<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>proses-invest &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/proses-invest/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "proses-invest"</description>
	<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 15:31:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Seasonal Effect pasar Saham]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/12/30/seasonal-effect/</link>
<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 17:32:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.wordpress.com/2007/12/30/seasonal-effect/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari terakhir ini saya baru membaca buku &#8220;Price Trends &amp; Investment Probabilities]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir ini saya baru membaca buku "Price Trends &#38; Investment Probabilities" karya Thomas Dussault. Buku ditulis berdasarkan pengalamannya sebagai broker &#38; trader selama puluhan tahun. Bukunya lumayan kaya informasi, tetapi tidak tertulis dengan baik. Selain itu, banyak klaim yang dia buat tanpa didukung oleh hasil riset yang ditulis di dalam buku.</p>
<p>Dari berbagai informasi yang dibeberkan, ada 3 halaman yang membahas tentang efek kalendar. Untuk pasar saham di AS, menurutnya, disinyalir terdeteksi efek kalendar sebagai berikut beserta "teori"-nya:</p>
<ul>
<li><b>Pukul 3pm - 4pm. </b></li>
</ul>
<blockquote><p>Efek: Jika suatu saham kuat selama sesi awal hari itu sampai dengan 3pm, maka selanjutnya dari 3pm sampai dengan 4pm (pasar tutup) saham itu akan semakin kuat. Demikian juga sebaliknya, jika suatu saham lemah selama sesi awal hari itu sampai dengan 3pm, maka selanjutnya dari 3pm sampai dengan 4pm (pasar tutup) saham itu akan semakin lemah.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori:  Pemain profesional mengutak atik posisi dan strateginya sebagai persiapan untuk hari selanjutnya.</p>
<p><!--more--></p></blockquote>
<ul>
<li><b>Jumat &#38; Senin</b></li>
</ul>
<blockquote><p>Efek: Saham lebih sering naik pada hari Jumat dan lebih sering turun pada hari Senin dibanding hari-hari yang lain.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori: Pasar saham, sebagaimana masyarakat pada umumnya, menanti hari libur. Ketika mereka senang, harga-harga juga cenderung naik.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori yang lebih masuk akal &#38; saya dengar dari tempat lain: <i>Short-seller</i> cenderung menutup posisi mereka dengan membeli saham yang dia <i>short </i>untuk mengurangi resiko jika terjadi apa-apa pada hari libur. Setelah hari libur, saham-saham yang tadinya naik akan turun kembali.</p></blockquote>
<ul>
<li><b>2 Hari terakhir dan 2 hari pertama setiap bulan</b></li>
</ul>
<blockquote><p>Efek: Pasar saham umumnya naik pada 2 hari terakhir dan 2 hari pertama setiap bulannya.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori: Dipercayai bahwa para manajer institusional (seperti dana pensiunan, dll) mengubah posisinya setiap akhir bulan. Ketika mereka membeli saham-saham2 baru, maka pasar saham cenderung naik.</p></blockquote>
<ul>
<li><b>Minggu terakhir setiap kuartal</b></li>
</ul>
<blockquote><p>Efek: Saham-saham yang performanya bagus selama kuartal tersebut akan semakin kuat di minggu terakhir. Demikian juga sebaliknya, saham-saham yang lemah pada kuartal tersebut akan semakin jatuh.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori: Reksadana (mutual funds) wajib melaporkan laporan per kuartal kepada pemegang unit. Para manajer reksadana tersebut berusaha untuk melaporkan bahwa saham yang dikelolanya adalah mereka yang bagus-bagus dan kuat. Oleh karenanya, yang kuat dibeli sedangkan yang lemah dijual sebelum laporan.</p>
<p>Dalam istilah wall street, hal ini disebut "window dressing".</p></blockquote>
<ul>
<li><b>September &#38; Oktober</b></li>
</ul>
<blockquote><p>Efek: Bulan september dan Oktober cenderung bulan yang lemah dibanding bulan-bulan yang lain.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori: Kebanyakan reksadana mengakhiri buku tahunannya pada bulan Oktober. Di AS, kerugian dalam pasar modal bila direalisasikan bisa dipakai untuk mengurangi pajak. Oleh karena itu, kerugian investasi yang terjadi segera direalisasikan pada bulan Oktober atau sedikit sebelumnya dengan menjual saham-saham yang turun.</p></blockquote>
<ul>
<li><b>Sebelum libur berkala seperti Natal (25 Des) &#38; Hari Kemerdekaan (4 Juli)</b></li>
</ul>
<blockquote><p>Efek: Saham cenderung naik sebelum hari-hari libur.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori: Sama seperti efek "Jumat &#38; Senin"</p></blockquote>
<ul>
<li><b>2 Tahun pertama vs. 2 Tahun terakhir masa jabatan Presiden AS</b></li>
</ul>
<blockquote><p>Efek: 2 tahun terakhir cenderung lebih baik buat pasar saham dibanding 2 tahun pertama.</p></blockquote>
<blockquote><p>Teori: Di AS, masa jabatan presiden adalah 4 tahun. Pemerintah yang baru terpilih cenderung untuk melakukan kebijakan-kebijakan korektif pada 2 tahun pertama. Selanjutnya, pada 2 tahun terakhir, fokusnya adalah kembali memenangkan pemilu berikutnya.</p></blockquote>
<p>Percaya dengan berbagai efek yang dikemukakan di atas? Jangan menutup mata &#38; telinga. Tapi, cek sendiri terlebih dahulu.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ph.D.s &amp; Money Management (Part 2: Berapa % dari aset Anda yang harus ditaruh?)]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/05/02/phds-money-management-berapa-dari-aset-anda-yang-harus-ditaruh-penting/</link>
<pubDate>Wed, 02 May 2007 17:58:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.wordpress.com/2007/05/02/phds-money-management-berapa-dari-aset-anda-yang-harus-ditaruh-penting/</guid>
<description><![CDATA[Misalkan Anda dihadapkan pada kesempatan investasi sebagai berikut:

Bila sukses -&gt; Untung sebesa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Misalkan Anda dihadapkan pada kesempatan investasi sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bila sukses -&#62; Untung sebesar dana yang ditaruh. W = 1</li>
<li>Bila gagal    -&#62; Rugi juga sebesar dana yang ditaruh. L = 1</li>
<li>Kemungkinan sukses 60%. P = 0.6</li>
<li>Kesempatan ini selalu ada, Anda bisa mengulang-ulangnya.</li>
</ul>
<p>Pertanyaan: Berapa % dari uang Anda yang akan ditaruh di setiap kesempatan ini? Asumsinya nggak ada kesempatan investasi di tempat lain.</p>
<p>Isu:</p>
<ul>
<li>Jika ditaruh terlalu banyak, ada kemungkinan anda kurang beruntung dan uangnya cepat terkuras. Misal Anda taruh 100% dari uang Anda. Ada 40% kemungkinan uang Anda langsung lenyap. Ini bukan kemungkinan yang kecil!!</li>
<li>Jika ditaruh terlalu kecil, modal tidak akan tumbuh dengan cepat.</li>
</ul>
<p>Kelly menjawab pertanyaan tersebut dalam artikel ilmiahnya.  Jawabannya simpel: taruhlah</p>
<p><!--more--></p>
<p align="center"><font size="+1">P - (1-P)/(W/L)<strong> </strong></font></p>
<p>dari uang Anda yang tersisa di setiap kesempatan! Untuk kasus kita, taruhlah kira-kira 20% dari jumlah uang yang ada. Dengan menaruh angka ini, Anda akan mengalahkan 95% PhDs yang rugi dalam permainan ini &#60;mungkin mereka gak dikasih waktu buat corat-coret dulu :P&#62;.</p>
<p align="center"><a href="http://ihedge.files.wordpress.com/2007/05/kelly.png" title="Kelly"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ihedge.files.wordpress.com/2007/05/kelly.png" title="Kelly"><img src="http://ihedge.files.wordpress.com/2007/05/kelly.png" alt="Kelly" height="326" width="437" /></a></p>
<p>Gambar di atas mengilustrasikan perkembangan dari $100 bila ditanamkan ke kesempatan ini berkali-kali (453 kali) dan setiap kali permainan ditaruh 20% dari dana yang tersedia. Karena kita berbicara tentang sesuatu yang tidak pasti, saya ilustrasikan 10 kemungkinan path yang bisa ditempuh. Ke-10 paths semuanya cenderung naik ke atas.</p>
<p>Kalau ingin bermain-main dengan simulasi di atas, bisa dicoba di <a href="http://www.alwayshedge.com/">http://www.alwayshedge.com</a>. Di Wordpress gak bisa pasang Applet kayaknya.</p>
<p>Pertanyaan tentang seberapa besar uang yang harus ditanamkan adalah satu isu utama yang selalu harus dijawab oleh orang yang berinvestasi, entah apapun itu wujud investasinya. Anda bisa mengira-ngira berapa % kemungkinan sukses, berapa banyak yang akan anda dapat kalau sukses, dan berapa besar rugi yang mungkin didera.</p>
<p>Apalagi yang bisa kita petik dari kasus ini?</p>
<ul>
<li><strong>Jangan berjudi!! </strong>Di sini saya mendefinisikan judi sebagai semua kesempatan di mana W*P &#60; (1-P) * L.</li>
<li>Jangan hanya melihat kemungkinan untung (P). Jangan hanya melihat seberapa besar kalau untung (W/L) . Lihatlah dua-duanya!</li>
<li>Kedua komponen itu adalah inti dari karakteristik sebuah strategi investasi. Apapun caranya, di aset apapun, di pasar manapun =&#62; yang penting tanyakan P dan W/L.</li>
<li>Seberapa simpelnya suatu strategi, kalau P dan W/L bagus, jangan menutup mata! Seberapa rumitnya suatu strategi (semakin rumit semakin bingung kliennya), kalau P dan W/L jelek, cari kesempatan lain.</li>
<li>Kalau kita<strong> nggak tahu </strong>berapa P dan W/L-nya<strong>, jangan ikut-ikutan!!</strong></li>
</ul>
<p>NB: Yang mau baca artikel Kelly bisa diliat <a href="http://www.racing.saratoga.ny.us/kelly.pdf">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ph.D.s &amp; Money Management (Kegagalan mereka)]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/05/01/phds-money-management-kegagalan-mereka/</link>
<pubDate>Tue, 01 May 2007 08:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.wordpress.com/2007/05/01/phds-money-management-kegagalan-mereka/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan di bawah ini diambil dari website TurtleTrader. Mereka adalah sekelompok trend following  tr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan di bawah ini diambil dari website <a href="http://turtletrader.com/phds.html">TurtleTrader</a>. Mereka adalah sekelompok <em>trend following  traders</em>.</p>
<p>Cerita ini menunjukkan pentingnya <em>money management</em> dalam proses berinvestasi.</p>
<p>Bahkan PhDs pun gagal :P. Kita akan bahas konsep yang simpel tapi sangat penting: Berdasarkan kasus cerita ini, berapakah modal yang harus mereka tanamkan setiap kali mereka bermain permainan ini untuk memaksimalkan rata-rata nilai di akhir permainan.</p>
<p><!--more--></p>
<blockquote><p>A recent experiment was conducted involving forty people with Doctorate Degrees. Their Ph.D.s were not in mathematics, but all were in traditional areas of academic endeavor. The doctorates were given a computer game to trade. They started with $10,000 and were given 100 trials playing a game in which they would win 60% of the time. When they won, they won the amount of money they risked in that trial. When they lost, they lost the amount of money they risked in that trial.How many Ph.D.s made money at the end of the experiment? Two. The other 38 lost money. 95% of these very academically smart people lost money playing a game in which the odds of winning were better than any odds in Las Vegas. Why did they lose?</p>
<p>They lost because of poor money management. For example, if you start out risking $1,000 and lose 4 times in a row, you are now down to $6000. You might be thinking, I am due for a win now. But that's nonsense since your chances of winning are and will always be 60%!</p>
<p>Even though your chances of winning are still 60%, let's say you decide to double your bet size since you are due now. You lose again and you're down 60% now. If you keep thinking you’re due for a win you will soon be broke with any potential recovery vanished.</p>
<p>Good money management is fundamental to avoiding disasters like this one.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apa yang Menggerakan Saham dalam jangka pendek (1-15 hari)]]></title>
<link>http://ihedge.wordpress.com/2007/04/27/apakah-yang-menggerakan-saham-1-15-hari-ke-depan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Apr 2007 01:26:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>ihedge</dc:creator>
<guid>http://ihedge.wordpress.com/2007/04/27/apakah-yang-menggerakan-saham-1-15-hari-ke-depan/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini hanya opini pribadi sebagai hasil dari berbagai hal yang saya lihat. Menurut saya, hal-h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini hanya opini pribadi sebagai hasil dari berbagai hal yang saya lihat. Menurut saya, hal-hal berikut mempengaruhi pergerakan saham dalam jangka pendek:</p>
<ol>
<li>Market Sentiment</li>
<li>Sector Rotation</li>
<li>Price Momentum</li>
<li>Coherent State</li>
<li>Company Specific Events</li>
<li>External Events</li>
<li>Over Reactions and Under Reactions</li>
</ol>
<p><!--more-->Sentiment pasar secara keseluruhan cenderung mendorong pergerakan saham-saham ke arah sesuai dengan sentiment tersebut. Dalam jangka pendek, orang-orang yang berpikiran kontrarian mungkin akan berpikir seribu kali sebelum mengambil posisi yang berlawanan. <em>As the saying goes: when the tide is rising, all ships rise. </em></p>
<p>Efek dari rotasi sektor akan terlihat lebih jelas kalau pasar saham suatu negara sudah begitu terbangun sehingga berbagai sektor di negara itu diwakili dengan baik di pasar saham. Pasar saham di AS bisa dibilang memiliki wakil dari berbagai sektor yang memungkinkan kita untuk mengeksploitasinya. Rotasi sektor bisa ditengarai dari naiknya saham-saham di sektor tersebut, meninggalkan sektor-sektor lainnya.</p>
<p>Price momentum saya definisikan sebagai pergerakan suatu saham yang begitu kuat dibanding saham-saham lainnya. Proses pergerakan yang kuat ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin telah terjadi di perusahaan tersebut. Sesuatu itu mungkin adalah sesuatu yang signifikan dan akan terus berlangsung dalam jangka pendek. Kadang-kadang, kita tidak perlu tahu apa sesuatu itu. Trader yang melihat pergerakan kuat ini akan ikut <em>nimbrung </em>dan mendorongnya lebih jauh lagi.</p>
<p>Suatu saham ada di coherent state ketika berbagai sisi teknikal-nya cenderung mendukung hipotesa bahwa saham ini akan bergerak ke suatu arah tertentu. Populeritas analisa teknikal membuat <em>coherent state</em> bisa menjadikan kondisi ini <em>self fulfilling</em>.</p>
<p>Ada berbagai event-event yang specific terjadi di suatu perusahaan yang diketahui publik dan bisa menggerakan saham itu di jangka pendek. Misalnya: tiba-tiba pesawat yang mengangkut executives utama perusahaan itu jatuh. Dalam jangka waktu dekat, sahamnya pasti akan bergerak. Demikian juga kalau ada demo buruh, dsb. Contoh event lain adalah dimasukannya saham itu ke dalam index-index utama, misalnya SP500 ataupun LQ45. Kenapa event ini bisa menggerakan? Karena ada sekelompok institusi-institusi besar yang hanya diperbolehkan berinvestasi di saham-saham yang masuk index-index utama.</p>
<p>Ada juga event-event eksternal yang mempengaruhi pergerakan saham-saham. Misalnya meeting gubernur bank sentral, serangan teroris, gangguan distribusi minyak, bencana alam, dsb.</p>
<p>Overreactions dan underreactions terjadi karena traders juga manusia. Mereka cenderung untuk menilai sesuatu secara berlebihan, atau pelan-pelan.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
