lelap seperti belum akan sampai tubuh ini pun enggan berpenat pacu waktu memicu peluh warna api setiba malam menyelinap perkenalan kita yang sekejap kesiur angin basah dari lembah asing renyah mengika… lagi →
Serakata's Weblogserakata wrote 1 year ago: lelap seperti belum akan sampai tubuh ini pun enggan berpenat pacu waktu memicu peluh warna api seti … more →
serakata wrote 1 year ago: di sini, malam berkhianat dingin punya kemarau apa mau kukata sekuntum mawar mati muda matahari beli … more →
serakata wrote 1 year ago: tak habis-habis gaung saluang mengantar malam ke batas pagi senandung syahdu kesiur angin pesisiran … more →
serakata wrote 1 year ago: di hari penantian kita bicarakan sebuah epilog dari semenanjung, tuan berlagu kidung syair kelima ri … more →
serakata wrote 1 year ago: -perairan sebelumnya kita cuma punya sekoci yang melaut dengan teduh jiwa merdeka berdendang melipur … more →
serakata wrote 1 year ago: PROLOG RANAH di depan surau tanah masih basah bendera mengibar angka aksara saling bertawar, luka be … more →
serakata wrote 1 year ago: (Jauhari Nur) petang ini adalah kota yang meneruka ruang bagi inapan mimpi. sesudah itu, pagi selalu … more →
serakata wrote 1 year ago: (Kartika Megasari) matamu, dunia yang memecah batas musim melebur dilarutkan gerak usia sedangkan wa … more →
serakata wrote 1 year ago: (Titas Suwanda) ada juga yang belum terpetakan selurus jalan atau mungkin setantang jejak ketika wak … more →
serakata wrote 1 year ago: kembalilah engkau putra laut tenang sesudah gelombang beriak resah di lidahmu selagi sisa-sisa musim … more →
serakata wrote 1 year ago: seperti cinta sedang bermula satu lagi legit lapis terkulum mesum entah pada bagian yang mana sejuml … more →
serakata wrote 1 year ago: SELEPAS CANDI I liuk kanal-kanal ilalang seriang kawan searung berdecak jumpa dalam diam dalam jantu … more →
serakata wrote 1 year ago: yang menumbuhkan nafasku di hari rabu membentur lendir-lendir menumbuhi dinding selanjutnya malu-mal … more →
serakata wrote 1 year ago: pada rindu perahu itu kulayarkan sebagaimana dulu, kupetik makna baku tentang petang pertama di gari … more →
serakata wrote 1 year ago: haruskah malam jadi seruas ketika keruh wajah bergegas melepas rekat angin ghaib ke ujung betung pui … more →
serakata wrote 1 year ago: malam penghujan kau cabik punah ribuan kunang-kunang pecah cahaya menyeret kepadatan siang yang kau … more →
serakata wrote 1 year ago: tuangkan sederasnya cerita kayon menuntun perjalanan dalam mabuk yang benar-benar kepayang sepenuhny … more →
serakata wrote 1 year ago: dengan dada terbuka kau masuklah, bahkan udara tak lagi sepahit karang menjelma cangkang di setengah … more →
serakata wrote 1 year ago: ;lorong yang terdemam seketika saja aku menjauh dari ruasmu cuma berbulan-bulan (sekali datang – lam … more →