<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>rekan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/rekan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "rekan"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 22:38:26 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Alexandro Pato harus rajin berlatih]]></title>
<link>http://kiranadimas.wordpress.com/?p=40</link>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 02:59:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiranadimas</dc:creator>
<guid>http://kiranadimas.id.wordpress.com/2008/09/08/alexandro-pato-harus-rajin-berlatih/</guid>
<description><![CDATA[Untuk mendapatkan posisi reguler, penyerang AC Milan Alexandro Pato tak boleh malas dan harus lebih ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Untuk mendapatkan posisi reguler, penyerang AC Milan Alexandro Pato tak boleh malas dan harus lebih rajin berlatih.Walaupun ia mempunyai bakat yang besar.<br />
<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Menurut sang direktur Alexandro Pato harus rajin latihan,mendengarkan nasihat dari rekan se- timnya.Dengan bakatnya, Alexandro Pato bisa melakukan semua itu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Namun belakangan malah tampil kurang bagus di Olimpiade saat membela Brasil dan Milan. Diindikasikan bahwa Alexandro Pato mempunyai masalah dengan kebugarannya.</p>
<p>Saat ini Pato punya banyak pesaing untuk berebut mengisi posisi lini depan di tim inti AC Milan. Contohnya yaitu, Ronaldinho, Andriy Shevchenko dan Marco Borriello. Persaingan juga diyakini <span> </span>oleh Leonardo akan membuat <span> </span>Alexandro Pato berusaha lebih keras lagi.<span> </span><br />
<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Hal itu akan memotivasi dirinya dalam meningkatkan permainan sepakbolanya,kata sang direktur.Sukses buat Alexandri Pato.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjadi Rekan Kerja Yang Menawan]]></title>
<link>http://yuxie.wordpress.com/?p=98</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 05:25:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuxie</dc:creator>
<guid>http://yuxie.id.wordpress.com/2008/09/01/menjadi-rekan-kerja-yang-menawan/</guid>
<description><![CDATA[Banyak di antara kita berprinsip, atasan di kantor itu harus dianggap seperti &#8216;dewa&#8217;. Ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Banyak di antara kita berprinsip, atasan di kantor itu harus dianggap seperti 'dewa'. Maksudnya, bila ingin berkarier mulus, maka Anda harus selalu siap menyenangkan hati atasan. Padahal tak hanya itu. Interaksi Anda dengan lingkungan kerja juga sangat menentukan. Maksudnya, rekan kerja juga punya peran penting dalam kemajuan karier Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nah, jika ingin selalu sukses berkarier, Anda juga perlu tahu cara menarik hati rekan kerja!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Simak strategi ini, dan jadikan pedoman Anda dalam berkarya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>1. Terbuka</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kuasai seni berteman yang baik. Jadi pribadi yang ramah bukan berarti harus dicap juga sebagai biang gosip. Memang, banyak topik pembicaraan menarik di kantor. Tapi begitu Anda sadar, percakapan sudah mengarah ke hal-hal yang panjang dan terlalu mendalam,hentikan segera. Masih ada pekerjaan menumpuk di meja untuk Anda selesaikan. Pertahankan reputasi sebagai orang yang selalu bekerja dengan serius. Dijamin, pintu karier terbuka lebar bila Anda lebih memilih diskusi soal proyek yang tengah ditangani.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Daripada bergosip soal sekretaris baru yang pernah 'tidur' dengan salah satu bos di kantor.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>2. Serius. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cairkan sedikit gunung es yang bercokol dalam diri Anda itu. Tebarkan kesan bahwa keberadaan Anda di kantor tak hanya untuk menyelesaikan kerja dan mengejar promosi jabatan saja. Jalin hubungan dengan rekan kerja. Kalau ada yang datang ke kantor dengan penampilan rambut baru, tak ada salahnya Anda ikut memuji dan memberi komentar. Saat rekan kerja menyerahkan laporannya kepada Anda, beri ulasan dengan sikap yang benar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jangan kaku dan terkesan dipaksakan. Yang penting, Anda harus bisa melaksanakan misi pergaulan: Menanamkan pengertian kalau Anda manusia biasa, yang juga bisa berbuat salah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hapus anggapan rekan kerja yang selama ini menjuluki Anda sebagai Miss Perfect. Bersosialisasi dengan rekan tak hanya membuat suasana kerja terasa lebih nyaman. Produktivitas kerja pun dijamin meningkat. Menurut pengalaman banyak orang, ide cemerlang sering muncul karena interaksi yang bagus dengan rekan kerja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>3. Jujur</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong>Asal tahu saja, orang yang dengan cepat selalu melontarkan kritik pada orang lain sebetulnya yang paling sukar melihat kesalahan diri sendiri. Jika Anda juga punya sifat ini, segera lakukan perubahan diri yang mungkin bisa menyelamatkan karier Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada cara gampang yang bisa Anda praktekkan sekarang. Jika komentar negatif sudah mulai terasa menyembul di mulut, segera ganti dengan komentar yang lebih positif. Ini membuat Anda kelihatan fair dan lebih menghargai orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Manfaat lain, Anda juga akan mampu melihat dunia dengan pendekatan yang berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Misalnya saat rekan kerja menyerahkan laporan yang berantakan, penuh kesalahan tata bahasa di sana-sini, jangan buru-buru mencerca. Coba simak sekali lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin ada idehebat yang tersembunyi di dalam laporan itu. Jangan sampai Anda kehilangan kesempatan baik, hanya karena terlalu fokus pada sisi-sisi buruk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>4. Mengalah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong> Lakukan dengan taktik yang tepat, agar Anda bisa tetap mengutarakan maksud hati. Jika Anda harus menulis penilaian mengenai rekan kerja lain, lakukan dengan tepat. Jika tak bisa mengarahkan kepada perbaikan diri, rekan kerja tak akan minta pendapat lagi kepada Anda. Tak ada gunanya, karena toh Anda tak bisa mengutarakan keinginan diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anda bisa melakukannya dengan berbagai macam cara. Jika Anda selalu merasa tak enak menyakiti orang lain, coba perhalus komentar negatif dengan mengatakan, "Saya mengerti mengapa saran yang Anda buat seperti ini. Tapi mungkin akan lebih baik jika Anda melakukan dengan cara..." Percayalah, rekan kerja pasti akan lebih menyukai gaya seperti ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka tak perlu harus menduga hal yang ingin Anda katakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>5. Rendah hati</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meski memang punya kemampuan yang jadi aset penting perusahaan, Anda tak perlu jadi sombong. Biarkan prestasi kerja Anda yang membuktikannya. Setiap kali Anda ingin berkomentar mengenai suatu hal, persilakan dulu rekan kerja untuk mengekspresikan pendapatnya. Jangan langsung mendahului dan menggurui mereka, seolah-olah hanya Anda yang tahu. Jika mereka berkomentar positif mengenai Anda, anggap saja sebagai pujian. Pasti Anda akan merasa lebih nyaman menerimanya. Suatu saat jika Anda butuh komentar atau rekomendasi dari rekan kerja untuk tawaran kerja baru, dijamin mereka melakukannya dengan senang hati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber : Berbagai Sumber</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Koleksi Artikel dari Biasawae Community</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aiih..Mendadak Jadi Dosen..]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/?p=106</link>
<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 17:26:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2008/06/12/aiihmendadak-jadi-dosen/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi dosen, guru atau sejenis itu lah..tak pernah terbayang oleh ku sejak kecil. Mungkin karena y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi dosen, guru atau sejenis itu lah..tak pernah terbayang oleh ku sejak kecil. Mungkin karena yang terpikir sejak dulu hanya <em>lah </em>bercita jadi dokter, reporter TV, penulis terkenal, insinyur dan banyak lainnya (Maklum, cita-cita ku sejak kecil emang suka berubah-rubah..he).</p>
<p>Ibu ku yang seorang guru, menjadi salah satu sebab mengapa aku jadi tak tertarik menjadi seorang pengajar. Entah karena sejak kecil aku terlalu lelah ikut ibu mengajar, diganggu sama muridnya yang nakal, dipanggil "Guru Kecil cerewet' dan kesan lainnya atau karena aku memang tak punya bakat jadi 'Guru'...</p>
<p><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2008/06/kecil2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-108" src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2008/06/kecil2.jpg?w=254" alt="" width="254" height="300" /></a></p>
<p><em>....Tuh liat tangisku waktu kecil...usai diganggu murid ibu...</em></p>
<p>Tapi itu berubah seketika, saat salah satu dosen Bahasa Indonesia - Kosentrasi Jurnalistik - FKIP  Universitas Jambi, meminta aku mengajar, menghadapi puluhan mahasiswa, memberi materi tentang jurnalistik dan wartawan di kelas dan...dan..dan......Wah.. (Awal kisah ini sebenarnya  sudah terjadi pertengahan Tahun 2007 lalu, tapi kangen aja pengen cerita ulang...)</p>
<p>Begitu dapat tawaran, aku memang langsung bilang "Oke Sip Siap", mengingat, menimbang dan memikirkan akan dapat tantangan yang bakal 'muantap' ..awal dapat tawaran hanya  seru yang terasa...Tawaran yang datang mendadak kusambut dengan manis, penuh percaya diri..."Besok jaml 11 ya Mbak...mahasiswa akan nunggu Anda lho...jangan sampai ngga datang karena mereka pasti kecewa" Eddi P Harahap, Pak Dosen mengulangi kalimat tawarannya.<strong> "SIP PAK!" </strong>sekali lagi ku yakinkan Pak Eddi.</p>
<p>Namun semangat ku tiba-tiba berubah jadi 'cemas' saat pagi datang...Aku mulai bingung mau bicara apa, mau mengajar materi apa, baju apa yang pantas, sepatu kets masih boleh kah di pakai...Gajah Makan Kawat! Benar-benar Gawat!!!...Akhirnya aku memutuskan....datang dengan gaya dan modal "super alakadar". Kuputuskan untuk tetap jadi diriku...nga perlu pake blazer, sepatu tumit, atau apalah..."be ur self!!!" kata hatiku ...</p>
<p>"Tok...tok..tok...Pagiiiiii......." Kusapa kelas nan tampak ramai mahasiswanya itu. Ufh...lega rasanya ketika Pak Eddi ikut menunggu di kelas..Setelah diperkenalkan ba bi bu nya...Pak Eddi langsung meng -over kekuasaannya ke Aku. <strong>Aduh!!</strong></p>
<p>“Ehm ehm..gini…sebaiknya kita akan buat kuliah hari ini menjadi beda!, kalian semua bebas bertanya tentang dunia wartawan, saya akan jawab semampu dan sebatas pengalaman yang saya punya, gimana? Setuju ngga?” kumulai kalimat dengan penuh percaya diri…menyembunyikan sehabis mungkin rasa dag dig dug….</p>
<p>“<strong>SETUJUUUUUU!!!”</strong> kata dari wajah-wajah semangat itu seketika langsung membuat aku lega….sangat lega…hari menjadi sangat ringan,<span> </span>seringan kapas…Jadi kangen dengan ibu ku…mungkin perasaan yang ia rasa setiap hari saat mengajar di SD terpencil sebelah kampung ku.., seindah apa yang aku rasakan saat itu….ooohhhh….<strong>I Love U mam!!!</strong></p>
<p>Waktu pun berjalan hingga dua jam, aku dihujani pertanyaan-pertanyaa aneh, unik,bikin geli dan banyak jenis pertanyaan lainnya. Hampir semua mahasiswa bertanya hari itu, malah ada yang berebutan ngotot bertanya dua kali…Ah..senang rasanya, mereka <span> </span>ternyata penasaran bahkan terlihat sangat tertarik dengan dunia jurnalistik dan kewartawanan.</p>
<p>Beberapa pertanyaan yang masih kuingat hingga hari ini diantaranya:</p>
<p>1. Wartawan itu pekerjaan apaan sih mba?</p>
<p>2. Jadi wartawan punya masa depan tidak? Gajinya berapa?</p>
<p>3. Cara meliput yang benar itu bagaimana sich mba?</p>
<p>4. Pernah tidak diajak makan sama bos atau pejabat hidung belang, trus mba tergoda tidak?</p>
<p>5. Pernah tidak terima uang sogokan dari narasumber?</p>
<p>6. Bisa kemana aja sich kalo jadi wartawan? Ke luar negeri sering tidak?</p>
<p>7. Dan puluhan pertanyaan lainnya.</p>
<p>Sesuai janji awal, semua pertanyaan kujawab semampu dan sebatas pengalaman yang aku miliki.</p>
<p>Kalimat yang tak kalah manis yang ku dengar dipertemuan penutup adalah…”Mbak, jika ada waktu kita bagi cerita dan diskusi lagi ya…jangan bosan jadi dosen di sini…mengajar lah sesering mungkin…”….Aiiiihhhh…senangnya…..</p>
<p>Sejak saat itu, ketika Pak Eddi nelpon dan minta aku jadi “Dosen Dadakan” lagi …aku selalu jawab “SIAP PAK!” dengan penuh semangat dan gairah yang meledak-ledak….ahh..makin tua memang semakin banyak pula lah cerita hidup…..tapi menjadi wartawan tetap jadi pilihan hidupku hingga hari ini…tidak dulu lah menjadi dosen.. (***)</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SeMoGa]]></title>
<link>http://djadzab.wordpress.com/?p=25</link>
<pubDate>Sun, 18 May 2008 16:42:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>IC</dc:creator>
<guid>http://djadzab.id.wordpress.com/2008/05/18/semoga/</guid>
<description><![CDATA[Semoga saja dengan bertambah banyaknya teman-teman yang ng_be-log membawa hikmah yang luar biasa ban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga saja dengan bertambah banyaknya teman-teman yang ng_be-log membawa hikmah yang luar biasa banyaknya dalam kita menjalani hidup.......</p>
<p>Semoga juga teriring do'a dan selamat kepada kawan-kawan yang masuk dalam kategori blog teraktif atau rekan-rekan yang ikut dalam perkumpulan-perkumpulan blog dimanapun kalian berada, semoga bukan hanya kelanggengan ada di dunia maya saja, namun kelanggengan itu bisa abadi dalam diri semua yang ada di sekitar kita,,,,,,,,,,,,,</p>
<p>dan Semoga saja penulis blog ini diMAAFkan karena tidak menampilkan link-link yang ada di sekitar kawan-kawan penulis sendiri karena masih dalam tahap menikmati tulisan...........</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INFO GEDUNG DHARMA WANITA JAKARTA]]></title>
<link>http://wedz.wordpress.com/?p=51</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 07:33:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>thinkeroom</dc:creator>
<guid>http://wedz.id.wordpress.com/2008/05/08/info-gedung-dharma-wanita-jakarta/</guid>
<description><![CDATA[SUMBER: www.happywedz.blogspot.com &amp; www.femaleclick.blogspot.com

GEDUNG DHARMA WANITA PERSATU]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="color:#ff0000;">SUMBER: </span><a href="http://www.happywedz.blogspot.com">www.happywedz.blogspot.com</a> &#38; <a href="http://www.femaleclick.blogspot.com/">www.femaleclick.blogspot.com</a></span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">GEDUNG DHARMA WANITA PERSATUAN </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Prosedur Pemesanan </span></strong></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Untuk pemesanan gedung dapat dilayani melalui telepon, faksimile : </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">GEDUNG DHARMA WANITA PERSATUAN </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Jalan Pedurenan Masjid Kav. F. 01 Karet Kuningan, Jakarta Selatan Telepon &#38; Fax. 5201715. </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Untuk pemesanan sementara, diberi waktu satu minggu terhitung dari tanggal pemesanan gedung. Bila tidak ada konfirmasi dari penyewa dalam jangka waktu tersebut, pesanan dianggap batal. </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Prosedur Pembayaran </span></strong></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">1. <span>  </span>Uang muka dibayar 50% pada saat Penyewa mengisi formulir pesanan. </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-17.45pt;line-height:150%;margin:0 0 0 35.45pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">2. <span>  </span>Pelunasan seluruh pesanan dilakukan selambat-lambatnya 2 [dua] minggu sebelum acara. Bila pada batas waktu tersebut belum dipenuhi, pesanan dianggap batal dan dikenakan ketentuan-ketentuan menurut prosedur pembatalan. </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Prosedur Pembatalan </span></strong></p>
<p class="Default" style="text-indent:-17.45pt;line-height:150%;margin:0 0 0 35.45pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">1. <span>  </span>Pembatalan pesanan harus diajukan secara tertulis kepada Pengelola Gedung Dharma Wanita Persatuan dan dikenakan biaya administrasi sebagai berikut : </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0 0 0 35.45pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Uang muka tidak dikembalikan. </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0 0 0 35.45pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Pembatalan 1 [satu] minggu sebelum acara : </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 63pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">a. Katering dan Kesenian sebesar 10% dari total pesanan. </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 63pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">b. Dekorasi dan dokumentasi sebesar 20% dari total pesanan.</span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">2. <span>  </span>Perubahan waktu hanya diijinkan satu kali dan dilaksanakan dalam kurun waktu tidak lebih dari 1 [satu] tahun. Kurang dari 2 [dua] bulan dari acara dianggap batal uang muka tidak kembali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Auditorium [Lantai I] </span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;margin:auto auto auto 9pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="543">
<tbody>
<tr style="height:16.6pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#f0f0f0;width:138.15pt;border-bottom:black 1pt solid;height:16.6pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Pemakaian </span></strong></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#f0f0f0;width:74.8pt;border-bottom:black 1pt solid;height:16.6pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Biaya Sewa </span></strong></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#f0f0f0;width:112.2pt;border-bottom:black 1pt solid;height:16.6pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="150" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Overtime </span></strong></p>
</td>
<td style="border-right:#f0f0f0;border-top:black 1pt solid;border-left:#f0f0f0;width:82pt;border-bottom:black 1pt solid;height:16.6pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="109" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Keterangan </span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:43.55pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:138.15pt;border-bottom:black 1pt solid;height:43.55pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Hari Kerja </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Siang </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Malam </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:74.8pt;border-bottom:black 1pt solid;height:43.55pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 4.000.000,- + PPN</span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 5.000.000,- + PPN</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:112.2pt;border-bottom:black 1pt solid;height:43.55pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="150" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">10 % dari </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">biaya sewa </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">per-jam + PPN </span></p>
</td>
<td style="border-right:#f0f0f0;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:82pt;border-bottom:black 1pt solid;height:43.55pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="109" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Pk. 10.00 – 13.00 </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Pk. 19.00 – 22.00 </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:57.3pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:138.15pt;border-bottom:black 1pt solid;height:57.3pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Hari Libur/ </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Sabtu/Minggu </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Siang </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Malam </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:74.8pt;border-bottom:black 1pt solid;height:57.3pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 5.000.000,- + PPN</span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 6.000.000,- + PPN </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:112.2pt;border-bottom:black 1pt solid;height:57.3pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="150" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">10 % dari </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">biaya sewa </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">per-jam + PPN </span></p>
</td>
<td style="border-right:#f0f0f0;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:82pt;border-bottom:black 1pt solid;height:57.3pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="109" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Pk. 10.00 – 13.00 </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Pk. 19.00 – 22.00 </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15.95pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:212.95pt;border-bottom:black 1pt solid;height:15.95pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="284" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Akad Nikah </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:194.2pt;border-bottom:black 1pt solid;height:15.95pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" colspan="3" width="259" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 1.000.000,- + PPN </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:43.55pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:138.15pt;border-bottom:black 1pt solid;height:43.55pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Katering </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:149.65pt;border-bottom:black 1pt solid;height:43.55pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="200" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 35.000,-/porsi </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 37.500,-/porsi </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Rp. 40.000,-/porsi </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:119.35pt;border-bottom:black 1pt solid;height:43.55pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="159" valign="top">
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Tipe A </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Tipe B </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Tipe C </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#f0f0f0;" width="184"> </td>
<td style="background-color:transparent;border:#f0f0f0;" width="100"> </td>
<td style="background-color:transparent;border:#f0f0f0;" width="100"> </td>
<td style="background-color:transparent;border:#f0f0f0;" width="50"> </td>
<td style="background-color:transparent;border:#f0f0f0;" width="109"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">­<strong> </strong></span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Biaya Lain </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Pemakaian <em>sound system </em>diluar fasilitas </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">[2.000 watt] dikenakan biaya Rp. 300.000,- /1.000 watt </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Meja Rp. 4.000,- /buah </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Cover </span></em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Meja Rp. 7.500,- /buah </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Taplak Meja Rp. 3.500,- /buah </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>5.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Kursi Futura Rp. 5.000,- /buah </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>6.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Sofa Rp. 5.000,- /buah </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>7.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Sarung Kursi Rp. 6.500,- /buah [minimal </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">pesanan 100 buah </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>8.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Organ Tunggal Rp. 150.000,- </span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span>9.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Band Rp. 300.000,- </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">CATATAN : </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Minimal pesanan setara dengan 800 porsi. </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Sumbangan makanan diluar banquete order dikenakan biaya Rp. 250.000,-/meja </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Jumlah pesanan lebih dari 800 orang dikenakan biaya keamanan Polisi Rp. 300.000,-</span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">FASILITAS:</span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">Auditorium [Lantai I] </span></strong></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Luas Auditorium 31 x 31 m </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Pergola 18 x 7 m </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Kapasitas 800 orang </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• 3 Ruang Rias Pengantin </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• 4 Meja Penerima Tamu </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• 200 Kursi </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Ruang ber-AC </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Listrik 5.000 watt </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• <em>Sound System </em>2.000 watt, 4 <em>mike </em></span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Lampu Sorot 3.000 watt </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Cadangan Generator </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Karpet Jalan </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Karpet Panggung </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Panggung Utama 16 x 16 x 0,4 m </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Panggung Musik 4 x 6 m </span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;">• Parkir dan <em>Car Call</em></span></p>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></em></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;">Katering </span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;margin:auto auto auto 9pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:208.25pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:166.5pt;border-bottom:black 1pt solid;height:208.25pt;padding:0 5.4pt;" width="222" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">1. Ayang </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">2. Arry Utama </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">3. Ase </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">4. Amelia </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">5. Alfabeth </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">6. Alfa </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">7. Andha </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">8. Ananda </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">9. Asmi </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">10. Angin Mamiri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">11. Bali Indah </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">12. Caterindo </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">13. Dwi Tunggal Citra </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">14. Dira Sari </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">15. Diamond </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">16. Dhirasa </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">17. Djoko </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">18. Dewi Sri </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffd8b1;border-left:#f0f0f0;width:133.4pt;border-bottom:black 1pt solid;height:208.25pt;padding:0 5.4pt;" width="178" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">19. Erin Listia </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">20. Gatari </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">21. Haji Tinah </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">22. Hosanna’s </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">23. IGI </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">24. Kaparinyo </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">25. Kangka’s </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">26. Kiki </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">27. Lia Putri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">28. Mira </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">29. Mawar </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">30. Mandala Abadi </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">31. Masitoh </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">32. Nurmayasari </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">33. Nirwana Indah </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">34. Nani </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">35. Peni </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">36. Puspa </span></p>
</td>
<td style="border-right:#f0f0f0;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:109.3pt;border-bottom:black 1pt solid;height:208.25pt;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">37. Puri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">38. Pasar Minggu </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">39. Puspita Sarwangi </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">40. Pulo Asem </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">41. Padang Raya </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">42. Puti Reno Sari </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">43. Risya </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">44. Supit </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">45. Soedrmono/Perfect </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">46. Suwandana Ishak </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">47. Surya </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">48. Tida’r </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">49. Trendy </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">50. Wifa </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">51. Yvonne’s </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">52. Yun Abdullah </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">53. Yani </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;">Dekorasi </span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;margin:auto auto auto 9pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="545">
<tbody>
<tr style="height:140.7pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:166.5pt;border-bottom:black 1pt solid;height:140.7pt;padding:0 5.4pt;" width="222" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">1. Avi </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">2. Asmi </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">3. Amry SY </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">4. Aura </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">5. Ananda </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">6. Cavendish </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">7. Cinduamato </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">8. Des Iskandar </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">9. Diah </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">10. Djusmasri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">11. Dinda Sakato </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">12. Gelora </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffd8b1;border-left:#f0f0f0;width:133.75pt;border-bottom:black 1pt solid;height:140.7pt;padding:0 5.4pt;" width="178" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">13. Gadih Ranti </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">14. Indora </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">15. Karina Salon </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">16. Lia Putri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">17. Mitra Sekar Utama </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">18. Mayang Taurai </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">19. Martin Rose </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">20. Nemi Sukria </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">21. Nurmayasari </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">22. Nilasari </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">23. Nirwana Indah </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">24. Onna [Nauli] </span></p>
</td>
<td style="border-right:#f0f0f0;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:108.6pt;border-bottom:black 1pt solid;height:140.7pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">25. Puti Minang </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">26. Puri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">27. Rati Wedding </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">28. Sanggar Nolar </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">29. Surya </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">30. Steven </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">31. Sanggar Elly Kasim </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">32. Tip Top </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">33. Tidar’s </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">34. Yani </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;"> </span></strong></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;">Dokumentasi </span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;margin:auto auto auto 9pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:114.6pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:166.5pt;border-bottom:black 1pt solid;height:114.6pt;padding:0 5.4pt;" width="222" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">1. AA </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">2. Ananda </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">3. Bintik Kuning </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">4. Des Iskandar </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">5. Djusmasri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">6. Dian </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">7. Guci Mas </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">8. Gading Mas </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">9. Graha Cipta </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">10. Irawan </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffd8b1;border-left:#f0f0f0;width:125.45pt;border-bottom:black 1pt solid;height:114.6pt;padding:0 5.4pt;" width="167" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">11. Indora </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">12. Kurnia </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">13. King’s Foto </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">14. Lip Kiss </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">15. Nirwana Indah </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">16. Nilasari </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">17. Payu </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">18. Puri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">19. Puti Minang </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">20. Royen </span></p>
</td>
<td style="border-right:#f0f0f0;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:115.55pt;border-bottom:black 1pt solid;height:114.6pt;padding:0 5.4pt;" width="154" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">21. Ratu Wedding </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">22. Radline Prod </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">23. Senada </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">24. Sanggar Nolar </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">25. Tri Sapta </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">26. Tidar’s </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">27. Viesta </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">28. Wisma Studio </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:9pt;">Kesenian</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;margin:auto auto auto 9pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:65.15pt;">
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:166.5pt;border-bottom:black 1pt solid;height:65.15pt;padding:0 5.4pt;" width="222" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">1. Ananda </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">2. Amry SY </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">3. Cinduomato </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">4. Chandra Budaya </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">5. Des Iskandar </span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#ffd8b1;border-left:#f0f0f0;width:127.6pt;border-bottom:black 1pt solid;height:65.15pt;padding:0 5.4pt;" width="170" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">6. Djusmasri </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">7. Dinda Sakato </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">8. Gadih Ranti </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">9. Jenggala Manik </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">10. Nilasari </span></p>
</td>
<td style="border-right:#f0f0f0;border-top:black 1pt solid;background:#ffe2c5;border-left:#f0f0f0;width:107.25pt;border-bottom:black 1pt solid;height:65.15pt;padding:0 5.4pt;" width="143" valign="top">
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">11. Puti Minang </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">12. Sanggar Nolar </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">23. Sanggar Elly Kasim </span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;">24. Tidar’s </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="Default" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arah pergerakan mahasiswa masa depan]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 20:39:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.id.wordpress.com/2008/05/03/arah-pergerakan-mahasiswa-masa-depan/</guid>
<description><![CDATA[Saya adalah seorang mahasiswa yang bercokol dikampus yang disebut-sebut sebagai kampus perjuangan. K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah seorang mahasiswa yang bercokol dikampus yang disebut-sebut sebagai kampus perjuangan. Kampus yang begitu mencolok dengan jaket kuningnya. Kampus yang dikatakan jika mahasiswanya turun kejalan maka hati-hati akan ada perubahan. Kampus Universitas Indonesia. Lebih spesifik lagi dikampus UI ini saya mendalami bidang kajian ilmu komputer di gedung bundar fasilkom UI.</p>
<p>Melalui tulisan ini, saya ingin mengutarakan pendapat saya mengenai pergerakan mahasiswa saat ini. Tulisan saya ini merupakan respon terhadap beberapa aksi yang dilakukan oleh sahabat-sahabat saya belum lama ini. Begitu mirisnya saya melihat saudara-saudara seperjuangan saya yang rela tidur dijalanan demi menunjukkan perhatiannya pada bangsa. Tulisan ini juga merupakan jawaban atas pertanyaan beberapa orang sahabat saya yang menanyakan kenapa saya tidak pernah mau ikut aksi? kenapa tingkat<br />
partisipasi fakultas saya dalam kegiatan-kegiatan seperti itu sangat kecil? Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat memberikan pencerahan pada rekan-rekan mahasiswa bahwa sudah saatnya kita merubah arah pergerakan kita.</p>
<p>Baca tulisan lengkapnya disini: <a href="http://mustafakamal.biz/2008/05/03/arah-pergerakan-mahasiswa-masa-depan/" target="_blank">MustafaKamal.biz - Arah Pergerakan Mahasiswa Masa Depan</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rieke Diah Pitaloka Kurangi Keriput]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/10/26/rieke-diah-pitaloka-kurangi-keriput/</link>
<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 07:02:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/10/26/rieke-diah-pitaloka-kurangi-keriput/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp;
Rieke Diah Pitaloka merupakan sosok selebriti yang cukup fenomenal..Dia juga tergolong artis ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">&#160;</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Arial Narrow';">Rieke Diah Pitaloka merupakan sosok selebriti yang cukup fenomenal..Dia juga tergolong artis yang total..Dia tak pernah takut jelek ketika tampil memerankan tokoh apapun. Ia juga lucu, lucu yang tentunya lebih ‘smart’ dan bukan lawakan murahan dan bodoh seperti kebanyakan yang ada di TV belakangan…. menyimak acaranyanya bisa membuat tersenyum dan tertawa. Jadi penting, karena kata Mak ku..banyak tertawa itu bisa mengurangi keriput di wajah….Ga salah dunk, kalo aku termasuk orang yang suka melihat penampilan Sarjana Sastra Belanda UI ini...</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ingusan dan Cabe-Tomat]]></title>
<link>http://katakata.wordpress.com/2007/10/22/ingusan-dan-cabe-tomat/</link>
<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 11:02:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>j.rizal</dc:creator>
<guid>http://katakata.id.wordpress.com/2007/10/22/ingusan-dan-cabe-tomat/</guid>
<description><![CDATA[

Bagi keluargaku, hari raya kali ini memang lebih raya. Seluruh cucu (kecuali satu), anak dan menan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://katakata.wordpress.com/files/2007/10/tomat-be.gif" title="tomat-be.gif"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://katakata.wordpress.com/files/2007/10/tomat-be.gif" title="tomat-be.gif"><img src="http://katakata.wordpress.com/files/2007/10/tomat-be.gif" alt="tomat-be.gif" /></a></p>
<p align="justify">Bagi keluargaku, hari raya kali ini memang lebih raya. Seluruh cucu (kecuali satu), anak dan menantu kumpul di rumah ortu pas hari "H" --kami salat Idul Fitri pada Sabtu (13/10).</p>
<p align="justify">Ini pertama kali kami bisa kumpul semua setelah bertahun-tahun aku, adik dan kakak melewati masa remaja. Maklum, kami mencari hidup di mana-mana, di berbagai kota. Ada 10 cucu (sembilan yang kumpul), enam anak dan lima menantu.<!--more--></p>
<p align="justify">Rumah yang ditempati ortu berada di sebuah desa di kaki Gunung Kerinci. Rumah sederhana, berdinding papan, yang pintu belakangnya langsung menghadap ke kebun.</p>
<p align="justify">Di halaman belakang, di sela  pembibitan cabe, ada sedikit ruang untuk memasang ayunan dan papan jungkat-jungkit. Ini sebenarnya alat permainan untuk sebuah taman wisata yang sengaja disimpan di rumah ortu. Anak-anak suka bermain di belakang rumah.</p>
<p align="justify">Rumah itu sempit, tapi tamu yang datang banyak. Tak salah kalau para cucu terheran-heran. "Rumah kecik tamunyo banyak nian," cetus salah satu dari para cucu yang mudik dari Palembang.</p>
<p align="justify">Karena sempit, untuk tidur malam kami harus ngungsi ke rumah ortu yang satu lagi. Rumah yang ini dekat pasar dan ramai lalu lintas. Makanya kami tak suka di sana pada siang hari. Tetapi, karena kamarnya banyak, maka jadilah ia tempat istirahat pada malam hari saja.</p>
<p align="justify">Sudahlah hawanya dingin, air di kaki gunung itu juga dingin minta ampun. Jarang sekali aku mandi pagi. Semasa SMP, biasa sekali aku mandi air sedingin itu. Tapi kini, bahkan pada siang hari, air mandiku harus dicampur air panas biar hangat.  Airnya lancar sekali, langsung mengalir dari mata air.</p>
<p align="justify">Walaupun dinginnya sampai ke sumsum, cucu-cucu, anak dan menantu yang dari kota berhawa panas tetap saja riang gembira. Tidak ada yang sakit, kecuali ingusan. Aku pun ikut ingusan karena kedinginan.</p>
<p align="justify">Karena dingin, aku tidak suka makanan khas hari raya. Aku dan iparku paling suka cabe-tomat-ikan teri.  Tomatnya bukan tomat besar, tetapi tomat kecil-kecil yang sering disebut kemir alias <em>terung aka</em> alias <em>terung asam </em>alias <em>cung kediro</em>. Sayurnya labu siam alias jipang kalau tidak selada air.</p>
<p align="justify">Nasinya harus panas. Kalau sedang lahap makan, ingus kami berleleran. Jadilah kami, keluarga besar itu, seperti anak-anak semua. Tapi, biar ingusan dan kepedasan, yang penting sang kakek dan nenek senang di hari raya ini. Betul tidak?</p>
<p align="justify">Oh, ya. Selamat Idul Fitri untuk semua yang merayakan. Mohon maaf lahir dan bathin.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Capek..lagi ga mood nulis]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/10/09/capeklagi-ga-mood-nulis/</link>
<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 08:09:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/10/09/capeklagi-ga-mood-nulis/</guid>
<description><![CDATA[&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>.......................................................................................capek...lagi ga mood nulis....kalo nulis berita sih...teetttteppp....hehehe.......................................................tapi kalo di blog?????? uuufffhhhh............................................................................................kenapa ya....................?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Please..Forgive me...]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/10/09/pleaseforgive-me/</link>
<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 08:05:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/10/09/pleaseforgive-me/</guid>
<description><![CDATA[Mohon Maaf Lahir Bathin&#8230;
Maaf kan aku&#8230;Jika ada membuat kesalahan&#8230;.
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon Maaf Lahir Bathin...</p>
<p>Maaf kan aku...Jika ada membuat kesalahan....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harry Potter Menikahi Ginny Weasley?]]></title>
<link>http://katakata.wordpress.com/2007/08/03/hari-potter-menikahi-ginny-weasley/</link>
<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 17:19:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>j.rizal</dc:creator>
<guid>http://katakata.id.wordpress.com/2007/08/03/hari-potter-menikahi-ginny-weasley/</guid>
<description><![CDATA[Oh, tidaaak!
Kenapa Harry Potter memilih adik kecil ini untuk isterinya. Bagaimana ini!? Teman-teman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Oh, tidaaak!</p>
<p align="justify">Kenapa Harry Potter memilih adik kecil ini untuk isterinya. Bagaimana ini!? Teman-teman, bantu aku mencerna ringkasan cerita buku ketujuh serial Harry Potter ini.</p>
<blockquote>
<blockquote>
<p align="center"><a href="http://katakata.wordpress.com/2007/08/03/hari-potter-menikahi-ginny-weasley/" target="_blank">RINGKASAN CERITA</a></p>
<p align="center">HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS</p>
<p><!--more--></p></blockquote>
</blockquote>
<p align="justify">Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.</p>
<p align="justify"> Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah menyerang tiga Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.</p>
<p align="justify"> Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya; Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Belakangan, Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya; tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.</p>
<p align="justify"> Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Delumintaor untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu. Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley.</p>
<p align="justify"> Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry. Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Voldemort, ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu. Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan kemudian direbut oleh Dolores Umbridge.</p>
<p align="justify"> Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge. Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.</p>
<p align="justify"> Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric’s Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.</p>
<p align="justify"> Di Godric’s Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan. Di Godric’s Holow, mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang kawan lama Dumbledore yang mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka terperangkap, karena “Bagshot” itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.</p>
<p align="justify"> Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan. Ia menyelam ke dalamnya untuk mendapati pedang tersebut. Kalung Horcrux mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.</p>
<p align="justify"> Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand—tongkat sihir tetua), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone—batu kebangkitan), dan Jubah Gaib (jubah tembus pandang) yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda sihir Deathly Hallows, untuk mengalahkan Voldemort.</p>
<p align="justify"> Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry. Mereka berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas dibunuh oleh Bellatrix.</p>
<p align="justify"> Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gingrott’s. Di sana mereka menemukan satu lagi Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri, tetapi pada saat yang bersamaan Voldemort menyadari bahwa mereka mencari Horcrux-Horcruxnya.</p>
<p align="justify"> Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort akan mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Pada saat menyelamatkan jiwa Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw tersembunyi di Kamar Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.</p>
<p align="justify"> Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian; karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kadavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri oleh Elder Wand.</p>
<p align="justify"> Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasius kereta api King’s Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.</p>
<p align="justify"><em>many thanks to arni_potter --who are you? please allow me to know you--, who posted comment contains this brief <a href="http://katakata.wordpress.com/2007/03/25/harry-potter-daniel-radcliffe-dan-zumi-zola/#comment-331" target="_blank">here</a> a few days ago, and  <a href="http://www.friendster.com/feriuslupin" target="_blank">ferius lupin and friends</a> who keep the brief on the -ster. </em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[‘Wartawan’ Terang2an Memeras..]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/07/10/%e2%80%98wartawan%e2%80%99-terang2an-memeras/</link>
<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 13:23:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/07/10/%e2%80%98wartawan%e2%80%99-terang2an-memeras/</guid>
<description><![CDATA[Kejadian memalukan baru saja aku dengar, dari seorang rekan seprofesi yang khusus liputan kriminal d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/malu.jpg" title="malu.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/malu.thumbnail.jpg" alt="malu.jpg" align="left" border="6" hspace="6" /></a><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Kejadian memalukan baru saja aku dengar, dari seorang rekan seprofesi yang khusus liputan kriminal dan hukum. Ketika meliput kasus pemeriksaan pengusaha terkemuka Jambi (Ayong), diceritakan temanku itu,<span>  </span>kantor Kajati Jambi Senin kemarin tiba-tiba diramaikan banyak manusia yang berlagak bak wartawan, namun tak jelas apa ‘korannya’, kapan tanggal dan hari terbitannya kemudian apa pula merek korannya… </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">“Begitu Ayong keluar ruang pemeriksaan, semua ‘wartawan-wartawan’ itu menyerbu Ayong, berbuntut pada bagi-bagi uang, <em>konon</em> Ayong didesak (mendekati memeras.Red) agar mau ngasih duit itu, <span> </span>untung kami tak ikut-ikuan, lari menjauh ketika tau tujuan mereka sudah lain dan bukannya wawancara,” ujar temanku yang sangat profesional itu. Uuuhhfffhh…..Mendengar ceritanya perih <em>nian</em> jadinya hati….kenapa <em>sich</em> ada manusia yang pake ‘baju’ wartawan lalu berbuat semena-semena, <span> </span>memburukkan citra wartawan yang ASLI, mengaburkan tugas mulia wartawan yang SERIUS dan malah melakukan pemerasan yang terang-terangan dan memalukan seperti itu??? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Estrangelo Edessa';"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Estrangelo Edessa';"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kurt Cobain Never Die..]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/07/09/kurt-cobain-never-die/</link>
<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 08:19:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/07/09/kurt-cobain-never-die/</guid>
<description><![CDATA[Ajaib!.. Smells Like Teen Spirit-nya Nirvana  tiba-tiba membuat aku bugar siang ini. Kota Jambi yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/cobain1.jpg" title="cobain1.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/cobain1.thumbnail.jpg" alt="cobain1.jpg" align="left" border="6" hspace="6" /></a><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Ajaib!.. <em>Smells Like Teen Spirit</em>-nya Nirvana <span> </span>tiba-tiba membuat aku bugar siang ini. Kota Jambi yang mulai jadi korban musim penghujan tiba-tiba menjadi hangat dan sangat benderang. Suara </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Kurt Cobain benar-benar dahsyat! Berhasil menghidupkan semua sel-sel mati dan mengembalikan ribuan urat saraf ku yang  nyasar.<span></span></span></p>
<p><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/cobain2.jpg" title="cobain2.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/cobain2.thumbnail.jpg" alt="cobain2.jpg" align="right" border="6" hspace="6" /></a><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Meski semua berita mengabarkan Kurt Cobain </span><span style="font-family:'Bookman Old Style';">tewas  <span></span>1994 lalu, akibat overdose</span><span style="font-family:'Bookman Old Style';"> paduan <em><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Champagne_%28beverage%29&#38;action=edit" title="Champagne (beverage)"><span style="text-decoration:none;">champagne</span></a></em> dan <em><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flunitrazepam&#38;action=edit" title="Flunitrazepam"><span style="text-decoration:none;">Rohypnol</span></a></em>. Entah kenapa<em> </em><span> </span>aku tetap merasakan dia masih ada..Cobain tak pernah mati!!.. Ia selalu saja bisa membangunkan dan menghidupkan ‘aku’. <em>Thanks</em>..<span></span></span></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Boom!!!]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/07/08/boom/</link>
<pubDate>Sun, 08 Jul 2007 12:59:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/07/08/boom/</guid>
<description><![CDATA[Gilaaaa!! sebuah bom tengah bersarang di jantungku kini.
Puluhan peluru tertancap di pelipis, paha d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/mati.jpg" title="mati.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/mati.thumbnail.jpg" alt="mati.jpg" align="left" border="6" hspace="6" /></a>Gilaaaa!! sebuah bom tengah bersarang di jantungku kini.</p>
<p>Puluhan peluru tertancap di pelipis, paha dan mengacaukan isi perutku.</p>
<p>Tidaaaak!!!! aku belum mau mati... aku masih mau hiduup!!!</p>
<p>tolong!!! .. keluarkan dari tubuh ku...</p>
<p><em>booom!!! booom!!! boom!!!</em>.....</p>
<p>h..........h............h...........</p>
<p><em><strong>(Kematian tak bisa dibantah ternyata</strong></em><em><strong>..</strong></em>.)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Hate Dorce Show! So!!]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/07/04/i-hate-dorce-show-so/</link>
<pubDate>Wed, 04 Jul 2007 12:56:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/07/04/i-hate-dorce-show-so/</guid>
<description><![CDATA[Pertamakali mengamati  acara Dorce Show, sekitar pertengahan 2006 lalu. Agak surprise  awalnya,  men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/dorce.jpg" title="dorce.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/dorce.thumbnail.jpg" alt="dorce.jpg" align="left" border="6" hspace="6" /></a>Pertamakali mengamati  acara Dorce Show, sekitar pertengahan 2006 lalu. Agak <em>surprise</em>  awalnya,  mengingat Dorce Show adalah salah satu acara <em>talk show </em>yang tayang <em>prime time,</em> dimana para dominator penonton televisi Indonesia yaitu kaum ibu-ibu pasti akan mengamatinya.  Menarik lagi, Dorce Show hadir sebagai sebuah program yang punya khas, lucu dengan si pembawa acaranya yang juga fenomenal yaitu Dorce.</p>
<p>Sayang, memasuki 10 menit pertama, rasa <em>sureprise </em>ku langsung berubah menjadi  tidak senang. Dorce mulai memperlihatkan cara yang tidak profesional. Sebagai komando acara <em>show,  </em>apalagi program itu  ditopang oleh namanya sendiri yaitu DORCE, rasanya kok tidak pas dan tidak apik sekali serta tidak match&#38;fix <em>lah</em>!. Sebagai penonton yang berhak mengharapkan sebuah kesempurnaan atas apa yang ia tonton, aku benar-benar kecewa.</p>
<p>Penyebab utama yang membuat aku tidak nyaman bahkan kini berubah menjadi tidak senang dengan acara Dorce Show adalah pembawaan Dorce yang semena-mena dan memperkosa habis acara yang ia anggap DORCE <em>banget</em> itu.</p>
<p>Kita mulai dulu <em>lah </em>dengan cara ia membuka acara, ketika menyapa penonton (di studio dan di rumah).  Dorce seringkali menggunakan kata dan kalimat yang bertele-tele, dari tema pembicaraan yang lain..tiba-tiba ia malah menyebutkan tema yang lain lagi...Kondisi ini beberapa kali aku amati...yang akhirnya melumpuhkan semangat untuk melihatnya dalam waktu yang lama!<a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/dorce2.jpg" title="dorce2.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/dorce2.thumbnail.jpg" alt="dorce2.jpg" align="right" border="6" hspace="6" /></a></p>
<p>Memperhatikan cara ia mengajak si bintang tamu berbicara. Dorce biasanya  akan mengawali kalimat dengan topik lain plus panjang lebar ini-itunya, <em>E Eh</em> tiba-tiba ia malah menanyakan hal yang tak ada hubungannya sama sekali dengan pembicaraan awalnya tadi. Ah..pokoknya Dorce <em>payah deh.... Ngga prof banget!!</em></p>
<p>Pembicaraan Dorce dalam tiap sesi pasti bertele-tele, bisa jamin pasti itu!!! tidak fokus dengan apa yang ia bicarakan....sering ia bertanya pada salah satu tamu, ketika si tamu mau menjawab...Dorce malah alih pembicaraan..<em>ck..ck</em>..<em>parah! </em>. Ini seringkali terjadi!  Aku memang bukan penonton setianya...tapi kalo lagi nonton suatu acara dan kebetulan iklan..kebetulan <em>pulak</em> ada Dorce Show, aku  akan mengamatinya dengan gerutu. Parahnya lagi, dari durasi yang pendek itu saja...aku bisa muak dibuatnya....maaf kan aku Dorce...</p>
<p>Tema dan tamu Dorce Show kadang sangat lah menarik...sayang, semua dikemas dengan penampilan Dorce yang kacau.... Menghancurkan nilai yang seharusnya tinggi menjadi sangat....<em>duuuhh</em>.....</p>
<p>Satu lagi, pernah pula aku mendapati Dorce tampil dengan dandanan mirip sekali dengan Oprah..rambutnya (wig), bajunya, make up nya....kok Bisa gitu <em>sih</em>!!! itu kan Dorce Show! bukan Oprah Show!!! Ya ampuuunnn...membuat aku jadi sangat membenci acara itu....i Hate Dorce Show! So!!!.....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Virgin Bad News di Jogja!]]></title>
<link>http://donapiscesika.wordpress.com/2007/07/02/see-virgin-jogja-soon/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 14:48:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>donapiscesika</dc:creator>
<guid>http://donapiscesika.id.wordpress.com/2007/07/02/see-virgin-jogja-soon/</guid>
<description><![CDATA[Pertama kali tertarik dengan Jogja ketika 10 tahun lalu,  email kudapat dari seorang sahabat, mengir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/becakok.jpg" title="becakok.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/becakok.thumbnail.jpg" alt="becakok.jpg" align="left" border="6" hspace="6" /></a>Pertama kali tertarik dengan Jogja ketika 10 tahun lalu,  email kudapat dari seorang sahabat, mengirimkan berita yang mengagetkan -- tolong, kau jangan anggap aku tak perawan <em>pulak</em>! sungguh! -- tulisnya.  Agak membingungkan, mengingat saat itu aku tak begitu paham untuk apa perawan, mengapa harus perawan dan bagaimana cara mencetak dan menghancurkan perawan. Aku baru semester <em>muda</em> ketika itu. ====&#62; Paham lah aku setelah mendapati sebuah <em>web </em>menuliskan kalimat memerihkan hati "97,05 persen mahasiswa di Jogja Tidak Perawan" <em>aduuh</em>...benar kah??..</p>
<p>Sejak itu...penasaran sekali jadinya ingin tau seperti apa Jogja sebenarnya, <em>kok </em>tetangga ku di dusun , si <em>wo </em>Limah,  begitu baik, lembut, kuyakin sangat <em>lah </em>dia itu masih perawan...dapat SPd pula dari Jogja. <em>Ai</em>..itu tak benar - pikirku - mana mungkin Jogja jadi tempat pembelahan keperawanan, <em>wo </em>Limah Jilbabnya saja menjuntai, Mmak ku malah selalu membandingkan aku dengannya.."Coba kau tiru <em>si </em>Limah <em>tu</em>,  sholat tak pernah tinggal, cara berpakaiannya enak dipandang, tak seperti rambutmu, yang terpamer menjuntai kemana-mana, perutmu juga  merumbai-rumbai kesana kemari" ah..jika libur semester, Mmak selalu bilang begitu...<em>wo</em> Limah itu begitu agung dimata Mmak ku. <em>Nah, </em>itu<em> kan </em>hasil Jogja <em>toh</em>?? waaah..tambah bingung ....<a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/becak2.jpg" title="becak2.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/becak2.thumbnail.jpg" alt="becak2.jpg" align="right" border="6" hspace="6" /></a></p>
<p>Penasaranku dan kebingunganku kepada Jogja, kembali menggelora ketika EU - teman SMA ku, beberapa bulan usai mendapat berita 'perawan',  tersiar tengah direhab, <em>mmak</em>..manusia kok direhab kayak mesin<em> eler </em>(penggiling padi - bahasa dusunku.Red)  saja...pikirku nan lugu ini. "Dia terlibat Narkoba"  akhirnya ada yang menjelaskan...Mansya Allah..Jogja kejam sangat <em>kah</em>??...Jujur, sampai hari ini aku <em>kok</em> tak yakin sepenuhnya kalau Jogja itu kelewat angker, seperti tanteku meng-hiperbola-kannya. "Itu kota tak <em>bener,</em> adek sepupu mu itu tolong hasut jangan kuliah di sana, tante lebih baik mattiiii!! ga rela!!!!, liat anak TT, bawa pulang istri dari Jogja, bawa anak..mau jadi apa dia Jogja!!!"..kalimat itu diteriaki tante ke telingaku ..agar membantu merayu anaknya yang merengek ingin kuliah ke Jogja...<em>gawat </em>Jogja kok jadi ternoda <em>segitunya</em>...</p>
<p>Jujur, hingga usia yang seperempat abad  sekarang, aku memang belum pernah melihat Jogja, belum pernah mencium aroma Jogja maupun melihat acara pecah perawan di Jogja. Aku penasaran...Gimana <em>tidak</em>! Neni, temanku yang jago Bahasa Jepang jebolan Jogja saja, mengaku tak pernah pacaran selama di Jogja, <em>boro-boro</em> <em>mecahin </em>perawan. <em>Sen-sse </em>Neni juga mengaku kalo<em> naek</em> angkot, di Jogja semua penumpang pasti akan saling menyapa. "Semua ramah!!, tak seperti di Jambi, musik angkotnya menggelegar keras, ketemu penumpang sesama cewek pasti lempar pandang sinis, <em>huh</em>!," gerutunya tentang kota-nya ini. <em>aduuuuhhhh</em>...makin bingung ...Jogja itu seperti apa ya??</p>
<p><a href="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/gadis-jogja.jpg" title="gadis-jogja.jpg"><img src="http://donapiscesika.wordpress.com/files/2007/07/gadis-jogja.thumbnail.jpg" alt="gadis-jogja.jpg" align="left" border="6" hspace="6" /></a>Dua kali Jum'at depan, dalam jadwal aku akan ditugaskan ke Jogja...meliput sebuah <em>even, </em>ketika tau aku yang ditugaskan ke Jogja tadi sore...jantungku langsung berdentum bak <em>drumb-</em>nya Gilang Ramadhan, saat tengah tampil di Java Jazz -- tak karuanlah aku pokoknya...tak seperti perasaan ketika aku ditugaskan ke wilayah atau negara lain seperti sebelum-sebelum ini...mudah-mudahan jadwal tak berubah...Jika jadi!! Jogja akhirnya nanti kan kucium..minggu ini Jogja kan kulihat...ku berencana tak usah pakai kacamata<em> lah</em> besok..biar aslinya lebih terasa....tapi....apa iya <em>virgin </em>di Jogja banyak pecahannya??? ahh...aku pasti akan lihat!!!! jangan sampai tak jadilah pokoknya....dan...jangan sampai <em>virgin bad news</em> di Jogja itu  benar pula....<em>.see u </em>Jogja...<em>hope see u soon.</em>..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Just Found Asia Blogging ]]></title>
<link>http://katakata.wordpress.com/2007/07/02/i-just-found-asia-blogging/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 11:42:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>j.rizal</dc:creator>
<guid>http://katakata.id.wordpress.com/2007/07/02/i-just-found-asia-blogging/</guid>
<description><![CDATA[
Usai percakapan singkat beberapa waktu lalu, lama aku tak mengintip &#8211;apalagi berlama-lama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://asiablogging.com/" title="asiablogging" target="_blank"><img src="http://katakata.wordpress.com/files/2007/07/asiablog.jpg" alt="asiablog.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Usai <a href="http://katakata.wordpress.com/2007/03/24/salut-budi-putra/#comments" title="dialog awab dg budi" target="_blank">percakapan singkat</a> beberapa waktu lalu, lama aku tak mengintip --apalagi berlama-lama-- di <a href="http://budiputra.com/" title="full time blogger" target="_blank">blog Budi.</a> Aku kaget saat menemukan sesuatu yang baru. Dia baru meluncurkan Asia Blogging Network (ABN) yang disingkatnya dengan nama <a href="http://asiablogging.com/" title="Jaringan Blog Asia" target="_blank">AsiaBlogging</a>, sebuah jaringan blog Asia (baca <a href="http://asiablogging.com/blog/81/abn-to-launch-blog-network/" title="press release" target="_blank">info peluncuran</a>). Ini proyek terbaru di Indonesia. Aku tilak-tilik ke halaman Asia Blogging itu dan bertemu halaman untuk <a href="http://asiablogging.com/about/contact/" title="daftar ke AsiaBlogging" target="_blank">mendaftar</a>, maka aku pun melamar.</p>
<p align="justify">Melihat format tampilan dan cara kerjanya, Budi sepertinya tidak jauh-jauh amat dari pola <a href="http://asia.cnet.com/" title="CNET Asia" target="_blank">CNET Asia</a>. Mungkin karena Budi juga penulis untuk CNET Asia. Budi juga getol merekrut para <em>blogger </em>bergabung. Ayo, siapa berminat? Tidak masalah bila Anda <em>ngeblog</em> berbahasa Inggris atau Indonesia walaupun bahasa "resmi" AsiaBlogging adalah Inggris.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
