Bakar ikan patin terpanjang. Untuk apa ?. Emangnya rekor MURI bisa mengatasi kemiskinan rakyat..." width="463" height="308" />[/caption]
<p>“Menurut saya ini tidak mubazir, malah sangat menguntungkan masyarakat dan petani ikan. Kita beli harga ikan ini dengan harga yang bagus, yakni di atas harga pasar. Artinya ini mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan,”sebutnya.<br />
Selain itu, arang yang dibeli dari masyarakat Tanjabar dan Tanjabtim merupakan bukti konsistensi pemerintah membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan ini, Bang Zul juga meminta, kegiatan ini jangan dipandang dari segi negatifnya.<br />
Yah, itukan kata pak Gubernur !. Diluar sana rakyat banyak menjerit. Terlebih pasca kenaikan harga BBM, yang kemudian berimbas pada kenaikan semua sektor dan produk. Jelas kegiatan itu menyayat hati rakyat yang melihatnya. Bayangkan. Begitu acara selesai. Disana-sini para warga berebut mengambil sisa-sisa arang yang masih mengepul asap.<br />
Ada yang berebut mengambil sisa seng, plastik dan kawat. Mereka, semua tidak terlibat dalam acara pembakaran itu. Hanya sebagai penonton, yang berharap dari sisa-sisa acara itu. Sejumlah petugas Sat Pol PP dan Dinas terkait berupaya mencegah warga yang berebut sisa-sisa bahan yang dinilai mereka sangat mubadzir tersebut.<br />
Yah, itulah nasib rakyat kecil….. Sayang, pak Gubernur saat itu tidak melihat, bagaimana rakyatnya berebut dan bertengkar dengan petugas gara-gara, hanya ingin mengambil bekas-bekas acara yang sudah tidak bermanfaat lagi. Tapi mereka tentu sangat berarti. Sedih dan sangat menyedihkan.<br />
Entah berapa pula dana yang dihabiskan untuk acara yang menurut penulis hanyalah acara yang mubadzir dan hanya untuk mencari popularitas.<br />
Menurut Herman Suherman, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, bahwa pencanangan gerakan makan ikan (Gemari) oleh Gubernur Jambi bisa membuat masyarakat lebih terpacu kesadaranya untuk mengonsumsi ikan.<br />
“Untuk pendanaan acara ini, secara keseluruhan berasal dari bantuan banyak pihak. Namun Rp 75 juta merupakan dana dari APBN yang kita gunakan untuk membeli ikan kepada masyarakat dan selebihnya merupakan sponsor,”jelas Herman, seraya mengaku acara tersebut juga didukung oleh sponsor yang beragam.<br />
Wah, sulit masuk akal penulis jika dana yang digunakan untuk acara semegah dan sehebat itu hanya mebutuhkan dana Rp 75 juta. Hitung-hitungan bodohnya begini. Harga ikan per Kg 9000 x 7000 Kg = 63.000.000. Estimasi harga itu bukan harga di pasar Angsoduo, sebab jika kita beli di pasar Angsoduo harga ikan patin per Kg-nya bias mencapai Rp 12.000. Nah, berapa pula untuk biaya arang, seng, kawat, batu bata, minyak tanah, plastic, ember/mangkuk , plastic, kipas dan sebagainya. Wah… pokoknya sulit deh masuk akal, jika dibilang hanya menghabiskan biaya Rp 75 juta. Belum lagi biaya konsumsi tamu, pejabat dan sebagainya. Lalu biaya publikasi disemua media local (society, advertorial). Wah,wah,wah. Repot deh menghitungnya. Intinya menurut penulis, acara itu sangat mubazir dan hanya ingin mencari popularitas belaka.</p>
<p><strong>PETANI IKAN MENCIBIR</strong></p>
<p>Seorang petani ikan patin,  Hasan, warga asal Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Hulu, Kabupaten Muaro Jambi merasa acara yang dilakukan oleh pemerintah Jambi ini kurang tepat.<br />
“Faktanya, nilai jual ikan patin di Jambi tidak sesuai dengan biaya produksi yang mesti petani keluarkan. Makanya, di tempat saya banyak sekali kolan ikan yang kosong,” jelasnya.<br />
Ibarat mengajar buaya berenang, petani ikan satu ini menganggap gerakan makan ikan di tengah kenaikan harga BBM ini sangat tidak tepat. Biaya yang dikeluarkan dengan pelaksanaan acara seperti ini menurutnya, alangkah baiknya digunakan untuk mensejahterakan masyarakat.<br />
“Jauh sebelum ada ikan patin, masyarakat Jambi sudah mengonsumsi ikan. Jadi tidak perlu diajak, masyarakat juga mau makan ikan,"cibirnya.</p>
<p><strong>LEPASKAN IKAN PATIN DI SUNGAI, DAN BUAT LUBUK LARANGAN</strong></p>
[caption id="" align="aligncenter" width="308" caption="Melihat bakar ikan patin. Duh... banyak yang tidak masak, masih mentah. Terus dibuang. Habis-habiskan uang saja.... "]<img src="http://ketukan_tuts.blogs.friendster.com/my_blog/images/melihat_sisa2_ikan_yg_tidak_termakan.jpg" alt="Melihat bakar ikan patin. Duh... banyak yang tidak masak, masih mentah. Terus dibuang. Habis-habiskan uang saja.... " width="308" height="463" />[/caption]
<p>Penulis sendiri sebenarnya merupakan salah satu orang penggemar ikan patin. Tapi itu dulu, sekitar 20- tahun lalu. Jujur, saat penulis masih kanak-kanak, sekitar umur 5-12 tahun, ikan patin telah saya cicipi. Almarhum ayah saya   sering membeli ikan itu di pasar tradisional Angsoduo. Saat itu, hampir semua orang menyukai ikan patin. Apa lagi jika dibuat tempoyak, lalap jengkol dan sambal terasi, nasi panas. Hehehehe.<br />
Tapi entah kenapa, selera saya saat ini untuk makan ikan patin jauh menyusut. Dan  itu juga dialami oleh semua orang, yang sebelumnya doyan makan ikan patin.<br />
Menurut saya, itu dikarenakan, ikan patin saat ini sudah tidak asli lagi. Sehingga rasanya berbeda, alias ikan karbitan atau ikan keramba.<br />
Solusinya, yah, kembalikan ikan itu ke sungai lepas. Biarkan ikan-ikan itu bebas mengikuti alam lingkunganya secara alami. Hmmm, ini memang bukan solusi baik dan tepat. Tapi jika, ikan patin yang sudah digemukkan di keramba atau kolam, kemudian dilepas di sungai batanghari  atau di danau, mungkin itu lebih baik.<br />
Jika kuatir ikan yang dilepas di sungai, dipancing atau ditangkap oleh nelayan. Yah, dibuat larangan untuk waktu tertentu. Semacam lubuk larangan. Jadi panennya, pada waktu tertentu saja. Dua tahun sekali atau tiga tahun sekali  atau lima<br />
tahun sekali. Moment ini, pasti ditunggu oleh pecinta ikan patin sejati. Termasuk saya. Berapa pun harga ikan itu pasti tidak ada masalah. Uang hasil penjualan ikan, bisa masuk ke kas daerah. Dan acara ini dipastikan akan bias menarik wisatawan.  Simpelkan, tapi sulit untuk diperaktekkan.Hehehehehe.<strong>(*****) </strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Persiapan Rekor MURI ]]></title>
<link>http://dhiandeliani.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 05:06:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhiandeliani</dc:creator>
<guid>http://dhiandeliani.id.wordpress.com/2008/06/24/persiapan-rekor-muri/</guid>
<description><![CDATA[ 
&#8221; Yang, nanti kita mampir aja ke Titan pas hari H&#8221;&#8230; begitu kataku kepada suami,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>" Yang, nanti kita mampir aja ke Titan pas hari H"... begitu kataku kepada suami, ketika hari jumat 20 Juni lalu.. keliling cari buttercream dan cetakan fondant on the way back home. Pas dibilangin boleh bawa butter dan fondant dari rumah, panik deh langsung nyari.. tapi gak berhasil..  ya sudah lah pasrah aja.. yang penting mah berpartisipasi... bisa ikut Rekor MURI dan ketemu seleb NCC</p>
<p>Persiapan sih jelas ada, dari jauh-jauh hari nyari inspirasi di internet, rajin liatin blog-nya cupcakes di dunia maya... wah malah pusiiing kebanyakan ide untung nih mata engga juling.. hehehe</p>
<p>Sampai akhirnya... nemu inspirasi di blog-nya mbak Yulia (Maki cakes -- thankyou pisan!!! ) aku liat wedding cupcakes yang cuanteeek dan tier-nya berhiaskan manik-manik berjuntaian.... cuma kalo mau beli apa kesampean?? akhirnya punya ide bikin aja sendiri...</p>
<p>Beli board dan stereofoamnya di toko sentosa, trus mampir ke Tk Ani, cari cetakan fondant yang ejector itu... tapi buseeeet mahal banget boooo, masa cetakan bunga daisy dua biji harganya 170 rebo... nonsense..  trus cari manik-maniknya di asemka, trus gak ada yang bening kayak kristal gitu... yang ada warna ungu.. ah ya sudahlah... lagian syifa yang ikut udah bosan nungguin emaknya belanja.</p>
<p>Hari -3 aku udah sibuk bikin tier, dan menghias-hias, sampe2 suami nyindir, " ini mau lomba hias kue.. apa hias yang lain sih???"  weeh.. cuwek aja... deh... yang penting ada yang bisa dilihat sama orang lain secara aku belom pernah hias-menghias cupcakes. Prinsipku.. orang harus ngeh... dan tertarik.. bahasa kerennya eye catching...</p>
<p>So, begitulah... persiapannya, selain latihan bikin swirl dengan spuit 1M yang baru. kagak bisa-bisa...meleyoooot mulu... capek deeeh.. untung ada EURO 2008 yang nemenin ..hehehe</p>
<p> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[02133333333, 03177777777]]></title>
<link>http://prabu.wordpress.com/?p=2731</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 07:54:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>prabu</dc:creator>
<guid>http://prabu.id.wordpress.com/2008/05/16/02133333333-03177777777/</guid>
<description><![CDATA[Nomor perdana Flexi berharga 300 juta ?

Nomor itu adalah nomor Jakarta yaitu 33333333 alias 021 3 d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Nomor perdana Flexi berharga 300 juta ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://prabu.files.wordpress.com/2008/05/muri-300-juta-perdana.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2730" src="http://prabu.wordpress.com/files/2008/05/muri-300-juta-perdana.jpg" alt="" width="403" height="268" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Nomor itu adalah nomor Jakarta yaitu 33333333 alias 021 3 delapan kali. Sudah masuk rekor MURI lho !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Belum lama MURI nyatat, pada acara </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:black;">Gathering Authorized Dealer Flexi (13/5), di Hotel JW Marriot telah berhasil dilelang nomor perdana Flexi Surabaya 77777777 alias 031 7 delapan kali seharga 600 juta ! Wow …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:black;">Nomor-nomor perdana cantik lainnya juga terjual dengan harga yang cukup wah …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:black;">BTW kita sebenarnya butuh nggak ya nomor-nomor cantik untuk telepon kita ?</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kampanye AIA "FinancialHealth Check" Terima Rekor MURI]]></title>
<link>http://xtralink.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 04:47:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>xtralink</dc:creator>
<guid>http://xtralink.id.wordpress.com/2008/04/26/kampanye-aia-financialhealth-check-terima-rekor-muri/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) - Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada PT Asuransi AIA ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Jakarta (ANTARA News) - Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada PT Asuransi AIA Indonesia atas prestasinya dalam kegiatan menyelubungi gedung kantor pusat AIA Indonesia dengan spanduk terbesar (building wrap), di Jakarta, Sabtu.<br />
Piagam MURI sebagai pemecah rekor "Pemasangan Spanduk Terbesar Menyelubungi Gedung" kantor pusat AIA Indonesia (gedung Bank Panin Senayan) meliputi keempat sisi dengan luas sekitar 5000 m2 itu diserahkan Ketua Umum MURI Jaya SUprana kepada Presdir AIA Indonesia Harry Harmain Diah dan disaksikan Wakil Presdir Stephen Appleyard dan ratusan mitra, staf dan agen AIA Indonesia.<br />
Jaya Suprana dalam sambutannya mengatakan, MURI memberikan penghargaan atas rekor tertinggi untuk ide seni penyelubungan gedung dengan spanduk terbesar meliputi keempat sisinya dengan warna merah putih seluas 5000 m2.</p>
<p>Dia berharap agar putra-putri Indonesia terus mengembangkan kreativitas dan inovasinya di berbagai bidang sehingga akan menghasilan karya yang layak mendapat penghargaan dan pengakuan oleh MURI dan masyarakat pada umumnya.</p>
<p>Sementara itu, Presdir AIA Indonesia Harry Harmain Diah mengatakan, penciptaan rekor MURI merupakan bentuk promosi dari keunggulan AIA Financial HealthCheck (FHC) bagi masyarakat agar tidak hanya sekadar pentingnya sehat secara fisik, tapi juga sehat secara finansial.</p>
<p>Wakil Presidir AIA Indonesia, Stephen Appleyard menambahkan, penyelenggaraan kegiatan yang bertepatan HUT ke-32 AIA itu menegaskan keberadaan AIA di Indonesia sebagai perusahaan pertama dan satu-satunya yang mewajibkan para agennya (tenaga penjual) untuk secara profesional menerapkan pemeriksaan keuangan yang menyeluruh dengan menggunakan AIA FHC.</p>
<p>"Dengan layanan AIA FHC, saya yakin dapat melangkah sebagai penyedia layanan financial terdepan karena agennya menjadi lebih profesional," katanya.<br />
Menurut Novita R, Project Manager  FHC dan  Building Wrap, AIA FHC mirip dengan pemeriksaan kesehatan medis. Jika pemeriksaan kesehatan medis dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan, maka AIA FHC dilakukan untuk melakukan penilaian kondisi finansial seseorang.<br />
AIA FHC adalah proses yang meliputi kegiatan mengidentifikasi tujuan keuangan, menyusun skala prioritas dan melakukan penilaian atas pilihan yang tersedia untuk membantu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.<br />
"AIA FHC menyediakan fondasi yang kuat untuk membangun masa depan keuangan yang lebih terjamin," demikian Novita.(*)</p>
<p class="entry-footer">Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2007/11/24/kampanye-aia-financialhealth-check-terima-rekor-muri/</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertunjukan Wayang Kulit Pecahkan Rekor MURI]]></title>
<link>http://prabuwayang.wordpress.com/?p=387</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 03:21:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>prabu</dc:creator>
<guid>http://prabuwayang.id.wordpress.com/2008/04/11/pertunjukan-wayang-kulit-pecahkan-rekor-muri/</guid>
<description><![CDATA[SEMARANG, RABU - Pergelaran wayang kulit, yang melibatkan sembilan dalang dan 204 pesinden, dalam ra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">SEMARANG, RABU - Pergelaran wayang kulit, yang melibatkan sembilan dalang dan 204 pesinden, dalam rangka hari jadi ke-56 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan hari ulang tahun ke-61 Kemerdekaan RI, memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Pertunjukan itu diadakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (15/8) malam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, di Semarang, Rabu (16/8), mengatakan bahwa pergelaran wayang kulit tersebut masuk ke dalam catatan MURI dengan kategori jumlah pesinden paling banyak--yaitu 204 pesinden dari Paguyuban Pesinden dan Penyanyi (Paspeni) Kabupaten Wonogiri--dan sekaligus memecahkan rekor sebelumnya, 60 pesinden.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Ia mengatakan pula, pemecahan rekor itu sekaligus memecahkan rekor dunia. Selain itu, pertunjukan wayang kulit tersebut juga melibatkan sembilan dalang yang beradu keterampilan dalam memainkan wayang kulit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Menurutnya, sembilan dalang yang tampil membutuhkan kerja sama dalam memainkan wayang. Menurutnya lagi, hal itu merupakan cerminan dari persatuan dan kesatuan Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Pada kesempatan tersebut, Jaya Suprana juga mengucap terima kasih kepada Gubernur Jateng dan seluruh masyarakat di provinsi itu, yang begitu memerhatikan seni budaya Jawa, khususnya wayang kulit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Pergelaran tersebut dipimpin oleh Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi dan mengambil lakon<em> Rama Tambak</em>. Dalang-dalang lainnya adalah Ki Widodo, Ki Wilis Prabowo, Ki Eko Sumarsono, Ki Jlitheng Lukito, Ki Mulyadi PB, Ki Anjat Sutrisno, Ki Pujono Gumelar, Ki Suyadi, dan Ki Pandam Wariyanto. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Dihadirkan pula dua bintang tamu, dua bupati sekaligus dalang dan pesinden, yaitu Bupati Sragen H Untung Wiyono dan Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><strong>Sumber: </strong>Antara<br />
<strong>Penulis</strong>: Ati</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><a href="http://64.203.71.11/ver1/hiburan/0608/16/124746.htm">http://64.203.71.11/ver1/hiburan/0608/16/124746.htm</a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
